Friday, April 10, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 261

Perang Iran-Israel Memanas, Travel Umrah NTB Pastikan Penerbangan ke Jeddah Masih Aman

0
Pemberangkatan Calon Jamaah Haji dan Umrah(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Memanasnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel memicu kekhawatiran berbagai pihak, termasuk pelaku usaha penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah di Indonesia. Namun, jalur penerbangan dari Indonesia menuju Arab Saudi, khususnya ke Jeddah, dipastikan masih aman dan belum terdampak langsung oleh eskalasi konflik tersebut.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) DPD Bali-Nusa Tenggara, Zamroni, mengatakan bahwa jalur udara dari Indonesia menuju Arab Saudi relatif aman karena berada di luar zona konflik.

“Insya Allah, jalur dari Indonesia aman. Yang cukup terdampak justru rute ke Mesir dan Eropa karena lebih dekat dengan wilayah konflik,” ujarnya, Selasa, 17 Juni 2025.

Ia menambahkan, jamaah haji asal Iran bahkan saat ini masih diizinkan untuk tetap tinggal di Arab Saudi hingga situasi dinyatakan aman. Meskipun ada gangguan pada penerbangan internasional ke wilayah tertentu, penerbangan dari dan ke Indonesia masih berjalan normal.

“Informasi dari otoritas Bandara Jeddah menyebutkan bahwa sejumlah penerbangan ke London, Jordania, dan Turki dibatalkan. Namun, rute ke Indonesia sejauh ini masih aman,” jelas Zamroni.

Pihaknya juga memastikan bahwa jamaah haji Indonesia yang masih berada di Mekkah dalam kondisi aman dan tidak menghadapi kendala dalam proses pemulangan ke Tanah Air.

Meski demikian, Zamroni tidak menampik adanya kekhawatiran apabila konflik berkepanjangan. “Kalau perang ini terus berlanjut, tentu ada kekhawatiran jangka panjang. Tapi hingga kini belum ada peringatan resmi dari otoritas penerbangan Arab Saudi terkait jamaah umrah dari Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, sejumlah paket wisata ke negara-negara Timur Tengah juga masih ditawarkan. Beberapa rombongan wisatawan bahkan telah diberangkatkan ke Turki dan Mesir.

“Kemarin beberapa paket wisata ke Turki tetap berangkat, begitu pula ke Mesir. Masih memungkinkan dari Indonesia,” kata Zamroni.

Menariknya, di tengah ketegangan geopolitik, minat masyarakat NTB untuk menunaikan ibadah umrah justru meningkat. Sejak bulan Ramadhan hingga Syawal 2025, terjadi lonjakan pendaftaran umrah hingga 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini bisa jadi karena bertepatan dengan panen raya di beberapa daerah dan adanya penurunan biaya umrah sekitar 10 persen. Tahun lalu, biaya umrah di bulan Ramadhan sekitar Rp47 juta, kini menjadi sekitar Rp43 juta,” ungkapnya.

Penurunan biaya ini juga didorong oleh hadirnya penerbangan langsung dari Malaysia ke Lombok yang dilayani oleh dua maskapai, yakni Malindo Air dan AirAsia, yang turut mempermudah pemberangkatan calon jamaah umrah dari NTB. (bul)

Roadshow Honda KOMPAK Jadi Wadah Kreativitas Pelajar di Mataram

0
Roadshow KOMPAK kembali digelar di sejumlah sekolah di Kota Mataram sebagai ajang pengembangan kreativitas generasi muda(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Roadshow “KOMPAK” (Kompetisi Pelajar Honda Lombok) kembali digelar di sejumlah sekolah di Kota Mataram sebagai ajang pengembangan kreativitas generasi muda. Kali ini, kegiatan yang digagas oleh Astra Motor NTB bekerja sama dengan jaringan dealer Honda ini berlangsung di SMAN 3 Mataram, Selasa, 17 Juni 2025.

Berbagai kegiatan menarik disuguhkan dalam event tersebut, seperti Honda Fun Modification Contest, Ekskul Competition, Honda PCX Exhibition, serta edukasi Safety Riding. Kegiatan ini disambut antusias oleh para pelajar yang turut berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian acara.

Koordinator Sales TDM Mataram, Herman, menjelaskan bahwa program KOMPAK merupakan roadshow rutin yang diadakan setiap bulan ke sekolah-sekolah. “Sebelumnya sudah digelar di SMKN 3 Mataram, dan hari ini di SMAN 3 Mataram. Ada berbagai kegiatan, seperti kontes motor khusus Honda, pertunjukan ekstrakurikuler, serta layanan servis ringan mulai dari Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Biaya tambahan hanya berlaku untuk penggantian komponen seperti oli, namun tetap diberikan diskon khusus,” jelasnya.

Terkait kontes modifikasi, Herman menyebutkan bahwa aspek keselamatan menjadi penilaian utama. “Target peserta sebenarnya 50 motor, tapi saat ini baru ada 13 yang mendaftar. Kriteria penilaian mencakup aspek safety riding, striping, dan kesesuaian dengan standar. Kami mengutamakan keselamatan dan kelengkapan kendaraan,” ungkapnya.

Selain menjadi wadah penyaluran minat dan bakat siswa di bidang otomotif, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran berkendara yang aman serta memperkenalkan produk Honda. “Karena adanya Sirkuit Mandalika, kami ingin menumbuhkan minat siswa agar ke depannya bisa terlibat dalam dunia balap secara profesional,” tambah Herman.

Dari sisi promosi, Astra Motor juga menargetkan penjualan sekitar 25 unit motor dalam setiap event. Berbagai program penawaran disesuaikan dengan lokasi kegiatan, termasuk potongan angsuran bagi guru dan siswa sebesar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. “Khusus siswa, potongan berlaku selama dua bulan, sementara guru bisa mendapat potongan hingga lima bulan,” jelas Herman.

Perwakilan SMAN 3 Mataram, Juslaeni, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan Astra Motor. “Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan. Sekolah hanya perlu mengisi kegiatan, sementara fasilitas dan panggung sudah disiapkan oleh Astra Motor,” ujarnya.

Terkait aturan keselamatan berkendara, Juslaeni menambahkan bahwa pihak sekolah telah memasukkan poin-poin penting ke dalam tata tertib siswa. “Kami melarang penggunaan knalpot brong, ban cacing, dan memastikan kelengkapan kendaraan seperti kaca spion harus dipenuhi,” tutupnya. (bul)

Seribu Karyawan Hotel Tak Dirumahkan, Jam Kerjanya Dipangkas

0
H. Rudi Suryawan. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram mengklarifikasi sekaligus membantah bahwa tidak ada seribu karyawan hotel yang dirumahkan. Pengusaha hotel hanya mengurangi jam kerja karyawan dengan alasan minim tamu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Rudi Suryawan dikonfirmasi pada, Selasa 17 Juni 2025 menegaskan, statemen Ketua Asosiasi Hotel Mataram langsung dikonfrontir untuk memastikan informasi dirumahkannya seribu karyawan hotel. Setelah diklarifikasi ternyata tidak ada karyawan hotel yang dirumahkan. “Saya langsung telepon ketua AHM. Informasinya bukan seribu karyawan dirumahkan tetapi jumlah karyawan hotel di Mataram seribu orang,” katanya.

Informasi dari Asosiasi Hotel Mataram juga langsung ditanyakan ke beberapa general manager hotel. Mereka mengaku tidak ada karyawan hotel dirumahkan, melainkan dipangkas jam kerjanya. Contohnya, karyawan memiliki jam kerja enam hari selama sepekan dipangkas menjadi tiga hari. Pemangkasan ini berkaitan dengan sepinya tamu hotel. “Cuma dipangkas jam kerjanya saja untuk pegawai daily (harian,red),” pungkasnya.

Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Mataram menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa pemutusan hubungan kerja berbeda dengan dirumahkan. Apabila karyawan dipecat alias di PHK, maka perusahaan wajib membayar pesangon serta hak-hak karyawan lainnya.

Apabila dirumahkan maka karyawan hotel memiliki peluang untuk bekerja kembali. “Kalau dirumahkan mereka tetap dapat gaji. Perhitungan gajinya sesuai kesepatan dengan perusahaan,” jelasnya.

Menurutnya, karyawan memaklumi kebijakan merumahkan tersebut. Artinya, karyawan hotel tidak bisa memaksakan perusahaan untuk mempekerjakan mereka sementara pendapatan minim.

Di satu sisi, ia mengakui beberapa hotel di Mataram memberhentikan pekerja mereka dengan alasan mengurangi beban operasional. Pihaknya sedang mendata jumlah karyawan yang di PHK untuk memastikan pemenuhan hak-hak mereka sebagai pekerja. (cem)

Pengusaha Hotel Mulai Ajukan Keringanan Pajak

0
Sejumlah pegawai Bappeda Kota Mataram duduk di meja registrasi peserta saat pelaksanaan Musrembang di salah satu hotel di Kota Mataram pada, Rabu 11 Juni 2025. Kebijakan efisiensi anggaran berdampak terhadap merosotnya hunian dan kegiatan di hotel. Hal ini berimbas terhadap penurunan pajak hotel pada APBD P 2025. (ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Kebijakan pemerintah mengurangi kegiatan bersifat seremoni berimbas terhadap bisnis hotel. Hotel mulai mengajukan keringanan pembayaran pajak karena minim pendapatan.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, H. Muhammad Ramayoga mengakui, pengusaha hotel di Mataram mulai mengajukan keringanan pembayaran pajak. Permintaan ini berkaitan dengan sepinya kegiatan maupun kunjungan sehingga berpengaruh pada pendapatan mereka. Semestinya pada bulan April – Mei, banyak agenda pusat yang digelar di Mataram. “Pengusaha hotel sudah mulai mengusulkan untuk meminta keringanan pajak,” terangnya.

Yoga tidak mengetahui secara pasti menurunnya pendapatan hotel berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat tentang efisiensi anggaran. Pihaknya akan melihat kembali apakah terjadi perubahan pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) perubahan atau sebaliknya. “Coba nanti kita lihat di APBN Perubahan,” ujarnya.

Permintaan keringanan pajak akan dibahas di internal. Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram mengakui, minimnya okuvansi hotel dipastikan berpengaruh terhadap pendapatan pajak hotel.

Dalam postur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan kemungkinan target pajak hotel dan restaurant akan dipangkas. Target akan diturunkan dari sebelumnya Rp30 miliar menjadi Rp27 miliar. “Kemungkinan turunnya antara Rp2 miliar-Rp3 miliar,” sebutnya.

Selain hotel sebutnya, pajak restaurant juga berpengaruh. Dua sumber pendapatan daerah berkaitan secara langsung. Yoga tidak menjelaskan secara detail penurunan pajak restaurant dari sebelumnya Rp40 miliar.

Pihaknya akan membahas persoalan ini bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kota Mataram. Perubahan target pajak hotel dan restaurant akan dimasukan dalam kerangka umum anggaran dan plafon perencanaan anggaran sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan tahun 2025. (cem)

Disdag, Pertamina dan Polda NTB Tinjau Ketersediaan Elpiji Bersubsidi di Masyarakat

0
Tim Disdag Provinsi NTB, Pertamina dan Polda NTB saat melakukan sidak elpiji 3 kg, Selasa 17 Juni 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Menyikapi laporan masyarakat mengenai kelangkaan elpiji 3 kg di sejumlah wilayah di Provinsi NTB, Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi NTB bersama Pertamina dan Polda NTB melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBE dan beberapa pangkalan di Kota Mataram.

Kepala Disdag Provinsi NTB Jamaluddin, S.Sos., M.T., menjelaskan sidak ini untuk memastikan ketersediaan dan distribusi gas bersubsidi tersebut kembali normal. “Sidak yang dilakukan di SPBE menunjukkan bahwa stok tabung gas terpantau masih dalam jumlah aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima ekbisntb.com, Selasa 17 Juni 2025.

Hasil dari kegiatan peninjauan lapangan, ujarnya, dugaan sementara penyebab kelangkaan tabung gas bersubsidi dikarenakan beberapa hal. Pertama adanya lonjakan permintaan di masyarakat, terutama untuk kebutuhan perayaan hari besar keagamaan serta adanya keterlambatan distribusi yang terjadi selama libur panjang, sehingga sempat terjadi kekosongan di beberapa pangkalan. Namun, saat ini telah dilakukan pantauan pemerataan pendistribusian untuk memastikan ketersediaan tabung gas subsidi bagi masyarakat.

Sidak yang dilakukan ini juga memberikan informasi mengenai distribusi harga gas subsidi di Kota Mataram. Harga tabung gas 12kg di Pangkalan Sweta dan yaitu Rp 192.000/tabung dan Rp18.000/tabung untuk tabung gas 3kg dengan pendistribusian tabung gas elpiji ke agen dilakukan 3 kali seminggu dengan kuota 100-160 tabung sekali pengiriman. Harga elpiji di agen elpiji Dasan Agung untuk tabung gas 3kg yaitu Rp18.000/tabung pengiriman dilakukan setiap hari dalam jumlah 100-150 tabung dan kemudian disalurkan ke pengecer. Untuk Pangkalan Ampenan, pendistribusian dilakukan hampir setiap hari dengan jumlah 50-60 tabung gas per hari dengan harga yang sama yaitu Rp18.000/tabung.

“Dinas Perdagangan Provinsi NTB berkomitmen untuk memastikan ketersediaan elpiji 3kg bagi masyarakat miskin dan usaha mikro yang memang berhak menerima serta mengajak semua pihak untuk mendukung penyaluran subsidi energi yang tepat sasaran dan berkeadilan,” ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB ini. (ham)

APBN Defisit Rp21 Triliun pada 25 Mei 2025

0
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp21 triliun atau 0,09 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada Mei 2025.

Posisi APBN per akhir Mei 2025 tersebut berbalik ke zona defisit setelah sebelumnya pada April 2025, APBN mencetak surplus Rp4,3 triliun.

“Pada posisi Mei, APBN defisit Rp21 triliun. Kalau kita lihat di Undang-Undang (UU) APBN, tahun ini menetapkan defisit Rp616,2 triliun. Jadi, Rp21 triliun masih sangat kecil, tapi kami akan terus memantau,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2025 di Jakarta, Selasa.

Pendapatan negara tercatat sebesar Rp995,3 triliun atau 33,1 persen dari target APBN Rp3.005,1 triliun. Nilai itu bertambah senilai Rp184,8 triliun dari catatan April.

Penerimaan perpajakan terealisasi sebesar Rp806,2 triliun (32,4 persen dari target), terdiri dari penerimaan pajak Rp683,3 triliun (31,2 persen) dan kepabeanan dan cukai Rp122,9 triliun (40,7 persen).

Sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terserap sebesar Rp188,7 triliun (36,7 persen).

Di sisi lain, penyaluran belanja negara terakselerasi pada Mei 2025, dengan realisasi Rp1.016,3 triliun atau 28,1 persen dari target Rp3.621,3 triliun. Meski nilai realisasi masih jauh dari target, mempertimbangkan paruh pertama tahun hampir berlalu, namun nilai itu meningkat sekitar Rp200 triliun dari realisasi April sebesar Rp806, 2 triliun.

Belanja pemerintah pusat (BPP) tersalurkan sebesar Rp694,2 triliun (25,7 persen dari target), yang disalurkan melalui belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp325,7 triliun dan belanja non-K/L Rp368,5 triliun. Sementara belanja transfer ke daerah (TKD) terealisasi sebesar Rp322 triliun (35 persen dari target).

Dengan kinerja itu, APBN masih mencetak surplus keseimbangan primer sebesar Rp192,1 triliun, lebih tinggi dari surplus April sebesar Rp173,9 triliun. Surplus ini menandakan kas negara cukup memadai untuk mengelola pendapatan, belanja, dan utang.

Terkait utang, pemerintah telah merealisasikan pembiayaan anggaran sebesar Rp324,8 triliun per Mei, setara 52,7 persen dari target Rp616,2 triliun.

Sri Mulyani menambahkan kinerja APBN sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi global, termasuk geopolitik. Kondisi perang, misalnya, bisa berdampak pada pendapatan negara melalui volatilitas harga komoditas.

Namun, dia menyatakan APBN akan tetap dijaga agar bisa menjalankan fungsi countercyclical.

“Defisit APBN bertujuan untuk melakukan countercyclical, sehingga ekonomi yang cenderung mengalami tekanan dan pelemahan itu bisa berbalik siklusnya dengan APBN, agar pelemahannya tidak berdampak signifikan terhadap ekonomi, terutama pada masyarakat,” ujar Sri Mulyani. (ant)

Anggaran MBG Terserap Rp4,4 Triliun Per 12 Juni 2025

0
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) telah tersalurkan sebesar Rp4,4 triliun per 12 Juni 2025 dari anggaran awal Rp71 triliun untuk tahun 2025.

“MBG yang dari waktu ke waktu kami laporkan, per tanggal 12 Juni, telah dibelanjakan BGN sebesar Rp4,4 triliun,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2025 di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, penyaluran anggaran MBG terserap sekitar Rp300-Rp500 miliar tiap bulannya pada tiga bulan pertama tahun, kemudian nilainya bertambah rata-rata senilai Rp1 triliun sejak Maret hingga Mei 2025.

Selanjutnya, serapan anggaran MBG lebih cepat lagi, yakni bertambah Rp1,1 triliun dari catatan 31 Mei (Rp3,3 triliun) dalam 12 hari.

Dari segi penerima manfaat, program MBG telah menjangkau 4,89 juta orang yang dilayani oleh 1.716 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur umum.

Sebagai catatan, anggaran MBG rencananya akan mencapai Rp171 triliun untuk tahun ini, seiring dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta target penerima MBG mencapai 82,9 juta penerima yang dilayani oleh 32 ribu SPPG dari target awal 17,9 juta penerima.

“Kami menyiagakan anggaran tambahan sampai dengan Rp100 triliun, yang nanti realisasinya akan kami sampaikan secara rutin, tentu bergantung pada kecepatan realisasi penerima manfaat oleh Badan Gizi Nasional,” ujar Suahasil.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal bahwa anggaran program MBG bisa menembus Rp300 triliun pada 2026.

Luhut menyebut anggaran MBG yang dialokasikan sebesar Rp171 triliun pada tahun ini lebih banyak berfokus pada wilayah Jawa.

Sementara itu, dia meyakini MBG bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat program ini melibatkan banyak aktor ekonomi sehingga perputaran ekonomi bisa ditingkatkan.

Maka, Luhut mendorong agar program ini terus diperluas cakupan penerimanya, termasuk anggarannya. (ant)

Harga Emas Antam Merosot ke Rp1,950 Juta Per gram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia pada Selasa, merosot Rp18.000 per gram, dari Rp1.968.000 per gram, jadi Rp1.950.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan pun turut turun ke angka Rp1.794.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Selasa:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.025.000
– Harga emas 1 gram: Rp1.950.000.
– Harga emas 2 gram: Rp3.840.000.
– Harga emas 3 gram: Rp5.735.000.
– Harga emas 5 gram: Rp9.525.000.
– Harga emas 10 gram: Rp18.995.000.
– Harga emas 25 gram: Rp47.362.000.
– Harga emas 50 gram: Rp94.645.000.
– Harga emas 100 gram: Rp189.212.000.
– Harga emas 250 gram: Rp472.765.000.
– Harga emas 500 gram: Rp945.320.000.
– Harga emas 1.000 gram: Rp1.890.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

BBWS Nusa Tenggara I Keluarkan Peringatan, Dilarang Memasuki Zona Terlarang Bendungan Meninting

0
Bendungan Meninting(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk tidak memasuki zona terlarang di sekitar Bendungan Meninting. Menyusul belum diresmikannya bendungan yang perannya akan sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan dasar di Pulau Lombok ini.

Peringatan ini disampaikan langsung oleh Kepala BBWS Nusa Tenggara I, Dr. Eka Nugraha Abdi, ST., M.P.P.M sebagai upaya preventif demi menjaga keselamatan jiwa dan kelancaran operasional bendungan yang vital ini.

Kepala BBWS Nusa Tenggara I menegaskan bahwa Bendungan Meninting, selain berfungsi sebagai sumber daya air yang sangat penting bagi masyarakat, juga merupakan area yang berisiko.

“Demi keselamatan bersama, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak memasuki zona terlarang di sekitar bendungan,” ujarnya.

Zona terlarang yang dimaksud mencakup beberapa area krusial yang sangat berbahaya jika dimasuki oleh masyarakat umum. Area-area tersebut meliputi tubuh bendungan utama, saluran pelimpah atau spillway, area pintu air dan saluran pengelak, ruang kontrol dan instalasi mekanikal, serta area genangan yang berbahaya. Masyarakat diminta untuk menyesuaikan pemahaman ini dengan kondisi lapangan yang mungkin terus diperbarui.

Berbagai aktivitas yang sering dilakukan masyarakat seperti memancing, berenang, atau bermain di dekat zona-zona ini sangat tidak diperbolehkan.

Eka menjelaskan bahaya yang mengintai diantaranya, arus air dapat berubah secara tiba-tiba dan dalam sekejap, dapat mengancam keselamatan jiwa.

Perubahan debit air yang drastis bisa terjadi kapan saja, terutama saat pembukaan pintu air atau peningkatan curah hujan, yang berpotensi menyeret siapa pun yang berada di area terlarang.

Untuk memastikan kepatuhan terhadap imbauan ini, petugas keamanan bendungan secara rutin melakukan patroli dan pemantauan di seluruh area Bendungan Meninting. Masyarakat diminta untuk turut serta membantu tugas petugas dengan menaati rambu-rambu dan peringatan di sekitar bendungan.

“Ingat, keselamatan adalah tanggung jawab bersama. “Sayangi nyawa, patuhi aturan, dan hindari zona terlarang. Bersama, kita jaga fungsi dan keamanan Bendungan Meninting,” pesannya.

Bendungan Meninting yang terletak di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari dan Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah rampung dibangun dan siap dimanfaatkan secara optimal. Bendungan ini menjadi salah satu proyek strategis nasional di bidang sumber daya air, dengan anggaran mencapai Rp1,4 triliun.

Bendungan Meninting dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Mataram. Proyek ini dilaksanakan sejak tahun 2020 hingga 2024, dengan kapasitas tampungan mencapai 10 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 46 hektare.

Bendungan ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air baku dan irigasi, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor energi dan pariwisata. Bendungan Meninting mampu menyediakan air baku sebesar 150 liter per detik yang akan melayani kebutuhan air bersih masyarakat di Kabupaten Lombok Barat, termasuk Kecamatan Gunung Sari, Batulayar, dan Lingsar.

Di bidang irigasi, bendungan ini mampu menyuplai air ke lahan seluas 1.559 hektare, yang terdiri dari 1.065 hektare lahan suplisi fungsional dan 494 hektare fungsional dengan peningkatan indeks pertanaman (IP) hingga 300 persen. Kawasan irigasi ini mencakup Kecamatan Narmada dan Gunung Sari.

Dari sisi energi, Bendungan Meninting juga akan dilengkapi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 0,8 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung berkapasitas 9 MW. Energi listrik dari dua sumber ini diharapkan mendukung transisi energi bersih di NTB.
Selain fungsi utama sebagai penyuplai air dan energi, Bendungan Meninting juga berperan penting dalam pengendalian banjir, dengan kapasitas reduksi banjir sebesar 59 hektare, mencakup kawasan Kecamatan Gunung Sari, Mataram, Batulayar, dan Lingsar.

Fungsi tambahan lainnya adalah mendukung sektor pariwisata, mengingat lokasi bendungan berada di kawasan strategis dengan panorama alam pegunungan yang indah dan potensial dikembangkan sebagai destinasi wisata baru.

Proyeksi Jangka Panjang

Pembangunan Bendungan Meninting ditujukan untuk mendukung ketahanan air domestik hingga tahun 2030. Berdasarkan proyeksi kebutuhan air, kawasan Gunung Sari dan Batulayar membutuhkan suplai air domestik sebesar 156 liter per detik pada tahun 2036. Dengan adanya bendungan ini, ketergantungan terhadap sumber air tanah dapat dikurangi, serta mendukung program swasembada air dan ketahanan energi di NTB.

Bendungan Meninting menjadi salah satu bukti konkret komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.(bul)

Tenun Munapa’a Diangkat jadi Warisan Kebanggaan Ekonomi NTB

0

Lombok (ekbisntb.com) – Geliat pelestarian budaya dan penguatan industri lokal kembali digaungkan Pemerintah Provinsi NTB melalui Pelatihan Tenun dan Desain Munapa’a yang digelar oleh Dinas Perindustrian NTB di Desa Ranggo, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu.

Kegiatan adalah bentuk keseriusan daerah dalam mengangkat kain tenun Munapa’a dari sekadar warisan budaya menjadi komoditas strategis ekonomi kreatifyang siap menembus pasar nasional hingga global.

“Saya bangga melihat semangat para ibu di sini. Munapa’a bukan sekadar wastra, tetapi juga warisan yang hidup dan menghidupi. Jika dikelola dengan baik, tenun ini bisa menjadi sumber ekonomi utama masyarakat Ranggo, bahkan menjadi identitas NTB di kancah nasional dan internasional,” ujar Ketua Dekranasda NTB,, Ny. Sinta Agathia M. Iqbal.

Tak hanya berdialog, membuka kegiatan pelatihan, istri gubernur ini juga mengunjungi Galeri Munapa’a, sebuah pusat kerajinan lokal yang menjadi saksi perjalanan panjang keberadaan tenun khas Dompu ini.

Dalam kunjungan ini, ia terkesima dengan kualitas dan ragam motif yang dihasilkan oleh tangan-tangan terampil perempuan desa. Dari motif Pa’a Polos, Zigzag, hingga Cori Waji dan Rumah Adat, semuanya menyimpan nilai estetika dan filosofi yang mendalam.

Pelatihan ini memberikan bekal pengetahuan praktis dan teoritis kepada para penenun, termasuk materi tentang pengembangan desain produk, teknik pewarnaan alami, hingga desain motif geografis yang mengangkat unsur alam dan budaya lokal. Para peserta diajak untuk tidak hanya melestarikan motif lama, tetapi juga menciptakan motif baru yang adaptif terhadap tren pasar.

Mendampingi langsung jalannya pelatihan, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, SE., ME. menegaskan bahwa warisan budaya seperti tenun Munapa’a harus ditempatkan dalam peta pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, tenun bukan hanya seni, tapi juga strategi.

“Tenun adalah bahasa budaya kita yang paling awal. Dan ketika budaya ini dipadukan dengan sentuhan inovasi industri, ia akan menjadi bahasa ekonomi masa depan. Di sinilah letak pentingnya pelatihan seperti ini, kita tidak hanya menjaga identitas, tapi mengangkatnya ke level yang memberi kesejahteraan,” tegas Nuryanti.

Munapa’a, yang dalam bahasa lokal berarti “berbentuk pahat”, memang memiliki ciri khas unik berupa efek timbul pada benang yang menyerupai ukiran. Ciri inilah yang membedakannya dari tenun daerah lain.

Tenun ini memiliki nilai sejarah dan filosofis yang kuat, tak lepas dari sosok Umi Hajrah, perempuan pionir yang memperkenalkan dan mengembangkan teknik Munapa’a sejak 1987. Hari ini, hampir setiap rumah di Ranggo memiliki alat tenun sendiri, menjadikan desa ini sebagai episentrum tenun khas Dompu.

Dari sisi pasar, motif Munapa’a semakin diminati. Beberapa motif yang paling laris antara lain Dumu Kakando, Wijik Susun, hingga Wunta Taride. Harganya pun bervariasi antara Rp450.000 hingga Rp650.000 per lembar, tergantung pada kerumitan dan teknik pewarnaannya. Dengan pelatihan ini, penenun tak hanya memperluas kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat daya tawar mereka dalam pasar yang makin kompetitif.

Nuryanti menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum membangun kesadaran baru bahwa pelestarian budaya tidak harus berhenti pada romantisme masa lalu. Justru, pelestarian harus menjadi titik tolak inovasi. Itulah yang dihadirkan oleh sinergi kuat antara Dekranasda NTB dan Dinas Perindustrian NTB dalam program ini pelestarian yang tidak statis, melainkan dinamis dan produktif.

Kehadiran langsung Ketua Dekranasda NTB dan Kadisperin NTB menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaku industri wastra lokal. Bukan sekadar hadir secara seremonial, tetapi benar-benar mendorong agar Munapa’a menjadi kebanggaan kolektif NTB, dari desa ke dunia.(bul)