Tuesday, April 7, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 750

Optimalkan Penagihan Pajak, Bapenda Siapkan Aplikasi Sipenda

0
BERTEMU: Jajaran Bapenda KLU bertemu dengan Pihak ketiga penyedia aplikasi Sipenda untuk memudahkan proses pembayaran kewajiban pajak. (Ekbis NTB/ist)

Tanjung (Ekbis NTB) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Utara, tengah dalam proses penyempurnaan penggunaan aplikasi Sistem Pendapatan Daerah (Sipenda). Sistem berbasis aplikasi android ini dikembangkan bersama vendor PT. Razen Teknologi Indonesia (RTI).

Pada pertemuan di Kantor Bappeda Lombok Utara di Tanjung, Selasa 15 Mei 2024, Kepala Bapenda, Ainal Yakin, S.Pd., terlihat bertemu dengan Progamer PT.RTI untuk membahas aplikasi Sipenda. Aplikasi ini sendiri direncanakan akan diluncurkan dalam waktu dekat.

“Aplikasi Sipenda Lombok Utara akan digunakan sebagai tempat Wajib Pajak (WP) untuk membayar pajak. Penggunaan aplikasi ini merupakan terobosan untuk mendukung penarikan pajak secara efektif, efisien bagi wajib pajak dan mencegah terjadinya kebocoran PAD,” ungkap Ainal.

Diterangkan, Bapenda dibebani target peningkatan raihan pajak daerah dan retribusi setiap tahun oleh TAPD maupun Badan Anggaran DPRD. Sehingga untuk mendukung pencapaian tersebut, Bapenda terus menghadirkan inovasi untuk merealisasikannya. Aplikasi Sipenda Lombok Utara ini dipandang akan cukup membantu dalam pelaksanaannya. Kendati demikian, selama proses aplikatifnya, Bapenda dan pihak ketiga juga akan melakukan evaluasi terhadap kendala dan gangguan yang mungkin timbul.

Menurut Ainal, pemakaian aplikasi Sipenda merupakan wacana sejak lama. Hanya saja, implementasinya masih terkendala sejumlah faktor teknis terutama di tingkat vendor.

“Untuk itu sekarang terus dibenahi aplikasinya sebelum dilaunching nanti pada Sabtu, 25 Mei mendatang,” ujarnya.

Bapenda dalam pemakaian aplikasi ini, sambung Ainal, telah berkoordinasi dengan BPK Perwakilan NTB untuk mencegah ketidakwajaran yang berpotensi merugikan negara secara aturan perundang-undangan. BPK juga menyarankan agar pemanfaatannya segara diterapkan di masyarakat.

“Adanya aplikasi ini nanti tentu mempermudah masyarakat maupun wajib pajak badan dalam membayar pajak. Kebocoran PAD juga bisa dicegah,” tandasnya.

Sementara, Programer PT. RTI, Rafif Adziabi, mengungkapkan dalam penerapan aplikasi Sipenda, pihak ketiga mengolah data jumlah wajib pajak secara keseluruhan di KLU, baik wajib pajak perorangan maupun WP Badan. Data itu dimasukkan ke dalam sistem untuk selanjutkan diolah agar dapat dilaksanakan secara sistematis.

Menurut Rafif, penting bagi Pemda untuk terus mengupdate info data Wajib Pajak, sehingga wajib pajak baru akan langsung dimasukkan dalam sistem sehingga dapat dikontrol dan diketahui oleh Bapenda terhadap jumlah WP yang sudah dan belum membayar kewajibannya kepada Pemda.

“Misalkan ketika salah satu owner hotel mempunyai tiga hotel wajib pajak, dengan menggunakan aplikasi ini owner bisa membayarkan langsung dan akan dirincikan hotel mana saja yang telah dibayarkannya,” terangnya.

Demikian pula dalam hal pembayaran kewajiban, aplikasi bisa membaca dan memverifikasi nominal kewajiban dan apa saja jenis yang harus dibayarkan.

“Bapenda tidak perlu lagi memilah ini pembayaran pajak dari siapa  dan untuk sektor pajak apa saja. Intinya aplikasi ini sudah bekerja otomatis langsung. Sehingga fungsi dari sistem ini salah satunya adalah mendata secara langsung wajib pajak itu,” tandasnya. (ari)

Artikel lainnya….

Terpilih Aklamasi, Ketut Jaya Kembali Pimpin DPD AHLI NTB

NTB Protes, Penjualan Benih Lobster Diambil Alih KKP

Lotim Menerima Tambahan Pupuk Bersubsidi

Antisipasi Penyimpangan, TNI Ikut Kawal Penyaluran BLTD Desa

0
KAWAL: Anggotal TNI turut kawal penyaluran BLTDD di Desa Setiling Kecamatan Batukliang Utara, Rabu kemarin. (Ekbis NTB/kir)

Praya (Ekbis NTB) – Upaya massif dilakukan jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) untuk mendukung suksesnya program pembangunan di daerah ini hingga ke desa-desa. Dengan terlibat langsung diberbagai program, salah satunya dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD). Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 1620-07/Batukliang Desa Setiling Sertu Hamdin, yang turun langsung mengawal dan menyalurkan BLTDD di desa setempat ke penerima program, Rabu 15 Mei 2024 kemarin.

“Kita turun langsung mengawal penyalutan BLTDD untuk memastikan kalau bantuan yang disalurkan tersebut benar-benar tepat sasaran. Dan, tidak terjadi penyimpangan dalam proses penyalurannya,” terang Sertu Hamdin.

Program BLTDD di Desa Setiling sendiri ini diberikan kepada 47 orang penerima. Itu sesuai hasil verifikasi dan hasil rapat penentuan bersama seluruh aparat terkait di desa. Tersebar di 13 dusun di Desa Setiling. Dengan masing-masing keluarga menerima bantuan tunai sebesar Rp. 300 ribu per bulan selama tiga bulan berturut-turut.

Keberaraan program tersebut diharapkan dapat meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu. Terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga supaya manfaat program bisa dirasakan secara maksimal, maka program harus dikawal dengan ketat. Agar tepat sasaran kepada penerima manfaat.

Petimah, salah seorang penerima program BLTDD menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dalam mengawal penyaluran program, tersebut. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat kurang mampu. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit keberadaan BLTDD sangat berarti. Karena sedikit tidak bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Dengan adanya pendampingan dari TNI, kami merasa lebih terbantu dan yakin bahwa bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran,” terangnya. Sehingga penting keterlibatn TNI kedepanya. Tidak hanya di program BLTDD saja. Tetapi juga program-program pemerintah lainnya. (kir)

Artikel lainnya….

Dipasangi Spanduk KPK, Pemilik Rumah Bakso Sampaikan Kondisi Sebenarnya

Kolaborasi dengan Polda NTB, Ikhtiar APJII Bali Nusra Wujudkan Internet Berkualitas dan Aman

Truk Pengangkut Sapi Qurban dari Bima ke Jakarta Terbakar di Tol di Jawa Tengah

Tambahan Alokasi  Pupuk Bersubsidi di Lotim di Bawah e-RDKK

0
 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, H. Sahri (Ekbis NTB-Ist)

Selong (Ekbis NTB) – Penjabat Bupati Lotim, H.M. Juaini Taofik menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 100.332/TAN/2024 tentang Penetapan Perubahan Alokasi Pupuk Bersubsidi. Meski dapat tambahan, terlihat jumlahnya masih dibawah elektronik Rencana Definitif  Kebutuhan Kelompok (E-RDKK).

Kepala Dinas Pertanian Lotim, H. Sahri dalam pertemuan di kantor Bupati, Rabu 15 Mei 2024 kemarin menerangkan rencana luas tanam 156.117 ha tahun 2024. Kebutuhan pupuk sesuai E-RDKK sebanyak 33.413 ton urea. NPK 43.225 ton. NPK plus 53 ton dan 12.079 ton untuk organik.

Sementara alokasi tambahan diberikan ke Lotim urea sebanyak 30.137 ton urea dan NPK 27.224 ton sedangkan organik 4.680 ton. Jumlah distributor resmi sebanyak 7, jumlah pengecer 352. Sedangkan total jumlah petani 143.601 orang.

Melihat data tersebut, tambahan pupuk ini diakui cukup besar bagi Lotim. Meski dibawah RDKK, namun diyakinkan kebutuhan pupuk untuk semua petani terpenuhi. Kedepannya ini tak ada lagi pupuk langka. Petani tak perlu khawatir.

Terhadap kekurangan ini, petani disarankan gunakan pupuk organik. Dinas pertanian Lotim memiliki kelompok petani binaan yang bisa buat pupuk organik. Pupuk organik ini manfaatnya besar baik untuk lahan dan tanaman. “Kita melatih petani untuk buat pupuk organik,” ungkapnya.

“Kami pastikan ketersediaan pupuk akan cukup untuk mendukung pertanian lokal dan meningkatkan produksi hasil pertanian,” terang Sahri.

Disebutkan, luas lahan pertanian mencapai di Lotim seluas 41 ribu hektar. Distan Lotim telah memberikan rekomendasi takaran penggunaan pupuk untuk memastikan kecukupan pasokan. Jika rekomendasi itu dijalankan maka tidak ada terjadi  kekurangan pupuk di Lotim .

Jika kedepan ada oknum yang melakukan pelanggaran terhadap distribusi pupuk.aka pihaknya akan memberikan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Distribusi pupuk akan terus diawasi agar tidak dipermainkan.

“Jika ada yang mempermainkan pupuk ini, akan diberikan tindakan tegas. Kami akan awasi distribusi pupuk ini bersama dengan aparat Penegak Hukum (APH),” demikian.

Kepala Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Distan Lotim, Darajata menambahkan, pupuk subsidi tersebut akan disalurkan melalui Distan dan Dinas Perdagangan. Pupuk-pupuk subsidi tersebut akan salurkan kepada petani yang telah terdaftar sesuai E-RDKK.

Petani yang mendapatkan pupuk subsidi ini adalah petani yang menanam komoditi tanaman pangan. Sedangkan untuk tanaman tembakau tidak mendapatkan pupuk subsidi. Terkecuali peraturan terkait komoditi strategis di setiap kabupaten/kota sedang sudah keluar, kemungkinan tanaman tembakau bisa mendapatkan alokasi pupuk subsidi. (rus)

Artikel lainnya….

Womenpreneur Day 2024 Akan Digelar Lagi, Ada Bazar UMKM, Inspirasi Bisnis Hingga Kajian Islam Bersama Umi Pipik

Astra Motor NTB Umumkan Para Pemenang Kontes Layanan Honda Regional NTB 2024

Rupiah Menguat Jadi Rp16.083 Per Dollar AS

31.445 Ekor Sapi dan Kerbau Potong dari NTB Terkirim ke Luar Daerah

0
SAPI - Sapi siap potong (Ekbis NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Sebanyak 31.445 ekor sapi dan kerbau untuk pemotongan sudah dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya untuk memenuhi permintaan hewan kurban Idul Adha 2024. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB mencatat hingga pertengahan Bulan Mei 2024 ini, sebanyak 29.009 ekor sapi dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia.

Diantaranya, 3.043 ekor ke DKI, 20.645 ke Jawa Barat. 700 ekor ke Banten. 3.160 ekor ke Kalimantan Selatan. 260 ekor ke Kalimantan Tengah. 350 ekor ke Bangka Belitung. 169 ekor ke Sumatera Selatan. 682 ekor ke Lampung. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Muhammad Riadi, Rabu 15 Mei 2024 mengatakan, tahun 2024 ini, Pemprov NTB memberikan kuota pengiriman sapi ke luar daerah sebanyak 54.900 ekor.

Tersisa sebanyak 25.891 ekor yang boleh dikirim ke luar daerah. Sementara itu, untuk kerbau potong, hingga Bulan Mei 2024 ini, sebanyak 2.436 ekor sudah dikirim ke luar daerah. 42 ekor ke Jawa Barat. Dan 2.394 ekor ke Sulawesi Selatan. Kuota pengiriman kerbau potong yang diberikan oleh Pemprov NTB tahun ini sebanyak 5.540 ekor. Sehingga sisa kuota pengiriman sebanyak 3.104 ekor.

Riadi menambahkan, pada tahun ini , sebanyak 21 perusahaan (pengusaha) yang melakukan pengiriman kerbau potong ke luar daerah. Dan 94 perusahaan (pengusaha) yang melakukan pengiriman sapi potong ke luar daerah. “Sapi dan kerbau yang dikirim ke luar daerah ini dilakukan oleh pengusaha. Tidak ada peternak langsung yang mengirim. Karena syarat untuk membawa ke luar itu harus berbadan hukum. Dan memenuhi beberapa syarat lainnya,” jelas kepala dinas.

Sesuai SOPnya, sebelum melalulintaskan ternak, harus terjamin Kesehatan ternaknya, mengantongi sertifikat veteriner, dan tentunya mendapatkan rekomendasi dari Pemprov NTB, dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Riadi menambahkan, dalam beberapa hari terakhir ini, jumlah pengiriman sapi dan kerbau berkurang. Tidak sebanyak sebelum-sebelumnya yang mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan pengangkut ternak di pelabuhan. “Sudah berkurang, ini masih yang kita proses banyak masuk Dompu, tapi tidak semasif dua minggu yang lalu. Paling ada tiga perusahaan, kalau dulu sampai 20 perusahaan yang mengirim,” demikian Riadi. (bul)

Artikel lainnya….

Bank NTB Syariah Cabang Masbagik Gencarkan Program Berantas Rentenir dengan Mawar Emas

Banyak Proyek Strategis di Lobar Belum Dilelang

Luhut Menyebut Layanan Internet Milik Elon Musk akan Membantu Hingga Pelosok

Harga Daging Sapi di Lombok Tengah Naik Jelang Idul Adha

0
Raden Roro Sri Mulyaningsih (Ekbis NTB/ant)

Praya (Ekbis NTB) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah menyatakan harga kebutuhan pokok seperti daging sapi naik menjelang hari raya Idul Adha 1445 hijriah. “Harga daging sapi Rp130 ribu per kilogram atau naik dari harga sebelumnya Rp120 ribu per kilogram,” kata Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah, Raden Roro Mulyaningsih di Praya, Rabu 15 Mei 2024.

Ia mengatakan untuk harga sembako menjelang hari raya Idul Adha ada kenaikan, namun tidak signifikan. Seperti harga cabai rawit Rp35 ribu per kilogram naik menjadi Rp40 ribu per kilogram, tomat Rp25 ribu per kilogram naik menjadi Rp30 ribu per kilogram. Kemudian harga bawang merah Rp40 ribu per kilogram, bawang putih Rp38 ribu per kilogram, minyak goreng Rp17 ribu per liter, beras Rp11 ribu per kilogram.

“Daging ayam Rp43 ribu per kilogram dan telur Rp29 ribu per kilogram,” katanya. Ia mengatakan kenaikan harga sembako menjelang hari besar keagamaan merupakan hal biasa, namun tidak ada kenaikan yang melonjak.

“Harga sembako naik sedikit,” katanya.

Ia mengimbau ke masyarakat tidak perlu khawatir atas kenaikan sembako tersebut, karena stok kebutuhan pokok hingga saat ini masih aman, termasuk beras.

“Stok aman, para petani telah panen, sehingga harga tidak terlalu mahal,” katanya. Ia mengatakan untuk mencegah lonjakan harga kebutuhan pokok, pemerintah akan melaksanakan operasi pasar seperti pada saat bulan Ramadhan. “Solusi untuk menekan harga kenaikan sembako itu harus dilakukan operasi pasar,” katanya. (ant)

Artikel lainnya….

Pasca Penetapan Tersangka Dirut PT. GNE, Pemprov NTB Minta Direksi dan Komisaris Tetap Fokus Bekerja

Presiden Resmikan Lima Ruas Jalan Daerah di NTB

Terkena Serangan Burung, Pesawat Citilink Rute Lombok-Denpasar Putar Balik  

Dampak Pelaksanaan WWF di Bali, Diprediksi Terjadi Lonjakan Wisatawan ke Tiga Gili

0
PENUMPANG - Penumpang saat naik kapal di Dermaga Gili Trawangan beberapa waktu lalu. Pada musim tertentu, sering terjadi penumpukan penumpang di dermaga, sehingga harus segera dituntaskan. (Ekbis NTB/dok)

Mataram (Ekbis NTB) – Indonesia, khususnya Bali akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) World Water Forum (WWF) tanggal 18-27 Mei mendatang. Adanya event ini diprediksi akan berdampak pada lonjakan wisatawan ke objek wisata yang ada di daerah ini, khususnya tiga Gili (Trawangan, Meno dan Air) di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTB H. Lalu Moh. Faozal, S.Sos., M.Si., untuk mengantisipasinya, armada kapal cepat (fast boat) yang menghubungkan Bali dan tiga Gili tidak ada masalah.

‘’Kalau jumlah transportasi laut sangat cukup. Sebenarnya jumlahnya 37 kapal yang punya izin ke Gili dari Bali. Ke 37 kapal ini kalau bergerak semua masih bisa menangani kemungkinan lonjakan pengunjung dari Bali ke 3 Gili,’’ ujarnya dikonfirmasi, kemarin.

Faozal menyebut, jumlah wisatawan yang datang menggunakan fast boat dari Bali ke tiga Gili dalam sehari berkisar antara 2.500 hingga 3.000 penumpang. Sementara saat high season per hari bisa mencapai 4.000 penumpang. Untuk itu, pihaknya yakin saat KTT WWF digelar di Bali dan wisatawan di Bali memilih berkunjung ke NTB, khususnya ke tiga Gili akan bisa diangkut semua oleh kapal cepat yang sudah memiliki izin.

Disinggung upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan penumpang di dermaga Gili Trawangan, mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini menyebut, merupakan kewenangan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP). Pihaknya hanya memiliki kewenangan di Pelabuhan Bangsal. Sementara, jika ada penumpukan penumpang terkait masalah retribusi merupakan kewenangan Pemerintah KLU.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Jamaluddin, S.Sos., M.T., mengharapkan adanya perbaikan tata kelola penyeberangan di Dermaga Gili Trawangan. Diakuinya, saat ke Gili Trawangan beberapa waktu lalu bersama artis Baim Wong melihat adanya penumpukan penumpang di dermaga Gili Trawangan.

Diakuinya, perlu ada perbaikan dalam proses pembayaran retribusi yang harus dibayar wisatawan. Jika selama ini retribusi hanya dibayar sekali, maka ketika harus balik wisatawan tidak perlu lagi harus membayar. Menurutnya, ketika wisatawan datang dari Bali, maka retribusi yang seharusnya dibayar saat kembali bisa dibayar sekali. Hal ini bertujuan agar ketika wisatawan yang mau naik kapal cepat ke Bali lebih cepat naik, sehingga tidak terjadi penumpukan di dermaga.

Pihaknya berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait dalam menyelesaikan masalah ini, sehingga saat wisatawan berkunjung ke Gili Trawangan atau daerah lain di NTB tidak ada masalah. (ham)

Artikel lainnya….

Terpilih Aklamasi, Ketut Jaya Kembali Pimpin DPD AHLI NTB

NTB Protes, Penjualan Benih Lobster Diambil Alih KKP

Lotim Menerima Tambahan Pupuk Bersubsidi

Nilai Ekspor NTB Meningkat 112,40 Persen

0
Wahyudin (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Nilai ekspor Provinsi NTB Bulan April 2024 sebesar 335.352.602 Dolar AS mengalami kenaikan sebesar 112,40 persen jika dibandingkan dengan ekspor Bulan Maret 2024 sebesar 157.890.025 Dolar AS. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2023, nilai ekspor Provinsi NTB Bulan April 2024 mengalami kenaikan sebesar 4.939,22 persen. Dimana tercatat nilai ekspor Provinsi NTB pada Bulan April 2023 hanya sebesar 6.654.851 Dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Drs. Wahyudin M.M mengatakan, nilai ekspor Provinsi NTB Bulan April 2024 menurut negara tujuan menunjukkan Korea Selatan menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor terbesar yaitu 166.213.620 Dolar AS atau sekitar 49,56 persen.

“Negara kedua dengan nilai ekspor Provinsi NTB Bulan April 2024 tertinggi adalah India dengan nilai US$ 79.705.019 atau sekitar 23,77 persen kemudian disusul Cina yaitu sebesar US$ 43.284.310 atau sekitar 12,91 persen,” kata Wahyudin saat memberikan keterangan, Rabu 15 Mei 2024 kemarin.

Kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan April 2024 adalah Barang Galian/Tambang Non Migas sebesar 332.087.430 Dolar AS (99,03 persen), Ikan dan Udang sebesar 1.643.707 Dolar AS (0,49 persen), Perhiasan / Permata sebesar 714.693 Dolar AS (0,21 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar 461.673 Dolar AS (0,14 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar 158.412 Dolar AS (0,05 persen), serta Biji-bijian berminyak 110.994 Dolar AS (0,03 persen).

“Sedangkan kelompok komoditas ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat yang terbesar padaBulan Maret 2024 adalah Barang Galian/Tambang Non Migas sebesar 155.627.663 Dolar AS atau 98,57 persen, disusul ekpor Ikan dan Udang sebesar 1.148.283 Dolar AS 0,73 persen dan komoditas lainnya,“ katanya.

Adapun niilai impor Provinsi NTB Bulan April 2024 sebesar 152.960.945 Dolar AS. Ini berarti impor Provinsi NTB mengalami kenaikan sebesar 228,54 persen dibandingkan dengan impor Bulan Maret 2024 sebesar 46.557.148 Dolar AS. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor Provinsi NTB Bulan April 2024 mengalami kenaikan 1.459,57 persen, dimana nilai impor Provinsi NTB pada Bulan April 2023 sebesar 9.807.916 Dolar AS.

“Nilai impor Provinsi Nusa Tenggara Barat Bulan April 2024 terbesar berasal dari Cina dengannilai 59.553.431 Dolar AS atau sekitar 38,93 persen, Jerman dengan nilai 36.226.616 Dolar AS atau sekitar 23,68 persen, Swedia dengan nilai 17.294.041 Dolar AS atau sekitar 11,31 persen,” ujarnya.

Kelompok komoditas impor dengan nilai terbesar pada Bulan April 2024 adalah mesin-mesin / Pesawat Mekanik (80,53 persen), Karet dan Barang dari Karet (6,50 persen), Mesin / Peralatan Listik (5,65 persen), serta Gandum-ganduman (4,38 persen (ris)

Artikel lainnya….

Dipasangi Spanduk KPK, Pemilik Rumah Bakso Sampaikan Kondisi Sebenarnya

Kolaborasi dengan Polda NTB, Ikhtiar APJII Bali Nusra Wujudkan Internet Berkualitas dan Aman

Truk Pengangkut Sapi Qurban dari Bima ke Jakarta Terbakar di Tol di Jawa Tengah

Bank NTB Syariah Cabang Masbagik Gencarkan Program Berantas Rentenir dengan Mawar Emas

0
Ahmad Rizqon Sani (Ekbis NTB/rus)

Selong (Ekbis NTB) – Bank NTB Syariah memiliki program Melawan Rentenir Berbasis Masjid atau yang diakronimkan dalam sebutan Mawar Emas. Melalui program ini, Bank NTB Syariah diharapkan mampu membantu masyarakat terlepas dari jeratan rentenir.

Demikian disampaikan Branch Manager PT Bank NTB Syariah Cabang Masbagik, Ahmad Rizqon Sani kepada Ekbis NTB, Rabu, 15 Mei 2024.

Bank NTB Syariah, ujarnya, membantu masyarakat berantas rentenir ini melalui mekanisme al-qardh. Nasabah diberikan pinjaman untuk menjalankan usaha kecil mikro dan menengah dengan nilai Rp 1 juta dan seterusnya.

Sejauh ini, Bank NTB Syariah memberikan alokasi Rp 300 juta per cabang untuk program Mawar Emas ini. Bantuan ini diberikan kepada ibu-ibu. Plafon maksimal Rp10 juta, sehingga satu cabang ada 30 orang.

Bantuan Mawar Emas ini digencarkan untuk menumbuhkembangkan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Lepas dari praktik riba yang cukup menjerit warga dalam menjalankan aktivitas usaha.

Karena melalui masjid, untuk sementara proses pendistribusian bantuan ini ke jemaah masjid. Dikhususkan dulu kepada para ibu-ibu yang memiliki usaha. Harapannya, lewat bantuan ini tidak ada lagi praktik rentenir yang mencekik warga.

Kehadiran Bank NTB semenjak 2018 berubah status menjadi bank syariah ini merupakan sebuah komitmen untuk memberantas praktik riba. Masyarakat ekonomi syariah di Lotim diharapkan bangkit dan menjalankan bisnis bebas dari riba. (rus)

Banyak Proyek Strategis di Lobar Belum Dilelang

0
LAYANI - ULP-BJ Lobar layani lelang pengadaan barang dan jasa. (Ekbis NTB/her)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Dari 10 paket proyek strategis di Lombok Barat (Lobar), masih banyak yang belum dilelang. Paket proyek strategis ini akan segera dilelang dalam beberapa hari ke depan. Pihak Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP BJ) berupaya menggenjot proses lelang ini dengan meminta OPD terkait mempercepat pengajuan lelang.

Kepala Bagian ULP-BJ Setda Lobar Lalu Agha Farabi mengatakan dari 10 paket proyek strategis di Lobar segera tayang (lelang) dalam waktu dekat. “Segera (lelang), ada 10 paket proyek strategis,”kata Kabag ULP BJ ini, Rabu 15 Mei 2024.

Dikatakan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, untuk proyek-proyek strategis ini dilakukan tahap review Harga Perkiraan Sendiri (HPS) oleh Inspektorat.

Review HPS ini pun sebagian besar sudah selesai, sehingga sudah bisa segera tayang. “Insya Allah dalam waktu dekat dokumennya sudah ke kami,” imbuhnya.

HPS ini merupakan produk PPK yang direview oleh Inspektorat untuk memastikan harga tersebut sesuai. Apakah review ini memperpanjang birokrasi lelang proyek? Ia tak bisa menjawab itu, sebab itu ranah Inspektorat. Yang jelas, ada kewajiban bagi proyek strategis dilakukan review.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pelaksanaan lelang paket proyek pihaknya memiliki 8 orang Pokja. Jumlah Pokja ini, diakui belum ideal jika mengacu ketentuan. Diakui, ada hitungan ideal jumlah Pokja ini. Yang jelas pihaknya sudah mengusulkan ke Pemkab. Dan ia memastikan jumlah Pokja ini tak mempengaruhi kualitas hasil lelang. Untuk Pokja ini pun butuh peningkatan kapasitas, dan itu sudah dilakukan pihaknya dengan bekerjasama dengan LKPP.

Diakuinya, tidak mudah penjenjangan fungsional PBJ, dari muda ke pertama, harus ikut bimtek dan uji kompetensi. “Itu juga tugas kita, untuk meningkatkan nilai ITKP,” ujarnya.

Di samping itu ada tugas-tugas lain yang dilakukan pihaknya, seperti kematangan kelembagaan, peningkatan MCP KPK. Dan hal ini juga butuh koordinasi dengan sejumlah pihak. (her)

Luhut Menyebut Layanan Internet Milik Elon Musk akan Membantu Hingga Pelosok

0
Luhut Binsar Pandjaitan (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menilai layanan internet berbasis satelit, Starlink milik pengusaha Elon Musk, dapat membantu meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan di daerah pelosok Indonesia.

“Dengan adanya starlink, komunikasi di daerah terpencil akan sangat bagus,” kata Luhut di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu 15 Mei 2024.

Rencananya, layanan internet tersebut akan diluncurkan Presiden Joko Widodo bersama Elon Musk di sela World Water Forum (Forum Air Dunia/WWF) ke-10 di Nusa Dua yang berlangsung pada 18-25 Mei 2024.

Luhut menilai kehadiran layanan internet berbasis satelit itu memegang peranan penting mengingat masih banyak daerah di Indonesia yang belum terjangkau internet.

Ada pun daerah yang minim jangkauan internet itu, lanjut dia, di antaranya bagian selatan Jawa, Papua, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan bahkan di Bali juga ada beberapa wilayah yang belum terjangkau internet dengan optimal.

Ia mengungkapkan pelaku usaha internet di dalam negeri yang lebih dulu beroperasi, perlu berkompetisi dan menghadirkan layanan lebih baik, menyikapi hadirnya layanan internet berbasis satelit atau satellite low earth orbit.

“Semua kan harus kompetisi,” ucapnya.

Luhut juga menyatakan bahwa dari sisi tarif juga lebih murah. Namun tidak memberikan rincian tarif layanan internet berbasis satelit itu.

Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyebutkan layanan internet satelit itu akan lebih banyak menjangkau area yang selama ini memiliki tantangan geografis dan belum terjangkau penyelenggara jasa internet (PJI) lokal.

Ia menambahkan status perizinan saat ini sudah memenuhi uji laik operasi (ULO) yang artinya sudah memiliki izin sebagai penyelenggara telekomunikasi di Indonesia.

Budi juga memastikan kehadiran pendatang baru itu tidak merusak ekosistem PJI lokal yang sudah terlebih dahulu beroperasi di Indonesia.(Ant)