Mataram (ekbisntb.com) –Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram menyiapkan inovasi program bursa kerja dengan sistem daring (online) dan luring (offline) guna memudahkan pencari kerja sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Mataram.
Kepala Disnaker Kota Mataram, I Wayan Putra Ekantara, mengatakan konsep bursa kerja hybrid atau on-off ini dirancang agar pencari kerja dapat lebih mudah mengakses informasi lowongan sesuai dengan kompetensi dan keterampilan yang dimiliki.
“Ini sebagai sarana informasi awal sekaligus memberikan gambaran bagi pencari kerja terkait lowongan yang sesuai dengan kemampuan mereka,” ujarnya, Rabu (22/4).
Ia menjelaskan, konsep bursa kerja yang akan diterapkan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selama ini, pencari kerja harus datang langsung ke lokasi kegiatan untuk mencari informasi lowongan, bahkan membawa berkas lamaran, tanpa kepastian apakah posisi yang tersedia sesuai dengan kualifikasi mereka.
Selain itu, kondisi di lapangan kerap diwarnai kepadatan peserta yang mencapai ratusan hingga ribuan orang, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak jarang membuat pencari kerja kecewa.
“Sering kali mereka harus berdesakan dan mengeluarkan biaya transportasi, tetapi belum tentu mendapatkan pekerjaan yang sesuai,” jelasnya.
Melalui sistem baru ini, Disnaker akan menyediakan aplikasi atau platform digital yang memungkinkan pencari kerja mengakses informasi lowongan dari berbagai perusahaan secara daring. Dengan demikian, mereka dapat menyeleksi peluang kerja sesuai kualifikasi sebelum mengikuti tahapan berikutnya.
Pelamar yang telah memenuhi syarat dan terverifikasi secara daring nantinya akan mengikuti tahap wawancara langsung dengan perusahaan pada saat pelaksanaan bursa kerja secara luring.
“Jadi saat kegiatan luring, mereka tinggal mengikuti wawancara. Tidak lagi datang tanpa tujuan yang jelas,” katanya.
Putra berharap inovasi ini dapat membuat pelaksanaan bursa kerja lebih efektif dan tepat sasaran, sehingga mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta menekan angka pengangguran terbuka di Kota Mataram.
“Untuk tahun 2026, kegiatan bursa kerja kami jadwalkan pada triwulan ketiga,” tambahnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Mataram, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2024 tercatat sebanyak 11.400 jiwa atau 4,85 persen. Angka tersebut menurun menjadi 11.000 jiwa atau 4,80 persen pada 2025. Sementara pada 2027, pemerintah menargetkan TPT kembali turun menjadi sekitar 10.400 jiwa. (pan)






