Saturday, April 25, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 175

Tabung Gas LPG 3 Kilogram di Mataram Langka

0
Salah seorang agen menurunkan tabung gas LPG 3 kilogram di satu kios pada, Rabu (10/9). Tabung gas melon tersebut, terjadi kelangkaan di Kota Mataram akibat tingginya kebutuhan untuk perayaan maulid. (ekbisntb.com/cem)
Salah seorang agen menurunkan tabung gas LPG 3 kilogram di satu kios pada, Rabu (10/9). Tabung gas melon tersebut, terjadi kelangkaan di Kota Mataram akibat tingginya kebutuhan untuk perayaan maulid. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Masyarakat mulai mengeluhkan terjadinya kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram. Tingginya kebutuhan saat maulid dinilai menjadi salah satu pemicu.


Yani, salah seorang ibu rumah tangga di Mataram mengeluhkan kesulitan mencari tabung gas melon tersebut. Ia keliling mencari ke kios-kios, agen, bahkan pangkalan tetapi tidak tersedia. “Saya keliling kesana kemari, tetapi habis semua,” katanya dikonfirmasi pada, Rabu (10/9).


Ibu satu orang anak ini, baru memperoleh tabung gas subsidi itu dengan harga jauh lebih mahal. Ia membeli di pengecer dengan harga Rp22 ribu pertabung. “Daripada tidak bisa masak. Iya, saya beli saja walaupun harganya mahal,” keluhnya.


Ia heran kondisi ini terjadi setiap perayaan maulid. Semestinya, pemerintah mengantisipasi ketersediaan stok LPG 3 kilogram sejak jauh-jauh hari. Kebutuhan tabung gas melon itu, bukan saja untuk perayaan maulid melainkan kebutuhan usaha dan lain sebagainya. “Setiap tahun pasti terjadi kelangkaan seperti ini,” ujarnya.


Kepala Bidang Barang dan Pokok Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida berdalih stok tabung gas melon, tidak langka melainkan masih tersedia di beberapa pangkalan. Kondisi ini terjadi akibat kebutuhan masyarakat tinggi untuk keperluan maulid.


Pihaknya berencana melakukan evaluasi dan monitoring ke beberapa pangkalan gas LPG di Kota Mataram. “Kalau kita simpulkan secara umumnya permintaan masyarakat tinggi,” ujarnya.


Perayaan maulid diakui, memicu tingginya permintaan masyarakat. Permasalahan ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk memastikan stok tabung gas melon tersedia di tingkat pangkalan maupun agen. “Iya, sebenarnya kita sejak awal melakukan monev untuk mengantisipasi tingginya permintaan masyarakat,” ujarnya.


Adapun harga beli di tingkat pengecer mencapai Rp22 ribu per tabung. Nida menegaskan, harga eceran tertinggi LPG 3 kilogram Rp18 ribu per tabung di tingkat pangkalan. Sementara, pengecer menjual dengan harga mahal diluar kewenangannya. “Kalau pengecer pasti butuh operasional dan lain sebagainya,” demikian kata dia. (cem)

Stok Beras Premium Lokal di Retail Modern Kosong

0
Etalase beras premium di salah satu retail modern atau supermarket di Abian Tubuh terlihat kosong. Stok beras premium kosong. Hal ini disebabkan kebijakan penetapan HET beras premium Rp14.900 oleh pemerintah pusat. (Suara NTB/cem)
Etalase beras premium di salah satu retail modern atau supermarket di Abian Tubuh terlihat kosong. Stok beras premium kosong. Hal ini disebabkan kebijakan penetapan HET beras premium Rp14.900 oleh pemerintah pusat. (Suara NTB/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan menetapkan harga eceran tertinggi untuk beras premium dan medium. Kebijakan ini justru berdampak terhadap stok beras premium di retail modern kosong.


Pantauan Suara NTB, sejumlah retail modern di Kota Mataram, tidak terlihat memajang beras premium lokal di etalase mereka. Kalaupun ada hanya sebagian dan itupun beras premium pabrikan. Kabarnya, distributor beras enggan mendistribusikan ke retail modern, karena merugi dengan penetapan HET Rp14.900 untuk beras premium.


Manager Operasional MGM Cakranegara, Hafizul Hasbi menerangkan, Badan Pangan Nasional telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras jenis premium Rp14.900. Kebijakan ini justru mengganggu pengusaha beras lokal di Pulau Lombok, karena setelah dilakukan hitung-hitungan dengan harga tersebut, dinilai tidak sesuai atau berpotensi merugi. “Kalau toko atau retail menjual Rp14.900. Kalau distributor menjual di supermarket atau retail pasti di bawah harga itu,” terangnya dikonfirmasi pada, Rabu (10/9).


Pengusaha beras lokal memilih menarik beras mereka di sejumlah retail modern di Kota Mataram. Pertimbangannya kata Hasbi, distributor tidak mau merugi dari penetapan HET tersebut.


Hal ini mengakibatkan stok beras premium lokal di retail modern kosong. Adapun beras premium pabrikan milik salah satu perusahaan belum ada stok. “Sudah seminggu stok kosong di toko,” katanya.


Kondisi ini mengakibatkan pelanggan mengeluh, karena kebutuhan mereka tidak terpenuhi. Ia mengaku mendapatkan komplain dari pelanggan, tetapi dijelaskan bahwa kondisi ini terjadi akibat kebijakan HET dari pemerintah.


Hasbi mengharapkan pemerintah mencari solusi, agar kondisi ini tidak terjadi berkepanjangan. Retail dipastikan tidak mau menjual barang apabila rugi. “Kalau kami pasti berpikir ada selisih harga dari toko. Kita juga tidak mau rugi,” pungkasnya seraya menambahkan konsumen akan dirugikan jika ketersediaan beras premium lokal kosong.


Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Miftahurrahman mengaku, belum mengetahui kekosongan stok beras premium lokal di retail modern. Pihaknya akan mengecek dan memastikan penyebabnya. Kalaupun didasari kebijakan penetapan HET beras premium Rp14.900 oleh pemerintah, pihaknya akan mencari solusi berkoordinasi dengan lintas sektor lainnya. “Kebetulan saya belum mendapatkan info tentang itu,” demikian kata dia. (cem)

Menteri PKP Sebut Program KUR Perumahan-Rumah Subsidi Jadi Terobosan

0
Menteri PKP Sebut Program KUR Perumahan-Rumah Subsidi Jadi Terobosan
Menteri PKP Sebut Program KUR Perumahan-Rumah Subsidi Jadi Terobosan

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan Peningkatan Kuota Rumah Subsidi menjadi langkah terobosan dalam kebijakan perumahan nasional.

Hal itu dapat memberi kemudahan akses pembiayaan sekaligus mendorong keterlibatan pelaku usaha kecil di sektor properti.

“Ini belum pernah ada sepanjang republik. Kenapa? Karena sekarang developer, kontraktor dan toko bangunan yang masuk ke skema UMKM disubsidi bunganya,” kata Maruarar saat meninjau Perumahan Pondok Banten Indah di Kota Serang, Banten, Selasa (9/9).

Menurut Maruarar, Program KUR Perumahan menyasar masyarakat yang ingin merenovasi rumah untuk berbagai kebutuhan, termasuk usaha kecil.

“Demand (permintaan)-nya seperti untuk homestay atau kuliner. Ini luar biasa karena rakyat bisa mengakses pembiayaan murah untuk memperbaiki rumah sekaligus meningkatkan pendapatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan Program KUR Perumahan merupakan bagian dari dana Rp130 triliun yang disiapkan pemerintah.

“Totalnya dana yang disiapkan negara oleh Presiden Prabowo, melalui Danantara, Pak Rosan, Rp130 triliun. Besar sekali. Ini biaya negara yang berpihak kepada rakyat,” ujar dia.

Selain pembiayaan murah, pemerintah juga memberi insentif pajak dan percepatan layanan perizinan.

“Pak Prabowo sudah memberikan gratis BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dan gratis PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). Dulu bayar, sekarang gratis. Waktunya juga dipercepat,” ujarnya.

Maruarar menyebut kebijakan ini sebagai karpet merah untuk rakyat. “Biasa kan karpet merah buat investor. Itu terus dilakukan. Tapi Pak Prabowo minta saya membuat karpet merah buat rakyat di sektor perumahan,” katanya.

Selain KUR, Maruarar menyebut pembangunan rumah subsidi menjadi program besar tahun ini.

“Tahun ini paling besar sepanjang sejarah, 390.000 rumah subsidi. Kemudian renovasi dari APBN sekitar 44.000 rumah, dan ada dukungan renovasi dari swasta seperti Kadin, Buddha Tzu Chi, dan perusahaan lainnya,” paparnya.

Menurut dia, pembangunan rumah juga melibatkan sektor swasta untuk mempercepat pemenuhan hunian layak.

“Ada rumah yang dibangun oleh Summarecon, Agung Sedayu, Adaro dan pengembang lain. Semuanya bekerja sama, ada yang membangun, ada yang merenovasi,” ujarnya.

Maruarar berharap program ini mendorong anak muda menjadi pengembang profesional yang berorientasi pada kualitas.

“Saya berharap lebih banyak anak muda yang bercita-cita menjadi pengembang untuk membantu rakyat memiliki rumah subsidi,” katanya.

“Langkah-langkah ini nyata untuk kepentingan rakyat, bukan hanya wacana. Sekarang tinggal kita sosialisasikan supaya makin banyak masyarakat yang memanfaatkannya,” ujar Maruarar. (ant)

Basarnas Siapkan Dua Helikopter untuk Evakusi Medis di MotoGP Mandalika 2025

0
Basarnas Siapkan Dua Helikopter untuk Evakusi Medis di MotoGP Mandalika 2025
Basarnas Siapkan Dua Helikopter untuk Evakusi Medis di MotoGP Mandalika 2025

Lombok (ekbisntb.com) – Menjelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit pada 3–5 Oktober mendatang, berbagai persiapan teknis terus dimatangkan. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah aspek medical evacuation atau evakuasi medis darurat.

Ajang balap motor dunia MotoGP bukan hanya menjadi tontonan olahraga prestisius, tetapi juga sebuah perhelatan yang membutuhkan kesiapan luar biasa dalam hal keamanan dan keselamatan.

Untuk itu, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menjalin kerja sama strategis dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang akan menyiapkan dukungan penuh selama event berlangsung.

Brigjen TNI Tofik Tofana selaku Direktur Sistem Komunikasi Basarnas (Dirsiskom) pada Selasa (9/9/2025), memaparkan berbagai langkah strategis yang tengah dipersiapkan untuk memastikan aspek keselamatan selama penyelenggaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit.

Dalam penjelasannya, Brigjen TNI Tofik Tofana menegaskan bahwa kehadiran Basarnas di ajang sebesar MotoGP merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan rasa aman kepada seluruh pihak, baik pembalap, kru tim, panitia, maupun penonton. Peran utama Basarnas, ujarnya, akan banyak terfokus pada penanganan kedaruratan dan proses evakuasi bila sewaktu-waktu terjadi insiden.

“Untuk mendukung kelancaran MotoGP, nantinya banyak dilaksanakan oleh kantor SAR Mataram. Mereka akan memberikan bantuan jika terjadi kedaruratan, termasuk evakuasi terhadap korban,” jelas Tofik Tofana.
Ia menambahkan, upaya ini juga akan mendapat dukungan penuh dari pusat sehingga penanganan dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.

Simulasi dan Skenario Evakuasi

Sebagai bagian dari persiapan, Basarnas telah merancang berbagai simulasi tanggap darurat. Salah satu skenario yang menjadi fokus adalah evakuasi menggunakan helikopter. Menurut Tofik, evakuasi udara menjadi pilihan penting mengingat kondisi geografis dan potensi keramaian besar di sekitar sirkuit.

“Secara garis besar, yang akan disimulasikan adalah proses evakuasi menggunakan heli dan kemampuan lain yang sudah disiapkan. Jadi jika ada kemungkinan kejadian darurat, kita sudah siap dengan skenario yang telah dirancang,” paparnya.

Selain helikopter, Basarnas juga menyiapkan kemampuan SAR darat dan laut, sebagai langkah antisipasi jika diperlukan penanganan di sekitar kawasan Mandalika yang berbatasan langsung dengan pesisir pantai.

Kesiapan Basarnas tidak berdiri sendiri, melainkan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Tofik menyebutkan, Basarnas telah menjalin komunikasi dengan unsur TNI, Polri, dan instansi pendukung lainnya.

“Kita menjalin koordinasi dengan Korem, kepolisian, hingga instansi kesehatan. Semua itu untuk memastikan jika ada keadaan darurat, respon yang diberikan bisa cepat dan tepat,” ungkapnya.

Keselamatan sebagai Prioritas

Dari sisi sarana, Basarnas memastikan ketersediaan peralatan utama. Dua unit helikopter telah disiapkan untuk mendukung operasi, salah satunya berasal dari Surabaya. Kehadiran armada ini diharapkan bisa mempercepat proses evakuasi jika ada insiden yang membutuhkan penanganan segera.

Namun demikian, Tofik tidak menutup mata terhadap adanya tantangan besar di lapangan. Faktor cuaca disebutnya sebagai risiko utama yang harus diantisipasi. “Tantangan terbesar mungkin adalah gangguan cuaca. Kondisi seperti hujan deras atau angin kencang bisa berdampak pada proses evakuasi maupun keselamatan penonton,” jelasnya.

Selain cuaca, tingginya antusiasme masyarakat yang berbondong-bondong datang ke Mandalika juga menjadi faktor yang harus diperhatikan. Pengelolaan massa dan kesiapan jalur evakuasi bagi penonton menjadi aspek penting agar tidak menimbulkan masalah tambahan saat terjadi situasi darurat.

Tofik menyampaikan harapan agar seluruh aspek keselamatan dapat benar-benar terjamin selama penyelenggaraan MotoGP. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang dari semua pihak, mulai dari panitia hingga aparat keamanan.

“Harapan kami, penyelenggaraan MotoGP ini bisa berlangsung aman dan lancar. Dari segi keselamatan penonton, semuanya harus dipersiapkan dengan baik. Semoga seluruh pihak dapat bersinergi sehingga event ini bisa menjadi kebanggaan Indonesia,” pungkasnya.

Kehadiran Basarnas dalam ajang MotoGP di Mandalika menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Tidak hanya menjadi tugas panitia atau aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama, termasuk setiap penonton yang hadir. Dengan dukungan sistem komunikasi yang solid, kesiapan armada evakuasi, serta koordinasi lintas instansi, Basarnas memastikan bahwa Indonesia siap menghadirkan MotoGP yang tidak hanya spektakuler, tetapi juga aman bagi semua pihak.

Pentingnya Helikopter di MotoGP

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria (Andhi), menjelaskan bahwa Basarnas akan meminjamkan dua unit helikopter yang dapat difungsikan sebagai Heli Medical Transport. Kedua helikopter ini akan didatangkan dari Jakarta atau lokasi lain di mana heli tersebut berada sebelum pelaksanaan MotoGP.

“Kenapa dua? Karena satu helikopter harus selalu standby. Jika satu sedang terbang melakukan evakuasi medis, maka helikopter kedua tetap siaga untuk mengantisipasi kejadian darurat lain,” ungkap Priandhi Satria.

Keberadaan dua helikopter ini bukan sekadar tambahan fasilitas, melainkan syarat wajib dalam regulasi yang ditetapkan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Mulai Jumat pagi menjelang sesi latihan, FIM Medical Official akan memeriksa seluruh peralatan medis, termasuk memastikan keberadaan dua helikopter yang selalu standby di dekat Medical Center.

Syarat Mutlak FIM: Tanpa Heli, Balapan Bisa Dihentikan

Priandhi menegaskan, keberadaan helikopter medis bersifat mutlak. “Helikopter harus standby selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, mulai dari sesi latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan. Tanpa adanya helikopter medis yang siaga, balapan bisa dihentikan langsung oleh Chief Medical Officer (CMO),” tegasnya.
Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan maksimal bagi para pembalap MotoGP. Jika terjadi insiden serius di lintasan, helikopter dapat dengan cepat melakukan evakuasi ke rumah sakit rujukan dengan fasilitas lengkap.

Basarnas Siaga dengan Dukungan Peralatan Penyelamatan

Tak hanya menyediakan helikopter, Basarnas juga akan menurunkan tim dan peralatan penyelamatan khusus untuk mendukung kelancaran event. Mereka akan standby di area sirkuit sepanjang ajang MotoGP berlangsung, siap mengantisipasi berbagai kemungkinan, mulai dari insiden balapan hingga potensi bencana alam.

“Basarnas memiliki berbagai peralatan untuk evakuasi dan penyelamatan. Kehadiran mereka adalah bentuk dukungan negara dalam memastikan MotoGP berjalan aman sekaligus memperkenalkan Indonesia di mata dunia,” jelas Priandhi.

Dengan sinergi ini, MotoGP Mandalika 2025 bukan hanya menjadi ajang balap motor paling bergengsi, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan penyelenggaraan event internasional dengan standar safety dan medical evacuation kelas dunia.(bul)

Kunjungi Bayan, Menbud RI Fadli Zon Diangkat sebagai Keluarga Besar Bergelar “Datu Pangeran Mas Dipati”

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., diangkat sebagai keluarga besar oleh Masyarakat Adat Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ia diberi Gelar Kehormatan, Datu Pangeran Mas Dipati.Pemberian gelar kehormatan oleh masyarakat adat tersebut, berlangsung di sela-sela kunjungan kerja Menbud RI, di KLU, Selasa, 9 September 2025.

Gelar diberikan kepada Fadli Zon melalui proses musyawarah masyarakat adat Bayan dari 4 Kepembekelan. Meliputi Pembekel Timuk Orong, Bat Orong, Loloan dan Karang Bajo. Empat kepembekalan ini juga mewakili masyarakat adat di desa-desa lain di Kecamatan Bayan.

Dalam lawatan sekaligus serah terima gelar tersebut, Menbud didampingi Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., dan Wabup, Kusmalahadi Syamsuri, serta sejumlah Kepala OPD.Untuk diketahui, di kalangan masyarakat Adat Bayan, gelar “Datu Pangeran Mas Depati”.

Secara harfiah, Datu artinya Pemimpin, Pangeran Mas berarti keluarga inti, dan Depati artinya kontribusi terhadap adat atau kebudayaan. Sehingga gelar tersebut menyiratkan makna mendalam, yakni legitimasi dan pengakuan masyarakat adat kepada seorang Pemimpin yang memiliki semangat dan kontribusi terhadap pemajuan kebudayaan.

Gelar adat ini sekaligus mengukuhkan Fadli Zon sebagai keluarga besar masyarakat adat Bayan, dimulai sejak gelar diberikan.Usai mendapat gelar kehormatan tersebut, Fadli Zon menyampaikan Masjid Kuno Bayan yang berada di lingkungan Masyarakat Adat Bayan merupakan salah satu warisan budaya tertua di Indonesia.

Cagar ini menjadi bukti sejarah, setidaknya sejak abad ke-16, serta menjadi akulturasi budaya yang harmoni antara adat Sasak Lombok dengan agama Islam yang berkembang di Lombok. “Keberagaman berlangsung dengan damai harmonis, sehingga tumbuh berkembang dengan baik, tetap selaras dengan adat istiadat masyarakat Sasak yang terus juga terpelihara,” ujarnya.

Bagi Menteri Kebudayaan, kehadirannya di Bayan adalah kali kedua di Lombok Utara. Sebelumnya, ia berkunjung ke Desa Genggelang untuk meresmikan situs budaya di desa tersebut.

Ia memiliki kesan mendalam terhadap upaya masyarakat dalam melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya. Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah daerah, untuk bersama-sama melindungi situs budaya sebagai warisan para leluhur.

“Tradisi ini perlu kita lindungi, perlu kita kembangkan, perlu kita manfaatkan dan yang paling penting perlu keberlangsungan sustainability terutama pada generasi muda.

”Menjadi suatu kehormatan dari para tokoh adat dari para pemangku adat untuk menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bayan Lombok Utara dengan diberikannya gelar Datu Pangeran Mas Dipati,” sambungnya.

Fadli Zon juga memuji peran besar masyarakat adat di Kecamatan Bayan dengan tradisi dan budaya yang sangat unik. Ekspresi pesan moral terselip pada berbagai ritual adat, tari-tarian, cagar budaya (perumahan dan kain tenun) maupun awig-awig sebagai kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh seluruh komponen masyarakat adat.

“Ini menjadi satu bukti bahwa kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia sangat kaya,” tandasnya.

Sementara, Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, pada kesempatan itu menyampaikan kabupaten yang yang terakhir mekar di NTB ini memiliki khasanah budaya dan adat istiadat yang dijunjung tinggi serta terpelihara dengan baik di masyarakat.

Budaya masyarakat adat ini juga menjadi kekayaan Indonesia yang mewarnai keberagaman sektor pariwisata.Adat dan budaya di Lombok Utara khususnya di Kecamatan Bayan, ia harapkan menjadi salah satu pusat pengembangan adat dan budaya di Nusantara.

Pasalnya, letak geografis Kecamatan Bayan berada di kaki Gunung Rinjani dengan Taman Nasional yang menjadi geopark sekaligus destinasi wisata internasional.

“Kehadiran wisatawan untuk menyaksikan bagaimana adat budaya masyarakat Lombok Utara khususnya di Kecamatan Bayan yang sangat kental dan sangat unik serta penuh mengandung makna dan nilai-nilai spiritual,” imbuhnya.

Bupati berharap, dengan diangkatnya Fadli Zon sebagai Keluarga Besar Masyarakat Adat Bayan, Kementerian Kebudayaan di masa depan dapat memberikan dukungan lebih besar lagi bagi kemajuan dan pemajuan kebudayaan dan pariwisata di Lombok Utara.

“Harapan kami masyarakat adat ke depannya yaitu mendorong Bayan sebagai kawasan strategis pemajuan kebudayaan nasional sehingga semakin meningkatnya minat masyarakat luas yang ingin berkunjung ke Bayan untuk belajar tentang adat istiadat di KLU,” pungkas Najmul. (ari)

Didik Madiyono Ditunjuk sebagai Plt. Ketua Dewan Komisioner LPS

0
Didik Madiyono
Didik Madiyono

Lombok (ekbisntb.com) – Rapat Dewan Komisioner (RDK) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada hari Selasa, 9 September 2025, memutuskan untuk menyetujui penunjukan Didik Madiyono, Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank sebagai Pejabat pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Komisioner LPS, terhitung efektif sejak tanggal 9 September 2025.

Penunjukan ini menyusul pengunduran diri Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Ketua Dewan Komisioner LPS yang dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan RI pada 8 September 2025.

Sekretaris Lembaga LPS Jimmy Ardianto, dalam keterangan resmi LPS kepada media ini menyampaikan bahwa, RDK LPS memutuskan penunjukkan Plt Ketua Dewan Komisioner ini dengan merujuk ketentuan di UU no 24 tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan dan UU no 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Selain itu juga mengacu pada Peraturan Dewan Komisioner (PDK) LPS yang mengatur tentang tata tertib, pelaksana tugas dan pengganti sementara Dewan Komisioner untuk memastikan kelancaran operasional LPS dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai Undang-Undang.

“Selain itu ada pertimbangan bahwa saat ini Pak Didik Madiyono adalah satu-satunya Anggota Dewan Komisioner yang setiap hari berkantor di LPS sehingga akan memudahkan koordinasi dan operasionalnya,” ujarnya.

Sebagai Plt Ketua Dewan Komisioner, Didik Madiyono akan memimpin operasional LPS sampai masa tugasnya berakhir pada tanggal 24 September 2025.

Saat ini proses pemilihan Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Dewan Komisioner LPS sedang berlangsung hingga nanti diputuskan oleh DPR dan dilantik oleh Presiden RI. (bul)

Pokmas Biomassa Rintam Targetkan 200 Ribu Pohon Energi, Dorong NTB Jadi Pusat Green Energy Nasional dan Ekspor

0
Pokmas Biomassa Rintam Targetkan 200 Ribu Pohon Energi, Dorong NTB Jadi Pusat Green Energy Nasional dan Ekspor
Pokmas Biomassa Rintam Targetkan 200 Ribu Pohon Energi, Dorong NTB Jadi Pusat Green Energy Nasional dan Ekspor

Lombok (ekbisntb.com) – Kelompok Masyarakat Biomassa Rinjani Tambora berkomitmen mendukung green energy (energi ramah lingkungan) dengan menciptakan ekosistem biomassa yang sustain dan ramah lingkungan menuju Net Zero Emition (NZE) 2060.


Ketua Kelompok Masyarakat Biomassa Rinjani Tambora (Pokmas Biomassa Rintam), Iwan Balukea menyebut biomassa menjadi salah satu pilar penting dalam mencapai (NZE) nasional.


Tahun 2025 ini Pokmas Biomassa Rintam akan melaksanakan pembinaan kepada pemilik lahan non produktif, lahan kritis atau lahan termajinal lainnya di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur termasuk di Sumbawa.


“Di Lombok Utara saja target kami menanam pohon tanaman energi dengan jenis Gamal dan Kaliandra Merah mencapai 200.000 pohon. Angka ini setara dengan kebutuhan bahan baku biomassa wood pellet dan wood briket sebesar 5.000 ton,” terang Iwan, Rabu, 10 September 2025.


Pada program sosialisasi di Desa Sesait Kabupaten Lombok Utara, Iwan Balukea yang didampingi oleh DR. Murianto, Sekretaris Pokmas Biomassa Rintam, menjelaskan peluang bisnis biomassa bagi masyarakat yang terbuka lebar.


“Kami akan mengawal mulai hulu hingga hilirnya. Artinya mulai dari penanam pohon yang nantinya akan menjadi bahan baku (raw material) biomassa hingga pemasaran produk berupa wood pellet dan briket akan selalu dilakukan pendampingan,” terang Iwan.

Jenis tanaman yang rekomendasikan sebagai bahan baku biomassa seperti gamal, kaliandra merah, lamtoro, banten dan lainnya yang memiliki kadar kalori tinggi diatas 3.000 kkal/kg nya. Tanaman jenis ini merupakan tanaman fast growing, renewable, sustain dan tahan terhadap cuaca atau iklim yang kritis.


NTB memiliki potensi biomassa yang sangat besar puluhan juta ton per tahun. Pokmas Biomassa Rintam berambisi mengembangkan ekosistem biomassa di pulau Lombok dan pulau Sumbawa yang tidak hanya untuk kebutuhan kelistrikan saja, tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan industri dan peluang ekspor.


“Kami mempelopori model ekosistem biomassa terintegrasi, mulai dari penanam pohon tanaman energi pada kebun tanaman energi terpadu, pemanenan, produksi dengan quality control yang ketat hingga distribusi dan pemasaran dalam negeri dan luar negeri,” tambahnya.


Disisi lain Pokmas Biomassa Rintam juga mengupayakan kerjasama dengan Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan untuk melakukan pendampingan serta pembinaan penyuluhan bersama bagi para petani peternak.
Sebab hijauan (daun) dari tanaman gamal dan kaliandra merah sangat baik sebagai pakan ternak sapi dan kambing kerena memiliki protein tinggi kata Murianto.


Selain menambah kesuburan tanah, mencegah erosi dan sebagai bahan baku biomassa penanaman pohon kalinadra merah juga menambah nilai ekonomi masyarakat, ibu-ibu yang masih memiliki waktu luang bisa menanam di lahan sisa pekarangan rumah dan kebunnya. Bunga kaliandra merah mengandung nektar yang baik bagi budi daya lebah madu. Pendapatan tambahan bagi rumah tangga berupa madu trigona sangat menjanjikan, tambah Maya Yuliana Wakil Ketua Pokmas Biomassa Rintam.


“Mulai saat ini anak muda dan ibu-ibu yang tidak ngomongin green energy tidak keren, karena inilah warisan bagi anak cucu kita yang sangat tinggi nilainya, yaitu udara bersih bebas dari racun yang dihasilkan oleh energi fosil,” tutup Maya.(bul)

Proyek Ratusan Miliar Diharapkan Pacu Kebangkitan Fiskal Lotim

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Timur (Lotim) menghadapi tantangan dalam membangkitkan kondisi fiskal daerah yang masih terbatas dan sangat bergantung pada transfer pusat.

Untuk mengatasi hal ini, pelaksanaan proyek-proyek pembangunan yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah diharapkan dapat menjadi pengungkit ekonomi lokal.

Ketua Komisi IV DPRD Lotim, H. Lalu Hasan Rahman, atau yang akrab disapa Mamiq Man, menekankan pentingnya agar manfaat dari proyek-proyek tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan perekonomian Lotim.

Ia berharap agar rekanan lokal dapat lebih banyak berpartisipasi dan memenangkan tender.“Kita berharap semua kegiatan proyek pembangunan di Lotim ini bisa bangkitkan fiskal daerah. Saat tender-tender proyek diharapkan banyak diikuti dan dimenangkan oleh rekanan lokal,” ujar Mamiq Man, yang juga merupakan Ketua DPD II Partai Golkar Lotim ini.

Tidak hanya untuk kontraktor lokal, Mamiq Man juga menyoroti pentingnya peredaran uang proyek tetap berada di Lotim.

Terhadap rekanan dari luar daerah, ia mengharapkan mereka membuka kantor operasional dan melakukan seluruh kegiatan belanjanya di wilayah Kabupaten Lotim, termasuk menggunakan bahan-bahan yang disediakan oleh masyarakat setempat.

“Contoh menjadi pemenang tender sapi, pemenangnya dari Lombok Tengah (Loteng), kita minta beli sapinya di Lotim,” jelasnya.

Hal ini untuk mencegah kebocoran ekonomi dimana pemenang tender justru melakukan pembelian barang dari luar daerah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Lotim, Lalu Kurnia Darmawan, menyampaikan proses tender yang dilakukan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP) telah berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku, yaitu Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 (yang diperbarui menjadi Perpres 46 Tahun 2025) tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta Peraturan LKPP.

“Kami tidak berani melanggar regulasi. Karena itu sebagai acuan,” tegas Lalu Kurnia saat dikonfirmasi secara terpisah di ruang kerjanya, Selasa, 9 September 2025.

Meski sistem tender bersifat terbuka dan dapat diakses oleh siapapun melalui sistem LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik), pihaknya sepakat dan mendorong agar pemenang proyek memilih untuk membeli material seperti batu, kerikil, dan kebutuhan lainnya yang berasal dari Lotim.

Lalu Kurnia juga melaporkan perkembangan proses tender di Lotim. Dari total 55 paket pekerjaan, 45 paket telah terkontrak, lima paket masih dalam masa sanggah, dan lima paket lainnya masih dalam proses lelang.

“Deadline sebelumnya 22 Juli, dan sudah tuntas. Lalu diperpanjang hingga 29 Agustus dan sekarang sudah clear. Semua sudah dikerjakan dengan prinsip kecepatan dan ketepatan,” paparnya.

Dengan sistem pengadaan barang/jasa yang terbuka ini, diharapkan tidak ada lagi pembatasan dan seluruh proses berjalan transparan. Lalu Kurnia Darmawan menaruh harapan sama, para pemenang tender untuk dapat berkontribusi langsung dalam memutar roda perekonomian Lotim. (rus)

Event Nasional dan Internasional, Gubernur NTB Tradisikan ”Betabeq”

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Sejumlah event nasional dan internasional kembali akan digelar dalam waktu dekat di NTB. Khususnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Seperti akhir pekan ini akan digelar Pocari Run dari tanggal 13-14 September 2025.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat di daerah ini terhadap suksesnya event ini sangat dibutuhkan. Hal ini juga menjadi atensi dari Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Dhamayanti Putri.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyadari suksesnya event ini tidak terlepas dari peranan elemen masyarakat, pemuda dan pelaku usaha yang ada di sekitar acara.

Untuk itu, pada Selasa, 9 September 2025 malam, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal didampingi Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri yang diwakili Sekda H. Lalu Firman Wijaya, Penjabat (Pj) Sekda NTB H. Lalu Moh. Faozal, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) H. Yusron Hadi, ST., MUM., Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) H. Ahmad Nur Aulia, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) H. Wirawan menggelar acara Betabeq Pocari Run (permisi) di VIP Paddock Sirkuit Mandalika.

Hadir pada kesempatan ini, tokoh-tokoh masyarakat lingkar Mandalika, Asosiasi Perhotelan Mandalika dan lain sebagainya. “Acara betabeq mulai kita tradisikan di setiap gawe besar dan event skala besar di NTB. Sebagaimana budaya kita untuk mengajak masyarakat sekitar turut terlibat dan ikut mensukseskan event,” ujar Kepala Diskominfotik Provinsi NTB H. Yusron Hadi dalam keterangannya, Rabu, 10 September 2025.

Gubernur NTB, ujarnya, menyampaikan jika event demi event berskala nasional dan internasional berlangsung di NTB. Hal ini menunjukkan pengelola event mempercayakan NTB sebagai tuan rumah pelaksanaan.

“Dan sekaligus ini ajang kita membuktikan dan memperlihatkan ke khalayak nasional dan internasional bahwa NTB layak dikunjungi NTB. Tetap dalam keadaan baik-baik saja. Dan kita siap menyongsong gelaran terbesar event sport tourism MotoGP awal Oktober mendatang,” terangnya.

Agar event yang digelar di NTB sukses, pemerintah berharap dukungan semua pihak, karena yang akan menerima manfaat secara langsung adalah masyarakat.

Tidak hanya itu, pemerintah telah memberikan support dan berharap panitia menjadikan event yang akan diikuti sekitar 9.000 peserta ini sebagai agenda tahunan di NTB.

Disinggung ada kegiatan Betabeq pada event MotoGP pada bulan Oktober mendatang, mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini, mengakui, pihaknya akan menyampaikan pada pihak Dorna Sports dan MGPA. (ham)

Pengangguran KLU 1,4 Persen, Bupati Puji Semangat Warga Perbaiki Ekonomi Keluarga

0

Lombok (ekbisntb.com) –

Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., memuji semangat masyarakat KLU dalam memperbaiki kualitas ekonomi diri dan keluarganya. Ikhtiar masyarakat tercermin dalam catatan rendahnya angka kriminalitas maupun pengangguran di KLU.

“Angka pengangguran terendah di NTB, adalah Lombok Utara yaitu dengan angka hanya 1,4 persen. Mudah-mudahan seluruh warga masyarakat Lombok Utara merupakan warga yang berkemampuan, serta tetap semangat untuk memperbaiki diri,” ucap Bupati, saat mengisi hikmah Maulid di Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Selasa, 9 September 2025.

Dalam tausyiahnya, Najmul Akhyar menyampaikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan momentum penting untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlak serta ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari.

Keteladanan pada diri Nabi, ujar Bupati, sangat relevan bagi setiap umat muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Dengan meneladani Nabi Muhammad SAW, kita dapat menjadi contoh yang baik bagi anak cucu dan generasi mendatang. Guru-guru juga dapat berperan penting dalam menyampaikan nilai-nilai tersebut kepada anak didik, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan menjadi contoh bagi orang lain,” pesannya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa KLU sampai saat ini masih sebagai kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di NTB. Namun demikian, angka tersebut seolah berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Dimana, masyarakat Lombok Utara tergolong tinggi dalam kepemilikan kendaraan bermotor khususnya roda dua.”Sesuai dengan data dari Samsat Tanjung bahwa di seluruh Kabupaten/kota yang ada di NTB jumlah pembeli sepeda motor terbanyak dalam tiga bulan terakhir adalah Kabupaten Lombok Utara,” imbuhnya.

Bupati mengajak seluruh elemen untuk terus meningkatkan ikhtiar dalam bekerja dan membangun ekonomi keluarga dan masyarakat. Melalui apapun profesi yang dijalani, mobilitas seluruh komponen masyarakat akan mempengaruhi perjalanan ekonomi di daerah ini. (ari)