Saturday, April 4, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 759

Gencarkan Pemasaran Maggot

0
I Gede Wiska (Ekbis NTB/dok)

KETUA Komisi III DPRD Kota Mataram, I Gede Wiska, S.Pt., mendorong DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kota Mataram menggencarkan pemasaran maggot guna meningkatkan target retribusi dari produksi maggot. ‘’Untuk maggot ini baru berjalan 30 persen. Targetnya kan sampai Rp150 juta per tahun,’’ ungkap Wiska kepada Ekbis NTB melalui sambungan telepon, Minggu 5 Mei 2024.

 

Untuk mengejar target itu, maka pemasaran maggot itu sendiri perlu digencarkan. Hal ini juga berkaitan dengan sosialisasi maggot baik kepada peternak maupun pembudidaya ikan. ‘’Artinya, berapa persen sih manfaat maggot ini. Artinya keuntungannya,’’ kata dia.

 

Namun demikian, capaian 30 persen di triwulan pertama, kata Wiska, masih bisa diterima. Tetapi ke depan, Komisi III berharap, target retribusi maggot bisa ditingkatkan hingga Rp100 juta. ‘’Jadi capaian 30 persen dari target Rp50 juta pada start awal ini saya rasa masih bisa diterima,’’ ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

 

Wiska melihat, yang cukup penting dilakukan saat ini adalah bagaimana meningkatkan pemasaran. Dia mengingatkan, jangan sampai ketika produksi maggot besar, tidak bisa diimbangi dengan pemasaran produknya. ‘’Kemarin kan hasilnya sampai 7 ribu boks maggot yang akan dipelihara di maggot center. Itu kan hitungannya per minggu, nanti bisa per hari juga,’’ katanya.

 

Hal ini dikarenakan produksi sampah organik per hari cukup besar. ‘’Itu yang akan diolah menjadi bubur maggot. Jangan sampai nanti kekhawatiran kita justru di pemasarannya dia lemah. Produksi besar, kelabakan juga nanti. Harus seimbang di situ,’’ kata anggota dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini.

 

Komisi III menekankan kepada DLH, bahwa dari 60 an tenaga kerja di TPST Sandubaya, termasuk di maggot center, harus ada tenaga pemasaran khusus yang bisa memasarkan maggot tersebut kepada para peternak yang ada di luar Kota Mataram.

 

Wiska menegaskan bahwa peternak maggot jangan dibebani untuk melakukan pemasaran sendiri. ‘’Mereka itu fokus untuk membesarkan, memberi makan. Untuk pemasarannya harus ada orang khusus,’’ ujarnya. Tenaga pemasaran ini, menurut anggota dewan dua periode ini, harus punya pengetahuan yang cukup. ‘’Artinya keuntungan menggunakan maggot lebih besar ketimbang menggunakan pakan pabrikan,’’ pungkasnya. (fit)

Indosat Tumbuh Melejit di Nusa Tenggara, Ekonomi Lokal Makin Berdaya

0
Gerai Indosat dan Tri (3) (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Sejak Juli 2023, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menjadikan wilayah Nusa Tenggara sebagai fokus perluasan jangkauan serta peningkatan kualitas jaringan. Melalui kedua brand-nya, IM3 dan Tri, Indosat berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang mengesankan atau marvelous experience bagi masyarakat Nusa Tenggara.
Strategi ekspansi ke wilayah Nusa Tenggara diwujudkan Indosat melalui penambahan BTS 4G baru hingga naik 29% di wilayah ini, kini mencapai lebih dari 1.400 sites per April 2024. Selaras dengan penambahan BTS 4G baru tersebut, Indosat mencatatkan peningkatan trafik data yang signifikan di wilayah Nusa Tenggara, yakni tumbuh 82% dibandingkan sebelum ekspansi.
Elny Widjaja, Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan, dari hasil pengamatan, trafik data Indosat meningkat signifikan di wilayah Nusa Tenggara, pasca Indosat fokus memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas jaringan di wilayah ini.
Hal ini menunjukkan semakin banyak masyarakat Nusa Tenggara yang beraktivitas secara digital menggunakan layanan Indosat.
“Kami berharap upaya ini dapat terus menciptakan dampak positif bagi perekonomian di berbagai sektor di wilayah Nusa Tenggara,” ujarnya.
Kini, seluruh pelanggan Indosat, baik IM3 maupun Tri, sudah dapat merasakan jangkauan jaringan yang lebih luas dengan tambahan 86 kecamatan menjadi 307 kecamatan dan tambahan 248 desa menjadi 1.089 desa di wilayah Nusa Tenggara.
Dengan perluasan jaringan ini, Indosat berkomitmen untuk mendukung pengoptimalan potensi perekonomian di berbagai pelosok Nusa Tenggara, termasuk potensi UMKM dan pariwisata.
Tidak hanya dari sisi jaringan, Indosat juga mencatatkan penambahan 131 Mini Gerai IM3 dan 3Kiosk baru di wilayah Nusa Tenggara.
Sementara itu, jumlah outlet baru yang menjual berbagai produk IM3 dan Tri juga tercatat bertambah lebih dari 4.700 outlet. Selain untuk mendekatkan pelanggan di pelosok pedesaan dengan layanan Indosat, upaya ini juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Nusa Tenggara, dan berdampak lebih lanjut bagi peningkatan pendapatan masyarakat.
“Upaya perluasan konektivitas di wilayah Nusa Tenggara juga kami lengkapi dengan pemberdayaan komunitas, sehingga diharapkan dapat membawa multiplier effect yang lebih besar bagi perekonomian lokal di wilayah ini. Sejumlah program yang telah kami selenggarakan antara lain Pelatihan Pemasaran Produk melalui Media Sosial bagi pelaku UMKM di Desa Pagutan, Lombok Tengah, pemberdayaan UMKM melalui kegiatan “SheHacks” di Labuan Bajo, serta Festival Literasi Digital di Politeknik Negeri Kupang. Ke depan, kami akan menggelar program-program inklusif lainnya bagi masyarakat Nusa Tenggara tercinta,” demikian Elni.
Khusus di Wilayah NTB, tercatat peningkatan jumlah BTS 4G sebesar 15% sejak Juli 2023, yang kini telah menjangkau lebih dari 89% populasi masyarakat NTB. Semakin luasnya jaringan Indosat ini diikuti dengan peningkatan trafik data yang mencapai 46%, mengindikasikan kepercayaan masyarakat NTB yang semakin besar terhadap layanan Indosat.
Selain melakukan perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas jaringan, Indosat juga terus berupaya memaksimalkan pelayanan hingga ke pelosok pedesaan di wilayah NTB dengan membuka 41 Mini Gerai IM3 dan 3Kiosk, serta menambah lebih dari 1.800 outlet yang menjual produk IM3 dan Tri. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan nilai bersama untuk memberdayakan komunitas lokal.

Salah satu mitra Indosat, Muhlis (43), pemiliik 3 Kios di Kecamatan Kediri, Lombok Barat mengatakan, tahun lalu ketika Tri hadir di Lombok Timur, ia tertarik untuk bermitra karena melihat peluang yang bagus. HIngga saat ini omset yang saya peroleh cukup memuaskan.
“Dalam sebulan ada lebih dari 100 pelanggan yang datang ke 3Kiosk yang saya kelola. Meeka sebagian besar menggunakan layanan ganti beli kartu, ganti kartu sim, hingga pembelian voucher pulsa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua UMKM Pagutan Bersyariah, Ahmad Jupri juga menyampaikan, sejak workshop UMKM yang diberikan oleh IM3 pada Juli 2023 lalu, para pelaku UMKM mendapatkan wawasan baru dalam memasarkan produk kami yang berdampak pada peningkatan penjualan hingga 40%.
“Kami berharap pelatihan serupa dapat diadakan kembali agar kami dapat semakin cepat beradaptasi menjadi masyarakat digital,” demikian Jupri.(bul)

Pangdam IX/Udayana Panen Raya Jagung dan Deklarasi Patriot Pangan

0
Pangdam XI Udayana Mayjen TNI Bambang Trisnohadi dan jajaran bersama Pemkab Lombok Timur panen raya jagung, Sabtu, 4 Mei 2024. (Ekbis NTB/ist)

Selong (Ekbis NTB) – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI ingin mengembalikan masa keemasan swasembada pangan yang terjadi beberapa tahun sebelumnya. Untuk mendukung kedaulatan pangan itu, TNI dalam hal ini Kodam IX/Udayana mengerahkan seluruh satuan jajarannya untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah terutama di Dinas Pertanian dan para petani seperti yang dilakukan Kodim 1615/Lombok Timur.

Sabtu, 4 Mei 2024, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Bambang Trisnohadi memimpin langsung panen raya jagung bersama kelompok tani Pade Angen di Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana didampingi Ketua Persit KCK PD IX/Udayana Dian Bambang Trisnohadi, Komandan Korem 162/WB Brigadir Jenderal TNI Agus Bhakti, S.I.P., M.I.P., M.Han., beserta istri, Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur Drs. H. M. Juaini Taofik bersama Forkopimda Lotim dan PJU Korem 162/WB.

Pangdam IX/Udayana dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga berada di tengah-tengah para petani dan melaksanakan panen raya jagung secara bersama. “Hari ini juga akan kita lakukan Deklarasi Patriot Pangan untuk pertama kali di Pemda Lombok Timur dengan melibatkan TNI Polri sebagai pendamping dengan harapan agar ke depan dapat membantu kelompok tani untuk meningkatkan hasil produksi pertanian,” ujarnya.

Dijelaskannya, NTB memiliki potensi besar di bidang pertanian khususnya padi dan jagung. Kabupaten Lombok Timur merupakan urutan ke lima secara nasional penghasil jagung dan sebagai sentra utama jagung khususnya di Kecamatan Pringgabaya, Kecamatan Sambelia dan Kecamatan Jerowaru.

Tanaman jagung tidak membutuhkan kadar air yang banyak, untuk itu jagung banyak ditanam di lahan kering atau lahan tadah hujan dengan indek penanaman mencapai IP 200 atau dua kali tanam dalam setahun.

Bambang Trisnohadi juga menjelaskan, Patriot Pangan merupakan inisiasi dari TNI dan Polri untuk menjaga ketahanan pangan dengan menumbuhkan kembali semangat dan motivasi pencapaian kedaulatan pangan nasional, salah satunya dengan memaksimalkan program pompanisasi kerja sama antara Kementerian Pertanian RI dengan TNI, sehingga para tidak lagi mengalami kesulitan untuk mengairi lahannya.

Lebih lanjut, peraih Adhi Makayasa 1993 itu juga menginstruksikan Korem dan Kodim jajarannya untuk mengikuti dan menerapkan Patriot Pangan di wilayah masing-masing karena itu bisa menjadi pilot projek yang bagus untuk manunggal dan sinergis antara TNI, Polri dan petani dan masyarakat.

Sebelumnya, Pj. Bupati Lombok Timur Juaini Taofik dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Pangdam IX/Udayana beserta rombongan di Bumi Patuh Karya Lombok Timur. Pj. Bupati mengungkapkan tugas PJ Bupati adalah menjaga inflasi dengan berbagai persoalan dari hulu sampai hilir. Permasalahaan bahan pokok masih tergantung dengan impor jagung sehingga kemandirian pangan harus fokus dilaksanakan dengan bekerja sama yang melibatkan semua pihak.

“Konsep Patriot Pangan diharapkan dapat membantu mengurangi dan mengatasi permasalahan yang terjadi pada petani. Kita harus yakin dan bersama-sama dengan Pemerintah akan hadir dari Hulu hingga Hilir untuk membantu penyelesaian dan meningkatkan hasil petanian,” bebernya.

Pihaknya mengakui harga jual pertanian memang masih rendah, namun ia berharap agar ke depan masyarakat tetap semangat untuk menanam dan optimis bahwa permasalahan pasti akan ada jalan keluar.

Terkait usulan Kepala Desa Gunung Malang untuk pembukaan jalan usaha tani, Pj. Bupati Lotim menyanggupinya dan akan membantu merealisasikannya, namun dengan catatan tidak ada permasalahan terkait dengan kepemilikan tanah yang akan dijadikan sebagai jalan usaha tani.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan Penandatanganan Deklarasi Patriot Pangan oleh Pangdam IX/Udayana, Danrem 162/WB, PJ. Bupati Lotim, Dandim 1615/Lotim dan Kapolres Lotim serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada kelompok tani. (ham/r)

BPS NTB : Alih Fungsi Lahan ke Perumahan Bisa Mengancam Produksi Pangan

0
Foto : Wahyudin (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Maraknya alih fungsi lahan, dari lahan pertanian menjadi lahan perumahan bisa mengganggu produksi pangan. Sehingga, penting lahan pertanian abadi ini diproteksi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin.,MM mengatakan, konversi lahan pertanian ke bangunan otomatis akan berpengaruh terhadap luas baku lahan pertanian. Sehingga, otomatis akan mempengaruhi produksi.


“Kalau bicara produksi, rumusnya, luas tanam dikali produktivitas. Itu yang akan terpengaruh langsung kalau terjadi konversi lahan pertanian secara massif,” kata Wahyudin di Mataram, Sabtu 4 Mei 2024.
Apalagi jika konversi lahan ini terhadi di lahan-lahan produktif irigasi teknis. Terkeculi, konversi lahan ke bangunan ini dilakukan pada lahan-lahan yang tidak produktif. Atau lahan lahan yang marjinal. Misalnya, lahan perkebunan yang tidak dimanfaatkan untuk berproduksi. Atau lahan-lahan kering yang tingkat produktivitas pertanian perkebunannya rendah.
“Itu ndak masalah. Tidak banyak mempengaruhi produksi pangan,” ujarnya.
Wahyudin menambahkan, pemerintah sudah menggencarkan program IP3 dan IP4. Program Padi IP (Indeks Pertanaman) 400 atau pola tanam 4 kali dalam setahun merupakan upaya pemerintah melalui APBN Direktorat Jenderal Tanaman Pangan TA 2022 sebagai sebuah terobosan untuk meningkatkan produksi beras nasional.


“Tapi IP3 saja, yang program tanam 3 kali setahun belum maksimal dilaksanakan, apalagi IP 4, apalagi konversi lahan pertanian menjadi lahan bangunan semakin massif,” tambahnya.
Menurut Wahyudin, BPS juga merasa khawatir, bila-bila, konversi lahan pertanian ini tidak ada penyelesaian yang jelas.
Karena itu, untuk memotret alih fungsi lahan ini, BPS dalam waktu dekat akan merilis hasil Sensus Pertanian terkait usaha pertanian dan usaha pertanian perorangan. Nantinya, akan terpotret berapa lahan pertanian yang dikonversi menjadi bangunan.


“Kita tunggu hasil sensusnya dari pusat untuk kita rilis,” kata Wahyudin.
Untuk menjaga produksi pertanian pangan ini, Wahyudin mengatakan, mestinya pemerintah menguasai lahan-lahan pertanian yang dijual oleh pemilik/masyarakat. agar tidak dikuasi oleh pihak swasta dan dikomersilkan.
Hal ini menurutnya pernah disarankan kepada dinas teknis. Hanya saja, diperlukan kekuatan financial daerah.
“LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) ini bisa dipertahankan. Pemerintah yang beli lahannya dan dikelola. Supaya tidak disalahgunakan,” demikian Wahyudin.(bul)


Disperin NTB Gandeng BSN untuk Peningkatan Kualitas Produk IKM

0
Koordinasi Disperin NTB dengan BSN (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Perindustrian Provinsi NTB menggandeng Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk meningkatkan standarisasi produk Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah ini. Kerjasama kedua belah pihak ini juga bersepakat mensinergikan program kegiatan yang mendukung penerapan standar dan penilaian kesesuaian.

Kepala Dinas Perindustrian Nuryanti, SE., ME, melakukan pertemuan dengan Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN beserta rombongan di Mataram, Jumat malam 3 Mei 2024.

Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak mendiskusikan sejumlah rencana kerja sama, di antaranya, Sertifikasi dan penerapan ISO 9001:2015 untuk lingkup Dinas Perindustrian dan Balai Kemasan Produk Daerah NTB.

Pelatihan Tindak Operasional (TOT) atau fasilitator standar bagi aparat dinas dalam rangka sebagai pendamping untuk mengawal proses standardisasi bagi produk-produk IKM NTB. Sinergi dengan Laboratorium Kesehatan di Provinsi NTB dalam rangka penambahan ruang lingkup dan parameter uji yang sesuai dengan kebutuhan standar produk yang akan diujikan.

Termasuk usulan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk-produk IKM secara voluntary yang akan dijadikan acuan dalam berproduksi, misalnya produk minyak kelapa dan turunannya, produk kopi, permesinan, dan lainnya.

“Kerjasama ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk IKM NTB di pasar nasional dan global melalui penerapan standar yang tepat,” ungkap Nuryanti.

Tindak lanjut kerja sama rencananya akan dibahas kembali bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lingkup Pemprov NTB. Hasil pertemuan nantinya akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Provinsi NTB dengan BSN dalam rangka mengawal proses standarisasi produk IKM agar berjalan dengan baik.

Kerjasama ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB untuk terus memberdayakan dan meningkatkan daya saing sektor IKM sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.(bul)

Artikel lainnya….

Lagi, Pertamina Guyur Pulau Sumbawa dengan LPG 3 Kg

Retribusi Maggot di Mataram Baru Mencapai 30 Persen

Realisasi Lotim Terbesar, Sampai April, Rp517 Miliar DD di NTB Tersalur

Bukan Hanya Harta, Warisan Ini Juga Harus Dipersiapkan

0
Prodia Warisan Sehat (Ekbis NTB/r)

Mataram (Ekbis NTB) – Disadari atau tidak, ciri fisik, karakter, dan kebiasaan yang anak lakukan merupakan hal yang diwariskan dari orangtuanya. Oleh karenanya, tidak mengherankan apabila bentuk tubuh, gestur, serta kepribadian orangtua dan anak memiliki banyak kesamaan. Misalnya, orangtua yang memiliki keterampilan bersosialisasi memiliki potensi menurunkan kebiasaan tersebut kepada anak-anaknya yang juga memiliki banyak teman. Hal tersebut terjadi, karena anak memiliki kecenderungan untuk menyontoh apa yang orangtuanya lakukan, dalam hal ini berupa gaya dan pola komunikasi orangtuanya.

Warisan selain harta benda yang penting diturunkan kepada anak-anak dapat dimulai dengan cara merawat diri dan kebersihan seperti kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari atau merapihkan tempat tidur sebelum memulai hari.
Selain itu, orang tua juga perlu memperkenalkan makanan sehat dengan gizi yang seimbang sedari kecil, terutama apabila telah diketahui riwayat penyakit menurun di keluarga seperti diabetes atau alergi. Perkenalkan juga beragam aktivitas fisik yang dapat dilakukan bersama secara jangka panjang untuk mengetahui minat dan bakat anak.

Tak hanya manfaat bagi kebugaran fisik saja, kita perlu untuk melatih keterampilan bersosialisasi agar memiliki hubungan baik dengan banyak orang yang dapat berdampak bagi anak-anak di masa depan. Memiliki rasa bersyukur terhadap hal-hal kecil juga membentuk pola pikir positif yang dapat bermanfaat bagi pembentukan mental anak-anak yang dapat berdampak bagi peningkatan kualitas hidup generasi mendatang.

Tentunya kita mengharapkan warisan baik tersebut untuk dapat terus bertahan hingga dewasa dan diturunkan sampai generasi selanjutnya. Namun, tidak dapat dipungkiri kemungkinan risiko negatif juga dapat mengiringi, salah satunya risiko penyakit menurun (herediter). Sehingga, penting untuk kita meminimalisir risiko penyakit dengan menerapkan pola hidup sehat saat ini untuk kemudian diadaptasi oleh penerus.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menumbuhkan kebiasaan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal satu tahun sekali. Terlebih apabila Anda telah mengetahui terdapat anggota keluarga yang mengidap penyakit herediter, medical check-up bermanfaat untuk memantau kondisi kesehatan terkini dan menentukan langkah pemeliharaan yang tepat.
Walaupun pada sebagian besar kasus penyakit herediter dapat diturunkan langsung, namun tidak sedikit juga pasien penyakit menurun berasal dari orangtua yang tidak memiliki penyakit. Untuk itu, dilakukan pemeriksaan genomik untuk prediksi risiko penyakit serta mengetahui langkah preventif dalam menekan terjadinya penyakit.

Investasi kebiasaan tersebut dapat dimulai saat ini dengan memanfaatkan program tahunan Be Healthy First dari Prodia demi mewujudkan #WarisanSehat jangka panjang. Prodia menyadari bahwa warisan bukan hanya berbentuk harta benda, tetapi juga gaya hidup sehat untuk menciptakan kebahagiaan yang lebih lama bersama anak, cucu, hingga cicit kelak.

Oleh karenanya, selama bulan Mei 2024 Prodia menyediakan keringanan biaya 20% untuk semua pemeriksaan dan keringanan 25% untuk Panel ProHealthy Life 1-4 untuk Anda yang membutuhkan medical check-up tahunan. Dengan pemeriksaan ini, pelanggan dapat mengakses hasil dengan format yang dapat dibaca oleh pelanggan secara mandiri melalui Smart Report.

Untuk pelanggan yang ingin melakukan pemeriksaan prediktif dan preventif Prodia juga menyediakan penawaran Buy One Get One untuk pemeriksaan genomik sampai tanggal 8 Mei 2024. Penawaran khusus juga dapat dinikmati oleh pelanggan meliputi paket khusus thalasemia dan lupus, konsultasi dokter, vitamin booster, vaksinasi, hingga pembelian program meal plan.

Seluruh rangkaian program ini tersedia melalui aplikasi U by Prodia atau datang langsung ke cabang Prodia terdekat. Jika pelanggan ingin melakukan pengambilan sampel di rumah juga dapat memanfaatkan fitur layanan Home Service. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.prodia.co.id atau hubungi Kontak Prodia melalui layanan WhatsApp 0855 1500 830 atau call center 1500 830 (syarat dan ketentuan berlaku).(r)

Artikel lainnya….

Pasca Penetapan Tersangka Dirut PT. GNE, Pemprov NTB Minta Direksi dan Komisaris Tetap Fokus Bekerja

OJK Dorong Penguatan Ekonomi Difabel dan PMI Purna di Bima

Kontes Ternak, Wabup Beri Apresiasi Kemajuan Peternakan di Dompu

Dukung “Senggigi Reborn”, Pelaku Hotel akan Gelar Event di Senggigi

0
Foto: ROADSHOW:  GM hotel di Senggigi saat menerima Kadispar Agus Gunawan yang melakukan kegiatan rutin roadshow ke para pelaku wisata. (Ekbis NTB/ist)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Untuk meramaikan Sengigigi, para pelaku usaha hotel di kawasan Sengigigi Lombok Barat akan menggelar sejumlah even. Hal ini bentuk kolaborasi dari pelaku usaha untuk membangkitkan kembali kawasan Sengigigi, sesuai tagline “Senggigi Reborn”.

Demikian komitmen beberapa GM (General Manager) hotel di Senggigi saat dikunjungi Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar) Agus Gunawan, Kamis 2 Mei 2024. Sejak beberapa waktu lalu, Kepala Dispar Lobar Agus Gunawan sudah melakukan kunjungan atau roadshow ke pelaku wisata di Lobar. Kegiatan ini akan terus dilakukan dalam rangka silaturahmi untuk membangun pariwisata Lobar.

“Kalau kunjungan langsung kayak gini, tentu suasana akan berbeda. Lebih santai, lebih intens, dan justru akan lebih efektif dibanding kita rapat-rapat gitu kan,” katanya saat mengunjungi Svarga Resort Lombok.Ada beberapa hal yang menjadi perhatian besar khsusnya kepada Kawasan Wisata Senggigi. Yakni, masalah kebersihan, penerangan, pedagang kaki lima dan lainnya.

Ia berharap melalui silaturahmi ini dapat meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan para pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat.“Kita diskusi, kembali ke dasar yaitu Sapta Pesona Pariwisata. Kita hidupin lagi jumat bersih, kita bersama-sama membersihkan daerah wisata kita ini. Kita tunjukkan kekompakan kita, mulai dari hal yang kecil untuk sesuatu yang besar nanti,” tegas Agus.

Selain itu, ia berharap agar setiap hotel memiliki minimal satu event untuk meramaikan Senggigi.“Seperti harapan Mas Menteri (Pariwisata,red) kemarin, dan harapan kita semua untuk mari berkolaborasi memperbanyak event di daerah wisata khususnya Senggigi dan Sekotong,” ujarnya.Sementara itu GM Svarga Resort Lombok Zul Padli mengapresiasi “roadshow” yang dilakukan Kadispar saat ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini akan mampu mensinergikan keinginan pemerintah dan para pelaku pariwisata.

“Hal ini merupakan awal yang baik karena baliau menjemput bola, turun ke bawah untuk mensosialisasikan apa yang menjadi keinginan beliau. Dan kita punya keinginan yang sama bahwa Senggigi ini harus reborn dengan karakter yang beda dari yang lainnya,” ungkap Zul.Tahun ini Svarga Resort akan menggelar satu buah event besar sebagai bentuk keberlanjutan dari event-event di tahun sebelumnya. Tahun lalu, Svarga menyelenggarakan sebuah event mixology non alkohol yang basenya dari bahan lokal.

Event itu terbilang sukses dan kebanyakan peserta merupakan barista hotel yang ada di Lombok dan Bali.“Next event kita berharap bisa bikin Senggigi Svarga Fashion Week yang mana kita bisa mengekspose fashion hijabers, muslim friendly, seperti konsepnya Svarga. Saya berharap ini bisa jadi daya tarik untuk para pecinta update fashion,” terangnya.

Zul menjelaskan, event akan digelar di pertengahan tahun selama tiiga hari. Di dalamnya akan ada fashion show, coaching clinic, kemudian bagaimana cara mensosialisasikan, mengajar desainer-desainer muda hingga bisa mendapatkan sesuatu yang baru. “Kita berharap ini bisa untuk menambah okupansi dan jadi daya tarik baru bagi wisatawan,” harap Zul.

Di tempat terpisah, GM Aruna Senggigi Resort & Convention, Aditya Maulana membocorkan sedikit informasi terkait event yang sedang disiapkannya.“Iya memang ini jadi acara tahunan di Aruna dan untuk mensupport event Lombok Barat juga, kita ada event Musik dan Live DJ juga di bulan Juli. Untuk lineup DJ nya siapa ya itu surprise lah nanti,” ungkapnya.“Nanti juga di event Moto GP kita juga ada event setiap hari. Event musik juga selama empat hari tiga malam,” tambahnya.(her)

Artikel lainnya….

Pelaku Usaha Pariwisata Berharap, Garuda Indonesia Jadi Jalan Tengah Tingginya Harga Tiket Pesawat ke Lombok

Pangdam Akui Potensi NTB Besar, Ketahanan Pangan Harus Dijaga

Pasca Penetapan Tersangka Dirut PT. GNE, Pemprov NTB Minta Direksi dan Komisaris Tetap Fokus Bekerja

Alih fungsi Lahan Pertanian Produktif Harus Dikendalikan

0
Muzihir (Ekbis NTB/dok)

Mataram (Ekbis NTB) – Kegiatan alihfungsi lahan pertanian, terutama lahan pertanian pertanian yang produktif menjadi atensi banyak pihak. Salah satu sektor yang menggerus lahan pertanian adalah pembangunan perumahan dan infrastruktur lainnya.

DPRD Provinsi NTB juga memberikan atensi terhadap persoalan ini. Terlebih Provinsi NTB memiliki Perda Nomor 10 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Regulasi tersebut harus menjadi acuan di dalam melakukan alihfungsi di lahan pertanian di NTB.

Wakil Ketua DPRD NTB H. Muzihir mengatakan, pihaknya juga melihat perubahan lahan-lahan pertanian yang produktif menjadi kawasan perumahan begitu cepat. Memang cukup dilematis. Di satu sisi, masyarakat butuh tempat tinggal, namun di sisi lain lahan pertanian menjadi berkurang. Sehingga acuan dari kebijakan ini adalah Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan tingkat provinsi NTB maupuan kabupaten/kota.

“Di situ lah sebagai kepala daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota memperhatikan ini. Ini yang saya lihat betul-betul tiap hari ya, pemandangan hari ini masih hijau, besok pagi sudah beton,” kata H. Muzihir kepada Suara NTB, Jumat 3 Mei 2024 kemarin.

Ketua DPW PPP NTB ini menilai, kawasan perumahan yang cukup pesat perkembangannya yaitu di sekitar Bypass satu atau dari Tembolak sampai bundaran Giri Menang Squere Lombok Barat. Menurutnya, alihfungsi lahan yang subur dan produktif ini harus dikendalikan. Sebaiknya, perumahan dibangun di lahan yang tak produktif.

“Harus direm ini. Sebab lahan produktif semua itu. Makanya harus direm. Kalau di wilayah Lombok Barat, terutama di kawasan bypass ini ya. Itu sudah terlelu padat,” katanya.

Asisten II Setda Provinsi NTB Dr. Fathul Gani sebelumnya mengatakan, secara akumulatif, sekitar 10 ribu hektare lahan pertanian di NTB mengalami penyusutan tiap tahunnya. Total lahan produktif sendiri di NTB sekitar 270.000 hektare.

Fathul Gani mengatakan, alih fungsi lahan di NTB faktornya banyak didominasi oleh pembangunan tempat tinggal atau perumahan. Ada juga pembangunan fasilitas umum lainnya.

“Kemarin dua tahun terakhir hampir 10 ribu hektare per tahun penyusutan lahannya,” kata Fathul Gani.

Meskipun bangunan perumahan banyak menggerus lahan pertanian produktif, ia tidak menafikan pembangunan perumahan merupakan suatu keniscayaan. Tapi paling tidak pembangunan diprioritaskan untuk lahan-lahan yang tidak produktif.

“Kita sama-sama menjaga lahan abadi kita untuk keberlanjutan generasi kita. Jadi kita bukan hanya mikirnya hari ini saja, tapi jauh ke depan. Kita harus persiapkan untuk generasi penerus kita, lahan pangan pertanian berkelanjutan,” jelasnya.

Mengenai penyusutan lahan produktif di NTB, kata Gani, harusnya menjadi atensi Pemerintah Kabupaten/Kota yang langsung berada di lapangan. Salah satunya dengan membuat regulasi. Pemerintah Kabupaten/Kota diminta membuat dan melaksanakan Peraturan Daerah (Perda) terkait Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Untuk meminimalisir kegiatan alih fungsi lahan produksi di NTB, perlu dilakukan optimalisasi terhadap lahan-lahan yang ada. Seperti mengoptimalkan irigasi agar bisa mengairi lahan-lahan pertanian. Sehingga, yang tadinya petani menanam padi satu kali, bisa jadi dua, dua kali bisa jadi tiga kali dalam setahun. Yang biasa tiga kali bisa jadi empat kali jika memungkinkan. “Kita pertahankan empat kali musim tanam untuk padi,” ujarnya. (ris)

Artikel lainnya….

Unizar Bersama BRIN Bahas Peran Aktor Ekonomi dalam Pengembangan Mandalika

Pupuk Subsidi untuk NTB Bertambah

Pelaku Usaha Pariwisata Berharap, Garuda Indonesia Jadi Jalan Tengah Tingginya Harga Tiket Pesawat ke Lombok

Jelang Idul Adha, Harga Bapok di Lobar Relatif Stabil

0
SIDAK PASAR - Pj Bupati Lobar, H. Ilham bersama TPID turun sidak pasar dan gudang Bulog untuk mengantisipasi Inflasi jelang musim haji dan Lebaran Idul Adha. (Ekbis NTB/ist)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berupaya mengendalikan inflasi jelang musim haji dan hari raya Idul Adha. Penjabat (PJ) Bupati Lobar, H.Ilham, M.Pd bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah tempat di antaranya pasar Gerung dan Gudang Bulog serta gudang distributor, Jumat 3 Mei 2024. Hasil sidak tersebut, harga bapok dan ketersediaan stok relatif aman.

Pj Bupati Lobar didampingi Asisten II Setda Lobar, H. Lalu Najamudin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan H Maksum, Kasat Pol PP, Kepala Dinas Kominfotik Ahad Legiarto dan sejumlah pejabat Lainnya. H. Ilham menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Lombok Barat harus sigap dalam mengantisipasi dan mengendalikan inflasi. Hal ini sebagai langkah Pemda Lombok Barat dalam menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan bahwa pihaknya bersama seluruh jajaran akan berupaya keras mengendalikan inflasi di Lombok Barat. “Tentu semangat sigap ini harus diturunkan dalam bentuk tindakan nyata seperti sidak pasar hari ini untuk mengetahui dan melakukan pengecekan terhadap harga harga kebutuhan pokok jelang musim haji dan hari raya Idul Adha,” ujarnya. Tradisi masyarakat saat musim haji dan jelang Idul Adha tentu menyebabkan harga harga berpotensi naik. Sehingga dibutuhkan langkah langkah tepat dalam mengendalikan inflasi harga.

Dari hasil pemantauannya bersama tim, harga masih relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Ia meminta agar kondisi ini dapat terus dipantau dan dicarikan langkah konkret apabila harga naik sehingga tidak terjadi inflasi. “Kami akan terus melakukan pemantauan harga dan tentu kami minta OPD terkait dapat mengantisipasi ini dengan sigap,” ujarnya. Beberapa Bapok yang dipantau oleh tim seperti beras, minyak goreng, gula, bawang, cabai, ikan, daging dan kebutuhan pokok lainnya.

Setelah turun Sidak pasar, TPID turun memantau ketersediaan stok beras di gudang bulog lembar. Dari pemantauan tersebut diperoleh bahwa stok beras masih tersedia hingga tiga bulan kedepan. (her)

Artikel lainnya….

Presiden Jokowi Panen Raya Jagung di Samota

Disumbang Kelompok Makanan dan Tembakau

Kawasan Terminal Mandalika Semrawut

105 Pelaku UMKM di Sumbawa Ikuti Program ‘Bale Berdaya’

0
BALE BERDAYA - Pembukaan program Bale Berdaya di Kabupaten Sumbawa. (EkbisNTB/ist)

Sumbawa Besar (Ekbis NTB) – Sebanyak 105 pelaku UMKM dari tujuh Kecamatan yang merupakan hasil seleksi program Bale Berdaya tahun 2024 yang diinisiasi oleh Kumpul. ID bersama PT Amman.

“Pendaftaran program ini dibuka sejak Februari 2024 dengan jumlah pendaftar mencapai 500 pelaku usaha, setelah melakukan proses seleksi hingga muncul 105 pelaku usaha,” kata Mega Prawita selaku managing direktor Kumpul.id, Jumat 3 Mei 2024.

Proses seleksi tersebut dilakukan dengan mengundang pelaku UMKM yang ada di Sumbawa. Sementara yang terpilih nantinya akan mengikuti pelatihan mengenai branding, packaging, strategi pemasaran.

“105 pelaku usaha itu nanti akan didampingi oleh mentor untuk membekali pelaku UMKM lokal dengan semua kebutuhan dalam menghadapi tantangan bisnis sektor UMKM,” ucapnya.

Mega menambahkan, program Bale Berdaya terbuka untuk semua sektor UMKM yang beroperasi di Sumbawa. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kewirausahaan yang tidak hanya menjadi tempat para pelaku UMKM lokal bisa belajar dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan.

“Kita juga berharap pelaku UMKM ini bisa memiliki jaringan bersama pelaku ekosistem lainnya. Sehingga saling terkoneksi sehingga dapat mengelola usaha dengan lebih efektif dan menghasilkan produk berkualitas tinggi,” ucapnya.

Priyo Pramono selaku Vice President Social Impact AMMAN mengatakan, peluncuran program Bale Berdaya melibatkan pemangku kewirausahaan UMKM dan pemerintah daerah diharapkan bisa memberikan hasil maksimal. Sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan.

“Melalui inisiasi dan kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat ekonomi Sumbawa melalui pemberdayaan dan meningkatan kapasitas UMKM, membantu meningkatkan pendapatan,” ucapnya.

Bupati Sumbawa, H. Mahmud Abdullah, dalam sambutannya mengatakan, sektor UMKM di Sumbawa memiliki banyak produk yang potensial. Seperti kopi, madu, manjareal, dan lain-lain, yang perlu pembinaan untuk semakin berkembang, baik dari aspek produksi maupun pemasarannya.

“Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumbawa,” ujarnya.

Mo melanjutkan, kontribusi sektor UMKM berpotensi terus tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan akan produk lokal, berkembangnya sektor pariwisata. Sehingga mampu mendukung pemerintah maupun swasta yang berkesinambungan.

“Upaya kolektif dari berbagai pihak berperan penting dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi UMKM lokal, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas, kualitas, dan produktivitas,” sebutnya.

Pemerintah daerah dan perusahaan swasta telah meluncurkan berbagai program dan inisiatif untuk mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Sumbawa. Seperti pelatihan, pendampingan, serta akses ke permodalan dan pemasaran. Hal ini juga semakin didukung oleh ekosistem kewirausahaan yang dapat memberikan akses terhadap sumber daya yang dimiliki.

“Pelatihan, serta jaringan yang memungkinkan UMKM untuk tumbuh dan berkembang secara baberkelanjutan serta meningkatkan daya saing mereka, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal,” tambahnya.

Berdasarkan data dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini terdapat lebih dari lebih dari 5.500 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Sumbawa. Para pelaku usaha yang didominasi oleh sektor usaha dari bidang makanan dan minuman, tekstil, kerajinan tangan, dan pariwisata ini, berperan penting dalam menggerakan roda perekonomian daerah dan penciptaan lapangan kerja. (ils)

Artikel lainnya….

Krisis Air Bersih Masih Jadi Persoalan di Wilayah Lotim Selatan

Disumbang Kelompok Makanan dan Tembakau

Pasca Penetapan Tersangka Dirut PT. GNE, Pemprov NTB Minta Direksi dan Komisaris Tetap Fokus Bekerja