Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 361

Tingkatkan PAD, Bupati Komit Benahi Pasar Ternak Masbagik

0
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin saat sidak Pasar Ternak Masbagik, Minggu 23 Maret 2023 sore. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) –  Pasar Ternak Masbagik, yang terletak di Kecamatan Masbagik, Lombok Timur (Lotim), menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang penting bagi kabupaten ini. Namun, sejumlah fasilitas penunjang di pasar ternak terbesar di NTB tersebut dinilai masih belum optimal.

Menyikapi hal ini, Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, berkomitmen untuk melakukan pembenahan guna meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pasar.

Bupati Lotim pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Hewan Masbagik pada Minggu, 23 Maret 2025 sore.

Dalam kunjungannya, Bupati menekankan pentingnya perbaikan fasilitas pasar, termasuk musala, timbangan, dan penataan area transaksi hewan ternak. “Pasar hewan tidak harus identik dengan kondisi yang kotor. Kebersihan dan kenyamanan, terutama fasilitas ibadah, harus menjadi prioritas,” ujar H. Iron, sapaan akrabnya.

Pasar Ternak Masbagik telah lama menjadi pusat perdagangan ternak sejak zaman kolonial Belanda. Pasar ini tidak hanya ramai dikunjungi oleh warga Lotim, tetapi juga oleh pembeli dan penjual dari luar kabupaten. Sejak tahun 2020, jadwal pasaran telah ditingkatkan dari satu kali menjadi tiga kali seminggu, yaitu setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat, untuk memenuhi tingginya permintaan transaksi ternak.

Pasar ini juga telah meraih prestasi nasional, termasuk penghargaan sebagai Pengelola Pasar Terbaik pada tahun 2014. Dengan komitmen pembenahan yang dijanjikan Bupati, diharapkan Pasar Ternak Masbagik dapat terus menjadi pusat perdagangan ternak yang nyaman, bersih, dan efisien bagi masyarakat Lombok Timur dan sekitarnya.

Dalam sidaknya, Bupati Haerul Warisin mencatat sejumlah fasilitas yang perlu ditingkatkan, seperti musala yang harus lebih bersih dan nyaman mengingat mayoritas pengunjung beragama Islam. Selain itu, timbangan dan area transaksi hewan ternak juga perlu ditata ulang untuk memudahkan aktivitas jual beli.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner, drh. Hultatang, menjelaskan pihaknya akan menambah satu unit timbangan baru untuk mengantisipasi kerusakan. “Kami siap menambah satu unit timbangan lagi agar ketika ada yang rusak, masih ada pilihan lain,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah pada Senin 25 Maret 2025.

Meski Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk peternakan pada tahun 2025 kosong, Bupati Lotim berencana mengajukan proposal untuk pembangunan dan penataan kembali Rumah Potong Hewan (RPH) dan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) pada tahun 2026. Lokasi RPH dan Puskeswan ini tidak jauh dari Pasar Ternak Masbagik. “RPH ini juga sudah dicek oleh Pak Bupati,” kata drh. Hultatang.

RPH Masbagik diakui sudah lama tidak diperbaiki. Harapannya, dengan adanya DAK pada tahun 2026, RPH dapat diperbaiki dan mendapatkan sertifikasi halal serta Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar ternak tersebut.

Dengan berbagai upaya pembenahan yang dilakukan, Pasar Ternak Masbagik diharapkan dapat terus berkembang sebagai pusat perdagangan ternak yang modern, bersih, dan nyaman. Dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut.

Bupati Haerul Warisin menegaskan pembenahan fasilitas pasar bukan hanya untuk meningkatkan PAD, tetapi juga untuk memberikan kenyamanan dan kepuasan bagi para pengunjung dan pelaku usaha. “Kami berkomitmen untuk menjadikan Pasar Ternak Masbagik sebagai pasar ternak terbaik di NTB, bahkan di tingkat nasional,” pungkasnya. (rus)

Cuaca Ekstrem Terjang Loteng, Target Produksi Gabah Tak Terpengaruh

0
Kondisi tanaman padi di Loteng yang rebah dampak cuaca ekstrem yang melanda sejak sepekan terakhir. (ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam sepekan terakhir membuat banyak tanaman padi petani di daerah ini,  rebah. Namun kondisi tersebut diyakini tidak akan mengganggu target produksi gabah pada musim tanam pertama tahun ini.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Loteng M. Kamrin, saat dikonfirmasi Ekbis NTB, di Praya, Senin 24 Maret 2025.

“Dampaknya ke petani jelas ada. Tetapi secara umum tidak sampai mengganggu target produksi gabah untuk Loteng pada musim tanam pertama ini. Pasalnya, tanaman padi yang rebah tersebut rata-rata sudah dalam kondisi siap panen. Sehingga banyak petani yang memilih untuk memanen padi yang rebah tersebut lebih awal,’’ ujarnya.

Artinya, secara kuantitas produksi gabah tidak terlalu berpengaruh secara signifikan. Hanya mungkin ada dampak dari sisi kualitas beras yang dihasilkan nantinya. Tetapi karena luas lahan terdampak juga tidak terlalu luas, sehingga dampaknya juga tidak terlalu signifikan.

Diakuinya, tanaman padi yang rebah hampir merata terjadi di semua wilayah. Namun kalau ditotal luasnya yang terdampak tidak begitu besar. Hanya spot-spot saja dan, tidak sampai merusak tanaman padi petani yang berimbas pada gagal panen.

Dalam hal ini pihaknya juga tidak bisa berbuat banyak. Karena memang itu lebih disebabkan faktor alam. Terlebih, perubahan cuaca juga berlangsung sangat cepat, sehingga petani sulit melakukan upaya antisipasi.

Tapi petani sebenarnya masih bisa melakukan upaya penanganan dengan menegakkan kembali tanaman padi yang rebah tersebut. Namun terkadang di lapangan, petani juga dihadapkan dengan minimnya ketersedian tenaga kerja, sehingga banyak tanaman padi yang tidak bisa tertangani.

Disinggung luas tanam pada musim pertama tahun ini, Kamrin mengatakan di atas 52 ribu hektare dengan 20 ribu hektare di antaranya lahan tadah hujan dan, dengan target produksi rata-rata 5,7 ton perhektar, maka pada musim tanam pertama tahun ini produksi gabah di Loteng bisa mencapai angka hingga 300 ribu ton. Dari target 500 ribu ton lebih untuk musim tanam rahun ini. (kir)

Masuk Kloter Tiga, CJH Kota Mataram Dijadwalkan Diberangkatkan Pertengahan Bulan Mei

0
H. Hamdun(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Agama Republik Indonesia, telah menetapkan jadwal pemberangkatan calon jamaah haji di tahun 2025. CJH Kota Mataram masuk dalam kelompok terbang (kloter) tiga. Jamaah dijadwalkan akan diberangkatkan pada pertengahan bulan Mei.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram, H. Hamdun dikonfirmasi pada, Senin 24 Maret 2025 menjelaskan, calon jamaah haji Kota Mataram yang diberangkatkan tahun ini, mencapai 733 jamaah. Proses pemberangkatan terbagi menjadi dua, yakni kloter utuh dan kloter gabungan.

Khusus CJH yang masuk kloter utuh rencananya akan diberangkatkan pada pertengahan bulan Mei. Sebab, CJH Kota Mataram masuk kloter tiga. “Kloter satu nasional diberangkatkan tanggal 1 Mei. Kemungkinan CJH Kota Mataram diberangkatkan sekitar tanggal 12 atau 15 Mei,” terangnya.

Ia menyebutkan, dari 733 orang CJH terdapat 139 jamaah menyelesaikan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji. Pihaknya telah berusaha menghubungi yang bersangkutan ke alamat masing-masing. Namun demikian, pihaknya memberikan kesempatan bagi 139 jamaah untuk melunasi BPIH tahap II mulai 24 Maret-17 April.

Hamdun mengakui, satu CJH tidak memenuhi syarat dari sisi kesehatan. Selain itu, sembilan orang jamaah meninggal dunia. Bagi CJH yang meninggal dunia akan dilimpahkan ke ahli waris kepada anak, suami, atau saudaranya. “Prosesnya nanti mengajukan ke Kemenag untuk proses penggantian atau pelimpahan,” jelasnya.

Namun demikian, apabila keluarga CJH yang telah meninggal tidak sanggup atau tidak bersedia, maka akan dilimpahkan ke CJH cadangan. Ia menyebutkan, sejumlah 69 orang pelimpahan baik pengganti dan pendamping. Jika 139 jamaah tidak melunasi BPIH, maka akan masuk ke CJH cadangan.

Di satu sisi, Hamdun menambahkan, sejumlah 733 CJH Kota Mataram terdapat 10 persen memiliki resiko tinggi. Resiko tinggi disebabkan oleh usia, riwayat penyakit dan lain sebagainya. Hal ini menjadi tanggung jawab dari petugas kesehatan haji untuk memberikan perhatian selama proses pemberangkatan sampai pelaksanaan ibadah di Mekkah.

“Kalau usia ini tidak bisa kita hindari. Nanti ini yang menjadi prioritas dari petugas haji kita,” demikian kata Hamdun. (cem)

Dimediasi Disnaker, Pengusaha Hotel Akhirnya Bayar Pesangon Pekerja Rp1 Miliar

0
Kadisnaker Kota Mataram, H. Rudi Suryawan (kedua dari kiri) berfoto bersama usai proses mediasi antara perwakilan pekerja dengan pengusaha hotel pada, Senin 24 Maret 2025. Pengusaha menyanggupi pembayaran pesangon pekerja mencapai Rp1 miliar. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram,berhasil memediasi sengketa ketenagakerjaan antara pekerja hotel dengan pengusaha. Pengusaha hotel sanggup membayar pesangon pekerja. Pesangon dibayarkan mencapai Rp1 miliar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Rudi Suryawan bersyukur proses mediasi yang dilakukan antara pekerja hotel dan pengusaha berjalan lancar. Pengusaha sepakat membayar pesangon pekerja mencapai Rp1 miliar. “Alhamdulillah, mungkin ini berkah bulan Ramadan. Proses mediasi berhasil dan pengusaha mau membayar pesangon pekerja,” kata Rudi dikonfirmasi pada, Senin 24 Maret 2025.

Waktu pembayaran pesangon tidak ditentukan. Saat proses mediasi, pihaknya meminta pengusaha secepatnya menuntaskan. Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mataram mengatakan, pemberian pesangon disesuaikan dengan masa kerja dari pekerja. Artinya, dana yang dikeluarkan pengusaha senilai Rp 1 miliar akan dihitung sesuai dengan masa kerja, jabatan, dan lain sebagainya. “Jadi ada rumusnya. Pesangon tidak dibagi rata melainkan diatur sesuai masa kerja dan jabatan,” jelasnya.

Rudi mengakui, penyelesaian sengketa ketenagakerjaan ini merupakan pertama kali terjadi di Kota Mataram. Kasus ini menjadi pembelajaran bersama agar pekerja dan pengusaha saling memahami hak dan tanggung jawab masing-masing.

Selama ini, pihaknya berusaha mendekati dan memberikan pemahaman kepada kedua belah pihak, agar saling menghormati dan menghargai, sehingga ada titik temu.

Ia berharap kasus seperti ini tidak terulang kembali. Selain itu, pekerja dan perusahaan juga saling menghormati hak dan kewajiban mereka. “Iya, kita bersyukur bisa selesai. Kita harapkan antara pekerja dan perusahaan saling menghormati,” pesannya.

Seperti diketahui, sejumlah 48 pekerja Hotel Grand Legi di Jalan Sriwijaya memprotes pemutusan hubungan kerja dari perusahaan. Mereka melapor ke Disnaker dan meminta agar dibayarkan pesangon dan jasa pelayanan mereka selama bekerja. Persoalan ini sempat ramai. Pasalnya, pekerja melapor ke dewan untuk mencari keadilan. (cem)

Pendakian Rinjani Kembali Dibuka 3 April, Kuota Diberlakukan 100 Persen

0
Pendakian Gunung Rinjani tahun 2024 (ekbisntb.com/BTNGR)

Lombok (ekbisntb.com) – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan dibukanya pendakian Rinjani setelah sebelumnya dilakukan penutupan selama tiga bulan. Pembukaan pendakian Rinjani ini setelah memperhatikan pulihnya ekosistem serta informasi prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid Lombok.

Kepala Balai TNGR Yarman mengatakan, kunjungan wisata alam di enam destinasi wisata alam pendakian dan satu destinasi wisata alam non pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani dibuka kembali terhitung mulai tanggal 3 April 2025.

Ia menegaskan, kuota kunjungan wisata alam pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani diberlakukan sebesar 100 persen dari kuota kunjungan normal dengan durasi pendakian selama 4 hari 3 malam.

“Jam kunjungan/pelayanan pada destinasi wisata alam non pendakian dari Senin – Minggu pukul 09.00 Wita sampai dengan 15.00 Wita. Kemudian destinasi wisata alam pendakian dari Senin – Minggu. Cek In mulai pukul 07.00 Wita- 15.00 Wita dan Cek Out pukul 07.00 Wita – 21.00 Wita atau konfirmasi khusus dengan petugas,” kata Yarman dalam keterangannya, Senin 24 Maret 2025.

Yarman menambahkan, registrasi atau booking online kunjungan wisata alam pendakian dilakukan melalui aplikasi e-Rinjani yang dapat diunduh di Playstore mulai tanggal 25 Maret 2025 pukul 06.00 Wita.

Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara. Semua aktivitas pendakian pada destinasi wisata alam pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani mengikuti Revisi III Standar Operasional Prosedur Pendakian berdasarkan Surat Keputusan Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani Nomor : SK.42/T.39/TU/KSA/04/2024.

Penyelenggaraan kunjungan wisata alam pada destinasi wisata pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani tetap menerapkan secara disiplin Panduan Umum Kunjungan Wisata Alam Non Pendakian di Kawasan TNGR berdasarkan SK Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Nomor : SK. 104/T.39/TU/KSA/07/2020.(ris)

Lima Tahun ke Depan, NTB Bidik Kemiskinan di Angka Satu Digit

0
H. Iswandi (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemprov NTB membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Dalam pembahasan ini, Pemprov NTB fokus pada tiga sektor prioritas, yaitu pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan destinasi super prioritas.

Kepala Bappeda NTB, Dr.Ir.H.Iswandi, M.Si mengatakan, target utama yang disarankan oleh Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal adalah bagaimana Pemprov NTB bisa mengendalikan kemiskinan hingga menyentuh angka satu digit.

“Targetnya seperti itu, salah satu target prioritasnya penurunan kemiskinan ekstrem. Kemiskinan di NTB 11 persen, kemiskinan ekstrem dua persen,” ujarnya, Senin 24 Maret 2025.

Untuk mencapai angka satu digit kemiskinan ekstrem di NTB, Pemprov NTB fokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem yang tinggal dua persen. Sehingga, apabila kemiskinan ekstrem bisa dihilangkan maka kemiskinan di NTB bisa menyentuh satu digit yaitu 9 persen.

Dalam mencapai target angka satu digit kemiskinan, NTB memiliki beberapa tantangan. Seperti tingkat produktivitas NTB yang masih minim, termasuk juga dengan fokusnya NTB pada satu pangan dinilai menjadi tantangan dalam mencapai satu digit kemiskinan. Oleh karena itu, menurut Iswandi perlu adanya lompatan yang bisa membuat NTB meningkat produktivitasnya.

“Makanya skillnya ditingkatkan. Di NTB ada terampil dan tangkas, itu yang akan menguatkan SDM kita memiliki kapasitas mengembangkan ekonomi,” katanya.

Selain tiga sektor tersebut, Pemprov NTB juga berencana untuk menghilangkan isu sektoral, seperti permasalahan perempuan dan anak. Yang mana, masalah perempuan dan anak tidak lagi dibebankan pada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tetapi akan menjadi tanggung jawab seluruh pihak.

“Kemudian ada beberapa isu yang selama ini dikelola secara sektoral itu akan diperkuat. Misalnya isu tentang pemberdayaan perempuan itu tidak lagi dikelola secara sektoral tetapi semua sektor. Sehingga menjadi lebih kuat capaian dalam pelaksanaannya,” sambungnya.

Begitupun dengan transformasi digital. Permasalahan ini tidak lagi bersektor di Kominfotik, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh OPD.

Permasalahan lingkungan juga tak luput menjadi perhatian Gubernur Iqbal. Kata Iswandi, Gubernur Iqbal meminta permasalahan lingkungan menjadi tanggung jawab seluruh sektor yang ada di lingkup Pemprov NTB.

‘’Semua sektor diajak berperan meningkatkan kualitas lingkungan, diharapkan penanganan pembangunan itu lintas sektor,” bebernya.

Penguatan pariwisata juga menjadi perhatian. Terdapat 10 destinasi prioritas pariwisata NTB yang direncanakan akan diperkuat dengan meningkatkan konektivitas. Setiap pariwisata seperti konektivitas dari Gili menuju Sekotong, dari Mandalika ke KSB. Konektivitas Geopark Rinjani, Samota, dan Sape.

“Direncanakan akan ada 10 destinasi prioritas pariwisata yang terintegrasi penguatan. Sekarang kan kita punya 11 kawasan strategis pariwisata daerah. Penguatan destinasi itu dari konektivitas, infrastruktur, itu betul betul terintegrasi. Sehingga nanti dalam 5 tahun ke depan ini pembangunan pariwisata akan berkembang,” jelasnya.

Akan dibentuk juga pariwisata budaya, dan menyiapkan NTB sebagai daerah tujuan Meeting, Incentives, Conference, Exhibitions (MICE).  (era)

PLN Siapkan 35 SPKLU di NTB untuk Dukung Pemudik Kendaraan Listrik

0
PT PLN (Persero) UIW NTB memastikan kesiapan 35 SPKLU mendukung pemudik yang menggunakan kendaraan listrik selama libur Idulfitri(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kesiapan 35 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung pemudik yang menggunakan kendaraan listrik selama libur Idulfitri 1446 H.

SPKLU tersebut tersebar di berbagai wilayah, dengan rincian: Pulau Lombok: 21 unit. Sumbawa: 7 unit. Bima: 7 unit. Dengan distribusi ini, PLN berkomitmen memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik selama perjalanan mudik.

Selain menyiapkan infrastruktur, PLN mengerahkan tim siaga 24 jam selama periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) untuk memastikan operasional SPKLU berjalan optimal. Petugas akan berjaga di berbagai titik guna menjaga keandalan listrik dan menangani kebutuhan darurat yang mungkin timbul.

Untuk mempermudah perjalanan, PLN juga menghadirkan fitur Trip Planner dalam aplikasi PLN Mobile. Fitur ini membantu pengguna kendaraan listrik menemukan lokasi SPKLU terdekat dan merencanakan rute perjalanan secara efisien.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung mobilitas masyarakat selama musim mudik. “Kami memahami bahwa mobilitas masyarakat meningkat saat libur Idulfitri. Oleh karena itu, kami memastikan seluruh SPKLU di NTB siap beroperasi maksimal. Kami juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fitur Trip Planner guna memudahkan perjalanan mudik mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, PLN terus mendukung transisi energi bersih dengan menyediakan infrastruktur yang memadai bagi pengguna kendaraan listrik. Kehadiran SPKLU dan layanan digital ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan bagi masyarakat NTB.

Sudjarwo menjelaskan bahwa 35 SPKLU yang disiapkan memiliki beragam kapasitas daya, mulai dari 7 kilowatt (kW) hingga 60 kW, mencakup tipe medium charging dan fast charging. Dengan variasi ini, pengguna kendaraan listrik dapat memilih pengisian daya sesuai kebutuhan, baik untuk pengisian cepat maupun pengisian yang lebih lama.

PLN juga mengajak masyarakat untuk menggunakan aplikasi PLN Mobile untuk layanan kelistrikan selama perjalanan mudik. Jika terjadi kendala, tim siaga akan memberikan respons cepat guna memastikan perjalanan tetap lancar.

“Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan aplikasi PLN Mobile demi kemudahan layanan kelistrikan selama Ramadan dan Idulfitri,” kata Sudjarwo.

Dengan kesiapan ini, PLN berharap dapat mendukung kelancaran arus mudik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat NTB. (bul)

Bulog Andalkan Lombok Tengah untuk Penyerapan Gabah

0
Kegiatan Tim Jemput Gabah di Kota Mataram(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Urusan Logistik (Bulog) Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan penyerapan 180.000 ton gabah setara beras pada tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, Bulog berharap dukungan penuh dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.

Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Sri Muniati, menyatakan bahwa keberhasilan penyerapan gabah bergantung pada sinergi dengan pemerintah provinsi serta kabupaten dan kota di NTB. Kabupaten Lombok Tengah menjadi daerah yang paling diandalkan karena memiliki produksi gabah terbesar di provinsi ini.

“Kami sangat berharap dukungan dari Bupati Lombok Tengah. Harapan besar NTB dalam penyerapan gabah terutama ada di Lombok Tengah. Ibaratnya, Kabupaten Lombok Tengah adalah barometer penyerapan di NTB,” ujar Sri Muniati.

Selain memiliki luas lahan pertanian yang signifikan, Lombok Tengah juga didukung oleh sekitar 40 penggilingan padi yang telah terdata dan beroperasi. Namun, ia juga mencatat adanya perkembangan di daerah lain, seperti Bima dan Sumbawa, yang mulai menarik investor baru di sektor pengolahan gabah.

“Dengan kondisi ini, dapat dikatakan bahwa Lombok Tengah adalah andalan NTB dalam penyerapan gabah. Jika tata kelolanya dilakukan dengan baik, maka target serapan di NTB bisa tercapai,” tambahnya.

Pemerintah menargetkan penyerapan gabah pada periode Februari hingga April 2025, dengan produksi tertinggi berada di Kabupaten Lombok Tengah.

Sri Muniati juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi dalam penyerapan gabah tahun ini, salah satunya adalah curah hujan tinggi yang menghambat proses panen. Kondisi ini menyebabkan kadar air dalam gabah meningkat, sehingga memperpanjang proses pengolahan. “Kami tetap optimis dapat mencapai target penyerapan hingga akhir tahun 2025,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah, terutama Bupati Lombok Tengah, dapat mengoordinasikan para pelaku usaha di sektor penggilingan padi agar dapat bekerja sama dengan Bulog. Selain itu, diperlukan upaya menarik calon mitra baru serta mengoptimalkan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Lombok Tengah untuk mendukung pencapaian target penyerapan gabah. (bul)

Mudik Lebaran, Garuda Indonesia Turunkan Harga Tiket Lombok-Jakarta Periode 21-31 Maret

0
Garuda Indonesia(ekbisntb.com/fly.club)

Lombok (ekbisntb.com) – Permintaan tiket pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta-Lombok mengalami lonjakan signifikan menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025. Sebaliknya, lonjakan keluar NTB diperkirakan terjadi pasca lebaran.

Pelaksana Tugas (Pjs) Branch Manager Garuda Indonesia Mataram, Chairul Fajar, load factor penerbangan dari Jakarta ke Lombok mencapai lebih dari 95% hingga 2 April 2024. Namun, rute sebaliknya, Lombok-Jakarta, masih berada di angka 65% meskipun diprediksi meningkat tajam pada periode 2-8 April 2024.

“Untuk rute Jakarta-Lombok, load factor sangat tinggi, mencapai lebih dari 95%. Namun, untuk rute sebaliknya, Lombok-Jakarta, saat ini masih di angka 65%. Masih satu kaki yang tinggi ini. Kami memperkirakan akan ada lonjakan mulai 2 hingga 8 April untuk Lombok – Jakarta,” ujar Chairul di Mataram, Senin, 24 Maret 2025.

Saat ini, Garuda Indonesia masih mengoperasikan penerbangan dengan kapasitas normal 162 kursi. Garuda Indonesia di Lombok sedang menyiapkan opsi penggunaan pesawat berkapasitas lebih besar, yaitu 254 kursi, pada tanggal 3 dan 6 April 2024 guna mengantisipasi lonjakan arus balik dari Lombok ke Jakarta.

Pada momentum jelang lebaran idul fitri ini, Garuda Indonesia telah menurunkan harga tiket dari Rp1,8 juta menjadi Rp1,5 juta. Bahkan, untuk periode 25-31 Maret 2024, maskapai ini menawarkan harga promo mulai dari Rp1,034 juta. Setelah periode tersebut, harga tiket akan kembali ke Rp1,5 juta untuk mengantisipasi arus balik setelah Lebaran.

“Kami membuka promo spesial Lebaran untuk rute Lombok-Jakarta dengan harapan meningkatkan pergerakan penumpang. Saat ini, isian untuk periode 25-31 Maret masih relatif rendah,” tambah Chairul.

Garuda Indonesia akan mengoperasikan sebanyak 30 penerbangan untuk periode 25 Maret hingga 8 April 2024. Meskipun belum ada rencana penambahan penerbangan ekstra, maskapai tetap membuka kemungkinan penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar jika permintaan tiket terus meningkat. Saat ini, Garuda Indonesia melayani 13 penerbangan dalam seminggu, untuk rute Lombok Jarakta, dan sebaliknya.

Dengan tren pemudik yang lebih banyak datang ke Lombok sebelum Lebaran dan baru kembali setelahnya, Garuda Indonesia terus memantau perkembangan pasar untuk menyesuaikan strategi penerbangan dan harga tiket guna memberikan layanan terbaik bagi para penumpang.(bul)

Gapasdap Lembar : Seluruh Kapal Layanan Mudik Sudah “Ramp Check”

0
Kapal DLU Melayani Mudik(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Lembar, Firman Dandy, memastikan bahwa meskipun angin kencang melanda, otoritas pelabuhan tidak melakukan penundaan atau pembatalan jadwal kapal. Semua kapal dari dan menuju Pelabuhan Lembar dan Gili Mas tetap beroperasi normal.

Dalam rangka persiapan arus mudik Lebaran, sebanyak 24 kapal disiapkan untuk melayani rute Lembar – Padang Bai (Bali). Semua kapal tersebut telah menjalani ramp check dan dinyatakan siap beroperasi.

Untuk rute Lembar – Surabaya, terdapat 8 kapal yang siap beroperasi, termasuk tambahan satu kapal dari PT Dharma Lautan Utama (DLU), yakni Dharma Rucitra VII, yang akan melayani rute Lombok – Labuan Bajo pada 25 Maret serta Lombok – Surabaya pada 27 Maret. Sementara itu, kapal Kirana VII tetap melayani perjalanan reguler setiap tanggal ganjil pada Bulan Maret 2025, dan setiap tanggal genap pada Bulan April 2025.

Secara keseluruhan, jumlah kapal yang akan melayani arus mudik Lebaran dari Lombok adalah:
• Lembar – Surabaya: 8 kapal
• Gili Mas – Tanjung Wangi: 4 kapal
• Lembar – Jangkar: 4 kapal
• Total rute Lembar – Jawa Timur: 16 kapal
• Lembar – Padang Bai: 24 kapal

Firman mengatakan, hingga saat ini, belum terjadi peningkatan signifikan pada jumlah penumpang di rute Padang Bai – Lembar. Namun, peningkatan diperkirakan akan terjadi pada 30 Maret setelah perayaan Hari Raya Nyepi.

Sebaliknya, arus mudik dari Lombok ke Surabaya sudah mengalami lonjakan sejak 20 Maret, dengan kapasitas kapal terus penuh.

“Prediksi kami, puncak arus mudik ke Jawa Timur akan terjadi pada 25-28 Maret dengan peningkatan jumlah penumpang sebesar 5-10% sejak 21 Maret,” tambahnya.

Menghadapi lonjakan pemudik, seluruh pemangku kepentingan sepakat untuk memberikan prioritas tempat sandar bagi kapal penumpang demi menjaga ketepatan jadwal keberangkatan. Sementara itu, kapal-kapal kargo yang membawa logistik akan ditunda sandarnya guna mengutamakan kelancaran perjalanan para pemudik.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh penumpang.(bul)