spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaBerandaLobar Status Siaga DBD, Temuan Meningkat 300 Kasus Lebih

Lobar Status Siaga DBD, Temuan Meningkat 300 Kasus Lebih

Giri Menang (Ekbis NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) menetapkan status siaga Demam Berdarah Dengue (DBD). Menyusul temuan kasus meningkat di awal tahun ini mencapai 300 kasus lebih. Pihak Dinas Kesehatan pun terus meningkatkan upaya penanganan preventif seperti PSN dan fogging di daerah terjangkit DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar Arief Suryawirawan mengatakan, pihaknya mencatat peningkatan kasus DBD sejak awal tahun hingga akhir April sudah mencapai 300 kasus lebih.“Meningkat kasusnya sekitar 50 persen sejak bulan puasa (Ramadhan) kemarin. Yang mau fogging  silakan laporkan ke puskesmas dan nanti tim yang akan turun untuk layak atau tidak di-fogging,” terang Kepala Dikes Lobar, Arief Suryawiran, Senin 6 Mei 2024.

Menurutnya peningkatan kasus DBD itu biasa terjadi di siklus lima tahunan. Terlebih dengan kondisi suasana cuaca yang berubah-ubah. “Jadi setiap lima tahun kasusnya meningkat, dan bukan hanya di Lobar yang meningkat, tapi di Kota Mataram juga, dan kita siap siaga DBD,” ujarnya.

Penanganan kasus DBD, tidak bisa hanya dilakukan oleh dinas saja. Namun peran serta seluruh masyarakat untuk memastikan lingkungan bersih juga dinilai sebagai langkah pencegahan perkembangan jentik nyambuk DBD.

Selain itu Arief mengaku meminta seluruh puskesmas di Lobar untuk tetap gencar melakukan langkah pemberantasan sarang nyamuk (PSN).”Kita minta teman-teman lebih sering sosialisasi ke masyarakat, kades, kadus, bahwa Demam Bardarah ini lebih banyak ke faktor lingkungannya, untuk bagaimana membuat lingkungan bersih, tidak banyak genangan  terutama di musim hujan,” tambahnya.

Tak sampai itu, para dai kesehatan juga akan dilibatkan dalam sosialisasi PSN ini. Agar langkah pencegahan penyakit itu bisa tetap dilakukan.

Ia tak membantah dari beberapa kasus itu, ada satu orang yang meninggal dunia. Pihaknya pun berharap kasusnya tidak terus meningkat agar tidak ada korban lainnya.  “Kita minta bantuan peran serta masyarakat,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur RSUD Tripat Garung, dr H Suriyadi  yang mengaku  kasus DBD beberapa hari terakhir memang mengalami peningkatan. “Dari beberapa bulan terakhir dari Januari, Februari, Maret menang trendnya mengalami peningkatan,” bebernya.

Data kasus DBD yang ditangani RSUD Tripat mengalami peningkatan yang cukup signiifikan. Dari Januari sampai April sudah 262 kasus yang ditangani.

“Memang mengalami peningkatan Januari 59 kasus, Februari 53 kasus, maret 60 kasus, nah di bulan April memang mengalami peningkat menjadi 90’an,” terangnya.

Hampir seluruh pasien dirawat mengalami gejala umum demam berdarah seperti mual, muntah, demam, serta ada bintik-bintik pendarahan di kulit. (her)

Artikel lainnya….

Inflasi Wilayah Bali Nusra, NTB Terendah

Pemkot Mataram Tak Batasi PKL di Asrama Haji Selama Pemberangkatan

Kapasitas Kapal Ternak Terbatas, Pengiriman Sapi dari NTB Melalui Jalur Darat

Artikel Yang Relevan

Iklan





Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini