Monday, April 20, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 382

Safari Ramadan di Senggigi-Kekait, Bupati Ajak Warga Hidupkan Pariwisata dan Garap Potensi Desa

0
Bupati H. Lalu Ahmad Zaini dan Wabup Lobar Hj Nurul Adha bersama Forkopimda dan jajaran OPD turun Safari Ramdan di Sengigigi (ekbisntb.com/ist)

BUPATI Lombok Barat (Lobar) H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha melanjutkan kegiatan safari Ramadan di Batulayar dan Gunungsari. Safari Ramdan ini dilaksanakan di hari berbeda, yakni di Masjid Riyadhul Wardiyah, Dusun Kerandangan, Desa Senggigi Kecamatan Batulayar pada Jumat 7 Maret 2025.

Dilanjutkan pada Sabtu 8 Maret 2025 di Masjid Syiarul Islam Dusun Kekait Daye, Desa Kekait. Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah H.Ilham, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Ketua TP PKK Lobar, Ketua DWP Lobar, Ketua dan Komisioner Baznas, Kepala Kandepag Lombok Barat, Kades Senggigi, Perwakilan Kapolres dan Dandim serta masyarakat dusun Kerandangan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati LAZ menyampaikan apresiasi kepada semua masyarakat yang telah hadir dalam Safari Ramadan ini. Ia mengatakan berbagai harapan yang dititipkan oleh masyarakat kepada pasangan Lazadha menjadi tugas mulia yang harus dilaksanakan. Hal ini tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, utamanya masyarakat. Tanpa dukungan berbagai pihak maka untuk mewujudkan visi Lombok Barat yang maju, mandiri dan berkeadilan akan berat.

Ia juga menyampaikan kepada semua pihak untuk tetap membangun optimisme dalam melaksanakan pembangunan. Ia mengatakan program sejahtera dari desa ini selaras dengan program pemerintah pusat dimana nantinya akan ada koperasi-koperasi di desa yang akan didirikan untuk menunjang sektor pertanian dan potensi lainnya.

“Mari kita optimis untuk perubahan Lombok Barat. Hal ini untuk mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri dan berkeadilan,”ujarnya.

Ia mengatakan untuk mewujudkan perubahan perlu adanya kerja keras dan kekompakan. Ia bersama wakil bupati akan terus bergerak untuk percepatan pembangunan di Lombok Barat. Bupati LAZ mengatakan Kawasan Senggigi menjadi salah satu prioritas penting dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah. Karenanya harus mendapatkan perhatian yang maksimal.

Selain itu harus ada penataan kawasan serta penyelenggaraan even even yang dapat menarik wisatawan untuk kembali ke Senggigi. Hal ini agar Senggigi kembali menjadi primadona dalam dunia pariwisata bersama kawasan Mandalika.

Ia meminta kepada semua masyarakat untuk bergandengan tangan dan bergotong royong dalam mewujudkan perubahan di Lombok Barat. “Kita harus bergandengan tangan dan bersama sama dalam membangun Lombok Barat sehingga dapat lebih maju dan sejahtera,”tekannya.

Saat Safari Ramdan di Kekait, ia  juga mengajak semua masyarakat untuk terus menguatkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam pembangunan. Bupati meminta semua masyarakat tetap menjaga kondusifitas wilayah agar pembangunan di Lobar dapat dilaksanakan dengan cepat dan maksimal.

“Mari bersama sama kita kuatkan kebersamaan agar pembangunan berjalan dengan lancar. Saat ini kami sedang merencanakan penataan ibu kota Kabupaten agar menjadi kebanggan kita semua. Tentu ini tidak akan melupakan pembangunan di wilayah kecamatan lainnya. Kami ingin ada perubahan agar semua menjadi lebih baik dan sejahtera,”ujarnya.

Dalam Safari Ramadan ini diserahkan bantuan kepada masjid dari Pemerintah Daerah sebesar Rp25 juta. Kemudian dari PTAM Giri Menang, Bank NTB Syariah Cabang Gerung.

Sementara itu Kepala Desa Senggigi Mastur mengatakan masyarakat desa Senggigi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah karena memilih desa Senggigi sebagai lokasi Safari Ramadan. Hal ini menjadi kebanggan bagi masyarakat.Ia berharap agar Safari Ramadan ini dapat memberikan manfaat dan berkah bagi semua masyarakat desa Senggigi.

Mastur juga berharap agar Pemerintah Daerah dapat memberikan program program pembangunan untuk kawasan wisata Senggigi. Hal ini agar kawasan wisata Senggigi semakin maju dan dapat menarik wisatawan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati. Kami berharap agar Pemerintah dapat mendukung penataan Senggigi melalui program program pembangunan di kawasan wisata Senggigi,”ujarnya.(her)

Kemenkop Gerak Cepat Tindak Lanjuti Rencana Pembentukan 70 Ribu Kop Des Merah Putih

0
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi(ekbisntb.com/ist)

SEBAGAI tindak lanjut dari keputusan rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin 3 Maret 2025 lalu terkait dengan rencana pembentukan 70 ribu Koperasi Desa (Kop Des) Merah Putih, Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengadakan koordinasi lintas sektoral demi mewujudkan misi besar tersebut.

Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menekankan bahwa melalui Kop Des, pemerintah optimis dapat membangun simpul perekonomian yang dimulai dari desa. Cara ini juga diyakini akan mampu menekan tingkat kemiskinan ekstrim yang banyak terjadi di pedesaan.

“Melalui Koperasi Desa ini bisa berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan ekstrim di Indonesia karena Koperasi Desa Merah Putih bisa menjadi motor penggerak perekonomian desa,” kata Menkop Budi Arie Setiadi dalam rapat koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga (K/L) di Jakarta, Kamis 6 Maret 2025 dikutip dari kop.go.id.

Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri PPN/ Bappenas Febryan Alphyanto Ruddyard, Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.

Sebanyak 70 ribu Kop Des Merah Putih yang dibentuk ini nantinya akan mengelola rantai pasok sembako dan kebutuhan primer masyarakat hingga mengelola distribusi logistiknya. Terkait dengan skema pembentukan koperasi ini, Kemenkop akan melakukan dengan tiga pendekatan yaitu membangun koperasi baru, merevitalisasi koperasi eksisting dan membangun serta mengembangkan koperasi yang sudah ada.

“Kami mencoba melakukan identifikasi awal terhadap potensi peran dan kontribusi Kementerian dan lembaga terutama dari aspek regulasi, pemetaan data hingga dukungan penganggaran serta monitoring evaluasi,” kata Menkop Budi Arie.

Ke depan, dengan adanya Kop Des ini akan mampu memperpendek suplai chain dan melancarkan distribusi barang dan jasa hingga ke tingkat desa sehingga dapat menekan biaya dengan lebih rendah hingga ke tingkat konsumen akhir. Selain itu keberadaan Kop Des Merah Putih akan menjadi agregator bagi upaya mendorong peningkatan harga produk pertanian dari desa sekaligus menjadi stabilisator bagi inflasi.

“Harapannya dengan koordinasi lintas K/L ini jadi dapat menjadi langkah kita bersama untuk menyukseskan pelaksanaan Kop Des Merah Putih sesuai dengan arahan bapak Presiden,” kata Menkop Budi Arie.

Sementara itu Wamenkop Ferry Juliantono menambahkan bahwa untuk memastikan target pembentukan 70 ribu Kop Des Merah Putih ini berjalan lancar, akan dibentuk tim yang lebih spesifik. Tim ini akan menjalin komunikasi secara lebih rinci dengan perangkat desa dan Kemenkop menyiapkan modul-modul terkait pendirian koperasi.

“Mekanisme pembentukan koperasi ini diharapkan dapat dibahas melalui musyawarah desa yang melibatkan seluruh stakeholder di masing-masing desa.Hal ini untuk bisa membantu pendirian koperasi ini,” kata Ferry Juliantono.

Di tempat yang sama, Wamendes PDT Ahmad Riza Patria menambahkan untuk proses launching Kop Des Merah Putih ini rencananya akan dilakukan pada 12 Juli 2025 saat peringatan Hari Koperasi Nasional. Dia membenarkan bahwa melalui Kop Des ini akan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat desa, kesejahteraan desa dan kemakmuran desa.

“Prinsipnya setiap desa nanti ada gerai-gerai yang dapat memastikan semua hasil desa, hasil tani, hasil pelayan, hasil ternak, bisa dapat disimpan diolah dan dikelola hingga dipasarkan untuk kebutuhan masyarakat desa,” kata Riza.

Pemprov NTB sendiri akan melakukan pemetaan koperasi desa untuk memperkuat program pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Koperasi yang menargetkan sebanyak 70 ribu desa di Indonesia memiliki setidaknya satu koperasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB, Ahmad Nur Aulia menyatakan pihaknya mulai melakukan pemetaan terhadap koperasi yang ada di desa.

“Kita sekarang memapping koperasi yang ada di desa seperti apa. Karena konsep dari Kementerian Koperasi, kalau sudah ada koperasi direvitalisasi,” ujarnya.

Ia mendorong, setiap desa di NTB memiliki satu koperasi desa agar dapat berperan sebagai pemasok bahan pangan dalam mendukung keberhasilan program MBG.(ris)

Massifkan Pola Tanam

0
Muliarta (ekbisntb.com/ist)

FLUKTUASI harga cabai yang terjadi setiap tahun menjadi permasalahan yang terus berulang dan membutuhkan perhatian serius. Prof. Muliarta dari Lembaga Penelitian Universitas Mataram (Unram) menekankan pentingnya penerapan pola tanam yang lebih masif untuk menjaga produksi cabai tetap stabil tanpa terpengaruh musim.

“Kita selalu ribut soal naik turunnya harga cabai setiap tahun. Kalau saya lihat, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur pola tanam, dan dilakukan secara massif agar produksi bisa berlangsung terus-menerus,” ujar Prof. Muliarta pada Ekbis NTB pekan kemarin.

Salah satu contoh keberhasilan pola tanam di luar musim telah dilakukan di Gumantar, Kabupaten Lombok Utara, oleh Prof. Damar Jaya. Inisiatif ini terbukti memberikan hasil yang sangat baik, sehingga dapat menjadi model yang diterapkan di daerah lain.

“Sudah ada percontohan di Gumantar. Prof. Damar Jaya telah menggagas penanaman cabai di luar musim, dan hasilnya sangat bagus. Jika hal ini dilakukan secara masif, harga cabai tidak akan melonjak tinggi seperti yang terjadi sekarang ini,” tambahnya.

Untuk merealisasikan penerapan pola tanam secara luas, keterlibatan pemerintah daerah melalui dinas pertanian menjadi kunci utama. Prof. Muliarta menekankan perlunya sinergi antara Dinas Pertanian dan perguruan tinggi yang memiliki ahli di bidangnya agar pola tanam di luar musim dapat dimodifikasi dan diterapkan secara optimal.

“Dinas Pertanian harus menjadi penggerak utama dalam program ini. Selain itu, perlu ada kerja sama dengan perguruan tinggi untuk memanfaatkan keahlian dalam modifikasi teknik tanam di luar musim. Daerah-daerah kita memiliki potensi besar, seperti di Lombok Utara yang memiliki sumber air tanah melimpah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya pemetaan wilayah yang potensial untuk pola tanam ini agar produksi cabai dapat terjaga sepanjang tahun. Koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, serta dinas terkait harus diperkuat agar implementasi pola tanam dapat dilakukan dengan baik.

“Harus ada daerah khusus yang dipetakan untuk pola tanam ini. Dinas terkait perlu bekerja sama agar daerah yang memungkinkan bisa segera menerapkan sistem ini,” pungkasnya.

Dengan penerapan pola tanam yang lebih masif dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan permasalahan fluktuasi harga cabai yang selalu terjadi setiap tahun dapat teratasi secara bertahap. Langkah ini tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga masyarakat luas yang selama ini terdampak akibat harga cabai yang tidak stabil.(bul)

Fluktuasi Harga Cabai,  Fenomena Tahunan yang Tak Kunjung Ada Solusi

0
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Tanah Mira, KSB, Minggu 9 Maret 2025. (ekbisntb.com/ist)

Harga cabai pada awal Ramadan 1446 Hijriah mencatatkan rekor kenaikan harga tertinggi, mencapai Rp210.000 per kilogram di Pulau Lombok. Ini ironi, padahal, Lombok, adalah salah satu lumbung cabai di Indonesia.

TURUN naik harga cabai ini terjadi setiap tahun. Seperti pemadam kebakaran, ketika harga tinggi, opsinya hanya operasi pasar, atau pasar murah cabai. Kalau ada stoknya, mungkin tidak masalah. Menjadi persoalan, ketika stok cabai di dalam daerah tidak tersedia.

Persoalan cabai adalah persoalan hulu, kuncinya hanya produksi. Sampai saat ini pemerintah daerah belum menghadirkan solusi bagaimana memproduksi cabai tanpa mengenal musim. Pola tanam belum bisa diatur. Ini pekerjaan rumah dinas yang membidangi pertanian, baik di provinsi dan kabupaten/kota.

Bank Indonesia mencoba menghadirkan solusi dengan membentuk kluster cabai di Lombok Timur sampai 600 hektar. Namun, belum mampu menjadi solusi. Karena harga cabai tetap saja meroket. Pagi hari harga cabai di pasaran Rp170.000 per kilogram, siangnya menembus Rp 200.000. Artinya, harga cabai ini masih “gampang dipermainkan“, sehingga pada satu hari yang sama, stok yang sama, pasar yang sama pedagang bisa menaikkannya hingga menembus Rp200.000 per kilogramnya.

Mahalnya harga cabai juga menjadi atensi khusus Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. Diakuinya, harga cabai selama beberapa hari Ramadan mengalami kenaikan yang cukup memberatkan bagi masyarakat, sehingga mengeluarkan kebijakan melakukan intervensi dengan pasar murah. Adanya pasar murah ini diharapkan mampu menurunkan harga cabai.

Operasi pasar murah ini akan difokuskan ke daerah-daerah dengan kondisi ekonomi lemah, dengan memberikan subsidi kepada masyarakat. Sembilan desa sasaran yaitu, Desa Donggo, Kabupaten Bima, Desa Jatibaru, Kota Bima, Desa Ambawi, Kabupaten Dompu, Desa Motong, Kabupaten Sumbawa, Desa Telaga Bertong, KSB, Desa Pringgabaya, Kabupaten Lotim, Desa Nangkung, Kabupaten Loteng, Desa Buwun Mas, Kabupaten Lobar, dan Desa Senaru, KLU.

“Termasuk kita intervensi pasar. Kita akan menyiapkan, memikirkan untuk melakukan intervensi pasar, operasi pasar. Kita juga berkomunikasi dengan distributor-distributor, apakah ada masalah, kalau memang masalahnya didistribusi kita bantu,” ujarnya.

Kendati sudah memiliki beberapa upaya untuk menekan harga cabai yang melambung tinggi, Muhamad Iqbal mengaku masih menyusun strategi optimal untuk menurunkan harga komoditas ini kembali normal.

Ia menginginkan, strategi yang dilakukan oleh Pemprov NTB bisa menstabilkan harga komoditas ini untuk jangka waktu yang lama. Artinya, intervensi yang dilakukan oleh Pemprov NTB tidak hanya berlaku selama sehari-dua hari.

“Opsinya itu ada dua sampai tiga opsi yang kita siapkan. Bentuk intervensi yang akan kita lakukan, nanti kita lihat setelah turun mana opsi yang paling tepat. Karena kita ingin sekali kita ngobatin, sembuh. Jamgan cuma ngobatin hanya sehari, dua hari lalu kumat lagi,” katanya.

Sembari menunggu harga cabai kembali normal di angka Rp20 ribu per kilo, mantan Dubes RI untuk Turki ini meminta masyarakat untuk mengurangi konsumsi cabai. Khususnya di bulan Ramadan.

Ia mengatakan, konsumsi cabai berlebih di bulan Ramadan hanya akan membawa penyakit. Untuk itu, danya kenaikan harga mencapai ratusan ribu dapat menciptakan batasan bagi masyarakat untuk mengurangi konsumsi komoditas ini.

Gubernur yang dilantik 20 Februari 2025 ini mengakui, jika keluhan naiknya harga cabai ini tidak hanya dikeluhkan oleh masyarakat umum tapi para Asisten Rumah Tangga (ART) juga mengeluh. ‘’Jangankan masyarakat umum, bibi-bibi di rumah ngamuk-ngamuk karena harga cabai mahal. Seperempat kilo aja sudah Rp50 ribu,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB.

Ditegaskannya, tingginya harga cabai ini tidak hanya terjadi di NTB melainkan di berbagai provinsi di Indonesia. Bahkan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam rapat pengendalian inflasi daerah di Jakarta belum lama ini memberikan perhatian khusus pada cabai.

Menurutnya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan ke pemerintah daerah untuk melihat di mana letak salahnya, karena kalau berdasarkan statistik terjadi penurunan harga, sementara fakta di pasar-pasar terjadi kenaikan harga.

Untuk itu, tambah mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki ini, Pemprov NTB telah menyiapkan kebijakan untuk mengintervensi harga cabai di pasaran melalui operasi pasar pada sejumlah tempat di NTB. Termasuk berkomunikasi dengan para distributor apakah ada masalah di distribusi atau ada persoalan lain. Jika ada masalah di distribusi, pemerintah siap memberikan bantuan.

Dirinya melihat tingginya harga cabai ini bukan karena aksi penimbunan, namun melainkan karena murni ada anomali yang terjadi di semua provinsi di Indonesia. ‘’Mudah-mudahan tidak ada penimbunan tapi ini murni hanya karena anomali saja. Makanya kita diminta melihat lebih jauh terkait situasi ini,” tambahnya.

Sementara Deputy Kepala Bank Indonesia (BI) NTB, Andhy Wahyu, menjelaskan gangguan panen akibat curah hujan tinggi menjadi penyebab utama menurunnya pasokan cabai. Fenomena ini juga bertepatan dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)/Ramadan, yang semakin memperkuat kenaikan harga di pasar.

Namun, dalam High-Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB yang digelar di Kantor BI NTB pada 7 Maret, beberapa perwakilan TPID kabupaten/kota melaporkan harga cabai telah mengalami penurunan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendukung Gerakan Pangan Murah (GPM) di beberapa daerah, seperti Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), yang berhasil menekan harga cabai di bawah harga pasar.

Menurut Andhy Wahyu, media juga memiliki peran penting dalam memberikan komunikasi yang efektif terkait pergerakan harga cabai di berbagai pasar. Adanya informasi yang akurat, masyarakat dapat mengetahui pasar mana yang menawarkan harga lebih murah, sehingga disparitas harga dapat diminimalisir dan terbentuk ekspektasi yang lebih baik terkait penurunan harga di masa depan.

Sebagai tindak lanjut dalam menjaga stabilitas harga pangan, Bank Indonesia NTB memberikan beberapa rekomendasi strategis, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Upaya Jangka Pendek:

Melanjutkan Operasi Pasar Murah (OPM) yang difokuskan di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa, karena keduanya memiliki bobot inflasi terbesar serta menjadi pasar utama dalam perhitungan inflasi.

Menanggulangi disparitas harga cabai rawit yang signifikan dengan strategi komunikasi harga yang lebih optimal. Mengoptimalkan penggunaan data neraca pangan melalui kolaborasi antara BI NTB dan Dinas Ketahanan Pangan. Dengan data ini, pemerintah daerah dapat meningkatkan kerja sama antardaerah (KAD) intra wilayah untuk menyalurkan pasokan cabai dari daerah surplus ke daerah defisit.

Upaya Jangka Panjang:

Menguatkan produksi cabai melalui program Infratani, yang mengintegrasikan klaster binaan, UMKM binaan, dan pondok pesantren binaan dengan metode smart farming serta pemanfaatan green house.

Melalui integrasi infratani, diharapkan terjadi efisiensi dalam penggunaan bahan baku budidaya cabai sehingga produksi tetap stabil meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem.

Dengan berbagai langkah strategis ini, Bank Indonesia NTB optimis bahwa stabilitas harga cabai dapat terus terjaga, mengurangi dampak lonjakan harga terhadap daya beli masyarakat, serta memastikan ketersediaan cabai dalam jangka panjang. (bul/era/ham)

Galakkan Penanaman Cabai untuk Kebutuhan Rumah Tangga

0
H. Lalu Pelita Putra (ekbisntb.com/ist)

HARGA cabai memang sering sangat fluktuatif. Harganya terkadang sangat rendah, namun juga sangat tinggi di waktu tertentu seperti sekarang ini. Harga cabai masih tinggi selama beberapa pekan terakhir. Pemicunya diduga karena faktor cuaca, sehingga banyak tanaman cabai yang gagal dipanen.

Untuk mengatasi persoalan cabai secara berkelanjutan, Ketua Komisi II DPRD NTB H. Lalu Pelita Putra meminta agar Pemprov NTB kembali mengajak masyarakat untuk menggalakkan penanaman cabai di pekarangan atau lahan pertanian yang ada. Cabai bisa ditanam bersama dengan aneka sayur mayur secara mandiri untuk kebutuhan rumah tangga. Namun hal ini perlu digerakkan oleh pemerintah.

“Sebenarnya kalau masyarakat menanam cabai sendiri untuk kebutuhan keluarga, dua tiga pohon saja cukup. Dan ini yang harus bisa didorong oleh pemerintah. Sehingga kalau terjadi lonjakan harga seperti ini, masyarakat tidak terbebani,” kata H.Lalu Pelita Putra kepada wartawan pekan kemarin.

Ia mengatakan, dalam kegiatan budidaya pertanian di kawasan perkotaan, ada sistem hidroponik yang bisa dilakukan. Cabai bisa tanam di dalam pot atau media tanam lainnya untuk mendapatkan cabai segar di rumah, terutama di lahan terbatas. Kata Pelita, program budidaya cabai secara mandiri ini sangat penting. Mengingat fluktuasi harga yang sampai saat ini cukup sulit diatasi pemerintah.

“Tentu kita mendorong agar fluktuasi harga ini juga dapat dicegah. Dan itu selalu kita tekankan. Namun disamping itu, penting bagi pemerintah untum membuat program alternatif yang juga dapat mengatasi persoalan mendasar masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” ujar Pelita.

Dalam jangka pendek, Pelita meminta agar pemerintah mengambil langkah cepat dalam mengatasi lonjakan harga cabai yang harganya fluktuantif antara Rp170 ribu – Rp200 ribu per kg tersebut. Menurutnya, Pemprov juga mesti melakukan langkah-langkah inovatif dalam mengatasi fluktuasi harga bahan pokok dan komoditi tertentu yang dibutuhkan masyarakat.

“Terkait lonjakan harga ini, kami di Komisi II sudah sejak awal mengingatkan pemerintah. Namun kita tidak ingin menyalahkan siapapun di sini. Yang terpenting, kita mendorong bagaimana pemerintah bisa segera mengatasinya,” katanya.

Dalam kegiatan Operasi Pasar (OP) selama Ramadan, diharapkan komoditas cabai juga harus dihadirkan oleh Pemda untuk menstabilkan harga bumbu dapur ini.

Hal senada disampaikan Asisten II (Perekonomian dan Pembangunan) Setda NTB Dr. H. Fathul Gani, M.Si. Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB ini mengakui, jika NTB sudah memiliki gerakan menanam cabai ataupun memanfaatkan pematang sawah untuk tanam cabai. Termasuk menanam cabai di lahan pekarangan yang masih kosong menggunakan pot atau polybag.

Meski demikian, ungkapnya, hanya sebagian kecil saja masyarakat yang bisa mengikuti gerakan menanam cabai di pematang sawah di pekarangan rumah yang tidak terpakai. Menurutnya, jika ini dilakukan, maka persoalan tentang harga cabai naik setiap tahun bisa disikapi atau menjadi solusi.

Namun, yang menjadi persoalan adalah kemauan dan keinginan masyarakat memanfaatkan potensi lahan yang ada, sehingga persoalan harga cabai masih jadi persoalan.

“Jadi mari kita sama-sama kreatif untuk memanfaatkan lahan ataupun pekarangan yang ada untuk tanam cabai,” harapnya.

Cabai dan tomat disebutkannya, memiliki kerentanan terhadap kondisi cuaca. Hujan dengan intensitas tinggi akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Untuk itu, ketika masyarakat menggunakan pot atau polybag dapat dipindah ke lokasi yang tidak terkena hujan secara langsung.

“Kalau kita tanam di pekarangan atau di depan rumah kita, jika hujan besar bisa kita angkat untuk diteduhkan, sehingga tidak terganggu dengan cuaca,” ujarnya menggambarkan. (ris/ham)

Lahan Panen Cabai Turun 75 Persen, Distanbun akan Coba “Screen House” 

0
Muhammad Taufieq Hidayat (ekbisntb.com/ris)

DINAS Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB menyatakan luas kawasan panen cabai di NTB mengalami penurunan karena terdampak oleh cuaca. Lahan panen cabai diklaim turun sekitar 75 persen dari 2000 hektare areal penanaman cabai. Sehingga sekitar 500 hektare saja kawasan yang mampu dipanen.

Kepala Distanbun Provinsi NTB Muhammad Taufieq Hidayat mengatakan, hanya sekitar 25 persen lahan cabai yang bisa dipanen. Kondisi inilah yang menyebabkan harga cabai di pasaran menjadi lebih mahal.

“Ada penurunan produksi kita sekitar 75 – 80 persen lahan tak berporduksi cabai kita. Bukan gagal panen, ini karena cuaca. Jadi bunga cabai tak bisa jadi buah karena curah hujan tinggi,” Muhammad Taufieq Hidayat pekan kemarin.

Ia mengatakan, dalam kondisi normal, lahan seluas 2000 hektare bisa menghasilkan sekitar 10 ribu ton cabai per minggu. Angka tersebut dinilai melebihi kebutuhan lokal, sebab kebutuhan lokal sekitar 200 ton per minggu.

Selain untuk kebutuhan dalam daerah, cabai asal NTB juga banyak dikirim ke luar daerah karena di harga cabai di luar daerah lebih dahulu naik daripada di NTB. Sehingga pengusaha banyak yang mengirim komoditas tersebut ke konsumen luar.

“Produksi sekarang mungkin terkirim ke luar daerah. Di 28 Februari di kita masih Rp98 ribu per kg harganya kan, seminggu sebelumnya masih Rp75 ribu per kg. Namun di luar sudah tinggi, sudah di atas Rp100 ribu. Sehingga orang mengirim ke luar,” kata Taufieq.

Ke depan, pihaknya menginginkan agar ada offtaker cabai di dalam daerah yang melakukan hilirisasi cabai, sehingga konsumsi cabai tak hanya dalam bentuk buah cabai, namun dalam bentuk curah, serbuk dan lainnya.

“Kalau petani, karena tak ada keterikatan dengan pihak-pihak lain, mereka boleh saja kirim ke luar daerah. Di mana ada harga tinggi, dia akan kejar ke sana,” ujarnya.

Karena tanaman cabai sangat rentan dengan kondisi cuaca, pihaknya akan mencoba melakukan penanaman dengan menggunakan screen house. Screen house sendiri adalah bangunan yang terbuat dari plastik atau kaca yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit. Metode ini juga dapat memanipulasi kondisi lingkungan agar tanaman dapat berkembang secara optimal.

Menurutnya, petani akan dibantu dengan screen house dengan tujuan menjaga pasokan cabai di musim hujan. “Ke depannya, ada tanaman kita di screen house, namun seberapa efektif dengan melakukan seperti itu kita akan hitung. Nanti petani akan dibina dan dilatih,” ujarnya.(ris)

Solusi Atasi Lonjakan Harga, Tingkatkan Intensitas Produksi Cabai dengan Teknologi “Green House”

0
Green House Tanaman Cabai H Subhan, petani yang juga champion cabai di Desa Kerongkong Kecamatan Suralaga Kabupaten Lotim(ekbisntb.com/rus)

Lonjakan harga cabai acap kali terjadi karena merosotnya produksi akibat kondisi cuaca. Tanaman cabai merupakan jenis tanaman hortikultura yang tidak membutuhkan terlalu banyak air. Ketika hujan mengguyur tanaman cabai yang sedang berbuah, maka banyak yang mati.

Kondisi inilah yang dialami petani cabai di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Melihat fenomena tersebut, maka satu-satunya solusi yang paling efektif adalah menghadirkan teknologi green house dalam budidaya cabai.

Penggunaan green house ini disarankan Champion Cabai Lombok yang juga petani serta pebisnis cabai, H. Subhan. Kepada Suara NTB saat ditemui di lokasi tempatnya budidaya cabai, Desa Kerongkong Kecamatan Suralaga, Kamis (6/3), ia menuturkan sudah lama sebenarnya pemerintah disarankan agar memberikan petani bantuan green house untuk budidaya cabai. Menurutnya, cara itulah paling ampuh untuk menjaga stabilitas produksi.

Penggunaan green house ini lebih mudah meningkatkan intensitas produksi cabai. Produksi cabai akan tetap terjaga sehingga tidak akan terjadi lonjakan harga. “Tiga tahun lalu saya sudah sampaikan ke beberapa pihak, termasuk ke Bank Indonesia agar memberikan bantuan green house,” tuturnya.

Pengalamannya menggunakan green house selama ini terbukti bisa terus menjaga produksi cabai tidak terganggu akibat serangan cuaca. Diatas lahan seluas 20 are miliknya, terlihat tanaman cabai H. Subhan ini mulai berbunga. Katanya lebaran ini, ia sudah mulai panen perdana.

Pembangunan green house dengan teknologi pengairan menggunakan sprinkel ini katanya butuhkan biaya Rp 500 juta. Green housenya itu katanya bisa tahan bertahun-tahun.

Dibandingkan dengan lahan 2 ha, produksi cabai green house diatas lahan 20 are itu diyakini jauh lebih besar. Pasalnya, tanaman cabai dibawah lindungan green house ini bisa lebih tahan lama. Usia cabai bisa sampai satu tahun. Pastinya, panen akan jauh lebih banyak.

Investasi yang dibutuhkan diakui cukup besar. Akan tetapi, penggunaan green house untuk tanam cabai ini tidak akan membuat petani merugi. Dalam kurun waktu satu kali musim tanam saja, modalnya dipastikan bisa kembali.

Biaya produksi pasti akan jauh lebih hemat dibandingkan penanaman di lahan terbuka. “Tantangan utama tanaman cabai ini adalah air hujan, saya ketika tanam beberapa waktu lalu digempur air hujan, tanamannya langsung mati,” imbuhnya.

Muhammad Sulhi, petani cabai tradisional di Subak Lendang Mudung Kecamatan Pringgabaya diwancara terpisah mengakui susahnya budidaya cabai di tengah cuaca ekstrem. Tidak sedikit petani merugi karena tanamannya tidak ada yang selamat.

Tanaman cabai di tengah kondisi cuaca saat ini butuhkan perlakuan ekstra dari petani. Utamanya dari obat-obatan. Harga obat sekarang ini pun cukup mahal. Ukuran 50 mili liter satu jenis obat harganya ratusan ribu rupiah. Jenis obat-obatan yang paling banyak digunakan saat ini adalah pelindung buah agar tidak mudah rontok. Yakni dibutuhkan bahan obat-obatan yang mengandung perekat.

Jenis obat-obatan ini pun tidak satu. Fungisida, insektisida, herbisida semua kita gunakan,” demikian ucapnya. Berbagai jenis penyakit menyerang tanaman cabai. Selain bunga rontok, ketika sudah berbuah pun banyak yang membusuk. Daunnya menjadi layu dan lama kelamaan mati.

Plt Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Fathul Kasturi ketika dikonfirmasi terpisah mengakui beratnya aktivitas budidaya cabai dilakukan petani selama musim hujan.

Penggunaan green house katanya memang cukup efektif. Karenanya Distan Lotim mencoba memberikan bantuan kepada kelompok tani dengan harapan bisa mempertahankan kualitas produksi. Hanya saja jumlahnya sekarang ini masih terbatas. “Kita baru bisa berikan di 15 titik, satu titik untuk 5 are,” sebutnya.

Mamiq Kasturi, sapaan akrab Plt Kadistan ini menambahkan, petani di Kabupaten Lotim mulai tanam cabai pada Oktober 2024 lalu. Luas areal tanam dicatat 193,9 hektarr (ha). Bulan November 171,1 ha. Desember 224,3 ha. Laporan terakhir bulan Januari 421,5 ha.

Rata-rata produktivitas lahan pertanian cabai di Lotim bisa tembus 4 ton perketar. Estimasi panen minimal 7 kali dalam satu musim tanam.

Mengingat perkembangan cuaca, tanaman cabai ini banyak yang rusak. Serangan virus layu pusarium paling banyak terjadi. Kondisi inilah yang menyebabkan produksi cabai merosot. “Jadi bukan karena gagal panen, tapi produksi yang berkurang,” tegasnya lagi.

Kata Mamiq Kasturi, penurunan hasil prduksi cabai Lotim ini bisa mencapai 50 persen dari hasil panen. Situasi lonjakan harga terjadi saat ini dinilai tidak mengenal daerah sentra produksi. Pasalnya, lonjakan harga cabai ini terjadi secara nasional.

Harga cabai fluktiatif tergantung pasar induk Keramat Jati Jakarta. Sejauh ini, ketika terjadi lonjakan harga di Pasar Induk Jakarta itu, langsung berdampak ke seluruh daerah. Termasuk Lotim meski dikenal sebagai sentra produksi. (rus)

Presiden Terima Kunjungan Delapan Pengusaha Kakap Indonesia

0
Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan dari delapan pengusaha besar asal Indonesia, di antaranya Anthony Salim, Sugianto Kusuma, Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Franky Widjaja, Dato Sri Tahir, James Riady, dan Tomy Winata di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis 6 Maret 2025(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan dari delapan orang pengusaha kelas kakap asal Indonesia di Istana Kepresidenan RI, Jakarta. Dalam pertemuan itu, program-program utama nasional yang strategis menjadi salah satu topik pembahasan.

Pertemuan dengan delapan pengusaha itu dikonfirmasi dari unggahan terbaru di media sosial resmi Sekretariat Kabinet dengan nama akun @sekretariat.kabinet di Instagram, Kamis 6 Maret 2025 malam.

“Presiden Prabowo Subianto menerima kehadiran delapan pengusaha besar di Indonesia yang memiliki latar belakang bisnis yang berbeda-beda, antara lain, Bapak Anthony Salim, Bapak Sugianto Kusuma, Bapak Prajogo Pangestu, Bapak Boy Thohir, Bapak Franky Widjaja, Bapak Dato Sri Tahir, Bapak James Riady, dan Bapak Tomy Winata,” demikian bunyi deskripsi unggahan tersebut.

Unggahan yang diikuti #CatatanSeskab yang artinya merupakan unggahan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya itu menceritakan pertemuan Presiden dengan para pengusaha itu berlangsung dengan hangat membahas banyak hal, mulai dari diskusi situasi dan kondisi terkini di dalam negeri, termasuk juga membahas dinamika kondisi global.

Secara khusus saat membahas topik di dalam negeri, Presiden dan para pengusaha tidak luput memperbincangkan program-program utama dan unggulan yang tengah dijalankan Kabinet Merah Putih (KMP) yang melingkupi beragam sektor, mulai dari kesehatan hingga sektor industri.

Beragam program yang dibahas, di antaranya program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan sejak awal 2025, program Swasembada Pangan dan Energi, program dukungan untuk infrastruktur, industrialisasi, program terkait dengan industri tekstil, hingga membahas program terbaru, yaitu Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Program-program tersebut turut mendapatkan dukungan dari delapan pengusaha yang hadir. Untuk itu, Prabowo memberikan apresiasi.

“Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh para pengusaha terhadap berbagai kebijakan dan program pemerintah, terutama yang menyangkut kepentingan dan kesejahteraan rakyat,” demikian deskripsi penutup yang disampaikan unggahan tersebut. (ant)

Investor AS Ray Dalio Masuk Kepengurusan Danantara

0
Presiden RI Prabowo Subianto mempertemukan belasan pengusaha besar asal Indonesia dengan investor asal Amerika Serikat Ray Dalio di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 7 Maret 2025(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kepala Badan Pelaksana (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan investor asal Amerika Serikat Ray Dalio resmi masuk dalam struktur kepengurusan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai Dewan Penasihat.

Hal itu disampaikan Rosan usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan belasan pengusaha besar Indonesia dan Ray Dalio, serta para menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat 7 Maret 2025.

“Insya Allah,” kata Rosan singkat menjawab pertanyaan media soal kepastian Ray Dalio sebagai Dewan Penasihat BPI Danantara.

Rosan menjelaskan bahwa kehadiran Ray Dalio dalam pertemuan di Istana Merdeka untuk membagikan pengalamannya soal investasi kepada para pengusaha. Hal ini, menurutnya, menandakan bahwa Ray kini resmi menjadi bagian dari BPI Danantara.

Ray Dalio menjadi Dewan Penasihat BPI Danantara berdampingan dengan Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang sebelumnya juga dipastikan oleh Rosan sebagai Dewan Penasihat.

“Kalau hari ini (Ray) datang ke sini, kemudian beliau sharing dengan kami, kemudian dengan ini ya tentunya beliau juga apa, kalau saya bilang ya Alhamdulillah lah tadi kita sih sudah salaman itu aja,” kata Rosan.

Saat ditanya lebih lanjut soal kepastian Ray Dalio masuk dalam struktur Danantara, Rosan kemudian menjawab dengan mengacungkan kedua ibu jarinya, seakan mengiyakan pertanyaan awak media.

Adapun Presiden RI Prabowo Subianto mempertemukan belasan pengusaha besar asal Indonesia dengan investor asal Amerika Serikat Ray Dalio di Istana Merdeka, Jakarta, guna membahas salah satunya pengelolaan aset dalam Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Ray Dalio duduk diapit oleh Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Danantara Indonesia ini merupakan konsolidasi kekuatan ekonomi yang dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia, yaitu BUMN, usaha-usaha Negara. Danantara ini kita konsolidasikan untuk melaksanakan suatu perbaikan, suatu peningkatan dalam kinerja,” kata Presiden Prabowo.

Prabowo menjelaskan bahwa dalam pengelolaan aset milik BUMN itu, pemerintah menilai perlu adanya perbaikan agar kinerja dari aset tersebut cemerlang.

Bersamaan dengan itu, Prabowo juga mengundang belasan pengusaha besar asal Indonesia dalam pertemuan itu, seperti Andi Syamsuddin Arsyad atau yang dikenal Haji Isam, Sugianto Kusuma atau Aguan, Prajogo Pangestu, Boy Thohir, Tomi Winata, Anthony Salim, Franky Wijaya, Dato Tahir, James Riady, Chairul Tanjung dan Hilmi Panigoro. (ant)

Harga Cabai Melambung, Bupati dan Wabup Lobar Turun Sidak Pasar

0
Bupati Lobar LAZ dan Wabup Hj Nurul Adha bersama tim TPID turun sidak Pasar Gerung(ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Lombok Barat turun Sidak Harga Kebutuhan pokok di pasar, Jumat, 7 Maret 2025. Bupati didampingi juga Sekda, Staf Ahli dan Kepala OPD yang tergabung dalam TAPD. Langkah ini dilakukan untuk stabilisasi harga, menyusul kenaikan harga Cabai di pasaran menyentuh 100 ribu lebih per kilogram.

Harga harga kebutuhan pokok saat sidak dilakukan berangsur angsur normal. Kendati masih tinggi. Dimana Harga cabai sudah mulai normal kisara 100.000 hingga 120.000 per kilogram. Sebelumnya pada awal Ramadhan harga cabai sudah menyentuh angka 210.000 per kilogram. Bupati LAZ mengatakan sidak ini dilakukan untuk memantau secara langsung harga harga kebutuhan pokok di pasar. Hal ini untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok saat bulan ramadhan. Menurutnya langkah ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya inflasi.

“Sidak ini kita lakukan untuk memantau secara langsung kondisi dibawah yaitu pasar untuk menjaga stabilitas harga serta sebagai salah satu acuan dalam mengambil kebijakan,”ujarnya. Bupati LAZ meminta jajarannya yang tergabung di TPID untuk segera melakukan langkah langkah cepat dan tepat dalam mengendalikan harga. Hal ini sesuai dengan instruksi dari Menteri Dalam Negeri saat rapat koordinasi rutin yang dilakukan setiap pekan.

Karenanya ia meminta masyarakat tetap tenang. Ia mengatakan pemerintah baik pusat dan daerah akan melakukan langkah langkah antisipasi agar tidak memberatkan masyarakat.”Tentu situasi dan kondisi saat ini akan menjadi perhatian kami dalam mengambil kebijakan agar stabilitas harga dan inflasi dapat terjaga atau terkendali dengan baik. Semua jajaran Pemerintah harus bergerak cepat melakukan langkah langkah yang tepat dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok,”arahannya.

Sementara itu Mahuni padagang di Pasar Gerung mengatakan bahagia dan senang mendapat kunjungan dari Bupati dan Wakil Bupati. Ia berharap kunjungan ini dapat membawa perubahan atau penambahan fasilitasi di pasar Gerung. Mahuni juga mengatakan harga harga kebutuhan pokok mulai normal kembali tidak seperti awal Ramadhan dimana harga melonjak cukup tinggi. “kami merasa diperhatikan dengan kunjungan ini. Kami berharap agar kunjungan bapak.

Bupati dan Ibu Wakil Bupati dapat mengendalikan harga harga kebutuhan pokok di pasar supaya tidak tinggi seperti awal Ramadhan,”ujarnya.

Dalam Sidak ini masyarakat dan pedagang pasar sangat antusias ketika bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati. Mereka nampak ceria dan bahagia saat dapat kesempatan bersalaman dan berbicara bersama Bupati dan Wakil Bupati.(her)