Lombok (ekbisntb.com) –
Harga beli tembakau petani di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada musim tanam tahun ini anjlok. Kondisi tersebut salah satunya dipicu oleh masih maraknya peredaran rokok ilegal, tidak terkecuali di Loteng.
Hal ini menyebabkan banyak perusahaan rokok yang memangkas kuota pembelian tembakau petani. Buntut dari kebijakan pemangkasan produksi rokoknya oleh perusahaan tersebut.
“Masih maraknya peredaran rokok ilegal menjadi salah satu pemicu anjloknya harga beli tembakau petani. Karena perusahaan membatasi kuota pembelian tembakau ke petani. Akibatnya, tembakau petani tidak terserap dan tidak laku lagi,” terang Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Loteng Lalu M. Akhyar, kepada awak media, Senin 8 September 2025.
Ditemui usai menerima hearing Asosiasi Petani Pembakau Indonesia (APTI) Loteng di kantornya, Akhyar mengatakan kalau peredaran rokok ilegal tersebut secara tidak langsung juga merugikan masyarakat, karena berdampak pada penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT).
Di satu sisi DBH-CHT selama ini menjadi salah satu sumber anggaran bagi pemerintah daerah khususnya, untuk membiayai berbagai macam program daerah. Karenanya pemerintah diminta melakukan langkah-langkah yang lebih intens dan massif untuk memberantas peredaran rokok ilegal.
“Harus ada upaya-upaya yang lebih keras. Agar peredaran rokok ilegal ini bisa ditekan. Jangan sampai peredaran rokok ilegal semakin parah dan mendatangkan dampak negatif yang lebih besar lagi bagi masyarakat dan pemerintah,” sebutnya.
Untuk jangka pendek menyikapi anjloknya harga tembakau petani tersebut, pemerintah daerah diharapkan juga bisa melakukan langkah cepat. Berkomunikasi dengan perusahaan rokok yang beroperasi di daerah ini agar bisa menyerap tembakau petani dengan harga yang wajar. Supaya petani bisa terhenti dari potensi kerugian yang jauh lebih besar lagi akibat tidak terserapnya tembakau miliknya.
“Kita juga merekomendasikan ke pemerintah daerah untuk melakukan upaya-upaya cepat guna menjawab persoalan anjloknya harga tembakau petani. Agar petani tembakau tidak terlalu merugi pada musim tanam tembakau kali ini,” pungkas politisi Partai Golkar ini. (kir)






