Sunday, April 19, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 388

Harga Cabai Rawit Rp210 Ribu Per Kilogram

0
Ilustrasi pedagang cabai rawit(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Harga cabai rawit di pasar tradisional di Kota Mataram, mencapai Rp210 ribu per kilogram. Mahalnya harga salah satu bumbu dapur ini, akibat petani gagal panen.

Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida dikonfirmasi pada, Senin 3 Maret 2025 mengaku terkejut dengan harga cabai rawit di pasar tradisional mencapai Rp210 ribu perkilogram. Lonjakan harga cabai ini pertama dalam sejarah. Padahal, pasokan cabai dari Pulau Jawa cukup banyak dengan harga Rp160 ribu perkilogram.  “Saya juga kaget lonjakan harga signifikan sekali,” kata Nida.

Pihaknya telah mengecek penyebab lonjakan harga cabai di pasar bersama Dinas Perdagangan Provinsi NTB. Informasinya kata Nida, petani mengalami gagal panen akibat cuaca ekstrem dua pekan sebelumnya. Hal ini menyebabkan pasokan atau stok berkurang. “Bahkan ada pedagang yang hanya menjual 3-5 kilogram saja untuk cabai lokal,” ujarnya.

Di satu sisi, daya beli masyarakat juga mengalami penurunan karena mahalnya harga cabai, sehingga pedagang tidak berani menyetok barang.

Langkah antisipasi menekan harga cabai melalui operasi pasar murah atau kolaborasi operasi pasar keliling bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Masyarakat bisa mendapatkan harga cabai kisaran Rp95 ribu perkilogram. “Hari ini mulai di Taman Sari. Kita upayakan masyarakat mendapatkan harga di bawah Rp100 ribu,” tegasnya.

Lonjakan harga cabai ini diharapkan tidak bertahan lama. Pasalnya, pasokan cabai dari luar atau Pulau Jawa sangat banyak sehingga membantu menekan harga. Menurutnya, pasokan cabai dari Pulau Jawa diharapkan bisa membantu karena kebutuhan masyarakat sangat tinggi di bulan Ramadan.

Nida memastikan masyarakat tidak beralih menggunakan cabai kering untuk memenuhi kebutuhan,melainkan mengurangi penggunaan cabai.

Ia mengimbau masyarakat tidak panik karena pemerintah tetap berupaya memastikan ketersediaan dan menekan lonjakan harga melalui operasi pasar murah. “Kita minta masyarakat tidak panik saja,” demikian kata dia.

Pedagang Cabai Rawit di Pasar Mandalika, Raknah menuturkan, harga cabai rawit melonjak drastis mulai hari ini (kemarin). Padahal, harga cabai Rp110 pada, Minggu 2 Maret 2025. Ia tidak mengetahui jelas penyebabnya. Sementara, pasokan cabai dari Pulau Jawa melimpah. “Hari ini (kemarin,red) harga melonjak,” kata Raknah.

Ia tidak berani menyetok banyak. Selain, harga cabai berubah-ubah setiap hari, juga masyarakat tidak berani beli dalam jumlah banyak. “Paling beli Rp10 ribu. Saya layani saja yang penting barang laku,” ujarnya.

Yani mengeluhkan harga cabai rawit yang mahal. Ia terpaksa mengurangi penggunaan cabai di masakannya. “Belanja di tukang sayur jadi kaget kok sedikit sekali dapatnya,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah segera mengintervensi karena kenaikan harga cabai dikhawatirkan mempengaruhi barang pokok lainnya.(cem)

Di Bawah Target Pemerintah, NTB Alami Deflasi 0,01 Persen di Februari 2025

0
Kepala BPS NTB Wahyudin saat menyampaikan berita statistik di kantornya, Senin 3 Maret 2025.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan di tiga kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi NTB, pada Februari 2025 terjadi deflasi y-on-y sebesar 0,01 persen, atau terjadi penurunan IHK dari 105,82 pada Februari 2024 menjadi 105,81 pada Februari 2025.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB Wahyudin mengatakan, deflasi y-on-y terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,64 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 12,66 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi y-on-y pada Februari 2025,antara lain tarif listrik, beras, tomat, daging ayam ras, angkutan udara, shampo, udang basah, telepon seluler, dan puluhan komoditas lainnya.

“Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasiy-on-y pada Februari 2025, antara lain emas perhiasan, cabai rawit, akademi/perguruan tinggi, sigaret kretek mesin (SKM), cumi-cumi, minyak goreng, terong, kopi bubuk, sewa rumah, dan lainnya,” kata Wahyudin saat menyampaikan berita statistik di kantornya, Senin 3 Maret 2025.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Februari 2025, antara lain tarif listrik, tomat, daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, udang basah, kacang panjang, dan komoditas lainnya. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi m-to-m pada Februari 2025, antara lain emas perhiasan, cumi-cumi, ikan kembung/ikan gembung, mobil, ikan layang, angkutan udara, minyak goreng, bensin dan lainnya.

“Tingkat deflasi m-to-m sebesar 0,6 persen dan tingkat deflasi y-to-d sebesar 1,15 persen,” kata Wahyudin.

Menurutnya, kondisi inflasi daerah harus terkendali. Artinya jangan naik terlampau tinggi, tidak juga turun terlalu rendah. Sebab inflasi yang tinggi membuat daya beli masyarakat menjadi turun. Sementara inflasi yang terlalu rendah akan berdampak pada menurunnya gairah masyarakat dalam berproduksi.

“Jika inflasi terlalu rendah, masyarakat memang bisa beli karena harga murah, namun orang yang berproduksi enggak mau lagi, ongkos produksi mahal,” katanya.

Target inflasi yang diberikan oleh pemerintah tahun 2025 sebesar 2,5 plus minus 1 persen, sama dengan tahun 2024 lalu. Artinya inflasi yang terkendali berada di angka 1,5 persen terendah dan 3,50 persen tertinggi. Inilah yang disebut inflasi yang terkendali. Dengan demikian, angka deflasi 0,01 Persen di Februari 2025 berada di bawah target pemerintah.

“TPID baik provinsi dan kabupaten/kota harus menjaga itu,” sarannya.(ris)

Kebijakan Kontraproduktif Hambat Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

0
Irawan Aprianto(ekbisntb.com/dok)

Lombok(ekbisntb.com) – Anggota anggota Pansus LKPJ DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto, ST.,  menyoroti berbagai kebijakan pemerintah daerah yang dinilai kontraproduktif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dalam forum rapat finalisasi pembahasan LKPJ Walikota yang melibatkan tim ahli, Senin 3 Maret 2025 dia menekankan pentingnya kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan rakyat. Terutama di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Salah satu isu utama yang disampaikan adalah penghapusan bantuan modal dalam bentuk uang kepada masyarakat. Irawan menilai kebijakan ini bertolak belakang dengan kebutuhan warga. Terutama pelaku usaha kecil yang membutuhkan dukungan finansial langsung untuk mengembangkan usaha mereka.

“Kami sering turun ke masyarakat, dan permintaan paling banyak adalah bantuan modal berupa uang. Bantuan dalam bentuk peralatan sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Ketua Komisi II DPRD kota Mataram ini.

Selain itu, kebijakan kenaikan retribusi, seperti tarif parkir dan biaya los pasar, juga menjadi sorotan. Kenaikan tarif parkir hingga lebih dari 100 persen, dari Rp2.000 menjadi Rp5.000 untuk mobil, dinilai memberatkan warga di tengah daya beli yang melemah. Demikian pula dengan retribusi los pasar yang meningkat drastis meskipun kondisi infrastruktur pasar masih jauh dari layak.

“Di Pasar Cakra, misalnya, atapnya sudah hancur, kalau hujan air masuk ke dalam. Tapi retribusi tetap dinaikkan. Ini jelas kebijakan yang tidak sejalan dengan realitas di lapangan,” sesalnya.

Irawan juga menyoroti dampak dari kebijakan yang dianggap tidak mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Dia mengaitkannya dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang tercatat di angka 4,73 persen, lebih rendah dari target 5,35 persen.

Oleh karena itu, Irawan mengimbau Pemkot Mataram meninjau ulang kebijakan tersebut dan mencari solusi yang lebih berpihak kepada masyarakat. Salah satu usulan yang diajukan adalah perbaikan tata kelola bantuan modal agar tetap bisa diberikan tanpa menimbulkan risiko penyalahgunaan.

“Kita seharusnya mencari solusi, bukan sekedar menghentikan bantuan. Jika ada kekhawatiran soal fraud, perbaiki sistemnya, bukan menghapus bantuannya,” tegas anggota dewan dari daerah pemilihan Sandubaya ini.

Irawan berharap tim ahli dan pemerintah daerah dapat mengevaluasi kebijakan yang telah diterapkan agar lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat. Terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. (fit)

Jaga Keandalan Listrik Selama Ramadan, PLN Siagakan Ribuan Personel

0
Tim siaga melakukan pemantauan guna memastikan keandalan listrik selama bulan ramadan(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiagakan 1.957 personel serta sejumlah peralatan pendukung guna memastikan keandalan pasokan listrik selama Ramadan 1446 H/2025. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan listrik dan memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

Tim siaga terdiri dari 845 personel internal PLN dan 1.112 tenaga ahli teknis (TAD) dari mitra kerja. Mereka didukung oleh 93 unit peralatan serta 326 kendaraan operasional. Selain itu, PLN juga telah menyiapkan material cadangan dalam jumlah cukup untuk menangani gangguan dengan cepat.

Tim ini tersebar di seluruh NTB, dengan fokus pada daerah strategis di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa yang memiliki aktivitas ibadah tinggi selama Ramadan. Pembagian zona kerja yang terkoordinasi memastikan tim siap merespons gangguan kapan pun dan di mana pun terjadi.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menegaskan bahwa seluruh personel telah dilatih menghadapi berbagai skenario gangguan listrik.

“Kami telah mempersiapkan tim sejak akhir Februari 2025. Mereka akan beroperasi 24 jam selama Ramadan untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil,” ujar Sudjarwo.

Keandalan listrik menjadi krusial selama Ramadan, terutama untuk mendukung ibadah seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan sahur. Gangguan listrik tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kekhusyukan ibadah masyarakat.

PLN membagi tim siaga ke beberapa zona kerja yang dilengkapi kendaraan operasional dan peralatan pendukung. Tim ini akan berkoordinasi dengan posko siaga guna merespons gangguan secara cepat. Masyarakat juga dapat melaporkan gangguan listrik melalui aplikasi PLN Mobile, yang mempermudah proses pelaporan dan penanganan.

“Kami berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir akan gangguan listrik. Jika terjadi gangguan, silakan laporkan melalui PLN Mobile. Tim kami siap bekerja keras untuk memastikan listrik tetap menyala selama Ramadan,” tambah Sudjarwo.

Dengan kesiapan ini, PLN UIW NTB berkomitmen memberikan layanan terbaik demi kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah selama Ramadan 1446 H. (bul)

Terus Merosot, Kepemilikan Saham Kota Mataram di PTAM Giri Menang

0
Rino Rinaldi(ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Penurunan kepemilikan saham Kota Mataram di PTAM Giri Menang menjadi sorotan dalam rapat finalisasi pembahasan LKPJ Walikota di DPRD Kota Mataram, Senin 3 Maret 2025. Dari awalnya 55 persen kepemilikan saham Kota Mataram kini tinggal 37,3 persen, memicu kekhawatiran akan semakin berkurangnya kendali terhadap perusahaan plat merah tersebut.

Wakil Ketua Pansus LKPJ DPRD Kota Mataram, Rino Rinaldi, SH., menyoroti saham Kota Mataram yang terus mengalami penurunan sejak awal berdiri. Rino mengatakan, awalnya, Kota Mataram memiliki 55 persen saham, sementara Lombok Barat 4 persen. Namun, komposisi tersebut berubah menjadi 40 persen untuk Mataram dan 60 persen untuk Lombok Barat. Kini, kepemilikan Mataram kembali menurun hingga 37,3 persen.

“Saham Kota Mataram ini menurun terus. Harusnya dalam Nota Kesepahaman Bersama (NKB) ada laporan perkembangan terkait ini. Jangan sampai kita hanya menjadi pemegang saham kecil tanpa kendali terhadap perusahaan,” ujarnya.

Dikatakan Rino, dividen yang dihasilkan perusahaan tidak pernah secara jelas dilaporkan kepada DPRD. Menurut dia, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari perusahaan ini cukup besar. Namun jika tren penurunan saham terus berlanjut, Kota Mataram bisa kehilangan kendali atas asetnya di PTAM Girimanang.

“Saya khawatir suatu saat nanti saham kita hanya tinggal 10 persen dan kita tidak lagi memiliki kuasa dalam pengambilan keputusan strategis,” tambahnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram ini mempertanyakan apakah dalam LKPJ Wali Kota, perkembangan saham dan aset ini sudah dilaporkan dengan jelas. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan aset daerah agar kepentingan Kota Mataram tetap terjaga.

Rino mengusulkan perlunya kajian mendalam untuk memastikan posisi Kota Mataram tetap kuat dalam kepemilikan saham PTAM Giri Menang. Bahkan, jika diperlukan, ia membuka wacana pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang sepenuhnya dikelola oleh Kota Mataram.

“Kita harus memastikan keadilan dalam kepemilikan saham antara Kota Mataram dan Lombok Barat, karena ini masih merupakan aset bersama,” pungkasnya. (fit)

Masyarakat Mengeluh Harga Cabai Mahal

0
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Pagesangan menunggu pembeli pada, Senin 3 Maret 2025. Masyarakat mulai mengeluhkan mahalnya harga cabai di Kota Mataram mencapai Rp200 ribu perkilgoram. (ekbisntb.com/hir)

Lombok(ekbisntb.com) – Kenaikan harga cabai rawit mencapai 100 persen mulai dikeluhkan oleh masyarakat. Penggunaan salah satu bumbu dapur ini, mulai dikurangi.

Nurhadiah, salah satu pengunjung di Pasar Pagesangan mengatakan, bahwa harga bahan pokok terus mengalami kenaikan. Meskipun demikian, ia tidak terlalu kaget karena kondisi ini selalu terjadi saat bulan ramadan. ’’Sudah biasa bahan-bahan naik pas bulan puasa. Tapi syukurnya seperti tomat, bawang merah masih aman harganya. Ya semoga saja tidak ikutan naik. Apalagi nanti dekat-dekat lebaran,” ujarnya.

Pengakuan berbeda disampaikan Eni. Pedagang lauk – pauk di Kelurahan Pagesangan justru mengeluhkan lonjakan harga cabai yang sangat drastis. Ia merasa kesulitan dengan kenaikan harga cabai tersebut. Salah satu caranya agar tetap memenuhi kebutuhan pelanggaran dengan mengurangi penggunaan cabai dalam masakannya. “Ngeri saya sama harga cabai yang sampai Rp 200 ribu sekilo. harus putar otak dan dikurangi pakai cabainya ke masakan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang Wilia, mengungkapkan bahwa kenaikan harga komoditas cabai sudah terjadi dari pertengahan bulan Februari 2025 lalu.

Ia menuturkan harga cabai rawit mulai dari Rp60 ribu perkilogram menjadi Rp90 ribu kemudian melonjak drastinya menjadi Rp170 ribu perkilogram. “Dari pertengahan bulan kemarin cabai rawit sudah mulai naik, awalnya Rp 60 ribu naik jadi Rp 90 ribu, naik lagi jadi Rp 100 ribu per kilogramnya. Sekarang melonjaknya jadi Rp 170 ribu,” ucapnya.

Selain itu harga komoditas cabai ini diperkirakan akan mengalami kenaikan lagi. “Besok pagi bisa aja naik lagi,” kata Wilia.

Pantauan Suara NTB di Pasar Dasan Agung dan Pasar Pagesangan, pada Senin 3 Maret 2025. Harga cabai rawit khususnya, kini berada di kisaran Rp 170 ribu hingga 200 ribu per kilogram. Padahal minggu lalu harga cabai rawit sebesar Rp 95 ribu per kilogram.

Sedangkan untuk cabai merah keriting harga sebelumnya sebesar Rp 30 ribu per kilogram, kemudian naik menjadi Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram. Untuk harga cabai merah besar memiliki harga yang sama dengan cabai merah keriting, berkisar Rp 60 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram.(hir)

Berikut Lokasi Penukaran Uang BI di Lombok Timur

0
Penukaran Uang BI di Lombok Timur(ekbisntb.com/pintar.bi.go.id)

Lombok(ekbisntb.com) – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Barat, akan melayani penukaran uang selama bulan ramadan. Khusus di Kabupaten Lombok Timur akan dilayani di dua lokasi.

Berdasarkan website https://pintar.bi.go.id/Order/ListKasKeliling. Bank Indonesia akan melayani penukaran uang di Kabupaten Lombok Timur pada, Rabu 5 Maret 2025 dan Kamis 6 Maret 2025. Pada hari Rabu, kas keliling BI akan melayani penukaran uang di Masjid Raya Al-Mujahidin, Selong mulai pukul 13.00-14.00 WITA.

Sementara, hari Kamis, kas keliling BI akan melayani masyarakat di Sembalun. Lokasinya berada di Masjid Ittahadul Islam, Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok.

Masyarakat yang ingin menukarkan uang di kas keliling sangat mudah. Tinggal daftar melalui aplikasi PINTAR. Selanjutnya, nasabah diminta memilih lokasi penukaran uang. Langkah berikutnya mengisi nama sesuai kartu tanda penduduk, nomor identitas kependudukan.

Jangan lupa. Nasabah juga akan diminta mengisi nomor kontak dan alamat email. Nomor kontak atau email dibutuhkan untuk mengirim bukti pemesanan.
Berikutnya, nasabah akan dipersilahkan memilih nominal uang yang akan ditukar. Satu nasabah hanya diboleh menukar uang Rp4,3 juta saja. Dengan rincian, pecahan Rp50 ribu sejumlah 50 lembar,pecahan Rp20 ribu sejumlah 25 lembar,pecahan Rp10 ribu sejumlah 100 lembar, pecahan Rp5 ribu sejumlah Rp200 lembar, pecahan Rp2 ribu sejumlah 100 lembar, dan pecahan Rp1.000 sejumlah 100 lembar. (cem)

Ini Angka Tetap Tetap Produksi Padi dan Jagung NTB Tahun 2024

0
Kepala BPS NTB, Wahyudin(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis angka tetap produksi padi dan jagung tahun 2024. Kepala BPS NTB, Wahyudin, dalam keterangan resmi di di kantornya, Senin, 3 Maret 2025 mengungkapkan, bahwa luas panen serta produksi kedua komoditas utama ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dirilis BPS NTB, luas panen padi pada tahun 2024 tercatat sebesar 281,72 ribu hektare, turun 5,79 ribu hektare atau 2,02 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 287,51 ribu hektare.

Sejalan dengan itu, produksi padi juga mengalami penurunan. Pada tahun 2024, produksi padi di NTB mencapai 1,45 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau turun 85,13 ribu ton (5,53 persen) dibandingkan produksi tahun 2023 yang sebesar 1,54 juta ton GKG.

Adapun produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk juga terdampak, dengan total produksi pada 2024 mencapai 827,79 ribu ton, mengalami penurunan sebesar 48,49 ribu ton (5,53 persen) dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 876,27 ribu ton.

Selain padi, produksi jagung di NTB juga menunjukkan tren penurunan pada tahun 2024. Luas panen jagung pipilan tahun ini tercatat sebesar 173,76 ribu hektare, turun 5,27 ribu hektare (2,94 persen) dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 179,03 ribu hektare.

Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen juga mengalami penurunan, dari 1,28 juta ton pada 2023 menjadi 1,21 juta ton pada 2024. Ini berarti terjadi penurunan produksi sebesar 71,25 ribu ton atau 5,56 persen.

Namun, ada harapan untuk periode awal tahun 2025. BPS NTB memproyeksikan bahwa potensi luas panen jagung pipilan kering pada Januari–April 2025 diperkirakan mencapai 97,19 ribu hektare, dengan potensi produksi sekitar 683,95 ribu ton.

Meskipun tidak secara eksplisit disebutkan dalam rilis BPS, penurunan produksi padi dan jagung di NTB kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cuaca ekstrem, berkurangnya ketersediaan air irigasi, serta faktor hama dan penyakit tanaman.

Penurunan produksi ini dapat berdampak pada ketersediaan pangan di daerah serta harga komoditas di pasaran. Oleh karena itu, perlu adanya langkah antisipatif dari pemerintah dan stakeholder terkait guna meningkatkan produktivitas pertanian di tahun-tahun mendatang.(bul)

Cabai Jawa Menyelamatkan NTB

0
Cabai rawit dan tomat yang ada di pasar Mandalika. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Provinsi NTB kembali diuji fenomena tahunan, harga cabai tinggi. Kenaikan harga cabai saat ini terbilang ekstrem, bahkan ada yang menjual hingga Rp200 ribu perkilo. Fenomena tahunan ini ironis, karena NTB adalah daerah produsen pangan.

Ketua Asosiasi Cabai, H. Subhan kepada media ini, Senin, 3 Maret 2025 mengungkapkan bahwa, tingginya harga cabai disebabkan produksi cabai anjlok, sehingga terpaksa pedagang harus mendatangkan pasokan dari luar daerah, dari Pulau Jawa. Meski demikian, terkait harga cabai yang mencapai Rp200 ribu per kilogram dinilai berlebihan.

“Harga eceran saat ini berkisar Rp170 ribu per kilogram. Harga cabai dari Jawa memang seratusan ribu perkilo. Di tingkat petani memang terjadi kelangkaan stok karena banyak tanaman cabai yang mati akibat curah hujan tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hujan deras yang terus-menerus menyebabkan jalan usaha tani rusak dan tanaman cabai mati sebelum bisa dipanen.

“Petani mengalami kerugian besar. Bahkan, mereka yang sudah mencoba menanam ulang pun kembali mengalami kegagalan karena tanaman yang baru berumur satu bulan kembali mati,” tambahnya.

Jika kondisi cuaca di Jawa tetap stabil dan produksi masih bagus, diharapkan pasokan ke NTB tidak terganggu.

“Namun, jika produksi di Jawa juga terdampak cuaca buruk, kemungkinan harga cabai bisa terus naik,” kata Subhan.

Meski demikian, ada harapan bahwa jika cuaca mulai membaik dalam beberapa bulan ke depan, petani bisa kembali menanam cabai dengan hasil yang lebih baik.

“Sekarang ada petani yang mulai menanam lagi, namun masih berisiko tinggi karena cuaca belum sepenuhnya stabil. Jika dalam satu bulan ke depan kondisi membaik, harga cabai bisa kembali normal,” jelas H. Subhan.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi ketergantungan pasokan dari luar daerah serta memberikan dukungan kepada petani agar produksi cabai di NTB bisa kembali stabil.(bul)

MotoGP 2025 Mandalika, Penjualan Tiket Masuki Periode Presale-1

0
Tiga pembalap MotoGP beradu cepat di lintasan Sirkuit Mandalika di perhelatan MotoGP 2023. Tahun 2025 ini, Sirkuit Mandalika akan menjadi tuan rumah MotoGP tanggal 3-5 Oktober (ekbisntb.com/itdc.co.id)

Lombok (ekbisntb.com) – Setelah selesai periode penjualan tiket early bird, penyelenggara Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika mulai memasuki periode Presale-1. Ini menjadi kesempatan bagi para penggemar MotoGP untuk mendapatkan tiket dengan harga spesial sebelum memasuki tahap penjualan reguler.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria mengatakan, Periode Pre-Sale 1 berlangsung mulai 1 Maret hingga 31 April 2025 dan tersedia secara eksklusif di www.themandalikagp.com. Penawaran harga terbaik diberikan kepada para penggemar yang ingin menyaksikan aksi para pembalap dunia di Pertamina Mandalika International Circuit pada 3-5 Oktober 2025.

Dalam periode ini, tiket Regular Grandstand (Zona E, G, H, I) dijual dengan harga Rp200.000. Sementara itu, kategori Premium Grandstand tersedia dengan harga Rp450.000 untuk Zona B, C, J, dan K, serta Rp875.000 untuk Zona A.

Bagi penggemar yang menginginkan pengalaman lebih eksklusif, tiket VIP Luxury Tent (Zona T1, D, F, G) ditawarkan seharga Rp6.200.000, sedangkan VIP Deluxe Class dapat diperoleh dengan harga Rp12.000.000.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme tinggi dari para penggemar dalam pembelian tiket Early Bird. Kini, dengan dibukanya periode Presale-1, kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas bagi mereka yang belum mendapatkan tiket dengan harga spesial sebelum memasuki fase berikutnya”, ujar Priandhi Satria akhir pekan kemarin.

Menurutnya, setelah periode Presale-1 berakhir, tetap akan ada promo menarik lainnya dengan keuntungan eksklusif bagi para penggemar MotoGP. Namun, potongan harga akan semakin berkurang seiring waktu, sehingga periode ini menjadi momen terbaik untuk mendapatkan tiket dengan harga paling terjangkau.

“Pantau terus untuk promo menarik selanjutnya! Untuk informasi lebih lanjut mengenai MotoGP 2025 – Pertamina Grand Prix of Indonesia, kunjungi situs resmi www.themandalikagp.com atau ikuti akun Instagram @themandalikagp,” pesannya.

Untuk diketahui, Federasi Balap Motor Internasional (FIM) dan Dorna Sports secara resmi telah merilis jadwal lengkap MotoGP 2025. Musim balap mendatang akan menghadirkan 22 seri di 18 negara. Adapun Sirkuit Mandalika, Lombok, akan menjadi seri ke-18 yang berlangsung tanggal 3- 5 Oktober 2025.

Tidak banyak perubahan dalam format balapan MotoGP 2025. Jadwal pekan balapan masih mengikuti pola yang sama, pada hari Jumat Latihan bebas pertama (FP1) dan sesi latihan resmi (PR). Hari Sabtu: Latihan bebas kedua (FP2), kualifikasi, dan Sprint Race serta hari Minggu Pemanasan dan Grand Prix utama.(ris)