Kota Bima (ekbisntb.com) – Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, S.E.,meminta organisasi perangkat daerah teknis menindak tegas praktik pungutan liar retribusi parkir dan ternak yang berkeliaran. Langkah ini perlu dilakukan agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Seperti diketahui, masalah ternak liar dan praktik pungutan liar (pungli) parkir di wilayah Kota Bima, masih menjadi keluhan masyarakat. Sejumlah ruas jalan protokol dan fasilitas umum masih ditemukan ternak seperti sapi dan kambing berkeliaran hingga masuk ke badan jalan. Hal ini membahayakan pengguna jalan serta merusak fasilitas publik, terutama di kawasan taman kota dan jalur utama.
Selain itu, keluhan terhadap praktik parkir liar juga masih marak terjadi di sejumlah titik strategis. Warga mengeluhkan adanya pungutan parkir tanpa karcis resmi serta tarif yang tidak sesuai ketentuan. Praktik tersebut dinilai merugikan masyarakat sekaligus berpotensi menyebabkan kebocoran pendapatan daerah dari sektor retribusi parkir.
Wali Kota menegaskan permasalahan pungli dan ternak yang berkeliaran perlu penanganan serius. Ia pun meminta seluruh perangkat daerah segera mengambil langkah konkret di lapangan.
“Penegakan aturan harus segera diberlakukan. Oknum pelaku pungli maupun masyarakat yang masih membiarkan ternaknya berkeliaran di tempat umum harus segera melakukan evaluasi diri demi kepentingan bersama,” tegasnya, Selasa (14/4).
Wali Kota juga menekankan bahwa pembiaran terhadap ternak liar dan parkir liar tidak dapat ditoleransi, karena menyangkut keselamatan masyarakat serta ketertiban kota. “Hewan ternak yang dilepasliarkan di jalan umum sangat membahayakan pengguna jalan dan merusak fasilitas kota. Begitu juga dengan parkir liar yang menimbulkan kemacetan dan menarik retribusi diluar ketentuan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.
Seluruh aparatur harus menjalankan tugas sesuai tanggung jawab kepada masyarakat serta tidak ragu melakukan penindakan sesuai aturan yang berlaku. “Saya tidak ingin ada bahasa tidak bisa ditindak, kita ini di gaji oleh rakyat. Kalau saya berpikir politik, tidak ingin menindak, tetapi ini bentuk pengabdian dan kecintaan saya untuk daerah ini. Saya inginkan masalah ternak liar dan parkir liar ini segera diselesaikan,” pungkasnya. (hir)






