Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 718

41 Perumahan Akan Dipasangi Plang KPK, REI NTB : Pengembang Bingung

0
Haji Heri Susanto, Ketua REI NTB(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTB meminta untuk dipanggil para pengembang perumahan yang akan dipasangi pelang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua REI Provinsi NTB, H. Heri Susanto mengatakan, pada prinsipnya pengembang mengapresiasi dan akan ikut aturan, karena ada empat hal yang perlu di sampaiakn. Diantaranya, belum pernah ada surat ke pengembang untuk penyerahan aset fasos dan fasum perumahan. Ketika melakukan pemecahan, sertifikat fasos dan fasum sudah “dihilangkan” oleh BPN sebagai aset developer.

Seperti apa tekhnis dan tata cara penyerahan aset juga belum diberikan juknisnya kepada pengembang. Tidak cukup bermanfaat developer menahan aset fasos dan fasum, mengingat aset tersebut tidak bisa diperjual belikan atau diagunkan ke bank, karena sudah tak ada lagi sertifikatnya.

“Menurut saya, sebaiknya developer 41 perumahan itu di panggil aja, di arahkan tata cara penyerahan aset, bahkan kalo perlu melakukan penyerahan aset massal,” katanya.

Lanjut H. Heri, sebenarnya, jika Pemkot Mataram ingin mempermudah persoalan ini, paling gampang ajak asosiasi pengembang dalam hal apapun terkait perumahan.

“Tapi selama ini kan kita belum pernah dilibatkan,” imbuhnya.

Ditambahkan H. Heri, pengembang justru menunggu dengan senang hati arahan Pemkot untuk menyerahkan fasos dan fasum. Karena itu beban bagi pengembang.

“Banyak anggota saya bingung seperti apa tekhnisnya, karena untuk menyerahkan aset kan harus ada sertifikat, sementara sertifikatnya tidak diterbitkan pada saat pengajuan pecah sertifikat dengan persyaratan minimal fasos fasum 30 persen dari luas lahan,” tambahnya.

Tidak ada alasan pengembang menahan aset fasos fasum perumahan yang sudah dibangun. Karena hal ini tidak menguntungkan pengembang. Karena itu, REI NTB meminta hal ini terlebih dahulu dibijaksanai.

Sebelumnya, KPK Republik Indonesia berencana akan memasang plang peringatan 41 perumahan yang belum menyerahkan fasilitas umum kepada pemerintah. Tindakan tegas itu sebagai bentuk peringatan bagi pengembang agar mentaati aturan.

41 perumahan itu tersebar di dua kecamatan dan empat kelurahan. Di Kelurahan Mandalika yakni, Perumahan Taman Mandalika, Ponix Regency, Babakan Residen, Babakan Asri, dan Mega Indah. Kelurahan Karang Pule yakni, Taman Plamboyan, Taman Alamanda, Griya Cempaka Asri, Griya Alam Hijau, Taman Nirwana, Impian Sejahtera, Golden Kenari, Golden Royal, BTN Royal Property, BTN Bumi Lingkar Asri, Griya Permata, Griya Cahaya Permata, Green Kodya Residency, BTN Grand Lingkar, BTN Taman Baru. BTN Green View, Perum Putra, Taman Bumi Asri, Griya Seruni, Permata Anggrek, Pearl Garden, Griya Sentosa Moncok, Moncok Regency, Harapan Indah, Bumi Asri, dan lainnya.

Kasatgas Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria menerangkan, pengembangan perumahan semestinya menyerahkan prasarana utilitas pasca selesai mengerjakan rumah dan sarana prasarana. Faktanya, 41 perumahan dari total 111 belum menyerahkan fasum-fasosnya ke Pemkot Mataram.(bul)

Karyawan Perumahan Cabut Spanduk Peringatan KPK

0
Karyawan perumahan yang mencabut peringatan KPK (ekbisntb.com/cem)

Mataram (ekbisntb.com) – Karyawan perumahan PT. Royal Property mencabut spanduk peringatan yang dipasang Komisi Pemberantasan Korupsi pada, Rabu 12 Juni 2024.

Pantauan ekbisntb.com, tim dari KPK bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, bergerak mulai pukul 14.40 WITA. Tim Korsup KPK menuju pengembang perumahan PT. Royal Property.

Kedatangan tim dari KPK rupanya membuat karyawan PT. Royal Property tidak nyaman. Mereka menolak dipasangkan spanduk peringatan dengan alasan belum menerima surat resmi. “Mana suratnya,” kata Sena, karyawan PT. Royal Properti menanyakan ke tim KPK didampingi pegawai Dinas Perkim Kota Mataram.

Negosiasi tidak berjalan mulus. Tim KPK langsung memasang spanduk peringatan di depan kantor pengembang perumahan tersebut. Kurang dari lima menit, karyawan perumahan yang terletak di Jalan WR. Supratman mencabut spanduk peringatan tersebut.

Suasana semakin tegang. Karyawan dari PT. Royal Property meminta jurnalis, tim pendamping dari KPK, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram keluar dan tidak diperbolehkan mengambil gambar. “Kami tidak menerima wartawan kalau tidak ada surat,” ujarnya.

Sampai berita ini ditulis, Kasatgas Korsup Wilayah V KPK, Dian Patria masih melakukan negosiasi dengan managemen PT. Royal Property. (cem)

Kualitas Pengelola Sentra IKM NTB Terus Ditingkatkan

0
Forum pelatihan manajemen mutu dan pengelolaan sentra IKM(ekbisntb.com/bul)

Mataram (ekbisntb.com)-Dinas Perindustrian NTB (Disperin NTB) bertekad meningkatkan mutu pengelolaan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di wilayahnya.

Upaya ini diwujudkan dengan diselenggarakannya pelatihan manajemen mutu pengelolaan sentra IKM yang menggandeng tenaga ahli dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Rabu 12 Juni 2024.

Pelatihan ini menghadirkan Iskandar Zulkarnaen dari Kemenperin sebagai narasumber utama. Zulkarenaen merupakan sosok yang berpengalaman dan memiliki keahlian mumpuni dalam bidang manajemen mutu serta pengelolaan sentra industri.

Kehadirannya diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang komprehensif kepada para peserta.

Acara pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 12 hingga 14 Juni 2024 ini, diikuti oleh 15 orang peserta yang terdiri dari pengelola sentra IKM di NTB. Bertempat di Hotel Mataram Square, para peserta mendapatkan materi yang meliputi konsep dasar manajemen mutu, teknik peningkatan mutu produk, serta strategi pengelolaan sentra IKM yang efektif dan efisien.

Selain penyampaian materi, pelatihan ini juga diisi dengan sesi praktek langsung dan diskusi interaktif untuk memastikan pemahaman yang mendalam bagi para peserta.

Plh Kepala Dinas Perinduatrian NTB, Lalu Luthfi, M.Si., mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan sektor IKM yang berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para pengelola sentra IKM dapat mengimplementasikan manajemen mutu yang baik sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional dan internasional,” ujarnya.

Antusiasme para peserta terlihat jelas dalam mengikuti pelatihan ini. Mereka menyambut baik program ini dan mengharapkan adanya pelatihan lanjutan yang lebih mendalam di masa mendatang. Para peserta menilai bahwa pengetahuan dan keterampilan yang didapatkan dari pelatihan ini sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pengelolaan sentra IKM masing-masing.

Pelatihan ini merupakan langkah positif dalam upaya meningkatkan kualitas sentra IKM di NTB. Dengan komitmen dan kerja keras dari semua pihak, diharapkan IKM NTB dapat berkembang dan menjadi sektor unggulan yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah.(bul)

Sertifikasi TKDN Bantu Dongkrak UMKM

0
Kegiatan sosialisasi fasilitasi sertifikasi TKDN-IK, Selasa, 11 Juni 2024 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Mataram (ekbisntb.com) – Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) membantu mendongkrak UMKM daerah. Hal ini disampaikan oleh Jabatan Fungsional Pengadaan Barang dan Jasa, Taufiq Holili S.E pada acara Sosialisasi Fasilitasi Sertifikasi TKDN-IK yang diselenggarakan pada Selasa, 11 Juni 2024 di hotel Lombok Raya, Mataram.

Ia mengatakan bahwa UMKM mesti memiliki sertifikat TKDN untuk mengenalkan produk atau usahanya ke luar daerah, bahkan bisa diketahui oleh pemerintah pusat. Pun kepada UMKM yang sudah memiliki sertifikat TKDN perlu berbangga karena sesuai dengan arahan presiden, jajaran pemerintahan, baik itu pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah mulai menggunakan produk lokal.

“Saya berharap teman-teman disini lebih berbangga karena berdasarkan arahan presiden Jokowi bahwa produk TKDN sudah di spesialkan oleh bapak Presiden, terkait dengan penggunaan produk kini harus UMK,” katanya.

Ia mengatakan dengan adanya sertifikat TKDN, produk-produk dalam negeri jauh lebih di hargai dan ini tentunya berdampak pada perputaran ekonomi.

Pun dengan teknis di lapangan, komitmen pemerintah sangat tinggi dalam membeli atau mengenakan produk yang sudah tersertifikasi TKDN, sehingga produk lokal semakin banyak dikenal. Adapun kini, tingkat penggunaan produk impor di lingkup pemerintahan sudah jauh menurun.

“Untuk produk impor itu komposisinya sudah sangat kecil karena begitu banyak aturan terus teman mengikuti aturan tersebut,” lanjutnya.

Karena masifnya penggunaan produk lokal saat ini, Taufiq menghimbau kepada pengusaha-pengusaha yang belum memiliki sertifikat TKDN, untuk segera mendaftarkan produknya agar bisa merasakan keuntungan terdaftar dalam TKDN.

Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh UMKM jika tersertifikasi TKDN adalah produknya menjadi produk unggulan yang harus dibeli oleh pemerintah. “Ada keuntungan bagi teman-teman yang sudah tersertifikasi TKDN, itu dalam aturan sendiri sudah jelas dalam keputusan LKPP 122 terkait dengan penyelenggaran toko daring atau e-purchasing itu mengatakan prioritas pembelian produk dalam negeri yang pertama harus memiliki TKDN,” paparnya.

Di NTB sendiri, beberapa UMKM sudah tersertifikasi TKDN, salah satunya adalah Sate Rembiga Goyang Lidah. Setelah terdaftar dalan TKDN, produk Sate Rembiga Goyang Lidah ini telah terdaftar di e-commerce khusus pemerintah yang bernama e-purchasing, yang mana produk Sate Rembiga Goyang Lidah ini dapat dibeli oleh pemerintah daerah lain, bahkan pemerintah pusat meski sedang tidak berada di Lombok.

“Jadi, hulunyya teman-teman akan membuat sertifikat TKDN, setelah itu, diarahkan untuk masuk katalog agar bisa dibeli oleh pemerintah se-Indonesia,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini, ada beberapa UMK sedang melaksanakan proses sertifikasi TKDN, salah satunya adalah produk Mutiara lokal. (era)

Artikel lainnya….

Distan Lobar Vaksin Hewan Kurban, 1.200 Ekor Disiapkan untuk Hari Raya Idul Adha

Lobar Kehabisan Stok Bantuan Beras untuk Bencana

Kunjungi Buwun Mas, Dispar Lobar Garap Masterplan Pengembangan Kawasan Wisata Sekotong

Distan Lobar Vaksin Hewan Kurban, 1.200 Ekor Disiapkan untuk Hari Raya Idul Adha

0
Kepala Dinas Pertanian Lombok Barat Damayanti Widyaningrum(ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Lombok Barat (Lobar) turun melakukan pemeriksaan hewan kurban baik sapi maupun kambing di wilayah Lobar. Distan juga memvaksinasi hewan kurban. Dimana untuk kebutuhan hewan kurban tahun disiapkan 1.200 ekor ternak baik sapi dan kambing.

Tim Distan mengecek ternak di kandang wilayah Gerung. Diantara ternak kurban yang dicek, adalah sapi bantuan kemasyarakatan Presiden (Banpres) dari Presiden RI Joko Widodo untuk Lobar.

Sapi ini memiliki bobot 1 ton 57 kilogram dan berumur 3,5 tahun. Ternak ini lulus seleksi menjadi sapi urutan pertama dengan kualitas bagus di NTB. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lobar Damayanti Widyaningrum secara bertahap melakukan pemeriksaan hewan qurban jelang Idul Adha ini.

Mulai dari wilayah utara dan tengah Lobar. Dan saat ini di wilayah Gerung. “Jadi sapi dan kambing yang diperiksa tim kami sudah dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurban,” kata Damayanti. Kondisi layak kurban tersebut dijamin oleh Kepala Distan dengan diberikannya vaksin kepada seluruh kambing dan sapi.

Sejauh ini, sapi kambing yang sudah divaksin sudah 90 persen. Pemberian vaksin akan tetap dilakukan jelang Idul Adha ini. Dengan ketersediaan vaksin yang diakuinya mencukupi untuk seluruh hewan ternak. “Tetap akan berjalan. Tapi saat ini baru 90 persen saja,” terangnya. Ditambah lagi dengan status Lobar yang saat ini sudah zero kasus untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dalam artian, sudah tidak ada hewan ternak yang mengidap PMK tersebut.

Dijelaskan, populasi ternak sapi yang ada di Lobar mencapai kurang lebih 88 ribu ekor lebih. Sedangkan untuk kambing sudah mencapai 44 ribu ekor lebih. Melihat dari tahun lalu, untuk yang di qurban di Lobar saja hanya 1.200 an ekor. Sehingga Damayanti memperkirakan untuk tahun ini juga qurban akan ada di kisaran angka tersebut. “Untuk qurban idul adha ini sapi kambing kita aman tercukupi. Paling lebih lebih sedikit dari tahun lalu,” jawabnya dengan pasti.

Pihak Distan juga memeriksa kondisi sapi bantuan dari Presiden RI Joko Widodo. Untuk Lobar, tahun ini mendapatkan bantuan sapi  jenis Brahman dengan berat 1 ton 57 kiilogram (kg). Yang sebelumnya juga secara berjenjang diperiksa oleh pihak pusat, kemudian provinsi, dan kabupaten. “Dan sudah layak untuk diqurbankan,” terangnya. Terkait dengan pembagian daging qurban dari sapi bantuan RI I ini disebutnya ditentukan oleh Presiden Jokowi langsung. Melalui rekomendasi dari pihak provinsi.

“Nanti itu tergantung Presiden mau dibagikan kemana. Saya berharapnya bisa semua ke masyarakat Lobar,” tandasnya. Sementara pengelola kandang, Atang Setianoro, menjelaskan, sapi miliknya dengan jenis Brahmana sudah didaftarkan menjadi bantuan Presiden dari bulan Ramadhan lalu. Sebagai sapi Banpres tahun ini. Kemudian dilakukan pemeriksaan sejak dua minggu lalu oleh Dirjen Peternakan RI, dan Dinas Peternakan Provinsi.

Kemudian sepekan lalu, dinyatakan lulus seleksi dari banyaknya pesaing sapi se NTB. “Kelayakan dan vaksinasi sudah diperiksa oleh pihak kabupaten,” jelasnya. Harga sapi tersebut ditaksir diatas Rp 100 juta. Rencananya pihak Sekretariat Presiden akan datang untuk mengecek kesehatan, kelayakan dan rencana mekanisme pemotongan dan pengiriman. “Rencana akan disumbangkan di Masjid Ubung Lombok Tengah (Loteng),” sebutnya. Ini menjadi kali pertama, sapi miliknya terpilih menjadi sapi Banpres.

Atang mengatakan, bibit sapi Brahmana tersebut diambil dari Gangga, Lombok Utara (KLU) dengan bobot awal 800 kilogram pada 8 bulan lalu.“Alhamdulillah senang, bisa terpilih. Tetap semangat kawan ternak. Jadi untuk merawat sapi dengan bobot besar seperti ini tidak khawatir kalau ada hal hal seperti ini,” ucapnya. (her)

Artikel lainnya….

Lobar Kehabisan Stok Bantuan Beras untuk Bencana

Kunjungi Buwun Mas, Dispar Lobar Garap Masterplan Pengembangan Kawasan Wisata Sekotong

Kendalikan Inflasi, Lobar Tanam 5 Hektar Cabai dan Bawang

Lobar Kehabisan Stok Bantuan Beras untuk Bencana

0
BANTUAN: Warga terdampak bencana di Taman Ayu Gerung terima bantuan dari Pemkab Lobar. (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Stok bantuan beras untuk penanganan bencana di Lombok Barat (Lobar) habis. Pihak Pemkab melalui Dinas Ketahanan Pangan (Dikpangan) pun tengah melakukan pengadaan cadangan beras pemerintah sebanyak 5 ton. Selain itu, berkordinasi dengan Pemprov maupun Bulog ketika membutuhkan bantuan beras.

Asisten II Setda Lobar Lalu Najmudin mengatakan, bantuan yang disalurkan kepada warga di Taman Ayu dan desa lainnya berjumlah 5 ton beras. Bantuan ini tidak kurang, karena 1 ton kepada 176 KK diatur oleh desa. Dimana bantuan beras diberikan 5 kilogram per KK. “Jadi diberikan 5 kilogram per KK, sehingga bisa merata ke warga sesuai jumlah penerima manfaat,”jelasnya. Bantuan beras itu berasal dari Pemprov NTB yang diusulkan Pihaknya. Dari usulan 15 ton, yang baru direalisasikan 5 ton.

Diakui kondisi stok bantuan saat ini di Pemda sudah habis. “Sudah habis (stok bantuan),”akunya. Bantuan beras tahun 2023 sudah habis disalurkan ke warga terdampak bencana. Saat ini pihaknya tengah melakukan proses pengadaan beras cadangan pemerintah sebanyak 5 ton pada APBD murni.  Rencananya cadangan beras ini akan diusulkan untuk ditambah lagi pada APBD perubahan. “Kita akan minta tambahan pada APBD perubahan untuk menghadapi akhir tahun,”ujarnya.

Potensi bencana bisa saja terjadi di akhir tahun, seperti angin puting beliung, banjir, longsor atau lainnya. Karena itu, butuh kesiapan Pemda menghadapi potensi tersebut, “itu perlu kita siapkan cadangan,”ujarnya. Terkait warga yang belum diberikan bantuan akan diupayakan dari pengadaan bantuan cadangan beras tersebut. “Itu nanti coba kita akan upayakan,”imbuhnya. (her)

Artikel lainnya….

Kunjungi Buwun Mas, Dispar Lobar Garap Masterplan Pengembangan Kawasan Wisata Sekotong

Kendalikan Inflasi, Lobar Tanam 5 Hektar Cabai dan Bawang

Berpotensi Picu Lakalantas, Polres Loteng Larang Penggunaan Sepeda Listrik di Jalan Raya

Kunjungi Buwun Mas, Dispar Lobar Garap Masterplan Pengembangan Kawasan Wisata Sekotong

0
TURUN: Kadispar Lobar Agus Gunawan bersama jajaran dan konsultan perencana turun ke Buwun Mas Sekotong. (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Potensi desa di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) didorong terus dimaksimalkan. Salah satunya dengan mengembangkan potensi desa dengan penguatan desa wisata. Sekotong menjadi kawasan wisata yang punya potensi besar yang dikembangkan kedepan oleh pemkab.

“Kita punya cukup banyak Desa Wisata yang terdaftar, sekarang kita coba ini lihat potensi mereka, kita lihat keseriusan mereka, pengelolaannya. Jadi nanti kita punya yang muncul itu walaupun tidak terlalu banyak tapi nendang,” ucap Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar Agus Gunawan saat berkunjung ke Desa Buwun Mas, Sekotong kemarin, Senin 10Juni 2024.

 Disampaikan Agus, kunjungannya bersama jajaran didampingi konsultan perencana ke Desa Buwun Mas bukan hanya melihat potensi yang ada. Namun juga untuk melakukan observasi terkait penyusunan masterplan yang dilakukan Dispar Lobar untuk Desa Buwun Mas.”Kita observasi, kumpulkan informasi tentang potensi, kegiatan masyarakat. Kegiatan investor untuk bisa mengkoneksikan atau sinkronisasi dengan masterplan yang kita susun hingga nanti misalkan investor berbuat apa. Pemda berbuat apa, itu bisa sejalan dan saling menguntungkan untuk perkembangan di Buwun Mas, dan Sekotong pada umumnya,” terangnya.

 Sementara itu, Konsultan Perencana Dispar Lobar Putu Eka mengatakan, jika kegiatan ini merupakan langkah untuk mengumpulkan informasi yang ada di Desa Buwun Mas baik dari segi tata ruang, arsitektural hingga kepariwisataan. Eka menjelaskan, di wilayah Sekotong menuju ke arah Pelangan – Batu Putih sudah memiliki Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang disusun oleh PUPR Provinsi sehingga arah pengembangan kebijakan pembangunan di wilayah itu sudah jelas. Khusus untuk wilayah Sekotong yang ke arah Buwun Mas, dan ke arah KEK Mandalika sendiri belum ada RDTRnya, sehingga dibutuhkan masterplan sebagai dasarnya RDTR.

“Masterplan ini skalanya lebih kecil, cuma karena kita membentuknya dari Dinas Pariwisata sehingga akan lebih mengerucut kepada pola tata ruang kegiatan pariwisata.,”jelasnya. Sedangkan yang arah desa Pelangan itu sudah diakomodir oleh RDTR, sehingga nanti kebijakan perizinan dan lainnya sudah jelas. “Nah di Buwun Mas belum ada. Jadi kita perlu dari awal Desa Buwun Mas sebagai desa wisata itu mengatur pola ruang kegiatan di wilayah Buwun Mas,” katanya.

 Eka menambahkan, kelanjutan masterplan Buwun Mas ini tentu menjadi dasar informasi awal untuk RDTR. Kemudian juga sebagai guidance desa wisata. “Pada saat desa wiaata ada pembangunan, desa wisata itu sudah tau kalau zona ini pemanfaatan ruangnya untuk apa, zona timur, zona barat, zona utara dan zona selatan dipakai untuk apa. Sehingga begitu ada kegiatan investasi bisa mudah kita menentukan kebijakan peruntukan ruang itu hingga tidak tumpang tindih seperti itu,” terangnya.(her)

Artikel lainnya….

Kendalikan Inflasi, Lobar Tanam 5 Hektar Cabai dan Bawang

Berpotensi Picu Lakalantas, Polres Loteng Larang Penggunaan Sepeda Listrik di Jalan Raya

Distan Lobar Cek Hewan Kurban Presiden Jokowi

Kendalikan Inflasi, Lobar Tanam 5 Hektar Cabai dan Bawang

0
Lalu Najamudin Kanak, Kadistan Lobar Damayanti Widyaningrum Kiri (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Sebagai upaya mengendalikan Inflasi di daerah, Pemkab Lombok Barat melalui Dinas Pertanian berkolaborasi dengan petani menanam Cabai dan Bawang seluas 5 hektar di wilayah Sekotong. Penanaman dilakukan hari ini (Rabu, red) oleh PJ Bupati Lobar H Ilham, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan kepala OPD terkait lainnya.

Kadis Pertanian, Damayanti Widyaningrum mengatakan, pihaknya bersama TPID akan menanam cabai di atas lahan milik petani dengan luas 5 hektar. “Kami, pak PJ bupati, TPID bersama petani akan taman cabai di lahan seluas 5 hektar milik petani, kami bantu bibit kepada petani,”kata Damayanti, kemarin. Untuk bantuan bibit cabai kepada kelompok tani sendiri, sudah tersedia. Bibit disediakan melalui pengadaan dari BTT mencapai 15 ribu bibit dengan anggaran kurang dari 30 juta.

Sementara kebutuhan bibit untuk ditanam pada lahan seluas 5 hektar sekitar 85 ribu bibit. Di mana per hektar diperkirakan membutuhkan bibit 17-18 ribu bibit. “Bibit sendiri sudah tersedia, tinggal ditanam, dan banyakan dari swadaya masyarakat,”ujarnya. Bantuan bibit cabai ini juga akan diberikan untuk ditanam di pekarangan. Selain cabai, petani juga sudah menanam bawang dengan pola tumpang sari dengan cabai di lahan tersebut.

“Kalau bawang sudah ditanam pola tumpang sari dengan cabai, bawangnya berapa petak dari swadaya petani, mereka yang inisiatif tanam bawang,” imbuhnya. Pihaknya berjanji akan membantu bibit bawang kepada petani pada anggaran APBD Perubahan nanti. “Rencananya kami akan jadikan daerah itu sentra komoditas cabai dan bawang untuk kendalikan Inflasi,”ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Setda Lobar Lalu Najamudin mengatakan, gerakan penananam cabai akan dilakukan PJ Bupati, TPID dan Kepala OPD serta petani. “Gerakan menanam Cabai dan bawang di Sekotong akan dilakukan pak PJ Bupati, TPID. Kami siapkan lahan 5 hektar, bibit dari Dinas pertanian,” sebutnya. Rencananya Pemkab juga menyerahkan bantuan mesin pompa. Gerakan penanaman ini jelasnya sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi. Di samping Pemkab telah melakukan berbagai langkah lainnya. (her)

Artikel lainnya….

Berpotensi Picu Lakalantas, Polres Loteng Larang Penggunaan Sepeda Listrik di Jalan Raya

Distan Lobar Cek Hewan Kurban Presiden Jokowi

Dari Rakor TPID Provinsi NTB, Pj Sekda Ingatkan Jaga Stabilitas Harga Bapok

Berpotensi Picu Lakalantas, Polres Loteng Larang Penggunaan Sepeda Listrik di Jalan Raya

0
LARANG - Sepeda listrik yang banyak digunakan di jalan raya. Polres Loteng melarang penggunaan sepeda listrik di jalan raya. (ekbisntb.com/humas polri)

Praya (ekbisntb.com) – Polres Lombok Tengah (Loteng) mengingatkan masyarakat di daerah ini untuk tidak menggunakan atau mengendarai sepeda listrik di jalan raya. Karena berpotensi memicu terjadinya kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Pasalnya, sepeda listrik didesain untuk dikendarai di jalan khusus, bukannya di jalan raya.
“Sepeda listrik itu dirancang untuk digunakan di jalur-jalur khusus. Seperti kawasan perumahan atau area tertutup. Bukan di jalan raya yang dipenuhi kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi,” terang Wakapolres Loteng Kompol Nasrullah, SIK., Selasa 6 Juni 2024.
Diakuinya, pengguna sepeda listrik di Loteng dari waktu ke waktu terus bertambah. Hanya saja penggunaan sepeda listrik di jalan raya dapat menimbulkan risiko besar bagi keselamatan pengendara dan pengguna jalan lainnya. Tidak hanya itu penggunaan sepeda listrik di jalan raya juga melanggar peraturan lalu lintas.
Karena berdasarkan undang-undang lalu lintas yang berlaku, kendaraan yang boleh atau bisa digunakan di jalan raya harus memenuhi standar keselamatan. Sementara sepeda listrik belum memenuhi standar yang ada. “Sepeda listrik sering kali tidak memenuhi standar ini. Sehingga berpotensi membahayakan pengendara dan orang lain ketika digunakan di jalan raya,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga keselamatan di jalan raya dengan tidak menggunakan atau mengendarai sepeda listrik di jalan raya. Kalaupun mau menggunakan sepeda listrik hendaknya di jalur khusus, bukan di jalan raya.
“Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu mari patuhi peraturan lalu lintas dan gunakan kendaraan dengan bijak. Dengan begitu, kita dapat menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkas Nasrullah. (kir)

Distan Lobar Cek Hewan Kurban Presiden Jokowi

0
CEK - Tim Distan Lobar turun mengecek koleksi ternak hewan kurban di Wilayah Gerung jelang hari Raya Idul Adha, Selasa, 11 Juni 2024. (ekbisntb.com/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Dinas Pertanian (Distan) Lombok Barat (Lobar) turun melakukan pemeriksaan hewan kurban baik sapi maupun kambing di wilayah Lobar. Distan juga memvaksinasi hewan kurban. Dimana untuk kebutuhan hewan kurban tahun disiapkan 1.200 ekor ternak baik sapi dan kambing.

Tim Distan mengecek ternak di kandang wilayah Gerung. Diantara ternak kurban yang dicek, adalah sapi bantuan kemasyarakatan presiden (banpres) dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk Lobar.

Sapi ini memiliki bobot 1 ton 57 kilogram dan berumur 3,5 tahun. Ternak ini lulus seleksi menjadi sapi urutan pertama dengan kualitas bagus di NTB. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lobar Damayanti Widyaningrum bersama jajaran secara bertahap melakukan pemeriksaan hewan kurban jelang Idul Adha ini. Mulai dari wilayah utara dan tengah Lobar. Dan saat ini di wilayah Gerung.

“Jadi sapi dan kambing yang diperiksa tim kami sudah dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurban,” kata Damayanti.

Kondisi layak kurban tersebut dijamin oleh Kepala Distan dengan diberikannya vaksin kepada seluruh kambing dan sapi. Sejauh ini, sapi kambing yang sudah divaksin sebesar 90 persen. Pemberian vaksin akan tetap dilakukan jelang Idul Adha ini. Dengan ketersediaan vaksin yang diakuinya mencukupi untuk seluruh hewan ternak. “Tetap akan berjalan. Tapi saat ini baru 90 persen aja,” terangnya.

Ditambah lagi dengan status Lobar yang saat ini sudah zero kasus untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dalam arti, sudah tidak ada hewan ternak yang mengidap PMK tersebut.

Dijelaskan, populasi ternak sapi yang ada di Lobar mencapai kurang lebih 88 ribu ekor lebih. Sedangkan untuk kambing sudah mencapai 44 ribu ekor lebih. Melihat dari tahun lalu, untuk yang dikurbankan di Lobar saja hanya 1.200 an ekor, sehingga Damayanti memperkirakan untuk tahun ini juga kurban akan ada di kisaran angka tersebut. “Untuk kurban Idul Adha ini sapi kambing kita aman tercukupi. Paling lebih lebih sedikit dari tahun lalu,” jawabnya dengan pasti.

Pihak Distan juga memeriksa kondisi sapi bantuan dari Presiden RI Joko Widodo. Untuk Lobar, tahun ini mendapatkan bantuan sapi jenis Brahman dengan berat 1 ton 57 kiilogram (kg). Yang sebelumnya juga secara berjenjang diperiksa oleh pihak pusat, kemudian provinsi, dan kabupaten. “Dan sudah layak untuk dikurbankan,” terangnya.

Terkait dengan pembagian daging qurban dari sapi bantuan RI I ini disebutnya ditentukan oleh Presiden langsung, melalui rekomendasi dari pihak provinsi. “Nanti itu tergantung presiden mau dibagikan kemana. Saya berharapnya bisa semua ke masyarakat Lobar,” tandasnya.

Sementara pengelola kandang, Atang Setianoro, menjelaskan, sapi ternak miliknya dengan jenis Brahmana sudah didaftarkan menjadi bantuan presiden dari bulan Ramadhan lalu. Sebagai sapi banpres tahun ini. Kemudian dilakukan pemeriksaan sejak dua minggu lalu oleh Dirjen Peternakan RI, dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB .

Kemudian sepekan lalu, dinyatakan lulus seleksi dari banyaknya pesaing sapi se NTB. “Kelayakan dan vaksinasi sudah diperiksa oleh pihak kabupaten,” jelasnya. H

Atang mengatakan, bibit sapi brahmana tersebut diambil dari Gangga, Lombok Utara (KLU) dengan bobot awal 800 kilogram pada 8 bulan lalu.“Alhamdulillah senang, bisa terpilih. Tetap semangat beternak. Jadi untuk merawat sapi dengan bobot besar seperti ini tidak khawatir kalau ada hal hal seperti ini,” ucapnya. (her)