Sumbawa Besar (Ekbis NTB)- Pemerintah Kabupaten Sumbawa berencana menjadikan Festival Ojek Gabah di Desa Songkar, Kecamatan Moyo Hulu sebagai salah satu agenda rutin pemerintah. Festival tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan festival ini. Bahkan sekarang cukup berkembang dan mulai dikenal di kecamatan lain, sehingga kedepan pemerintah mencoba memasukkan festival itu dalam event tingkat kabupaten,” kata Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot pekan kemarin.
Jarot turut mengaitkan Festival Ojek Gabah ini dengan tradisi pertanian Sumbawa. Dari menggunakan karapan kerbau untuk membawa hasil pertanian hingga penggunaan ojek gabah untuk mengangkut hasil panen.
Ia mengingat bahwa beberapa tahun lalu kerbau menjadi tulang punggung pertanian, tetapi sekarang sudah digantikan dengan mesin traktor,termasuk sarana pengangkutan juga mulai beralih dari menggunakan tenaga manusia ke mesin.
“Ojek gabah menjadi solusi yang lebih cepat, mudah, dan efisien bagi petani. Festival ini sekaligus menguji ketangkasan pengemudi dalam bermanuver di medan berlumpur sambil membawa beban gabah,” ucapnya.
Ia berharap festival tersebut terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah. Orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa ini menyampaikan rencana untuk menggelar event tingkat kabupaten apabila kegiatan serupa telah berkembang di kecamatan lain seperti Plampang, Labangka, dan Maronge.
Menurut dia, semakin banyaknya peserta yang ikut dalam festival tersebut, maka penyelenggaraan yang lebih besar tetap akan dilaksanakan. Bupati berseloroh bahwa di Lombok ada MotoGP, maka di Sumbawa ada ojek gabah dengan harapan bisa menjadi destinasi wisata baru.
“Insya Allah, tahun depan kita buat lebih besar lagi dan menjadi event tingkat kabupaten bukan lagi kecamatan,sehingga festival tersebut bisa menjadi salah satu sektor wisata,” katanya. (ils)
Festival Ojek Gabah akan Jadi Agenda Rutin Pemerintah

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Ditarget Rp5 Triliun

Praya (Ekbis NTB) – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 ditargetkan memberikan dampak ekonomi hingga Rp5 triliun. Target ini dipatok lebih tinggi dibandingkan capaian event yang sama tahun 2025 yang menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp4,9 triliun.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, mengatakan target Rp5 triliun menjadi harapan panitia penyelenggara (Organizing Committee/OC) dari pelaksanaan ajang balap motor internasional di Sirkuit Mandalika.
“Rp5 triliun. Semoga ini bisa masuk di Rp5 triliun,” ujar Troy di temui di kawasan Sirkuit Mandalika, Minggu, 11 Oktober 2026.
Target dampak ekonomi Rp5 triliun ini menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Selain menghadirkan tontonan olahraga kelas dunia, ajang ini diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Troy menjelaskan, transaksi di bandara, pembelian suvenir dan merchandise, aktivitas di hotel dan restoran, serta belanja wisatawan di berbagai destinasi turut masuk dalam cakupan penghitungan. Selain itu, sektor penerbangan, investasi, dan aktivitas ekonomi lainnya juga menjadi bagian dari penilaian dampak penyelenggaraan MotoGP terhadap perekonomian daerah.
Menurut Troy, besaran dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 baru bisa dilakukan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, dengan mempertimbangkan data dan evaluasi penyelenggaraan.
Sementara itu, data jumlah penonton juga masih menunggu laporan resmi. Troy menjelaskan, meskipun penjualan tiket dilaporkan telah habis (sold out), jumlah tiket terjual tidak serta-merta mencerminkan jumlah penonton yang benar-benar hadir di sirkuit.
Karena itu, panitia akan menggunakan data kehadiran penonton yang dirilis Dorna, selaku pihak terkait dalam penyelenggaraan MotoGP, sebagai salah satu acuan untuk mengetahui jumlah penonton aktual.
“Kalau dari data tiket sudah sold out. Cuma, waktu mereka beli, apakah mereka datang? Itu yang kita tunggu,” jelasnya.
Troy membenarkan bahwa kapasitas penonton yang menjadi perhatian dalam penyelenggaraan tahun ini mencapai sekitar 50 ribu orang. Namun, angka kehadiran aktual tetap menunggu hasil pendataan resmi setelah balapan berakhir.(bul)
Animo Subsidi Bunga Tinggi, Bank NTB Syariah Cabang Tanjung Harap Pagu Anggaran Ditambah
Tanjung (Ekbis NTB) – Animo masyarakat untuk mengakses program subsidi bunga pada Bank NTB Syariah cabang Tanjung, cukup tinggi. Hal tersebut mendorong manajemen berharap kepada pemerintah daerah Lombok Utara untuk menambah pagu dana bunga talangan pada APBD 2027 mendatang.
Kepala Cabang Bank NTB Syariah, kepada wartawan, Jumat (9/10/2026), mengungkapkan program pinjaman tanpa bunga yang diluncurkan Pemda Lombok Utara sejak 2022 mendapat antusiasme dari masyarakat. Pada tahun 2026 ini saja, Bank NTB Syariah sudah menyalurkan pinjaman ekuivalen dengan 80 persen pagu subsidi bunga sebesar Rp1 miliar.
“Untuk tahun ini kita dapat Rp1 miliar. Posisi sampai 30 September 2026 sudah tersalurkan sebesar 79,70 persen atau 80 persen. Artinya dari Rp1 miliar itu sudah tersalurkan subsidi bunga hampir Rp 800 juta,” ungkapnya.
Umarta menjelaskan, penyaluran pinjaman tanpa bunga disalurkan kepada 55 kelompok dan enam penerima secara perorangan, atau setara dengan 265 orang. Pemohon subsidi yang disetujui telah melalui proses verifikasi dan validasi dan memenuhi syarat untuk memperoleh program subsidi bunga pinjaman.
Umarta menegaskan, dengan sisa pagu subsidi bunga sekitar 20 persen, pihaknya optimis dapat menyalurkan 100 persen. Paling lambat, bulan November 2026 mendatang, seluruh dana program terealisasi kepada masyarakat Lombok Utara. Adapun kelompok ataupun perorangan penerima program berasal dari kelompok usaha subsektor pertanian, subsektor perkebunan, subsektor perikanan dan peternakan, serta kelompok maupun per orangan UMKM.
Ia melanjutkan, tahap pengajuan program subsidi bunga pada Bank NTB Syariah berproses melalui secara bertahap. Kelompok masyarakat ataupun individu mengajukan akad kredit subsidi bunga Pinjaman kepada Bank yang ditunjuk oleh pemerintah daerah. Selanjutnya, calon penerima menyertakan surat rekomendasi dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) atau dinas terkait.
Rekomendasi tersebut menjadi pembeda antara pinjaman yang mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah daerah dengan pembiayaan produktif reguler yang disalurkan langsung oleh perbankan.
“Pengajuannya ke Bank NTB Syariah. Tapi ada syaratan tambahan dari Pemda, harus ada rekomendasi Dinas terkait untuk membedakan mana yang subsidi bunga dan mana yang tidak,” ucapnya.
Selain program subsidi bunga, Bank NTB Syariah Cabang Tanjung tetap menyalurkan pembiayaan produktif untuk mendorong tumbuhnya usaha ekonomi daerah. Pembiayaan tersebut diajukan melalui mekanisme perbankan, dan tidak mendapatkan subsidi bunga dari dari pemerintah daerah.
Umarta menyadari, animo masyarakat mengajukan pinjaman dengan subsidi bunga cukup tinggi menjadi indikator bahwa program ini banyak diminati. Oleh karenanya, pihaknya berharap, pemerintah daerah dapat menambah alokasi untuk anggaran tahun-tahun mendatang.
“Untuk tahun 2027 kita akan minta lebih banyak, kalau bisa Rp2 miliar, sebab animo masyarakat cukup banyak. Saya yakin masyarakat masih banyak yang belum tahu ini,” pungkas Umarta. (ari)
MotoGP Mandalika 2026SDM Lokal Mendunia, Gerakkan UMKM dan Pariwisata NTB

Praya (Ekbis NTB) – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya menghadirkan persaingan balap kelas dunia, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal, dan menggerakkan sektor pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB). Lebih dari itu, ajang internasional ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dari tahun ke tahun.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, pengalaman penyelenggaraan MotoGP pada 2025 menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin baik pada 2026. Pembenahan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari transportasi, pengelolaan lalu lintas, kebersihan, penyediaan informasi, hingga kenyamanan masyarakat dan wisatawan.
Pesan itu disampaikan Miq Iqbal saat mengunjungi para jurnalis di Media Centre Indonesia bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Ketua Dekranasda NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal, Minggu (11/10/2026), pada hari terakhir penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Keberhasilan MotoGP, dalam perspektif pembangunan daerah, tidak cukup diukur dari kelancaran balapan dan jumlah penonton. Penyelenggaraan ini juga harus meninggalkan standar pelayanan yang semakin baik, kapasitas SDM yang semakin kuat, serta manfaat ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat. Karena itu, evaluasi dari setiap penyelenggaraan menjadi penting untuk memastikan perbaikan terus berlangsung.
Perkembangan positif terlihat dari semakin besarnya kesempatan bagi tenaga lokal untuk terlibat dalam ajang internasional. Pada 6 Oktober 2026, Gubernur bertemu dengan empat perwakilan marshal lokal, yakni Vincent Wijaya dari Kota Mataram serta Samsuri Ramdan, Doni Indrawan, dan Irdiansyah Yusuf dari Lombok Tengah.
Vincent menjadi contoh bagaimana pengalaman di Mandalika dapat membuka jalan menuju panggung yang lebih luas. Setelah terlibat dalam penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, ia memperoleh kesempatan menjadi marshal di Sirkuit Sepang, Malaysia, dan terlibat dalam ajang Formula E di Jakarta.
“Dulu, untuk ngecat sirkuit itu harus dikerjakan bule-bule. Sekarang 100 persen orang lokal. Dulu marshal asli Lombok itu minoritas. Sekarang setelah diberi kesempatan, mereka bahkan dipakai di sirkuit lain, di ajang internasional lainnya,” kata Iqbal.
Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman MotoGP 2026, Troy Reza Warokka, menyampaikan bahwa seluruh volunteer dan marshal yang terlibat tahun ini berasal dari NTB. Keterlibatan tersebut didukung proses pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan kesiapan tenaga lokal dalam memenuhi standar penyelenggaraan ajang internasional.
Manfaat ekonomi juga dirasakan pelaku usaha lokal. Sebanyak 134 UMKM berpartisipasi dalam Bazar Mandalika, sementara 500 UMKM dari 10 kabupaten/kota di NTB terlibat dalam Lombok Sumbawa Festival (LSF). Kedua kegiatan tersebut membuka ruang pemasaran bagi produk lokal sekaligus memperkenalkan keragaman kuliner dan usaha masyarakat kepada pengunjung.
Lian, salah seorang penjual makanan, mengaku bersyukur karena dagangannya mendapat sambutan baik. “Alhamdulillah, jualannya lancar. Nasi sudah sampai empat kali kita masak,” ujarnya.
Pengalaman serupa disampaikan Yuni. Ia menceritakan bahwa dengan modal awal Rp2 juta, dirinya mampu menghasilkan Rp10 juta ketika pertama kali berjualan pada penyelenggaraan MotoGP, dengan berjualan pada Sabtu dan Minggu. Sementara itu, Indra menyebut pendapatannya meningkat sekitar lima hingga enam kali lipat. Pengalaman para pedagang ini menggambarkan peluang ekonomi yang terbuka selama kegiatan berlangsung, meskipun dampak secara keseluruhan masih perlu diukur melalui data yang lebih komprehensif.
Aktivitas pariwisata turut terlihat dari tingginya tingkat hunian akomodasi yang dilaporkan selama periode MotoGP. Di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, tingkat hunian hotel, penginapan, dan homestay mencapai 100 persen. Hunian akomodasi di Senggigi juga dilaporkan penuh, sedangkan di Kota Mataram mencapai sekitar 95 persen. Adapun Lombok Timur, Lombok Utara, dan sejumlah wilayah lainnya mencatat tingkat hunian rata-rata di atas 60 persen.
Dari sisi mobilitas, jumlah penumpang shuttle bus selama dua hari pertama meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah penumpang tercatat 1.149 orang, sedangkan pada 2026 mencapai 1.806 orang. Terjadi penambahan 657 penumpang atau meningkat sekitar 63,62 persen. Pada hari pertama, jumlah penumpang naik dari 325 menjadi 533 orang, sedangkan pada hari kedua meningkat dari 824 menjadi 1.273 orang.
Pada hari pertama penyelenggaraan, kondisi lalu lintas dilaporkan kondusif. Dinas Perhubungan bersama unsur kepolisian dan TNI bersiaga di sejumlah jalur untuk mendukung pengaturan arus kendaraan dan menjaga kelancaran mobilitas. Kesiapsiagaan petugas menjadi bagian dari pelayanan yang perlu terus dievaluasi dan ditingkatkan pada penyelenggaraan berikutnya.
MotoGP Mandalika 2026 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya NTB. Museum tematik di kawasan sirkuit menampilkan Sekardiyu, patung kuda berusia ratusan tahun dari koleksi Museum Negeri NTB. Pertunjukan budaya dan festival kuliner turut memberi warna pada pengalaman pengunjung. Sementara itu, program Students Go to Paddock memberikan kesempatan kepada 50 siswa dan 10 guru dari sejumlah sekolah di Pulau Lombok untuk mengenal lebih dekat penyelenggaraan balap internasional.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh, Badan Pusat Statistik (BPS) sedang melaksanakan survei komprehensif mengenai dampak MotoGP 2026. Hasil survei tersebut diharapkan memberikan ukuran berbasis data mengenai pengaruh kegiatan terhadap perekonomian dan sektor lainnya. Dengan demikian, evaluasi manfaat MotoGP dapat dilakukan secara lebih terukur dan menjadi dasar perbaikan kebijakan pada masa mendatang.
Bagi NTB, keberhasilan MotoGP Mandalika tidak berhenti ketika balapan berakhir. Ukurannya juga terletak pada semakin terbukanya kesempatan bagi tenaga lokal, tumbuhnya usaha masyarakat, bergeraknya sektor pariwisata, serta meningkatnya kualitas pelayanan publik.
Dengan evaluasi dan pembenahan berkelanjutan, pengalaman penyelenggaraan MotoGP diharapkan menjadi modal bagi NTB untuk semakin siap menjadi tuan rumah kegiatan internasional sekaligus memastikan manfaat pembangunan dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (r/ham)
Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika Raul Fernandez Berjuang dengan Dua Jari Patah

Praya (Ekbis NTB) – Marco Bezzecchi, Raul Fernandez, dan Jorge Martin menyampaikan kesan berbeda setelah menuntaskan balapan MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Minggu, 11 Oktober 2026.
Dalam wawancara seusai balapan, ketiganya mengungkapkan strategi, tantangan fisik, hingga evaluasi performa sepanjang akhir pekan di Mandalika.
Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengaku sangat bahagia bisa kembali berdiri di podium tertinggi. Kemenangan di Mandalika terasa semakin berarti setelah ia gagal menyelesaikan sprint race pada Sabtu akibat insiden di tikungan pertama.
Bezzecchi mengatakan, awal balapan utama tidak berjalan mudah. Raul Fernandez mampu tampil lebih kuat pada beberapa lap pertama, sehingga ia harus bekerja keras menjaga jarak agar tidak kehilangan kesempatan bersaing untuk kemenangan.
“Saya ingin tetap berada di depan. Namun, pada awal balapan, Raul jauh lebih kuat daripada saya. Sulit untuk terus menempel dan saya tidak ingin kehilangan terlalu banyak waktu,” ujar Bezzecchi dalam wawancara seusai balapan.
Setelah beberapa lap, ia mulai menemukan ritme dan merasa lebih nyaman mengendarai motornya. Bezzecchi memilih menjaga jarak dengan Raul Fernandez sambil menunggu kesempatan untuk menyerang pada fase akhir balapan.
Strategi tersebut membuahkan hasil. Bezzecchi berhasil mengambil alih posisi terdepan dan menyelesaikan balapan sebagai juara MotoGP Mandalika 2026.
“Setelah beberapa lap, saya menemukan ritme dan mulai berkendara dengan baik. Saya tahu jika bisa tetap dekat, tetapi tidak terlalu dekat, mungkin saya punya sesuatu yang lebih untuk akhir balapan. Itulah yang saya coba lakukan,” katanya.
Ia mengaku puas karena seluruh strategi berjalan sesuai harapan dan dapat menikmati jalannya balapan.
Raul Fernandez Finis Kedua dengan Dua Jari Patah
Kisah perjuangan paling mencuri perhatian datang dari Raul Fernandez, pembalap Trackhouse MotoGP Team. Ia berhasil finis kedua meski harus menahan rasa sakit akibat dua jari tangan kanannya yang patah setelah kecelakaan pada sprint race sehari sebelumnya.
Fernandez mengaku sempat meragukan kemampuannya untuk mengikuti balapan ketika bangun pada Minggu pagi. Rasa sakit yang dialaminya membuat jari yang digunakan untuk mengoperasikan tuas rem sulit digerakkan.
“Rasa sakitnya sangat kuat. Saya merasa tidak bisa menggerakkan jari. Pertanyaannya bukan lagi apakah saya bisa balapan, melainkan apakah saya bisa mengendalikan motor dengan kondisi jari yang patah,” kata Fernandez.
Ia akhirnya memutuskan untuk tetap berlomba. Pada awal balapan, Fernandez mampu menjaga kecepatan dan bersaing di depan. Namun, setelah sekitar 10 hingga 11 lap, rasa sakit mulai memengaruhi konsentrasinya dan ia melakukan beberapa kesalahan.
Fernandez kemudian sedikit melebar dan menyadari bahwa mempertahankan posisi terdepan akan semakin sulit. Bezzecchi akhirnya menyalipnya, tetapi ia tetap berusaha menjaga fokus hingga garis finis.
“Ini podium yang sangat penting bagi saya karena secara mental balapan hari ini sangat berat. Terima kasih kepada tim yang selalu percaya dan mendukung saya,” ujarnya.
Jorge Martin Kembali Pimpin Klasemen
Sementara itu, Jorge Martin menilai posisi ketiga merupakan hasil maksimal yang dapat diraihnya dalam balapan utama di Mandalika. Pembalap Aprilia Racing ini mengakui Bezzecchi dan Fernandez memiliki kecepatan lebih baik pada sejumlah bagian lintasan, terutama di tikungan cepat.
Martin mengatakan, sepanjang akhir pekan ia berusaha menyesuaikan gaya berkendara dan meningkatkan kecepatan agar dapat menyamai performa kedua rivalnya tersebut.
“Target saya hari ini adalah finis ketiga. Sepanjang akhir pekan, Raul dan Marco berada di depan saya. Saya mencoba menyamai kecepatan mereka, tetapi pada beberapa tikungan mereka sangat cepat,” ujarnya.
Ia mengaku kecewa karena kehilangan kesempatan meraih kemenangan pada sprint race sehari sebelumnya. Namun, Martin menilai balapan utama menjadi kesempatan untuk memperbaiki hasil dan mengumpulkan poin penting dalam perebutan gelar juara dunia.
Menurutnya, kemampuan menjaga konsistensi menjadi hal yang tidak kalah penting dibandingkan kecepatan untuk memenangi setiap balapan.
Martin pun menyambut positif hasil di Mandalika karena kembali mengambil alih posisi teratas klasemen sementara kejuaraan dunia MotoGP 2026. Ia menegaskan akan terus berusaha meningkatkan performa pada seri-seri berikutnya.
“Saya senang bisa kembali naik podium untuk ketiga kalinya secara beruntun. Saya merasa semakin cepat dan semakin kompetitif. Saya akan fokus pada seri berikutnya,” katanya. (bul/kir)
MotoGP Mandalika Bukan Pertama Kali, Kemacetan Mestinya Tidak Terulang Kembali

Mataram (Ekbis NTB) – Kemacetan arus lalu lintas menuju Sirkuit pada perhelatan MotoGP Mandalika tahun 2026 ini masih terjadi. Antrean kemacetan kendaraan bahkan sampai beberapa kilometer, mulai dari Bundaran Bandara Internasional Lombok (BIL), jalur bypass BIL, Bundaran Songgong, hingga akses menuju area parkir timur sirkuit.
Kondisi tersebut sebelumnya sudah diingatkan dengan tegas oleh anggota Komisi V DPR RI Fraksi NasDem, H. Mori Hanafi, yang meminta jajaran Kementerian Perhubungan di NTB bersama seluruh pihak terkait agar benar- benar memastikan pengaturan lalu lintas, transportasi, parkir, dan akses menuju kawasan Mandalika berjalan tertib, aman, dan terkoordinasi.
Namun demikian kemacetan yang kembali terjadi pada MotoGP 2026 ini sangat disayangkan Mori. Menurutnya event MotoGP Mandalika bukan lagi event baru. Agenda itu telah berlangsung setiap tahun, sehingga mestinya pelayanan harus terus meningkat, terutama kepada masyarakat, wisatawan domestik, maupun tamu internasional.
“Ini sudah menjadi event tahunan. Artinya kita harus semakin matang. Tamu yang datang bukan hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. Mereka harus kita sambut dengan pelayanan yang baik, tertib, aman, dan nyaman,” ujar Mori.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, Kepolisian, pengelola kawasan, operator transportasi, dan seluruh stakeholder.
Rekayasa lalu lintas, jalur kendaraan, titik naik-turun penumpang, shuttle bus, kantong parkir, hingga arus keluar-masuk kawasan Mandalika menurut Mori harus dipersiapkan secara detail dan diinformasikan sejak jauh hari kepada masyarakat.
“Karena kita sudah beberapa kali menjadi tuan rumah, evaluasi tahun-tahun sebelumnya harus benar-benar menjadi dasar perbaikan. Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang. Ini sekarang masih kita temukan kemacetan,” katanya.
Ia menilai kesiksesan penyelenggaraan MotoGP tidak hanya diukur dari penyelenggaraan balapan di dalam sirkuit. Tetapi juga dari keseluruhan pengalaman pengunjung sejak tiba di NTB.
“Bandara, jalan, penerangan, transportasi, kebersihan, keramahan, sampai pelayanan publik semuanya menjadi satu kesatuan. Kita sedang menerima tamu internasional, jadi wajah NTB dan Indonesia ikut dinilai,” tegasnya.
Mori juga mendorong agar agar seluruh pihak melakukan evaluasi dan koordinasi terpadu sehingga setiap kepadatan, gangguan lalu lintas, maupun persoalan transportasi di lapangan dapat ditangani dengan cepat.
“Yang paling penting adalah sinergi. Jangan ada instansi yang berjalan sendiri-sendiri. MotoGP sudah menjadi agenda tahunan, maka standar pelayanan kita juga harus terus naik dari tahun ke tahun,” tutup Mori.
Pantauan Suara NTB pada saat arus kedatangan penonton di hari puncak gelaran MotoGP Mandalika, Minggu (11/10) pagi. Kemacetan parah melanda jalur utama menuju Sirkuit Internasional Mandalika. Penumpukan kendaraan terjadi di sepanjang Jalan Bypass BIL–Mandalika. (ndi)
Sidak Pasar Tradisional Mataram Harga Ayam Rp38 Ribu, Bulog Siapkan 150 Ribu Ton Jagung SPHP

Mataram (Ekbis NTB) – Harga ayam ras di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, mencapai Rp38.000 per kilogram. Kenaikan dari harga normal sekitar Rp31.000-Rp32.000 per kilogram itu menjadi perhatian Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, saat melakukan sidak harga di pasar tradisional di Mataram, Minggu, 11 Oktober 2026.
Rizal menduga kenaikan harga ayam berkaitan dengan tingginya harga dan keterbatasan pasokan jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Untuk membantu peternak, terutama peternak mikro, pemerintah menyiapkan tambahan alokasi jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 150.000 ton untuk seluruh Indonesia.
“Yang agak tinggi adalah ayam. Biasanya Rp31.000-Rp32.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp38.000. Mungkin ini karena dampak keterbatasan jagung dan sebagainya,” ujarnya.
Menurut Rizal, tambahan jagung SPHP diperlukan untuk membantu peternak memperoleh pakan dengan harga lebih terjangkau. Langkah ini juga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan ayam dan telur untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menyebutkan, jagung SPHP dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram, sedangkan harga jagung umum mencapai sekitar Rp8.000 per kilogram. Selisih harga tersebut diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi peternak.
Tambahan 150.000 ton itu menyusul alokasi awal sebanyak 200.000 ton yang disebut telah habis. Rizal mengatakan, penyaluran tambahan jagung SPHP akan segera dilakukan setelah proses persiapannya selesai.
Dengan dukungan pasokan jagung yang lebih murah, BULOG berharap biaya pakan dapat ditekan sehingga harga ayam dan telur di tingkat konsumen lebih terkendali.
Selain memantau harga ayam, Rizal berkeliling melihat ketersediaan dan harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
Dari hasil pemantauan tersebut, harga daging tercatat mencapai Rp150.000 per kilogram. Bawang berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, sedangkan harga cabai, khususnya cabai rawit dan cabai keriting, juga menjadi perhatian karena relatif tinggi.
Meski demikian, Rizal menilai harga kebutuhan pokok secara umum di Mataram masih relatif stabil. Ketersediaan barang di pasar juga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Pada prinsipnya, harga sembako di NTB, khususnya di Mataram, cukup aman dan terkendali. Barangnya juga tersedia,” katanya.
Ia turut memastikan ketersediaan beras, telur, minyak goreng, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Menurutnya, pemantauan pasar tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga memastikan kualitas barang serta mencegah peredaran produk kedaluwarsa.
BULOG bersama Satgas Pangan, lanjut Rizal, akan terus melakukan pengawasan agar harga komoditas sesuai dengan ketentuan pemerintah. Pengawasan tersebut dilakukan secara rutin, bukan hanya menjelang hari besar keagamaan atau libur nasional.
Dalam sidak ini, Rizal juga menyoroti distribusi minyak goreng rakyat Minyakita. Ia menyebutkan, minyak goreng tersebut tersedia di hampir seluruh kios yang dikunjungi.
Namun, karena merupakan minyak goreng yang distribusinya diatur pemerintah, pasokan ke kios dilakukan secara berkala. Setiap kios memperoleh alokasi maksimal 30 kemasan per minggu. Jika satu kemasan berisi 12 liter, alokasi tersebut setara dengan 360 liter per minggu.
Rizal mengatakan, BULOG akan mengevaluasi masukan masyarakat dan pedagang yang mengharapkan Minyakita tersedia dalam kemasan satu liter, bukan hanya dua liter.
Ia menegaskan, pemantauan pasar akan terus dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan kebutuhan pokok tersedia bagi masyarakat. (bul)
Target Pajak Reklame Mataram 2026 Diturunkan

Mataram (Ekbis NTB) – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menurunkan target penerimaan Pajak Reklame tahun 2026 dari Rp6 miliar menjadi Rp5 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026.
Penurunan target tersebut mempertimbangkan realisasi penerimaan pajak hingga triwulan III yang belum mencapai separuh dari target awal. Hingga periode tersebut, penerimaan Pajak Reklame tercatat sebesar Rp2,797 miliar atau 46,63 persen dari target Rp6 miliar.
Kepala Bidang Pelayanan Penagihan dan Penyuluhan BKD Kota Mataram, Achmad Amrin, mengatakan penurunan target juga mempertimbangkan belum terlaksananya penertiban reklame yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah wajib pajak (WP). Penertiban tersebut seharusnya melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kegiatan penertiban izin reklame tidak kunjung terlaksana sehingga kami minta target diturunkan menjadi Rp5 miliar,” ujarnya, pekan kemarin.
Menurut Amrin, target Rp5 miliar dinilai lebih realistis untuk dicapai hingga akhir tahun. Jika target tetap dipertahankan sebesar Rp6 miliar, realisasi penerimaan berpotensi jauh dari 100 persen. Besaran target yang baru juga sama dengan target Pajak Reklame pada tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, belum bertambahnya jumlah wajib pajak dari perusahaan periklanan (advertising) di Kota Mataram menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penerimaan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari belum terlaksananya penertiban reklame tanpa izin atau reklame ilegal.
Akibatnya, jumlah wajib pajak sektor reklame relatif tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Potensi penambahan wajib pajak melalui penertiban reklame yang belum mengantongi izin pun belum dapat direalisasikan.
Amrin menduga OPD terkait, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram, masih mempersiapkan pendataan reklame ilegal dan reklame lain yang belum memiliki izin.
Ia menambahkan, penetapan target Pajak Reklame sebesar Rp6 miliar pada awal tahun didasarkan pada potensi penambahan wajib pajak setelah penertiban dilakukan. Namun, hingga triwulan III, langkah tersebut belum terlaksana.
BKD berharap penertiban dapat segera dilakukan agar pemilik reklame yang belum berizin terdorong untuk mengurus perizinan sekaligus memenuhi kewajiban perpajakannya.
“Harapan kami baliho reklame yang tidak berizin dipotong saja. Dengan begitu, mereka bisa berbondong-bondong mengurus izin. Namun, tindakan itu belum dilakukan sampai triwulan III,” pungkasnya.
Sebelumnya, BKD Kota Mataram mengungkapkan bahwa satu dari delapan papan reklame yang disegel karena menunggak pajak belum menyelesaikan kewajiban perpajakannya. Jika tunggakan tidak segera dilunasi, papan reklame tersebut terancam dibongkar.
Amrin mengatakan penyegelan dilakukan terhadap delapan papan reklame milik pengusaha yang menunggak pajak. Reklame tersebut tersebar di sejumlah lokasi, yakni Jalan Brawijaya, Jalan Catur Warga, Jalan Airlangga, SPBU Malomba, serta kawasan sekitar Mataram Mall.
Dari delapan papan reklame yang disegel, tujuh di antaranya telah menyelesaikan kewajiban perpajakan. Sementara itu, satu papan reklame lainnya masih menunggak pajak.
Ia menegaskan, apabila tunggakan tersebut tidak segera dilunasi, BKD Kota Mataram akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram untuk merekomendasikan pembongkaran papan reklame tersebut.
Menurut Amrin, nilai tunggakan pajak papan reklame itu mencapai puluhan juta rupiah. Tunggakan tersebut berasal dari dua periode pembayaran yang masing-masing berlangsung selama tiga bulan, sehingga total kewajiban yang belum dibayarkan mencakup enam bulan. (pan)
Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6,03 Persen pada 2026
Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2026 mencapai 6,03 persen, meningkat dibandingkan dengan realisasi 2025 yang tercatat sebesar 5,44 persen.
Optimisme tersebut didukung tren positif Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mataram yang mencapai sekitar Rp26,1 triliun pada akhir 2025. Capaian itu menempatkan Mataram pada peringkat kesembilan dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.
Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi melalui laporan dan data statistik yang diterima secara berkala. Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan ekonomi Kota Mataram tercatat sebesar 5,44 persen pada 2025.
Ia optimistis pertumbuhan ekonomi dapat meningkat pada 2026 seiring dengan berbagai upaya pemerintah dalam mendorong sektor-sektor yang berpengaruh besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami berikhtiar supaya angka itu di penghujung tahun bisa signifikan naiknya,” ujar Mohan, pekan kemarin.
Mohan mengakui, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen juga menjadi salah satu sasaran yang terus diupayakan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat perkembangan PDRB, daya beli masyarakat, serta kaitannya dengan investasi.
Salah satu sektor yang diandalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Mataram adalah konstruksi. Sektor ini dinilai mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) karena menggerakkan berbagai aktivitas usaha, mulai dari penyerapan tenaga kerja, penyediaan material bangunan, jasa, perdagangan, hingga sektor pendukung lainnya.
Mohan mengatakan sejumlah proyek pembangunan berskala besar masih berjalan dan diharapkan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Pemerintah juga mendorong percepatan penyelesaian berbagai proyek strategis agar aktivitas konstruksi semakin meningkat.
Sejumlah proyek tersebut antara lain pembangunan Kantor Wali Kota Mataram atau Bale Mentaram dengan nilai Rp170 miliar, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo senilai Rp97 miliar, serta berbagai proyek infrastruktur perkotaan lainnya.
“Kalau konstruksi bergerak, tentu banyak sektor ikut bergerak. Ada tenaga kerja, ada kebutuhan material, ada jasa dan aktivitas ekonomi lainnya,” jelasnya.
Selain konstruksi, Pemkot Mataram menilai sektor perbankan turut berperan penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Perkembangan penyaluran kredit, investasi, dan aktivitas usaha masyarakat menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pergerakan ekonomi daerah.
Mohan menegaskan, Pemkot Mataram akan terus mengawal pelaksanaan proyek-proyek strategis sekaligus menjaga aktivitas ekonomi masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.
“Kita optimistis. Mudah-mudahan berbagai ikhtiar yang kita lakukan bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Mataram,” pungkasnya. (pan)
Melesat di Mandalika, Dua Pebalap Binaan AHM Naik Podium Moto4 Asia Cup 2026
Mataram (Ekbis NTB) — Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) menunjukkan taringnya di kandang sendiri. Tampil di hadapan pendukung Merah Putih pada ajang Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (10–11/10), Bintang Pranata Sukma dan Resky Yusuf sukses mengamankan dua podium penting.
Bintang membuka paruh akhir pekan dengan mengunci podium kedua pada race pertama, Sabtu (10/10). Penampilan impresif tersebut disusul oleh rekan setimnya, Resky Yusuf, yang merangsek ke podium kedua pada race kedua, Minggu (11/10).
Dominasi pebalap Indonesia sudah terlihat sejak sesi kualifikasi. Bintang Pranata sukses merebut pole position dengan catatan waktu tercepat 1 menit 42,492 detik. Sementara itu, Resky Yusuf memulai balapan dari posisi keempat, disusul Muh Badly Ayatullah di posisi keenam, dan Maulana Malik di posisi kedelapan. Dua pebalap wildcard, Abimanyu Fermadi dan Valera Octavianuz, masing-masing menempati grid ke-14 dan ke-18.
Sengitnya Drama Race Pertama
Pada race pertama yang dihelat Sabtu sore, persaingan di barisan terdepan langsung memanas melibatkan Bintang, Badly, Malik, dan Resky. Jalannya balapan sempat terhenti akibat pengibaran bendera merah (red flag) pada lap kedua menyusul kondisi lintasan, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali sepanjang 10 lap.
Memasuki putaran akhir, Bintang terlibat duel sengit memperebutkan posisi puncak hingga akhirnya menyentuh garis finis di tempat kedua. Maulana Malik menyusul di posisi kelima, Badly di peringkat ke-12, sementara Resky gagal menyelesaikan perlombaan. Adapun pebalap wildcard Abimanyu dan Valera masing-masing finis di urutan ke-10 dan ke-16.
Kebangkitan Resky di Race Kedua
Hari kedua (11/10) menjadi momentum emas bagi Resky Yusuf Hermawan. Memulai lomba dari posisi keempat, ia langsung tancap gas dan menampilkan aksi salip-menyalip yang agresif hingga sempat memimpin jalannya balapan. Di tengah gempuran ketat rombongan depan yang membuat posisi terus bergejolak, Resky mampu menjaga ritme hingga mengamankan podium kedua yang juga menjadi podium perdana sepanjang kariernya di ajang IM4AC.
“Di race kedua, saya bangkit dari hasil race pertama dan berusaha tampil maksimal hingga bisa mendapatkan podium kedua. Capaian ini adalah podium pertama bagi saya. Untuk seri di Sepang, saya akan berjuang mengumpulkan poin sebanyak mungkin dan meraih podium. Terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas doa dan dukungannya,” ujar Resky.
Perjuangan tak kalah gigih diperlihatkan Bintang Pranata. Memulai dari pole position, pebalap asal Indonesia ini sempat beberapa kali memimpin barisan dan mencatatkan fastest lap dengan waktu 1 menit 42,271 detik. Sayangnya, insiden kecil di tikungan terakhir membuatnya sedikit melebar dan harus puas finis di posisi keempat.
“Race pertama saya berhasil mendapatkan podium kedua. Pada race kedua, strategi sudah berjalan sesuai rencana, tetapi insiden di tikungan terakhir membuat saya sedikit melebar dan finis di posisi keempat. Terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas doa dan dukungannya. Semoga bisa meraih hasil lebih baik di seri berikutnya,” ungkap Bintang.
Sementara itu, Muh Badly Ayatullah tampil gemilang dengan finis di posisi kelima sekaligus mencatatkan fastest lap tercepat kelas ini dengan torehan waktu 1 menit 42,190 detik. M. Maulana Malik Ibrahim menyusul di posisi ketujuh. Dari kubu wildcard, Valera Octavianuz menuntaskan balapan di posisi ke-13, sedangkan Abimanyu Bintang Fermadi mengalami kendala dan tidak dapat finis.
Persaingan Klasemen dan Komitmen AHM
Menutup rangkaian seri Mandalika, Bintang Pranata kini bertengger di posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 89 poin. Resky Yusuf berada di peringkat kedelapan dengan 58 poin, disusul Badly di posisi ke-11 (54 poin), dan Malik di posisi ke-14 (38 poin).
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan daya saing talenta muda Indonesia di kancah internasional.
“Prestasi pebalap muda Indonesia di ajang internasional membuktikan talenta Tanah Air mampu bersaing dengan pebalap mancanegara. Dukungan masyarakat di Mandalika menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk tampil maksimal. AHM akan terus menemani perjalanan mereka melalui pembinaan berjenjang untuk meraih prestasi tertinggi, hingga ke panggung MotoGP,” tegas Andy.
Selanjutnya, skuad muda binaan AHM bersiap menatap putaran kelima IM4AC yang dijadwalkan berlangsung di Petronas Sepang International Circuit, Malaysia, pada November mendatang. (r/fan)







