Home Blog Page 1020

KSB Dapat Tambahan Pupuk Subsidi 9.461 Ton

0
Muhammad Saleh (Ekbis NTB/ist)

Taliwang (Ekbis NTB) – Petani di Kabupaten Sumbawa Barat dipastikan tidak akan kekurangan pupuk. Kebijakan pusat yang menambah jumlah kuota pupuk di tahun ini termasuk di dalamnya juga untuk petani di KSB.

Berdasarkan SK Gubernur terbaru mengenai penetapan alokasi pupuk bersubsidi, terlihat penambahan jatah pupuk di KSB mengalami peningkatan drastis hampir 2 kali lipat dari jatah semula. Dari sebelumnya hanya 9.791 ton yang terdiri dari pupuk Urea 6.233 ton dan NPK 3.564 ton. Pada ketetapan terbaru menjadi 19.258 ton, terdiri dari 10.652 ton pupuk Urea, 7.635 pupuk NPK dan tambahan pupuk Organik sebanyak 971 ton.

Kepala Dinas Pertanian KSB, Muhammad Saleh mengatakan, ada penambahan sebanyak 9.461 ton pupuk subsidi yang diberikan oleh pusat sesuai SK terbaru Gubernur. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 100 persen dari jatah awal yang ditetapkan di awal tahun. “Jadi hitungan ditambah hampir sebanyak kebutuhan RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok) petani kita,” katanya, Selasa 7 Mei 2024.

Tambahan pupuk subsidi itu menurut Saleh menjadi kabar gembira bagi pemerintah daerah. Mengingat di tahun-tahun sebelumnya jatah yang diberikan oleh pemerintah tidak selalu sesuai dengan RDKK yang diusulkan. Namun di sisi lain, Saleh mengungkapkan ke khawatirannya jika jumlah pupuk yang disalurkan bagi petani tahun ini tidak dapat terserap maksimal.

Salah satu alasannya, diungkap Saleh adalah kegiatan penanaman petani yang tidak normal akibat cuaca. Di tahun ini dirinya hampir dapat memastikan, kegiatan taman petani tidak akan sama seperti sebelumnya. “Hasil musim tanam pertama saja kita capaiannya hanya 60 persen lebih kan dari luas lahan yang ditargetkan. Dan umumnya di musim tanam kedua dan ketiga pastinya akan turun terus capaiannya,” sebutnya.

Sebagai solusi agar penyerapan pupuk subsidi tersebut bisa lebih optimal. Saleh mengaku, pihaknya akan mengusulkan proses alokasi. Di mana jatah pupuk petani yang nantinya tidak dapat melaksanakan penanaman dapat dialihkan ke petani lainnya yang butuh tambahan pupuk. “Caranya direalokasi saja. Supaya keberadaan pupuk tambahan itu bisa dimanfaatkan oleh petani semaksimal mungkin. Dan cara itu pun pastinya tidak bisa kita capai serapan 100 persen,” tukasnya seraya berharap jumlah pupuk subsidi yang diberikan pusat itu dapat bertahan pada tahun-tahun berikutnya.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa sebanyak itu lagi jatah kita. Itu bisa mendukung upaya penambahan jumlah luasan sawah baku kita dengan kehadiran bendungan Bintang Bano dan Tiu Suntuk,” tambah Saleh. (bug)

Artikel lainnya….

Kementerian Koperasi Dukung Pengembangan Kuliner Lombok Tengah

Kapasitas Kapal Ternak Terbatas, Pengiriman Sapi dari NTB Melalui Jalur Darat

Stabilisasi Harga Jagung Hanya Berlaku Hingga Akhir Bulan

Lobar Status Siaga DBD, Temuan Meningkat 300 Kasus Lebih

0
FOGGING - Fogging dilakukan di wilayah Lembar guna mencegah semakin meluasnya penyebaran DBD. (Ekbis NTB/her)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) menetapkan status siaga Demam Berdarah Dengue (DBD). Menyusul temuan kasus meningkat di awal tahun ini mencapai 300 kasus lebih. Pihak Dinas Kesehatan pun terus meningkatkan upaya penanganan preventif seperti PSN dan fogging di daerah terjangkit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar Arief Suryawirawan mengatakan, pihaknya mencatat peningkatan kasus DBD sejak awal tahun hingga akhir April sudah mencapai 300 kasus lebih.“Meningkat kasusnya sekitar 50 persen sejak bulan puasa (Ramadhan) kemarin. Yang mau fogging  silakan laporkan ke puskesmas dan nanti tim yang akan turun untuk layak atau tidak di-fogging,” terang Kepala Dikes Lobar, Arief Suryawiran, Senin 6 Mei 2024.

Menurutnya peningkatan kasus DBD itu biasa terjadi di siklus lima tahunan. Terlebih dengan kondisi suasana cuaca yang berubah-ubah. “Jadi setiap lima tahun kasusnya meningkat, dan bukan hanya di Lobar yang meningkat, tapi di Kota Mataram juga, dan kita siap siaga DBD,” ujarnya.

Penanganan kasus DBD, tidak bisa hanya dilakukan oleh dinas saja. Namun peran serta seluruh masyarakat untuk memastikan lingkungan bersih juga dinilai sebagai langkah pencegahan perkembangan jentik nyambuk DBD.

Selain itu Arief mengaku meminta seluruh puskesmas di Lobar untuk tetap gencar melakukan langkah pemberantasan sarang nyamuk (PSN).”Kita minta teman-teman lebih sering sosialisasi ke masyarakat, kades, kadus, bahwa Demam Bardarah ini lebih banyak ke faktor lingkungannya, untuk bagaimana membuat lingkungan bersih, tidak banyak genangan  terutama di musim hujan,” tambahnya.

Tak sampai itu, para dai kesehatan juga akan dilibatkan dalam sosialisasi PSN ini. Agar langkah pencegahan penyakit itu bisa tetap dilakukan.

Ia tak membantah dari beberapa kasus itu, ada satu orang yang meninggal dunia. Pihaknya pun berharap kasusnya tidak terus meningkat agar tidak ada korban lainnya.  “Kita minta bantuan peran serta masyarakat,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur RSUD Tripat Garung, dr H Suriyadi  yang mengaku  kasus DBD beberapa hari terakhir memang mengalami peningkatan. “Dari beberapa bulan terakhir dari Januari, Februari, Maret menang trendnya mengalami peningkatan,” bebernya.

Data kasus DBD yang ditangani RSUD Tripat mengalami peningkatan yang cukup signiifikan. Dari Januari sampai April sudah 262 kasus yang ditangani.

“Memang mengalami peningkatan Januari 59 kasus, Februari 53 kasus, maret 60 kasus, nah di bulan April memang mengalami peningkat menjadi 90’an,” terangnya.

Hampir seluruh pasien dirawat mengalami gejala umum demam berdarah seperti mual, muntah, demam, serta ada bintik-bintik pendarahan di kulit. (her)

Artikel lainnya….

Inflasi Wilayah Bali Nusra, NTB Terendah

Pemkot Mataram Tak Batasi PKL di Asrama Haji Selama Pemberangkatan

Kapasitas Kapal Ternak Terbatas, Pengiriman Sapi dari NTB Melalui Jalur Darat

Pemkot Mataram Tak Batasi PKL di Asrama Haji Selama Pemberangkatan

0
Irwan Rahadi (Ekbis NTB/ant)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemkot Mataram memberikan kesempatan dan tidak membatasi jumlah pedagang kaki lima (PKL) di areal Asrama Haji Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram, selama proses pemberangkatan jamaah calon haji 1445 Hijriah/2024.

“Kalau jumlah kami tidak batasi, silakan saja karena ini kesempatan musiman bagi pedagang. Tapi pedagang harus ikut aturan kita,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram Irwan Rahadi di Mataram, Senin.

Dikatakan, aturan yang ditetapkan Pemerintah Kota Mataram bagi PKL yang berjualan selama proses pemberangkatan jamaah haji dan saat kepulangannya nanti antara lain, PKL tidak boleh berjualan di median jalan yang dapat mengganggu arus lalu lintas dan akses luar masuk jamaah ke asrama.

“Jadi selama musim haji, PKL kita bolehkan menggunakan trotoar,” katanya.

Selain itu, setelah berjualan PKL harus membongkar lapak dan menyiapkan kantong atau wadah sampah sendiri untuk memastikan tempat mereka berjualan tetap bersih.

“Kami tidak ingin, lapak-lapak PKL dibiarkan begitu saja sehingga bisa menimbulkan kesan kumuh,” katanya.

Sementara, lanjut Irwan, untuk memastikan para PKL dapat mematuhi aturan tersebut, Satpol PP Kota Mataram akan melakukan pengawasan dengan patroli secara berkala.

Selain itu, pihaknya juga akan menempatkan personel sekitar 10-15 orang per hari untuk memastikan para PKL beraktivitas sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

“Apalagi, berjualan di kawasan Asrama Haji ini tidak hanya warga Mataram tapi banyak juga dari luar kota sehingga kita harus terus awasi dan sosialisasikan,” katanya.

Berdasarkan data Kantor Kementerian Agama Kota Mataram menyebutkan, pemberangkatan jamaah calon haji Embarkasi Lombok di mulai pada Sabtu 11 Mei 2024 dan kelompok terbang (kloter) pertama berasal dari kloter utuh jamaah asal Kota Mataram.

Sementara tradisi di Pulau Lombok dan NTB pada umumnya, satu jamaah yang berangkat pengantar bisa 2-3 bus, sehingga ini menjadi kesempatan bagi PKL untuk meraup rezeki musiman. PKL ini akan berjualan sepanjang Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram yang menjadi jalan utama ke Asrama Haji, dengan memanfaatkan lahan kosong dan trotoar. (ant)

Artikel lainnya….

Sport Tourism Menggeliat, Lapangan Golf Lombok Kosaido Akan Dilengkapi Hotel Bintang Empat

Presiden Resmikan Lima Ruas Jalan Daerah di NTB

Disperin NTB Gandeng BSN untuk Tingkatkan Kualitas Produk IKM

Panen Raya, Sentra Penggilingan Padi Modern di Sumbawa Dioperasikan 24 Jam

0
OPERASIONAL MRMP - Kegiatan operasional MRMP Sumbawa (Ekbis NTB/bul)

Sumbawa (Ekbis NTB) – Modern Rice Milling Plant (MRMP) atau Sentra Penggilingan Padi Modern milik Perum Bulog yang ada di Kabupaten Sumbawa beroperasi 24 jam selama periode musim panen padi saat ini. Bahkan, pembongkaran gabah dari hasil panen petani di Sumbawa dilakukan langsung malam hari untuk dilakukan proses pengeringan.

Manajer Operasi Sentral Penggilingan Padi (SPP) Sumbawa, Ilman S mengatakan, operasional pembongkaran pascapanen dilakukan hingga pukul 21.00 Wita. Sementara proses pengeringan dilakukan hingga pagi hari.

“Proses pengeringan bisa berlangsung lebih dari 10 jam,” Kata Ilman, Selasa 7 Mei 2024.

Menurutnya, operasional selama 24 jam ini dilakukan untuk memastikan kualitas beras yang dihasilkan terjaga dengan baik. Proses ini dibantu oleh 4 mesin pengering yang dimiliki dengan kapasitas 120 ton untuk satu kali proses pengeringan. Gabah yang sudah dikeringkan selanjutnya dipindahkan ke silo untuk menjaga kualitas gabah kering giling (GKG) sampai waktunya untuk di giling menjadi beras. Proses ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan konsumen.

“Kalau udah dipanen kita langsung keringkan sampai pagi, sehingga setelah itu kita lakukan pembelian kembali,” Katanya. Ilman mengatakan, pada musim panen saat ini, SPP Sumbawa fokus pada penyerapan hasil panen. Hingga 6 Mei 2024, serapan gabah yang dilakukan sudah mencapai 2.400 ton gabah kering panen (GKP) dari target 7.800 ton GKP pada tahun 2024.

Target tersebut kata Ilman optimis dicapai, mengingat panen padi di Sumbawa sudah mengarah ke timur atau tidak jauh dari lokasi MRMP. Kondisi ini dinilai mempermudah managemen dalam melakukan penyerapan. MRMP adalah infrastruktur modern untuk mempercepat alur proses pengolahan beras yang terpusat dalam fasilitas pengolahan gabah hasil panen berbasis teknologi modern.

MRMP ini memiliki banyak keunggulan seperti color sorter di mana biji-biji beras yang berwarna kuning, hitam dipisahkan secara otomatis. Pabrik penggilingan padi modern ini juga bisa menghasilkan beras tanpa menir atau beras kepala disesuaikan dengan permintaan konsumen. Apakah ingin dibuat beras kemasan dengan broken 15 persen, broken 10 persen dan derajat sosoh bisa hingga 100 persen.

Gabah yang diproses menjadi beras outputnya adalah beras kemasan kedap udara. Sementara ini beras beras kemasan yang sudah dihasilkan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan di dalam daerah. Soal rasa, dipastikan beras dengan kualitas rasa terbaik. Apalagi beras beras hasil petani di NTB sudah sangat dikenal.

MRMP ini menggunakan mesin dengan teknologi untuk memoles beras secara otomatis. Sehingga beras yang keluar dalam bentuk kemasan 5 Kg, dan 25 Kg sudah putih bersih. MRMP ini sangat mendukung proses hilirisasi gabah menjadi beras kemasan dan mendukung NTB sebagai daerah sentra pangan. (bul)

Artikel lainnya….

Pasca Penetapan Tersangka Dirut PT. GNE, Pemprov NTB Minta Direksi dan Komisaris Tetap Fokus Bekerja

Sebulan Delapan Ton Uang Kertas Jadi Limbah, Akan Dimanfaatkan jadi Campuran Bahan Bakar PLTU Jeranjang

Canggihnya RTR di Sikur Lombok Timur, Beras Asalan Bisa Diolah jadi Beras Standar SNI

Kementerian Koperasi Dukung Pengembangan Kuliner Lombok Tengah

0
Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah (Ekbis NTB/dok)

Praya (Ekbis NTB) – Kementerian Koperasi dan UKM berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, memberikan pelatihan bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) guna mengembangkan ekosistem kuliner pada pengolahan makanan tradisional. “Ini untuk peningkatan kuliner tradisional produk UMKM Lombok Tengah,” kata Wakil Bupati Kabupaten Lombok Tengah, HM Nursiah saat membuka acara tersebut di Praya, Senin.

Ia mengatakan potensi alam di Lombok Tengah sangat baik dengan ada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan destinasi wisata air terjun serta potensi desa wisata. Oleh karena itu, peluang yang ada tersebut diharapkan para pelaku UMKM Lombok Tengah bisa menyiapkan kebutuhan wisatawan yang berkunjung di Lombok Tengah.

“Apa pun yang dicari wisatawan itu, kita harus bisa menyiapkan produk olahan makanan tradisional,” katanya. Untuk mendukung produksi UMKM, Pemerintah telah membangun sentra olahan pangan pabrik tepung tapioka di Kecamatan Batukliang. Dengan adanya sarana dan prasarana serta pelatihan ini diharapkan para UMKM bisa menyediakan produk yang berkualitas dengan tampilan yang menarik dan rasa yang enak sesuai selera wisatawan.

“Ilmu yang dapatkan ini harus diterapkan, sehingga produk yang dihasilkan bisa meningkatkan kesejahteraan kita,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Tengah, Ikhsan mengatakan kegiatan pelatihan ekosistem kuliner tradisional ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 6-8 Mei 2024. Sedangkan jumlah peserta dalam kegiatan ini mencapai 300 orang yang terbagi dalam tujuh angkatan.

“Ini untuk meningkatkan motivasi para UMKM dalam meningkatkan produk, sehingga menjadi UMKM yang mandiri,” katanya. Ia mengatakan peningkatan produk UMKM ini menjadi prioritas pemerintah daerah selain meningkatkan infrastruktur jalan di Lombok Tengah. Kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan UMKM yang berkelanjutan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Potensi kuliner di Lombok Tengah memiliki daya dorong untuk ditingkatkan dengan makanan kuliner rasa dunia,” katanya. Ia mengatakan UMKM merupakan pahlawan dalam peningkatan pergerakan ekonomi masyarakat, sehingga pemerintah terus melaksanakan pembinaan dengan peningkatan sumber daya manusia maupun peningkatan produk. “Ini merupakan langkah pemerintah daerah meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui peningkatan ekosistem kuliner tradisional,” katanya. (ant)

Artikel lainnya….

Sebulan Delapan Ton Uang Kertas Jadi Limbah, Akan Dimanfaatkan jadi Campuran Bahan Bakar PLTU Jeranjang

Lotim Menerima Tambahan Pupuk Bersubsidi

Presiden Resmikan Lima Ruas Jalan Daerah di NTB

Brida NTB Dukung Lombok Tengah Jadi Kabupaten Inovatif

0
Lalu Suryadi (Ekbis NTB/ant)

Praya (Ekbis NTB) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi NTB memberikan penyuluhan dalam rangka mendukung Kabupaten Lombok Tengah menjadi kabupaten inovatif.

“Saat ini Lombok Tengah menjadi salah satu kabupaten di Provinsi NTB yang masuk kategori kurang inovatif,” kata Kepala Brida NTB Lalu Suryadi usai acara FGD Forum Komunikasi Riset dan Inovasi Daerah di Kantor Bupati Lombok Tengah di Praya, Selasa.

Kabupaten Lombok Tengah belum menjadi kabupaten inovatif, bukan karena tidak memiliki inovasi, namun tidak terlepas belum dilaporkannya berbagai inovasi yang telah dibuat ke dalam sistem.

“Selama ini belum seluruhnya inovasi yang ada di daerah ini dilaporkan di dalam sistem indeks inovasi daerah,” katanya.

Ia mengatakan status kabupaten lain di NTB sudah inovatif, sehingga pada 2023 NTB menerima Innovatif Government Award.

Jika salah satu kabupaten sudah dinyatakan menjadi kabupaten inovatif maka berbagai inovasi yang sudah dilakukan di daerah itu tandanya sudah berjalan dengan baik, tinggal bagaimana meningkatkan berbagai inovasi itu agar ke depan bisa menjadi kabupaten terinovatif.

“Kalau Lombok Tengah mulai menggencarkan inovasi ini dari 2023, sementara pada 2023 itu kita statusnya sudah melakukan verifikasi dan pembenahan terhadap inovasi yang dibuat,” katanya.

Di sisi lain pada saat itu syarat untuk bisa dimasukkan di indeks inovasi daerah kalau inovasi sudah berjalan dua tahun. Artinya berbagai inovasi yang ada di Lombok Tengah saat itu statusnya masih konsep dan baru bisa dimasukkan dalam indeks inovasi daerah itu jika inovasi tersebut sudah dilaksanakan.

Menurut dia, tahun 2024 merupakan kesempatan bagi Lombok Tengah agar bisa menjadi kabupaten yang inovatif.

“Saran kita untuk Lombok Tengah, apa yang sudah dikerjakan dari 2023 lalu sudah bagus, tinggal bagaimana sekarang membuat inovasi- inovasi yang ada itu bisa masuk dalam sistem indeks inovasi daerah dengan cara dilengkapi administrasi, regulasi, dan daya dukungnya,” kata dia.

Ia mengatakan selisih angka untuk bisa menjadi kabupaten inovatif sangat sedikit, yang mana untuk bisa menjadi kabupaten Inovatif maka poin yang didapatkan harus minimal 35 poin, sebelumnya poin Lombok Tengah masih 33. “Artinya tinggal dua poin lagi daerah tersebut bisa menjadi kabupaten inovatif,” katanya. (ant)

Impor Beras dari Vietnam dan Thailand Distop Masuk NTB

Terkena Serangan Burung, Pesawat Citilink Rute Lombok-Denpasar Putar Balik  

Bulog Langsung Beli Jagung Petani Sesuai HAP

Kapasitas Kapal Ternak Terbatas, Pengiriman Sapi dari NTB Melalui Jalur Darat

0
Lalu Muhammad Faozal (Ekbis NTB/dok)

Mataram (Ekbis NTB) – Pengiriman hewan ternak dari Provinsi NTB ke wilayah Jabodetabek menjadi aktivitas usaha yang telah berlangsung sejak lama. Terlebih menjelang hari raya Kurban tahun ini, pengiriman ternak yang umumnya dari kabupaten Bima dilakukan secara rutin. Namun karena keterbatasan kapal khusus pengangkut ternak, maka pengusaha tetap memilih jalur darat untuk pengangkutannya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB H. Lalu Muhammad Faozal mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah menyediakan fasilitas pengangkutan berupa tol laut ternak yaitu dengan menggunakan kapal Cemara Nusantara 6 dan Cemara Nusantara 8. Namun kendalanya yaitu kapasitas muat kapal ini hanya 500 ekor ternak. Sementara di satu sisi, kebutuhan pengusaha sekali pengiriman sampai ribuan ekor.

“Itulah persoalannya. Sehingga solusinya pengiriman dengan menggunakan truk tronton menggunakan kapal laut penumpang, bukan kapal khusus ternak,” kata Lalu Muhammad Faozal kepada wartawan kemarin.

Ia mengatakan, para peternak atau pengusaha lebih memilih menggunakan jalur darat atau kapal penumpang menuju Jawa Timur karena tak ada opsi lain. Sebab kapal khusus ternak yang disediakan pemerintah memiliki kapasitas yang terbatas.

Meskipun pengiriman dengan menggunakan kapal penumpang ini kadang memunculkan keluhan dari pengguna kapal, namun karena tak pilihan lain, kegiatan tersebut masih berlangsung sampai sekarang.

“Kami sudah meminta (tambahan kapal khusus ternak-red), namun negara hanya punya empat unit kalau tak salah. Namun kebutuhannya dia ke Balikpapan, kemana-mana kapal Cemara Nusantara itu,” terangnya.

Faozal mengatakan, agar tidak terulang kasus pengiriman sapi dengan jumlah berlebih ke Jabodetabek seperti tahun lalu, maka pihaknya bersama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB membatasi kuota hewan kurban yang boleh dikirim ke Jabodetabek.

Sistem pengirimannya pun dilakukan secara bertahap agar tak menumpuk di Pelabuhan penyeberangan. Sebab hewan ternak yang dikirim ke Jabodetabek menggunakan kapal penumpang rute Gili Mas Lembar – Tanjung Wangi. “Kita cicil, tak terjadi penumpukan kok. Ada 20 atau 30 ekor sehari naik” katanya.

Sebelumnya, Kepala Disnakeswan Provinsi NTB Mohammad Riadi mengatakan, mengenai kuota pengiriman sapi NTB ke luar daerah cukup besar. Sebagai contoh dari Kabupaten Bima sekitar 16.000. Namun, sekarang ini sudah keluar sekitar 10.000 ekor dan tersisa 5 ribu ekor lebih. Sejak Idul Fitri sudah banyak yang diberangkatkan ke Jabodetabek, sehingga sekarang ini tidak lagi terjadi penumpukan di Pelabuhan Gili Mas.

“Makanya penumpukan kecil kemungkinan terjadi kalau disiplin pelaku usaha mengirim ternak ke luar daerah sesuai jadwal,” terangnya.

Riadi menyebut, Pemprov NTB menetapkan kuota hewan kurban sebanyak 54.900 ekor yang dikirim ke luar daerah pada 2024. Dalam hal ini, pihaknya menegaskan tidak ada tambahan kuota lagi, meskipun ada permintaan dari pengusaha yang akan mengirim sapi potong untuk kebutuhan hewan kurban ke luar NTB.

“Tidak ada tambahan kuota hewan kurban. Karena kuota yang kita terbitkan itu adalah kuota maksimal. Makanya kita nggak bisa lagi memberikan tambahan kuota lagi,” tegasnya. (ris)

Artikel lainnya….

Sport Tourism Menggeliat, Lapangan Golf Lombok Kosaido Akan Dilengkapi Hotel Bintang Empat

Canggihnya RTR di Sikur Lombok Timur, Beras Asalan Bisa Diolah jadi Beras Standar SNI

Disperin NTB Gandeng BSN untuk Tingkatkan Kualitas Produk IKM

Banyak CJH Masuk Risiko Tinggi

0
Kadinkes NTB, H. Lalu Hamzi Fikri saat menjelaskan terkait jumlah apotek di NTB, Jum’at, 12 Juli 2024, di Mataram. (ekbisntb.com/era)

DINAS Kesehatan Provinsi NTB menyatakan banyak calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Lombok yang masuk dalam katagori risko tinggi (risti) kesehatan. Terlebih banyak diantara mereka adalah lanjut usia (lansia) seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr H. Lalu Hamzi Fikri mengatakan, kelompok CJH risti memunculkan risiko untuk terjadinya morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi selama berlangsungnya proses ibadah haji. Sehingga tenaga kesehatan yang menjadi petugas haji akan tetap memantau kesehatan para jemaah.

“Sekarang ini hampir 80 persen jemaah haji kita punya faktor risiko, terutama risti. Kami melakukan identifikasi yang lansia dengan usia lebih dari 60 tahun rata-rata cukup tinggi kita di NTB,” kata H. Lalu Hamzi Fikri kepada wartawan, Selasa 7 Mei 2024 kemarin.

Masing-masing kelompok terbang (kloter) dilengkapi oleh satu orang dokter serta satu orang petugas medis yang bertugas untuk memantau kesehatan para jemaah, terutama dari kelompok lansia. Para petugas kesehatan akan mengantongi nama-nama jemaah yang berisiko tinggi agar mendapat perhatian prioritas Beberapa penyakit yang banyak diderita jemaah antara lain diabetes mellitus dan penyakit dimensia.

“Tapi kan ini sudah kita skrining kuat sekali di level Puskesmas. Jadi hasil skrining itu akan menjadi bahan pengecekan oleh petugas kesehatan saaat jemaah masuk mulai tanggal 11 Mei di Asrama Haji. Sebab perlu dipastikan jemaah haji untuk sehat benar sebelum terbang,” katanya.

Sebelumnya, Plt. Kabid PHU Kanwil Kemenag NTB Drs. H. Azharuddin mengatakan, kuota haji Provinsi NTB sebanyak 4.499 jemaah dengan prioritas lansia sebanyak 225 orang. Adapun kuota tambahan Provinsi NTB Sebanyak 287 jemaah berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 130 Tahun 2024.

Berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, perihal Penyiapan Transportasi Udara Jemaah Haji Reguler Tahun 1445H/2024M bahwa penerbangan jemaah haji Embarkasi Lombok (LOP) menggunakan maskapai Garuda Indonesia type Boeing 777- 300 dengan Kapasitas 393 seat. Sehingga Jemaah Haji Provinsi NTB/ Embarkasi Lombok (LOP) terbagi dalam 13 Kloter. Kloter pertama berangkat tanggal 11 Mei dan kloter terakhir berangkat 22 Mei 2024.

Tema pelaksanaan ibadah haji 2024 sama dengan tahun lalu yaitu ramah lansia. Karena banyak jemaah yang berangkat merupakan usia lansia yang membutuhkan pelayanan ekstra dari para petugas haji. Jemaah lansia akan diperlakukan beda, misalnya penginapan, pengambilan makanan dan lan sebagainya.(ris)

Stabilisasi Harga Jagung Hanya Berlaku Hingga Akhir Bulan

0
Zuhri Hanafi(EkbisNTB/dok)

Sumbawa Besar (Ekbis NTB) – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Logistik) memastikan hanya melakukan penyerapan jagung hingga 31 Mei dengan Harga Acuan Pembelian (HAP) Rp5000 per kilogram untuk kadar air 15 persen.

“Jadi, kita hanya diberikan waktu sampai akhir bulan untuk pengamanan harga jagung. Kalau untuk selanjutnya kami masih menunggu informasi dari pusat,” kata Pimpinan Cabang Bulog Sumbawa, Zuhri Hanafi, kepada Suara NTB, Senin 6 Mei 2024.

Penugasan penyerapan jagung dilakukan oleh Perum Bulog untuk menstabilkan harga yang berlaku di pasaran saat ini. Kendati demikian, pihaknya juga hanya diberikan waktu hingga akhir bulan Mei.

“Harga Rp5000 per kilogram hanya berlaku hingga akhir bulan Mei saja, kalau untuk kedepannya kami tidak tahu seperti apa kebijakan dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Dia pun melanjutkan, berdasarkan data serapan jagung yang dilakukan sejak tanggal 1 Mei hingga saat ini tercatat sudah 470 ton. Penyerapan tersebut baru dilakukan wilayah timur saja, sementara untuk wilayah barat mulai dilakukan per hari ini (kemarin, red).

“Alhamdulillah untuk wilayah timur sudah mulai kita serap, kalau wilayah barat baru akan kita mulai. Gudang juga sudah mulai kita siapkan,” ujarnya.

Diakuinya, ketetapan kadar air di angka 15 persen dilakukan supaya jagung yang diserap bisa bertahan dalam waktu yang lama. Sementara jika kadar air diatas itu dikhawatirkan jagung tersebut tidak akan bertahan lama dan penyerapan yang dilakukan sia-sia.

“Selama memenuhi syarat pasti akan kita ambil untuk menstabilkan harga jagung dari para petani,” ucapnya.

Dia pun memastikan, berdasarkan surat edaran dari Bapanas terkait harga pembelian jagung bahwa Bulog tetap mengacu dari harga yang ditetapkan. Untuk jagung pipilan kering tingkat produsen, Bulog membeli seharga Rp5.000 per kilogram dengan kondisi kadar air 15 persen.

“Pola penyerapan yang kita lakukan dengan melibatkan mitra yang sudah melakukan tanda tangan kontrak. Kita hanya menerima di gudang dengan ketentuan kadar ari 15 persen,” tambahnya.

Kemudian Rp4.725 per kilo untuk kadar air 20 persen, Rp4.450 kadar air 25 persen, dan Rp4.200 dengan kadar air 30 persen. Sementara untuk proses penyerapan terhadap jagung yang memiliki kadar air tinggi akan melalui perusahaan pengepul.

“Untuk jagung dengan kadar air di atas 15 persen kami membeli melalui perusahaan pengepul dengan harga yang ditetapkan Bappanas,” tukasnya. (ils)

Gagal Panen dan Hasil Panen Menurun, Sejumlah Petani di Kayangan Alami Kerugian

0
PENURUNAN PRODUKSI - Kondisi padi petani di Desa Sesait Kecamatan Kayangan yang mengalami penurunan produksi. (Ekbis NTB/ist)

Tanjung (Ekbis NTB) – Sejumlah petani di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengalami kerugian. Pasalnya, tanaman padi yang sudah dan sedang dipanen tahun ini mengalami gagal panen. Beberapa petani juga mendapati hasil panen mereka menurun akibat cuaca.

Informasi yang dihimpun koran ini, panen padi di Kecamatan Kayangan khususnya di Desa Sesait, sedang berlangsung. Sejumlah petani mendapati hasil panennya menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ada petani yang dengan terpaksa memanen padinya hanya untuk pakan ternak, seperti padi milik petani, Saeful Bahri di Dusun Baru Jompang, Desa Sesait.

“Sebagian areal tanaman padi dijadikan pakan ternak sapi, bukan lantaran dipanen untuk dapat gabah,” ucap Hamdan.

Ia menyebut, areal tanam milik Saeful Bahri kurang lebih 1 hektar. Hasil panen normal di areal ini sekitar 4 ton lebih dengan estimasi biaya berkisar Rp 8 juta sampai Rp 10 juta. Kondisi saat ini, areal itu hanya menghasilkan padi hanya 30 persen saja.

Di lokasi lain, petani Ibu Marni dengan luas areal sekitar 40 are hanya menghasilkan 45 persen gabah dari produksi normal 2 ton. Bahkan Ibu Marni belum bisa menutup biaya yang sudah dikeluarkan untuk operasional mencapai Rp 3,9 juta.

Petani lain atas nama Amaq Irun juga menghadapi kondisi serupa. Di mana penurunan produksi di areal 35 are tidak mampu menutup biaya produksi yang mencapai Rp 3 juta lebih.

Terhadap kondisi itu, Ketua Kelompok Tani Suli Mekar, Dusun Baru Jompang, Desa Sesait, Suhaerudin membenarkan informasi tersebut. Kendati hasil produksi menurun, namun pihaknya tetap bersyukur masih ada gabah yang bisa disimpan untuk menjaga ketahanan pangan di tingkat petani.

“Penurunan hasil panen sudah jelas ada di kisaran 30 sampai 40  persen. Ini kami hitung dari rata-rata hasil sebelumnya,” ujar Suhaerudin.

Ia menyebut, kisaran penurunan produksi di tiap areal lahan petani berbeda-beda. Ia mencontohkan, dari petani yang sebelumnya memperoleh 50 ton, produksi tahun ini hanya 24 ton saja. Sedangkan petani yang sebelumnya mendapat 11 ton, menurun menjadi 8 ton. Demikian pula yang biasa mendapat 15 ton, ada yang mendapat 9 ton dan 10 ton. Sedangkan petani yang biasa mendapat 8 ton, hanya mendapat 5 ton.

Pihaknya berharap, pemda baik provinsi maupun kabupaten dapat mengambil solusi kebijakan untuk membantu membiayai petani pada musim tanam berikutnya. Sebab, hasil panen saat ini sebagiannya digunakan untuk menutup operasional, serta kebutuhan sehari-hari. (ari)