Monday, April 20, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 385

Kehadiran 117 Agen Perjalanan Wisata Perkuat Promosi Mandalika

0
 Sirkuit Mandalika. (ekbisntb.com/dok. MotoGP)

Lombok (ekbisntb.com) – Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyatakan kunjungan 117 pemilik agenda perjalanan wisata domestik merupakan bagian dari upaya memperkuat promosi potensi pariwisata Sirkuit Mandalika, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan potensi pariwisata Mandalika dan meningkatkan penjualan tiket presale MotoGP 2025–Pertamina Grand Prix of Indonesia (IndonesianGP) yang saat ini sedang berlangsung,” kata Direktur Utama MGPA Priandhi Satria di Lombok Tengah, Kamis.

Sebanyak 117 peserta dari Jawa Tengah mengunjungi Pertamina Mandalika International Circuit dalam rangka melihat langsung potensi pariwisata dan fasilitas Sirkuit Mandalika.

Dalam kesempatan itu mereka dijelaskan terkait agenda maupun program pariwisata di Sirkuit Mandalika di 2025.

“Keterlibatan agenda perjalanan wisata menjadi kunci dalam memperluas jangkauan penjualan tiket MotoGP,” katanya.

Ia mengatakan, kunjungan para pemilik agenda perjalanan wisata dari luar NTB ke Mandalika menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pemasaran Pertamina Mandalika International Circuit serta meningkatkan penjualan tiket MotoGP.

“Semoga melalui kegiatan ini penjualan tiket ajang MotoGP Indonesia 2025 bisa meningkat,” katanya.

Diharapkan, semakin banyak penggemar dari berbagai daerah yang dapat dengan mudah mengakses informasi serta paket perjalanan ke Sirkuit Mandalika.

“Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah penonton dari luar NTB sekaligus membawa manfaat besar bagi pariwisata dan perekonomian lokal,” katanya.

Periode Presale berlangsung hingga 31 April 2025 dan tersedia secara eksklusif melalui situs resmi penjualan tiket secara online. Dengan harga terbaik yang ditawarkan selama periode ini, para pecinta balap dapat menyaksikan aksi para pembalap dunia di Pertamina Mandalika International Circuit pada 3-5 Oktober 2025.

Sementara itu, Ketua rombongan travel agent Nusantara Provinsi Jawa Tengah Arief Amarudin mengatakan, kegiatan kunjungan destinasi wisata ini merupakan agenda rutin dan bertujuan untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia termasuk di Mandalika.

“Tujuan kunjungan ini agar teman-teman ini lebih mudah dalam membuat paket wisata bagi wisatawan asing maupun domestik,” katanya.

Ia mengatakan, beberapa program di Sirkuit Mandalika telah dipaparkan termasuk ajang MotoGP Indonesia dan pihak nya bisa membantu dalam penjualan tiket, sehingga penonton MotoGP Indonesia 2025 bisa lebih tinggi lagi dari sebelumnya.

Selain mengunjungi Sirkuit Mandalika, pihaknya juga akan berkunjung ke Desa Wisata Sade, Gili Trawangan dan setelah itu ke destinasi wisata di Bali.

“Animo masyarakat di daerah kami untuk membeli tiket MotoGP saat ini memang belum, kami akan mempelajari program di Mandalika untuk ditawarkan kepada para wisatawan atau konsumen dari para anggota travel agent,” katanya. (ant)

Garuda Indonesia Group Siapkan 1,9 Juta Kursi pada Lebaran 2025

0
Ilustrasi Garuda Indonesia (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Garuda Indonesia Group menyiapkan 1,9 juta kursi penerbangan untuk periode Lebaran 2025 dan menjadi jumlah terbanyak dalam tiga tahun terakhir.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Ade R Susardi mengatakan sebanyak 1,9 juta kursi tersebut terdiri atas 1 juta kursi dari Garuda dan 902 ribu kursi dari maskapai Citylink.

Selain itu, frekuensi penerbangan untuk periode tersebut juga ditambah menjadi 10.906 untuk kedua maskapai.

“Jadi, kalau kita lihat Garuda seat-nya itu sekitar 1.027.000. Kalau Citilink di 900 ribuan. Ini kesiapan kita untuk menampung trafik Lebaran dan ini tumbuh dari tahun sebelumnya,” ujar Ade dalam jumpa pers Kesiapan Infrastruktur Garuda Indonesia Group Periode Lebaran di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.

Ade menyebut Garuda Indonesia Group juga menyiapkan 95 pesawat untuk mendukung operasional libur Lebaran 2025. Armada tersebut terdiri dari 61 pesawat Garuda dan 34 unit untuk Citilink.

Pesawat yang disiapkan terdiri atas tiga ATR, 74 narrow body dan 18 widebody. Tahun ini, maskapai nasional tersebut juga didukung oleh 1.497 cockpit crew dan 2.443 cabin crew yang bertugas.

“Di luar itu kita bikin posko Lebaran di setiap airport, ada hotline-nya juga dan di sini semua dari pegawai Garuda ikutan, jadi kalau yang mau ketemu direksi selama Lebaran pasti ketemu di airport,” kata Ade.

Lebih lanjut, Ade memproyeksikan puncak arus Lebaran akan terjadi pada 24 Maret sampai 7 April 2025, yang mana arus mudik berlangsung pada 28 Maret 2025 dan 6 April 2025 untuk puncak arus baliknya.

Saat ini, terdapat 550 ribu penumpang telah melakukan pembelian tiket Garuda Group pada periode Lebaran 2025. Peningkatan jumlah penumpang ini diprediksi akan terjadi menjelang Idul Fitri.

“Ada kenaikan memang sekitar 5 persenan untuk periode-periode tertentu ini. Tapi, biasanya itu tipikal daripada penumpang di Indonesia, pengin belinya buat besok, itu last minute, selalu begitu,” jelasnya. (ant)

Harga Emas 6 Maret Turun Tipis jadi Rp1,706 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Kamis, mengalami penurunan sebesar Rp3.000 per gram, dari Rp1.709.000 per gram menjadi Rp1.706.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut mengalami penurunan, yakni ke angka Rp1.555.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Kamis:

– Harga emas 0,5 gram: Rp903.000.

– Harga emas 1 gram: Rp1.706.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.352.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.003.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp8.305.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp16.555.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp41.262.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp82.445.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp164.812.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp411.765.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp823.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.646.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Cabe Merah Buka Outlet Di LEM, Harga Start From Rp 15 Ribu

0
Kegiatan Grand Opening Cabe Merah Rabu 5 Maret 2025 yang ditandai dengan pemberian bunga dan sertifikat mitra tenant dari LEM (ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Cabe Merah, restoran makanan yang menyajikan beragam masakan Indonesia kini hadir di Lombok. Berlokasi di Lower Ground, Unit LG 34 – 35 Lombok Epicentrum Mall (LEM) mulai Rabu 5 Maret 2025. Outlet di LEM ini merupakan cabang yang ke 13 di Indonesia.

Pada grand opening ini GM Lombok Epicentrum Mall Salim Abdad, mengucapkan selamat dan terima kasih dengan hadirnya Cabe Merah di Lombok. Ini menunjukkan bahwa banyak brand nasional maupun internasional yang melirik daerah Lombok. “Semoga Lombok semakin berkembang dan memberikan warna lain,” katanya.

Cabe Merah merupakan salah satu brand dari Kyati Group yang memiliki konsep restoran bernuansa kekeluargaan. “Jadi konsepnya itu untuk family, arisan dan cocok untuk semua kalangan. Mulai dari anak-anak sampai orang dewasa,” ungkap Staf Trainer Pusat, Arthur Bawendu.

Manager Area Joko Andi Priyanto mengatakan, menu yang dihadirkan di Cabe Merah sangat beragam dan menggugah selera. Pilihan menu bukan hanya makanan Indonesia saja, tetapi dihadirkan juga pilihan menu makanan China. “Indonesian food 70 persen dan Chinese food 30 persen,” sebutnya.

Tongseng merupakan menu andalan yang direkomendasi jika berkunjung di Cabe Merah. Selain itu terdapat menu lain seperti nasi bakar, iga bakar, sate ayam lontong, berbagai macam soto dan masih banyak pilihan menu lainnya yang tentu saja rasanya tidak diragukan. Selain itu, Cabe Merah juga menghadirkan paket lunch box yang praktis dengan harga terjangkau.

Terdapat promo menarik di momentum grand opening ini, yaitu setiap pembelian minimal Rp 150 ribu akan mendapat satu buah pashmina. Dan promo ini berlaku dengan jumlah kelipatannya. “Kalau pembelian Rp 300 dapat dua buah pashmina. Tidak ada batasan waktu kapan berakhirnya promo ini, ngalir saja,” ucap Arthur.

Selain promo tersebut, grand opening yang bersamaan dengan momentum bulan Ramadan 1446 Hijriah ini, Cabe Merah menyediakan takjil secara gratis bagi para pelanggan yang berkunjung selama bulan Ramadan.

Untuk harga makanan yang ditawarkan cabe merah, mulai dari harga Rp 15 ribu sampai Rp 68 ribu. Sedangkan untuk lunch box mulai dari harga Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu. “Masih terjangkau oleh pelanggan,” ujarnya.

Joko berharap semoga bisa ikut lebih meramaikan LEM dengan kehadiran Cabe Merah. Dan ia berharap semoga Cabe Merah bisa menjadi restoran favorit bagi masyarakat di Lombok.(hir)

KSB Mulai Program GPM Ramadhan 2025

0
Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah bersama Wabup KSB, Hj. Hanipah menyerahkan secara simbolis beras yang dibeli warga di kegiatan GPM yang digelar, Rabu 5 Maret 2025.(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) setempat mulai meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) Spesial Ramadhan tahun 2025.

Start awal program itu dilaksanakan di kecamatan Taliwang, Senin 5 Maret 2025 kemarin. Bertempat di alun-alun Taliwang, dalam acara itu sejumlah pihak terlibat. Tidak saja beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda KSB, lembaga perbankan seperti Bank Indonesia (BI), Bank NTB Syariah, Bank BPR hingga toko ritel modern turut ikut ambil bagian menyediakan berbagai bahan kebutuhan pokok masyarakat untuk dijual dengan harga subsidi.

*Alhamdulillah banyak yang terlibat sehingga stok barang yang dapat kami sediakan pada kegiatan ini juga banyak,” terang kepala DKP KSB, Amin Sudiono kepada wartawan di sela kegiatan.

Stok bahan sembako yang disediakan pada acara GPM Ramadhan perdana ini memang terhitung cukup banyak. Untuk beras saja, DKP menyediakan sebanyak 20 ton. Berikutnya ada gula pasir sebanyak 500 kilogram, minyak sayur 462 liter dan telur 180 trei (papan). Selain bahan pokok itu, ada pula bahan dapur yang dijajakan seperti cabai rawit, cabai merah dan bawang. “Kalau cabainya kami bersama BI menyiapkan sekitar 150 kilogram. Nah ada juga bahan makanan lain seperti daging ayam kita jual di GPM ini,” urai Amin.

Setiap barang yang dijual di program GPM ini, warga tentu menebusnya dengan harga murah atau dibawah harga pasar. Beras medium super seberat 5kg dibanderol Rp50ribu, minyak sayur Rp15ribu/liter, gula pasir Rp15ribu/kg sementara telur Rp50ribu/trei. Sedangkan cabai, warga dapat menebusnya dengan harga Rp65ribu/kg. “Untuk beras, minyak, gula dan telur maksimal bisa beli 2 paket. Kalau cabai kita jualnya paketan kecil menyesuaikan ukuran rumah tangga,” paparnya.

Dengan harga yang relatif murah itu, program GPM ini pun diserbu oleh warga. Agar tertib, DKP KSB bahkan harus membuat dua lajur antrean untuk warga mendaftar. Padahal undangan gelaran GPM untuk kecamatan Taliwang ini baru menyasar warga wilayah 7 kelurahan saja.

Program GPM Ramadhan ini selanjutnya akan digelar di 7 kecamatan lainnya. Menurut Amin, untuk kecamatan lain pihaknya tengah menyusun jadwal pelaksanaannya. “Kami punya 31 kegiatan GPM. Sementara ini kita buat 1 kegiatan 1 kecamatan sambil kita lihat perkembangan di tingkat lapangan,” imbuhnya.

Sementara itu, kegiatan GPM ini dibuka secara resmi oleh Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah. Dalam sambutannya ia menyampaikan, bahwa agenda GPM ini merupakan bentuk respon cepat dari pemerintah terhadap dinamika harga bahan-bahan pokok yang cendrung fluktuatif akhir-akhir ini.

Bupati pun berjanji untuk memastikan masyarakat bisa memakses kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau. Program GPM atau kegiatan semacamnya akan secara rutin digelar.

“Kedepannya ini akan menjadi acara rutin. Ini urusan wajib bagi kita Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Kepada OPD terkait, Saya tidak ingin lagi ada cerita bahwa belum ada anggarannya, karena ini harus tetap kita laksanakan baik dalam kondisi tertentu apalagi yang rutin dalam bulan-bulan Ramadhan setiap tahunnya,” tegas bupati. (bug)

Potensi Lahan Budidaya Udang di Sumbawa Capai 10.500 Hektare

0

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan)  Sumbawa, menyebutkan luas lahan potensial untuk budidaya udang mencapai 10. 500 hektare sementara yang sudah termanfaatkan hingga saat ini baru mencapai 3. 735 hektare.

“Masih cukup besar lahan potensial yang kita miliki, yang sudah termanfaatkan paling di angka 30  persen saja sisanya masih menjadi lahan tidur,” kata Kadis Lutkan Sumbawa, Rahmat Hidayat, kepada Ekbis NTB, Rabu 5 Maret 2025.

Dikatakannya, banyak lahan potensial belum dimanfaatkan karena untuk budidaya udang membutuhkan biaya yang cukup besar dan sifatnya masih tradisional. Potensi tersebut juga belum termasuk lokasi yang berada di daerah selatan yang dianggap sebelumnya belum menjanjikan.

“Karena keterbatasan modal, sehingga masih banyak lahan potensial yang belum bisa kita garap secara maksimal. Kami juga masih terus berupaya untuk mencari investor baru untuk melakukan penanaman modal di Sumbawa,” ucapnya.

Dia pun menyebutkan, salah satu lokasi yang menjadi unggulan budidaya udang yang cukup besar hanya berada di Kecamatan Labangka dan Plampang. Bahkan pernah di tahun 2022 produksi udang di Kecamatan Labangka mencapai 44, 5 79, 02 ton, kecamatan Plampang 26, 471. 73 ton dan di tahun 2023 mencapai 139.000 ton.

“Baru dua lokasi yang sudah tergarap maksimal untuk Budidaya, kalau untuk daerah lainnya masih minim dan kami akan terus mendorong agar terus dikembangkan,” ujarnya.

Dia pun meyakinkan, meski lahan potensial yang belum tergarap masih banyak, tetapi untuk produksi udang selalu meningkat setiap tahunnya. Bahkan di tahun 2017, 89. 918. 11 ton, tahun 2018 menjadi 112. 256. 83 ton di tahun 2019 126, 105. 93 ton di tahun 2020 130, 000. 00 ton.

“Tahun 2021 127, 000. 00 ton tahun 2022 135, 038. 00 ton dan tahun 2023 139, 201. 35 ton,” tambahnya. (ils)

50 Sampel Takjil di Kota Mataram Dinyatakan Aman

0
Kepala BBPOM Kota Mataram, Yosef Dwi Irwan (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Emirald Isfihan (tengah) serta petugas dari Dinas Perdagangan Kota Mataram memeriksa barang dagangan para penjual di sekitar Jl. Majapahit, Rabu 5 Maret 2025.(ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Mataram melaksanakan intensifikasi pengawasan pangan takjil yang beredar selama bulan Ramadan 1446 Hijriah pada Rabu, 5 Maret 2025.

Titik lokasi pengambilan sampel berada di Jalan Majapahit, Jalan Airlangga, dan Jalan Panji Tilar. Di setiap titik, diambil puluhan sampel dari berbagai penjual.

Bersama Dinas Kesehatan Kota Mataram dan Dinas Perdagangan Kota Mataram, BBPOM mengambil kurang lebih 50 sampel dari berbagai jenis takjil yang dijual di area tersebut.

Jenis sampel takjil yang diambil terdiri dari cakwe, bolu, pindang goreng, pisang ijo, kurma, sambal pastel, telur gulung, cilok, kerupuk, dan lain sebagainya.

Pengujian cepat dilakukan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa seluruh sampel yang diambil memenuhi syarat dan aman untuk dikonsumsi.

“Kami mengambil kurang lebih 50 sampel, dan sedang dalam proses pengujian. Namun, jika dilihat secara langsung, kami tidak menemukan sampel yang terdeteksi mengandung bahan berbahaya,” jelas Kepala BBPOM, Yosef Dwi Irwan.

Dikatakan bahwa produk yang perlu diwaspadai adalah kerupuk terigu dan mi basah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk membeli produk kerupuk terigu yang sudah terdaftar di Dinas Kesehatan atau yang telah memiliki Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT).

BBPOM mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih takjil dengan memastikan makanan yang dibeli berasal dari sumber terpercaya. Masyarakat juga diharapkan lebih waspada dan melaporkan jika menemukan indikasi penggunaan bahan berbahaya dalam makanan.

Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam pengawasan akan terus dilakukan selama bulan Ramadan. Hal ini sangat diharapkan guna menjaga kualitas takjil atau makanan yang beredar di pasaran agar aman dikonsumsi selama Ramadan. (hir)

Upland Bawang Putih, 2025 Fokus Pengembangan Benih Sangga Sembalun

0
Petani di Sembalun sedang menanam bawang putih. Sekarang ini, penanaman lebih fokus pada proses benih, khususnya penananam dari proyek upland. (ekbisntb.com/rus)

Lombok(ekbisntb.com) – Proyek upland pengembangan bawang putih diperpanjang tahun 2025. Dari target 811 hektare, tersisa sekitar 132 ha lagi. Masa perpanjangan satu tahun ke depan ini akan difokuskan pada pengembangan benih dan hanya dipusatkan di Sembalun. Upland merupakan  kegiatan pertanian di dataran tinggi yang komprehensif, mulai dari pengembangan on-farm sampai off-farm.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Fathul Kasturi, Rabu 5 Maret 2025, menjelaskan, pengembangan bawang putih di dataran tinggi Sembalun dilakukan di lima desa, Sembalun, Sembalun Lawang, Sembalun Bumbung, Timba Gading dan Sajang.

Pada tahun sebelumnya penanaman bawang putih ini dilakukan di tiga kecamatan di sembilan desa. Kecamatan Suela tiga desa, Wanasaba 1 desa dan Sembalun lima desa. “Kalau tahun ini hanya Kecamatan Sembalun saja,” imbuhnya.

Pengembangan di tiga kecamatan tahun sebelumnya ini karena penanaman juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. “Tahun sebelumnya tak saja benih, tapi juga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi,” terangnya.

Penanaman mulai akan dilakukan pada awal bulan Maret ini. Semua sarana produksi sudah mulai didistribusikan mulai dari benih, pupuk kompos dan mulsa.

Dalam proses pengadaan benih tetap melibatkan penangkar di sekitar Sembalun. Disebut, dari tujuh penangkar yang ada yang masih aktif empat penangkar.

Adapun varietas benih yang dikembangkan masih fokus juga pada lokal. Yakni benih Sangga Sembalun. Masyakarat petani penerima manfaat tinggal menanam dan memelihara. Jumlah petani dilibatkan dari 34 kelompok. Satu kelompok rata rata 9 sampai 10 orang

Mengenai harga bawang putih saat ini dinilai masih cukup bagus. Harga benih saja Rp 54 per kilogram.

“Harga termasuh masih tinggi, harga panen saja Rp 10 ribu dan ini  sudah cukup bagus bagi petani,” urainya.(rus)

Dampak Cuaca, Hasil Panen Cabai Menurun Picu Harga Meroket

0
Petani sedang panen cabai di Lobar(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Hasil panen cabai di Lombok Barat (Lobar) menurun akibat dampak cuaca yang buruk pada awal tahun ini. Kondisi ini menjadi salah satu yang menyebabkan pasokan cabai ke pasaran terganggu, sehingga memicu harga cabai di pasaran meroket.

Asisten II Setda Lobar H. L. Najamudin menyikapi harga cabai yang melonjak ini, Pemkab Lobar telah menyiapkan langkah-langkah. Langkah penanganan jangka pendek, tim Pemkab dipimpin Bupati H. Lalu Ahmad Zaini akan turun sidak pasar. “Rencananya turun sidak pasar, di Gerung dan lainnya,” katanya, Rabu 5 Maret 2025.

Selain itu, Pemkab Lobar juga melakukan upaya melalui operasi pasar. Melalui Dinas Pertanian, telah menanam cabai di sejumlah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lobar Damayanti Widyaningrum mengatakan harga cabai di pasaran Lobar mencapai Rp160-170 ribu per kilogram. “Ini memang tinggi, itu kemungkinan karena produksi (hasil panen) kurang dampak cuaca. Kebutuhan juga meningkat,” katanya.

Pasokan cabai ke pasaran berkurang dampak produksi yang menurun, sementara kebutuhan konsumsi cabai pada bulan puasa ini meningkat. “Sehingga banyak dicari, produksi kita agak berkurang karena hujan (cuaca),” ungkapnya.

Harga cabai ini melonjak tidak saja di Lobar, namun di hampir seluruh daerah. Bahkan lebih tinggi kenaikannya.

Upaya yang telah dilakukan dalam mengantisipasi kenaikan harga cabai, pihaknya awal tahun ini telah menanam cabai seluas 2 hektar. Seperti di wilayah Suranadi, Kecamatan Narmada. Selain itu, pihaknya membagi benih ke masing-masing OPD sebanyak 119 ribu benih. Kemudian untuk Poktan sebanyak 17.850 bibit.

Tahun lalu, lahan seluas 5 hektar ditanami bibit cabai. Bantuan bibit cabai kepada kelompok tani disediakan pihaknya. Bibit disediakan melalui pengadaan dari BTT mencapai 15 ribu bibit dengan anggaran kurang dari Rp30 juta. Sementara kebutuhan bibit untuk ditanam pada lahan seluas 5 hektar sekitar 85 ribu bibit. Di mana per hektar diperkirakan membutuhkan bibit 17-18 ribu bibit. (her)

Safari Ramadan Wali Kota Digabung dengan Pasar Murah

0
H. Lalu Martawang(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Safari Ramadan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram, akan berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Konsep Safari Ramadan akan digabung dengan pelaksanaan pasar murah.

Asisten Tata Praja dan Kesejahtraan Rakyat Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang menyampaikan, berdasarkan arahan dari Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana bahwa pelaksanaan Safari Ramadan harus memiliki dimensi yang produktif ekonomis, sosial, dan kemasyarakatan. Pelaksanaan Safari Ramadan diputuskan digelar di enam titik digabung dengan kegiatan pasar murah. “Jadi diputuskan Safari Ramadan tidak hanya aktivitas keagamaan juga pasar murah,” terang Martawang dikonfirmasi pada, Rabu 5 Maret 2025.

Pelaksanaan Safari Ramadan Wali Kota dan Wakil Wali Kota akan diikuti oleh satuan kerja perangkat daerah (OPD) teknis, camat, dan lurah. Wali Kota dan Wakil Wali Kota kata Martawang, akan melaksanakan salat ashar berjamaah di masjid yang telah ditentukan dan menyerahkan bantuan di sela-sela safari ramadan. Selanjutnya kata dia, orang nomor satu di Kota Mataram akan meninjau langsung pelaksanaan pasar murah.

Dikatakan, Pemkot Mataram menggabungkan antara safari ramadan dengan pasar murah untuk memberikan nilai tambah. Artinya, tidak hanya spirit religiusitasnya saja, melainkan spirit ekonomi kerakyataan. “Nanti ada sembako dijual di bawah HET. Ada bantuan diberikan di lokasi pelaksanaan safari,” ujarnya.

Safari ramadan dijadwalkan mulai tanggal 10-11 Maret 2025. Kemudian, dilanjutkan pada Senin-Rabu (17-19/3). Kemungkinan akan bertambah lokasi safari ramadan tergantung dari perkembangan atau kondisi di lapangan.

Pihaknya sambungnya, memperhatikan kebutuhan dari distributor yang meminta pasar murah tidak digelar pada hari libur. “Kita juga mengikuti jam kerja dari distributor,” pungkasnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Mataram memastikan, pasar murah juga akan menjual cabai rawit. Harganya dipastikan dapat dijangkau oleh masyarakat. “Kalau sekarang harga cabai Rp210 ribu per kilogram. Kami dijanjikan oleh mitra bahwa bisa mengkonsumsi yang pedas. Persoalan apakah itu cabai dari mana persoalan teknis saja,” demikian kata dia. (cem)