Tanjung (ekbisntb.com) – PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan mitigasi distribusi BBM pascaeksekusi tiga unit SPBU di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebagai upaya mencegah risiko kelangkaan BBM di masyarakat. Sebanyak empat SPBU telah disiapkan, kendati dua di antaranya beroperasi di luar Lombok Utara.
Area Manager Comm, Relation & CSR Jatimbalinus, PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, dalam keterangan, Sabtu (18/4/2026) yang diterima Suara NTB mengungkapkan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk mendukung kelancaran dan pemenuhan kebutuhan BBM bagi masyarakat Lombok Utara di tengah proses eksekusi lahan SPBU di Lombok Utara. Berbagai langkah antisipasi dan mitigasi dilaksanakan berikut koordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait.
“Dalam rangka upaya kelancaran penyaluran BBM, terdapat empat SPBU terdekat yang disiapkan sebagai alternatif layanan, yakni SPBU 5483310, SPBU 5483316, SPBU 5483314, dan SPBU 5483305,” ungkap Ahed.
Lebih lanjut, tiga unit SPBU yang sebelumnya telah dieksekusi PN Mataram dan dalam proses hukum, Pertamina juga berupaya melakukan pengambilalihan sementara. Langkah Pertamina tersebut sebagai respons untuk memastikan layanan energi bagi masyarakat tidak terkendala.
“Upaya mitigasi alih pengelolaan SPBU sebagai solusi sementara proses hukum sedang berlangsung,” tutup Ahed.
Untuk diketahui, sebaran SPBU yang beroperasi membuka pelayanan BBM untuk masyarakat Lombok Utara sebagaimana disebutkan pihak Pertamina, diketahui hanya dua yang beroperasi di Lombok Utara. Masing-masing SPBU 54.833.14 – Telaga Wareng, Pemenang Barat, kecamatan Pemenang, serta SPBU 54.833.16 – Segara Katon, kecamatan Gangga.
Sedangkan dua SPBU yakni 54.833.05 dan SPBU 54.833.10 – keduanya beroperasi di wilayah Kabupaten Lombok Barat, dengan salah satunya adalah SPBU yang beroperasi di Medas, Kecamatan Gunungsari.
Disebutkan pula, tiga SPBU yang telah dieksekusi masih akan ditutup hingga pengambilalihan sementara operasional oleh Pertamina disetujui PN Mataram.
Terpisah, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Lombok Utara, M. Indra Darmaji Asmar, ST., menegaskan mitigasi distribusi untuk coverage Lombok Utara dinilai bukan solusi efektif untuk jangka pendek. Pasalnya, pemenuhan BBM melalui SPBU yang beroperasi di luar Lombok Utara hanya bisa diakses oleh masyarakat yang kebetulan melintas antar Kabupaten, dan sebagian ASN.
“Kami apresiasi langkah Pertamina yang menyiapkan upaya mitigasi distribusi pasokan BBM, meskipun menurut kami, langkah ini tidak efektif karena dua dari empat SPBU yang disiapkan beroperasi di luar KLU,” ujarnya Indra.
Pihaknya tetap mendesak Pertamina segera mengambil alih sementara operasional tiga SPBU yang ditutup. Pasalnya dengan ketiadaan unit pelayanan BBM, berpotensi memperlambat akses seluruh sektor yang berkaitan dengan ruang gerak masyarakat.
Darmaji juga berharap, Pertamina menjadikan proses lelang tiga SPBU untuk menekan perbaikan pelayanan oleh manajemen yang baru. Misalnya, dengan menghadirkan salah satu dari lima SPBU di Lombok Utara sebagai SPBU Green Energy Station.
“Standar SPBU di Lombok Utara dominan kategori SPBU Pasti Pas. Mungkin hanya SPBU Telaga Wareng yang gradenya lebih tinggi, SPBU Pasti Prima. Harapan kita, ada upgrade khususnya pada pelayanan,” tandasnya. (ari)






