Saturday, April 25, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 176

Pemda KLU Usung Wacana Perubahan Tarif PBB-P2

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mewacanakan untuk menyesuaikan atau mengubah besaran tarif Pajak Bumi dan Bangunan – Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Wacana tersebut masih dalam tahap kajian oleh Tim Bapenda dengan mengambil sampel di 5 kecamatan yang ada di KLU.

“Kajian sudah dilakukan di 5 kecamatan. Tim Bappeda sudah dua kali turun melakukan survei lapangan dan kini menunggu hasil final,” ungkap Kepala Bapenda KLU, Ainal Yakin, S.Pd., Selasa, 9 September 2025.

Ia menjelaskan, sejak Lombok Utara menjadi daerah otonom dari Lombok Barat (Lobar), pemerintah daerah belum sekalipun melakukan perubahan tarif Pajak Bumi dan Bangunan. Kajian yang dilakukan saat ini, Pemda melakukan penilaian atas harga jual objek pajak (NJOP) sebagai salah satu materi acuan penentuan tarif.

NJOP itu sendiri mengacu pada kelas tanah, dengan tidak menerapkan sistem rata-rata pada suatu area.Selain itu, pihaknya juga perlu melakukan diskusi dengan instansi terkait lainnya. Pasalnya, perubahan tarif PBB-P2 mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi.

“Persoalan berapa kenaikannya itu belum kita tentukan, karena ada edaran agar melihat kondisi masyarakat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ainal menyatakan penyesuaian tarif PBB ini tidak hanya menyangkut perubahan nominal, melainkan lebih kepada adaptasi perkembangan wilayah serta fluktuasi harga tanah dan properti di area tersebut.

Pihaknya meyakini, pendapatan masyarakat dan harga tanah mengalami perubahan dari sejak awal KLU berdiri hingga kondisi saat ini.Ia menambahkan, penyesuaian tarif PNB tidak diberlakukan secara tergesa-gesa.

Selain menunggu hasil kajian komprehensif, usulan perubahan juga perlu diusulkan kepada DPRD agar regulasi tarif Pajak dan Retribusi Daerah dapat dilakukan perubahan. “Sejak pemekaran, kita belum pernah melakukan penyesuaian,” imbuhnya.

Selain itu, Bapenda KLU juga tengah melakukan validasi data wajib pajak. Mengacu data Bapenda, wajib pajak aktif sekitar 50 ribu-60 ribu WP dari 104 ribu WP yang ada.

Salah satu faktor yang dinilai mempengaruhi keberadaan WP adalah perubahan kepemilikan tanah baik melalui hibah, warisan, jual beli, hingga kemudahan pendaftaran lahan melalui program Prona/PTSL.

“Data piutang PBB-P2 kita jadi tidak akurat dan terus menumpuk. Maka validasi data ini penting agar kita tahu betul siapa yang wajib membayar,” ucapnya.

Disebutkannya, PBB P2 menyumbang kontribusi pada PAD sebesar Rp 8,5 miliar. Jumlah ini belum signifikan jika dibandingkan dengan pajak hotel dan restoran.(ari)

Dirancang Jadi Sentra Produksi, Pabrik Pakan Ikan Berstandar SNI Dikembangkan di Lembar

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pabrik pakan ikan satu-satunya ber-Standar Nasional Indonesia (SNI) dikembangkan di Dusun Petak, Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar). Potensi ini telah diidentifikasi pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan), untuk diintervensi pengikatan produksinya, sehingga ke depan bisa menjadi sentra produksi pakan ikan agar bisa memenuhi kebutuhan pasar dalam daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dislutkan Lobar H. Fauzan Husniadi mengatakan pihaknya bersama jajaran telah turun ke lokasi kelompok pengelola pakan ikan “Ikhtiar Bersama” yang merupakan binaan dari dinas.

“Kami turun mengidentifikasi potensi perikanan kita, ternyata ada pabrik pakan ikan yang sudah diberikan bantuan, dan produknya sudah berstandar nasional SNI, itu ada di Lembar, kata Fauzan Husniadi, pekan kemarin.

Dari informasi kelompok ini, tim kementerian sering turun berkunjung ke ke sana. Pakan yang dihasilkan pun pakan apung dan ber SNI Satu-satunya di NTB. “Itu satu-satunya NTB,”imbuhnya.

Namun kapasitas produksinya masih kecil, baru sekitar 20-30 kilogram per hari. Dan hasil produksinya sudah banyak dipesan oleh konsumen dari luar daerah.

Sementara di satu sisi, kebutuhan di dalam daerah yang tinggi belum bisa memenuhi stok untuk Lobar. Dengan jumlah kelompok perikanan di Lobar saja mencapai 485 Kelompok, sehingga kelompok ini kewalahan memenuhi permintaan dari luar tersebut.

Di satu sisi, pelaku perikanan di Lobar bahkan NTB masih banyak mendatangkan pakan juga dari luar dan ini menjadi potensi yang ditangkap pihaknya. Sebab bicara bahan baku yang diolah untuk pakan ikan ini sendiri, tersedia di wilayah sekitar. Seperti dedak, tepung ikan, kepala ikan, rajungan dan lainnya.

“Kendalanya Kapasitas mesin terbatas,” imbuhnya. Soal pasar, menurutnya tidak terlalu dikhawatirkan sebab ada ratusan kelompok perikanan yang bisa membeli produk pabrik pakan ikan ini.

Menurutnya, pabrik pakan ini memiliki potensi besar untuk pemberdayaan dan PAD, sehingga pihaknya akan berupaya intervensi. “Kalau itu jalan, pemberdayaan masyarakat hidup dan PAD juga,”imbuhnya. (her)

Freeport Indonesia Hentikan Sementara Operasional di Titik Longsor

0
Freeport Indonesia Hentikan Sementara Operasional di Titik Longsor
Freeport Indonesia Hentikan Sementara Operasional di Titik Longsor

Jakarta (ekbisntb.com) – PT Freeport Indonesia (PTFI) menghentikan sementara operasional penambangan di area tambang bawah tanah (underground) di kawasan Grasberg, Tembagapura, Mimika, Papua Tengah, akibat longsor yang terjadi sejak Senin (8/9) malam.

“Operasional penambangan telah dihentikan sementara untuk memprioritaskan pembersihan jalur akses dan evakuasi yang aman bagi tujuh pekerja kontraktor tersebut,” ujar VP Corporate Communications Freeport Indonesia Katri Krisnati, dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.

Katri menjelaskan bahwa pada Senin (8/9), sekitar pukul 22.00 WIT di Papua, Indonesia, terjadi aliran material basah dalam jumlah yang besar di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave. Material basah (wetmuck) diduga berasal dari area panel GBC.

Insiden tersebut menyebabkan akses ke area tertentu di tambang tertutup, membatasi rute evakuasi untuk tujuh pekerja.

Katri menyampaikan bahwa lokasi para pekerja yang terjebak telah diketahui dan mereka diyakini aman. Saat ini, kru sedang berupaya membersihkan akses untuk evakuasi yang aman dan cepat.

“Bersamaan dengan itu, kegiatan penyediaan kebutuhan bagi para pekerja yang terdampak sedang dilakukan. Seluruh pekerja lainnya dipastikan aman,” kata Katri.

Di dalam area tambang bawah tanah PTFI di kawasan Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, selalu terdapat fasilitas tempat berlindung (chamber) bagi para pekerja jika terjadi situasi yang membahayakan.

Chamber merupakan fasilitas darurat di tambang bawah tanah yang dilengkapi suplai udara bersih, logistik, dan sarana komunikasi untuk menjamin keselamatan pekerja saat terjadi situasi darurat, seperti kebakaran, runtuhan, atau paparan gas beracun.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Kapolsek Tembagapura Iptu Firman yang dihubungi dari Timika, Selasa, mengatakan jajarannya masih terus melakukan koordinasi dengan pihak manajemen PTFI untuk segera mengevakuasi tujuh karyawan yang terjebak dalam area tambang bawah tanah tersebut.

“Informasi yang kami terima dari petugas pengamanan internal PT Freeport ada tujuh orang yang terjebak. Kejadiannya sejak tadi malam jam 22.00 WIT. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, semoga semuanya selamat dan segera dievakuasi,” kata Firman. (ant)

Pertamina Siap Suplai BBM SPBU Swasta

0
Pertamina Siap Suplai BBM SPBU Swasta
Pertamina Siap Suplai BBM SPBU Swasta

Jakarta (ekbisnbt.com) – Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menyampaikan PT Pertamina (Persero) sudah siap menyuplai bahan bakar minyak (BBM) untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dan tinggal mengatur mekanisme teknisnya.

“Pertamina menyanggupi, tinggal diatur saja mekanisme teknisnya seperti apa,” ucap Anggi ketika ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.

Meskipun demikian, Anggi tidak menyampaikan apakah pengelola SPBU swasta, seperti Shell dan BP AKR, bersedia untuk membeli BBM dari Pertamina.

Keputusan tersebut, lanjut dia, masih dalam diskusi dan dikembalikan ke masing-masing badan usaha. Anggi pun menyampaikan bahwa ke depannya masih akan digelar rapat lanjutan terkait dengan persoalan impor BBM.

“Jadi, nanti dari badan usaha swastanya masing-masing,” kata Anggi.

Adapun dalam rapat yang digelar sejak pukul 09.30 WIB tersebut, Kementerian ESDM bersama para pengelola SPBU, baik Pertamina maupun Shell, bp, dan Vivo selaku pengelola SPBU swasta, membahas apa saja yang menjadi kekhawatiran dan fokus permasalahan impor BBM.

“Solusinya masih dalam tahap diskusi saat ini,” ucapnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memanggil Pertamina, Shell, British Petroleum (BP), dan Vivo untuk rapat membahas impor bahan bakar minyak (BBM), merespons kelangkaan bensin di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (BBM) swasta.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan bahwa ini merupakan kali pertamanya menggelar rapat bersama seluruh SPBU swasta dan Pertamina untuk membahas impor BBM.

Sebagaimana yang dimandatkan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Laode ingin menyesuaikan impor BBM antara Pertamina dan BBM swasta.

“Jadi, volume, kemudian spek juga disinkronkan,” kata Laode. (ant)

Harga Emas Antam Hari Ini Meroket Menjadi Rp2,086 Juta Per gram

0
Harga Emas Antam Hari Ini Meroket Menjadi Rp2,086 Juta Per gram
Harga Emas Antam Hari Ini Meroket Menjadi Rp2,086 Juta Per gram

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Selasa (9/9) mengalami kenaikan Rp26.000 dari semula Rp2.060.000 menjadi Rp2.086.000 per gram.

Untuk harga jual kembali (buyback) menjadi Rp1.933.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

‎‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa:

‎‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.093.000.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp2.086.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp4.112.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp6.143.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp10.205.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp20.355.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp50.762.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp101.445.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp202.812.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp506.765.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp1.013.320.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp2.026.600.000.​​​​​​​​​​​​​​

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

‎‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Pupuk Indonesia Salurkan 2.574 Paket Beras SPHP

0

Lombok (ekbisntb.com)- Masyarakat lingkungan PT Pupuk Indonesia (Persero) menyambut baik kegiatan perusahaan yang menyalurkan 2.574 paket beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang berlangsung tanggal 8-19 September 2025. Kegiatan ini adalah program Gerakan Pangan Murah (GPM) ini berlangsung di lapangan parkir kantor pusat Pupuk Indonesia, Jakarta Barat.

Fahmi, warga Kecamatan Kemanggisan, Jakarta Barat, mengaku sangat terbantu dengan program gerakan pangan murah yang diselenggarakan oleh Pupuk Indonesia.

“Saya merasa senang dengan program Pupuk Indonesia yang menyediakan beras SPHP, kami sangat terbantu karena bisa dapat beras dengan harga yang murah,” ungkap Fahmi.

Hal senada diungkapkan oleh Burhanudin, warga Kecamatan Kemanggisan, Jakarta Barat. Pria yang sehari-sehari bekerja sebagai ojek online (ojol) ini mengaku senang karena dapat memenuhi kebutuhan beras dengan harga terjangkau.

“Terima kasih Pupuk Indonesia dengan program beras murahnya, kami terbantu dengan program beras murah ini,” kata Burhanudin.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah melalui penyaluran beras SPHP merupakan bagian dalam rangkaian kegiatan Pupuk Indonesia Innovation Award (PIIA) 2025 dan dilakukan secara simbolis oleh Komisaris Utama Pupuk Indonesia Sudaryono didampingi oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi kepada tiga perwakilan masyarakat, Kamis (4/9/2025).

“Hari ini melalui langkah sederhana Pupuk Indonesia dalam mendukung Gerakan Pangan Murah Pemerintah, kita melaksanakan seremoni simbolis, kita akan membagikan voucher untuk masyarakat bisa membeli beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” ungkap Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi.

Kegiatan ini menjadi upaya Pupuk Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) memberikan kemudahan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, salah satunya beras.

Pupuk Indonesia memberikan voucher yang bisa dimanfaatkan masyarakat, tenaga outsourcing dalam menebus paket beras SPHP. Setiap kepala keluarga yang memiliki voucher nantinya cukup membayar Rp 30.000 per paket kemasan 5 kg.

“Satu kantong kalau HET-nya itu kan Rp 62.500, nanti masyarakat bisa membeli dengan harga cukup Rp 30.000 per kemasan 5 kg, dan kita bagikan kepada masyarakat dan tenaga outsourcing. Jadi mudah-mudahan ini adalah tidak hanya menjadi inovasi, tapi juga kebermanfaatan sosial Perusahaan bagi masyarakat sekitar,” kata Rahmad.

Pupuk Indonesia menjadi salah satu BUMN yang dilibatkan pada program Gerakan Pangan Murah yang bersinergi dengan Kementerian Koordinasi Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian BUMN, TNI, Polri, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, Pos Indonesia, ID Food, dan PT Perkebunan Nasional.

”Pupuk Indonesia berharap setiap bulir beras yang kita bagikan bukan sekadar bahan pangan, melainkan sebagai simbol kepedulian Perusahaan kepada masyarakat. Inilah wujud nyata bahwa inovasi dan kebermanfaatan sosial berjalan seiring, menghadirkan harapan, menjaga ketahanan pangan, sekaligus mempererat hubungan Perusahaan dengan masyarakat,” tutup Rahmad.

Untuk diketahui, pemerintah menggelontorkan sekitar 43.665 ton beras stabilitas pasokan dan harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah. Program ini merupakan bagian dari penyaluran beras SPHP yang ditargetkan mencapai 1,3 juta ton untuk periode Juli-Desember 2025.(bul)

Tokoh NTB, Ali BD Sarankan BUMD NTB PT. GNE Ditutup

0
aku facebook atas nama Ali Bin Dachlan

Lombok (ekbisntb.com)-

Tokoh NTB yang juga mantan Bupati Lombok Timur, H. Ali Bin Dachlan (Ali BD) menyarankan agar pemegang saham (Pemprov NTB) menutup Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) aneka usaha, PT. Gerbang NTB Emas (GNE).

Dalam postingan aku facebook Ali Bin Dachlan, tokoh yang dikenal sebagai Sang Pendobrak ini pesan yang bunyinya.

Perusahaan Daerah Prov.NTB.PT GNE yang terus merugi ,sebaiknya ditutup saja. Perusahaan tersebut tidak memiliki masa depan yang jelas.Yang jelas,hanya pemerintah daerah terus menyuntikkan dana untuk membayar hutang.

Waktu saya bekerja di pemerintah, saya menutup dua buah buah perusahaan daerah yang terus merugi . Sebuah perusahaan yang bernama Selaparang Transport dan Perusahaan Daerah yang bernama PD Pasar. Kedua perusahaan tersebut dibangun tanpa melakukan study kelayakan yang memadai.

Pada 2006 ,memang saya sudah mengirim dua staf utama dari Dinas Pendapatan untuk mempelajari PD Pasar Jaya,di Jakarta .Dari hasil penelitiannya saya simpulkan PD Pasar tidak menguntungkan.Saya menolak mendirikan PD Pasar tersebut.

Sebenarnya perusahaan didaerahBUMN yang dikelola tidak profesional,hanya akan membebankan keuangan daerah saja.Jangan terpaksa terus dipertahankan hanya untuk menjadi tempat menampung wakil menteri ,anggota tim sukses atau ahli keluarga para pejabat saja.Hukumnya haram,karena gunakan anggaran daerah.

Dalam enam jam, postingan Ali BD ini mendapatkan respon, 82 menyukai, 3 kali dibagikan, dan 21 koomentar.

Sejumlah teman facebook Ali BD inipun hampir kompak mendukung apa yang disampaikan Ali BD. Agar BUMD NTB, PT. GNE ini ditutup. Bahkan diantaranya menyebut, GNE sebagai tempat penampungan Timses.

Diketahui, Ali BD juga salah satu dari tim sukses Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Muhamad Iqbal, dan Hj. Indah Damayanti Putri (IDP).

Tidak saja Ali BD, sejumlah pengusaha besar NTB juga mempertanyakan dibalik penyertaan modal sebesar Rp8 miliar kepada PT. GNE.

“Sudah gak masuk akal kebijakan terhadap GNE ini. kok diberikan modal lagi Rp8 miliar, padahal sudah bangkrut dan hutang pajaknya dan hutang lainnya banyak. Makanya GNE ini kandang tim sukses. Barang bangkrut kok dikasih modal,” kata narasumber ini.

Diketahui, Pemprov NTB memberikan tambahan modal sebesar Rp8 miliar untuk menggerakkan kembali PT. GNE. Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, H. Muslim, ST.,M.Si mengatakan, pemerintah daerah melihat kinerja yang cukup bagus PT. GNE ditengah keterbatasannya. Sehingga diputuskan untuk disuntik kembali penyertaan modal sebesar Rp8 miliar tahun 2025 ini.(bul)

H. Faurani Calon Tunggal Ketua Kadin NTB Periode 2025-2030

0
Ketua Panitia Musprov Kadin NTTB, H. Hasmudin

Lombok (ekbisntb.com) –

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Nusa Tenggara Barat  akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 15 September 2025. Dalam forum lima tahunan ini, hanya ada satu calon ketua yang mendaftar, yakni H. Faurani yang juga incumbent untuk memimpin Kadin NTB periode 2025–2030.

Ketua Panitia Musprov Kadin NTB, H. Hasmudin, menjelaskan bahwa pendaftaran calon ketua Kadin telah dibuka sejak 15 hari sebelum pelaksanaan Musprov. Seluruh prosedur diumumkan secara resmi melalui Kadin kabupaten/kota dan ditempel di sekretariat Kadin NTB. Namun hingga masa pendaftaran berakhir, hanya satu orang yang mengajukan diri.

“Jumlah calon sekarang baru satu, yaitu Haji Faurani. Pendaftaran sudah kami tutup, dan tidak ada calon lain yang mendaftar. Setelah diverifikasi oleh Steering Committee (SC), beliau memenuhi seluruh syarat yang ditentukan,” kata Hasmudin di Mataram, Selasa, 9 September 2025.

Menurutnya, minimnya calon dalam Musprov tahun ini justru mencerminkan kepercayaan pengusaha NTB terhadap kepemimpinan H. Faurani. Selama menjabat sebagai Ketua Kadin NTB periode pertama, ia dinilai berhasil menjalankan sejumlah program strategis dan mampu menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah daerah.

“Bisa jadi para pengusaha melihat kinerja Pak Faurani cukup berhasil, sehingga mereka mendorong beliau untuk melanjutkan program yang sudah berjalan,” ujarnya.

Program Prioritas

Jika kembali memimpin, H. Faurani memang berkomitmen melanjutkan berbagai program, salah satunya pembangunan kembali kantor lama Kadin NTB di Jalan Tambora, Kota Mataram. Kantor tersebut rencananya akan dilengkapi area khusus UMKM, fasilitas pelatihan tenaga kerja, serta ruang interaksi bisnis yang lebih modern.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat peran Kadin sebagai rumah bersama pengusaha dan pusat pengembangan ekonomi daerah.

“Beliau sudah merancang program pembangunan kantor yang lebih representatif. Di sana nantinya ada ruang bagi UMKM, pelatihan tenaga kerja, dan fasilitas lain yang bisa menunjang dunia usaha NTB,” jelas Hasmudin yang juga Wakil Ketua Kadin NTB ini.

Tema Musprov: NTB Makmur Mendunia

Musprov Kadin NTB tahun ini mengangkat tema “Meningkatkan Peran dan Fungsi Kadin untuk NTB Makmur Mendunia.” Tema tersebut selaras dengan visi pembangunan daerah yang digagas oleh pemerintah provinsi.

Hasmudin menekankan bahwa Kadin NTB tidak hanya menjadi organisasi pengusaha, melainkan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan. Selama ini Kadin aktif mendukung berbagai program, termasuk pendampingan pengusaha dalam penyediaan kebutuhan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami berharap ke depan Kadin bisa lebih aktif berperan dalam mewujudkan visi dan misi kepala daerah, yaitu NTB Makmur Mendunia. Salah satu contoh nyata adalah dukungan Kadin terhadap program MBG yang dijalankan di daerah,” katanya.

Selain itu, Kadin NTB juga berkomitmen berperan dalam pengendalian inflasi daerah. Melalui jaringan pelaku usaha di berbagai sektor, Kadin dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok dan menstabilkan harga di pasar.

“Kadin akan terus berperan sebagai mitra pemerintah, termasuk dalam mengendalikan inflasi yang menjadi isu penting saat ini,” tambahnya.

Harapan Musprov 2025

Musprov Kadin NTB bukan sekadar ajang pemilihan ketua, melainkan momentum konsolidasi seluruh pengurus kabupaten/kota. Forum ini diharapkan menghasilkan rumusan program kerja yang mampu menjawab tantangan global sekaligus memajukan ekonomi lokal.

“Tema besar tahun ini menjadi landasan kita untuk menyatukan langkah. Kami ingin Kadin benar-benar hadir bagi pengusaha sekaligus mendukung kebijakan pemerintah. Dengan begitu, NTB tidak hanya makmur di dalam negeri, tapi juga mampu mendunia,” pungkas Hasmudin.

Dengan hanya ada satu calon yang memenuhi syarat, Musprov Kadin NTB 2025 diperkirakan akan berlangsung lebih sederhana, namun penuh harapan. Kehadiran H. Faurani sebagai calon tunggal diyakini membawa kesinambungan program dan energi baru untuk lima tahun ke depan.(bul)

Dewa 19 Dijadwalkan Tampil pada Puncak MotoGP 2025 di Sirkuit Mandalika

0

Lombok (ekbisntb.com)

Grup musik legendaris Dewa 19 dijadwalkan pada hari ketiga Pelaksanaan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Minggu, 5 Oktober 2025 mendatang.

Rencana tampilnya grup band yang digawangi Ahmad Dhani ini disampaikan saat rapat persiapan pelaksanaan MotoGP yang dipimpin Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal di Ruang Rapat Bank NTB Syariah, Senin, 8 September 2025.

“Untuk performance musik di hari ketiga direncanakan grup band Dewa 19 dan beberapa band berkelas lainnya. Termasuk band lokal juga diikutsertakan memeriahkan sesi akhir event tahunan ini,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB H. Yusron Hadi, ST MUM., menyampaikan hasil rapat persiapan pelaksanaan MotoGP yang dipimpin Gubernur NTB, Selasa, 9 September 2025.

Yusron mengakui jika gelaran MotoGP 2025 menjadi tantangan tersendiri sebagaimana disampaikan Gubernur NTB. Pertama, ujarnya, pada waktu yang sama juga tepat event Formula 1 di Marina Bay Singapura di gelar. “Namun kita meyakini market MotoGP dan F 1 berbeda, sehingga kita masih bisa berharap bahwa ini tidak mengurangi animo penonton MotoGP untuk hadir di Mandalika Sirkuit,” tambahnya.

Selain itu, tambahnya, pelaksanaan MotoGP yang berlangsung dalam waktu kurang dari 30 membutuhkan effort yang lebih. Namun dari pemaparan yang disampaikan oleh MGPA, jika event MotoGP merupakan yang keempat kalinya tentu saja sudah ada pengalaman, sehingga bukan suatu yang baru.

Untuk itu, pihaknya berkeyakinan event MotoGP bisa terselenggara dengan baik

Pada bagian lain, tambahnya, ⁠berdekatan dengan hari ulang tahun TNI, saat gelaran event berlangsung, Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kementerian dan lembaga di pusat bisa hadir menyaksikan langsung gelaran MotoGP Mandalika.

Meski demikian, ungkapnya, ada hal yang baru dari penyelenggaraan MotoGP 2025 ini. Selain Parade Pembalap juga ada riders go to school. Nantinya para pembalap akan datang hadir di sekolah-sekolah terpilih di lingkar Sirkuit Mandalika, seperti ke SMAN 1 dan SMAN 2 Pujut, SMK di Pujut juga.

“Kemudian sebaliknya juga ada program Students Go to Paddock and Circuit pada pre event yang diperkirakan berlangsung pada Jumat tanggal 3 Oktober,” terangnya.

Yusron juga menyampaikan selama event berlangsung akan ada gelaran budaya dan UMKM di area sirkuit, supaya memberi dampak nyata bagi pariwisata dan pelaku UMKM lokal. Hal ini digelar seperti pada event MotoGP sebelumnya.

“Pada kesempatan berikutnya akan dilakukan rapat-rapat tematik sesuai bidang yang telah di bentuk oleh kepanitiaan daerah dan fokus kita sesuai arahan Bapak Gubernur adalah ketersediaan dan keterjangkauan harga akomodasi, kesiapan dukungan transportasi, side event yang menampilkan budaya dan kesenian lokal.

”Namun ,kehadiran penuh UMKM lokal dan upaya memaksimalkan dukungan event ini bagi perkembangan destinasi wisata di luar Mandalika secara berimbang. “Sehingga event ini tidak saja sukses di dalam arena sirkuit tetapi lebih dari itu memberi manfaat sebesar besarnya bagi ekonomi daerah dan pendapatan masyarakat,” harapnya. (ham)

Picu Anjloknya Harga Tembakau Petani, Pemerintah Diminta Lebih Intens Berantas Rokok Ilegal

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Harga beli tembakau petani di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada musim tanam tahun ini anjlok. Kondisi tersebut salah satunya dipicu oleh masih maraknya peredaran rokok ilegal, tidak terkecuali di Loteng.

Hal ini menyebabkan banyak perusahaan rokok yang memangkas kuota pembelian tembakau petani. Buntut dari kebijakan pemangkasan produksi rokoknya oleh perusahaan tersebut.

“Masih maraknya peredaran rokok ilegal menjadi salah satu pemicu anjloknya harga beli tembakau petani. Karena perusahaan membatasi kuota pembelian tembakau ke petani. Akibatnya, tembakau petani tidak terserap dan tidak laku lagi,” terang Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng Lalu M. Akhyar, kepada awak media, Senin 8 September 2025.

Ditemui usai menerima hearing Asosiasi Petani Pembakau Indonesia (APTI) Loteng di kantornya, Akhyar mengatakan kalau peredaran rokok ilegal tersebut secara tidak langsung juga merugikan masyarakat, karena berdampak pada penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).

Di satu sisi DBH-CHT selama ini menjadi salah satu sumber anggaran bagi pemerintah daerah khususnya, untuk membiayai berbagai macam program daerah. Karenanya pemerintah diminta melakukan langkah-langkah yang lebih intens dan massif untuk memberantas peredaran rokok ilegal.

“Harus ada upaya-upaya yang lebih keras. Agar peredaran rokok ilegal ini bisa ditekan. Jangan sampai peredaran rokok ilegal semakin parah dan mendatangkan dampak negatif yang lebih besar lagi bagi masyarakat dan pemerintah,” sebutnya.

Untuk jangka pendek menyikapi anjloknya harga tembakau petani tersebut, pemerintah daerah diharapkan juga bisa melakukan langkah cepat. Berkomunikasi dengan perusahaan rokok yang beroperasi di daerah ini agar bisa menyerap tembakau petani dengan harga yang wajar. Supaya petani bisa terhenti dari potensi kerugian yang jauh lebih besar lagi akibat tidak terserapnya tembakau miliknya.

“Kita juga merekomendasikan ke pemerintah daerah untuk melakukan upaya-upaya cepat guna menjawab persoalan anjloknya harga tembakau petani. Agar petani tembakau tidak terlalu merugi pada musim tanam tembakau kali ini,” pungkas politisi Partai Golkar ini. (kir)