Monday, April 20, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 383

Polresta Mataram Intensifkan Pengawasan Stok Elpiji 3 Kg

0
Kapolsek Mataram Mulyadi bersama jajaran mengecek stok elpiji pada salah satu pangkalan di Mataram(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Aparat Kepolisian Resor Kota Mataram mengintensifkan pengawasan stok elpiji 3 kilogram yang menjadi bagian dari program subsidi pemerintah untuk kelompok masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro selama Ramadan 1446 Hijriah di Kota Mataram.

Kepala Seksi Humas Polresta Mataram Iptu I Gusti Bagus Baktiasa di Mataram, Jumat, membenarkan adanya giat pengawasan lapangan yang secara khusus berlangsung di wilayah hukum Kepolisian Sektor Mataram.

“Melihat banyaknya jumlah agen dan pangkalan penyedia elpiji 3 kilogram di wilayah hukum Polsek Mataram, jajaran setempat secara intensif melakukan pengawasan langsung di lapangan,” kata Iptu Bagus Baktiasa.

Sementara itu, Kepala Polsek Mataram AKP Mulyadi mengharapkan dengan adanya kegiatan pengawasan langsung di lapangan, ketersediaan elpiji 3 kilogram ini tetap aman dan terkendali tanpa ada aksi penimbunan dan kenaikan harga.

“Kalau stoknya stabil, distribusi lancar, tidak ada gangguan, tentu akan berdampak pada keamanan dan ketertiban selama Ramadan,” ujar AKP Mulyadi.

Oleh karena itu, Mulyadi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk secara rutin melakukan pengawasan ketersediaan elpiji 3 kilogram, khususnya ke lokasi agen dan pangkalan yang sebagian besar berada di wilayah hukum Polsek Mataram.

“Pengawasan ini memang sengaja dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi untuk memastikan stok elpiji tetap tersedia dan tidak membuat resah masyarakat akibat isu-isu kelangkaan,” ucapnya.

Giat pengawasan terakhir terlaksana pada Kamis 6 Maret 2025. Jajaran kepolisian memastikan stok elpiji 3 kilogram yang ada pada agen dan pangkalan di wilayah hukum Polsek Mataram masih aman dan terkendali.

Dalam kegiatannya, kepolisian turut mengimbau kepada para agen dan pangkalan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga elpiji 3 kilogram.

“Kami mengingatkan kepada para pangkalan dan agen elpiji agar tidak melakukan penyimpangan demi keuntungan pribadi. Jika ditemukan adanya pelanggaran, kami tidak segan mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku,” ujar dia. (ant)

Tekan Inflasi, Sumbawa Gelar GPM di Sejumlah Titik

0
Irin Wahyu Indarni(ekbisntb.com/ils)

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sumbawa, menggelar gerakan pangan murah (GPM) yang akan dilakukan di delapan titik selama bulan Ramadhan untuk menekan inflasi yang kiranya akan terjadi jelang Idul Fitri.

“Saat ini memang untuk GPM sangat dibutuhkan oleh masyarakat, apalagi saat ini suasana bulan Ramadhan sehingga pasokan pangan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, ” kata Kadis DKP, Irin Wahyu Indarni kepada wartawan, Jumat 7 Maret 2025.

Irin pun meyakinkan, ada beberapa kriteria lokasi pelaksanaan GPM yakni daerah padat penduduk, rentan dan rawan pangan. Tentu tujuan akhirnya yakni untuk menekan inflasi dengan ketersediaan pangan murah bagi masyarakat.

“Jadi, GPM ini kita laksanakan sebagai bentuk stabilisasi harga dan pasokan pangan di masyarakat termasuk juga wilayah yang rawan pangan,” ujarnya.

Irin melanjutkan, kegiatan ini sebagai bentuk ikhtiar Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, telur, minyak goreng, daging ayam, dan sembako lainnya. Tentu barang tersebut dibeli dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kios masyarakat.

“Alhamdulillah untuk harga sejumlah komoditas pangan saat ini masih dalam kategori Aman hanya cabai saja yang harganya menembus Rp130 ribu per kilogram,” ucapnya.

Dia pun meyakinkan, GPM ini setiap tahun dilakukan agar Indeks Harga Konsumsi (IHK) bisa turun dan di bulan Ramadhan durasi nya lebih lama. Karena pada prinsipnya untuk menekan laju inflasi ditentukan oleh perilaku konsumen jika harga tinggi maka daya beli masyarakat akan rendah.

“Kami tetap berusaha agar IHK kita terkendali dan turun salah satunya adanya opsi pembelian pangan dengan harga yang lebih murah untuk membantu masyarakat,” timpalnya. (ils)

Dishub Siapkan Dua Bus untuk Mudik Gratis

0
Zulkarwin(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram, menyiapkan dua bus untuk penyelenggaraan mudik gratis. Masyarakat dipersilakan mendaftar secara daring untuk mendapatkan kuota.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin menerangkan, mudik gratis akan dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 hijriah. Pihaknya menyediakan dua kendaraan atau bus bagi masyarakat yang ingin pulang merayakan hari raya di Pulau Sumbawa. “Kita sediakan dua bus saja untuk mudik gratis tahun ini,” kata Zulkarwin.

Ia mengakui, antusiasme masyarakat mengikuti mudik gratis pasti tinggi. Pihaknya telah mengajukan proposal ke bank daerah maupun perusahaan angkutan, agar membantu menambah armada untuk melayani masyarakat.

Mantan Camat Selaparang menambahkan, mekanisme mudik gratis sama seperti tahun sebelumnya. Masyarakat mendaftar secara daring atau online untuk mendapatkan kuota. “Link pendaftarannya akan kita sebar di akun media sosial Dishub. Silakan masyarakat mendaftar lewat kanal itu,” ujarnya.

Kuota mudik gratis disediakan sangat terbatas. Alokasi anggaran disediakan hanya untuk dua kendaraan dengan kapasitas 36-40 orang. Pihaknya mengupayakan satu kendaraan diisi oleh 36 penumpang, sehingga masyarakat lebih leluasa dan nyaman saat di perjalanan.

Zulkarwin mengharapkan ada penambahan armada dari salah satu bank pelat merah di Kota Mataram, sehingga masyarakat yang terlayani lebih banyak. “Kita masih menunggu mudah-mudahan ada tambahan dari Bank NTB Syariah,” harapnya.

Proses seleksi calon pemudik yang ikut program mudik gratis jangan sampai orang terdekat atau keluarga pejabat. Zulkarwin menjamin tidak akan terjadi. Ia secara langsung akan mengawasi proses seleksi atau penentuan calon pemudik yang mendapatkan kuota/kursi. Prinsipnya proses transparan dan akuntabilitas akan diperhatikan. Program mudik gratis diberikan kepada masyarakat terutama yang tinggal atau beraktivitas di Kota Mataram. “Saya jamin tidak seperti itu. Dan, mana pernah Kota Mataram melakukan hal itu,” demikian kata dia. (cem)

Deflasi Kota Mataram Sebesar 0,17 Persen

0
Seorang pedagang di Pasar Mandalika termenung menunggu pembeli pada, Jumat 7 Maret 2025. Deflasi Kota Mataram di bulan Februari 0,17 persen. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Badan Pusat Statistik merilis deflasi Kota Mataram sebesar 0,17 persen. Hal ini disebabkan penurunan harga dua indeks kelompok pengeluaran.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kota Mataram, Luh Putu Sari Savitri dikonfirmasi kemarin menjelaskan, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik bahwa deflasi year on year Kota Mataram pada bulan Februari sebesar 0,17 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 105,48.

Deflasi year on year terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya dua indeks kelompok pengeluaran dari total sebelas indeks kelompok. Yaitu, kelompok informasi komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,09 persen dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 11,52 persen. “Deflasi di bulan Februari 0,17 persen,” sebutnya.

Sedangkan, kenaikan indeks kelompok pengeluaran terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,93 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,74 persen. Kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,45 persen. Kelompok kesehatan sebesar 1,72 persen. Kelompok pendidikan sebesar 1,57 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,53 persen. Kelompok transportasi sebesar 1,24 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,58 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,33 persen.

Ia menambahkan, pada bulan Februari 2025, Kota Mataram mengalami deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,76 persen dan tingkat deflasi year to date (y-to-d) Kota Mataram bulan Februari 2025 sebesar 1,42 persen.

Adapun 10 komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: tarif listrik, beras, daging ayam ras, tomat, telepon seluler, shampo, angkutan udara, cabai merah, parfum, dan pengharum cucian/ pelembut. Sedangkan 10 komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Februari 2025, antara lain: emas perhiasan, cabai rawit, sewa rumah, minyak goreng, sigaret kretek mesin (skm), kopi bubuk, nasi dengan lauk, ikan tongkol/ ikan ambu-ambu, sepeda motor, dan udang basah. Sementara sepuluh komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Februari 2025, antara lain: tarif listrik, daging ayam ras, bawang merah, tomat, jeruk, sawi hijau, cabai merah, cabai rawit, bayam, dan shampo. Sedangkan 10 komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, antara lain: emas perhiasan, pisang, angkutan udara, mobil, cumi-cumi, bensin, semangka, wortel, bakso siap santap, dan anggur. (cem)

Pekan Pertama Ramadan, PLN Pastikan Pasokan Stabil

0
PLN menyiapkan langkah strategis, termasuk mengoptimalkan pembangkit listrik dan memastikan cadangan daya yang cukup(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Penggunaan listrik di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami peningkatan signifikan selama pekan pertama Ramadan 1446 H. Berdasarkan data dari PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, terjadi kenaikan beban listrik sebesar 14% dibandingkan hari biasa.

Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan peralatan elektronik, seperti lampu, pendingin ruangan, dan perangkat memasak. Hal ini mencerminkan perubahan pola konsumsi energi masyarakat selama bulan Ramadan.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan analisis mendalam untuk memproyeksikan kenaikan beban listrik tersebut. Pemantauan dilakukan terutama pada jam-jam puncak, seperti saat sahur dan berbuka puasa, guna memastikan pasokan listrik tetap stabil.

Untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik, PLN telah menyiapkan langkah strategis, termasuk mengoptimalkan pembangkit listrik dan memastikan cadangan daya yang cukup. Selain itu, ribuan personel dan peralatan telah disiagakan guna menghadapi kemungkinan gangguan, sehingga respons terhadap permasalahan kelistrikan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Kenaikan beban listrik tercatat di seluruh wilayah NTB, terutama di daerah padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi serta sosial, yang memiliki kebutuhan listrik lebih tinggi. Aktivitas keagamaan dan sosial selama Ramadan juga turut berkontribusi pada peningkatan konsumsi listrik.

Pada malam hari, beban listrik di sistem Lombok meningkat dari 313 MW menjadi 336 MW, sedangkan di sistem Tambora naik dari 132 MW menjadi 139 MW. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung lebih aktif menggunakan listrik pada waktu-waktu tersebut.

PLN mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak, terutama pada jam-jam puncak, guna menjaga kestabilan pasokan listrik. Selain itu, PLN juga mendorong pelanggan untuk memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai solusi praktis dalam mengelola kebutuhan kelistrikan sehari-hari.

“Aplikasi PLN Mobile memungkinkan pelanggan mengakses semua layanan listrik dalam satu genggaman,” ujar Sudjarwo.

Dengan persiapan matang dan koordinasi yang baik, PLN berkomitmen untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari dengan nyaman. (bul)

Bank Dinar dan MIM Foundation Salurkan 8.000 Paket Sembako Ramadan

0
Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, bersama Ketua LAZ MIM Foundation, Romi Saefudin, membagikan paket sembako kepada pasukan kuning di Mataram, menandai dimulainya penyaluran 8.000 paket sembako Ramadhan.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu di bulan suci Ramadhan, PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Dinar Ashri, yang lebih dikenal sebagai Bank Dinar, bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Metro Insan Mulia (MIM) Foundation, menyalurkan 8.000 paket sembako Ramadhan.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilakukan setiap bulan puasa. Pada Ramadhan 1446 H/2025, jumlah paket yang disalurkan meningkat dibanding tahun sebelumnya, dari 6.000 menjadi 8.000 paket, atau bertambah sebanyak 2.000 paket.

Penyaluran bantuan ini dimulai pada Jumat, 7 Maret 2025, bertempat di Kantor Pusat Bank Dinar di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram. Salah satu kelompok penerima manfaat utama adalah sekitar 400 petugas kebersihan Kota Mataram, yang dikenal sebagai “pasukan kuning.”

Sejak pagi, ratusan pasukan kuning yang telah menyelesaikan tugasnya menjaga kebersihan kota berbondong-bondong mendatangi kantor Bank Dinar. Proses pembagian paket sembako berlangsung tertib, dengan suasana penuh kebahagiaan dari para penerima manfaat.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa jumlah paket sembako yang disalurkan akan terus ditingkatkan setiap tahunnya agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.

“Bantuan ini dialokasikan dari dana sosial dan zakat yang terkumpul. Setiap nasabah dan pemangku kepentingan Bank Dinar secara langsung telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Seiring berkembangnya Bank Dinar, kami berkomitmen untuk meningkatkan jumlah bantuan yang disalurkan,” ujar Mustaen.

Ia juga menekankan bahwa pasukan kuning memiliki peran besar dalam menjaga kebersihan Kota Mataram, sehingga mereka berhak mendapatkan apresiasi dalam bentuk bantuan ini.

“Mereka bekerja keras menjaga kebersihan kota, dan banyak di antara mereka yang membutuhkan bantuan. Kami berharap doa dari semua pihak agar usaha kami terus berkembang sehingga bisa memberikan manfaat lebih luas di masa mendatang,” tambahnya.

Selain pasukan kuning, paket sembako juga disalurkan kepada berbagai kelompok masyarakat lainnya, termasuk warga kurang mampu di pedesaan, panti asuhan, lansia, marbot masjid, serta kelompok sasaran lainnya yang dianggap layak menerima bantuan.

Ketua MIM Foundation Mataram, M. Romi Saefudin, menjelaskan bahwa distribusi paket sembako dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak. Paket-paket tersebut didistribusikan melalui kantor cabang Bank Dinar yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami menargetkan agar seluruh paket ini dapat tersalurkan sepenuhnya paling lambat sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri,” kata Romi.

Ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat selama bulan Ramadhan. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan dapat menjalani bulan suci dengan lebih tenang serta penuh berkah. (bul)

Dibatasi 6–18 Maret 2025, Data Penerima Pupuk Subsidi Harus Dimutakhirkan

0
Kementan terus berkomitmen memperbaiki tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi serta meningkatkan akses petani terhadapnya(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berkomitmen memperbaiki tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi serta meningkatkan akses petani terhadapnya. Salah satu langkah terbaru adalah pemutakhiran data penerima pupuk bersubsidi melalui sistem e-RDKK, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 04 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menegaskan bahwa regulasi ini bertujuan memastikan hanya petani yang benar-benar berhak yang terdaftar dalam sistem e-RDKK.

“Kini, data e-RDKK dapat dievaluasi dan diperbarui sepanjang tahun. Jika sebelumnya hanya bisa diajukan pada tahun sebelumnya, kini pemutakhiran data lebih fleksibel dan dinamis sesuai kondisi di lapangan,” jelas Andi dalam keterangan resminya.

Jadwal pemutakhiran data penerima pupuk bersubsidi kali ini berlangsung pada 6–18 Maret 2025. Dengan adanya kebijakan ini, petani, penyuluh, dan petugas terkait diharapkan segera melakukan pemutakhiran dalam jangka waktu yang telah ditentukan agar tidak terlewat.

“Kami mengimbau seluruh petani, penyuluh, dan petugas yang membantu proses ini untuk segera memperbarui data e-RDKK sesuai jadwal. Jangan sampai kesempatan ini terlewat, karena data yang terupdate akan memastikan penyaluran pupuk subsidi lebih tepat sasaran,” tambah Andi.

Sebagai informasi, pemerintah telah mengalokasikan 9,55 juta ton pupuk bersubsidi yang sudah dapat ditebus sejak 1 Januari 2025. Hingga awal Maret, realisasi penyaluran telah mencapai 13,03%. Dalam kebijakan terbaru ini, selain pemutakhiran data penerima pupuk bersubsidi, ubi kayu kini juga masuk dalam daftar komoditas yang berhak menerima subsidi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya memastikan distribusi pupuk bersubsidi berjalan lebih lancar, transparan, dan tepat sasaran. (bul)

Pemerintah Beri Insentif PPN untuk Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

0
Pemerintah menerbitkan aturan baru yang memberikan insentif PPN untuk tiket pesawat kelas ekonomi penerbangan domestik(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pemerintah resmi menerbitkan aturan baru yang memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket pesawat kelas ekonomi penerbangan domestik. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 18 Tahun 2025, yang mulai berlaku sejak 1 Maret 2025.

Kebijakan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang ingin mudik saat Idulfitri, meringankan biaya perjalanan udara, serta mendukung pemulihan industri penerbangan nasional di tengah kenaikan harga tiket pesawat.

Penumpang hanya membayar PPN sebesar 5% dari harga tiket, sementara 6% sisanya ditanggung pemerintah. Harga tiket yang dikenakan PPN mencakup tarif dasar, biaya tambahan bahan bakar, dan biaya lain yang ditetapkan maskapai. Insentif ini berlaku untuk pembelian tiket dari 1 Maret hingga 7 April 2025, dengan periode penerbangan dari 24 Maret hingga 7 April 2025.

Maskapai yang mendapatkan manfaat dari insentif ini diwajibkan untuk:

  1. Membuat faktur pajak atau dokumen setara sebagai bukti transaksi.
  2. Melaporkan daftar transaksi tiket dengan insentif PPN dalam Surat Pemberitahuan Masa PPN.
  3. Mengirimkan laporan transaksi PPN yang ditanggung pemerintah paling lambat 30 Juni 2025.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Dwi Astuti, menyatakan bahwa insentif ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan tiket pesawat dengan harga lebih terjangkau, terutama bagi mereka yang ingin mudik.

“Dengan kebijakan ini, kami berharap daya beli masyarakat terhadap layanan transportasi udara meningkat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 7 Maret 2025. (bul)

Pasar Murah Hanya Digelar Delapan Kali, Difokuskan di Kantong-Kantong Kemiskinan

0
Baiq. Nelly Yuniarti(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Perdagangan memastikan tetap menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Namun, tahun ini pelaksanaannya hanya dilakukan delapan kali karena keterbatasan anggaran.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan bahwa setiap kabupaten hanya mendapat satu kali kesempatan pelaksanaan pasar murah. Sementara itu, Kota Mataram dan Kota Bima tidak termasuk dalam program ini karena tingkat kemiskinan ekstrem di dua wilayah tersebut relatif lebih rendah dibandingkan daerah lain.

“Sekarang hanya delapan kali kita laksanakan, sehingga harus dipilih dengan cermat. Satu kabupaten hanya satu kali dan di satu titik saja. Saat ini, pemerintah provinsi sedang menentukan lokasi pasar murah, yang diprioritaskan di desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem tinggi. Kami ingin menggelar lebih banyak, tapi anggaran yang tersedia terbatas. Mudah-mudahan ke depan bisa ditambah agar pelaksanaan pasar murah lebih luas,” ujar Baiq Nelly.

Sebagai contoh, di Lombok Barat, pasar murah akan digelar di Desa Buwun Mas, sementara di Lombok Tengah, akan dilaksanakan di Desa Mangkung. Saat ini, desain pelaksanaannya masih difinalisasi dan diharapkan bisa berjalan sesuai rencana.

Baiq Nelly menambahkan bahwa selain program dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota juga mengadakan pasar murah secara mandiri. Misalnya, Lombok Timur telah menggelar pasar murah di Alun-Alun, sementara Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyelenggarakan pasar murah dengan skema subsidi.

Pasar murah kali ini akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan cabai. Cabai menjadi perhatian utama karena harganya yang fluktuatif.

“Produk utama yang kami sediakan adalah minyak goreng, beras, gula, dan cabai. Rencananya, pasar murah ini juga akan digelar bersamaan dengan Safari Ramadhan Gubernur,” jelas Baiq Nelly.

Ia juga mengungkapkan bahwa operasi pasar tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Satu-satunya komoditas yang bisa diintervensi melalui operasi pasar adalah beras, berkat dukungan dari Bulog.

“Operasi pasar tidak bisa kami lakukan karena keterbatasan dana. Saat ini, hanya beras yang dapat kami intervensi melalui bantuan Bulog,” katanya.

Saat ini, harga cabai juga menjadi perhatian serius. Di Lombok Timur, harga cabai telah turun menjadi Rp55.000 per kilogram dan dianggap cukup stabil. Sebelumnya, harga cabai di Kota Mataram sempat melonjak hingga Rp210.000 per kilogram pada awal Ramadhan, namun kini turun menjadi Rp120.000 per kilogram.

“Kami masih bernegosiasi dengan petani cabai di Lombok Timur agar pasokan bisa dikirim ke Mataram sehingga harga tetap terkendali,” tambah Baiq Nelly.

Dengan keterbatasan anggaran ini, pemerintah berharap adanya tambahan alokasi dana agar pasar murah dapat digelar lebih sering dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. (bul)

Dinkes Mataram Dorong UMKM Bersertifikat PIRT

0
H. Emirald Isfihan(ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Kesehatan Kota Mataram mendorong pelaku Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) atau UMKM untuk memiliki Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT).

Melalui momen intensifikasi pengawasan pangan takjil yang beredar selama bulan Ramadan, Dinas Kesehatan Kota Mataram bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Mataram serta Dinas Perdagangan Kota Mataram mengadakan kegiatan pada Rabu, 5 Februari 2025. Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, mengatakan bahwa selain menjamin keamanan, sertifikasi ini juga bertujuan untuk menjamin kesehatan produk pangan yang beredar.

“Karena salah satu unsur penting dalam kesehatan adalah bagaimana pangan ini aman, sehingga tidak menimbulkan penyakit,” ujarnya.

Dengan demikian, para pelaku IRTP atau UMKM didorong untuk mengurus SPP-PIRT. Untuk mendapatkan sertifikat, pelaku usaha minimal harus mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) yang pembinaannya dilakukan langsung oleh Dinkes Kota Mataram. Selain itu, terdapat penilaian sebelum dan sesudah penyuluhan.

Tujuan dari pembinaan dan pengawasan IRTP adalah memberikan prinsip-prinsip dasar keamanan pangan bagi pelaku usaha. Hal ini mencakup penerapan cara produksi pangan yang baik untuk industri rumah tangga, termasuk sarana dan prasarana yang digunakan. Dengan demikian, diharapkan dapat dihasilkan produk pangan yang aman dan bermutu sesuai dengan tuntutan konsumen.

“Kami mendorong para pedagang untuk menutup makanannya agar tidak terjadi kontaminasi dari sumber pencemaran,” jelasnya.

Selain itu, dr. Emirald juga menyebutkan bahwa salah satu cara meminimalkan kontaminasi adalah dengan tidak melakukan pembayaran secara langsung, melainkan menggunakan pembayaran digital. “Pakai QRIS, sehingga tidak ada lagi kontaminasi dari uang tunai karena ini salah satu sumber pencemaran. Pada saat penyajiannya pun dianjurkan menggunakan sarung tangan,” ucapnya.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Mataram akan terus mendorong para pelaku IRTP atau UMKM untuk memiliki sertifikat PIRT. Proses pengurusan sertifikat ini sama sekali tidak dipungut biaya.

Dengan memiliki sertifikat PIRT, pelaku usaha dapat memenuhi salah satu syarat untuk mengajukan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pemerintah Kota Mataram telah berkomitmen untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat, termasuk mendukung industri rumah tangga atau UMKM agar terus tumbuh dan berkembang. “Tetapi ingat, produk yang dihasilkan harus aman dan sehat,” tandasnya. (hir)