Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 310

Emas Antam pada 5 Mei Naik Tipis Rp3.000 Menjadi Rp1,905 Juta Per gram

0
Harga Emas(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia Senin 5 Mei 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp3.000, dari semula Rp1.902.000 menjadi Rp1.905.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut naik ke angka Rp1.754.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.002.500.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.905.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.750.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.600.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.300.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.545.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.237.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp92.395.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp184.712.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp461.515.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp922.820.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.845.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Rencana Penghapusan Outsourcing Bentuk Kepedulian Pemerintah ke Buruh

0
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan rencana penghapusan outsourcing atau pekerja alih daya merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada buruh.

“Ya, outsourcing ini yang pertama teman-teman, kita harus lihat seperti yang saya sampaikan, respons dari Pak Presiden RI Prabowo Subianto bahwa ini kepedulian beliau menangkap aspirasi dari pimpinan serikat buruh,” ujar Yassierli di Jakarta, Senin.

Dirinya melihat bahwa praktik outsourcing di lapangan memang banyak menimbulkan masalah.

“Kalau kita lihat memang praktik outsourcing banyak masalah. Jadi ada orang yang kemudian sudah usianya 40 tahun, 50 tahun masih saja berstatus pekerja alih daya tanpa ada karir dengan gajinya tetap Upah Minimum Provinsi (UMP), bahkan ada yang kontraknya UMP tapi ternyata realitasnya dibayarnya seperti apa, jadi ini banyak kasus,” katanya.

Pemerintah selalu hadir untuk memberikan kepastian kepada para pekerja seperti jaminan sosial dan seterusnya.

“Pak Presiden RI minta kalau kita cermati dihapuskan tapi juga realistis, dan kemudian meminta Dewan Kesejahteraan Buruh untuk turut mengkaji itu. Nah ini yang nanti teman-teman, semangat kita sekali lagi adalah negara hadir untuk memberikan kepastian kepada pekerja seperti jaminan sosial dan seterusnya,” kata Yassierli.

Sebagai informasi, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, arahan dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait persoalan outsourcing atau pekerja alih daya, akan menjadi landasan dalam penyusunan Peraturan Menteri.

Yassierli menyatakan bahwa pernyataan Prabowo tentang outsourcing merupakan bukti bahwa pemerintah aspiratif dan memahami kegundahan pekerja/buruh Indonesia.

Menaker menegaskan bahwa segala kebijakan ketenagakerjaan harus sejalan dengan norma konstitusi sebagaimana tertuang dalam Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28D ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 yang menjamin hak setiap orang untuk bekerja serta memperoleh imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.

Ia pun menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Ketenagakerjaan tengah melakukan kajian untuk menyiapkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang lebih berkeadilan. (ant)

Meritokrasi sebagai Fondasi – Tata Kelola Bank NTB Syariah yang Profesional

0
Riduan Mas’ud(ekbisntb.com/bul)

oleh. Riduan Mas’ud
Dekan FEBI UIN Mataram/Sekretaris Tim Seleksi Calon Pengurus Bank NTB Syariah

Dalam lanskap ekonomi modern yang sarat dengan tuntutan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi, institusi keuangan terutama yang berada di bawah pengawasan publik seperti Bank Pembangunan Daerah menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tidak cukup lagi bagi bank hanya menunjukkan performa finansial yang sehat atau pertumbuhan laba tahunan semata. Di tengah ekspektasi publik yang kian tinggi dan ketatnya pengawasan dari regulator, keberhasilan suatu lembaga keuangan semakin bergantung pada kualitas tata kelola institusinya.

Tata kelola yang baik atau good corporate governance tidak hanya ditentukan oleh regulasi dan sistem prosedural yang ketat, tetapi juga sangat ditentukan oleh siapa yang berada di balik kemudi organisasi. Di sinilah prinsip meritokrasi memainkan peran krusial: ia menekankan bahwa posisi kepemimpinan dan pengambilan keputusan harus dipegang oleh individu yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kapabilitas strategis bukan karena faktor afiliasi politik, koneksi pribadi, atau warisan kekuasaan lama.

Bank NTB Syariah, sebagai bank pembangunan daerah yang telah melakukan transformasi menjadi bank syariah penuh sejak tahun 2018, menyadari bahwa keberhasilannya dalam menjalankan prinsip-prinsip ekonomi Islam juga sangat ditentukan oleh bagaimana lembaga ini dikelola. Transformasi syariah bukan sekadar perubahan nomenklatur dan produk layanan, tetapi juga perubahan paradigma dalam menata kelembagaan: dari yang mungkin sebelumnya bersifat birokratis dan politis, menuju ke arah profesional, kompetitif, dan beretika.

Dalam konteks ini, komitmen dari Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan meritokrasi sebagai fondasi utama tata kelola adalah langkah strategis dan progresif. Apalagi, praktik seleksi pengurus bank, baik direksi, komisaris, maupun Dewan Pengawas Syariah (DPS) telah dirancang secara terbuka, objektif, dan melibatkan lembaga-lembaga profesional, menunjukkan adanya keinginan kuat untuk keluar dari praktik-praktik lama yang sarat intervensi dan kompromi politik.

Penguatan tata kelola berbasis meritokrasi ini bukan hanya menjadi kebutuhan internal lembaga, tetapi juga sinyal positif kepada publik bahwa Bank NTB Syariah ingin menjadi contoh bank daerah yang profesional, etis, dan berorientasi pada keberlanjutan. Lebih dari itu, langkah ini juga merepresentasikan nilai-nilai inti dari keuangan syariah itu sendiri: amanah, keadilan (al-‘adl), dan itqan (profesionalisme). Dengan menggabungkan prinsip syariah dan praktik tata kelola modern, Bank NTB Syariah tidak hanya membangun institusi yang sehat secara struktural, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Apa Itu Meritokrasi?

Meritokrasi adalah sebuah sistem nilai dan pendekatan dalam tata kelola yang menempatkan individu dalam posisi atau tanggung jawab tertentu berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan integritas yang dimilikinya. Istilah ini berasal dari kata Latin meritum yang berarti “layak” atau “berhak”, dan secara sederhana dapat diartikan sebagai sistem yang memberi penghargaan atau kepercayaan kepada mereka yang memang pantas menerimanya berdasarkan prestasi dan kemampuan.

Dalam konteks organisasi modern terutama lembaga keuangan seperti bank, meritokrasi menjadi landasan penting untuk menjamin bahwa pengambilan keputusan, penempatan jabatan, serta perencanaan strategis tidak didasarkan pada hubungan personal, kedekatan politik, atau latar belakang sosial tertentu, melainkan semata-mata pada kualitas objektif seseorang. Dengan kata lain, seseorang yang menempati posisi penting dalam organisasi adalah mereka yang benar-benar “the right person in the right place.”

Meritokrasi bukan hanya mekanisme seleksi, tetapi juga mencerminkan kultur organisasi yang menjunjung tinggi keadilan, profesionalisme, dan transparansi. Ketika meritokrasi dijalankan dengan konsisten, maka budaya kerja yang terbentuk akan lebih sehat, kompetitif secara positif, dan terhindar dari praktik-praktik disfungsional seperti kolusi, nepotisme, atau politisasi jabatan.

Dalam dunia perbankan khususnya perbankan syariah, prinsip meritokrasi justru sejalan dan bahkan diperkuat oleh nilai-nilai Islam. Islam sangat menekankan pentingnya amanah (kepercayaan yang diberikan kepada orang yang layak), ‘adl (keadilan dalam perlakuan dan keputusan), serta itqan (profesionalisme dan ketelitian dalam bekerja). Ketiga prinsip ini sejatinya adalah pilar-pilar etika kerja dalam Islam yang jika dijalankan secara sistemik, akan menghasilkan sistem meritokratis secara alamiah.

Meritokrasi juga memainkan peran penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga perbankan. Dalam survei global yang dilakukan oleh Edelman Trust Barometer (2023), ditemukan bahwa kepercayaan terhadap institusi sangat dipengaruhi oleh persepsi publik atas integritas dan kompetensi para pemimpinnya . Dalam ekosistem keuangan, kepercayaan adalah modal utama, dan meritokrasi menjadi mekanisme untuk memastikan bahwa modal ini terus terjaga dan diperkuat.

Sebaliknya, ketika meritokrasi diabaikan, maka risiko yang muncul tidak hanya terkait dengan penurunan kinerja organisasi, tetapi juga menyangkut reputasi institusi, meningkatnya konflik internal, dan berkurangnya motivasi kerja dari talenta-talenta terbaik yang merasa tidak dihargai secara adil. Dalam jangka panjang, ini bisa menurunkan daya saing organisasi dan kepercayaan publik secara drastis.

Oleh karena itu, bagi Bank NTB Syariah dan institusi sejenis, meritokrasi bukan sekadar idealisme tata kelola, tetapi merupakan instrumen strategis untuk mencapai visi kelembagaan yang profesional, kredibel, dan berkelanjutan.

Komitmen PSP dan Pemilik Saham Bank NTB Syariah terhadap Meritokrasi

Komitmen PSP dan pemilik saham Bank NTB Syariah terhadap meritokrasi tidak hanya sebatas wacana, tetapi tercermin nyata dalam kebijakan dan praktik kelembagaan, terutama dalam proses seleksi pengurus bank. Penjaringan calon Direksi, Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah (DPS) dilaksanakan dengan sangat cermat melalui mekanisme yang menjunjung tinggi profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas.

Sebagai bukti konkret, sejak 24 April 2025, panitia seleksi pengurus Bank NTB Syariah membuka pendaftaran bagi calon direksi, komisaris, dan dewan pengawas syariah. Pendaftaran terbuka untuk umum bagi seluruh warga negara Indonesia. Calon pelamar bisa mendaftarkan diri secara langsung ke kantor Bank NTB Syariah maupun secara daring. Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dilibatkan sebagai head hunter profesional untuk membantu mencari sumber daya manusia handal di bidang perbankan syariah. LPPI akan menyerahkan 25 nama kepada panitia seleksi untuk diseleksi kembali, sebelum akhirnya nama-nama yang dianggap layak memimpin Bank NTB Syariah itu diserahkan oleh Gubernur NTB kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Proses seleksi ini menunjukkan komitmen Bank NTB Syariah untuk mendapatkan jajaran pengurus yang profesional dan kompeten demi memperkuat tata kelola serta kinerja lembaga keuangan syariah daerah tersebut. Sebanyak 97 pelamar untuk berbagai posisi direksi telah mendaftar, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para profesional di bidang perbankan.

Mengapa Meritokrasi Penting?

Penerapan prinsip meritokrasi bukan hanya menjadi agenda reformasi internal, tetapi juga akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja organisasi, kepercayaan publik, dan daya saing institusi. Dalam ekosistem perbankan yang penuh dinamika dan tuntutan regulatif, meritokrasi memastikan bahwa setiap kebijakan dan keputusan strategis dijalankan oleh individu yang benar-benar kompeten, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap kemajuan lembaga.

Khusus dalam konteks perbankan syariah, meritokrasi memiliki makna yang lebih dalam. Ia tidak semata-mata tentang keunggulan teknis atau kapasitas manajerial, tetapi juga mencakup pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai inti syariah seperti amanah, keadilan, dan profesionalisme. Oleh karena itu, figur-figur yang dipilih untuk memimpin tidak hanya dituntut andal dalam aspek finansial dan operasional, tetapi juga harus mampu merepresentasikan karakter etis dan spiritual yang menjadi ruh dari sistem keuangan syariah.

Melalui penerapan meritokrasi secara konsisten, Bank NTB Syariah tidak hanya sedang membangun fondasi manajemen modern yang adaptif dan efisien, tetapi juga secara bersamaan memperkuat identitasnya sebagai bank syariah yang otentik dan berprinsip. Ini adalah langkah strategis yang tidak hanya memperkuat posisi kompetitif bank di industri, tetapi juga memperdalam kepercayaan masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama.

Dengan meritokrasi, Bank NTB Syariah menunjukkan bahwa tata kelola modern dan nilai-nilai syariah bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan dua sisi dari mata uang yang sama saling menguatkan untuk mencapai keberlanjutan dan keberkahan dalam pengelolaan keuangan.

Tantangan dan Harapan

Menerapkan meritokrasi dalam sebuah institusi, khususnya bank daerah, tentu bukan tanpa tantangan. Tekanan eksternal, ekspektasi politik, serta sisa-sisa budaya birokrasi lama sering kali menjadi hambatan laten dalam mewujudkan sistem yang benar-benar objektif dan berbasis kompetensi. Tantangan ini kerap muncul dari berbagai arah, termasuk dari para pemilik saham yang memiliki kepentingan beragam dan berada pada organisasi kepartai yang beragam pula.

Namun, komitmen kolektif dari seluruh pemangku kepentingan terutama Dewan Komisaris, Pemegang Saham, dan Pemerintah Daerah menjadi kunci penting untuk menjaga arah perubahan ini tetap pada jalurnya. Keteguhan dalam menjunjung meritokrasi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang demi keberlanjutan dan kredibilitas lembaga, bukan semata keputusan teknis atau administratif.

Bank NTB Syariah telah menunjukkan bahwa keberanian untuk berubah, meskipun menghadapi tekanan dan tantangan, adalah syarat utama untuk tumbuh menjadi lembaga yang kuat dan dihormati. Jika prinsip meritokrasi terus ditegakkan secara konsisten, bank ini memiliki peluang besar untuk menjadi model tata kelola bank syariah daerah yang profesional, efisien, dan memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.

Dengan dukungan ekosistem yang sehat, kepemimpinan yang visioner, dan budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai syariah dan profesionalisme, Bank NTB Syariah tidak hanya akan menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga acuan nasional dalam membangun sistem keuangan syariah yang modern dan bermartabat.

Penutup

Meritokrasi bukan sekadar jargon kelembagaan atau hiasan dalam dokumen visi dan misi, ia adalah pilar transformasi yang menentukan arah dan kualitas tata kelola suatu institusi. Dalam tubuh Bank NTB Syariah, prinsip ini menjadi landasan penting untuk membangun sistem yang sehat, adaptif, dan bertanggung jawab.

Dengan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat berdasarkan kompetensi, integritas, dan pemahaman nilai-nilai syariah. Bank NTB Syariah tidak hanya memastikan keberlangsungan operasional yang efisien, tetapi juga menjamin kualitas layanan yang optimal kepada masyarakat. Keputusan-keputusan strategis menjadi lebih akurat, risiko dapat dikelola secara profesional, dan budaya organisasi tumbuh dalam suasana kepercayaan dan kolaborasi.

Dampaknya bukan hanya akan dirasakan secara internal, tetapi juga secara eksternal. Kepercayaan nasabah terjaga, reputasi lembaga menguat, dan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah pun semakin terlihat. Sebagai bank pembangunan daerah yang berlandaskan syariah, Bank NTB Syariah memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan prinsip keuangan yang etis dan adil.

Melalui komitmen terhadap meritokrasi, Bank NTB Syariah sedang menapaki jalan transformasi yang tidak hanya membawa kemajuan kelembagaan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi institusi keuangan syariah lainnya di Indonesia.(*)

Ibu Kota Lobar Hidup –  “Car Free Night” Gerung Dongkrak Ekonomi Pedagang dan UMKM

0
Car Free Night di taman kota Gerung ramai pengunjung, membuat ibu kota mulai menggeliat dan ekonomi pedagang UMKM terdongkrak (ekbisntb.com/ist)

Car Free Night (CFN) Gerung yang dilaksanakan Pemkab di bawah kepemimpinan Bupati H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Wakil Bupati Hj. Nurul Adha semakin ramai dikunjungi oleh masyarakat. Pada CFN Gerung pekan keempat yang dilaksanakan pada Sabtu, 3 Mei 2025, ribuan warga meramaikan CFN. Tidak itu saja, jumlah pedagang atau UMKM yang berjualanpun semakin ramai.

Para pedagang memenuhi ruas jalan di Jalan Seokarno-Hatta, Gerung. Diperkirakan perputaran uang pada kegiatan ini menembus ratusan juta rupiah.

Dampaknya pun sangat dirasakan pedagang maupun pelaku UMKM. Ekonomi mereka terdongkrak dari hasil penjualan pada CFN tersebut. Nung, salah seorang penjual jajan mengaku hasil jualan selama car free night meningkat dari biasanya.

Dari hasil jualannya, per malam bisa diperoleh hingga Rp500-Rp700 ribu. “Biasanya saya ndak dapat segitu, tapi sejak ramai taman kota Gerung ini, saya bisa dapat sampai 500 ribu bahkan 700 ribu, untungnya pun lumayan,”kata dia.

Dari hasil penjualannya, ia mendapatkan untung kisaran hingga Rp300-Rp350 ribu. Ia menjual aneka jajan, seperti donat, jalan basah dan kering, buah potong, dan lainnya. Jajan dijual dengan kisaran 3000-4000. Berbeda dengan buah potong dijual lebih mahal. Hasil jualan ini lumayan besar bagi pedagang kecil sepertinya.

Ia sendiri memiliki modal tidak besar sehingga dirinya membutuhkan bantuan suntikan modal. Ia sangat berharap bisa mengakses bantuan modal usaha tanpa bunga dari Pemkab Lobar.

Sementara itu, pada saat membuka CFN, Wakil Bupati Lobar, Hj. Nurul Adha atau yang lebih dikenal dengan panggilan UNA, mengatakan kegiatan ini sebagai upaya pemerintah dalam menghidupkan kota Gerung. Ia bersama Bupati LAZ terus berikhtiar agar kota Gerung menjadi hidup dan ramai.

Beberapa langkah yang dilaksanakan adalah dengan mengadakan CFN Gerung dan membangun alun alun Kota Gerung. “Pak Bupati LAZ bersama kami terus berikhtiar agar kota Gerung ramai dan hidup. Hal ini tentu akan memiliki dampak ekonomi bagi UMKM dan akan menjadikan Gerung sebagai ibu kota kabupaten yang setara dengan ibu kota kabupaten lainnya” ujarnya.

Wabup mengatakan untuk menghidupkan kota Gerung dibutuhkan kolaborasi dan kerjasama berbagai pihak.

Dengan kolaborasi dan kerjasama tentu akan memudahkan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua siswa Lobar yang telah mengisi acara CFN Gerung dan menghibur masyarakat.

“Untuk melangkah lebih jauh kita butuh kolaborasi dan kerjasama. Dengan kolaborasi yang kuat tentu kita dapat melaksanakan berbagai program pembangunan termasuk menghidupkan CFN Gerung”ujarnya.

Wabup juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan OPD lain yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan baik dan lancar. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang meramaikan CFN Gerung. Ia berharap masyarakat dapat terus meramaikan kegiatan ini. Pada CFN kali ini diramaikan oleh pentas seni dan budaya dari siswa siswi SD dan SMP di Lobar. Hal ini dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional tahun 2025. (her)

Wagub dan Ketua TP PKK Apresiasi Film ‘’Kukira Teduh’’ Karya Siswa SMKN 2 Kuripan

0
Wagub NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Ketua TP PKK Sinta M. Iqbal pose bersama siswa SMKN 2 Kuripan, Minggu 4 Mei 2025. (ekbisntb.com/ist)

WAKIL Gubernur (Wagub) NTB, Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., bersama Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menghadiri penayangan film “Kukira Teduh” karya siswa SMKN 2 Kuripan, pada Minggu, 4 Mei 2025.

Film tersebut mengangkat isu perempuan dan mendapatkan apresiasi tinggi dari kedua tokoh perempuan NTB tersebut.

Film ini menceritakan sosok Ayu, seorang gadis yang kehilangan figur ayah dan dalam pencariannya justru harus menghadapi kenyataan pahit bahwa orang yang ia percaya malah membuatnya terpuruk.

“Yang ada pada hari ini saya bangga. Kalau selama ini kita selalu mengedepankan kita bangga dengan hasil karya anak Indonesia, hari ini rasanya bangga kita menyebut, kita bangga dengan hasil karya anak-anak Nusa Tenggara Barat,” ungkap Wagub bangga.

Ia juga menyoroti keterlibatan perempuan dalam proses produksi film ini sebagai sesuatu yang membanggakan. Sebagian besar kru film adalah perempuan, yang menurutnya menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas dan potensi besar di bidang kreatif.

Wagub berharap film ini bisa menjadi sarana edukasi masyarakat NTB terhadap isu-isu perempuan, khususnya dalam mendorong keberanian perempuan untuk mengungkapkan persoalan yang dihadapi.

“Karena hari ini masih banyak kasus-kasus yang tidak bisa terungkap karena masih adanya rasa takut dan tidak ada ruang yang nyaman untuk mereka bercerita dan menyampaikan. Semoga kita semua bisa menjadi sahabat yang baik bagi lingkungan terdekat kita, orang-orang terdekat kita,” harapnya.

Senada dengan Wagub, Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal, menyampaikan bahwa film “Kukira Teduh” sangat menggugah emosi karena membawa pesan kuat tentang isu-isu perempuan dan anak di NTB.

“Saya harap pesan dalam film ini sampai ke masyarakat seantero NTB. Bahwa isu-isu tentang perempuan dan anak itu fakta. Bahwa sebagian besar pelaku dari kekerasan ini adalah ada dari lingkungan terdekat kita sendiri,” tegas Sinta.

Ia juga mendorong agar generasi muda, khususnya perempuan di NTB, lebih peduli dan peka terhadap isu-isu kekerasan.

“Untuk kita juga lebih care ke teman-teman kita, keluarga kita, adik-adik kita jika ada yang mengalami perubahan-perubahan sikap, perubahan-perubahan perilaku, supaya kita lebih aware. Jangan-jangan ada yang di sekitar kita adalah korban. Dan kita punya tugas dan kewajiban untuk membantu,” tutupnya. (r)

Jadi Daya Tarik Wisata –  Jejak Peninggalan Sejarah di Situs Cagar Budaya Taman Narmada

0
Bangunan miniatur candi dan pancor Siwak menjadi daya tarik wisatawan di Taman Narmada. Namun sayang kondisi rusak, sehingga butuh penanganan. (ekbisntb.com/her)

Taman Narmada adalah salah satu destinasi wisata tertua di Lombok yang dibangun pada abad ke-17 oleh Raja Karang Asem Bali sebagai tempat peristirahatan dan upacara Pakelem. Tidak hanya cantik, Taman yang luasnya sekitar 2 hektare ini dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Ngurah Karang Asem ini memiliki sejarah dan keunikan tersendiri.

Taman ini sangat terkenal dengan air awet mudanya yang dipercaya dapat membuat orang tetap muda jika meminumnya atau mandi di sana. Ada juga beberapa situs sejarah yang ada di taman yang merupakan replika Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak ini.

Dulunya, Taman Narmada dijadikan sebagai tempat beristirahat sekaligus tempat khusus bagi raja untuk memuja Dewa Siwa. Taman yang menjadi replika Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak tersebut didesain oleh arsitek kerajaan sesuai perintah raja agar dapat menghadirkan nuansa Gunung Rinjani ke tengah kota.

Konon, katanya, raja semakin tua dan tidak dapat lagi melakukan ritual kurban di puncak Rinjani. Maka dari itu, Taman Narmada ditata seperti bentuk gunung dengan sumber mata air yang mengaliri tiga kolam pada bagian bawah taman tersebut. Di taman ini terdapat beberapa areal dan bangunan yakni Jabalkaf, Bale Terang, Mukedas dan Bale Loji. Jabalkaf merupakan halaman yang terletak paling depan di antara halaman yang lain.

Pintu masuk halaman menghadap ke utara berbentuk gapura paduraksa yang pada kedua daun pintunya terdapat relief Rama dan Sinta. Pada bagian depan pintu berdiri dua arca Dwarapala, pada halaman ini juga terdapat dua kolam yang disebut Telaga Kembar dan dua bangsal. Bangsal yang terletak di depan gapura paduraksa yang menghubungkan halaman Jabalkaf dengan halaman Mukedas ini merupakan sebuah bangunan terbuka bertiang enam beratap genteng yang berfungsi sebagai tempat penjagaan.

Bale Terang, dahulu kala, setiap tiba musim kemarau, sang raja memboyong keluarganya untuk menikmati pemandangan alam Narmada yang terlihat menawan dari Bale Terang. Bale Terang berbentuk rumah panggung yang terdiri atas ruang bawah yang berfungsi sebagai gudang. Bagian atasnya terbagi atas tiga bagian, yakni dua bagian pada ujungnya (utara dan selatan) sebagai tempat tidur raja. Sementara, ruang tengahnya merupakan area terbuka sebagai tempat raja melihat pemandangan ke arah timur menuju arah meru.

Di areal ini terdapat bangunan loji, sangah, dan dua bangunan bangsal. Bangunan loji merupakan sebuah rumah kecil tersusun dari tembok bata dan lantai dari semen. Bangunan ini mempunyai serambi terbuka dan kamar-kamar yang terletak pada sebelah kiri dan kanannya. Selain itu pada halaman Mukedas terdapat sebuah gudang dan bangunan tempat tinggal budak (panjak) raja. Pada bagian Mukedas inilah yang digunakan sebagai tempat menginap raja atau Anak Agung dengan istrinya.

Beberapa bangunan seperti Bale Terang, Bale Gede dan Landscape Taman sudah dipugar oleh pemerintah pusat tahun lalu.

Selanjutnya, ada bangunan pemandian terletak di sebuah lembah yang terdiri atas tiga kolam atau telaga. Kini hanya dua kolam yang tersisa, yakni Kolam Padmawangi dan Telaga Segara Anak, sementara satu kolam lain sudah dibongkar beserta sebuah gapura paduraksa yang merupakan pintu masuk kolam tersebut. Setelah dibongkar, di atas lahannya dibangun sebuah kolam renang berukuran 50 x 15 meter. Kolam renang ini dibangun pada tahun 1967 dengan nama Kolam Renang Ikan Duyung.

Kolam Padmawangi terletak sekitar 25 meter di sebelah utara Kolam Renang Ikan Duyung pada sebuah dataran yang lebih tinggi. Kolam ini dinamakan Padmawangi karena ditumbuhi banyak bunga padma yang harum mewangi. Di sebelah selatan kolam ini terdapat cungkup Air Awet Muda yang di dalamnya terdapat mata air yang diyakini memiliki khasiat awet muda. Oleh umat Hindu di Lombok mata air ini dipercaya merupakan pertemuan dari tiga mata air yang terdapat di Lingsar, Suranadi, dan Narmada.

Konon kolam ini merupakan tempat mandi dayang-dayang istana yang dipandangi oleh sang raja dari sebuah bangunan yang bernama Balai Terang. Pada dataran yang lebih rendah dari Kolam Padmawangi terdapat Telaga Segara Anak yang merupakan kolam terbesar di Kompleks Taman Narmada. Telaga Segara Anak digunakan sebagai tempat melaksanakan upacara Pakelem, diberi nama Segara Anak karena merupakan miniatur Danau Segara Anak yang terdapat di Gunung Rinjani.

Kolam ini diberi nama Telaga Ageng. Pada tepian telaga di bagian paling timur terdapat sebuah pancuran berbentuk gajah dalam posisi setengah berdiri. Di hadapan pancuran ini terdapat arca berwujud kesatria di atas lapik segi empat. Tangan kiri arca sedang memegang sebuah busur panah, tangan kanan memegang anak panah sambil menarik tali busur panah dan membidik ke arah pancuran gajah. Dahulu arca ini dikawal oleh dua arca pendamping yang diberi label Sangaji, namun kini kedua arca tersebut sudah tidak ada. Pada sisi utara telaga terdapat sebuah miniatur candi yang terbuat dari bata yang berfungsi pula sebagai pancuran.

Di bagian puncak miniatur candi terdapat relief bulan/matahari yang terbuat dari tembaga yang kini disimpan oleh pengelola Taman Narmada.

Akhir pekan kemarin, Ekbis NTB berkesempatan diajak keliling melihat kondisi sejumlah situs bersejarah oleh Direktur PT Tripat Eko Esti Santoso, SE,MM.,MH. Sejumlah bangunan Situs butuh penanganan, karena kondisi yang rusak. Seperti miniatur candi, dari buku sejarah yang dibaca menjadi bagian situs yang dibangun tahun 1772 atau 1805 Masehi.

“Bangunan ini ada relief bulan dan bintang, masih ada kami simpan. Karena lapuk makanya kami amankan (simpan),” terang Eko.

Miniatur candi ini salah satu ikon di telaga Ageng, termasuk ada patung gajah.  Tak jauh dari lokasi itu, pada bagian atas ada pencuran tempat mandi yang dinamakan Pancor Siwak. Kondisinya rusak, banyak pancuran yang tidak berfungsi. Bagian atapnya roboh dan lantainya juga rusak. Pancor Siwak ini ramai dikunjungi, terutama pada saat Rebo Bontong.

Begitu pula pada kolam Tempat warga biasa berenang, toiletnya miring, nyaris roboh sehingga ditutup sementara oleh pihaknya. Pihaknya sudah mengusulkan perbaikan beberapa bagian bangunan tersebut ke Pemkab Lobar, namun belum ada tindaklanjut sampai sekarang. Ia berharap agar bangunan terutama yang dibangun Pemkab Lobar bisa diperbaiki segera untuk melestarikan dan memberi kenyamanan bagi pengunjung. (her)

WP Nakal di Lobar Belum Bayar Piutang Pajak Miliaran Rupiah

0
Ilustrasi Uang(ekbisntb.com/investordaily)

SEJUMLAH lokasi usaha Wajib Pajak (WP) di Lombok Barat (Lobar) disegel Pemkab Lobar bersama KPK tahun 2024 lalu hingga saat ini masih bergeming. Mereka belum membayar tunggakan pajak sesuai dengan aturan Pemkab. Tunggakan pajaknya pun kian membengkak tahun ini hingga miliaran rupiah.

Kepala Bapenda Lobar H Muhamad Adnan mengatakan bahwa terkait hasil tindakan pemasangan plang bersama KPK para WP nakal, sejauh ini belum ada tindaklanjut berupa setoran utang pajak ke Pemkab Lobar. Padahal sudah ada surat pernyataan dari para WP. “Sudah buat surat pernyataan, seperti rumah makan, ada batas sampai bulan April untuk bayar tapi belum ada bayaran,” katanya akhir pekan kemarin.

Pengelola usaha golf, ungkapnya dari informasi pihak pengelola masih menunggu hasil jual tanahnya di Sekotong untuk membayar PBB. Pihaknya pun akan memanggil para WP untuk meminta melunasi utang pajak sesuai surat pernyataan nya, pada bulan April sanggup melunasi.

Jumlah piutang pajak para WP ini pun bertambah, karena selain tunggakan yang belum dibayar ditambah lagi untuk pajak tahun ini. Tentu dengan tindakan WP ini menandakan mereka tidak taat kepada kewajibannya. “Ini juga kan atensi KPK,” tegasnya.

Selain itu pihaknya juga akan memasang plang bagi WP yang tidak bayar PBB sudah lama. Pihaknya sudah memanggil beberapa kali. “Nanti kita pasang plang,”tegasnya lagi. WP ini ada di beberapa daerah, seperti Senggigi dan Sekotong. Terbanyak di kawasan wisata. (her)

Warga Temukan Ratusan Ikan Mati di Sungai Banjar Taliwang

0
Warga menunjukkan ratusan ikan yang mati di sungai banjar (ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Warga Desa Banjar, Kecamatan Taliwang dihebohkan dengan penemuan ratusan ikan mati di bantaran sungai sekitar desanya. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu 3 Mei 2025 itu membuat spekulasi warga jika telah terjadi pencemaran pada air sungai mereka.

Tak ingin spekulasi warga terus berkembang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa Barat dan aparat kepolisian setempat langsung turun tangan. Mendapati kabar itu viral dan juga menerima laporan masyarakat, DLH KSB langsung turun lapangan melalukan pengecekan.

“Benar (peristiwa ikan mati) itu. Setelah mendapat laporan warga, saya bersama tim, Polres Sumbawa Barat, dan Polsek Taliwang langsung menuju lokasi di sekitar jembatan Banjar. Kami juga melakukan penyisiran ke beberapa titik lokasi tong tambang rakyat di Bentiu dan Ai Ngero,” ungkap kepala DLH KSB, Mars Anugerahinsyah saat dikonfirmasi, Minggu 4 Mei 2025.

Hasil turun lapangannya itu diakui Mars belum membuahkan hasil kuat jika terjadi pencemaran di sungai Desa Banjar itu. Terutama jika pencemarannya akibat dari aktivitas pengelolaan emas yang banyak berlangsung di sekitar bantaran sungai. “Tapi penyisiran masih terus kami lalukan untuk mencari bukti-bukti penyebab kematian massal di sungai itu,” janjinya.

“Hari ini tim kami masih turun melakukan penelusuran. Nah soal hasilnya saya belum dapat laporan. Insyaallah besok kita sampaikan perkembangannya,” sambung Rein sapaan akrabnya.

Untuk kebutuhan penelitian atas penyebab kematian ratusan ikan di sungai Banjar itu, DLH KSB telah mengambil sejumlah sampel. Diantaranya sampel air sungai, sampel air yang berasal dari sejumlah titik pengolahan emas di sekitar sugai, serta sampel ikan yang mati. Terhadap seluruh sampel itu, Mars mengatakan, pihaknya akan melakukan pengujian laboratorium.

“Semua sampel akan kita kirim untuk menjalani uji lab. Semoga hasilnya bisa memberi informasi ke kita apa sebenar yang menyebabkan ikan-ikan di sungai Banjar itu mati,” ujarnya.

Penyisiran kemungkinan kontaminasi penyebab kematian ikan secara massal di sungai Banjar itu oleh DLH KSB pun diperluas. Penyusuran dilalukan hingga ke wikayah Desa Lamunga. Mars mengatakan, sebagai desa bertetangga tidak menutup kemungkinan sumber pencemaran bisa berasal dari desa Lamunga. “Karena di (Lamunga) juga kan ada aktivitas pengelolaan emas tradisional juga,” tukasnya.

Sambil menunggu hasil uji laboratorium, Mars mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan berspekulasi mengenai penyebab kematian ikan di sungai Banjar itu. Menurut dia, pihaknya akan memberikan informasi secara terang benderang apapun hasilnya termasuk memberi rekomendasi paling tepat seduai aturan jika memang ditemukan bukti kuat adanya pencemaran lingkungan sebagai penyebab kematian ikan di sungai Banjar itu. (bug)

Bayar Utang ke Pemkab Diprioritaskan

0
H. Muhamad Adnan (ekbisntb.com/her)

SALAH satu Hotel penunggak pajak di wilayah Senggigi Kecamatan Batulayar Lombok Barat segera dilelang. Saat ini proses lelang tengah berlangsung di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Mataram.

“Sekarang sudah di KPKNL, tanggal 16 April itu sudah dimasukkan, datang petugas (kurator ) dari Surabaya,” kata Kepala Bapenda Lobar, H Muhamad Adnan akhir pekan kemarin.

Dikatakan, hotel ini akan segera dilelang karena sudah dipailitkan melalui Pengadilan Niaga Surabaya.  Adnan menjelaskan setelah beberapa kali menjalani proses sidang tidak ada upaya baik dari debitur untuk penyelesaian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Hotel S.

Dalam rapat pembahasan proposal perdamaian beberapa waktu lalu, seluruh kreditur tidak setuju terhadap proposal perdamaian, sehingga hakim pengawas merekomendasikan hotel dinyatakan pailit.

Saat ini, jelasnya, kalau lengkap berkasnya, maka tinggal dilelang pihak KPKNL. Pihaknya belum mendapatkan info kapan hotel itu dilelang. Yang pasti saat ini sedang dalam proses melengkapi berkas persyaratan. “Masih proses administrasi,” imbuhnya.

Pihaknya berharap agar hotel itu secepatnya dilelag agar segera melunasi utang di Pemkab Lobar. Sebab kalau dihitung dengan tahun, piutangnya pun membengkak hingga Rp8,9 miliar.

Ditambahkan, sesuai aturan jika hotel itu selesai dilelang dan mendapatkan bayarannya. Maka pembayaran utang ke Pemkab diutamakan untuk dilunasi. “Aturannya kita (Pemkab) diutamakan,” ujarnya. (her)

BHS Dukung Tambahan Dermaga di Pelabuhan Kayangan dan Poto Tano

0
Kunjungan Anggota DPR RI BHS ke Pelabuhan Kayangan akhir pekan kemarin. (ekbisntb.com/rus)

ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai Gerindra, H. Bambang Haryo Soekartono (BHS) berkunjung ke Pelabuhan Kayangan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Bambang menuturkan sebelum ke Kayangan, ia sudah bertemu Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Gubernur NTB menginginkan kelancaran jalur transportasi laut, baik yang masuk NTB maupun keluar NTB.

“Dari Lombok ke Jawa, maupun dari Lombok ke Sumbawa dan sebaliknya,” terang BHS.

Gubernur, ujarnya, menginginkan adanya tambahan dermaga di Pelabuhan Kayangan Poto Tano. Di mana, saat ini kapal-kapal yang beroperasi di Kayangan-Poto Tano hanya 30 persen. Yakni hanya 10 hari kerja. Sisanya 70 persen disebut lebih banyak nganggur.

Anggota DPR RI ini mendukung rencana penambahan dermaga tersebut sebagai salah satu cara untuk meningkatkan konektivitas pelayanan penyeberangan. Kapasitas angkut akan bertambah 50 persen dengan mengoperasikan kapal yang selama ini belum beroperasi.

Menurutnya, penambahan armada ini sangat efektif sebagai langkah antisipasi pertumbuhan ekonomi. Utamanya berkaitan dengan produksi pangan yang ada di Pulau Sumbawa, mulai ternak, jagung dan lainnya yang selama ini terus meningkat.

Gubernur menginginkan pembangunan dermaga untuk mempercepat mobilisasi logistik maupun penumpang sehingga tidak terjadi penumpukan. Realisasinya, tergantung kebijakan Gubernur dan kesepakatan dengan ASDP.

General Manajer PT ASDP, Heru Wahyono menambahkan jumlah armada kapal di Penyeberangan Kayangan Poto Tano sebanyak 28 unit. Jumlah kapal eksisting 10 unit yang bisa beroperasi, sisanya 18 dalam kondisi menanti.

Dikatakan,  ketika ada tambahan dermaga maka dapat diatur ulang operasional. Kalau tambah dermaga pastinya akan tambah kapal yang bisa dipersiapkan, yakni ada tambahan angkut 50 persen.

Rencana pembangunan armada ini kata Heru pasti membutuhkan kajian. Diketahui, pertumbuhan di NTB luar biasa di Penyeberangan Kayangan Poto Tano dilihat dari data 2023-2024. “Pertumbuhannya sangat bagus, yakni mencapai 10 persen,” ucapnya.

Manajer Cabang PT. Dharma Lautan Utama Cabang Kayangan Listyono Dwitutuko menyampaikan sangat mengapresiasi rencana  pemerintah membangun satu pasang dermaga tambahan di Lintasan Kayangan – Poto Tano.

Menurutnya, penambahan ini akan menambah kapasitas angkut 50 persen dari yang sebelumnya. Penambahan ini juga  akan menambah hari operasi per kapal per bulan menjadi 60 persen. Yakni bisa 16 – 17 hari per bulan.

Adanya dermaga tambahan itu juga menjadi upaya mengantisipasi peningkatan produksi pertanian dan perikanan di Pulau Sumbawa. Hal ini sesuai dengan Ship Promote The Trade, di mana pembangunan pelabuhan dan transportasi laut harus berfokus pada pertumbuhan perdagangan dan aktivitas ekonomi. (rus)