Monday, April 20, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 381

Indodax: Harga Kripto Turun Saat Ramadhan Dipengaruhi Psikologi Pasar

0
CEO Indodax Oscar Darmawan(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – CEO Indodax Oscar Darmawan menyatakan penurunan harga kripto yang selalu terjadi setiap Ramadhan bukan hanya fenomena musiman tetapi juga dipengaruhi oleh psikologi pasar yang berubah selama bulan puasa.

Pergerakan harga Bitcoin selama bulan Ramadhan dalam lima tahun terakhir, katanya dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menunjukkan kecenderungan penurunan yang cukup konsisten.

Selama Ramadhan 2021, dia memaparkan, harga Bitcoin turun 21,71 persen, diikuti penurunan sebesar 16,00 persen pada 2022, kemudian turun sebesar 3,73 persen pada 2023, dan kembali terkoreksi sebesar 4,14 persen pada 2024.

“Setiap tahun, kami mengamati pola bahwa minat investor ritel terhadap kripto sedikit berkurang selama bulan Ramadhan, yang dapat menyebabkan tekanan jual lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa faktor ini sering kali diperkuat oleh tren historis yang menciptakan ekspektasi penurunan harga di kalangan investor, sehingga meningkatkan aksi ambil untung sebelum Ramadhan tiba.

Namun, memasuki Ramadhan 2025, pasar kripto menghadapi dinamika yang berbeda dimana Bitcoin sempat mengalami lonjakan hingga delapan persen dalam satu hari, kembali ke level 90.000 dolar AS setelah sebelumnya sempat merosot ke bawah 80.000 dolar AS.

Pemulihan tajam ini, menurut dia, didorong oleh sentimen positif terkait rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang disebut-sebut ingin mengusulkan cadangan kripto nasional.

“Tahun ini ada elemen geopolitik yang sangat kuat dalam pergerakan pasar kripto. Jika benar ada langkah serius dari Pemerintah AS untuk menjadikan aset digital sebagai bagian dari kebijakan moneter, dampaknya akan sangat besar bagi industri kripto secara global,” kata Oscar.

Selain itu, kebijakan ekonomi global juga menjadi faktor utama yang mempengaruhi volatilitas harga, tambahnya, seperti kebijakan baru AS yang menaikkan tarif impor sebesar 25 persen terhadap barang dari Kanada dan Meksiko sebagai pemicu ketidakpastian di pasar finansial.

“Kebijakan ekonomi suatu negara, khususnya sebesar Amerika Serikat, dapat berdampak pada arus modal global, termasuk yang mengalir ke aset kripto. Investor perlu memahami bahwa kripto semakin erat kaitannya dengan kebijakan ekonomi makro,” ujarnya.

Meskipun sentimen bullish terlihat cukup kuat di awal Ramadhan 2025, Oscar mengingatkan bahwa volatilitas tetap menjadi tantangan utama.

Dengan adanya White House Crypto Summit yang dijadwalkan pada 7 Maret, pasar masih menunggu kejelasan arah regulasi.

Menurut dia, strategi investasi yang paling relevan dalam kondisi seperti ini adalah dengan tetap berpegang pada prinsip manajemen risiko yang baik.

Ia menekankan pentingnya strategi diversifikasi portofolio agar investor tidak terlalu bergantung pada pergerakan harga Bitcoin semata.

“Diversifikasi bukan hanya soal membeli banyak aset, tetapi juga soal memahami bagaimana setiap aset merespons kondisi pasar yang berbeda,” katanya.

Menurut dia, lonjakan harga Bitcoin baru-baru ini juga dipicu oleh meningkatnya partisipasi investor institusional yang mulai memperhitungkan kripto sebagai bagian dari aset safe haven. (ant)

Bandara Lombok Akan Layani Penerbangan Langsung ke Palangkaraya

0
Ilustrasi pesawat(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bandara Lombok mulai 22 Maret 2025 mendatang membuka rute penerbangan langsung tujuan Palangkaraya, Kalimantan Tengah dan sebaliknya. Rute ini dilayani oleh maskapai Lion Air dengan frekuensi penerbangan tiga kali seminggu setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.

“Untuk jadwalnya, Lion Air nomor penerbangan JT 862 akan berangkat dari Lombok pukul 13.00 WITA dan dijadwalkan tiba di Palangkaraya pukul 13.30 WIB. Sedangkan dari Palangkaraya, pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 863 akan lepas landas pukul 09.45 WIB dan mendarat di Lombok pukul 12.15 WIB,” ujar General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok Stephanus Millyas Wardana.

Untuk rute penerbangan ini, Lion Air mengoperasikan pesawat jenis Boeing 737-800NG dengan 189 kursi kelas ekonomi dan Boeing 737-900ER dengan 215 kursi kelas ekonomi. Lion Air memberikan fasilitas bagasi kabin gratis 7 kilogram serta bagasi tercatat 15 kilogram.

Millyas optimistis rute ini akan menarik minat pelaku perjalanan untuk lebih sering bepergian ke Lombok dan Palangkaraya. “Kami berharap akan makin banyak lagi rute baru dan tambahan frekuensi penerbangan yang hadir di Bandara Lombok, sehingga akan semakin mendorong peningkatan aktivitas pariwisata serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB,” tambahnya.

Dengan rute baru ini, saat ini Bandara Lombok melayani konektivitas langsung menuju sebelas destinasi domestik, yaitu Jakarta (CGK), Surabaya (SUB), Bali (DPS), Yogyakarta (YIA), Bima (BMU), Sumbawa Besar (SWQ), Makassar (UPG), Balikpapan (BPN), Semarang (SRG), Banjarmasin (BDJ), dan Palangkaraya (PKY). Penerbangan-penerbangan tersebut dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia (GA), Citilink (QG), Lion Air (JT), Batik Air (ID), Super Air Jet (IU), Wings Air (IW), dan Pelita Air (IP).

Sedangkan untuk penerbangan internasional, terdapat dua rute, yakni tujuan Kuala Lumpur (KUL) yang dilayani oleh maskapai Indonesia AirAsia (QZ), AirAsia Berhad (AK), dan Batik Air Malaysia (OD) dan tujuan Singapura yang dilayani oleh Scoot (TR).(bul)

Kendalikan Inflasi, Pemprov NTB Intervensi Anggaran Lewat BTT untuk “Food Security” dan Subsidi Pangan

0
Lalu Muhamad Iqbal (ekbisntb.com/ist)

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal memberikan arahan terkait dengan perlunya melakukan intervensi anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk food security dan subsidi pangan berdasarkan data yang akurat, sehingga memberikan dampak secara langsung kepada masyarakat. Kebijakan ini juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sesuai target.

“Dan berkoordinasi bersama BI NTB untuk memberikan briefing kepada Kepala OPD terkait makro ekonomi setiap tiga bulan sekali,” kata Gubernur dalam agenda High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB menyelenggarakan di Kantor Perwakilan BI NTB dalam rangka memperkuat sinergi pengendalian inflasi menyambut momentum HBKN juga mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, Jumat 7 Maret 2025.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap memaparkan perkembangan inflasi di NTB pada bulan Februari 2025. Sejalan dengan Nasional, Provinsi NTB pada bulan Februari 2025 kembali mengalami deflasi sebesar -0,60% (mtm), menurun dibandingkan deflasi bulan sebelumnya (-0,55% mtm). Realisasi tersebut menyebabkan inflasi Provinsi NTB secara tahunan di angka -0,01% (yoy).

Disampaikan bahwa beberapa komoditas pangan utama cenderung mengalami peningkatan pada Ramadan, antara lain bawang merah, daging ayam, telur ayam, dan gula. Di sisi lain, inflasi komoditas beras cenderung menurun sejalan dengan berlangsungnya panen padi subroundI (satu). Selain itu, harga aneka cabai yang umumnya di awal tahun meningkat tinggi, tekanannya berangsur turun seiring curah hujan tinggi yang mulai berkurang di bulan Maret-April.

Beberapa rekomendasi yang diberikan BI NTB sebagai tindak lanjut untuk menjaga kestabilan harga pangan sebagai upaya jangka pendek antara lain melanjutkan pelaksanaan OPM yang difokuskan di wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa yang memiliki bobot inflasi terbesar, serta pasar-pasar utama perhitungan inflasi.

“Ditemukannya disparitas harga yang signifikan, yakni pada harga cabai rawit sehingga dibutuhkan strategi yang tepat untuk mengkomunikasikan harga komoditas per pasar kepada masyarakat antara lain dengan menggunakan media sosial dan radio,” katanya.

Tak lupa juga optimalisasi data neraca panganmelalui kolaborasi antara BI NTB dengan Dinas Ketahanan Pangan. Melalui data tersebut, Pemda diharapkan dapat mengoptimalkan KAD intrawilayah, guna menanggulangi wilayah yang mengalami defisit komoditas tertentu.

Adaun upaya jangka panjang, dilakukan melalui pengembangan padi varietas Gamagora 7 melalui Good Agriculture Practice, kerja sama BI NTB dengan Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Kemudian ppenguatan produksi cabai melalui program infratani yang dijalankan dengan mengintegrasikan Klaster Binaan, UMKM Binaan, dan Pondok Pesantren Binaan dengan metode smart farming dan pemanfaatan green house. Melalui integrasi infratani, terdapat efisiensi bahan baku budidaya cabai.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti juga menjelaskan tantangan infrastruktur transportasi untuk distribusi komoditas pangan yang perlu ditingkatkan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok.

Terakhir, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Taufik Hidayat turut memaparkan strategi ketahanan panganmelalui smart climate agriculture, drone, IoT, penggunaan pupuk organik serta digitalisasi sistem pangan dan edukasi kepada masyarakat tentang ketahanan pangan.(r)

HIPMI : Seharusnya Potensi Tambang Bisa Naikkan Kesejahteraan Warga NTB

0
Ismed Maulana(ekbisntb.com/bul)

PROVINSI Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal dengan potensi tambang emas yang melimpah. Namun pengelolaannya dinilai belum bisa dilakukan untuk kemakmuran masyarakat sebesar-besarnya.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB, Ismed Maulana, menyoroti bahwa pengelolaan tambang selama ini lebih banyak dikuasai oleh perusahaan besar, sementara keterlibatan masyarakat lokal masih sangat kecil.

“Seharusnya kita tidur di atas tumpukan emas, tapi yang menikmati justru orang luar. Pengelolaannya pun dilakukan di luar NTB. Ini sebuah ironi, karena kita daerah tambang, tapi masyarakat kita masih banyak yang masuk kategori miskin, bahkan miskin ekstrem,” ujar Ismed.

Menurutnya, tambang rakyat yang legal harus diberikan kepada masyarakat agar mereka bisa menikmati hasilnya. Dengan begitu, seluruh proses dari hulu hingga hilir dapat dilakukan di dalam daerah oleh masyarakat NTB sendiri.

Ia mencontohkan potensi tambang rakyat di Sekotong, Lombok Barat, yang sudah mampu menghasilkan emas secara mandiri. Bahkan, emas dari Sekotong bisa langsung dijadikan perhiasan tanpa harus dikirim ke luar daerah untuk diproses lebih lanjut.

“Artinya, masyarakat kita sebenarnya punya kemampuan. Kalau di daerah lain bisa mengelola tambang rakyat, kenapa di NTB tidak? Tambang rakyat yang legal ini seharusnya bisa menjadi jalan bagi masyarakat untuk naik kelas,” tambahnya.

Selain Sekotong, NTB juga memiliki potensi tambang emas dan tembaga yang besar di beberapa wilayah lain, seperti Tambang Batu Hijau, Sumbawa Barat sebagai salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di Indonesia, yang saat ini dikelola oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Ada juga potensi Tambang di Onto, Dompu yang sempat dihebohkan dengan temuan potensi emas dan tembaga kelas dunia dengan perkiraan cadangan mineral mencapai 2,1 miliar ton.

Selain tambang rakyat di Sekotong, Lombok Barat  yang disebut memiliki cadangan emas dan perak yang cukup besar, yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat jika dikelola dengan baik.

HIPMI NTB berharap pemerintah daerah lebih serius dalam mendorong legalisasi tambang rakyat agar dapat dikelola langsung oleh masyarakat dan pengusaha lokal. Ismed menegaskan bahwa pengusaha NTB siap menjadi pemain utama dalam industri tambang rakyat ini.

“Kalau tambang rakyat ini dilegalkan dan dikelola oleh masyarakat kita sendiri, maka akan membuka lapangan kerja yang luas. Mata rantai ekonomi akan bergerak, uang akan berputar di NTB, dan masyarakat kita bisa sejahtera. Jangan sampai semua potensi tambang ini hanya dinikmati investor besar, sementara masyarakat hanya mendapat remah-remahnya,” tegasnya.

Dengan kekayaan sumber daya mineral yang besar, NTB memiliki peluang besar untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Jika tambang rakyat didorong dan diberikan legalitas yang jelas, maka kesejahteraan masyarakat NTB bisa meningkat secara signifikan ditengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

“Yang kita lihat sekarang, hanya sedikit sekali masyarakat kita yang menjadi pemain di tambang – tambang ini. Saya pikir, potensi ini bisa digarap oleh NTB,” tandasnya.(bul)

Kerjasama dengan Korea, NTB Siapkan Sekolah Barista Bertaraf Internasional

0
Baiq Nelly Yuniarti(ekbisntb.com/bul)

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Perdagangan bekerja sama dengan Korea Coffee Association untuk membuka sekolah pendidikan barista kopi di NTB Mall. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung ekonomi kreatif yang menjadi program unggulan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

Selain itu, kerja sama ini juga melibatkan pembinaan petani kopi di NTB. Asosiasi Kopi Korea Selatan telah mengelola lahan kopi ratusan hektare di Lombok Utara. Mereka bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memastikan proses penanaman dan panen kopi dilakukan secara optimal, termasuk seleksi biji kopi yang berkualitas tinggi.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga barista saat ini meningkat pesat seiring dengan menjamurnya gerai kopi di berbagai daerah. Namun, tidak sembarang orang bisa menjadi barista karena pekerjaan ini memerlukan keterampilan khusus.

Awalnya, kerja sama antara NTB dan Korea Selatan hanya terbatas pada penjualan kopi biji (green bean) ke negeri ginseng tersebut. Namun, dengan adanya arah kebijakan pemerintah daerah yang mendorong ekonomi kreatif hingga ke tingkat internasional, peluang ini kemudian dikembangkan lebih jauh dengan mendirikan sekolah barista di NTB Mall komplek Islamic Center.

“Kami melihat ini sebagai kesempatan emas. Selain menjual kopi ke Korea Selatan, kami juga membuka peluang pendidikan bagi anak-anak muda NTB untuk menjadi barista profesional,” ujar Baiq Nelly.

Sekolah barista ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, tetapi juga mengusung konsep kafe yang memperkenalkan berbagai jenis kopi khas NTB. Uniknya, peserta pelatihan tidak hanya berasal dari NTB, tetapi juga dari Korea Selatan. Generasi muda Korea akan dikirim untuk belajar langsung di NTB sebagai bagian dari proses pembelajaran mereka sebelum menjadi barista profesional.

“Menjadi barista bukan hanya soal meracik kopi, tetapi juga memahami seluruh proses dari hulu ke hilir, mulai dari penanaman, pemetikan, hingga pasca panen,” jelas Baiq Nelly.

Sekolah barista ini direncanakan akan memberikan sertifikasi internasional kepada para lulusannya. Hal ini bertujuan agar para lulusan memiliki daya saing global dan dapat bekerja di berbagai negara.

Dinas Perdagangan NTB menargetkan sekolah ini dapat mulai beroperasi tahun ini. Saat ini, lokasi sekolah sudah dipersiapkan di lantai atas NTB Mall oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Namun, masih diperlukan beberapa perbaikan sebelum dapat digunakan secara optimal.

Pihak Korea Selatan sangat antusias terhadap proyek ini dan menunggu kesiapan dari pihak NTB. Saat ini, detail teknis seperti biaya pendidikan dan kapasitas peserta masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

“Kami ingin memastikan tempat ini siap sepenuhnya sebelum sekolah mulai beroperasi,” tambah Baiq Nelly.

Dengan adanya sekolah barista bertaraf internasional ini nantinya, diharapkan generasi muda NTB semakin siap bersaing di industri kopi global, sekaligus memperkuat posisi kopi NTB di pasar internasional.(bul)

Atasi Gejolak Harga, Lobar Galakkan Penanaman Cabai di Luar Musim

0
Pemkab Lobar melakukan gerakan penanaman cabai bersama TNI/Polri. Hal ini bertujuan agar pasokan cabai di Lobar tetap tersedia. (ekbisntb.com/ist)

Sebagai upaya mengendalikan inflasi dan meningkatkan ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pertanian (Distan) menggencarkan Gerakan Tanam Cabai.  Program penanaman cabai di luar musim ini melibatkan kelompok tani, kelompok wanita tani (KWT), dan berbagai elemen masyarakat di 10 kecamatan dengan memanfaatkan lahan tidur, lahan kosong dan pekarangan rumah.

Kepala Distan Lobar, Damayanti Widyaningrum, menjelaskan program ini dirancang untuk memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan rumah serta mendorong petani mengadopsi sistem pertanian terpadu integrated farming. Sebagai bagian dari program ini, Distan mendistribusikan ribuan bibit cabai dan tomat, serta memberikan bantuan berupa mulsa.

Rincian bantuan yang didistribusikan, terdiri dari 9.000 bibit cabai untuk 48 kelompok wanita tani di 10 kecamatan. 18.750 bibit cabai dan 18.750 bibit tomat untuk kelompok tani. 20 rol mulsa untuk 4 kelompok tani di Kecamatan Kediri dan Lembar. 119.000 bibit cabai untuk seluruh OPD dan camat se-Lobar.

“Penanaman ini dilakukan di luar musim dan dipanen menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan cabai di pasaran, sehingga inflasi tetap terkendali,” ujar Damayanti.

Gerakan ini juga bertujuan memaksimalkan pemanfaatan lahan kosong dan terlantar. Di lahan milik Dinas Pertanian, dilakukan penanaman cabai di bawah tegakan kelapa seluas 1 hektar, jagung di lahan 2 hektar, serta padi dan vanili.

“Pendekatan integrated farming kami terapkan untuk mendorong diversifikasi tanaman. Petani tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi bisa memperoleh pendapatan dari berbagai jenis tanaman seperti cabai, jagung, dan padi,” jelas Damayanti.

Distan juga berkomitmen memberikan edukasi kepada petani tentang pentingnya diversifikasi pertanian. “Kami mengajak petani untuk tidak hanya fokus pada satu jenis tanaman. Dengan integrated farming, pendapatan petani dapat meningkat karena ada lebih dari satu sumber penghasilan,” tambahnya.

Gerakan tanam cabai ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Polresta Mataram dan Polres Lobar. Selain itu dilakukan penanaman jagung di lahan dua hektar di wilayah Sekotong. Dengan gerakan ini, Pemkab Lobar berharap dapat menjaga stabilitas harga cabai, terutama pada momen-momen penting seperti Ramadan dan Idul Fitri, di mana permintaan biasanya meningkat.

“Ini adalah langkah nyata untuk mengatasi lonjakan harga cabai yang sering kali menjadi penyumbang inflasi. Kami ingin memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan cabai dengan harga terjangkau,” ujar Damayanti.

Gerakan Tanam Cabai di Lobar tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk pengendalian inflasi, tetapi juga langkah strategis untuk membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan. (her)

Potensi Panen Raya 500 Ribu Buah, Bupati LAZ Dorong Festival Durian Jadi Daya Tarik Desa Kekait

0
Durian yang dijual di Pasar Sidemen Desa Kekait ini perlu dijadikan atraksi festival dan mampu meningkatkan pendapatan bagi masyarakat dan desa. (ekbisntb.com/ist)

Kepala Desa Kekait Masjudin Dahlan memanfaatkan kegiatan Safari Ramadan Pemkab Lombok Barat (Lobar) dalam hal ini Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini dan Wabup Hj Nurul Adha bersama Forkopimda, dengan menyampaikan potensi besar yang dimiliki desanya, yakni menjadi penghasil durian yang sangat besar.

Ia mengatakan masyarakat sangat gembira dan bahagia dikunjungi oleh Bupati serta Wabup Lobar melalui kegiatan Safari Ramadan. Hal ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Desa Kekait dapat dikunjungi oleh pimpinannya. Ia berharap kunjungan ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat Desa Kekait.

“Kita memiliki potensi besar saat musim durian, kita panen raya kurang lebih 500 ribu buah dengan nilai kurang lebih Rp10 miliar. Ini adalah potensi yang ada. Kami berharap agar adanya jalan usaha tani untuk mendukung pengembangan durian,” ujarnya, Sabtu 8 Maret 2025.

Sementara itu Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini mengatakan, potensi yang dimiliki Desa Kekait sangat luar biasa, karena menjadi desa penghasil durian terbesar di Lobar. Ia berharap agar saat musim durian ke depan nantinya ada festival durian agar menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan. “Perlu diadakan festival durian, sebagai daya tarik,” sarannya.

Selain itu ia berharap agar durian juga dapat diolah agar memiliki nilai tambah tersendiri. LAZ juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Kekait atas sambutan hangatnya.

Ia mengatakan program sejahtera dari desa membutuhkan dukungan dari berbagai pihak utamanya masyarakat. Program ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang akan membentuk koperasi di desa desa seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Program ini dihajatkan untuk dapat mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Lombok Barat karenanya mari kita bersama sama mensukseskannya,” ujarnya.(her)

Proyek Dermaga Senggigi Senilai Rp13 Miliar Diharapkan Mulai Bulan Mei

0
Dermaga Senggigi ini segera dibangun tahun ini. Dishub Lobar sudah melakukan ekspose di hadapan Bupati Lobar. (ekbisntb.com/ist)

Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) mulai melakukan ekspose rencana pembangunan dermaga Senggigi di hadapan Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini pada pekan kemarin. Dalam ekspose itu, Bupati meminta agar semua kelengkapan dokumen yang diperlukan diselesaikan secepatnya agar pengerjaan proyek dermaga yang dialokasikan Rp13 miliar itu bisa dipercepat dimulai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Lobar Fathurrahman mengatakan bahwa pihaknya memaparkan ke pimpinan secara umum terkait kesiapan pelaksanaan lelang proyek dermaga ini. “Arahan beliau (pak bupati) Kita diminta memerhatikan timeline dan menyelesaikan kelengkapan pendukungnya. Itu diselesaikan agar tidak ada masalah,” kata dia akhir pekan kemarin.

Bupati mengarahkan agar dokumen kelengkapan awal (persiapan) untuk proses selanjutnya secepatnya dilengkapi dan dikoordinasikan. Dari sisi kelengkapan dokumen kelengkapan sendiri, Pihaknya sudah menyelesaikannya. Tinggal koordinasi dengan pihak terkait saja yang masuk menjadi bagian pendukung pelaksanaan pembangunan proyek ini nantinya.

Pihaknya berharap agar bulan Mei sudah selesai lelang dan sudah mulai bekerja. “Ya harapannya bulan Mei bisa mulai kerja,”imbuhnya.

Dikatakan dengan dibangunnya dermaga Senggigi ini, PAD dari jasa kepelabuhanan bisa naik signifikan, sehingga kemungkinan sumber PAD dari jasa kepelabuhanan ini bisa bersaing dengan sumber lainnya. Karena sejauh ini sumber PAD terbesar dari retribusi parkir. “Nanti kalau dermaga ini sudah selesai (beroperasi), bersaing besok itu (PAD) parkir dengan kepelabuhanan,” imbuhnya.

Diketahui, pada tahun 2023, dermaga sementara Pelabuhan Senggigi dibangun untuk menampung kapal cepat berukuran hingga 35 meter.

Dermaga sementara tersebut dibangun untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang datang melalui jalur penyeberangan kapal cepat dari Bali. Pada tahun 2025 ini, dermaga Pelabuhan Senggigi akan diperbaiki dengan anggaran Rp13 miliar dari APBD Lobar. Pembangunan dermaga dan penataan kawasan Senggigi diharapkan dapat memulihkan kunjungan turis. (her)

Distan Lobar akan Terapkan Konsep Green House Untuk Tanam Cabai

0
Kepala Distan Lobar Damayanti Widyaningrum saat turun melakukan gerakan tanam cabai di luar musim di wilayah Narmada. (ekbisntb.com/ist)

Komoditas cabai hampir tiap tahun menjadi permasalahan, lantaran berbagai faktor,  sehingga kerap memicu gejolak di pasaran akibat kenaikan harga. Mengantisipasi itu, Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pertanian (Distan) pun telah melakukan beberapa upaya. Sejak beberapa tahun terakhir melakukan gerakan penanaman cabai serentak.

Konsep lain yang ingin dikembangkan adalah green house untuk tanam cabai di luar musim.  Kepala Distan Lobar Damayanti Widyaningrum mengatakan green house yang dikembangkan di beberapa daerah seperti di Gerung dan Kuripan. Namun green house ini masih dipergunakan untuk mengembangkan melon dan tembakau.

“Ada kita punya green house. Itu nanti rencananya kita akan ke arah sana (cabai), tapi yang lebih menguntungkan  perlu kaji dulu,” kata Damayanti, Minggu 9 Maret 2025.

Dikatakan, kalau golden melon berhasil maka itu yang akan dikembangkan.  Tetapi kalau ternyata tidak berhasil, maka dialihkan ke komoditas strategis cabai. Sebab pengembangan di green house itu bisa komoditas apa saja.

Diakuinya, sejauh ini belum menyentuh ke cabai, karena tahap awal rencananya untuk melon dan tembakau. Ke depan perlu dikembangkan cabai. Sebab memang kondisi cabai tiap tahun menjadi persoalan. Namun pihaknya masih mengupayakan penanaman di Narmada. Rencananya ia juga akan menanam di luar musim, termasuk menggunakan green house, sehingga ketersediaan pasokan cabai tiap bulan tersedia. “Karena tiap bulan bisa panen,” imbuhnya.

Ketika harga cabai mahal, pasokan tersedia di Lobar. Saat ini harga cabai normal, karena komoditas cabai di Lobar banyak. Bahkan, Lobar yang memasok ke luar daerah. “Justru kita masok ke luar,” imbuhnya, seraya menambahkan, hasil panen cabai di Lobar bisa mencapai 10 ton per hektar.

Di mana luas areal cabai kurang lebih 400 hektar. Itu tidak menutup kemungkinan ditambah lagi petani yang mau membudidayakan cabai. Terkait areal panen cabai menurun dampak cuaca, menurutnya sejauh ini di Lobar sementara belum ada laporan gagal panen dari lapangan. Petugas di lapangan juga belum mendapatkan laporan dari petani. (her)

Hanya Rp50 Ribu Per Hari, Bupati Lobar Pertanyakan Pendapatan Parkir Pasar

0
Pasar Gerung ini menjadi sorotan Bupati Lobar lantaran pendapatan parkirnya hanya Rp50 ribu per hari. (ekbisntb.com/her)

Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini mempertanyakan pendapatan parkir di pasar tradisional. Pasalnya, hasil temuannya retribusi parkir yang disetorkan ke Pemkab Lobar sangat minim tak sesuai dengan potensinya. Seperti di Pasar Gerung, pendapatan parkir hanya Rp50 ribu per hari.

Di tengah efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat berdampak terdapat jumlah dana pusat yang diterima daerah, termasuk Lobar. Lobar skena pemangkasan hampir Rp 50 miliar tahun ini. Hal ini pun menjadi tantangan tersendiri bagi Bupati Lobar. Secara umum ada dua hal yang akan dilakukan untuk menutupi kekurangan fiskal daerah.

Pertama, menentukan skala prioritas program pembangunan. Kedua, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Diakuinya, PAD Lobar belum digarap maksimal. Ada juga kebocoran di banyak tempat. Ia mencontohkan pendapatan parkir di Pasar Gerung yang hanya sekitar Rp 50 ribu per hari dengan 10 orang petugas parkir. Angka yang didapat ini menurutnya tidak wajar, padahal pasar selalu ramai setiap hari.

Dari satu kendaraan roda dua petugas parkir rata-rata mendapat Rp 2.000, belum lagi kendaraan roda empat yang biasanya pemilik memberi Rp 4.000 sampai Rp 5.000. “Ini saya tahu saat sidak ke pasar kemarin,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan pendapatan, ia berkomitmen menambal kebocoran yang selama ini banyak terjadi. Tidak saja di sumber parkir, tapi juga di sumber lain. PAD ini akan dimaksimalkan untuk menyukseskan pembangunan daerah.

Untuk menekan kebocoran PAD ini, langkah yang harus dilakukan OPD adalah menerapkan sistem layanan digital. Layanan setoran pajak harus digital atau online, tidak lagi manual. Di mana petugas yang turun menarik setoran ke Wajib pajak, sehingga hal ini sangat rawan kebocoran.

Ia pun telah meminta Dinas Kominfotik untuk menyiapkan semua perangkat yang diperlukan untuk menunjang layanan digital ini. Di Diskominfotik sendiri telah menyiapkan aplikasi layanan, namun tidak banyak OPD yang mau menggunakannya, sehingga hal ini pun menjadi sorotan Bupati Lobar. (her)