Wednesday, April 15, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 330

Tingkatkan “Sport Tourism”, Aruna Senggigi Gelar Turnamen Esports

0
Aruna menghadirkan turnamen Esports yang terdiri dari turnamen mobile legends dan e-football.(ekbisntb.com/ist)

SAAT ini Esports atau olahraga elektronik menjadi tren baru dunia olahraga dan menjadi fenomena secara global. Esports tergolong masih baru di wilayah NTB khususnya Lombok Barat.

Melihat ketenaran dan tren saat ini, Aruna menghadirkan turnamen Esports yang terdiri dari turnamen mobile legends dan e-football.

Untuk mobile legends bertanding secara beregu, satu regu terdiri dari lima orang, sedangkan e-footbal tidak. Turnamen Esports dilaksanakan di Ballroom I  Aruna Senggigi yang dilaksanakan dari tanggal 19-20 April 2025.

Dalam acara Esports ini hadir ketua ESI NTB Hafid Hasyim. Hafid menyampaikan turnamen yang diadakan Aruna tentunya menjadi langkah positif dan bagian penting untuk mencari bibit-bibit unggul untuk anak muda NTB merambah ke dunia olahraga elektronik.

“Karena Esports sendiri sudah memiliki jenjang dari Porda, Porprov, PON bahkan sudah internasional,” ungkapnya.

Esport ini menjadi langkah awal untuk menghindari hal-hal yang negatif, sebab di dunia Esports sangat menekankan anti judi online dan anti narkoba.

“Iini merupakan langkah untuk merawat generasi muda NTB,” katanya.

Yeyen Heryawan Selaku GM Aruna Senggigi menyampaikan dukungan terhadap kompetisi Esport ini.

Aruna akan selalu mendukung kompetisi Esports dalam meningkatkan bibit-bibit unggul untuk go nasional maupun internasional.

Dari Aruna turnamen ini menjadi alat untuk meningkatkan okupansi dan meningkatkan MICE di tengah efisiensi.

Esports  yang dilaksanakan Aruna  juga menjadi salah satu upaya Aruna untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan memfasilitasi anak muda NTB untuk mengembangkan diri agar dapat berkarya dan berkarir di kancah internasional dan nasional.

“Dan tentunya ini wadah untuk mengasah kemampuan di dunia olahraga elektronik,”terangnya.

Turnamen ini juga ini memiliki tujuan untuk meningkatkan sport tourism di wilayah Lombok Barat, khusunya Senggigi dan  juga Aruna sudah siap menggelar event night run pada bulan Juli mendatang.

Peserta yang mengikuti turnamen Esport sebanyak 214 peserta melalui pendaftaran online yang terbagi untuk turnamen mobile legend dan e-football.(r)

Jaga Pelestarian Lingkungan, Guru Besar Unram Dukung Pembatasan Pendakian Rinjani

0
Kondisi Plawangan Sembalun yang penuh dengan tenda-tenda para pendaki pada 8 April 2025.(ekbisntb.com/dok BTNGR)

PERMINTAAN kunjungan ke Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) terus meningkat. Namun, karena mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan, jumlah kunjungan pendakian dibatasi sebanyak 700 orang per hari dari enam pintu masuk.

Terkait dengan kebijakan tersebut, guru besar Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, Pascasarjana Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Markum mengatakan, dirinya sangat setuju dengan adanya pembatasan jumlah wisatawan yang berkunjung ke TNGR. Langkah ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pemanfaatan kawasan sebagai destinasi ekowisata.

“Daya dukung kawasan harus diperhitungkan secara cermat dengan memperhatikan aspek ketersediaan ruang, sarana dan prasarana sanitasi, sumber daya air, rasio jumlah pengelola dengan jumlah pengunjung, serta kapasitas penanganan sampah. Tanpa pembatasan yang jelas, tekanan terhadap lingkungan akan meningkat dan berisiko merusak keindahan serta fungsi ekologis TNGR dalam jangka panjang,“ kata Markum Minggu 20 April 2025.

Dalam konteks ekowisata kata Markum, pembatasan jumlah kunjungan tidak hanya berkaitan dengan konservasi, tetapi juga untuk menjamin faktor keamanan, kenyamanan, kebersihan, dan kemudahan pemantauan di lapangan. Jika kunjungan wisatawan melampaui kapasitas daya dukung, maka akan berimbas pada buruknya sanitasi seperti buang air sembarangan, sampah berserakan dan perilaku vandalisme yang tidak terkontrol.

Menurutnya, dengan jumlah wisatawan yang terkontrol, pengelola dapat lebih optimal dalam memastikan bahwa jalur pendakian tetap aman, fasilitas sanitasi terjaga kebersihannya, serta potensi gangguan terhadap flora, fauna, dan ritus keagamaan masyarakat lokal dapat diminimalkan. Pembatasan seperti ini justru menjadi cerminan dari pengelolaan wisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Apakah memungkinkan jika kuota jumlah wisatawan ditambah, misalnya menjadi 1.000 orang per hari? Menurut Prof. Markum, hal ini harus dicermati berdasarkan dasar pembatasan yang selama ini diterapkan.

Jika pembatasan dilakukan karena terkait dengan rasio jumlah pengunjung dan ruang yang tersedia, maka penambahan kuota sulit dilakukan. Namun, jika pembatasan berkaitan dengan rasio pengunjung terhadap ketersediaan sarana dan prasarana seperti area camping ground, jalur trekking, sarana toilet, jumlah pos, sarana pengelolaan sampah serta rasio pengunjung dengan jumlah pengelola, maka tambahan kuota masih dimungkinkan. Caranya adalah dengan menambah jumlah fasilitas dan personel pengelola TNGR.

Lebih lanjut Prof. Markum menegaskan bahwa Keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan kawasan seperti TNGR memerlukan kolaborasi antara pengelola, wisatawan, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan lainnya. Dengan kerja sama yang solid dan pengelolaan yang berbasis pada prinsip keberlanjutan, keindahan dan kesakralan Rinjani akan tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Ketua Fordas LH Provinsi NTB ini mengatakan, TNGR telah diakui sebagai salah satu lokasi pendakian terindah di Indonesia. Keindahan alamnya menghadirkan kombinasi luar biasa antara lanskap pegunungan yang dramatis, jalur trekking yang menantang, dan keanekaragaman hayati tanaman yang memikat. Salah satu daya tarik utama di kawasan ini adalah Danau Segara Anak, yang terletak di dalam kaldera Rinjani dan menjadi destinasi ikonik bagi para pendaki.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, TNGR juga memiliki dimensi spiritual dan budaya yang kuat. Danau Segara Anak dikenal sebagai tempat suci bagi masyarakat Hindu Bali dan Sasak, yang rutin mengadakan ritual keagamaan di sekitarnya.

Kawasan ini juga sarat dengan legenda lokal, salah satunya adalah kisah Dewi Anjani, tokoh mistis yang diyakini sebagai penunggu Gunung Rinjani dan menjadi bagian penting dari kepercayaan masyarakat setempat. Nilai-nilai sakral inilah yang memperkaya makna kawasan TNGR, menjadikannya tidak hanya penting secara ekologis, tetapi juga sebagai ruang spiritual dan budaya yang harus dijaga kelestariannya.(ris)

OSOP SMKN 1 Sikur, Ruang Inovasi Siswa Jawab Tantangan Kerja

0
Kegiatan Ekspo OSOP SMKN 1 Sikur yang menghadirkan karya siswa, Sabtu 18 April 2025. (ekbisntb.com/rus)

SEKOLAH Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sikur menampilkan hasil karya siswanya dalam gelaran One Student One Product (OSOP). Sebanyak 359 karya siswa dari berbagai jurusan. SMKN 1 Sikur ini menjadi satu-satunya sekolah di NTB yang memiliki program OSOP, yakni program yang dihadirkan sebagai ruang Inovasi bagi siswa dan menjawab tantangan kerja.

Kepala SMKN 1 Sikur, H. Hasbi Ahmad mengatakan pihaknya mensyaratkan seluruh siswa yang akan lulus ini memiliki OSOP.  Semua siswa wajib memiliki OSOP sebagai syarat mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK). Tugas akhir bagi siswa itu diharapkan bisa membangkitkan motivasi siswa untuk berkarya.

Program OSOP lahir dari kepedulian karya anak bangsa. Diinginkan, pada siswa yang bakal meninggalkan sekolah ini punya catatan sejarah di sekolahnya dan ada karya yang bisa dipamerkan.

Diakuinya, tujuan SMK ini ketika sudah lulus bisa langsung bekerja. Ketika tidak diterima di dunia industri, maka siswa lulusan SMK bisa menciptakan usaha sendiri.  Produk OSOP yang telah dibuat bisa dikembangkan. “Kita berharap siswa ini bisa berwirausaha sendiri,” ucapnya.

Selanjutnya dikatakan, SMK 1 Sikur menjadi penggagas program kerja luar negeri, yakni magang kerja ke Malaysia salah satunya. Sejauh ini, pihaknya sudah mengirim 45 orang siswa, yakni bekerja di hotel dan kawasan wisata di Malaysia. “SMKN 1 Sikur menjadi satu satunya SMK yang sudah sambungkan anak dengan dunia industri,” imbuhnya.

Kesempatan Ekspo OSOP ini pun dirangkaikan SMKN 1 Sikur dengan penandatanganan nota kerjasama dengan sejumlah dunia usaha dan industri dengan harapan siswanya dapat langsung masuk ke dunia kerja.

Selama ini juga, tidak sedikit siswa SMKN 1 Sikur yang belum lulus sudah bisa magang kerja di sejumlah dunia usaha. Tahun 2025 ini, sebanyak 43 siswa yang sudah diterima magang kerja.

Asisten I Setda Kabupaten Lotim, H. Hadi Fathurrahman mengapresiasi inovasi SMKN 1 Sikur. Sebagai bentuk penghargaan atas karya para siswa ini, produk batik SMKN 1 Sikur ini pun sudah dipilih menjadi seragam kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Pemkab Lotim mendorong terus siswa untuk terus berkarya dan berinovasi.

Program OSOP dinilai luar biasa. OSOP menampilkan karya dan kreativitas siswa. Supaya publik mengenal, kegiatan pameran harapannya tak sekadar di lingkup sekolah tapi bisa ditampilkan lebih luas.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB mewakili Gubernur NTB, Baiq Nely Yuniarti menyampaikan kegiatan OSOP baik untuk mengembangkan inovasi dan jiwa kewirausahaan siswa, sehingga siap terjun ke dunia usaha. Sekolah diharapkan tak hanya fokus ke teori, tapi langsung memperbanyak praktik.

‘’Kreativitas jadi modal utama masuk dunia kerja. Pendidikan menjadi elemen kunci. Semua kegiatan pendidikan berkontribusi pengembangan masyarakat. Siswa dan orang tua harus tepat memilih jenis pendidikan,’’ ujarnya.

Gubernur, katanya, berharap mampu manfaatkan perkembangan teknologi dan beradaptasi sesuai kebutuhan industri yang ada. Putra putri NTB harus siap bersaing lokal hingga internasional.

Tantangan sekarang katanya bukan siswa bisa membuat tapi bisa bersaing di pasar serta bersaing dengan produk lainnya.

Pihaknya mendukung pengembangan produk siswa SMKN 1 Sikur. Ia mengajak, tak saja membela tapi juga membeli produk siswa. OSOP katanya sejalan dengan OVOP. Yakni One Village One Product. Siswa yang melahirkan ini bisa mengembangkan program di desa.

‘’Percuma buat produk bagus tapi tak laku di pasar. Karena itulah, Pemerintah Provinsi NTB ini sudah membuatkan wadah NTB Mall. NTB Mall menjadi tempat pemasaran produk,’’ ujarnya. (rus)

Lotim Disebut Lemah dalam Regenerasi Pelaku Industri Kreatif 

0
Baiq Nelly Yuniarti (ekbisntb.com/rus)

Lombok Timur (Lotim) memiliki potensi industri ekonomi kreatif (ekraf) yang sangat besar, namun menghadapi tantangan serius dalam hal regenerasi pelaku.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengungkapkan kekhawatirannya akan minimnya generasi muda yang melanjutkan usaha kreatif tradisional, seperti pembuatan gerabah dan kerajinan bambu. Padahal, hasil ekraf tersebut memiliki nilai jual tinggi di pasar internasional.

Menjawab Ekbis NTB usai Ekspo One Student One Product (OSOP) di SMKN 1 Sikur, Sabtu 19 April 2025, mantan Penjabat Sementara Bupati Dompu ini mengatakan lemahnya next generation di Lotim ini merupakan pekerjaan rumah yang harus segera diatasi. Namun, lewat anak-anak SMK diharapkan mampu menjawab masalah tersebut.

Nelly menyebut, banyak desa di Lotim yang sudah mampu mengembangkan industri kreatif, seperti gerabah dari Penakak yang diekspor hingga Australia dan Selandia Baru, serta kerajinan bambu dari Loyok yang memenuhi pasar Eropa. Namun, pelaku utamanya didominasi oleh generasi tua.

“Tidak ada next generation (generasi penerus, red) untuk pembuatan gerabah di Penakak. Kerajinan bambu di Loyok juga dikerjakan oleh orang tua,” tegasnya.

Lotim sebenarnya memiliki peluang ekspor yang sangat menjanjikan. Selain gerabah dan kerajinan bambu, komoditas seperti kemiri organik permintaannya tinggi, termasuk dari Dubai yang membutuhkan tiga ton per minggu. Ada juga peluang ekspor produk organik ke Jepang.

“Kita punya segalanya di Lotim. Tinggal bagaimana merangsang anak-anak muda untuk terjun ke dunia bisnis, bukan hanya jadi penonton,” ujar Nelly.

Di sektor pariwisata, seperti di Sembalun, banyak anak muda yang sudah bekerja di bidang wisata, tetapi sangat sedikit yang mengembangkan usaha penjualan oleh-oleh atau produk lokal.

Nelly juga mendorong untuk pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). ‘Coba bayangkan, jika ada 1.000 UMKM di Lotim, bisa membuka lapangan kerja untuk 3.000 orang. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan,” ungkapnya.

Nelly menekankan pentingnya kerja sama dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda untuk mengembangkan potensi Ekraf di Lotim. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus bergerak bersama agar industri kreatif di Lotim bisa terus berkembang dan bersaing di pasar global,” demikiaj pungkasnya. (rus)

Ajang GT World Challenge Asia, Tribun A dan Royal Box Dibuka untuk Umum

0
Jajaran petinggi Injourney dan MGPA saat mengecek kesiapan Sirkuit Mandalika menggelar GT World Challenge Asia beberapa waktu lalu. (ekbisntb.com/ist)

MANDALIKA Grand Prix Association (MGPA) akan membuka tribun A serta royal box untuk masyarakat selama gelaran GT World Challenge Asia pada 9-11 Mei 2025 mendatang. Cukup hanya membayar tiket seharga Rp50 ribu untuk menonton langsung di tribun A. Sedangkan untuk royal box tiket tersedia dengan harga Rp3.750.000 per orang dengan fasilitas lengkap termasuk konsumsi selama gelaran.

Selain itu, MGPA juga menyiapkan tiket untuk komunitas otomotif ataupun yang lainnya dengan harga Rp 75 juta. Selain mendapat fasilitas dan layanan lengkap, juga disiapkan satu ruang royal box khusus bagi komunitas tersebut. Layanan, tambahnya, setelah ajang GT World Challenge Asia selesai digelar, komunitas tersebut diberi kesempatan untuk menjalani track day di Sirkuit Mandalika.

“Tiketnya bisa diperoleh secara online untu semua jenis tiket yang ditawarkan,” sebut Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, dalam keterangan, Sabtu 19 April 2025.

Bagi penonton atau masyarakat yang belum memiliki tiket, nantinya juga akan dibuka stand pembelian tiket di area Sirkuit Mandalika.

Priandhi mengatakan pihaknya tidak menargetkan penonton untuk ajang GT World Challenge Asia tersebut. Karena memang dari penyelenggaran gelaran juga tidak mensyaratkan harus ada penonton. Penyediaan tiket nonton merupakan inisiatif dari MGPA untuk menjawab keinginan masyarakat yang mungkin ingin menonton secara langsung ajang balap roda empat pertama di Sirkuit Mandalika tersebut.

Sehingga untuk tribun, sementara hanya tribun A dan kemungkinan tribun B yang akan dibuka, termasuk fasilitas royal box. ‘’Jika antusiasme masyarakat tinggi untuk menontot ajang GT World Challenge Asia, bisa saja tribun C dan D juga akan dibuka. Tiket nonton tribun sudah kita banderol sangat murah. Karena memang hasil penjualan tiket hanya untuk biaya perawatan dan operasional petugas yang ada,” terangnya.

Bagi penonton di tribun, bisa membawa kendaraan langsung ke area tribun. Di mana pihaknya sudah menyiapkan space untuk parkir kendaraan tepat di belakang tribun penonton, sehingga mobilitas penonton bisa lebih cepat dan mudah.

Disinggung kesiapan ajang GT World Challenge Asia, Priandhi mengatakan sudah sangat, baik itu dari sisi sirkuit maupun petugas atau marshal. “Khusus untuk marshal ada sekitar 300 orang yang akan diterjunkan. Dibantu tujuh marshal dari Malaysia sebagai pendamping. Mengingat ini ajang balap roda empat pertama yang kita gelar. Jadi tetap butuh pendampingan dari marshal yang sudah punya pengalaman menyelenggarakan ajang balap roda empat,” imbuhnya.

Untuk jumlah pembalap yang akan ambil bagian, total ada sekitar 60 orang dengan jumlah mobil balap yang akan ikut balapan sebanyak 33 unit. Dan, saat ini seluruh mobil balap tersebut dalam proses pengiriman via laut dari Sepang, Malayasia langsung ke Sirkuit Mandalika, melalui Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat (Lobar).

“Secara umum kami sangat puas dengan persiapan yang dilakukan MGPA jelang ajang GT World Challenge Asia. Terutama penyiapan lintasan Sirkuit Mandalika. Dan, berharap ajang ini bisa berlangsung sukses serta bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat di daerah ini,” ujar Direktur Utama Injourney Maya Watono, sebelumnya. (kir)

Kodim Loteng Siap Sukseskan Program Oplah di Loteng

0
Dandim 1620 Loteng Letkol Arm Karimuddin Rangkuti menggelar pertemuan dengan Kepala Dinas Pertanian Loteng M. Kamrin, membahas persiapan pelaksanaan program Oplah di Loteng, akhir pekan kemarin. (ekbisntb.com/kir)

Jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) menegaskan kesiapannya untuk mengawal dan mensukseskan program Optimalisasi Lahan (Oplah) di daerah ini. Koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian Loteng selaku leading sector program tersebut sejauh ini pun sudah mulai dibangun. Hal itu penting untuk memastikan persiapan yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksaan program berjalan sesuai yang diharapkan.

Penegasan tersebut disampikan Dandim 1620/Loteng Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, dalam keterangannya, Sabtu 19 April 2025. “Untuk luasan lahan yang menjadi sasaran program serta lokasi pelaksanaan progamnya sendiri saat ini masih dalam tahap koordinasi,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihaknya sudah mengelar rapat koordinasi dengan Dinas Pertanian Loteng guna membahas langkah-langkah kongkret dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian.  Salah satunya program Oplah. Di mana TNI dalam hal ini siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut dengan memberikan pendampingan dan pengawalan di lapangan nantinya.

“Dengan sinergi antara TNI dan Dinas Pertanian dalam Oplah ini sangatlah penting untuk memastikan keberhasilan programnya. Demi mewujudkan ketahanan pangan masyarakat di daerah ini,” ujangnya.

Bang Karim – sapaan akrab Dandim Loteng ini, menegaskan kalau pihaknya sudah melakukan pemetaan beberapa wilayah potensial sebagai lokasi pelaksanaan program Oplah. Kodim Loteng dan Dinas Pertanian Loteng pun telah sepakat untuk membentuk tim koordinasi di tingkat kecamatan yang menjadi lokasi program. Hal ini untuk memastikan pelaksanaan program bisa berjalan lancar dan tepat sasaran tentunya.

“Harapan kita, dengan sinergi ini bisa menjadikan Loteng sebagai salah satu lumbung pangan andalan di NTB,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian M. Kamrin mengatakan kalau program Oplah merupakan program pemerintah pusat yang dihajatkan untuk mendorong produktivitas lahan pertanian dengan sasaran utama lahan-lahan pertanian tadah hujan tetapi dekat dengan sumber air baku. Melalui program Oplah tersebut lahan pertanian yang semula hanya tanam sekali dalam setahun, bisa tanam dua kali, sehingga produktivitas bisa meningkat.

“Untuk luas lahan yang menjadi target program di tahap awal sekitar 1.000 hektare. Dengan lokasi yang sedang dijajaki di wilayah Kecamatan Praya Barat dan Praya Barat Daya,” sebutnya. (kir)

Dampak Efisiensi Anggaran, SHA Dorong Pemerintah Lakukan Intervensi  

0
Ketut M Jaya Kusuma (ekbisntb.com/ist)

Kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat hingga pembatasan rapat-rapat di hotel berdampak terhadap pengurangan kegiatan Meeting, Incetive, Convention dan Exhibition (MICE) hingga 25 persen. Hal ini pun perlu disikapi serius oleh pemerintah. Tidak saja melakukan efisiensi dan pembatasan, namun juga perlu ada kebijakan pemerintah untuk mendorong perkembangan usaha industri hotel tetap eksis.

Di antaranya pemerintah perlu melakukan intervensi persoalan tarif pesawat, promosi, penataan destinasi, memperkuat aksesibilitas baik darat maupun laut.

Ketua Senggigi Hotel Association (SHA), Ketut M Jaya Kusuma, mengatakan kebijakan efisiensi dan pembatasan kegiatan di hotel tentu berdampak terhadap pengurangan MICE hingga pendapatan hotel itu sendiri. “Pengurangan (MICE) pasti ada. Bisa berdampak sekitar 25 persen, tapi itu bisa disubstitusi kalau sektor Leisure Market lancar,” katanya, Minggu 20 April 2025.

Dari sisi tingkat hunian, secara umum hotel di Senggigi mencapai 60 persen untuk kuartal 1, mulai dari Januari hingga Maret. Di bulan ini, khusus Hotel Holiday Resort rata-rata tingkat hunian 82 persen. Bahkan pada Juli dan Agustus, booking kamar sudah mencapai 78 persen. “Saya pikir di bulan Juli dan Agustus nanti di angka 90 persen,” sebutnya.

Menurutnya, ini khusus Senggigi, berbeda kalau Mataram karena sangat identik dengan MICE sebagai pasar utamanya.

Sejauh ini info dari para general manager (GM)di kawasan Senggigi masih belum ke arah merumahkan karyawannya. Mungkin karena Senggigi sebagai destinasi wisata tidak hanya mengandalkan MICE dari pemerintah. “Kami mendukung efisiensi yang terukur dan akurat. Kami justru ingin sektor Leisure Market yang diperkuat,” harapnya.

Upaya memperkuat itu, ia mendorong langkah nyata dari pemerintah.  Seperti kebijakan dalam tarif penerbangan perlu adanya support dari pemerintah, sehingga harga terjangkau. Upaya promosi destinasi dari pemerintah tetap dianggarkan dan dilakukan, sehingga destinasi di Lombok dan NTB ini semakin dikenal. Selanjutnya, pemerintah harus memperkuat aksesibilitas baik yang lewat udara maupun laut.

“Sekarang mayoritas tamu-tamu kami melalui laut dari Bali. Pelabuhan Senggigi sudah dalam perencanaan revitalisasi mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” harapnya.

Pihaknya juga mendorong penataan destinasi, dimana sejauh ini destinasi masih terlihat kumuh. Sejalan itu, pelaku industri juga mesti melakukan berbagai upaya mensiasati kebijakan efisiensiaAnggaran ini. “Kita mesti maksimalkan Leisure Market,”  ujarnya.

Poin ini yang perlu dipertimbangkan, untuk memaksimalkan Leisure Market. “Government jangan omon-omon saja, sementara industri juga jangan mengeluh saja. Ini butuh upaya bersama,”imbuhnya.

Menurutnya, industri pariwisata itu simpel. Yang penting, intinya mau dan serius dikerjakan. Apakah perlu mendorong perbanyak event khusus di Senggigi, menurutnya sangat perlu. Namun kata Ketut, jangan  jauh-jauh ke event dulu, akan tetapi menuntaskan pokok-pokok permasalahan yang ada, seperti, dermaga, destinasi yang kumuh dan  sampah.

“Pemda sudah tahu apa yang mesti dikerjakan. Ini pemerintahan baru kita kasih waktu untuk mengatur dan menjalankan pemerintahannya,” tutupnya. (her)

Pegadaian Prediksi Tabungan Emas Naik 10 Kali Lipat Akhir April 2025

0
Tabungan Emas Antam(ekbisntb.com/ant)

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyatakan bahwa transaksi produk Tabungan Emas Pegadaian diproyeksikan meningkat hingga 10 kali lipat pada akhir April 2025 dibandingkan rata-rata transaksi harian pada bulan-bulan sebelumnya.

“Selama April 2025 ini, transaksi Tabungan Emas Pegadaian mengalami peningkatan hingga 4 kali lipat. Rata-rata transaksi Rp380 miliar kini menjadi Rp1,5 triliun. Kami juga optimis hingga akhir April transaksi ini akan meningkat hingga menjadi 10 kali lipat,” kata Damar dalam keterangannya yang diterima Sabtu 19 April 2025 seperti fikutip ANTARA.

Ia menuturkan bahwa tidak hanya produk investasi emas digital, peningkatan juga terjadi pada penjualan emas secara fisik pada gerai-gerai Galeri 24, anak usaha Pegadaian pada bidang produksi dan perdagangan emas.

Ia menyatakan bahwa kenaikan penjualan emas tidak hanya terjadi di gerai-gerai di Jakarta, tapi merata di gerai Galeri 24 di seluruh Indonesia.

Damar menyampaikan bahwa pada 8 hingga 13 April 2025, Galeri 24 telah menjual sebanyak lebih dari 250 kg emas batangan dan lebih dari 6 kg emas perhiasan.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut terjadi lantaran kondisi ekonomi yang tidak menentu yang disebabkan gejolak geopolitik serta fluktuasi harga komoditas yang serta merta mendorong perubahan pola perilaku masyarakat Indonesia, termasuk dalam berinvestasi.

Ia menuturkan bahwa emas sering kali disebut investasi safe haven karena menjadi instrumen investasi yang relatif stabil meski kondisi pasar sedang bergejolak, karena selain likuiditas yang tinggi, emas juga tahan terhadap inflasi untuk menjaga nilai aset.

Damar menyatakan bahwa emas dipercaya menjadi instrumen investasi paling aman saat ini, apalagi harga emas diprediksi akan terus naik.

Ia menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk bertransaksi emas secara digital di Pegadaian karena stok emas terjaga sesuai dengan jumlah yang dibeli nasabah.

“Pegadaian menerapkan sistem 1:1 untuk layanan transaksi emas, dimana ketika ada permintaan transaksi Cicil Emas maupun Tabungan Emas oleh nasabah, maka Pegadaian telah menyiapkan persediaan emas secara fisik sejumlah gram yang ditransaksikan,” ujar Damar Latri Setiawan.(ant)

HKTI NTB Desak Pemerintah dan Pengusaha Melakukan Pembelian Jagung

0
H. Ilyas Salman (ekbisntb.com/ist)

HIMPUNAN Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendesak pemerintah pusat maupun daerah serta para pengusaha pengolahan jagung untuk segera turun tangan mengatasi anjloknya harga jagung yang tengah meresahkan para petani di Pulau Sumbawa.

Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat HKTI NTB, Drs. M. Ilyas Salman, M.A, mengungkapkan, saat ini Pulau Sumbawa sedang memasuki panen raya jagung yang tersebar di Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima. Estimasi luas lahan yang tengah panen mencapai ratusan ribu hektar. Namun, harga jagung di tingkat petani justru anjlok drastis.

“Saya sudah komunikasi dengan para petani. Di gudang-gudang penerima, harga jagung hanya dihargai Rp4.200 sampai Rp4.300 per kilogram, itu pun untuk jagung dengan kadar air maksimal 17 persen. Kalau kadar air di atas itu, petani dikenakan potongan harga,” ujar Ilyas, Minggu, 20 April 2025.

Ilyas menambahkan, dengan harga tersebut, petani nyaris tak mendapatkan keuntungan. Biaya angkut dari lahan yang umumnya berada di pegunungan saja bisa mencapai Rp600 per kilogram. “Artinya, petani hanya menerima sekitar Rp3.600 per kilogram. Ini harga riil di lapangan dan sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Kondisi ini, lanjut Ilyas, bertolak belakang dengan janji pemerintah beberapa bulan lalu yang menargetkan harga jagung berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp5.500 per kilogram. Kenyataannya, saat panen raya, harga justru anjlok dan petani merugi.

“Petani kita sudah empat bulan berjibaku merawat dan menjaga tanamannya. Ketika panen tiba, harga malah jatuh. Ini tidak adil. Pemerintah harus hadir dan menunjukkan komitmennya,” katanya.

HKTI NTB mengusulkan dua solusi utama. Pertama, pemerintah harus melakukan operasi pasar dan intervensi harga jagung. Ilyas menilai, tanpa komitmen dan kehadiran negara dalam menyerap hasil panen, kesejahteraan petani jagung akan terus terpuruk. “Operasi pasar harus dilakukan dengan menyediakan dana pembelian jagung secara langsung agar harga bisa naik sampai Rp5.500 per kilogram,” tegasnya.

Solusi kedua, lanjut Ilyas, adalah mengajak para pengusaha pengering jagung di Pulau Sumbawa untuk duduk bersama. Terdapat setidaknya 12 pengusaha besar yang memiliki gudang dengan kapasitas ribuan ton dan biasa mengirim jagung ke pabrik pakan di Jawa.

“Mereka selama ini hanya membeli dengan harga Rp4.200 per kilogram. Harus ada komitmen untuk menaikkan harga setidaknya ke Rp4.800 per kilogram. Jangan biarkan petani terus dirugikan,” ucapnya.

Ilyas juga menyoroti antrean panjang petani yang menunggu berhari-hari hanya untuk bisa menjual hasil panennya. Ia khawatir, jika tidak ada intervensi segera, harga jagung akan terus merosot dan hasil panen petani makin tidak laku di pasaran.

“Panen raya ini akan berlangsung hingga Juni. Kalau tidak dijaga, kita khawatir jagung-jagung ini akan rusak dan tak punya nilai jual sama sekali,” pungkasnya.(bul)

Pentingnya Langkah Kongkret Hadapi Panen Raya Jagung

0
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal saat rapat koordinasi terkait percepatan pengadaan cadangan jagung pemerintah. (ekbisntb.com/ist)

PROVINSI NTB bersiap menghadapi panen raya jagung masa tanam pertama (MT 1) pada April 2025, dengan prediksi produksi yang akan melampaui satu juta ton. Namun, keterbatasan anggaran dan kapasitas gudang menjadi tantangan tersendiri bagi Perum Bulog dalam menyerap hasil panen petani.

Pemerintah pusat telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram, namun alokasi pembelian jagung untuk NTB saat ini hanya sebesar 78.000 ton. Pemprov NTB bersama  pemerintah kabupaten menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) Tahun 2025, yang dilaksanakan secara hybrid dari Kantor Gubernur NTB, Rabu 16 April 2025.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, yang menekankan pentingnya langkah konkret dalam menghadapi panen raya. Menurut Gubernur ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah dalam upaya mengatasi harga jagung yang belum sebanding ini.

‘’Kita tidak mungkin masuk ke subsidi transportasi. Ini jadi opsi itu kita kesampingkan, jadi kita tidak bahas lagi opsi itu karena itu kewenangan dari Bapanas. Karena itu kita fokus ke upaya mengedukasi petani-petani kita,” tegas Gubernur.

Dalam arahannya, Gubernur meminta pemerintah kabupaten/kota segera mengidentifikasi gudang yang memenuhi syarat dari sisi status, kondisi, lokasi, daya tampung, serta menunjuk narahubung yang bertanggung jawab. Gudang-gudang ini diharapkan dapat menjadi titik penampungan jagung dari petani.

Selain itu, Gubernur juga meminta dukungan dari Polda NTB dan Dinas Perhubungan untuk mempermudah akses transportasi jagung, termasuk membuka kemungkinan penambahan armada kapal pengangkut hasil panen. Di sisi hulu, petani diimbau untuk tidak memanen jagung sebelum usia tanam mencapai 115 hari guna memastikan pengeringan alami berjalan optimal dan kualitas jagung tetap terjaga.

Langkah strategis lainnya adalah pertemuan antara Dinas Ketahanan Pangan dan Perum Bulog NTB dengan para pembeli untuk memetakan daya serap pasar, sekaligus mengidentifikasi spesifikasi kualitas jagung yang dibutuhkan.

Gubernur juga mendorong Perum Bulog Kanwil NTB agar mengupayakan peningkatan alokasi pembelian menjadi 200.000 ton, serta memperjelas standar kualitas jagung yang dapat diserap.

Bupati Sumbawa, Syafaruddin Jarot, yang baru saja mengikuti koordinasi terkait CJP di tingkat pusat, menambahkan tarif transportasi ke Pulau Sumbawa diharapkan tetap stabil. Ia juga menekankan pentingnya pembayaran yang tepat waktu oleh Bulog, serta dukungan tambahan berupa gudang, alat pengering (corn dryer), pengendalian kualitas, dan pengemasan jagung maksimal 70 kilogram per karung untuk efisiensi distribusi. (ham)