Wednesday, April 15, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 329

Keterbatasan Anggaran Tak Halangi BPPD NTB Promosikan Pariwisata

0
Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap berkomitmen memajukan sektor pariwisata. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni penyusunan dan penyempurnaan Key Performance Indicator (KPI) periode 2024–2027 yang digelar dalam rapat pada Sabtu, 12 April 2025.

Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, menyatakan KPI yang dirancang diselaraskan dengan visi dan misi Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dan Wakil Gubernur Hj. Dinda Damayanti, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2025–2029.

“KPI ini akan menjadi alat ukur kinerja yang langsung dilaporkan kepada Gubernur. Penyusunan indikator juga mempertimbangkan kebutuhan pasar pariwisata untuk mendorong NTB menjadi destinasi wisata berkelas dunia,” ujarnya.

Beberapa indikator baru dalam KPI mencakup sektor strategis seperti Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) serta sport tourism. Menurut Sahlan, penambahan ini merupakan bentuk inovasi agar KPI BPPD NTB semakin adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata global.

Anggota BPPD NTB, Dr. Ali Muhtasom, menambahkan bahwa KPI yang disusun fokus pada output, outcome, dan impact jangka panjang dari program-program promosi pariwisata.

“Kami sedang membangun fondasi kerja yang terukur, realistis, dan berdampak nyata terhadap kemajuan pariwisata NTB,” ujar Direktur Poltekpar tersebut.

Rapat penyempurnaan KPI diikuti oleh jajaran pengurus BPPD NTB, termasuk Ketua Sahlan M. Saleh, Wakil Ketua Dewantoro Ombu Joka, Sekretaris HL Fatwir Uzali, serta anggota lainnya seperti Dr. Ali Muhtasom, Mustamar, Abdus Syukur, dan Badrun.

Dalam dokumen KPI terbaru, BPPD NTB menetapkan visi menjadikan NTB sebagai destinasi wisata berkelanjutan berkelas dunia. Strategi utama meliputi promosi digital terintegrasi, penguatan wisata ramah muslim, pelestarian budaya lokal, peningkatan kualitas SDM dan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi dan riset pasar berbasis big data.

Indikator kuantitatif yang ditetapkan mencakup target kunjungan wisatawan, tingkat hunian hotel, frekuensi penerbangan langsung, dan volume investasi sektor pariwisata. Sementara indikator kualitatif meliputi tingkat kepuasan wisatawan, ulasan positif di media sosial, keberlanjutan lingkungan, dan keamanan destinasi.

BPPD NTB juga menargetkan produksi dua hingga tiga konten promosi baru setiap bulan, unggahan harian di media sosial, serta peningkatan pengunjung situs resmi hingga 100.000 per bulan. Empat event promosi besar dan 20 pelatihan kolaboratif untuk 500 pelaku pariwisata juga direncanakan setiap tahun.

Hasil jangka panjang diukur melalui peningkatan pengikut media sosial sebesar 20–30 persen per tahun dan peningkatan daya saing NTB sebagai destinasi unggulan global.

Untuk mendukung target tersebut, BPPD NTB aktif memproduksi konten kreatif seperti video, artikel tematik, kontes foto dan video wisata, serta kampanye media internasional. Seluruh strategi dilakukan melalui pendekatan kolaboratif hexahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, media, komunitas, dan pelaku usaha.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan, BPPD NTB juga mendorong pemanfaatan energi terbarukan, pembangunan infrastruktur ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah di destinasi wisata. Pelibatan masyarakat lokal diperkuat melalui pelatihan dan pendampingan intensif.

Dengan KPI yang strategis dan adaptif, BPPD NTB optimistis dapat mengakselerasi pertumbuhan sektor pariwisata NTB secara berkelanjutan dan kompetitif, baik di tingkat nasional maupun internasional. (bul)

Pemenang Tender Ditetapkan, Perbaikan Jalan Terong Tawah Dimulai Mei

0
Warga melakukan aksi tanam pohon dan "mancing ikan" di kubangan jalan Terong Tawah sebagai bentuk tuntutan agar jalan itu segera diperbaiki(ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) memastikan pengerjaan perbaikan Jalan Terong Tawah di Kecamatan Labuapi akan dimulai pada awal Mei 2025. Hal ini menyusul telah ditetapkannya pemenang tender proyek tersebut.

“Seluruh tahapan dan mekanisme proses pengerjaan ruas Jalan Terong Tawah yang telah lama dinantikan masyarakat akan segera kami laksanakan tahun ini,” ujar Sekretaris Dinas PUTR Lombok Barat, Lalu Ratnawi, Senin 20 April 2025.

Ia menegaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat berkomitmen memperbaiki jalan sepanjang lebih dari 7 kilometer tersebut. Seluruh proses pengerjaan akan dilaksanakan secara akuntabel dan transparan.

Menurutnya, seluruh tahapan dalam proyek ini dijalankan sesuai dengan aturan dan prosedur yang berlaku. “Secara administrasi dan pelaksanaan, semuanya harus mengikuti regulasi,” jelasnya.

Ratnawi mengungkapkan, proses lelang telah mencapai tahap pengumuman pemenang, disertai masa sanggah selama lima hari kerja yang akan berakhir pada 21 April 2025.

“Setelah masa sanggah berakhir, akan dilakukan review laporan hasil pemilihan penyedia oleh PPK/KPA. Proses ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan yang dilaksanakan oleh pokja sudah sesuai ketentuan,” terangnya.

Selanjutnya, akan digelar rapat persiapan penandatanganan kontrak antara penyedia dan KPA/PPK untuk membahas dan menyepakati klausul-klausul dalam kontrak kerja.

“Penandatanganan kontrak direncanakan berlangsung antara 29 April hingga 20 Mei 2025,” pungkasnya.

Sebelumnya, warga sempat menggelar aksi tanam pohon dan memancing di kubangan Jalan Terong Tawah sebagai bentuk protes dan tuntutan agar jalan segera diperbaiki. (her)

Tidak Pengaruhi Ekspor NTB

0
Baiq Nelly Yuniarti (ekbisntb.com/ris)

KEBIJAKAN tarif impor yang dikenakan ke 180 negara termasuk Indonesia oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tidak mempengaruhi ekspor vanili organik NTB ke negara tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan pihak buyer tetap mengimpor komoditas vanili organik NTB meskipun Trump menaikkan tarif impor dan bea masuk hingga 32 persen yang kini naik menjadi 47 persen.

‘’Ternyata dari pihak buyer menyatakan tetap, karena komoditi ini tidak bisa digantikan. Komoditi organik tidak bisa digantikan. Tidak ada substitusinya. Amerika siap menerima kondisi itu,’’ ujarnya, Senin 21 April 2025.

Dia mengaku, alasan buyer Amerika tetap memilih vanili organik NTB sebab komoditas ini tidak bisa digantikan oleh komoditas lain. Sementara, beberapa produk lain yang juga diekspor ke Amerika seperti Home Dekor, perhiasan, dan beberapa hasil laut masih dalam pembahasan.

“Untuk produk lainnya mau tidak mau kita harus berinovasi untuk menemukan pasar-pasar baru yang kebijakannnya refresentative dengan Indonesia,” katanya.

Pasar baru yang dibidik oleh Pemprov NTB adalah pasar Asia dan Afrika. Dua benua ini dinilai memiliki tipe pasar yang sama dengan NTB.

Pun pemerintah pusat yang dalam hal ini Kementerian Perdagangan sudah mulai menggalakkan dua benua tersebut untuk menjadi pasar sasaran ekspor Indonesia, termasuk dengan NTB.

“Sehingga kalau memang fokus negara ke Asia Afrika kita akan coba ke sana. Ini kita sudah coba pertemuan zoom dengan teman-teman di Kemenlu,” terangnya.

Untuk memaksimalkan potensi produk NTB, Nelly mengaku akan mencoba membuka ruang pameran pada 9 Mei 2025 mendatang bertetapan dengan kunjungan 25 Duta Besar RI ke eks Pelabuhan Ampenan. “Itu ada ruang mereka kita arahkan ke pusat UMKM kita, nah di sana mereka bisa melihat produk-produknya,” ucapnya.

Kendati telah membidik pasar Asia-Afrika, Nelly mengaku Pemprov NTB masih mengalami kendala untuk mengoptimalkan pasar tersebut sebab adanya kendala konektivitas. Sehingga NTB hanya memanfaatkan negara-negara familiar seperti Amerika, Jepang, China sebagai negara tujuan ekspor. (era)

Maret 2025, Komoditas Ekspor NTB Paling Banyak ke Amerika Serikat 

0
Wahyudin (ekbisntb.com/dok)

Lombok (ekbisntb.com) – Nilai ekspor Provinsi NTB Bulan Maret 2025 sebesar 6,28 juta Dolar AS mengalami penurunan sebesar 13,76 persen jika dibandingkan dengan ekspor Bulan Februari 2025 sebesar 3,8 juta Dolar AS. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, nilai ekspor Provinsi NTB Bulan Maret 2025 mengalami penurunan sebesar 96,02 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin mengatakan, nilai ekspor Provinsi NTB Bulan Maret 2025 menurut negara tujuan menunjukkan Amerika Serikat menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor terbesar yaitu 2,5 juta Dolar AS atau sekitar 41,11 persen.

“Negara dengan nilai ekspor Provinsi NTB Bulan Maret 2025 tertinggi kedua adalah Malaysia dengan nilai 2,1 juta Dolar AS atau sekitar 34,59 persen, kemudian disusul Puerto Rico yaitu sebesar 551.669 Dolar AS atau sekitar 8,79 persen,” kata Wahyudin saat menyampaikan berita statistik, Senin 21 April 2025.

Kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan Maret 2025 adalah ikan dan udang sebesar 2,2 juta Dolar AS lebih atau 35,55 persen. Negara tujuan ekspor kelompok komoditas ikan dan udang pada Bulan Maret 2025 adalah Amerika Serikat, Poerto Rico, Kanada, dan lainnya.

Sementara itu ekspor kendaraan dan bagiannya sebesar 2,06 juta Dolar AS atau 32,82 persen. Barang jenis ini ditujukan ke Malaysia. Selanjutnya komoditas daging dan ikan olahan sebesar 1,07 juta Dolar AS atau 17,19 persen. Ekspor kelompok daging dan ikan olahan ini ditujukan ke Amerika Serikat dan Singapura.

Provinsi NTB juga mengekspor perhiasan atau permata sebesar 378 ribu Dolar AS atau 6,03 persen yang ditujukan ke Jepang, Hongkong, Tiongkok, dan lain-lain. Adapun komoditas garam, belerang, kapur sebesar 237 ribu Dolar AS dan komoditas biji-bijian berminyak sebesar 149 ribu Dolar AS.

Selain ekspor, Provinsi NTB juga kedatangan barang impor di bulan Maret 2025. Di mana nilai impor Provinsi NTB Bulan Maret 2025 sebesar 19,6 juta Dolar AS. Ini berarti impor Provinsi NTB mengalami kenaikan sebesar 41,92 persen dibandingkan dengan impor Bulan Februari 2025 sebesar 13,8 juta Dolar AS.

Nilai impor Provinsi NTB Bulan Maret 2025 terbesar berasal dari Jepang dengan nilai 6,2 juta Dolar AS atau sekitar 31,88 persen, Australia dengan nilai 4.9 juta Dolar AS atau sekitar 25,25 persen. Kelompok komoditas impor Provinsi NTB dengan nilai terbesar pada Bulan Maret 2025 adalah mesin-mesin / pesawat mekanik sebesar 10,8 juta Dolar AS.(ris)

Menteri Pertanian Ingin Sumbawa Jadi Sentra Industri Hilir

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan panen raya jagung di Samota, Kabupaten Sumbawa(ekbisntb.com/ils)

Lombok (ekbisntb.com) – Menteri Pertanian, Dr.Andi Amran Sulaiman menginginkan wilayah Pulau Sumbawa menjadi sentra industri hilir jagung dan sapi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan peternakan dari wilayah tersebut. Harapan ini disampaikan Amran, setelah melihat data Pulau Sumbawa merupakan daerah penghasil jagung dan sapi terbesar di NTB.

Pernyataan itu dia sampaikan saat melakukan panen raya jagung di Samota, Kabupaten Sumbawa, Senin 21 April 2025. ‘’Jika lompatan ini bisa kita lakukan, maka kita bisa bayangkan lompatan harga hasil produksi bisa 10 kali lipat jika sudah dalam bentuk jadi,’’ ujar Menteri Amran.

Pulau Sumbawa merupakan daerah penghasil jagung dan sapi terbesar di NTB. Pada 2024, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebanyak 1,21 juta ton. Adapun total populasi sapi mencapai 811.886 ekor yang di antaranya 411.424 ekor berada di Pulau Sumbawa.

Menteri Amran optimistis di bawah kepemimpinan Gubernur NTB, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal target besar itu bisa dilakukan dan diwujudkan segera melalui kerja keras dan kolaborasi antar pemerintah di NTB. ‘’Saya optimistis Nusa Tenggara Barat dapat melakukan lompatan luar biasa di bawah kepemimpinan Gubernur yang baru. Gubernur dan bupati juga harus menyatu pasti bisa,’’ kata Amran.

Per Maret 2025, realisasi luas tanam jagung mencapai 79.105 hektare dengan angka produksi sebanyak 574.302 ton.

Harga jagung di lapangan saat ini hanya Rp3.700 per kilogram, padahal harga yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp5.500 kilogram. Sedangkan, harga gabah di lapangan sebesar Rp5.900 per kilogram terpaut cukup jauh dengan harga gabah pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Menteri Amran meminta Perum Bulog untuk menyerap hasil panen sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Dia juga meminta pemerintah daerah untuk dapat menyiapkan gudang penyimpanan hasil panen petani.

‘’Saya minta Bupati siapkan gudang nanti negara yang bayar sewanya. Bulog, Babinsa, dan PPL (petugas penyuluh lapangan) juga saya minta awasi harga pembelian di tingkat petani. Mulai hari ini tidak ada lagi pembelian hasil panen petani yang tidak sesuai standar harga yang telah ditetapkan pemerintah,’’ tegasnya.

Dikonfirmasi wartawan terkait anjloknya harga jagung saat ini. Andi Amran Sulaiman, memastikan akan terus mendorong industrialisasi terhadap hasil pertanian untuk menekan anjloknya harga saat panen raya tiba khususnya tanaman jagung. ‘’Jadi, anjloknya harga jagung sekarang tidak seperti tahun sebelumnya. Tetapi kami akan tetap berusaha memperbaikinya karena tidak mungkin bisa dilakukan secara sempurna,’’ terangnya.

Dikatakan Amran, pola industrialiasasi produk pertanian yang dilakukan nantinya harus mendekati lahan-lahan jagung yang ada di masing-masing daerah. Sehingga hasilnya bisa digunakan untuk pakan ternak dan minyak jagung yang bersumber dari bahan baku jagung.

‘’Ini yang namanya hilirisasi, dan kita tetap akan terus mendorong hal itu. Sehingga harga jagung itu bisa lebih stabil,’’ katanya.

Amran juga berharap agar Sumbawa bisa menjadi lumbung pangan khususnya jagung dan  padi melalui pola hilirisasi. Sehingga nilai jualnya bisa terus bertambah dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Akses transportasi yang jauh, misalnya jagung dari Kabupaten Sumbawa harus dibawa ke luar pulau akan membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Karena hal itu berkaitan dengan biaya transportasi ke lokasi pabrik dan biaya tambahan lainnya. ‘’Memang ini (industrialisasi) yang akan terus kita dorong supaya harga yang berlaku di pasaran bisa lebih stabil,’’ujarnya.

Ia menambahkan, program hilirisasi produk pertanian menjadi atensi pemerintah karena ketersediaan bahan baku sudah sangat mencukupi baik itu jagung maupun padi. Hal tersebut menjadi harapan sehingga akan meningkatkan daya beli dan bisa mensejahterakan masyarakat khususnya petani.

‘’Kita harus bekerja secara maksimal, jika hari ini kita hanya bekerja selama 8 jam maka harus kita tingkatkan menjadi 20 jam. Jika pola kerja bisa dilakukan secara optimal maka hasil yang didapatkan juga akan maksimal,’’ tukasnya. (ils/r)

IHSG Ditutup Menguat Tipis Ikuti Mayoritas Bursa Kawasan Asia

0
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (ekbisntb.com-Ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore, ditutup naik tipis mengikuti penguatan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 7,70 poin atau 0,12 persen ke posisi 6445,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,90 poin atau 0,12 persen ke posisi 721,79.

“Pelaku pasar menilai negosiasi Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) belum menunjukkan hasil negosiasi yang konkret bagi kedua pihak,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, di Jakarta, Senin.

Pertemuan delegasi Indonesia dengan United States Trade Representative (USTR) dan Departemen Perdagangan AS di Washington DC menyepakati untuk menyelesaikan perundingan tarif perdagangan bilateral dalam jangka waktu 60 hari ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengkhawatirkan terdapat potensi pemberlakuan tarif impor AS terhadap produk Indonesia hingga 47 persen, yang dapat berdampak bagi daya saing ekspor Indonesia, sehingga ke depan dapat memberikan dampak terhadap surplus neraca perdagangan Indonesia.

Neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar 4,33 miliar dolar AS pada Maret 2025, sebagaimana laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Namun pelaku pasar khawatir apabila tarif resiprokal diterapkan oleh AS dapat berdampak terhadap penurunan neraca perdagangan ke depan.

Dari mancanegara, kebijakan Presiden AS Donald Trump diprediksi akan memperlambat pertumbuhan ekonomi global, setelah International Monetary Fund (IMF) memperkirakan tantangan tarif akan memangkas proyeksi pertumbuhan namun tidak terjadi resesi.

Di sisi lain, pelaku pasar merespon pernyataan Donald Trump di media sosial terkait Ketua The Fed Jerome Powell yang tidak bisa cepat, dan menyerukan The Fed untuk memangkas suku bunga acuannya.

Pelaku pasar menilai hal itu akan mengancam independensi The Fed, yang mana terlihat Trump tampaknya frustasi karena The Fed belum memangkas suku bunga acuannya.

Sementara itu, Bank Sentral Tiongkok (PBoC) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah selama enam bulan berturut-turut pada April 2025. Suku bunga acuan pinjaman satu tahun dipertahankan pada 3,1 persen, sedangkan LPR lima tahun tetap pada 3,6 persen.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat di mana sektor teknologi paling tinggi yaitu 3,39 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor industri yang naik masing-masing 1,42 persen dan 0,40 persen.

Sedangkan tujuh sektor terkoreksi yaitu paling dalam sektor barang konsumen primer minus 0,95 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor energi yang masing-masing minus 0,76 persen dan 0,73 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar, yaitu FITT, FORU, FMII, DILD, dan BABY. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni SMDM, ITMG, FORE, MEJA, dan NINE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 987.803 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 14,76 miliar lembar saham senilai Rp8,43 triliun. Sebanyak 289 saham naik, 295 saham menurun, dan 220 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini, antara lain indeks Nikkei melemah 450,36 poin atau 1,30 persen ke 34.279,92, indeks Kuala Lumpur menguat 0,07 poin atau 0,00 persen ke 1.499,47, indeks Shanghai naik 14,70 poin atau 0,45 persen ke 3.291,43, dan indeks Strait Times menguat 42,83 poin atau 1,15 persen ke 3.763,16. (ant)

Emas Antam pada Senin Naik Rp15.000 Menjadi Rp1,980 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia Senin 21 April 2025 naik Rp15.000 menjadi Rp1.980.000 juta per gram, setelah dua hari sebelumnya stabil di angka Rp1.965.000.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik Rp1.829.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:
– Harga emas 0,5 gram: Rp1.040.000.
– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.980.000.
– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.900.000.
– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.825.000.
– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.675.000.
– ⁠Harga emas 10 gram: Rp19.295.000.
– ⁠Harga emas 25 gram: Rp48.112.000.
– ⁠Harga emas 50 gram: Rp96.145.000.
– ⁠Harga emas 100 gram: Rp192.212.000.
– ⁠Harga emas 250 gram: Rp480.265.000.
– ⁠Harga emas 500 gram: Rp960.320.000.
– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.920.600.000.
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.(ant)

Pemkot Bima Libatkan 70 Ribu Orang untuk Ramaikan Festival Rimpu

0
Festival Rimpu(ekbisntb.com/ant)

Bima (ekbisntb.com) – Pemerintah Kota Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar Festival Rimpu dengan melibatkan sebanyak 70 ribu orang untuk menghadiri ajang bertajuk The Jewel of Bima pada 24-26 April 2025 mendatang.

“Tahun ini Festival Rimpu hadir lebih megah dengan melibatkan lebih dari 70 ribu peserta dari berbagai lapisan masyarakat dan lintas wilayah, menjadikannya salah satu perayaan budaya terbesar di Indonesia Timur,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima Muhammad Natsir dalam keterangan di Mataram, Senin.

Natsir mengatakan Festival Rimpu tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga memperkuat identitas lokal Bima melalui pelestarian budaya. Rimpu merupakan jilbab khas perempuan Bima yang sarat makna dan nilai-nilai sosial.

Bagi masyarakat Bima, rimpu adalah simbol ekspresi perempuan yang responsif, mandiri, dan bermartabat. Melalui festival itu, pemerintah daerah setempat ingin menunjukkan bahwa budaya bukan hanya masa lalu, tapi juga masa depan yang harus menjadi gaya hidup.

Natsir menegaskan dalam tampilan seni dan budaya diwajibkan semua peserta memakai bahan berbalut rimpu dan tembe nggoli (tenun khas Bima).

“Semua itu dilakukan untuk mendongkrak Kota Bima sebagai kota berorientasi budaya dalam membangun pariwisata. Untuk daerah (peguyubannya) lain disyaratkan untuk memakai rimpu, nggoli. Namun, juga harus menunjukkan kekuatan identitas mereka sendiri,” kata Natsir.

Festival Rimpu melibatkan semua elemen masyarakat mulai dari instansi pemerintahan, pelajar, mahasiswa, pemuda, BUMN, TNI-Polri, komunitas, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai paguyuban.

Perwakilan dari Kabupaten Bima, Dompu, Manggarai hingga Sumba di Nusa Tenggara Barat juga dipastikan turut berpartisipasi menjadikan festival itu sebagai wadah kolaborasi budaya lintas daerah.

Salah satu kegiatan dalam festival tersebut adalah parade massal para perempuan yang mengenakan rimpu dengan motif dan warna khas tenun Bima. Mereka memadati jalan-jalan utama di kota tersebut.

Festival Rimpu juga diramaikan dengan berbagai kegiatan seni budaya, pertunjukan fesyen berbahan tenun lokal, pertunjukan musik tradisional hingga bazar UMKM turut digelar dengan konsep yang kental kearifan lokal.

“Festival itu membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk naik kelas. Semangat kami adalah menghadirkan pertumbuhan ekonomi berbasis budaya yang inklusif,” pungkas Natsir. (ant)

Terobosan Bupati Lobar, Alokasikan Rp5,5 Miliar Subsidi Bunga Pinjaman UMKM di BPR NTB

0
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini dan wakilnya, serta Dirut BPR NTB, Sudharmana, memulai program pembiayaan kepada UMKM dengan subsidi bunga dari Pemkab Lombok Barat(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Sebanyak puluhan ribu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Lombok Barat menjadi target penerima kredit/pinjaman tanpa bunga dari Bank Perkreditan Rakyat Nusa Tenggara Barat (BPR NTB) pada tahun ini. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara BPR NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dengan subsidi bunga senilai Rp5,5 miliar yang dialokasikan langsung oleh Bupati H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ).

Direktur Utama BPR NTB, Sudharmana, mengaku cukup terkejut dan bersyukur atas perhatian besar dari Pemkab Lombok Barat terhadap sektor UMKM. Ia menyebut bahwa bantuan subsidi bunga tersebut menjadi angin segar bagi pelaku usaha kecil menengah yang selama ini kesulitan mendapatkan pembiayaan.

“Alhamdulillah, ini terobosan luar biasa dari Pak Bupati. Tiba-tiba kami dipercaya mengelola subsidi bunga sebesar Rp5,5 miliar untuk membantu UMKM. dengan alokasi anggaran daerah untuk subsidi bunga kredit UMKM ini, target kami membiayai 34.000 pelaku UMKM di Lombok Barat tahun ini,” kata Sudharmana.

Melalui program ini, pelaku UMKM bisa mendapatkan kredit mulai dari Rp1 juta hingga Rp25 juta tanpa bunga. Untuk pinjaman di bawah Rp10 juta, nasabah tidak diwajibkan memberikan jaminan. Sementara untuk kredit di atas Rp10 juta, dibutuhkan jaminan berupa BPKB sepeda motor atau sertifikat tanah, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program ini telah dimulai sejak hari pertama peluncurannya, di mana sebanyak 23 pelaku UMKM telah menerima pencairan kredit dengan total Rp350 juta hingga minggu ke 2 Bulan April 2025.

“Direksi sudah memanggil seluruh kepala cabang kami di Lombok Barat dan meminta keseriusan dalam menyukseskan program ini,” tambah Sudharmana.

Selain itu, BPR NTB juga bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk memastikan calon penerima memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Bagi UMKM yang belum memiliki NIB, BPR NTB akan membantu memfasilitasi proses pendaftarannya ke dinas terkait agar dapat masuk ke dalam database penerima manfaat.

“Kalau belum masuk database, jangan khawatir, kami akan bantu buatkan NIB dan daftarkan. Yang penting datang saja ke lima cabang kami di Lombok Barat,” tutupnya.

Program terobosan Bupati Lombok Barat ini diharapkan dapat memperkuat sektor UMKM di Lombok Barat dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah.(bul)

Rayakan Hari Kartini, LWC Berdayakan Warga Binaan Lapas Perempuan Lewat Pelatihan Soft Skill

0
Indah purwanti, LWC memberikan pelatihan kepada warga binaan lapas perempuan Mataram.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus merayakan ulang tahun ke-6, komunitas Lombok Womenpreneur Club (LWC) menggelar program pelatihan keterampilan (soft skill) bagi warga binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kota Mataram, pada Senin, 21 April 2025.

Program ini menjadi momen perdana bagi LWC berbagi dengan warga binaan, dengan harapan pelatihan yang diberikan dapat menjadi bekal keterampilan bagi mereka setelah bebas dan kembali ke masyarakat.

“Hari ini adalah momen spesial karena bertepatan dengan Hari Kartini, dan tahun ini LWC merayakannya dengan cara yang berbeda—berbagi keterampilan bersama warga binaan perempuan,” ujar Founder LWC, Indah Purwanti.

Pada pelatihan angkatan pertama ini, warga binaan mendapatkan pelatihan keterampilan baking seperti membuat roti sobek dan pie susu. Sebelumnya, beberapa warga binaan juga telah diberdayakan untuk memproduksi isi dari paket snack box yang biasa dikelola oleh organisasi LWC.

“Kita juga bantu mereka menambah varian isi snack box, jadi tidak hanya satu jenis. Harapannya mereka punya kemampuan yang bisa dikembangkan untuk menambah penghasilan,” tambah Indah.

Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung selama tiga bulan, mulai April hingga Juni, dengan materi beragam seperti cooking, baking, pembuatan kerajinan mutiara, macrame, serta pelatihan spa untuk badan dan wajah. Total ada enam kelas pelatihan, yang difasilitasi oleh sekitar 30 anggota LWC dengan tujuh orang mentor yang akan bergiliran.

Setiap warga binaan diberi kebebasan memilih pelatihan sesuai minat dan kemampuannya. “Kami memilih LPP Kota Mataram sebagai pusat pelatihan karena subjeknya adalah perempuan, dan kami ingin perempuan-perempuan di sini mendapatkan perhatian serta peluang untuk mandiri,” jelas Indah.

Pelatihan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak LPP. PLT Kepala LPP Kota Mataram, Romana Maria, menyambut baik inisiatif tersebut.

“Dengan adanya pelatihan ini, saya sangat berharap warga binaan perempuan setelah keluar dari sini bisa kembali ke masyarakat dan memiliki pekerjaan mandiri,” kata Romana.

Sebanyak 20 warga binaan mengikuti program ini. Mereka tidak hanya dari LPP, tetapi juga dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) yang sedang menjalani masa pembebasan bersyarat. Para eks-warga binaan bahkan telah mengembangkan keterampilannya melalui unit usaha kecil di bawah naungan “Pas Kreatif”, dan berjualan kue setiap pagi di Griya Abdi Fire.

Program pelatihan dari LWC ini akan ditutup pada awal Juni, dan produk hasil pelatihan akan dipamerkan pada acara “Womenpreneur Day” yang rencananya digelar bulan Juli mendatang oleh LWC.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa menyentuh hati warga binaan dan memotivasi mereka untuk menjadi perempuan yang lebih baik setelah keluar dari sini, serta mampu menjalankan aktivitas positif yang meningkatkan pendapatan,” tutup Indah.(bul)