Home Blog Page 749

Persiapan PON XXII, PGI NTB Gelar Turnamen Golf di Lombok Sire Golf Kosaido

0
H. Haerul Warisin (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Persatuan Golf Indonesia (PGI) Nusa Tenggara Barat (NTB) di bawah kepemimpinan H. Haerul Warisin menyelenggarakan Open Golf Tournament untuk pertama kalinya sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 yang akan diselenggarakan di NTB.

Turnamen ini menjadi langkah awal PGI NTB untuk meningkatkan kualitas golf di NTB, sekaligus menjadikan Lombok sebagai destinasi sport tourism unggulan.

“Tahun ini adalah tahun kedua saya menjabat sebagai Ketua PGI NTB. Turnamen ini merupakan yang pertama dari empat turnamen yang akan kami selenggarakan di tahun ini,” ujar Haerul Warisin yang akrab disapa Haji Iron.

Haerul Warisin menjelaskan bahwa Lombok, khususnya setelah adanya Sirkuit Mandalika, telah menjadi destinasi sport tourism yang istimewa.

Untuk itu, PGI NTB mengajak semua pihak yang terkait dengan golf, seperti lapangan golf dan driving range, untuk mempersiapkan diri dengan maksimal.

PGI NTB Golf Open Tournament 2024 ini akan diselenggarakan di Lombok Sire Golf Kosaido, KLU pada tanggal 29 Juni 2024, mulai pukul 07.00 WITA.

Turnamen ini akan diikuti oleh 125 peserta, dengan hampir 20% peserta berasal dari luar Lombok.

“Berbagai hadiah menarik telah disiapkan, termasuk mobil Toyota Innova Zenix, Toyota Raize, uang tunai, dan hadiah lainnya. Selain itu, terdapat 4 Hole in One dengan hadiah berupa mobil dan uang tunai,” jelas Haerul Warisin.

Selain itu, diharapkan turnamen ini menurutnya tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dapat meningkatkan kunjungan wisata ke Lombok dan NTB secara umum.

Hal ini akan menjadikan Lombok tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga keindahan dan tantangan lapangan golfnya.

“Setiap event golf tournament di Lombok belakangan ini selalu diramaikan oleh golfer dari luar Lombok, seperti Jakarta, Bali, Medan, Surabaya, dan Sumbawa,” pungkas Haerul Warisin.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi dari PGI NTB, diharapkan turnamen ini akan menjadi langkah maju bagi perkembangan golf di NTB dan menjadikan Lombok sebagai destinasi sport tourism yang semakin populer.

Ketua PGI NTB juga mendorong Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan Direktur Utama ITDC untuk membangun lapangan golf di kawasan tersebut.

Hal ini akan menambah destinasi wisata golf dan mengantarkan Lombok menjadi tuan rumah event golf tournament profesional tingkat internasional di masa depan.(bul)

Mulai 2025, Sirkuit Mandalika Gelar Fanatec GT World Challenge Asia

0
Ajang Fanatec GT World Challenge Asia yang diikuti sekitar 30 mobil GT3 siap mentas di sirkuit Mandalika pada Mei 2025 mendatang. (ekbisntb.com/ist)

Praya (ekbisntb.com) – Pertamina Mandalika International Circuit masuk sebagai salah satu tuan rumah gelaran balap mobil dunia Fanatec GT World Challenge Asia Powered by AWS zona Asia Pasific mulai musim balap tahun 2025 mendatang. Ini bakal menjadi seri balapan mobil dunia pertama yang digelar sirkuit Mandalika. Dari kalender balapan sementara yang dirilis di CrowdStrike 24 Hours Spa., Jumat 28 Juni 2024, Sirkuit Mandalika bakal menggelar seri kedua Fanatec GT World Challenge Asia pada bulan Mei 2025 mendatang.

Adapun seri perdana bakal dihelat di Sirkuit Sepang Malaysia dengan lebih dari 30 supercar GT3 direncanakan bakal berkompetisi untuk menjadi yang terbaik pada ajang balapan itu nantinya. Penandatanganan kesepakatan penyelenggaraan multi year ajang balap mobil tersebut telah dilakukan antara Founder dan CEO SRO Motorsports Group, Stephane Ratel, dengan perwakilan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) di Fuji Speedway akhir pekan lalu.

Selain Indonesia dan Malaysia Fanatec GT World Challenge Asia juga akan berlangsung di Chang International Circuit, Thailand pada bulan Juni. Lanjut kemudian pada bulan Juli dan Agustus digelar di Jepang dengan seri terakhir atau seri keenam di gelar di China. Namun untuk balapan di Jepang dan China, lokasi balapan belum ditentukan.

Indonesia menjadi negara ke enam yang menyelenggarakan Fanatec GT Asia sejak pertama kali digelar pada tahun 2017. Selain Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok yang menjadi tuan rumah saat ini, Seri belapan juga hadir sempat hadir di Korea Selatan pada tahun 2019. “GT racing di Pertamina Mandalika International Circuit akan sangat spektakuler,” ujar Benjamin Franassovici, Championship Director SRO Motorsports, dalam keterangannya, Jumat kemarin.

Dirinya mengaku sudah beberapa kali mengunjungi Sirkuit Mandalika dan sangat terpesona oleh keindahan serta kualitas dan fasilitasnya. Mengingat, tidak ada sirkuit secantik Sirkuit Mandalika di Asia, sehingga pihaknya yakni dengan masuknya Pertamina Mandalika International Circuit ke dalam kalender balapan musim depan, akan menjadi seri yang sangat populer.

“Pengumuman ini merupakan hasil dari kerja keras selama beberapa tahun. Sungguh luar biasa bisa menetapkan posisi Indonesia dalam kalender Fanatec GT Asia,” tegasnya.

Direktur Utama MGPA Priandhi Satria menambahkan, masuknya Sirkuit Mandalika sebagai lokasi gelaran Fanatec GT World Challenge Asia menjadi momen bersejarah bagi Sirkuit Mandalika sendiri. Karena akan menjadi tuan rumah ajang balap mobil GT3 multi-brand yang populer di Asia. Pencapaian tersebut tidak hanya mengukuhkan posisi kami sebagai sirkuit berkelas internasional, tetapi juga menambah prestasi Sirkuit Mandalika dalam menyelenggarakan ajang balap internasional yang bergengsi.

Menjadi tuan rumah Fanatec GT World Challenge Asia menunjukkan kesiapan Sirkuit Mandalika sebagai untuk penyelenggaraan ajang balap internasional. Selain balapan yang sudah ada seperti MotoGP dan pastinya akan semakin memperkuat posisi Sirkuit Mandalika sebagai salah satu sirkuit terindah di dunia. “Menjadi tuan rumah event international membuktikan komitmen MGPA terhadap kemajuan motorsport di Indonesia dan sebagai sirkuit kelas dunia,” terang Priandhi.

Lebih lanjut Direktur Utama ITDC Ari Respati menegaskan, kolaborasi tersebut menandai langkah penting The Mandalika sebagai ‘The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination’ di Indonesia. Dengan menjadi tuan rumah event 2025 Fanatec GT World Challenge Asia Powered by AWS Calendar, The Mandalika akan meningkatkan citranya internasional sebagai pusat sport and entertainment. Sekaligus akan membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi komunitas lokal.

Secara keseluruhan, kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kedudukan global The Mandalika sambil memastikan dampak ekonomi positif jangka panjang bagi komunitas sekitarnya. “Dan, ITDC sepenuhnya mendukung kolaborasi MGPA dengan GT Fanatec, mengakui perannya yang penting dalam mewujudkan tujuan-tujuan ini dan meningkatkan daya tarik The Mandalika,” tandasnya. (kir)

Meninggal Tanpa BP Jamsostek, Keluarga yang Ditinggal Bisa Jadi Tambahan Warga Miskin Baru

0
Muhammad Haliq As'sam (ekbisntb.com/rus)

Selong (ekbisntb.com) – Jumlah warga miskin baru di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) diketahui lebih dari 50 ribu jiwa. Pemerintah berupaya untuk terus menekan kasus miskin baru. Termasuk menghadirkan program perlindungan sosial, menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau disingkat BPJamsostek. Warga yang meninggal tanpa BPJamsostek bisa menjadi miskin baru.

Kepala Cabang BPJamsostek Cabang Lotim, Muhammad Haliq As’sam belum lama ini mengemukakan pihaknya turut dorong percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Karenanya, kepesertaan BPJamsostek ini menyasar seluruh elemen masyarakat. Mulai pedagang di pasar, buruh tani, pekerja rumah tangga dan semua yang berusia 17 tahun sampai 65 tahun kurang satu bulan.

Warga yang berada pada garis kemiskinan ini juga berhak mendapat perlindungan sosial bidang ketenagakerjaan. Ketika menjadi peserta maka dipastikan ketika terjadi kecelakaan kerja akan dapat perawatan hingga sehat. Ketika meninggal dunia dapat klaim jaminan kematian.

Sejauh ini, jumlah klaim di Kabupaten Lotim cukup besar. Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) 413 orang sebesar Rp 7,5 miliar. Klaim JKK 4 kasus dengan jumlah klaim Rp 227 juta. Klaim Jkm 79 kasus dengan klaim Rp 3,3 miliar. Jaminan pensiun 464 orang dengan total Rp 536 juta.

Kepala Cabang BPJamsostek Lotim menambahkan, saat ini jumlah kepesertaan masih kecil. Baru 24,19 persen kepesertaan BPJamsostek. Atau baru sepertiga dari jumlah seluruh penduduk Lotim 1,3 juta jiwa.

Lotim cukup berat menaikkan target kepesertaan. Tahun 2024 ini ditarget 38,66 persen. Naik dari tahun sebelumnya 31,02 persen.

Regulasi di Lotim belum ada yang spesifik tentang perlindungan. Lotim kalah dari segi regulasi. BPJamsostek sudah siapkan draf regulasi dan siap serahkan ke Pemda untuk dibahas dan diundangkan. (rus)

Usai Gili Trawangan, Bupati Beri Isyarat Tuntaskan Masalah Air di Meno

0
H. Djohan Sjamsu (ekbisntb.com/ari)

Tanjung (ekbisntb.com) – Usai menuntaskan persoalan air bersih di Gili Trawangan dengan mengalirkan kembali pasokan kepada pelanggan, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), H. Djohan Sjamsu, SH., mengisyaratkan akan menyelesaikan masalah air di Gili Meno. Ia bersikeras, pelayanan air agar diperoleh secara adil oleh masyarakat di Gili Meno.

“Air adalah kebutuhan pokok, tanpa air kita tidak bisa hidup,” tegasnya Djohan kepada media usai meluncurkan Mal Pelayanan Publik di Tanjung, Jumat 28 Juni 2024.

Menurut dia, putusnya pasokan air dari PT. TCN selaku produsen selama 5 hari lalu, akibat miskomunikasi. Untuk itu, pada beberapa hari kemarin, ia sendiri ikut terjun melakukan komunikasi baik dengan TCN di kantornya di Bali. “Kami kira tidak ada masalah yang serius. Itu hanya miskomunikasi saja,” imbuhnya.
Ia juga menyinggung, persoalan air bersih di Gili Meno akan diatasi. Salah satunya dengan membangun fasilitas air bersih. Hanya saja, rencana yang paling mungkin untuk distribusi air Gili Meno adalah dengan menggandeng pihak ketiga.

Instalasi pipa bawah laut PDAM kata dia, hanya sampai di Gili Air. Sementara untuk Gili Trawangan dan Gili Meno, distribusi air bersih akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. “Kami akan terus melanjutkan pembangunan fasilitas air bersih, termasuk di Gili Meno,” ucapnya.

“Kami sudah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk distribusi air di Gili Trawangan dan Gili Meno. Kalau ada persoalan, saya harap diselesaikan dengan baik, jangan dijadikan masalah besar,” sambungnya.

Ditegaskan Djohan, pemenuhan air bersih yang layak untuk masyarakat menjadi tugas pemerintah, baik pusat maupun daerah. Oleh karenanya, ia meminta agar polemik air dapat disikapi secara bijak. Pun demikian dengan pelanggan di Gili Meno dan Trawangan, agar memahami persoalan dengan bijak. Dalam hal ini, masyarakat tidak lantas bersikeras menolak hadirnya pelayanan air yang ditawarkan pemerintah melalui pihak ketiga PDAM dengan swasta.

“Fasilitas air ini adalah tugas pemerintah untuk menyiapkannya. Di Gili Trawangan banyak wisatawan yang membutuhkan air bersih. Kalau masyarakat tidak mau berlangganan, tidak perlu dipermasalahkan. Kita berfokus pada pelayanan umum dan sektor pariwisata seperti pelanggan hotel,” tandasnya. (ari)

Layanan Air Bersih di Gili Trawangan Aktif Kembali

0
Suasana Gili Trawangan yang sempat dilanda persoalan air, sehingga berpengaruh pada wisatawan. (ekbisntb.com/ist)

Tanjung (ekbisntb.com) – Upaya Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) untuk meyakinkan perusahaan mitra (PT. TCN) membuka kembali pasokan distribusi air bersih kepada pelanggan di Gili Trawangan membuahkan hasil positif. Sejak Kamis malam lalu, air bersih sudah mengalir ke kran-kran pelanggan baik perhotelan maupun rumah tangga.

Hal itu pun mendapat tanggapan positif dari publik, tak terkecuali Asosiasi Hotel Gili. Ketua Gili Hotel’s Association (GHA), Lalu Kusnawan, kepada wartawan mengatakan krisis air bersih selama 5 hari (22-27 Juni) merupakan sebuah masalah krusial bagi pelanggan khususnya perhotelan. Pasalnya, air merupakan kebutuhan vital yang menentukan buka atau tutupnya usaha pariwisata.

“Alhamdulillah, air sudah dibuka sejak jam 04:30 sore (16:30 WITA) kemarin (Kamis sore). Harapan kita, pelayanan ini terus terjaga untuk keberlangsungan pariwisata,” ungkap Kusnawan, Jumat, 28 Juni 2024.

GHA sendiri tidak tinggal diam melihat realita putusnya pasokan air bersih. Pengurus dan Anggota GHA di Gili Trawangan dan Gili Meno, mendatangi Kantor DPRD Lombok Utara menyampaikan aspirasi. Pertemuan dengan DPRD ini adalah tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya dengan eksekutif melibatkan instansi vertikal, PDAM, dan perusahaan.

Sebagai pelanggan, kata Kusnawan, pasokan air bersih harus dijamin oleh pemerintah melalui PDAM, baik dalam kuantitas, kualitas dan kontinuitas. Terlebih lagi lokus pelanggan PDAM berada di kawasan pulau yang menjadi magnet masuknya wisatawan asing, maka ketiadaan air bersih akan sangat berdampak bagi hajat hidup masyarakat maupun usaha investasi.

Ia menekankan bahwa air bersih sangat penting, tidak hanya untuk pengusaha tetapi juga untuk masyarakat Gili Trawangan yang ada di 7 RT di Dusun Gili Trawangan, sangat membutuhkan air.

“Kita bukan hanya berbicara soal wirausaha tetapi menyangkut hajat hidup orang banyak. Warga tersebar di 7 RT, tentu menjadi tanggung jawab negara untuk menyiapkan sarana air yang layak,” tegasnya.

Pihaknya berharap, kejadian putusnya air bersih kepada pelanggan perhotelan dan warga ini, adalah yang pertama dan terakhir selama kerjasama berlangsung. Sebab, ketiadaan air yang berlaku 5 hari memberi dampak terhadap penurunan kunjungan pariwisata. Tidak sedikit WNA maupun domestik yang akan berlibur ke Trawangan, menunda atau mengalihkan perjalanan ke daerah lain. “Dengan normalnya pelayanan air ini, kami optimis. Tamu akan layani dengan baik,” tandasnya. (ari)

Pembalap MXGP akan Liburan ke Gili Tramena

0
Chairman MXGP Lombok, Dr. H. Zulkifliemansyah (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Meskipun krisis air bersih di Gili Trawangan dan Gili Meno,tidak menjadi halangan bagi pembalap Motorcross Grand Prix untuk menikmati liburan di tiga gili di Kabupaten Lombok Utara tersebut.

Direktur Project Samota Enduro Gemilang, Diaz Rahmah Irhani mengatakan, pihaknya sempat mendengar informasi adanya krisis air di Gili Trawangan dan Gili Air. Akan tetapi, pemandu wisata yang melayani pembalap menilai situasi di gili masih aman.

“Mereka akan berlibur ke gili selama tiga hari, ujarnya.

Diakui, rata-rata pembalap menginap di Kota Mataram dan kawasan wisata di Senggigi, sehingga untuk mengisi kekosongan menunggu seri kedua pada 6-7 Juli dimanfaatkan untuk berlibur.
Sebagian pembalap lanjutnya, juga memilih menginap di Kuta, Kabupaten Lombok Tengah sambil menikmati liburan di kawasan pariwisata prioritas tersebut.
“Ada yang menginap di daerah Kuta, tapi rata-rata di gili ya,” lanjutnya.

Chairman MXGP Lombok, Dr. H. Zulkifliemansyah mengatakan, pembalap sangat senang berada di Lombok karena perkembangan pariwisata yang ada di Gumi Gora ini cukup pesat dan beragam.

Dari pengalaman tahun sebelumnya, rata-rata pembalap memilih liburan ke Bali dibanding diam dan berwisata di Lombok.

“Pembalap senang sekali berada di Lombok, kalau tahun sebelumnya, mereka kadang di Lombok cuma sehari, kemudian langsung ke Bali. Sekarang hampir semuanya tidak ada yang wisata ke luar dari Lombok,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan dan keberagaman pariwisata di Lombok menjadi salah satu alasan pembalap memilih berwisata di daerah ini. Kepiawaian para pelaku wisata menghadirkan banyak pilihan wisata menjadi daya tarik pembalap. “Ada yang menyelam, ada yang ke gili, ke Senggigi, ke Mandalika, macam-macamlah,” tutupnya. (era)

Pemprov Belum Salurkan Bantuan Air Bersih ke Gili Tramena

0
H. Ahmadi. (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, belum menyalurkan bantuan air bersih ke Gili Trawangan dan Gili Meno. Hal ini disebabkan belum ditetapkannya tanggap darurat kekeringan oleh pemerintah daerah setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Ahmadi mengatakan, pihaknya telah meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, untuk segera menerbitkan atau menetapkan darurat kekeringan di dua kawasan destinasi wisata tersebut, sehingga menjadi acuan Pemprov NTB, mengalokasikan anggaran untuk mengatasi krisis air di dua gili tersebut.

“Dalam rangka kita mendistribusikan air, harus ada payung hukumnya dulu dari kabupaten, kalau tidak ada SK tanggap darurat krisis air, kita menggunakan anggaran itu apa dasarnya,” katanya saat dikonfirmasi pada, Jumat, 28 Juni 2024.

Meskipun krisis air di Gili Trawangan dan Gili Meno sudah cukup parah, tetapi pemerintah harus tetap mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Diantaranya, surat keputusan tanggap darurat dan lain sebagainya. Ketetapan itu menjadi acuan pendistribusian air bersih agar tidak menyalahi aturan.

“Walaupun ada krisis pun, kita tetap on procedural, supaya kita jangan menyalahi aturan,” lanjutnya.

Pihaknya belum mengetahui volume air yang didistribusikan. Ahmadi mengatakan, di Gili Trawangan dan Gili Meni ada dua segmen yang terdampak yakni, masyarakat dan pelaku usaha.
Oleh karena, Pemkab KLU perlu merumuskan SK agar bisa diformulasikan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha.

“Karena ada lini bisnis, apakah ia akan berbayar, atau mengambil sendiri, ataukah pemerintah perlu fokus pada kebutuhan air masyarakat sendiri, kira-kira itu rancangannya,” ujarnya.

Ahmadi mengakui, permasalahan di dua gili tersebut cukup berat khususnya di Gili Trawangan sebagai kawasan populer dari gili lainnya. Jangan sampai krisis ini merusak persaingan pariwisata yang ada di NTB.(era)

Menteri ESDM Pastikan Tarif Listrik Juli–September Tidak Naik

0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif(ekbisntb.com/ESDM)

Jakarta (ekbisntb.com)-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan tarif listrik pada triwulan III, yakni Juli–September 2024, tidak mengalami kenaikan.

“Kalau listrik, nggak naik,” ujar Arifin ketika ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Jakarta, Jumat 28 Juni 2024.

Melalui keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman P. Hutajulu mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya saing industri, serta menjaga tingkat inflasi.

Sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 jo. Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2023, bahwa penyesuaian tarif tenaga listrik bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi dapat dilakukan setiap 3 bulan mengacu pada perubahan terhadap realisasi parameter ekonomi makro, yakni kurs, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, serta Harga Batubara Acuan (HBA).

“Berdasarkan empat parameter (kurs, ICP, inflasi dan HBA) seharusnya penyesuaian tarif tenaga listrik atau tariff adjustment bagi 13 golongan pelanggan mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya,” kata dia.

Namun, tutur Jisman, untuk menjaga daya saing dan mengendalikan inflasi, pemerintah memutuskan tarif listrik tetap atau tidak naik.

Sesuai regulasi tersebut, parameter ekonomi makro yang digunakan untuk triwulan III 2024 adalah realisasi pada Februari, Maret, dan April 2024, yaitu kurs sebesar Rp15.822,65 per dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sebesar 83,83 dolar AS per barel, inflasi sebesar 0,38 persen, dan HBA sebesar 70 dolar AS per ton sesuai kebijakan DMO Batubara.

Jisman menambahkan bahwa tarif tenaga listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi juga tidak mengalami kenaikan dan tetap mendapatkan subsidi listrik.

“Termasuk di dalamnya pelanggan sosial, rumah tangga tidak mampu, industri kecil, dan pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM,” ucap Jisman.

Pemerintah berharap PT PLN (Persero) dapat terus melakukan langkah-langkah efisiensi operasional dan memacu penjualan listrik dengan tetap menjaga mutu pelayanan kepada pelanggan.(Ant)

Penjualan Suzuki Naik, Didominasi Mobil Hybrid

0
Gerasi suzuki (ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com)-Penjualan Suzuki di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 22 persen pada Mei 2024, di mana penjualan sebagian besar ditopang dengan kendaraan hybrid.

Seluruh model hybrid Suzuki menyumbang sebesar 43 persen dari total penjualan mobil penumpang perusahaan di periode yang sama.

Selain kendaraan penumpang, kendaraan kategori komersil juga memberikan angka positif sebesar 52 persen dari penjualan Suzuki secara keseluruhan.

Adapun mobil penumpang yang paling laris pada periode tersebut yakni New XL7 Hybrid, All New Ertiga, dan Baleno di kategori mobil penumpang.

“Dengan semakin maraknya pemain di industri ini, Suzuki Indonesia semakin tertantang untuk menyesuaikan strategi penjualan dan pelayanan kami sehingga dapat terus menjaga kepuasan maksimal pelanggan setia kami,” ujar Randy R. Murdoko, Dept. Head of 4W Sales PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), melalui rilis pers, Jumat 28 Juni 2024.

Dilihat per model yang terjual, New XL7 memimpin penjualan mobil penumpang dengan peningkatan sebesar 28 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, dengan komposisi yang didominasi oleh New XL7 versi hybrid sebesar 61 persen.

Selain itu, di kategori Medium SUV tiga baris, XL7 mengalami peningkatan pangsa pasar sebesar 6 persen.

Masih menjadi primadona, penjualan All New Ertiga didominasi oleh varian hybrid sebesar 70 persen dari total penjualan All New Ertiga.

Suzuki mencatat, pada bulan Mei 2024 kendaraan hybrid terus menunjukkan eksistensinya dengan kontribusi sebesar 21 persen dari total keseluruhan penjualan kendaraan Suzuki Indonesia.

Kontributor ketiga adalah Baleno yang mampu menorehkan peningkatan sebesar 57 persen dibandingkan penjualan bulan sebelumnya, serta memimpin pangsa pasar tertinggi yakni sebesar 65 persen di kategori sedan hatchback Indonesia pada bulan Mei 2024.

Kendaraan Suzuki kategori penumpang lain yang mampu menarik perhatian masyarakat adalah Grand Vitara, yang mengalami peningkatan retail bulanan sebesar 80 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Selain kategori mobil penumpang, komposisi penjualan mobil komersil New Carry pada Mei 2024 meningkat 26 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.

“Melalui catatan penjualan bulan Mei 2024, kami sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Suzuki yang terus memilih Suzuki sebagai brand otomotif untuk menunjang mobilitas. Kami juga sangat bangga dapat berkontribusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional. Besar harapan kami agar hal positif ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” kata Randy.(Ant)

Survei: Berlibur Ke Luar Kota Lebih Diminati Ketimbang “Staycation”

0
Ilustrasi liburan (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com)-Hasil survei platform layanan akomodasi RedDoorz menunjukkan bahwa berlibur ke luar kota lebih diminati ketimbang staycation, menghabiskan libur dengan tinggal di rumah atau area dekat rumah.

Menurut siaran pers perusahaan di Jakarta, Jumat 28 Juni 2024, dari 100 responden yang mengikuti survei sebanyak 75,9 persen lebih memilih berlibur ke luar kota dan 24,1 persen memilih staycation selama libur sekolah tahun ini.

Alasan orang memilih berlibur ke luar kota menurut survei utamanya ingin menjelajahi tempat baru (75 persen), mendapatkan pengalaman baru (63,3 persen), dan bertualang (35 persen).

“Masa berlibur adalah waktu yang pas untuk eksplorasi tempat baru, mencari suasana yang lain dari keseharian, dan tentunya melakukan kegiatan yang aku suka, termasuk menikmati alam. Inilah kenapa aku lebih suka vacation ke luar kota,” kata pemengaruh travel Adha Tora Karyana.

Kegiatan yang disukai orang saat berlibur di luar kota menurut survei antara lain melihat pemandangan (71 persen), berwisata kuliner (65 persen), dan bertualang (45 persen).

Seperti hasil survei RedDoorz sebelumnya, Kota Yogyakarta, Bandung, dan Bali masih menjadi tujuan favorit wisatawan untuk berlibur karena keindahan budaya dan alamnya.

Alasan orang memilih staycation atau berlibur di dalam kota saat liburan antara lain karena lebih hemat, waktu persiapan dan perjalanannya lebih singkat, nyaman, dan dekat dengan pusat perbelanjaan.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa 68 persen responden mengatakan akan menghabiskan liburan bersama keluarga dalam waktu dekat.

Sebagian besar di antara mereka (71 persen) adalah generasi milenial (usia 26-45 tahun) yang sudah menikah dan memiliki anak.

Gen Z (usia 18-25 tahun) yang memilih untuk berlibur bersama keluarga sekitar 38 persen, sisanya memilih berlibur bersama teman atau sendirian.

Kegiatan yang diminati orang yang berwisata di dalam kota menurut survei antara lain mencicipi kuliner lokal (73,7 persen), melihat pemandangan (47,4 persen), dan menikmati fasilitas hotel (42 persen).

Hasil survei menunjukkan bahwa 59 persen responden sudah mempersiapkan diri untuk berlibur dengan mencari referensi dari media sosial dan internet, mencari penginapan, dan mempersiapkan biaya berlibur.

Menurut hasil survei, sebanyak 39 persen responden menyisihkan Rp1 juta sampai Rp3 juta untuk berlibur dan 21,5 persen responden mengalokasikan dana lebih dari Rp5 juta untuk berlibur.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik menunjukkan rata-rata wisatawan lokal mengeluarkan dana Rp2,57 juta per perjalanan dengan alokasi pengeluaran terbesar (22,8 persen) untuk akomodasi.(Ant)