Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 720

Awasi Peredaran Obat dan Makanan di NTB, Patroli Cyber Diintensifkan

0
Penandatanganan komitmen bersama terkait pelayanan publik BBPOM Mataram (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram terus mengintensifkan patroli cyber untuk mengawasi peredaran obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan. Selain menggandeng seluruh stakeholder terkait untuk melakukan pengawasan secara langsung.

Patroli cyber, kata Kepala BB POM di Mataram, Yosef Dwi Irwan pada kegiatan Forum Konsultasi Publik yang digelar di Mataram, Selasa 11 Juni 2024, merupakan bagian dari tuntutan zaman ditengah gempuran digitalisasi dalam semua lini.

“Makanya kita setiap UPT Badan POM disetiap daerah itu harus melakukan patroli cyber, link-link yang teridentifikasi menjual obat dan makanan, termasuk obat tradisional yang terindikasi illegal langsung dilaporkan ke pusat.
“Nanti pusat yang laporkan ke Kominfo untuk di take down,” ujarnya.

Kendati demikian, kata Yosef, ibarat cendawan di musim hujan, satu ditangani, akan muncul berikutnya link-link yang digunakan untuk melanjutkan kegiatan marketing, atau promosi obat dan makanan melalui dunia maya. Disinilah perlunya partisipasi masyarakat untuk melaporkan kepada BPOM, jika terindikasi ada kegiatan – kegiatan illegal terkait obat dan makanan di lingkungan sekitaranya.

“Kita buka layanan pengaduan juga 087871500533. Silahkan masyarakat laporkan kesini, identitas pelapor sangat dijaga kerahasiaannya,” tambahnya.

Petroli cyber ini tidak hanya dilakukan terhadap link-link promosi produk obat dan makanan, lebih dari itu, seluruh kegiatan serupa yang dilakukan melalui platform media sosial, kata Yosef juga dipantau langsung selama 24 jam.

BBPOM di Mataram juga melakukan tindakan secara hukum terhadap temuan-temuan dari patroli cyber dan pengawasan langsung yang dilakukan secara rutin dan bersama stakeholder.

“Untuk proses hukum, kita berkolaborasi dengan PPNS untuk penanganan langsung. Selain bekerjasama dengan Reskrimsus Polda NTB untuk penanganan hukum,” tambahnya.

Pada bagian lain, Forum Konsultasi Publik yang dilakukan BBPOM Mataram menghadirkan seluruh stakeholder terkait, diantaranya, pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi, dan media untuk mendapatkan masukan-masukan terkait peredaran obat dan makanan, serta pelayanan public yang dilakukan BBPOM Mataram.

Sebagai lembaga otoritas Badan POM bukan hanya memiliki fungsi pengawasan terhadap Obat dan Makanan yang beredar, namun ada fungsi pelayanan publik seperti perizinan, pengujian dan penyediaan informasi dan pengaduan masyarakat.

FKP ini, kata Yosef, adalah bentuk komunikasi dua arah antara penyelenggara layanan dan pengguna layanan.untuk menyelaraskan kemampuan pemerintah dengan harapan publik, serta meminimalisir dampak kebijakan yang dapat merugikan public.

Berbagai inovasi Layanan Publik telah dilakukan BBPOM Mataram diantaranya, Gemilang Pro UMKM (Gerakan Lintas Lembaga Mengawal Daya Saing Produk UMKM) yang telah meningkatkan jumlah NIE, mengawal investasi dan meningkatkan omzet penjualan, khususnya UMKM, Layanan OHS, Layanan ODS, Gas Paman (Keluarga Sadar Pangan Aman) untuk meningkatkan kesdaran masyarakat tenatang keamanan pangan melalui pedagang sayur keliling.(bul)

BPOM Mataram Peringatkan Bahaya Sembarangan Mengonsumsi Antibiotik

0
Yosef Dwi Irwan pada kegiatan Forum Konsultasi Publik yang digelar di Mataram, Selasa 11 Juni 2024.(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram mengingatkan masyarakat Nusa Tenggara Barat agar tidak menggampangkan membeli dan mengonsumsi antibiotik secara bebas, tanpa rekomendasi dokter.

Menurut Kepala BB POM di Mataram, Yosef Dwi Irwan pada kegiatan Forum Konsultasi Publik yang digelar di Mataram, Selasa 11 Juni 2024 bersama seluruh stakeholder terkait disampaikan, antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri dapat dibeli secara mudah. Bahkan tanpa menggunakan resep dokter.

“Kayak Amoxilin, kalau beli perlu pake resep gak? Terkadang, masyarakat ini saking mudahnya membli tanpa resep tetap diberikan. Antibiotic ini kalau sering dikonsumsi akan terjadi resistensi antimikroba. Kedepannya tidak lagi mempan untuk mengatasi infeksi, karena bakterinya sudah tidak mempan. Karena tidak semua penyakit itu disebabkan oleh antimicrobe. Jangan sedikit-sedikit beli obat antibiotik, harusnya dengan resep dokter apakah memang layak diberikan antibiotic,” kata Yosef.

Yosef menambahkan, AMR (Anti Nicrobial Resistance) atau resistensi antimikroba adalah kejadian ketika bakteri, virus, jamur dan parasit berubah dari waktu ke waktu dan tidak lagi merespon terhadap obat-obatan, sehingga membuat infeksi lebih sulit diobati dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit, memperparah dan menyebabkan kematian.

Kejadian AMR menjadi salah satu isu kesehatan global yang menjadi concern banyak pihak terutama WHO. Data penelitian terbaru yang diterbitkan jurnal The Lancet di tahun 2022, menyebutkan bahwa pada tahun 2019 menunjukkan bahwa pada tahun 2019, AMR menyebabkan kematian pada 4,95 juta jiwa, dengan 1,27 juta diantaranya disebabkan langsung oleh AMR.

“Kematian akibat AMR bahkan lebih tinggi dari kematian akibat HIV/AIDS dan Malaria. dan di tahun 2050 mendatang, WHO memprediksi jumlah kematian tersebut naik hingga menjadi 10 juta jiwa per tahun. Boleh dikatakan AMR merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap kesehatan dan risiko keamanan kesehatan global saat in silent pandemic yang dapat membunuh dalam keheningan,” tambahnya.

Salah satu faktor pemicu meningkatnya kejadian resistensi antimikroba dikarenakan penggunaan antimikroba yang tidak bijak pada manusia dan hewan. Penggunaan antibiotika yang ekstensif, disebabkan antibiotika beredar secara bebas, baik karena isu akses (kemudahan masyarakat memperoleh antibiotika) maupun isu bisnis (penjualan antibiotika tanpa resep mendominasi omset pelaku usaha di sarana pelayanan kefarmasian)

“Penyerahan antimikroba harus diserahkan hanya dengan menggunakan resep dokter dan disertai edukasi kepada masyarakat untuk menghabiskan antimikroba yang diresepkan atau segera kembali ke dokter jika tidak ada perbaikan terhadap penyakit,” ujarnya.

“Karena itu, kita sedang menggandeng pemangku kepentingan seperti ikatan apoteker Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Bidan, Perawat, untuk bersama-sama mencegah agar antibiotic ini digunakan secara proporsional. Tidak boleh sembarangan. Karena kalau setiap masyarakat bisa beli tanpa resep dokter, dan ini yang saat ini sedang terjadi, khawatirnya dampaknya akan menjadi pandemic, dan itu juga sedang terjadi sebenarnya,” ujarnya.

“Ada satu kasus, orang yang sudah operasi, ndak bisa sembuh-sembuh. Luka menganganya ndak sembuh-sembuh. Karena antibiotik apapun ndak mempan-mempan. Kumannya sudah kebal, itu yang dikhawatitkan. Nah, mengonsumsi antibiotic itu juga tidak boleh setengah-setengah, hanya sehari dua hari sudah enakan, terus ndak lagi diminum. Itu ndak boleh, harus sampai habis,” tambahnya.

Lantas bagaimana cara mengendalikan atau melawan resistensi antimikroba? BBPOM intensif mengedukasi masyarakat dengan 4T. Tidak membeli antimikroba tanpa resep dokter (untuk tujuan swamedikasi). Teruskan pengobatan dengan antimikroba yang diresepkan walaupun kondisi sudah membaik.

Tidak membuang antimikroba yang rusak atau kedaluwarsa sembarangan. Tegur dan laporkan jika mengetahui ada pihak atau sarana lain yang menjual antimikroba sembarangan atau tanpa resep dokter.(bul)

Inflasi Kota Mataram Lebih Tinggi dari Target Nasional

0
TGH. Mujiburrahman. (ekbisntb.com)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram perlu menyiapkan skenario untuk menekan laju inflasi. Pasalnya, inflasi year on year Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat di atas atau melebihi target nasional.

Ketua Tim Penanggulangan Inflasi Daerah, juga Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman dalam sambutannya menyampaikan, berdasarkan data yang rilis dari Badan Pusat Statistik pada 3 Juni 2024, inflasi Kota Mataram bulan Mei 2024 year on year sebesar 3,18 persen. Inflasi ini lebih tinggi dar inflasi Provinsi NTB sebesar 2,77 persen bahkan lebih tinggi dari Kabupaten Sumbawa sebesar 2,19 persen dan Kota Bima 2,91 persen.

Sedangkan, inflasi Kota Mataram month to month pada bulan Mei 2024 sebesar 0,08 persen, lebih tinggi dari inflasi Provins NTB minus 0,41 persen dan lebih tinggi dari Kabupaten Sumbawa minus 1,13 persen dan Kota Bima minus 0,19 persen. “Adapun komoditas penyumpang inflasindi Kota Mataram pada bulan Mei 2024 adalah perhiasan, sewa rumah, cabai rawit, angkutan udara dan sepeda motor,” terang Wawali pada, Selasa 11 Juni 2024.

Ditambahkan, penyumpang inflasi bulanan tersebut, menunjukan bahwa inflasi bulan Mei 2024 di Kota Mataram, disebabkan core inflation dan administered price. Sementara, komoditas volatile food yaitu cabai rawit yang menjadi penyumbang inflasi.

Wawali menegaskan, TPID Kota Mataram telah memberikan hasil yang baik dalam mengendalikan inflasi volatile food di tengah peningkatan harga eceran tertinggi beras medium, beras premium, jagung, telur ayam raa, dan daging ayam ras yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. “Sedangkan, core inflation dan administered price adalah kewenangan pemerintah pusat,” terangnya.

Di satu sisi, perlu diperhatikan adalah sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5 persen ±1. Artinya, minimal inflasi Kota Mataram hanya diperbolehkan 1,5 persen atau tidak boleh melebihi 3,5 persen.

Menurutnya, banyak hal yang mempengaruhi dinamika inflasi di Kota Mataram. Diantaranya, kondisi geopolitik yang mempengaruhi perekonomian dunia, sehingga kurs rupiah melemah terhadap dollar mengakibatkan peningkatan harga komoditas impor seperti jagung dan beras premium.

Kondisi cuaca yang tidak menentu termasuk terjadinya fenomena el-nino yang menyebabkan musim panas menjadi lebih panjang dari biasanya dan menyebabkan musim tanam dan panen terganggu.

Selanjutnya, hari besar keagamaan, libur sekolah, dan penyelenggaraan MotoGP juga turut mempengaruhi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap komoditas panfan, barang, dan jasa lainnya.

“Bahkan saat ini terjadi peningkatan HET beras medium, beras premium dan peningkatan harga acuan penjualan jagung telur, dan daging ayam ras,” sebutnya.

Wawali meminta OPD teknis seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan pasar rakyat dan gerakan pangan murah. Selain itu, memastikan ketersediaan pasokan melalui program pemanfaatan pekarangan pangan lestari, pemantauan stok dan lain sebagainya.

TPID lanjutnya, perlu konsisten melaksanakan kegiatan konkrit dalam rangka pengendalian inflasi dan kegiatan yang selaras dengan strategis 4K pengendalian inflasi (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif).

“Dengan koordinasi dan sinergi seluruh stakeholder dalam menjaga stabilitas inflasi di Kota Mataram. Kita berharap inflasi dapat stabil di angka 2,5 persen,” demikian kata dia. (cem)

Kemenag Ingatkan Petugas Kesehatan Haji Tingkatkan Layanan Jelang Armuzna

0
Kepala Seksi Pelaksana Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H Kasmi(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Para petugas haji terutama tim kesehatan diingatkan untuk meningkatkan layanan kepada jamaah menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Informasi dari para petugas, tim kesehatan rutin memberikan layanan kesehatan dengan sistem door to door kepada jemaah, terutama jemaah lanjut usia (lansia),” kata Kepala Seksi Pelaksana Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H Kasmi di Mataram, Senin 10 Juni 2024.

Selain itu, lanjutnya, petugas kesehatan juga rutin memberikan informasi dan imbauan kepada jemaah serta memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh jemaah, guna menjaga kesehatan jemaah agar dapat melaksanakan puncak ibadah haji yakni wukuf di Arafah dan mabit di Muzdalifah dan Mina.

‘’Biasanya pada waktu Armuzna inilah cuaca bisa mencapai 48-49 derajat Celsius, sehingga jemaah harus menyiapkan diri secara maksimal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,’’ katanya.

Oleh karena itulah jemaah saat ini sedang melakukan berbagai persiapan untuk melaksanakan puncak ibadah haji yang akan berlangsung pada 8-12 Zulhijah 1445 Hijriah/2024.

Sementara informasi dari para petugas haji, kata dia, sebanyak 679 calon haji asal Kota Mataram saat ini dalam kondisi sehat, termasuk jemaah lansia dan jemaah yang menggunakan kursi roda.

“Jemaah dijadwalkan berangkat menuju Arafah pada tanggal 8 Zulhijah 1445 Hijrah atau pada Sabtu 15 Juni 2024,” katanya.

Kasmi menambahkan total calon haji Kota Mataram tahun 2024 sebanyak 669 orang dan ditambah 10 petugas sehingga menjadi 679 jamaah. Dari 669 calon haji itu, tercatat 183 laki-lak dan 210 perempuan. Selain itu, tercatat 144 lansia, 282 masuk kategori risiko tinggi (risti) atau 73 persen, dan 103 orang (27 persen) non-risti.

Jemaah calon haji asal Kota Mataram terbagi menjadi dua kloter yakni Kloter 1 Embarkasi Lombok sebanyak 393 orang dan Kloter 7 Embarkasi Lombok sebanyak 286 orang. (ant)

Artikel lainnya….

Jelang Idul Adha, Pertamina Patra Niaga Tambah 266.140 Tabung LPG 3 Kg Untuk Wilayah NTB

MIM Foundation, Hadir untuk Mengentaskan Persoalan Sosial di Nusa Tenggara Barat

Bahlil : Investasi di IKN Tak macet

155.796 Warga Lotim Kembali Terima Bantuan Beras

0
DISTRIBUSI BERAS - Distribusi Cadangan Beras Pemerintah dari Gudang Bulog Lotim, Senin kemarin.(ekbisntb.com/rus)

Selong (ekbisntb.com)-Sebanyak 155.796 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali menerima bantuan beras. Bantuan yang digelontorkan dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ini diterima warga masing-masing 10 kilogram (kg).

Secara simbolis, distribusi penyaluran CBP dari Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Lotim ini dilepas Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lotim, H. Hasni didampingi sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Bulog Cabang Lotim, M. Syaukani, Senin 10 Juni 2024.

Kata Pj. Sekda, distribusi bantuan CBP ini sepekan sebelum hari raya Idul Adha merupakan momen yang tepat.  “Ini momentumnya tepat, karena beberapa hari lagi kita akan melaksanakan hari Raya Idul Adha,” ungkapnya.

Pendistribusian CBP  ini merupakan salah satu langkah untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga bahan pokok guna menekan potensi inflasi menjelang Idul Adha.

Disebutkan, KPM penerima CBP di Lotim terbanyak se NTB. Selama ini tidak ditemukan kendala yang berarti dalam proses pendistribusian CBP. Mengingat manfaat bantuan ini sangat besar, diharapkan bisa berkelanjutan. “Mudah-mudahan program ini bisa dilanjutkan,” asanya.

Selanjutnya dikatakan Sekda, produksi pangan dari lahan pertanian Lotim masih sangat bagus. Utamanya produksi beras diklaim mampu untuk memenuhi semua kebutuhan pangan masyarakat Lotim.

Pascaturun hujan, diyakini produksi padi akan kembali lebih baik. Bahkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di seluruh NTB akan terjadi hujan yang berkepanjangan. Dengan begitu, produksi pangan di Lotim tidak akan kekurangan. Petani bisa tanam padi berulang kali.

Kepala Bulog Cabang Lotim, M. Syaukani menambahkan jumlah bantuan beras yang disalurkan Senin kemarin sebanyak 250 ton l. Tahap pertama bulan Juni ini disalurkan ke tiga kecamatan, yakni Masbagik, Selong dan Sikur.

Sebanyak 1.557 ton per bulan siap disalurkan Bulog penyaluran sudah mau berakhir untuk enam bulan selama tahun 2024. Untuk kuota bulan Mei ini diharapkan bisa diterima  semua  KPM dua hari sebelum lebaran.

Menurut Syaukani, menjelang idul adha ini sebagai momentum yang telah ada untuk bisa menyalurkan bantuan CBP.  Pasalnya,  menjelang hari-hari besar akan terjadi pergerakan harga bahan pokok. CBP bulan Juni akan disalurkan pada akhir bulan Juni mendatang. Ada rencana penyaluran bantuan ini informasinya akan diperpanjang sampai Desember.  “Itu wacananya,” demikian. (rus)

Artikel lainnya….

Laksanakan Instruksi Pusat, Muhammadiyah NTB Mulai Tarik Dana di BSI

Ketua Forikan NTB Gerakkan Masyarakat Labuhan Haji Gemar Makan Ikan

Konservasi Penyu, Kolaborasi Pertamina & TCC Nipah Berbuah Penghargaan Kalpataru 2024

Pemkab Lotim Dorong UMKM Akses Program “Lotim Berkembang”

0
Muhammad Safwan (ekbisntb.com/rus)

Selong (ekbisntb.com)-Dinas Koperasi dan UKM Lombok Timur (Lotim) mendorong semua pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  untuk memanfaatkan program Lombok Timur Berantas Rentenir melalui kredit tanpa bunga (Lotim Berkembang). Program ini dirancang untuk membantu UMKM yang terkendala modal usaha dengan menanggung bunga pinjaman.

“Kita dorong sebanyak-banyaknya pelaku UMKM bisa mengakses program Lotim Berkembang ini,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lotim, Muhammad Safwan saat ditemui di kantor Bupati Lotim, Senin 10 Juni 2024 kemarin.

Tahun 2024 ini, Lotim mengalokasikan Rp 1 miliar sebagai subsidi pinjaman para pelaku usaha kecil tersebut. Program Lotim Berkembang ini diluncurkan pada tahun 2022. Sampai saat ini, program ini telah membantu 4.327 UMKM dengan total kredit sebesar Rp 40 miliar.

Besaran pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan di Pegadaian bervariasi.  Maksimal pinjaman Rp 10 juta.

Pada tahun 2023, Pemda Lotim telah membayar bunga sebesar Rp 990 juta. Kesadaran masyarakat untuk menyetor KUR sangat tinggi, dengan tingkat kemacetan penyetoran mencapai 0 persen. “Alhamdulilah Non Performing Loan (NPL) pelaku UMKM kita nihil,” ucapnya.

Pada triwulan pertama tahun 2024, sebanyak 700 UMKM telah mengakses program Lotim Berkembang. Pemda Lotim menyiapkan dana sebesar Rp 2,5 miliar untuk program ini, dengan Rp 1 miliar dialokasikan untuk UMKM dan Rp 1,5 miliar untuk peternakan. (rus)

Artikel lainnya….

Baznas NTB Salurkan Bantuan Gerobak dan Modal Usaha untuk PKL di Taman Sangkareang

Promo JNE-Jaleela Kolaborasi, Beri Diskon Ongkir 50 Persen untuk Pengirim dari Mataram

Laksanakan Instruksi Pusat, Muhammadiyah NTB Mulai Tarik Dana di BSI

Kemlu Percepat Pemulangan WNI Kelompok Rentan Dari Detensi Imigrasi Malaysia

0
Pemulangan WNI Kelompok Rentan Dari Detensi Imigrasi Malaysia (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi WNI, pada tanggal 10 Juni 2024, Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah memulangkan 216 WNI kelompok rentan yang tinggal di 7 detensi imigrasi di Malaysia.

Para WNI tersebut terdiri dari Ibu dan anak, ibu hamil, lansia, penderita sakit, serta WNI yang telah ditahan lebih dari 6 bulan. Pemulangan dilakukan menggunakan penerbangan komersil dengan dua titik debarkasi yaitu Bandara Soekarno Hatta, Jakarta dan Bandara Kualanamu, Medan.

Penerbangan terbagi menjadi 5 kloter, yaitu debarkasi Jakarta sebanyak 3 kloter dengan jumlah 129 WNI dan debarkasi Medan sebanyak 2 kloter dengan jumlah 87 WNI.

Dalam pemulangan kali ini terdapat 14 WNI sakit yang perlu mendapatkan rawat jalan, 19 anak WNI dibawah umur, serta 8 orang WNI berusia lanjut diatas 60 tahun.

Sejumlah WNI mengaku sudah bekerja di Malaysia selama puluhan tahun dan baru pertama kali pulang ke tanah air melalui bantuan pemerintah kali ini.

Mereka sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan sehingga mereka dapat berkumpul lagi dengan sanak saudara setelah berpisah sekian waktu lamanya.

Pemulangan WNI dilepas oleh Dubes Hermono selaku Duta Besar RI untuk Malaysia di Bandara Kuala Lumpur Internasional Airport.

“Program percepatan ini merupakan realisasi kerja sama bilateral Indonesia-Malaysia untuk pelindungan WNI yg lebih baik” ujar Dubes Hermono sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Kemlu, Selasa 11 Juni 2024.

Selanjutnya, ditekankan pula bahwa pola migrasi aman dan reguler perlu dikedepankan sebagai langkah pencegahan.

Proses kepulangan berjalan lancar dan para WNI untuk sementara akan ditampung di sejumlah tempat yang telah disediakan oleh pemerintah sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.

Penanganan pasca ketibaan dikoordinasikan oleh Kemenko PMK, dengan dukungan lintas Kementerian terkait, yaitu Kemsos, Kemen PPPA, BP2MI, Ditjen Imigrasi serta sejumlah Pemda tempat para WNI berasal.(bul)

Artikel lainnya….

Rico Rinaldy, Tinggalkan Kesan Mendalam Selama Bertugas di OJK NTB

Pemprov NTB Akan Panggil Para Pihak, Menyikapi Krisis Air Bersih di Gili Tramena

ASKRINDO Proteksi Sirkuit Mandalika dengan Asuransi CECR

Ekspor Tuna ke AS, Angin Segar Bagi Nelayan Dompu

0
TUNA - Seorang petugas yang hendak mendinginkan ikan tuna di cold storage Ncuni Desa Nangatumpu Kecamatan Manggelewa.(ekbisntb.com/ist)

Dompu (ekbisntb.com) – Kabupaten Dompu memiliki potensi ikan Tuna cukup besar yang tersebar di perairan Teluk Cempi dan Teluk Sanggar. Ikan Tuna hasil tangkapan nelayan selama ini banyak dikirim ke Bali. Belakangan ini, harga di tingkat nelayan merosot hingga Rp28 ribu per kg dari biasanya Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kg.

Kehadiran PT High Point Fisheries (HPF) di Desa Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur yang mengolah tuna menjadi olahan tuna beku berkualitas ekspor seperti Saku, Loin, Chunk, Cube Cut , dan Ground akan berdampak bagi nelayan di wilayah Kabupaten Dompu.

“Tentu ini sangat menggembirakan bagi para nelayan penangkap tuna di Dompu. Kami berharap bisa mendongkrak harga pembelian di tingkat nelayan yang saat ini mengalami fluktuatif dan tergolong rendah,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Amiruddin kepada saat dikonfirmasi, Senin 10 Juni 2024.

Saat ini, kata Amiruddin, harga ikan tuna di tingkat nelayan turun drastis hingga Rp28 ribu per kg dari biasanya antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kg. Akibatnya, para nelayan di perairan teluk Sanggar Kecamatan Kilo mengalihkan tangkapan ke jenis ikan dasar.

Dikatakan Amiruddin, ikan hasil tangkapan nelayan langsung diambil pengepul dan dibawa ke Bali. Nelayan penangkap ikan tuna kebanyakan berasal dari Sulawesi. Tidak sedikit juga nelayan asal Dompu yang mulai menangkap ikan tuna.

Karena ikan tuna memiliki musim sesuai masa migrasinya. Area migrasi ikan tuna di Dompu berada selatan teluk Cempi dan di sekitar area teluk Sanggar. Sehingga para nelayan dari luar, rata- rata menyandar di wilayah Soro Adu Desa Jambu Kecamatan Pajo. Ada juga yang menyandar di Dusun Finis Desa Hu’u Kecamatan Hu’u. Sementara yang menangkap sekitar area teluk Sanggar, langsung menyandar di Kilo. (ula)

Artikel lainnya….

Penyelenggaraan MXGP di Mataram Diizinkan

Hasil RUPS-LB, Jamkrida NTB Konversi Penuh ke Syariah

Investor Jepang Tandatangani Rencana Investasi PLTS 20 Megawatt di Lombok

Dukung Relokasi PKL Tembolak

0
Rino Rinaldi(ekbisntb.com/dok)

SEKRETARIS Komisi II DPRD Kota Mataram, Rino Rinaldi, SH., mendukung langkah Pemkot Mataram melalui Dinas Perdagangan yang akan merelokasi PKL yang selama ini berjualan di gerbang Tembolak. ‘’PKL kan harus ikut aturan juga. Jangan dibiarkan ndak teratur, kan tidak bagus juga,’’ katanya kepada Ekbis NTB melalui sambungan telepon, Senin 10 Juni 2024.

Di satu sisi para PKL membutuhkan tempat berjualan, tetapi di sisi lain Gerbang Tembolak merupakan pintu masuk Kota Mataram. ‘’Gerbang Tembolak itu wajah Kota Mataram, jadi harus tetap kelihatan cantik dan bagus. Jadi langkah Pemkot Mataram itu saya rasa sudah tepat,’’ ujarnya.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, bahwa relokasi yang akan dilakukan Pemkot Mataram, bukan karena para PKL yang berjualan di sana, sebagian besar bukan berasal dari Kota Mataram. ‘’Jadi siapapun harus mengikuti aturan dan mereka harus mengerti,’’ imbuhnya.

Toh, lanjut Rino, Pemkot Mataram sudah menyediakan lahan khusus untuk mereka berjualan. Sebab, jika para PKL terus dibiarkan berjualan di Gerbang Tembolak, dikhatirkan pintu masuk Kota Mataram tersebut, akan semakin semrawut.

Intinya, lanjut anggota dewan dari daerah pemilihan Selaparang ini, harus ada keteraturan untuk tujuan yang lebih besar. Setelah direlokasi, bukan tidak mungkin Pemkot akan menarik retribusi dari para PKL. ‘’Karena kan setiap usaha itu kan ada risikonya,’’ cetusnya. Namun demikian, Rino menekankan agar besaran retribusi yang dikenakan kepada para PKL nantinya tidak memberatkan.

‘’Karena kan Negara tidak berbisnis. Ini hanya bagaimana mengelola agar semua menjadi nyaman. Masyarakat tenang dan aman berusaha. Disanalah pemerintah hadir,’’ demikian Rino. Tinggal sekarang bagaimana Pemkot Mataram melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada para PKL. Yang jelas, kata Rino, tidak boleh ada penolakan untuk relokasi.

Karena, kalau semua PKL dibiarkan berjualan di sana, dikhawatirkan akan membuat wajah pintu masuk Kota Mataram tersebut, akan menjadi semrawut. (fit)

Ketua Forikan NTB Gerakkan Masyarakat Labuhan Haji Gemar Makan Ikan

0
HADIR - Ketua Forikan NTB Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi saat menghadiri kegiatan Gemarikan di Lingkungan Pengaluran, Kelurahan Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Lotim, Senin, 10 Juni 2024. (Ekbisntb.com/ist)

Selong (Ekbis NTB.com) – Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB menggelar Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dengan tema ” Makan Ikan Mencegah Stunting” di Lingkungan Pengaluran, Kelurahan Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim), Senin, 10 Juni 2024. Kegiatan ini dihadiri Ketua Forikan NTB Ir. Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi. Hadir juga Kepala Diskanlut NTB, Muslim, Kepala DP3AP2KB Provinsi NTB Dra. Nunung Triningsih, dan Forikan Lotim.
Ketua Forikan NTB, Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi pada sambutannya menyampaikan tentang pentingnya makan ikan. Disampaikan bahwa ikan merupakan sumber makanan bergizi tinggi dan mengandung Omega-3 untuk perkembangan otak anak. Selain itu mengandung protein, vitamin, mineral, serta memiliki kandungan kolesterol rendah.
Gerakan ini, ujarnya, bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan, sehingga tercipta generasi yang sehat, kuat dan cerdas termasuk untuk menekan angka stunting, lebih khusus lagi diharapkan adanya peningkatan angka konsumsi ikan di Kabupaten Lombok Timur dan NTB pada umumnya.
Pihaknya berharap warga sekitar bisa membudidayakan peliharaan ikan kolam namun jangan dijual semua, tentu disisakan untuk dikonsumsi sendiri untuk pemenuhan gizi keluarga. Selain itu, ujarnya, 36% angka stunting di Lotim ini bisa ditekan dengan gerakan makan ikan ini.
‘ Di samping itu juga peran Ibu-ibu PKK Lombok Timur untuk bisa gerak bersama untuk gerakan konsumsi ikan dan telur juga terus berinovasi bisa dikemas menjadi bakso dan lain-lain,’’ ujarnya.
Di akhir acara, Ketua Forikan NTB dan Ketua Forikan Lotim melakukan penyerahan paket bantuan kepada Ibu-ibu posyandu berupa olahan ikan dan telur untuk gizi tambahan keluarga dan dilanjutkan dengan peninjauan stand produk olahan ikan dan stand pelayanan kesehatan keluarga. (r)