Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 711

NTB Merumuskan Juknis Transisi Energi Berkeadilan dengan Pendekatan GEDSI

0
Penyusunan Juknis GEDSI pada Peraturan Gubernur Nomor 13 Tahun 2024 Tentang Pegembangan Energi Hijau(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat aktif dalam mendukung transisi energi yang berkeadilan, salah satunya dengan menggelar diskusi strategis bertajuk “Penyusunan Juknis GEDSI pada Peraturan Gubernur Nomor 13 Tahun 2024 Tentang Pegembangan Energi Hijau”.

Acara ini berlangsung selama dua hari, tanggal 21-22 Juni 2024, di Mataram, melibatkan sejumlah pemangku kepentingan seperti Dinas OPD, PLN UIW NTB, serta perwakilan dari Yayasan Penabulu dan kelompok yang mengadvokasi GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion).

Sekretaris Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Niken Arumdati ST, M.Sc., dalam sambutannya menjelaskan bahwa transisi energi telah menjadi bagian penting dari upaya global untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

“Indonesia telah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis seperti LTS-LCCR 2050 dan NDC 2021 untuk mendorong transisi energi,” kata Niken.

Lebih lanjut, Niken menyoroti diluncurkannya Just Energy Transition Partnership (JETP) pada tahun 2022, seiring dengan Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (G20), sebagai langkah kolaboratif untuk menggerakkan pembiayaan dari sektor publik dan swasta dalam mendukung transisi energi.

Di tingkat daerah, Provinsi NTB telah menetapkan beberapa regulasi yang mendukung transisi energi, antara lain Perda No. 2 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Energi dan Ketenagalistrikan serta Pergub No. 13 Tahun 2024 tentang Pengembangan Energi Hijau, yang menekankan pentingnya pendekatan GEDSI dalam pengelolaan energi hijau di daerah ini.

Diskusi ini bertujuan utama untuk merumuskan draft Petunjuk Teknis (Juknis) yang diamanatkan dalam Pergub tersebut, dengan fokus pada aspek kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial. Juknis ini diperlukan untuk memastikan bahwa transisi energi tidak hanya berkelanjutan secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga berkeadilan sosial.

Kelompok rentan yang menjadi sorotan dalam Juknis ini mencakup perempuan, penyandang disabilitas, masyarakat adat, lansia, anak-anak, penyintas bencana, dan masyarakat miskin. Prinsip utama yang diadopsi dalam Juknis ini mencakup partisipasi dan kontrol dalam pengambilan keputusan, keadilan ekonomi, akses terhadap sumber daya alam dan pendidikan, integrasi sosial dan budaya, serta mekanisme pengaduan dan remedial.

Niken Arumdati juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Penabulu atas fasilitas yang diberikan dalam acara ini. Dia berharap diskusi ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi transisi energi yang lebih inklusif dan berkeadilan di Provinsi NTB.

“Saya harap apa yang kita lakukan hari ini bisa membawa manfaat baik bagi transisi energi di Provinsi NTB,” pungkasnya.

Dengan demikian, diskusi ini tidak hanya sebagai forum merumuskan kebijakan, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam memastikan bahwa setiap langkah dalam transisi energi memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang rentan dan terpinggirkan. (bul)

Impor 2,4 Juta Ton Garam Akan Pengaruhi Harga Garam Lokal NTB

0
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Mulsim, ST. M.Si sedang memanen garam(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Kebijakan pemerintah untuk mengimpor 2,4 juta ton garam tahun 2024 ini dikhawatirkan berdampak pada harga garam lokal, khususnya garam industri jenis K1 yang diproduksi di NTB.

Meskipun impor garam difokuskan untuk memenuhi kebutuhan industri dengan spesifikasi tertentu yang belum mampu diproduksi dalam negeri, namun hal ini dikhawatirkan akan menekan harga garam lokal yang kualitasnya lebih rendah.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi NTB telah lama mengusulkan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) garam untuk melindungi petani garam lokal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST.,M.Si di Mataram, Jumat 21 Juni 2024 menjelaskan bahwa usulan HPP garam telah lama disampaikan, namun masih menunggu keputusan dari Kementerian Perdagangan.

“Kita dorong penetapan HPP agar harga garam lokal tidak anjlok dan merugikan petani. Besaran HPP yang diharapkan pada harga ideal Rp1.000/Kg sampai Rp1.200/Kg,” ujar Muslim.

Muslim menuturkan, harga garam lokal saat ini bervariasi hingga Rp500 per kilogram. Karena itu, harapan penetapan HPP dapat menjadi acuan harga garam yang lebih wajar, meskipun implementasinya di lapangan masih memiliki tantangan.

Meskipun garam impor tidak secara langsung bersaing dengan garam konsumsi, namun dikhawatirkan akan berdampak pada garam K1 yang digunakan oleh industri lokal, salah satunya penggunaan garam oleh PDAM.

“Sementara ini garam K1 kita ini kan untuk kebutuhan industri dan PDAM. Nanti itu bersaing harga dengan garam impor. Makanya harus ada HPP ini,” jelas Muslim.

Penetapan HPP garam diharapkan dapat menjadi solusi untuk menjaga stabilitas harga garam lokal dan melindungi mata pencaharian para petani garam di NTB.

Untuk diketahui, Tahun 2023, produksi garam di Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda wilayah Indonesia. Berdasarkan data, jumlah produksi garam di NTB pada tahun 2022 mencapai 86.429 ton, mengalami penurunan sebanyak 29 ribu ton dari produksi tahun 2021.

Sebenarnya, jika petambak garam menggunakan teknologi seperti sistem prisma, kristal, atau panel, produksi garam dapat meningkat. Namun, metode ini belum banyak diterapkan di NTB, yang lebih banyak mengandalkan tambak garam secara konvensional.(bul)

SMS Bertekad Akan Menjadikan Dompu sebagai Sentra Gula NTB dan Indonesia Timur

0
CEO Samora Group pada acara Buka Giling Tebu tahun 2024 untuk menghasilkan gula kristal putih di area perusahaan di Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu, Kamis 20 Juni 2024.(ekbisntb.com/ula)

Dompu (ekbisntb.com) – PT. Sukses Mantap Sejahtera (PT. SMS) mengadakan acara “Buka Giling” pada hari Kamis, 20 Juni 2024, di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, tempat perusahaan berada. Acara Buka Giling ke sembilan ini bertema “Dengan Semangat Kolaborasi dan Kemitraan, Mari Menjadikan Dompu sebagai Sentra Produksi Gula Kebanggaan Nusa Tenggara Barat”.

Dalam kata sambutannya, Direktur PT. SMS, Sentosa Setiawan, menyampaikan bahwa latar belakang pemilihan tema sangat terkait dengan potensi perkebunan tebu melalui mekanisme kemitraan yang semakin prospektif dari hari ke hari di Kecamatan Pekat.

Foto bersama yang diikuti oleh Wakil Bupati Dompu, H Syahrul Parsan, ST, MT bersama jajaran pemerintah dan masyarakat sekitar(ekbisntb.com/ula)

“Semakin banyak petani di Kecamatan Pekat yang tertarik untuk berkebun tebu sekaligus menjadi mitra perusahaan, setelah melihat hasilnya yang jauh lebih menguntungkan dibanding dengan komoditas lain,” ucap Sentosa.

Menurut beliau, kemitraan adalah masa depan perusahaan. “Ke depan, kami berharap kontribusi kemitraan terhadap pasokan atau suplai bahan baku perusahaan bisa mencapai 80 persen, sehingga suplai dari perkebunan milik perusahaan hanya akan tersisa sekitar 20 persen saja. Karena itulah mengapa kemitraan adalah masa depan kita bersama di Kecamatan Pekat ini,” katanya menambahkan.

Pada masa panen yang ke sembilan ini, dari data yang diberikan oleh perusahaan, diperkirakan tahun ini luas lahan yang akan dipanen adalah sekitar +/- 4000 ha di mana 3.000 ha di antaranya adalah lahan perkebunan yang berbasiskan kemitraan dengan melibatkan petani dari beberapa desa di Kecamatan Pekat. Dengan luas tersebut, diperkirakan akan menghasilkan tebu +/- 265.000 MT dan menghasilkan gula kristal putih +/- 20.000 MT.

Perusahaan bertekad pada acara Buka Giling tahun depan akan terdapat +/- 5.000 ha lahan yang akan dipanen, dengan produksi tebu +/- 350.000 MT dan +/- 28.000 MT gula kristal putih.

“Misi perusahaan untuk tahun depan adalah lahan yang dipanen meningkat secara perlahan menjadi +/- 50.00 ha, sehingga produksi tebu dan gula kristal putih juga ikut meningkat. Kemudian secara perlahan Dompu akan menghasilkan produksi gula kristal putih dengan jumlah yang signifikan yang akan menjadikan Dompu sebagai satu-satunya Kabupaten Sentra Produksi Gula di NTB,” kata Sentosa Setiawan.

Selain itu, perusahaan juga berharap para petani tebu, kelompok tani, dan koperasi petani tebu, semakin mandiri dalam mengelola Perkebunan tebu, semakin aktif dalam menggalang kebersamaan dalam rangka menguatkan kelembagaan kelompok tani tebu, dan semakin banyak stakeholder komoditas tebu dan gula yang terlibat dalam menyukseskan Kabupaten Dompu menjadi sentra produksi gula di NTB.

Dan yang tidak kalah penting, kata Sentosa Setiawan, perusahaan berharap bahwa pemerintahan daerah Kabupaten Dompu semakin nyata dalam memberikan dukungan, baik kepada dunia usaha (perusahaan) maupun kepada petani mitra. Pemda diharapkan bisa semakin suportif dan atentif di mana semua sektor yang telah nyata-nyata memberikan kontribusi kepada perekonomian daerah dan kepada kesejahteraan masyarakat daerah mendapat dukungan secara penuh.

“Kami sangat yakin bahwa di bawah petunjuk dan bimbingan kepala daerah dan pemerintah daerah, tebu bisa menjadi salah satu komoditas andalan dan unggulan daerah Kabupaten Dompu yang bisa eksis secara berdampingan dengan sektor dan komoditas andalan lainnya secara jangka panjang,” ucap Yohan Setiawan, CEO Samora Group yang juga menghadiri acara Buka Giling di Dompu pada tanggal 20 Juni 2024.

Karena itu, Yohan sangat berharap ke depannya koordinasi dan kerjasama yang intens dan konstruktif antara dunia usaha, terutama pihak perusahaan, dengan kepala daerah Dompu dan jajaran pemerintahan Kabupaten Dompu melalui kelembagaan Pemda yang terkait bisa dibangun secara sehat dan baik. Hal tersebut sangat diperlukan, bukan saja untuk perusahaan dan petani, tapi juga untuk kepemimpinan daerah dan pemerintahan daerah yang juga dipastikan memiliki tekad yang sama dengan pihak perusahaan, yakni bertekad untuk meningkatkan kinerja ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada di daerah Dompu.

Pada Acara Buka Giling PT. SMS yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Dompu, Kepala Dinas PUPR Dompu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu, dan Camat Kecamatan Pekat, Sentosa Setiawan mengatakan, pihak perusahaan sangat berterima kasih kepada pihak Pemerintahan Daerah Kabupaten Dompu yang telah menghadiri acara Buka Giling PT. SMS kali ini.
Perusahaan berharap, komunikasi dan kerjasama dengan pihak Pemda Dompu bisa semakin dibangun dalam suasana keakraban dan bisa semakin ditingkatkan ke depannya.

Sebagai informasi tambahan, acara Buka Giling PT. SMS ke sembilan ini, juga dihadiri oleh banyak pihak yang terkait dengan komoditas tebu dan gula di Kecamatan Pekat. Selain dihadiri pemilik dan top management PT. SMS serta para petani tebu berbasis kemitraan se-Kecamatan Pekat, acara Buka Giling juga dihadiri oleh Wakil Dandim Dompu sebagai perwakilan dari Dandim Dompu, Kapolsek, Danramil, beberapa Kepala Desa, para Kepala Dusun, Ketua RW dan RT, karyawan perusahaan, para kontraktor yang telah bekerja sama dengan perusahaan selama ini, perwakilan konsumen, pihak perbankan, dan stakeholder lainnya. (ula/*)

Pertamina : Antrean Pengisi BBM di SPBU Bukan Karena Kelangkaan

0
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus (ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Pertamina Jatimbalinus pastikan antrian pengisia  BBM terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bukan berarti adanya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), baik solar atau pertalite. Baru baru  ini beredar video di sebuah SPBU wilayah Mujur Lombok Tengah yang memperlihatkan antrean pengisian BBM, termasuk antrean jeriken.

“Antrean itu belum tentu karena kelangkaan, yang pasti tergambar kebutuhan diwaktu yang bersamaan. Makanya ngantri. Apakah SPBU yang disampaikan itu langka atau nggak, itu kami cek di sistem digital,” ujar Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi, Kamis 20 Juni 2024.

Hasil pantauan Pertamina pada SPBU tersebut, BBM baik solar maupun peralite masih tersedia. Hanya saja, ada beberapa SPBU yang wilayahnya merupakan jalur lintasan logistik, proyek pembangunan, dan bersamaan dengan masa panen. “Tidak bisa di pungkiri itu menjadi pusat titik antrian. Kami juga menghimbau pemberlakuan adanya nomer antrian agar tidak terjadi anteran panjang,” terangnya.

SPBU sebagian besar di kelola oleh mitra usahanya Pertamina. Sehingga perlu juga peran aktif SPBU untuk memberlakukan kartu antrean agar  tidak memicu timbulnya antrian. Dikhawatirkan,masyarakat  yang melihat antrian, selain menggangu lalu lintas, bisa memicu asumsi yang salah.

“Sekarang logikanya kalau barangnya tidak ada, kenapa rela ngantri. Pasti, ada kepastian mendapatkan. Memang ada peningkatan kebutuhan barang yang sama di waktu yang bersamaan. Barangnya ada, stoknya juga ada kami pantau,” jelasnya. (bul)

Artikel lainnya….

Harga Bahan Pokok Usai Idul Adha Stabil

Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

Triwulan II-2024, Pertumbuhan Ekonomi NTB Diprediksi Lebih Tinggi

Harga Bahan Pokok Usai Idul Adha Stabil

0
Sejumlah bahan pokok yang harganya masih normal setelah Idul Adha di Pasar Dasan Agung, Kamis 20 Juni 2024 di Mataram.(ekbisntb.com/ulf)

Mataram (ekbisntb.com) – Tiga hari setelah lebaran Idul Adha 1445 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok masih stabil. Namun, terdapat beberapa barang yang mengalami penurunan dan kenaikan harga yang tidak signifikan di Mataram.

Wakil Kepala Pasar Dasan Agung, Muhammad Nasir menyampaikan bahwa, bahan pokok yang ada di pasar tidak ada yang mengalami lonjakan harga setelah Idul Adha.

Update harga terakhir per hari Sabtu sebelum lebaran belum terlalu banyak kenaikan harga, semuanya masih terbilang normal. Hanya beberapa yang naik, namun selisih harganya tidak banyak,” ucapnya.

Adapun bahan pokok yang harganya masih stabil sebelum dan setelah Idul Adha yaitu, cabai rawit dengan harga Rp35 ribu per kilogramnya. Sama dengan cabai merah keriting yang harganya tetap Rp45 ribu perkilo. Kemudian harga bawang putih impor juga masih normal, per kilogramnya Rp35 ribu. Berbeda dengan bawang putih lokal, harganya jauh lebih tinggi dibandingkan yang impor. Sebelum lebaran harganya Rp70 ribu, sementara setelah Idul Adha naik menjadi Rp72 ribu.

Sama halnya dengan harga beras per tanggal 1 Mei masih tetap normal. Petugas Retribusi Pasar, Eka Bahtiar menyebutkan bahwa, Harga eceran tertinggi (HET) beras bulog yaitu Rp62.500 ribu per 5 kilo, dengan eceran per kilonya Rp12.500. Sedangkan beras medium seharga Rp13 ribu, dan beras super per kilogramnya seharga Rp14 ribu.

“Harganya masih stabil sebelum dan sesudah Idul Adha,” kata Eka. Eka menambahkan, harga telur ayam ras juga masih normal. 1 tray telur ukuran jumbo mencapai Rp65 ribu, ecerannya perbutir seharga Rp2.500 sampai Rp3.000. Sedangkan ukuran tanggung harganya Rp60 ribu per tray.

Sementara itu, cabai merah, bawang merah, dan komunitas daging mengalami penurunan harga. Adapun cabai merah besar biasa seharga Rp45 ribu perkilo, sebelumnya Rp48 ribu. Daging sapi murni sebelum lebaran seharga Rp130 ribu, turun harga menjadi Rp125 ribu. Sementara daging ayam broiler seharga Rp38 ribu, sebelumnya Rp40 ribu per kilogram.

Harga tomat pun ikut turun harga, sebelumnya Rp20 ribu, menjadi Rp16 ribu perkilogram. Bawang merah juga terpantau mengalami penurunan harga. Dari yang sebelumnya pada Sabtu, 15 Juni Rp30 ribu, sekarang menjadi Rp28 ribu perkilo. (ulf)

Artikel lainnya….

Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

Triwulan II-2024, Pertumbuhan Ekonomi NTB Diprediksi Lebih Tinggi

Petani Tembakau di Lotim Diminta Perhatikan Anomali Cuaca

Tanggulangi Kemiskinan Ekstrem

0
Hj.Lale Prayatni Gita Ariadi (ekbisntb.com/ist)

PENJABAT (Pj) Ketua TP PKK Provinsi NTB Hj. Lale Prayatni Gita Ariadi mengunjungi Desa Risa, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Kamis 20 Juni 2024. Kunjungan tersebut sebagai rangkaian dari Roadshow Bakti Sosial Gerakan PKK dalam rangka HKG Ke-52 Tahun 2024. Juga sekaligus penanggulangan kemiskinan ekstrem dan penurunan stunting yang pekan ini dilaksanakan di Pulau Sumbawa.

Dalam kunjungannya di Desa Risa, Bunda Lale sapaannya, menyerahkan bantuan dari PKK sebanyak 150 paket sembako untuk masyarakat kurang mampu, para lansia, balita dan ibu hamil. Paket berisi beras, minyak goreng, susu dan telur.

Menurut Bunda Lale, dari delapan desa yang mengalami kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bima, salah satunya berada di Desa Risa. Karena itu, TP PKK NTB tak luput mengunjungi desa yang terkenal dengan sebutan kampung bawang yang kaya akan potensi tersebut. Namun, meski begitu menurut data yang didapatkam TP PKK NTB, angka stunting di desa tersebut terbilang cukup tinggi. Sehingga Desa Risa dipilih sebagai lokasi digelarnya bakti sosial.

‘’Data yang kami dapatkan bahwa di Desa Risa angka stunting cukup tinggi, sehingga dengan bakti sosial yang kami lakukan, mudah mudahan ibu-ibu kader PKK semakin lebih perhatian terkait kesehatan dan pengetahuan tentang umur usia perkawian yang baik untuk remaja yang akan menempuh kehidupan berumah tangga,” harap Bunda Lale. (r)

Artikel lainnya….

Triwulan II-2024, Pertumbuhan Ekonomi NTB Diprediksi Lebih Tinggi

Petani Tembakau di Lotim Diminta Perhatikan Anomali Cuaca

Lobar akan Berlakukan Karcis Angkutan Tambang Galian C

Triwulan II-2024, Pertumbuhan Ekonomi NTB Diprediksi Lebih Tinggi

0
Berry Arifsyah Harahap (ekbisntb.com/ist)

Bandung (ekbisntb.com) – Ekonomi Provinsi NTB pada Triwulan-I 2024 tumbuh sebesar 4,75 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Akselerasi pertumbuhan ditopang oleh kinerja investasi yang juga tumbuh meningkat, serta tetap tingginya konsumsi rumah tangga di tengah momentum hari besar keagamaan dan Ramadhan.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Berry Arifsyah Harahap mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diperkirakan berlanjut pada Triwulan-II 2024 sejalan dengan optimalisasi ekspor konsentrat tembaga pasca relaksasi kebijakan oleh pemerintah yang berlaku hingga akhir 2024.

\

“Sejalan dengan itu, kinerja investasi juga diperkirakan tetap tinggi seiring dengan masih berlanjutnya pembangunan infrastruktur smelter,” kata Berry Arifsyah Harahap dalam kegiatan Capacity Building yang berlangsung di BI Jawa Barat, Rabu 19 Juni 2024 kemarin.

Berry mengatakan, kinerja positif pertumbuhan ekonomi turut didukung oleh stabilitas barang dan jasa. Pasca deflasi yang terjadi pada bulan Mei 2024 (-0,41% mtm), tekanan inflasi tahunan Provinsi NTB tercatat sebesar 2,77% (yoy), terjaga dalam rentang sasaran 2,5±1 persen.

Optimisme pertumbuhan ekonomi NTB sejalan dengan performa pertumbuhan ekonomi nasional. Dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2024 sebesar 5,11 persen (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya di tengah masih tingginya ketidakpastian global.

‘’Tetap kuatnya pertumbuhan didukung oleh terakselerasinya konsumsi rumah tangga seiring dengan momentum hari besar keagamaan nasional,’’ ujarnya.

Sejalan dengan itu, kredit perbankan terpantau terus meningkat. Pada April 2024, kredit tumbuh tinggi 13,09 persen (yoy) ditopang oleh kredit investasi, modal, kerja, dan konsumsi. Sejalan dengan itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh meningkat 8,21% (yoy) dan menopang likuiditas perbankan.

Menurutnya, perkembangan indeks nilai tukar dolar AS memberikan tekanan depresiasi kepada hampir seluruh mata uang dunia. Hingga Mei 2024, nilai tukar Rupiah melemah 3,74 persen dari level akhir Desember 2023.

Pelemahan ini masih lebih baik dibandingkan Yen Jepang, Baht Thailand, Peso Filipina, dan Won Korea, ditopang oleh NPI yang tetap baik seiring berlanjutnya surplus neraca perdagangan dan respon bauran kebijakan moneter BI pada April.

Adapun inflasi Mei 2024 secara tahunan sebesar 2,84 persen (yoy), tetap terjaga dalam kisaran 2,5±1 persen. Bank Indonesia akan terus memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan sinergi kebijakan dengan Pemerintah sehingga inflasi 2024 tetap terkendali dalam rentang sasaran.(ris)

Artikel lainnya….

Petani Tembakau di Lotim Diminta Perhatikan Anomali Cuaca

Lobar akan Berlakukan Karcis Angkutan Tambang Galian C

Terkait Pesangon, Manajemen Hotel Svarga Belum Sepakat Soal Besaran

Petani Tembakau di Lotim Diminta Perhatikan Anomali Cuaca

0
Petani di Lotim sedang menanam tembakau.(ekbisntb.com/ist)

Selong (ekbisntb.com) – Musim tanam tembakau sudah tiba. Estimasinya, luas tanam tembakau di Lombok Timur (Lotim) tahun 2024 ini mencapai 24.897 hektar. Tanaman tembakau diingatkan merupakan tanaman perkebunan yang rentan pada anomali cuaca. Dinas Pertanian Lotim mengingatkan petani agar perhatikan perubahan cuaca.

“Mudahan petani kita sadar dan bisa hadapi anomali cuaca,” ungkap Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian Lotim, Mirza Sophian menjawab Ekbis NTB.com di ruang kerjanya, Kamis, 20 Juni 2024. Fakta yang terjadi beberapa waktu lalu, tanaman tembakau dilaporkan banyak yang mengalami gagal panen.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim tanam 2024 ini, akan terjadi la nina, yakni lokasi-lokasi tanaman tembakau akan diguyur hujan.

Utamanya di Lotim bagian selatan yang diketahui sangat rentan mengalami kerusakan akibat guyuran hujan yang berlebihan.

Karena itu, petani tembakau di wilayah Lotim bagian selatan ini hendaknya memperhatikan drainase. Tekstur tanah tempat tanam tembakau di wilayah selatan merupakan tanah liat. Berbeda dengan di wilayah Lotim bagian Utara yang cenderung lebih poros atau mudah menyerap air.

Tanah liat di wilayah Lotim selatan ini mudah kering dan ketika sudah basah sulit menyerap air, sehingga, kunci agar bisa menjaga kualitas tanaman tembakau tetap baik adalah dengan membangun drainase yang memadai. “Kita sarankan drainase atau bedengan di tengah sawah ini diperhatikan,” imbuhnya.

Kejadian beberapa tahun lalu, ketika terjadi hujan lebat pada sawah yang rusak memiliki bedengan yang bagus cenderung menjadi kolam. Akibatnya, tanaman tembakau menjadi rusak. “Kalau drainase bagus, insyaallah bagus tanaman tembakaunya,” imbuhnya.

Pengalaman di areal persawahan yang tidak didukung bedengan yang bagus ini menjadi bukti nyata, karena itu, diminta petani menyadari hal tersebut.

Pemkab Lotim berkomitmen untuk memperbaiki saluran-saluran irigasi yang ada di wilayah persawahan tembakau. Tahun 2024 ini ada perbaikan 16 titik saluran irigasi dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT).

“Kami perbaiki, jalan produksinya karena kita tahu banyak petani kesulitan angkut hasil panennya dan ini memang berpengaruh pada cost produksi,” terangnya. (rus)

Lobar akan Berlakukan Karcis Angkutan Tambang Galian C

0
Kepala Bapenda Lobar H. Muhammad Adnan (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Galian C di Lombok Barat (Lobar) marak. Namun yang tercatat resmi dan memberikan kontribusi ke daerah berupa PAD baru tercatat 30 titik. Sementara dampak dari galian C menimbulkan kerusakan lingkungan, berupa lahan kritis, jalan rusak dan pencemaran udara. Karena itu, pihak Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait meminta agar galian C ilegal ditutup.

Untuk memaksimalkan kontribusi galian C atau Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) ini, pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) akan berlakukan sistem karcis resmi. Dari data yang diperoleh Bapenda yang dihimpun dari petugas di masing-masing UPT, baru ditemukan ada 23 lokasi galian C yang berizin resmi. Sedangkan 7 titik galian C sedang dalam pendataan. Dari 7 titik galian ini, tengah dilakukan pengecekan apakah masih beraktivitas atau tidak.

“Ada 23 titik galian C atau MBLB, dan tujuh titik masih kami data,”jelas Kepala Bapenda Lobar, H. Muhammad Adnan, Kamis, 20 Juni 2024. Pihaknya sudah melakukan rapat dengan semua unsur Kabid dan UPT untuk meminta data galian C baik yang sudah berizin dan berapa belum ada izinnya.

Diakuinya dibanding dengan apa yang diperoleh atau PAD MBLB, tak sebanding dengan dampak kerusakan yang dipicu aktivitas galian C tersebut. “Memang ndak sebanding dengan yang diperoleh daerah,”ujarnya.

Pihaknya pun akan memberlakukan karcis bagi galian C yang berizin tersebut. Begitu keluar dari lokasi galian C, baik tanah uruk maupun bebatuan sopir diberikan karcis resmi yang sudah ditempel. Karcis itu diberikan ke pengembang.

Karcis itu menjadi dasarnya menagih ke pengelola galian C. Dan melalui penerapan karcis ini, Bapenda jemput bola ke masing-masing pengelola tambang. Pihaknya tidak sekadar menunggu dari pengelola yang setor ke daerah.

Namun sebelum menerapkan sistem karcis itu, pihaknya akan mendata secara lengkap dulu titik galian C ini, berapa yang sudah berizin maupun belum berizin. Kalau mengacu hasil zoom meeting dengan Kemendagri, galian C baik yang berizin maupun tidak berizin selama di daerah tambang tetap dipungut.

Karena itu, tergantung nanti dilihat RTRW nya, apakah masuk daerah tambang atau tidak. “Kalau daerah tambang tetap dipungut, sambil diarahkan mengurus izin. Tapi kalau bukan daerah tambang, diminta ditutup,” tegasnya.

RTRW sendiri belum final, karena ada perubahan atau revisi, namun bisa dikoordinasikan lebih lanjut terkait daerah tambang ini. Menurutnya kalau melakukan aktivitas galian C di daerah bukan zona tambang, seharusnya ditutup saja. Sebab menurut itu sesuai instruksi Kemendagri dari hasil zoom meeting.

Diakui kendala dihadapi terkait galian C ini, izin dikeluarkan oleh provinsi, sementara yang memungut tarif MBLB di kabupaten. Sehingga pihaknya tetap berkoordinasi dengan Pemprov. Pihaknya mengusulkan agar ada dibentuk semacam UPT di masing-masing Daerah untuk memaksimalkan pengawasan dan pengendalian. (her)

Kepala Bapenda Lobar H. Muhammad Adnan
(ekbisntb.com/her)

Terkait Pesangon, Manajemen Hotel Svarga Belum Sepakat Soal Besaran

0
Baiq Fuji Qadarni (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Barat (Lobar) sudah selesai melakukan penghitungan pesangon karyawan hotel Svarga. Pihak Dinas sudah memangil kedua belah pihak (hotel dan karyawan) untuk menyampaikan hasil hitungan pesangon tersebut. Namun dari hasil pertemuan tersebut, belum ada kata sepakat soal besaran pesangon.

Pertemuan diadakan di kantor Disnaker, Kamis 20 Juni 2024. Dihadiri pihak perwakilan hotel dan para karyawan. “Pertemuan dihadiri perwakilan yang datang, karena Pak GM lagi sakit,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Lobar Baiq Fuji Qadarni. Akibatnya, antara kedua belah pihak pun belum ada kata sepakat. “Belum sepakat karena dari Svarga hanya utusan,” ujarnya.

Fuji mengatakan, terkait masalah manajemen Hotel Svarga dengan karyawan sudah ada jalan keluar. Pihak dinas sejak awal ketika masalah ini mencuat langsung turun ke pihak hotel dan karyawan. Selanjutnya menghadiri pertemuan antara karyawan, manajemen dan pihak desa terkait berbagai tuntutan karyawan tersebut.

Terakhir dilakukan pertemuan dengan karyawan membahas soal pesangon sesuai ketentuan. Setelah pertemuan itu, pihak dinas saat ini sedang melakukan perhitungan pesangon. “Kami sudah hitung pesangon karyawan Hotel Svarga, berapa hak karyawan. Dan kita pertemukan antara pihak hotel dengan karyawan atau penerima kerja dan pemberi kerja, di sini nanti di kantor Disnaker,”tegasnya.

Namun itu juga nanti disesuaikan dengan kemampuan pihak hotel. Antara kedua belah di pertemuan untuk menyampaikan hasil hitungan pesangon tersebut, apakah dari kedua belah pihak menerima atau tidak. “Agar tidak ada yang merasa dirugikan,”katanya.

Terkait gaji yang diberikan harus sesuai UMP (upah minimum provinsi). Pihaknya menargetkan penghitungan suara bisa selesai pekan Depan. “Insyaallah bisa selesai penghitungan pekan depan,” ujarnya. Rencananya, lanjut dia, pekan depan akan dilakukan pertemuan lanjutan di kantor Disnaker, mempertemukan pihak hotel dengan karyawan. (her)