Monday, April 20, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 386

Tanam Cabai di Lahan Kering

0
Wahyudin (ekbisntb.com/dok)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mengakui dampak cuaca yang belakangan ini sering hujan berdampak pada produksi cabai. Hal ini tidak saja terjadi di NTB, tapi secara nasional. Akibatnya harga cabai di pasaran melambung tinggi.

Melambungnya harga cabai ini ungkap Kepala BPS NTB Drs. Wahyudin, berpengaruh juga terhadap daya beli masyarakat. Apalagi ketersediaan cabai di pasaran juga terbatas. Dalam hal ini, pihaknya memberikan apresiasi pada pengusaha cabai yang ingin menambah stok cabai dengan mendatangkan cabai dari luar daerah.

“Kita di sini (NTB, red) produknya belum terlalu banyak, sehingga tidak bisa menutupi harga cabai yang sekarang katanya sudah mencapai Rp200 ribu per kilogram,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB, kemarin.

Diakuinya hujan yang turun belakangan ini mempengaruhi produksi cabai. Sementara jika cabai kalau ditanam di sawah dan tergenang air hujan, pertumbuhannya terganggu.

“Tergenang air cabai tidak bisa berproduksi. Makanya cabai harus dikembangkan di daerah lahan lahan kering pada musim hujan,” tambahnya.

Di satu sisi, konversi lahan pertanian juga berpengaruh terhadap produksi hasil pertanian, termasuk cabai. Menurutnya luas sawah sekarang ini berdasarkan data Kementerian ATR/BPN mengunakan data tahun 2018-2019 dan tahun 2024 sudah keluar aturan mengenai luas baku yang baru. ‘’Cuma untuk tahun 2025,’’ terangnya.

Meski demikian, dirinya tidak tahu persis lahan yang beralih fungsi di NTB. Namun, secara kasat mata di sepanjang jalan bypass yang dulunya adalah lahan pertanian.  ‘’Sekarang sudah berubah “tumbuh beton” di lahan persawahan,’’ selorohnya.

Sekarang ini, terangnya, ada istilah demplot atau poligon dari Kementerian Pertanian dalam mengatasi masalah alih fungsi lahan. Di NTB,  ada 1.900 lebih poligon yang tersebar. Namun, saat pihaknya mengecek keberadaan poligon di lapangan sebanyak 1.000 atau 60 persen, penambahan tanaman hanya sedikit.

‘’Yang diperkirakan dari 1.900 poligon itu sekitar 5.000 an hektar. Yang 1.000 lebih kita cek, baru 534 hektar yang seharusnya 5.000 an hektar. Ada poligon yang tidak ada lahan sawahnya. Di Kota Mataram ada poligon 5, tapi 0 lahan sawahnya. Jadi sebenarnya itu lahan-lahan bangunan,’’ ungkapnya.

Pihaknya mengajak semua pihak dalam mengatasi kebutuhan pokok tetap tersedia untuk melaksanakan apa yang menjadi kebijakan yang sudah ditetapkan. (ham)

Pengusaha dan Bulog Bersaing Serap Gabah Petani NTB

0
Bulog NTB sedang mengecek kualitas gabah petani dalam rangka proses pembelian gabah hasil panen (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah telah menugaskan Bulog untuk menyerap gabah petani di tahun 2025 dengan optimal. Di Provinsi NTB, Bulog dan pengusaha sama-sama bergerak di lapangan untuk membeli gabah hasil panen. Namun Bulog dinilai sering kalah cepat dalam proses pembelian ini diduga karena selisih harga.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB Muhammad Taufieq Hidayat mengatakan, dari sisi petani, siapapun yang melakukan pembelian tak menjadi masalah, yang penting harga pembelian tidak di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terbaru yaitu Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP).

“Banyak pengusaha yang ambil duluan, Bulog belum kesempatan. Namun bagi kami ( petani-red) tak ada masalah, apakah mau diserap oleh Bulog atau pengusaha lain, yang penting harganya jangan di bawah yang ditetapkan oleh pemerintah. Nah sekarang Bulog itu masih kalah cepat dengan pengusaha,” kata Muhammad Taufieq Hidayat kepada wartawan kemarin.

Ia mengatakan, persaingan Bulog dengan pengusaha dalam menyerap gabah petani tak menganggu ketahanan pangan. Sebab jumlah serapan Bulog sebenarnya meningkat tahun ini. Jika di 2024 kemarin, Bulog ditargetkan menyerap sekitar 75 ribu ton setara beras, tahun ini pemerintah menugaskan Bulog untuk menyerap 180.600 ton setara beras.

“Tahun lalu dari target 75 ribu ton, Bulog hanya mampu mencapai penyerapan 60 ribuan ton. Artinya tak mencapai target sekitar 20 persen. Jika sekarang terlampaui, misalnya 180 ribu ton, kita tak akan kemasukan beras impor,” katanya.

Untuk diketahui, Perum Bulog NTB ditargetkan menyerap gabah petani sebanyak 180.600 ton. Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog NTB, Sri Muniati sebelumnya mengatakan, dalam rangka mempercepat penyerapan, Bulog NTB menerapkan sistem jemput gabah langsung ke sawah. Program ini dilakukan dengan berkoordinasi bersama TNI, khususnya Babinsa, untuk mengidentifikasi lokasi panen.

“Kami memiliki tim jemput gabah yang bertugas langsung ke petani. Ini dilakukan agar petani tidak kesulitan menjual hasil panennya. Selain itu, kami juga mengedukasi petani dan kelompok tani mengenai kemudahan bermitra dengan Bulog. Proses administrasi dibuat sederhana agar petani tidak merasa terbebani,” ujar Sri Muniati.

Bulog NTB juga memastikan bahwa pembayaran kepada petani dilakukan dengan cepat. Begitu dokumen transaksi selesai, dana langsung ditransfer ke rekening petani, bahkan jika proses pengolahan gabah terjadi di malam hari.

Bulog membeli gabah dengan kadar air kadar air tidak ditentukan. Yang penting gabah petani tersebut bersih yaitu, tidak ada tidak ada jeraminya, tangkai padinya, atau kotoran-kotoran lain seperti sampah, tanah.

Selain itu, Perum Bulog NTB menerapkan strategi percepatan distribusi atau revolving stok ke daerah-daerah lain. Hal ini dilakukan agar stok di gudang tetap memiliki kapasitas yang memadai untuk menyerap beras hasil panen petani.

Seiring dengan upaya penyerapan, Perum Bulog NTB menerapkan harga pembelian sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terbaru. Untuk gabah kering panen (GKP), harga yang ditetapkan adalah Rp6.500 per kilogram, sementara untuk beras yang masuk ke gudang Bulog, harga pembelian ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram.

Dengan strategi yang telah diterapkan, Bulog NTB optimis dapat mencapai target serapan beras sebanyak 180.600 ton hingga pada panen raya tahun ini.(ris)

Optimalkan Perlindungan Pekerja, Pemerintah Terbitkan PP JKP dan JKK BPJS Ketenagakerjaan

0
Kegiatan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah resmi menerbitkan dua Peraturan Pemerintah (PP) terbaru untuk mengoptimalkan perlindungan bagi tenaga kerja. Kedua regulasi tersebut adalah PP Nomor 6 Tahun 2025 tentang Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan PP Nomor 7 Tahun 2025 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Paket Kebijakan Ekonomi yang dikeluarkan sebelumnya, guna memperkuat jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja Indonesia, terutama yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) serta industri padat karya yang terdampak kondisi ekonomi saat ini.

Dalam kebijakan terbaru ini, pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan meningkatkan manfaat uang tunai dalam program JKP menjadi 60% dari upah yang dilaporkan selama 6 bulan. Sebelumnya, manfaat yang diberikan hanya sebesar 45% untuk bulan pertama hingga bulan ketiga, dan 25% untuk bulan keempat hingga bulan keenam.

Pemerintah juga menetapkan batas upah maksimal yang dijamin dalam program ini sebesar Rp5 juta. Kenaikan manfaat JKP ini berlaku efektif sejak 7 Februari 2025, baik untuk klaim baru maupun sisa manfaat yang masih berjalan.

Selain peningkatan manfaat uang tunai, pemerintah juga mempermudah persyaratan kepesertaan dan klaim JKP, sehingga lebih banyak pekerja dapat memperoleh manfaat dengan proses yang lebih cepat dan efisien.

Dalam kebijakan terbaru ini, pemerintah menetapkan beberapa perubahan penting dalam persyaratan penerimaan manfaat JKP, antara lain:

Penghapusan syarat iuran selama 6 bulan berturut-turut.

Masa kadaluarsa manfaat diperpanjang menjadi 6 bulan.

Dari sisi iuran JKP, perubahan dilakukan dengan tidak lagi mengambil komposisi dari iuran Jaminan Kematian (JKM). Kini, iuran JKP ditetapkan sebesar 0,36%, yang terdiri dari:

0,14% dari rekomposisi iuran JKK, dan 0,22% dari kontribusi pemerintah.

Untuk menjaga keberlangsungan usaha dan daya saing industri padat karya, pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan memberikan relaksasi iuran JKK sebesar 50% selama 6 bulan, berlaku mulai Februari hingga Juli 2025.

Kebijakan ini menyasar sektor industri yang rentan terhadap dampak ekonomi, seperti:

  • Industri makanan, minuman, dan tembakau
  • Industri tekstil dan pakaian jadi
  • Industri kulit dan barang kulit
  • Industri alas kaki
  • Industri mainan anak
  • Industri furnitur

Relaksasi ini diharapkan dapat mengurangi beban finansial perusahaan, sehingga mereka tetap bisa mempertahankan tenaga kerja di tengah tantangan ekonomi.

Setelah pengurangan iuran 50%, tarif Iuran JKK yang berlaku adalah:

Sangat Rendah: 0,120%

Rendah: 0,270%

Sedang: 0,445%

Tinggi: 0,635%

Sangat Tinggi: 0,870%

Dengan adanya dua kebijakan ini, pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan berharap dapat memastikan perlindungan tenaga kerja lebih optimal, khususnya bagi pekerja yang terkena PHK serta menjaga stabilitas industri padat karya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Nusa Tenggara Barat, Boby Foriawan, menyambut baik kebijakan ini. Menurutnya, peningkatan manfaat JKP menjadi 60% dari upah yang dilaporkan selama 6 bulan akan sangat membantu pekerja yang terdampak PHK.

“Selain itu, relaksasi iuran JKK bagi industri padat karya diharapkan dapat meringankan beban finansial perusahaan dan membantu keberlangsungan usaha,” ujarnya.

Pemerintah mengimbau masyarakat dan pelaku industri untuk segera menyesuaikan dengan regulasi terbaru ini agar bisa mendapatkan manfaat maksimal. Dengan kebijakan ini, diharapkan pekerja dapat “Kerja Keras, Bebas Cemas”, sejalan dengan visi jaminan sosial ketenagakerjaan yang telah disediakan negara untuk kesejahteraan pekerja Indonesia. (bul)

PLN dan PLN Nusa Daya Perkuat Customer Intimacy, Hadirkan One Stop Solution untuk Semua Layanan

0
PT PLN (Persero) bersama anak perusahaannya, PT PLN Nusa Daya, terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada pelanggan melalui inisiatif terbaru bertajuk Customer Intimacy.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) bersama anak perusahaannya, PT PLN Nusa Daya, terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada pelanggan melalui inisiatif terbaru bertajuk Customer Intimacy. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik, terintegrasi, dan efisien bagi pelanggan, baik korporasi maupun individu, melalui konsep one stop solution.

Melalui Customer Intimacy, PLN dan PLN Nusa Daya menyediakan layanan komprehensif yang mencakup konsultasi, instalasi, pemasangan, hingga pemeliharaan infrastruktur kelistrikan. Dengan pendekatan ini, pelanggan tidak perlu lagi berurusan dengan berbagai pihak atau proses yang rumit, karena semua layanan dapat diakses melalui satu pintu.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.

“Inisiatif Customer Intimacy ini merupakan wujud nyata transformasi PLN dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Kami ingin memastikan setiap pelanggan merasa didengar, dimudahkan, dan dipahami kebutuhannya. Dengan one stop solution, kami berharap dapat memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik dan lebih efisien,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Pengembangan Usaha PLN Nusa Daya, Reny Wahyu Setiaswan, menekankan bahwa konsep Customer Intimacy bertujuan untuk memberikan layanan yang lebih personal dan berkualitas tinggi.

“Konsep Customer Intimacy menekankan pentingnya memahami kebutuhan pelanggan secara mendalam serta memberikan kepastian layanan yang optimal. Dengan pendekatan ini, PLN semakin dekat dengan pelanggan dan dapat lebih mendukung pertumbuhan ekonomi di NTB,” kata Reny.

Sudjarwo juga menambahkan bahwa kolaborasi antara PLN dan subholding menjadi langkah strategis dalam meningkatkan layanan bagi dunia usaha dan industri.

“Sinergi ini memperkuat komitmen kami dalam memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik, khususnya di sektor bisnis dan industri,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut, PLN Nusa Daya juga memperkenalkan berbagai layanan inovatif yang telah dikembangkan, antara lain:

Teknologi drone untuk inspeksi jaringan listrik, meningkatkan efisiensi pemantauan dan perawatan.

Penggunaan skylift crane, memungkinkan pemeliharaan jaringan listrik tanpa pemadaman.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik, melalui penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di wilayah NTB.

Dengan berbagai inovasi dan layanan ini, PLN dan PLN Nusa Daya berharap dapat memperkuat hubungan dengan pelanggan, meningkatkan kepuasan layanan, serta mendukung percepatan transisi energi bersih di Indonesia.(bul)

Pemkot Mataram Fasilitasi Warga Beli Cabai Murah Rp90.000 per Kilogram

0
Sejumlah warga mengantre membeli cabai murah dalam kegiatan Kolaborasi Operasi Pasar Keliling (Kopling) yang dilaksanakan Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, di halaman Kantor Lurah Kebun Sari Ampenan, Rabu 5 Maret 2025(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Mataram, memfasilitasi warga dapat membeli cabai rawit murah Rp90.000 per kilogram, melalui kegiatan Kolaborasi Operasi Pasar Keliling (Kopling) yang dilaksanakan pada sejumlah lokasi di kota itu.

Hasil pantauan dalam kegiatan Kopling di halaman Kantor Lurah Kebun Sari Ampenan, Rabu, harga cabai rawit dijual hanya Rp100.000 per kilogram, namun jika masyarakat membeli menggunakan aplikasi QRIS maka akan mendapatkan potongan harga Rp10.000 sehingga cukup membayar Rp90.000 per kilogram.

Namun demikian agar masyarakat bisa mendapatkan cabai rawit secara merata, pedagang mengemas cabai dengan ukuran 250 gram, dengan harga Rp25.000, tapi jika masyarakat membeli dengan menggunakan QRIS maka mereka cukup membayar Rp15.000 per 250 gram, karena sudah dapat potongan Rp10.000.

“Kegiatan ini sangat membantu kami, sebab di pasar harga cabai sampai Rp160.000 per kilogram,” kata Sakdiah salah satu warga yang datang belanja di pasar murah Kopling.

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida yang dikonfirmasi mengatakan, kegiatan Kopling merupakan bagian upaya pemerintah mendekatkan pasar dan membantu masyarakat mendapatkan harga kebutuhan pokok dan penting dengan harga di bawah pasar.

“Kegiatan Kopling sudah kami mulai sejak Senin 3 Maret 2025, dan berlangsung sampai Rabu 26 Maret 2025, di enam kecamatan se-Kota Mataram,” katanya.

Ia mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan inflasi, Disdag Kota Mataram melaksanakan kegiatan Kopling bekerja sama dengan Bulog dan Bank Indonesia (BI) dengan menurunkan petani-petani binaan mereka sehingga bisa menjual cabai dengan harga murah.

Untuk satu titik kegiatan, cabai rawit yang dibawa oleh petani binaan BI sekitar 50 kilogram di kemas per 250 gram, guna memudahkan masyarakat membeli sesuai kebutuhan.

Selain cabai rawit, juga ada cabai merah besar dengan harga Rp60.000 per kilogram yang juga dijual dengan kemasan 250 gram dengan harga Rp15.000. Kemudian bawang dengan harga Rp30.000 per kilogram, sedangkan di pasar Rp38.000 per kilogram, begitu juga tomat dijual Rp10.000 per kilogram di pasar Rp12.000 per kilogram.

Telur yang di jual di Kopling juga hanya Rp50.000 per tray (isi 30 butir) dengan ukuran besar, sementara di pasar harganya Rp60.000 per tray.

“Untuk di Kopling, jika masyarakat membayar dengan aplikasi QRIS tetap dapat potongan harga Rp10.000. Jadi kalau beli telur satu tray cukup bayar Rp40.000,” katanya.

Sri menambahkan, sementara dari Bulog menjual beras premium Rp14.400 per kilogram atau di bawah harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14.900 per kilogram. Kemudian gula dijual Rp17.500 per kilogram, dan minyak goreng premium Rp19.000 per liter.

“Untuk minyak dari Bulog ini kami akui harganya masih tinggi karena yang dibawa premium. Karena itu, untuk kegiatan selanjutnya kami akan usahakan harga minyak sesuai HET yakni Rp15.700 per liter,” katanya.

Ia berharap, melalui kegiatan Kopling tersebut dapat meringankan beban masyarakat di tengah tingginya kebutuhan selama bulan Ramadhan sekaligus menekan inflasi. (ant)

BI Fokus pada Upaya Jaga Stabilitas Makroekonomi dan Sistem Keuangan

0
Acara peluncuran kajian stabilitas keuangan(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung menyampaikan bahwa Bank Indonesia fokus pada upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan.

Kebijakan makroprudensial tetap diarahkan pro-growth dan longgar untuk mendorong intermediasi sesuai dengan siklus keuangan melalui penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

“Mulai 1 April 2025, penguatan KLM yang sebelumnya ditetapkan 4 persen dari DPK, ditingkatkan menjadi 5 persen per 1 April 2025 dengan potensi tambahan likuiditas lebih dari Rp80 triliun, sehingga secara total menjadi Rp375 triliun,” kata Juda melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

Kebijakan ini, menurut bank sentral, ditujukan untuk mendorong kredit perbankan ke sektor riil atau sektor-sektor yang memiliki daya ungkit tinggi dalam penciptaan lapangan kerja, yang sejalan dengan program Asta Cita pemerintah.

Dukungan kebijakan makroprudensial juga dilakukan melalui sinergitas Bank Indonesia dengan kebijakan kementerian/lembaga yang saat ini difokuskan pada dua sektor utama, yaitu perumahan dan pertanian, termasuk hilirisasi dan ketahanan pangan.

Komitmen Bank Indonesia yang terus menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan telah terangkum dalam buku Kajian Stabilitas Keuangan No. 44, Februari 2025 (KSK 44) yang diluncurkan pada Rabu di Jakarta.

Buku KSK 44 juga mencatat bahwa stabilitas sistem keuangan pada 2024 tetap terjaga dan mendukung kinerja ekonomi Indonesia agar tetap bertumbuh.

Hal ini turut ditopang dengan tingkat inflasi yang berada di dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga baik, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang meningkat.

Sejalan dengan itu, intermediasi perbankan juga tumbuh didukung faktor penawaran dari minat penyaluran kredit dan kecukupan kapasitas pembiayaan oleh perbankan dan industri keuangan non-bank.

Adapun peluncuran buku KSK ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mitra strategis untuk memahami kondisi terkini stabilitas sistem keuangan Indonesia.

Dengan begitu, langkah-langkah mitigasi dapat dirumuskan, membangun kepercayaan pelaku sektor keuangan terhadap sistem keuangan, serta bentuk transparansi dan akuntabilitas Bank Indonesia sebagai otoritas makroprudensial.

Sebagai penutup rangkaian acara peluncuran buku KSK 44, Bank Indonesia menggelar seminar “Peran Pembiayaan Sektor Prioritas Untuk Mendukung Terwujudnya Asta Cita” yang mengulas topik-topik hangat seperti arah kebijakan makroprudensial yang sejalan dengan Asta Cita, strategi perbankan untuk mendorong intermediasi yang sehat, dan dukungan pembiayaan perbankan pada sektor perumahan.

Sejumlah narasumber hadir dalam seminar tersebut antara lain Asisten Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro, Direktur Consumer PT Bank Tabungan Nasional (Persero) Tbk Hirwandi Gafar, serta Ketua Badan Advokasi dan Perlindungan Anggota DPP Real Estate Indonesia Adri Istambul Lingga Gayo. (ant)

IHSG Diprediksi Mendatar di Tengah Pemberlakuan tarif AS

0
Index perkembangan harga(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, diperkirakan bergerak mendatar di tengah pemberlakuan tarif oleh Amerika Serikat (AS) kepada negara mitra dagang.

IHSG dibuka menguat 32,73 poin atau 0,51 persen ke posisi 6.413,13. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,86 poin atau 0,53 persen ke posisi 729,14.

“Pada perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak sideways (mendatar) seiring minimnya katalis positif,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Sentimen eksternal masih cenderung negatif, dengan potensi adanya eskalasi dalam beberapa hari ke depan.

Pemberlakuan tarif baru oleh Presiden AS Donald Trump sebesar 25 persen untuk impor dari Meksiko dan Kanada, bersama dengan bea masuk dua kali lipat untuk barang-barang China, mulai berlaku pada Selasa 4 Maret 2025.

Merespon hal itu, Kanada dan Meksiko menyatakan rencana aksi balasan terhadap kebijakan tarif impor yang diberlakukan pemerintah AS, yang memperbesar risiko perang dagang global, terlebih menjelang penerapan reciprocal tariff yang dijadwalkan pada April 2025.

Dari Eropa, indeks STOXX 600 pan-Eropa merosot 2,14 persen atau 12,06 poin menjadi 551,07, atau mencatat penurunan harian terdalam sejak Agustus 2024.

Indeks DAX Jerman jatuh 3,54 persen atau 820,21 poin ke level 22.326,81, setelah sehari sebelumnya menyentuh rekor tertinggi, indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,27 persen atau 112,31 poin menjadi 8.759,00, sementara CAC 40 Prancis turun 1,85 persen atau 151,79 poin ke level 8.047,92.

Kekhawatiran investor meningkat setelah tarif resmi diberlakukan pada Selasa 4 Maret 2025 pagi, yang menghapus harapan adanya penundaan lebih lanjut untuk negosiasi.

Sementara itu, bursa saham AS Wall Street ditutup melemah pada Selasa 4 Maret 2025, dengan indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi mendekati zona koreksi yang dipicu oleh meningkatnya ketegangan perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump menerapkan tarif baru terhadap Kanada, Meksiko, dan China.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 670,25 poin atau 1,55 persen menjadi 42.520,99, sementara S&P 500 turun 71,57 poin atau 1,22 persen menjadi 5.778,15, indeks teknologi Nasdaq Composite melemah 65,03 poin atau 0,35 persen ke level 18.285,16.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 92,05 poin atau 0,25 persen ke 37.423,23, indeks Shanghai melemah 4,94 poin atau 0,14 persen ke 3.319,72, indeks Kuala Lumpur menguat 10,97 poin atau 0,71 persen ke 1.566,63, dan indeks Strait Times menguat 4,00 poin atau 0,10 persen ke 3.894,76. (ant)

Harga Emas 5 Maret Naik Lagi, Kini ke Angka Rp1,709 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Rabu mengalami kenaikan dua hari beruntun dari semula Rp1.679.000 pada 3 Maret, kini menjadi Rp1.709.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut mengalami kenaikan, yakni ke angka Rp1.558.00 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Rabu:

-Harga emas 0,5 gram: Rp904.500.

– Harga emas 1 gram: Rp1.709.000.

– Harga emas 2 gram: Rp3.358.000.

– Harga emas 3 gram: Rp5.012.000.

– Harga emas 5 gram: Rp8.320.000.

-Harga emas 10 gram: Rp16.585.000.

– Harga emas 25 gram: Rp41.337.000.

– Harga emas 50 gram: Rp82.595.000.

– Harga emas 100 gram: Rp165.112.000.

– Harga emas 250 gram: Rp412.515.000.

– Harga emas 500 gram: Rp824.820.000.

-Harga emas 1.000 gram: Rp1.649.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.(ant)

Hiswana Migas NTB Pastikan Kualitas BBM di SPBU Sesuai Standar

0
Plt. Ketua Hiswana Migas NTB, Dwi Aquareza,SE.,ME(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan bahwa pengecekan kualitas dan kuantitas bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dilakukan secara rutin. Hal ini bertujuan untuk menjamin bahwa BBM yang disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Plt. Ketua Hiswana Migas NTB, Dwi Aquareza,SE.,ME menegaskan bahwa pengecekan dilakukan di setiap penerimaan BBM di SPBU.

“Kami sebagai mitra strategis pemerintah dan Pertamina memastikan bahwa barang yang diterima oleh masyarakat memiliki kualitas dan kuantitas yang tepat. Setiap kali BBM diterima di SPBU, kami selalu melakukan pengecekan, baik dari sisi suhu maupun density,” ujarnya saat menggelar rapat dengan seluruh pengurus Hiswana Migas NTB, di Sekretariat Hiswana Migas, Rabu, 5 Maret 2025.

Reza menjelaskan bahwa density adalah salah satu indikator penting dalam memastikan kualitas BBM.

“Misalnya, density pada Pertalite memiliki standar tertentu, begitu juga dengan Pertamax dan Solar. Jika ada BBM yang tidak memenuhi spesifikasi, maka kami tidak akan menerimanya,” katanya.

Selain kualitas, kuantitas BBM juga menjadi perhatian utama. Hiswana Migas menegaskan bahwa BBM yang diterima dari depot harus sesuai dengan jumlah yang tertera dalam surat jalan.

“Jika kami menerima 8 ton, maka jumlah tersebut harus sesuai dan tidak boleh ada pengurangan akibat penguapan atau hal lain. Masyarakat harus menerima 1 liter BBM untuk setiap 1 liter yang dibeli,” tambahnya.

Terkait dengan isu adanya praktik oplosan BBM jenis Pertamax ke Pertalite yang ramai diperbincangkan publik, Reza menilai bahwa ada kesalahpahaman di masyarakat.

“Yang seharusnya digunakan adalah istilah blending, bukan oplosan. Blending adalah proses pencampuran bahan kimia untuk mencapai spesifikasi yang sesuai, dan ini sudah menjadi standar dalam industri BBM,” jelasnya.

Dalam upaya memastikan kualitas dan kuantitas BBM tetap terjaga, Hiswana Migas NTB juga telah melakukan sidak dan pengambilan sampel di sejumlah SPBU.

“Kami sudah melakukan pengecekan di Lombok Barat, Kota Mataram, dan hari ini di Lombok Tengah. Selanjutnya, kami akan ke daerah lain di NTB,” katanya.
Selain itu, sampel BBM dari SPBU juga dikirim ke laboratorium untuk diuji lebih lanjut.

“Kami mengambil sampel dari setiap produk dan mengirimnya ke laboratorium untuk memastikan bahwa spesifikasi yang kami terima dan salurkan tetap sesuai standar,” ungkapnya.

Ditengah isu BBM oplosan, Reza juga menegaskan, belum terlihat adanya fenomena besar-besaran peralihan pengguna BBM jenis Pertamax ke Pertalite.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai dengan spesifikasi kendaraannya. “Jika kendaraan seharusnya menggunakan Pertamax dengan RON 92, sebaiknya jangan menggunakan Pertalite yang memiliki RON lebih rendah. Ini bisa mempengaruhi performa mesin, terutama pada kendaraan yang sudah berstandar Euro,” tambahnya.

Dengan adanya pengecekan rutin dan pengawasan ketat, Hiswana Migas NTB memastikan bahwa BBM yang dijual di SPBU resmi tetap sesuai dengan standar kualitas dan kuantitas yang aman digunakan oleh masyarakat.(bul)

Ketahui Waktu dan Tempat Layanan Penukaran Uang di NTB

0
Layanan penukaran uang di pelataran masjid Islamic Center tahun lalu(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTB menggelar program Serambi 2025 (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri) untuk memfasilitasi masyarakat dalam menukarkan uang rupiah mereka dengan pecahan lebih kecil guna memenuhi kebutuhan transaksi selama Ramadan dan Idul Fitri 1446 H/2025.

Jadwal dan Lokasi Penukaran Program penukaran uang rupiah ini berlangsung mulai 5 Maret hingga 25 Maret 2025 di berbagai lokasi, termasuk rumah ibadah dan perbankan di wilayah NTB.

Berikut adalah jadwal penukaran uang:

Layanan Penukaran Bersama Perbankan

o Lokasi: Masjid Raya Hubbul Wathan (Islamic Centre Mataram)

o Tanggal: 18-20 Maret 2025

o Waktu: 09.00 – 14.00 WITA

Layanan Penukaran di Rumah Ibadah

o Masjid Raya Al Mujahidin, Selong, Kab. Lombok Timur

 Tanggal: 5 Maret 2025

 Waktu: 13.00 – 15.00 WITA

o Masjid Ittihadul Islam, Sembalun, Kab. Lombok Timur

 Tanggal: 6 Maret 2025

 Waktu: 09.00 – 14.00 WITA

o Masjid Al Ikhlas, Pulau Bungin, Kab. Sumbawa

 Tanggal: 11 Maret 2025

 Waktu: 09.00 – 14.00 WITA

o Masjid Al Ikhlas, Maluk, Kab. Sumbawa Barat

 Tanggal: 12 Maret 2025

 Waktu: 09.00 – 14.00 WITA

o Masjid Nurul Iman, Kec. Sekotong, Kab. Lombok Barat

 Tanggal: 14 Maret 2025

 Waktu: 10.00 – 12.00 WITA

o Masjid Jami’ Baital Aman, Pelabuhan Lembar, Kab. Lombok Barat

 Tanggal: 14 Maret 2025

 Waktu: 13.00 – 15.00 WITA

2. Layanan Penukaran di Loket Perbankan

o Layanan ini tersedia di 85 titik loket perbankan yang tersebar di seluruh Provinsi NTB.

Syarat dan Ketentuan Penukaran Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk melakukan pemesanan secara online melalui situs https://pintar.bi.go.id selama kuota masih tersedia. Membawa KTP asli, serta bukti pemesanan saat datang ke lokasi penukaran. Uang yang akan ditukarkan dalam kondisi baik, tidak dilipat atau distaples, serta disusun rapi sesuai pecahan dan tahun emisi.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry A Harahap mengungkapkan, secara nasional, proyeksi kebutuhan uang pada Ramadan dan Idulfitri 2025 mencapai Rp180,9 triliun sedikit menurun sebesar 1,6% (yoy) dibandingkan dengan periode sebelumnya seiring dengan perluasan pembayaran digital tunai terutama di kota-kota besar. Sementara itu, kebutuhan uang di Provinsi NTB selama Ramadan hingga Idulfitri diproyeksikan mencapai Rp3,14 triliun meningkat 15% dari tahun lalu.(bul)