Monday, April 20, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 387

Jelang GT World Challenge Asia 2025, MGPA Upgrade Kemampuan Marshal Sirkuit Mandalika

0
Saat ini Sirkuit Mandalika sendiri sudah memiliki marshal hingga racing committee yang berpengalaman dalam penyelenggaraan ajang balap dunia seperti MotoGP. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) –  Gelaran GT World Challenge Asia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit tinggal sekitar dua bulan lagi. Persiapan menyambut gelaran balap mobil pertama di Sirkuit Mandalika tersebut sudah mulai dilakukan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku penyelanggara.

Selain persiapan dari sisi sirkuit, kemampuan dan kesiapan personel yang akan bertugas nantinya juga turut di up grade. Dengan memberikan pelatihan intensif khusus bagi marshal dan racing committee.

Saat ini Sirkuit Mandalika sendiri sudah memiliki marshal hingga racing committee yang berpengalaman dalam penyelenggaraan ajang balap dunia seperti MotoGP. Tetapi itu untuk balapan roda dua. Sementara GT World Challenge Asia merupakan ajang balap roda empat. Sehingga butuh di up grade agar sesuai dengan kategori balapan yang diselenggarakan.

“Sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar keselamatan balap, MGPA menyelenggarakan pelatihan intensif bagi para marshal dan racing committee. Ini semua untuk memastikan kesiapan mereka dalam menangani berbagai skenario di lintasan nantinya,” ungkap Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, dalam keterangnya, Selasa 4 Maret 2025 kemarin.

MGPA sendiri melibatkan lima orang Chief Rescue & Recovery Marshal dan enam Chief Track Maintenance. Ditambah tujuh Racing Committee serta 20 Chief Sector Marshal. Sehingga total yang mendapat up grade sebanyak 38 orang. Di bawah bimbingan langsung dari Taqwa Suryo Swasono, owner bengkel spesialis performa garden speed yang juga Direktur Teknik Olahraga Mobil IMI Pusat selama dua periode. Dengan materi khusus aspek keselamatan dan teknis.

Sementara untuk materi teknis otomotif pelatihan diberikan Michael A. Andries, penggagas bengkel spesialis mesin balap M tuning. “Pelatihan digelar dalam dua sesi, In-Class Training dan Field Training,” sebut Priandhi.

Dengan kegiatan In-Class Training mencakup regulasi balap mobil nasional, prosedur evakuasi kendaraan yang aman dan penggunaan alat komunikasi dalam balapan. Termasuk pemberian pemahanan terkait arti bendera balap serta teknik pemadaman api pada mobil yang terbakar. Yang kemudian dipraktekkan langsung dilapangan di kegiatan Field Training dengan focus pada latihan evakuasi pembalap saat terjadi insiden di lintasan.

Ia menegaskan kalau up grade tersebut penting untuk memastikan kelancaran GT World Challenge Asia 2025 yang bakal berlangsung pada tanggal 9-11 Mei 2025 mendatang. Dengan memberikan pemahaman yang mendalam tentang keselamatan dan regulasi balap mobil kepada para petugas yang akan diterjunkan diajang balapan itu nantinya. “Dengan standar yang tinggi dalam persiapan ini, kami optimis dapat menyelenggarakan GT World Challenge Asia 2025 dengan sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi pembalap serta seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.

Seluruh petugas yang dilibatkan nantinya merupakan marshal yang berasal dari tenaga kerja lokal. Itu sebagai wujud komitmen MGPA dalam pemberdayaan masyarakat sekitar. “MGPA juga memperluas cakupan pelatihan dengan menggandeng tim medis RSUD Provinsi NTB serta tim ekstrikasi Basarnas Mataram untuk mendukung persiapan Rescue & Recovery selama perlombaan nantinya,” tutup Priandhi. (kir)

Hari Pertama Kerja, Bupati Amar Sidak Pasar Tanah Mira Taliwang

0
Bupati H Amar Nurmansyah saat melaksanakan Sidak ke Pasar Induk Tanah Mira, Taliwang, Selasa 4 Maret 2025(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah membuka agenda kerja hari pertamanya, Selasa 4 Maret 2025 kemarin, dengan turun lapangan. Adapaun kegiatannya yakni melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Induk Tanah Mira, Taliwang.

Sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan stok bahan pokok serta meninjau kestabilan harga di bulan Ramadan. Selain juga menjadi langkah awal dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menghadapi bulan suci Ramadan yang kerap diwarnai dengan lonjakan harga kebutuhan pokok.

Dalam kunjungannya itu H. Amar didampingi Asisten II, Suhadi dan Asisten III, H Syaifuddin. Selain itu turut juga Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, Suryaman dan Kepala Dinas Ketahanan pangan Amin Sudiono.

H. Amar dalam penyampaiannya menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga harga tetap stabil agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani. “Hari ini saya ingin memastikan sendiri bahwa stok pangan di Pasar Tanah Mira aman dan harga-harga tidak mengalami lonjakan yang signifikan,” ujarnya saat berdialog dengan para pedagang dan pembeli di Pasar Tanah Mira.

Sepanjang inspeksinya, H. Amar menyusuri lorong-lorong pasar. Sesekali ia tampak bercengkrama secara langsung dengan para pedagang.

Dari hasil inspeksi, ditemukan bahwa harga sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, dan daging masih dalam batas wajar. Namun untuk bahan pangan seperti cabai didapati mengalami kenaikan harga yang sangat tinggi. Melihat kondisi itu H Amar pun langsung meminta Dinas Ketahanan Pangan untuk segera melakukan operasi pasar.

“Dinas Ketahanan Pangan harus tangani ini dengan segera melakukan operasi pasar,” kata Bupati memerintahkan Amin Sudiono, kepala Dinas Ketahanan Pangan yang turut dalam kegiatan Sidak.

“Insyaallah Operasi Pasar akan kami laksanakan besok, Rabu, 5 Maret 2025 bertempat di Alun-alun Kota Taliwang,” jawab Amin Sudiono menanggapi permintaan bupati itu.

Selain memantau harga dan stok bahan pokok, H. Amar juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyapa warga serta mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi mereka. Cara Bupati ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat yang berharap adanya solusi konkret dari pemerintah daerah terkait stabilitas harga pangan. (bug)

Pemkab Lakukan Pasar Murah, Harga Cabai di Lobar Tembus Rp200 Ribu Per Kilogram

0
Tanaman cabai di wilayah Narmada yang siap dipanen. Sekarang ini harga cabai di pasar tembus Rp200 ribu per kilogram. (ekbisntb.com/ist)

Harga cabai di Lombok Barat (Lobar) pada awal-awal puasa ini meroket. Saat ini harga cabai menebus kisaran Rp160 hingga Rp200 ribu per kilogram. Langkah antisipasi dilakukan Pemkab Lobar dengan turun memantau harga, kemudian berencana melakukan operasi pasar atau bazar pangan murah. Pemkab melalui Dinas Pertanian juga telah menanam cabai di sejumlah wilayah di Lobar.

Masnah seorang pedagang cabai di pasar Gerung mengeluhkan harga cabai yang belum normal.“Sudah dari sejak beberapa pekan terakhir harganya naik, sekarang malah naik sampai Rp200 ribu,” terangnya.

Mahalnya harga cabai membuat pembeli kurang. Terpaksa ia harus  mengurangi stok jualan untuk mengantisipasi kerugian.

“Biasanya saya bawa dua kuintal ke pasar, sekarang hanya satu kuintal. Kan repot nanti kalau cabai saya tidak laku semua, malah rugi karena busuk,” ujarnya.

Selain itu kata Masnah, pelanggannya juga enggan membeli cabai karena harganya yang mahal. Mereka lebih memilih membeli cabai kering karena dianggap lebih murah.

“Kita jual dua-duanya, karena ada saja nanti yang mau beli,” imbuhnya.

Mahalnya harga cabai bukan hanya dikeluhkan pedagang. Pedagang kerupuk bernama Nuraini (43) juga mengaku terdampak kenaikan harga cabai.“Kalau kita pakai bumbu untuk kerupuk ini pakai cabai, sementara harga cabai mahal,” ungkapnya.

Nuraini berharap harga cabai segera stabil, mengingat kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi terutama untuk mencukupi kebutuhan bumbu dapur mereka di rumah. “Kita harap agar harganya stabil itu saja. Tidak harus murah, karena belum kita berbicara kebutuhan dapur untuk jualan kerupuk ini saja kan masih jauh dari kata untung,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Lobar H. Maksum mengakui harga cabai melonjak. Langkah antisipasi pun sudah dilakukan pihaknya dengan turun sidak ke pasar maupun gudang. Selanjutnya  pihaknya sedang berkoordinasi dengan Bulog dan BI untuk melakukan kegiatan pasar murah. “Kita kerjasama dengan BI untuk melakukan operasi pasar murah ini sedang kami koordinasikan,”kata dia.

Pihaknya telah membuat surat koordinasi tersebut untuk ditandatangani Sekda. Upaya lain yang dilakukan, Pihaknya juga meminta champion Lobar dari Lotim untuk mendroping cabai ke Lobar. (her)

Wujudkan Swasembada Pangan, Bupati Lotim Genjot Distan dan Disnakeswan

0
Bupati Lotim H. Haerul Warisin saat berkunjung ke Dinas Pertanian, Selasa 4 Maret 2025. (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, Selasa 4 Maret 2025 mendatangi Dinas Pertanian (Distan) dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan). Dua dinas ini disebut sebagai andalan karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Dua dinas tersebut akan digenjot Bupati Lotim guna mewujudkan Lotim swasembada pangan.

Sektor rumpun hijau ini diakui Bupati Lotim menjadi penyumbang tertinggi juga dalam pertumbuhan ekonomi Lotim. Mengingat hal itu, sektor pertanian di era kepemimpinanya di Lotim akan jadi atensi serius.

Pertanian disebut sektor andalan karena sebagai produsen pangan. Mulai dari beras, jagung dan sayuran. Karena itu, konsentrasinya akan ditingkatkan untuk memperhatikan sektor pertanian pangan. Kedua, peternakan juga dinilai andalan karena bicara daging, telur dan sumber pangan hewani lainya.

Kebutuhan masyarakat akan pangan hewani dan nabati ini sangat banyak. “Sehingga kalau pertanian dan peternakan ini tidak tidak genjot, tidak kita perhatikan maka akan didatangkan dari daerah lain,” ucapnya.

Banyak lahan di Kabupaten Lotim yang masih nganggur, sehingga masalahnya harus dicari. Menurutnya, jika masalahnya air, maka harus carikan sumbernya. Jika tidak ada irigasi teknis, maka bisa membuat sumur bor dan menarik air juga dengan mesin. ‘’Pastikan ke depan, produksi padi, jagung dan kedelai terus berkembang,’’ ujarnya.

Bupati menegaskan tidak ingin mendatangkan pangan dari daerah lain. Sebaliknya, komitmen pengembangan yang dilakukan akan membuat Lotim justru sebagai daerah yang bisa menyuplai kebutuhan daerah lain.

Fakta selama ini,  sapi asal Lotim ini banyak dibeli oleh daerah lain di luar Lotim. Daging, telur banyak dari Lotim memenuhi kebutuhan di kabupaten/kota lainnya. Meski belum bisa diklaim susah bisa swasembada daging, namun faktanya sejauh ini Lotim sudah mampu sebagai penyuplai kebutuhan daerah lain.

“Akan kita lihat nanti, berapa jumlah stok sapi yang kita punya sehingga bisa kita hitung kebutuhan dan menjadi daerah swasembada sapi,” paparnya. Pastinya akan rasionya.

Telah diminta kepada Dinas Peternakan agar melakukan seleksi ketat terhadap sapi yang didatangkan dari luar daerah. Harus tetap jaga kesehatan ternak dari penyakit menular.

Bupati mendorong untuk dilakukan terus inseminasi buatan (IB) ternak sapi agas populasi ternak sapi terus bertambah. Bupati juga tekankan untuk jaga ternak ayam baik pedaging maupun petelur.

Ketersediaan stok yang ada sekarang dikatakan belum membanggakan. Saat nantinya makan bergizi gratis (MBG) makin digencarkan, khawatirnya permintaan daging dan telur dan produk pertanian lainnya membludak maka akan kewalahan melayani. “Jangan terlalu cepat puas sekarang,” imbuhnya.

Kabupaten Lotim ingin menjadi contoh bagi daerah lain. Lotim bisa menyediakan secara mandiri semua kebutuhan pangannya dan berlebih. Kepada Dinas Pertanian dan Peternakan diminta juga agar berinovasi agar mengasikkan prudksi yang melimpah dan wujudkan swasembada. (rus)

Lonjakan Harga Cabai, Distan Lotim Pastikan Petani Tidak Ada Gagal Panen

0
Tanaman cabai di Lotim yang siap dipetik. Namun, terjadi penurunan produksi cabai akibat cuaca yang tidak menentu. (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sebagai salah satu sentra produksi cabai nasional turut merasakan lonjakan harga. Saat ini di tengah petani sudah tembus Rp 150 ribu per kilogram. Selain karena permintaan tinggi, lonjakan harga cabai terjadi karena merosotnya produksi. Meski begitu, di Kabupaten Lotim dipastikan Dinas Pertanian (Distan) tidak ada petani yang alami gagal panen.

Menjawab Ekbis NTB di ruang kerjanya, Selasa 4 Maret 2025, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Fathul Kasturi menyebutkan petani di Kabupaten Lotim mulai menanam cabai pada Oktober 2024 lalu. Luas areal tanam dicatat 193,9 hektarr (ha). Bulan November 171,1 ha. Desember 224,3 ha. Laporan terakhir bulan Januari 421,5 ha.

Rata-rata produktivitas lahan pertanian cabai di Lotim bisa tembus 4 ton per hektar. Estimasi panen minimal 7 kali dalam satu musim tanam.  Mengingat perkembangan cuaca, tanaman cabai ini banyak yang rusak. Serangan virus layu pusarium paling banyak terjadi. Kondisi inilah yang menyebabkan produksi cabai merosot. “Jadi bukan karena gagal panen, tapi produksi yang berkurang,” tegasnya lagi.

Menurutnya, penurunan hasil prduksi cabai Lotim ini bisa mencapai 50 persen dari hasil panen. Situasi lonjakan harga terjadi saat ini dinilai tidak mengenal daerah sentra produksi. Pasalnya, lonjakan harga cabai ini terjadi secara nasional.

Harga cabai fluktuatif tergantung pasar induk Keramat Jati Jakarta. Sejauh ini, ketika terjadi lonjakan harga di Pasar Induk Jakarta itu, langsung berdampak ke seluruh daerah. Termasuk Lotim meski dikenal sebagai sentra produksi.

Diketahui, Lotim memiliki champion cabai. Kehadiran champion juga bertujuan untuk stabilitas harga cabai secara nasional. Didatangkannya cabai dari Jawa juga untuk mempercepat stabilisasi harga cabai.

Kehadiran cabai dari Pulau Jawa diyakini tidak akan mampu menyaingi kualitas cabai Lombok. Mamiq Kasturi menilai, dari segi rasa cabai Lombok ini jauh lebih pedas dan manis.

Fluktuasi harga cabai ini diakui paling cepat. Terbilang terjadi perubahan setiap hari. Katanya, berdasarkan hitungan analisa bisnis tanaman cabai sudah cukup menggembirakan petani ketika harganya Rp 15 ribu per kilogram.

Biaya produksi per batang cabai ini hanya membutuhkan Rp 1.500. Nilai tersebut sudah mencakup semua biaya produksi, termasuk ongkos petik dan semacamnya. Kalau harga Rp 10 ribu saja, maka petani sudah untung Rp 8 ribu.

Berikutnya, untuk budidaya tanaman cabai yang tahan cuaca ekstrem Dinas Pertanian coba hadirkan bantuan green house. Tahun 2024 lalu diadakan green house tanaman cabai. Satu unit untuk 5 are. Bantuan ini cukup efektif agar tanaman cabai tidak cepat rusak karena kondisi cuaca.

Terpisah, petani cabai di Desa Tirtanadi, Jayadi berharap harga cabai ini terus mahal. Sudah saatnya petani menikmati hasil kerjanya.

Budidaya cabai di tengah kondisi cuaca hujan sekarang ini tidaklah mudah. Cabai bisa tetap produksi ini karena diperlakukan lebih. Mulai dari obat-obatan. Ada obat khusus yang disemprotkan. Mulai dari bunga hingga buahnya dapat matang sempurna agar tidak mudah terserang penyakit.

Tidak sedikit petani cabai ini tidak dapat apa-apa karena rusak terguyur air hujan terus menerus. Ada yang hanya bisa sekali panen lalu semua tanaman cabainya mati.

Mahalnya harga cabai ini juga tidak selamanya membuat petani ceria. Pasalnya, ancaman pencurian kerap terjadi. Petani pun terpaksa menyambangi cabainya setiap malam. Praktik pencurian cabai saat ini tidak dengan memetiknya. Akan tetapi ada yang langsung dengan memotong tangkainya dan dimasukkan langsung ke dalam karung. Mahalnya harga cabai membuat pencurian cabai menjadi marak terjadi.(rus)

Dorong Operasi Pasar Cabai

0
Siti Fitriani Bakhreisyi(ekbisntb.com/ist)

MEMASUKI bulan suci Ramadan, masyarakat di berbagai daerah mulai merasakan kenaikan harga bahan pangan yang signifikan. Padahal, pemerintah pusat telah mengimbau agar tidak ada kenaikan harga bahan pangan selama bulan Ramadan. Bahkan, jika ada pihak yang menaikkan harga secara sepihak, mereka dapat dikenakan sanksi hukum.

Namun, kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Siti Fitriani Bakhreisyi, kepada Ekbis NTB di DPRD Kota Mataram, Selasa 4 Maret 2025 kenyataan di lapangan justru berbeda. Pipit, sapaan akrabnya, turun langsung ke pasar dan menemukan bahwa harga beberapa komoditas utama mengalami lonjakan drastis. “Kemarin saya turun langsung ke pasar, harga sudah mencapai Rp150 ribu per kilogram. Hari ini, katanya sudah mencapai Rp200 ribu. Ini sangat mengkhawatirkan masyarakat kita,” ujarnya.

Salah satu bahan pangan yang mengalami kenaikan signifikan adalah cabai. Kenaikan harga cabai dinilai sangat berdampak bagi masyarakat karena merupakan bahan utama dalam masakan sehari-hari. “Cabai ini sudah menjadi kebutuhan pokok di dapur. Kalau tidak ada sambal, rasanya kurang lengkap,” ucap politisi Partai Nasdem ini.

Melihat situasi ini, Pipit menekankan pentingnya operasi pasar dan pengawasan terhadap penyebab kenaikan harga, termasuk dari tingkat petani hingga pedagang. “Kita perlu melakukan kontrol dan cross-check untuk mengetahui penyebab kenaikan harga ini, apakah berasal dari petani atau ada faktor lain,” imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah mereka untuk bercocok tanam. “Saya melihat sudah banyak pemuda yang mulai memanfaatkan halaman rumah untuk menanam cabai, tomat, dan bawang. Ini adalah langkah yang baik untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan pasar dan menstabilkan harga,” ujarnya.

Pipit meminta dukungan dari Dinas Pertanian serta pemerintah daerah untuk memberikan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat, terutama kelompok wanita tani (KWT), agar semakin banyak warga yang bisa bercocok tanam secara mandiri. “Kami dari Dewan siap mendukung segala bentuk program yang dapat membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga ini,” kata anggota dewan dari daerah pemilihan Selaparang ini.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, sementara pemerintah terus berupaya menjaga kestabilan harga di pasaran.(fit)

Distan Minta Cabai Jawa Didatangkan Tekan Lonjakan Harga

0
H. Irwan Harimansyah. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah justru kebingungan harga cabai di pasar tradisional mencapai Rp210 ribu perkilogram. Kondisi ini dinilai tidak normal, sehingga diminta mendatangkan cabai dari Pulau Jawa guna menekan lonjakan harga. “Jujur ini yang membuat saya bingung. Kok bisa harga cabai bisa mencapai Rp210 ribu perkilogram,” katanya dikonfirmasi pada, Selasa 4 Maret 2025.

Pihaknya berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Bank Indonesia, untuk mengintervensi. Langkah paling cepat adalah mendatangkan pasokan cabai rawit dari daerah penyangga. Diantaranya, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat. Pun terjadi kondisi yang sama, maka disarankan Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat mendatangkan cabai rawit dari Pulau Bali atau Pulau Jawa. “Setidak-tidaknya bisa mendatangkan dari daerah penyangga,” ujarnya.

Irwan, juga Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram ini, mengkhawatirkan lonjakan harga cabai ini berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Kota Mataram. Ia melihat karakteristik masyarakat di Pulau Lombok sangat ketergantungan dengan komoditi cabai rawit. Artinya, lonjakan harga pasti akan berpengaruh signifikan. “Orang Lombok kalau tidak ada cabai bisa ndak makan,” katanya.

Di satu sisi, ia menyadari lonjakan harga ini dipicu pasokan cabai dari petani merosot. Hal ini disebabkan gagal panen akibat cuaca ekstrem beberapa pekan sebelumnya.

Kendati demikian, pengendalian terhadap lonjakan harga cabai sebenarnya telah dianjurkan kepada petani maupun masyarakat. Salah satunya menggencarkan menanam cabai di lahan pekarangan. Gerakan tanaman cabai ini, menjadi program Tim Penggerak PKK dan Dharma Persatuan Wanita Kota Mataram serta Bank Indonesia. Selain bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat, juga menekan terjadinya inflasi akibat mahalnya harga cabai. “Sebenarnya dari dulu kita sarankan masyarakat untuk menanam cabai,” katanya. (cem)

Catat Rekor Harga Tertinggi

0
Baiq Nelly Yuniarti. (ekbisntb.com/era)

HARGA cabai rawit di Provinsi NTB semakin merangkak naik dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa 4 Maret 2025, harga cabai di Pasar Induk Kebon Roek Kota Mataram mencapai Rp180 ribu per kg. Dinas Perdagangan Provinsi NTB memandang bahwa harga cabai yang tinggi ini telah mencatat rekor baru.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, tingginya harga cabai saat ini disebabkan oleh faktor cuaca yang menghambat panen cabai secara optimal selama Ramadan.

“Iya, harga yang mendekati 200 ribu bisa dikatakan rekor baru dalam lima tahun terakhir. Target panen cabai kita terganggu, yang seharusnya panen sekian ton malah mundur,” kata Baiq Nelly Yuniarti kepada wartawan, Selasa 4 Maret 2025.

Nelly juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mendatangkan lima ton cabai dari luar daerah untuk mengatasi tingginya harga cabai di NTB. Cabai yang berasal dari Jawa tersebut banyak yang menjualnya seharga Rp160 ribu kg di pasar. Namun untuk cabai varietas lokal sudah mendekati angka Rp200 ribu pr kg.

“Lima ton cabai kita datangkan dari Jawa telah didistribusikan dengan jatah sekitar 14 kilogram per pedagang,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perbedaan harga ini disebabkan oleh preferensi konsumen yang memilih cabai dengan harga lebih murah di pasar. “Saran saya, kurangi dulu penggunaan cabai,” imbuhnya.

Situasi harga cabai yang mahal ini tidak hanya terjadi di NTB, tetapi juga di daerah lain, sehingga menjadi persoalan secara nasional. Ia memandang perlunya perencanaan yang baik dalam penggunaan alat pertanian untuk mengatasi masalah ini.

Dalam upaya mengendalikan harga, Dinas Perdagangan NTB akan terus bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk menggelar operasi pasar di sejumlah titik. Beberapa waktu lalu, operasi pasar yang menyediakan komoditas cabai yang berasal dari champion Bank Indonesia dijual dengan harga nol rupiah, namun dengan menggunakan QRIS.

“Kemarin sudah kita laksanakan di Kota Mataram, cabai itu untuk seperempatnya nol rupiah yang penting bayarnya pakai QRIS,” jelas Nelly. Ia berharap operasi pasar ini bisa dilaksanakan di seluruh NTB.

Sementara itu, Hamdani, seorang pedagang di Pasar Kebon Roek Kota Mataram, mengaku bahwa harga cabai yang mencapai Rp180 ribu per kg sudah terjadi sejak tanggal 28 Februari lalu. “Warga belinya sedikit-sedikit, 5-10 ribu,” kata Hamdani, menggambarkan dampak harga tinggi terhadap daya beli masyarakat.(ris)

Terdampak Cuaca, Lahan Panen Cabai di NTB Turun 75 Persen

0
Muhammad Taufieq Hidayat (ekbisntb.com/ris)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB menyatakan luas kawasan panen cabai di NTB mengalami penurunan karena terdampak oleh cuaca. Lahan panen cabai diklaim turun sekitar 75 persen dari 2000 hektare areal penanaman cabai. Sehingga sekitar 500 hektare saja kawasan yang mampu dipanen.

Kepala Distanbun Provinsi NTB,  Muhammad Taufieq Hidayat mengatakan, hanya sekitar 25 persen lahan cabai yang bisa dipanen. Kondisi inilah yang menyebabkan harga cabai di pasaran menjadi lebih mahal.

“Ada penurunan produksi kita sekitar 75 – 80 persen lahan tak berporduksi cabai kita. Bukan gagal panen, ini karena cuaca. Jadi bunga cabai tak bisa jadi buah karena curah hujan tinggi,” Muhammad Taufieq Hidayat kepada wartawan, Rabu 4 Maret 2025 kemarin.

Ia mengatakan, dalam kondisi normal, lahan seluas 2000 hektare bisa menghasilkan sekitar 10 ribu ton cabai per minggu. Angka tersebut dinilai melebihi kebutuhan lokal, sebab kebutuhan lokal sekitar 200 ton per minggu.

Selain untuk kebutuhan dalam daerah, cabai asal NTB juga banyak dikirim ke luar daerah karena di harga cabai di luar daerah lebih dahulu naik daripada di NTB. Sehingga pengusaha banyak yang mengirim komoditas tersebut ke konsumen luar.

“Produksi sekarang mungkin terkirim ke luar daerah. Di 28 Februari di kita masih 98 ribu per kg harganya kan, seminggu sebelumnya masih 75 ribu per kg. Namun di luar sudah tinggi, sudah di atas 100 ribu. Sehingga orang mengirim ke luar,” kata Taufieq.

Kedepan, pihaknya menginginkan agar ada offtaker cabai di dalam daerah yang melakukan hilirisasi cabai, sehingga konsumsi cabai tak hanya dalam bentuk buah cabai, namun dalam bentuk curah, serbuk dan lainnya.

“Kalau petani, karena tak ada keterikatan dengan pihak-pihak lain, mereka boleh saja kirim ke luar daerah. Di mana ada harga tinggi, dia akan kejar ke sana,” ujarnya. (ris)

OJK NTB Terima 16 Laporan Korban Scamming, Kerugian Hampir Rp2,5 Miliar

0
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menerima 16 laporan kasus penipuan keuangan atau scamming dengan total kerugian hampir Rp2,5 miliar. Mayoritas korban tertipu oleh modus investasi bodong dan layanan keuangan palsu yang dilakukan oleh pelaku dengan menyamar sebagai profesional di industri keuangan.

Kepala Subbagian IKNB & PM OJK NTB, Muhammad Abdul Mannan, mengungkapkan bahwa laporan-laporan tersebut diterima langsung oleh OJK NTB. Menindaklanjuti laporan tersebut, OJK mendampingi korban dalam proses pelaporan ke layanan anti-scamming melalui email iasc@ojk.go.id.

“Mereka melaporkan langsung ke OJK, dan kami mendampingi mereka dalam proses pelaporan ke Satgas. Karena dalam Satgas ini, termasuk OJK,” ujar Mannan di kantor OJK NTB, Selasa, 4 Maret 2025.

Saat menerima laporan, OJK segera berkoordinasi dengan Satgas untuk melakukan verifikasi, termasuk mengecek apakah dana korban masih tersimpan di rekening penerima atau telah berpindah tangan. Namun, berdasarkan hasil penelusuran, sebagian besar dana korban sudah tidak berada di rekening penerima.

“Jika dana masih ada, tentu bisa segera diblokir. Oleh karena itu, kecepatan pelaporan menjadi kunci utama dalam upaya penyelamatan dana korban,” tambahnya.

Secara global, data dari GASA.org menunjukkan bahwa seperempat populasi dunia pernah menjadi korban scamming. Dalam setahun, total kerugian akibat kejahatan ini mencapai 1,3 triliun dolar AS. Fakta ini menunjukkan bahwa ancaman penipuan keuangan semakin meluas dan dapat menimpa siapa saja.

Modus scamming yang sering terjadi antara lain meminta One-Time Password (OTP), peretasan (hacking), penyebaran aplikasi undangan pernikahan palsu melalui WhatsApp, serta penipuan berkedok investasi. Korban umumnya mengalami kerugian setelah mengirimkan dana melalui penyedia layanan pembayaran seperti ShopeePay atau GoPay.

Maraknya kasus scamming di Indonesia mendorong OJK untuk meluncurkan Indonesian Anti Scam Center (IASC) atau Pusat Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan. Tujuan pembentukan IASC adalah mempercepat penanganan laporan penipuan di sektor keuangan secara lebih efektif.

IASC merupakan forum koordinasi antara OJK, anggota Satgas PASTI, dan pelaku industri jasa keuangan untuk menangani kasus penipuan (scam) dengan cepat dan memberikan efek jera. Melalui IASC, penyedia jasa keuangan dapat berkoordinasi dalam menunda transaksi, memblokir rekening yang terindikasi penipuan, mengidentifikasi pihak-pihak terkait, serta mengupayakan pengembalian dana korban yang masih tersisa. Selain itu, IASC juga berperan dalam mendukung proses penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan keuangan.

Platform IASC dapat diakses dengan mudah melalui perangkat ponsel, sehingga diharapkan korban segera melaporkan kasus yang dialaminya. Kecepatan pelaporan sangat berpengaruh terhadap kemungkinan penyelamatan dana korban.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Layanan Konsumen OJK di 157 atau melalui email iasc@ojk.go.id. OJK juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap tawaran investasi yang tidak jelas dan segera melapor jika merasa menjadi korban penipuan.(bul)