spot_img
26.5 C
Mataram
BerandaBerandaCanggihnya RTR di Sikur Lombok Timur, Beras Asalan Bisa Diolah jadi Beras...

Canggihnya RTR di Sikur Lombok Timur, Beras Asalan Bisa Diolah jadi Beras Standar SNI

Selong (Ekbis NTB) – Badan Urusan Logistik (Bulog) melengkapi NTB sebagai lumbung pangan nasional dengan mesin-mesin penggilingan hingga pengolahan beras termodern, salah satunya, Rice To Rice (RTR) atau Sentra Pengolahan Beras di Sikur, Kabupaten Lombok Timur.
RTR beroperasi sudah tiga tahun terakhir ini. Teknologi ini mampu mampu mengolah beras berkualitas biasa menjadi premium dalam kemasan.
Menurut I Made Indramawan, Manager Operasional RTR, didukung dengan mesin-mesin berteknologi tinggi ini mampu menghasilkan beras premium 6 ton perjam atau sekitar 30 hingga 35 ton perhari.
RTR ini mampu meminimalisir kotoran seperti batu dan sejenisnya. Beras yang di olah melewati beberapa bagian perangkat yang memsihakan beras dengan brokennya.
“Bahkan kita bisa memproduksi beras sesuai dengan kualitas sesuai pesanan,” jelas Made Indramawan, ditemui di Sikur, Senin 6 Mei 2024.
Ditambahkan, beras premium yang dihasilkan oleh RTR Sikur sebagian besarnya dipasarkan di wilayah Lombok Timur. Seperti untuk kebutuhan supermarket, retail modern dan sejenisnya. Dalam dua minggu, satu retail modern bisa menjual 20 hingga 40 ton beras yang di produksi RTR.
Dua jenis beras premium yang diproduksi yakni merk Setra Ramos dan Candi Mulyo dengan berat masing-masing 5 kg/karung. Selain beras premium ber merk, sentra pengolahan beras ini juga menjual beras premium dalam karungan 10 Kg maupun 25 Kg, sesuai pesanan konsumen.
“Mesin disini hanya menghasilkan beras premium. Berasnya semua dari petani lokal, digiling di mitra Bulog, selanjutnya kami olah menjadi premium disini,” jelasnya.
Made Indramawan menambahkan, mesin RTR ini juga menerima jasa olah dari mitra Bulog dari beras asalan menjadi beras premium. Managemen hanya mengenakan tarif olah sebesar Rp290/Kg.
“Ada banyak mitra bawa berasnya ke sini, kita olah menjadi premium kemudian dipasarkan,” tandasnya.
Sebagai informasi tambahan, RTR adalah teknologi pengolahan beras yang mengubah beras pecah kulit (BPK) atau beras asalan menjadi beras berkualitas medium atau premium. Teknologi ini bertujuan untuk menghasilkan beras dengan mutu yang lebih baik. Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), beras premium memiliki derajat sosoh 100%, jumlah beras kepala minimum 95%, dan kadar air maksimum 14%.
Sementara beras medium memiliki derajat sosoh minimum 80-95%, beras kepala minimum 60-78%, butir patah maksimum 20-35%, benda asing maksimum 0,02-0,2%, dan kadar air maksimum 14-15%.(bul)

Artikel Yang Relevan

Iklan






Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini