Beranda blog Halaman 24

Melesat di Mandalika, Dua Pebalap Binaan AHM Naik Podium Moto4 Asia Cup 2026

0

Mataram (Ekbis NTB) — Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) menunjukkan taringnya di kandang sendiri. Tampil di hadapan pendukung Merah Putih pada ajang Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (10–11/10), Bintang Pranata Sukma dan Resky Yusuf sukses mengamankan dua podium penting.

Bintang membuka paruh akhir pekan dengan mengunci podium kedua pada race pertama, Sabtu (10/10). Penampilan impresif tersebut disusul oleh rekan setimnya, Resky Yusuf, yang merangsek ke podium kedua pada race kedua, Minggu (11/10).

Dominasi pebalap Indonesia sudah terlihat sejak sesi kualifikasi. Bintang Pranata sukses merebut pole position dengan catatan waktu tercepat 1 menit 42,492 detik. Sementara itu, Resky Yusuf memulai balapan dari posisi keempat, disusul Muh Badly Ayatullah di posisi keenam, dan Maulana Malik di posisi kedelapan. Dua pebalap wildcard, Abimanyu Fermadi dan Valera Octavianuz, masing-masing menempati grid ke-14 dan ke-18.

Sengitnya Drama Race Pertama

Pada race pertama yang dihelat Sabtu sore, persaingan di barisan terdepan langsung memanas melibatkan Bintang, Badly, Malik, dan Resky. Jalannya balapan sempat terhenti akibat pengibaran bendera merah (red flag) pada lap kedua menyusul kondisi lintasan, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali sepanjang 10 lap.

Memasuki putaran akhir, Bintang terlibat duel sengit memperebutkan posisi puncak hingga akhirnya menyentuh garis finis di tempat kedua. Maulana Malik menyusul di posisi kelima, Badly di peringkat ke-12, sementara Resky gagal menyelesaikan perlombaan. Adapun pebalap wildcard Abimanyu dan Valera masing-masing finis di urutan ke-10 dan ke-16.

Kebangkitan Resky di Race Kedua

Hari kedua (11/10) menjadi momentum emas bagi Resky Yusuf Hermawan. Memulai lomba dari posisi keempat, ia langsung tancap gas dan menampilkan aksi salip-menyalip yang agresif hingga sempat memimpin jalannya balapan. Di tengah gempuran ketat rombongan depan yang membuat posisi terus bergejolak, Resky mampu menjaga ritme hingga mengamankan podium kedua yang juga menjadi podium perdana sepanjang kariernya di ajang IM4AC.

“Di race kedua, saya bangkit dari hasil race pertama dan berusaha tampil maksimal hingga bisa mendapatkan podium kedua. Capaian ini adalah podium pertama bagi saya. Untuk seri di Sepang, saya akan berjuang mengumpulkan poin sebanyak mungkin dan meraih podium. Terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas doa dan dukungannya,” ujar Resky.

Perjuangan tak kalah gigih diperlihatkan Bintang Pranata. Memulai dari pole position, pebalap asal Indonesia ini sempat beberapa kali memimpin barisan dan mencatatkan fastest lap dengan waktu 1 menit 42,271 detik. Sayangnya, insiden kecil di tikungan terakhir membuatnya sedikit melebar dan harus puas finis di posisi keempat.

“Race pertama saya berhasil mendapatkan podium kedua. Pada race kedua, strategi sudah berjalan sesuai rencana, tetapi insiden di tikungan terakhir membuat saya sedikit melebar dan finis di posisi keempat. Terima kasih kepada masyarakat Indonesia atas doa dan dukungannya. Semoga bisa meraih hasil lebih baik di seri berikutnya,” ungkap Bintang.

Sementara itu, Muh Badly Ayatullah tampil gemilang dengan finis di posisi kelima sekaligus mencatatkan fastest lap tercepat kelas ini dengan torehan waktu 1 menit 42,190 detik. M. Maulana Malik Ibrahim menyusul di posisi ketujuh. Dari kubu wildcard, Valera Octavianuz menuntaskan balapan di posisi ke-13, sedangkan Abimanyu Bintang Fermadi mengalami kendala dan tidak dapat finis.

Persaingan Klasemen dan Komitmen AHM

Menutup rangkaian seri Mandalika, Bintang Pranata kini bertengger di posisi keempat klasemen sementara dengan koleksi 89 poin. Resky Yusuf berada di peringkat kedelapan dengan 58 poin, disusul Badly di posisi ke-11 (54 poin), dan Malik di posisi ke-14 (38 poin).

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan daya saing talenta muda Indonesia di kancah internasional.

“Prestasi pebalap muda Indonesia di ajang internasional membuktikan talenta Tanah Air mampu bersaing dengan pebalap mancanegara. Dukungan masyarakat di Mandalika menjadi motivasi tambahan bagi mereka untuk tampil maksimal. AHM akan terus menemani perjalanan mereka melalui pembinaan berjenjang untuk meraih prestasi tertinggi, hingga ke panggung MotoGP,” tegas Andy.

Selanjutnya, skuad muda binaan AHM bersiap menatap putaran kelima IM4AC yang dijadwalkan berlangsung di Petronas Sepang International Circuit, Malaysia, pada November mendatang. (r/fan)

BI NTB Mudahkan UMKM Lokal Bertransaksi Lintas Negara di Arena MotoGP Mandalika 2026

0
BI NTB Mudahkan UMKM Lokal Bertransaksi Lintas Negara di Arena MotoGP Mandalika 2026
wisatawan asing berbelanja di booth UMKM binaan BI dan melakukan transaksi lintas negara melalui QRIS Cross Border di arena MotoGP Mandalika 2026


Praya (Ekbis NTB) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, memanfaatkan ajang MotoGP Mandalika 2026 untuk memudahkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal melakukan transaksi lintas negara dengan fasilitas QRIS Cross Border.


Melalui kehadiran booth UMKM binaan di kawasan Sirkuit Mandalika pada gelaran MotoGP 9–11 Oktober 2026, produk unggulan NTB turut diperkenalkan langsung kepada pengunjung domestik dan internasional.


Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain kopi dari Dersi Coffee, Ayam Merangkat dari Desa Wisata Bonjeruk, makanan ringan olahan kacang dan jagung dari Songgajah, bakery Rasa Baru, serta kerajinan tangan dari Bale Rattan.


Pemilik Dersi Coffee, Made Dewa Satriawan, mengatakan MotoGP Mandalika menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan karakter produk sekaligus menjangkau konsumen baru, termasuk pasar internasional.


Menurutnya, kualitas produk harus diimbangi dengan kemampuan membangun hubungan baik dengan pelanggan agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.


“Memiliki produk yang bagus saja belum tentu cukup untuk membangun bisnis yang sukses. Produk yang baik membuat pelanggan datang, tetapi hubungan yang baik membuat mereka kembali,” ujarnya.
Made berharap kesempatan memasarkan produk dalam ajang internasional seperti MotoGP Mandalika dapat berlangsung setiap tahun. Dengan demikian, UMKM lokal memiliki ruang lebih luas untuk memperkenalkan produk dan memperluas jangkauan pasar.


Peluang tersebut terlihat dari ketertarikan Andreas, wisatawan asal Italia, terhadap kopi Lombok. Ia menilai kopi lokal memiliki aroma berbeda dari kopi yang biasa ditemuinya di Italia. Andreas tertarik mencoba kopi Sapit dan berencana kembali ke Dersi Coffee untuk mencicipi varian lainnya.
Interaksi langsung dengan wisatawan ini menjadi salah satu cara memperkenalkan kekhasan produk lokal NTB kepada konsumen mancanegara.


Di sisi pembayaran, BI NTB turut memperkuat kesiapan layanan transaksi selama MotoGP Mandalika. BI mengimbau penyedia jasa pembayaran, baik perbankan maupun lembaga selain bank, serta penyelenggara kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank untuk memastikan keandalan operasional dan kualitas pelayanan.


Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran transaksi dan layanan penukaran valuta asing di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi serta kunjungan wisatawan selama ajang balap internasional tersebut.


BI NTB juga mengintensifkan edukasi penggunaan QRIS, termasuk QRIS Cross Border, kepada wisatawan dan pelaku usaha di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) serta sejumlah lokasi strategis lainnya.


QRIS Cross Border telah terhubung dengan enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Konektivitas ini memungkinkan wisatawan dari negara mitra melakukan pembayaran di merchant QRIS Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya.
Untuk memberikan pengalaman transaksi secara langsung, BI NTB berkolaborasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggelar edukasi penggunaan QRIS Cross Border di kawasan Sirkuit Mandalika. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan pemahaman wisatawan dan pelaku usaha mengenai kemudahan pembayaran digital lintas negara.


Data BI NTB mencatat, transaksi QRIS Cross Border di NTB sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 79.938 transaksi dengan nominal Rp26,8 miliar.


Capaian tersebut menunjukkan pemanfaatan pembayaran digital lintas negara di NTB sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata dan perdagangan.(bul)

Pertamina Dukung Ratusan UMKM Lombok Sumbawa Festival Mendunia

0

Lombok Tengah (ekbisntb.com)- Penyelenggaraan ajang internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 turut menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, salah satunya melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Pertamina turut mendukung program Lombok Sumbawa Festival oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menghadirkan 139 UMKM dalam Lombok Sumbawa Festival di area Grandstand B Pertamina Mandalika International Circuit dengan memberikan produk Bright Gas pada Sabtu (10/10) sore.

Dukungan ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan UMKM sekaligus mendorong perekonomian masyarakat NTB di momentum Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Penyerahan Bright Gas dilakukan secara simbolis oleh Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi NTB sekaligus Ketua Panitia Daerah MotoGP, Lalu Muhammad Fauzal, kepada dua perwakilan UMKM. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian seremoni pembukaan Lombok Sumbawa Festival yang dibuka oleh Gubernur NTB, diwakili oleh Lalu Muhammad Fauzal, bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan Pertamina.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk keterlibatan aktif Pertamina dalam mendukung pelaku usaha lokal, khususnya pada momentum penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

“Pada kesempatan sore hari ini, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus secara simbolis memberikan tabung Bright Gas untuk mendukung UMKM lokal dalam kegiatan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, salah satunya di area Lombok Sumbawa Festival. Ini merupakan salah satu bentuk sumbangsih dan keterlibatan aktif Pertamina dalam mendukung pemberdayaan UMKM untuk Lombok mendunia,” ungkap Iwan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, pada sambutannya menyampaikan bahwa Lombok Sumbawa Festival menjadi panggung bagi NTB untuk memperkenalkan potensi budaya dan ekonomi kreatif kepada masyarakat luas, khususnya pada momentum penyelenggaraan ajang balap motor internasional.

“Ini merupakan panggung bagi Nusa Tenggara Barat pada momen penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia untuk menampilkan potensi yang dimilikinya, baik potensi budaya maupun ekonomi kreatif. Tentunya, kegiatan ini dikemas dalam sebuah event yang diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi, sosial budaya, serta dampak positif terhadap lingkungan,” ujar Ahmad.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pertamina yang memberikan Bright Gas secara gratis bagi pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam festival tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga atas dukungannya kepada para pelaku UMKM yang hadir di Lombok Sumbawa Festival melalui pemberian Bright Gas secara gratis,” tambahnya.

Secara terpisah, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa dukungan Pertamina melalui Bright Gas menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk turut mengambil peran dalam menggerakkan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor UMKM.

“Pertamina Grand Prix of Indonesia bukan hanya tentang penyelenggaraan ajang balap internasional, tetapi juga bagaimana momentum ini dapat memberikan nilai tambah bagi daerah. Melalui dukungan Bright Gas bagi UMKM di Lombok Sumbawa Festival, kami ingin turut mendukung aktivitas ekonomi lokal agar potensi dan produk unggulan NTB semakin dikenal luas,” ujar Ahad.

Pertamina terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui dukungan energi dan pemberdayaan UMKM, Pertamina berharap penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan pengalaman berkelas internasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.(bul)

Bintang Pranata Amankan Podium Kedua di Race 1 Idemitsu Moto4 Asia Cup Mandalika

0

Lombok Tengah (Ekbis NTB) – Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Bintang Pranata, sukses mengibarkan semangat nasional setelah merebut podium kedua pada race pertama Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) 2026. Berlaga di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/10), hasil ini menjadi raihan podium kedua bagi Bintang sepanjang musim kompetisi IM4AC tahun ini.

Memulai balapan dari pole position, Bintang tampil kompetitif sejak awal. Pada sesi kualifikasi Sabtu pagi, ia sukses mengamankan catatan waktu tercepat 1:42,492 detik. Posisi start gemilang juga diraih pebalap binaan AHM lainnya, yakni Resky Yusuf di posisi keempat, M. Badly Ayatullah di posisi keenam, dan Maulana Malik di posisi kedelapan. Sementara itu, dua pebalap muda berstatus wildcard, Abimanyu Fermadi dan Valera Octavianuz, masing-masing memulai lomba dari grid ke-14 dan ke-18.

Race pertama yang berlangsung pada Sabtu sore langsung menyuguhkan persaingan sengit. Bintang, Badly, Malik, and Resky sempat mendominasi rombongan pebalap terdepan. Namun, jalannya lomba sempat terhenti akibat pengibaran bendera merah (red flag) pada lap kedua karena kondisi lintasan. Selepas jeda, balapan kembali dilanjutkan dengan durasi 10 lap.

Memasuki lap-lap akhir, ketegangan memuncak ketika Bintang berhasil melepaskan diri dan terlibat duel ketat memperebutkan posisi puncak melawan satu pebalap rival. Keduanya saling bergantian memimpin lomba. Bintang dengan cermat menjaga ritme hingga akhirnya menyentuh garis finis di tempat kedua.

Di barisan pebalap lain, persaingan untuk mengamankan posisi terbaik berjalan dramatis. Maulana Malik tampil konsisten dan sukses mengamankan posisi kelima. Kendati demikian, beberapa pebalap harus menerima cobaan; Badly, Velera, and Resky terkena hukuman long lap penalty. Badly akhirnya harus puas finis di posisi ke-12, sementara Resky gagal menyelesaikan balapan (did not finish).

Di sisi lain, dua pebalap wildcard AHM menunjukkan mental juang tinggi menghadapi para pebalap reguler IM4AC. Pada debutnya di ajang ini, Abimanyu secara gemilang mampu menembus posisi 10 besar, sementara Valera sukses menuntaskan balapan di peringkat ke-16.

Hasil positif pada race pertama ini menjadi modal evaluasi penting bagi skuad AHM untuk menghadapi race kedua yang dihelat pada Minggu (11/11) di sirkuit yang sama. (r/fan)

BI NTB Bawa Kuliner Khas Daerah ke Panggung Internasional Lewat IN2HCC ISEF 2026

0

Mataram (Ekbis NTB) — Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (BI NTB) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner halal lokal agar mampu menembus pasar global. Langkah strategis ini diwujudkan melalui keikutsertaan UMKM binaan dalam ajang International Halal Chef Competition (IN2HCC) pada rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, saat membuka ajang tersebut menyampaikan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi produsen produk halal terkemuka sekaligus pusat industri halal dunia. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia kini menduduki peringkat ketiga dunia pada sektor makanan halal, naik satu peringkat dari periode sebelumnya. Capaian ini turut didukung oleh besarnya pasar domestik serta 123 perjanjian pengakuan halal (Mutual Recognition Arrangement / MRA) dengan Lembaga Halal Luar Negeri yang mencakup 43 negara.

Dalam ajang prestisius tersebut, BI NTB menghadirkan tiga UMKM kuliner unggulan daerah untuk memperkenalkan kekayaan cita rasa khas NTB ke kancah nasional hingga internasional. Ketiga UMKM tersebut meliputi Sate Rembiga Goyang Lidah, Ayam Taliwang Beca Bero, serta Nutsafir Cookies yang menawarkan produk olahan kacang khas daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hario K. Pamungkas, menjelaskan bahwa keikutsertaan ini sejalan dengan upaya konkret BI NTB dalam meningkatkan kualitas produk, pemenuhan sertifikasi halal, peningkatan produktivitas UMKM, serta perluasan akses pasar.

“Kekhasan kuliner daerah merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan sebagai nilai tambah produk, dengan tetap memperhatikan konsistensi mutu, keamanan pangan, kemasan, dan standar halal agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin beragam,” ujar Hario melalui siaran pers resmi.

Penguatan industri kuliner halal ini juga membutuhkan ekosistem usaha yang terintegrasi. Selain kualitas bahan baku dan proses produksi yang sesuai standar, para pelaku usaha didorong untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mengoptimalkan pemasaran digital, serta memperluas jejaring bisnis guna membangun kepercayaan konsumen.

Melalui program Industri Kreatif Syariah (IKRA) Indonesia, Bank Indonesia secara berkelanjutan memberikan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman halal. Sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kuliner, serta mitra strategis diharapkan mampu menjadikan industri kuliner halal NTB sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (r/fan)

Masjid Agung KTC Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Umat

0
Ekonomi Umat
PUSAT EKONOMI UMAT – Badan Riset dan Inovasi Daerah KSB akan menjadikan Masjid Agung Darussalam KTC sebagai pusat ekonomi umat.


Taliwang (EKBIS NTB)
–Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan pengembangan Masjid Agung Darussalam Kompleks Kemutar Telu Center (KTC) sebagai pusat perekonomian umat.

Program ini dirancang melalui pengembangan budidaya kurma, pemanfaatan kolam untuk budidaya ikan, serta penyediaan lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah di lingkungan masjid.


Kepala BRIDA KSB, Mars Anugerainsyah mengatakan, pengembangan tersebut bertujuan menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Masjid diharapkan tidak hanya sebagai pusat kegiatan ibadah melainkan mampu menghasilkan pendapatan untuk mendukung kebutuhan operasional dan kesejahteraan pengurus.


“Tagline-nya memakmurkan masjid, masjid memakmurkan. Artinya, masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat tidak sebatas tempat ibadah, tetapi juga bisa memberikan penghidupan bagi umat atau minimal bagi pengurusnya,” kata Mars, Jumat (9/10).


Ia menjelaskan, pengembangan budidaya kurma akan mengadopsi program inovasi BRIDA Provinsi NTB. Dalam pelaksanaannya, BRIDA KSB akan bekerja sama dengan Ukhuwa Datu Internasional yang selama ini menjadi mitra BRIDA NTB dalam pendampingan penanaman hingga pemeliharaan tanaman kurma.


Menurut Mars, program tersebut juga akan melibatkan Dinas Perikanan KSB untuk mengoptimalkan kolam yang berada di kawasan Masjid Agung Darussalam sebagai tempat budidaya ikan. Sementara itu, halaman masjid direncanakan ditanami kurma dan area pelataran dimanfaatkan untuk lapak UMKM yang menjual produk halal.


Pengelolaan kegiatan ekonomi tersebut nantinya akan melibatkan lembaga kemakmuran masjid. Dengan pengelolaan yang terarah, berbagai kegiatan usaha diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan mandiri sehingga masjid tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk membiayai operasionalnya.


Mars menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pengurus Masjid Agung Darussalam dan Dinas Perikanan KSB untuk membahas rencana tersebut. Pengembangan kawasan juga diarahkan untuk menambah nilai estetika masjid, termasuk melalui penataan area tanggul di sisi kiri, kanan, dan belakang bangunan.


Untuk tahap awal, BRIDA KSB menyiapkan program ini melalui APBD Perubahan (APBD-P) 2026. Selain itu, pengembangan tanaman kurma akan disinergikan dengan masyarakat yang telah lebih dahulu membudidayakan tanaman tersebut, disertai pe

ndampingan dari mitra yang berpengalaman.
Masjid Agung Darussalam KTC dipilih sebagai lokasi percontohan pengembangan masjid berbasis ekonomi di NTB.

Jika pelaksanaannya berjalan baik dan mampu mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan, BRIDA KSB berencana mereplikasi konsep serupa di masjid-masjid lain di wilayah setempat.(bug)

Bantu Nelayan Dapat Akses BBM Bersubsidi

0
Akses BBM Bersubsidi
Muslim (EKBIS NTB/era)


PEMPROV NTB membantu ratusan nelayan untuk mendapatkan akses Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi gratis. Tahun 2026 ini, sebanyak 500 nelayan akan mendapat pendampingan untuk mengurus legalitas kapal melalui penerbitan E-Pas Kecil dan E-BKP.


Program tersebut ditujukan bagi nelayan yang menggunakan kapal berukuran di bawah 5 GT. Legalitas itu menjadi salah satu syarat agar nelayan dapat terhubung dengan sistem distribusi BBM bersubsidi Pertamina.


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB, Muslim mengatakan, persoalan kelengkapan dokumen selama ini menjadi salah satu faktor yang membuat nelayan kecil kesulitan mengakses BBM bersubsidi.


“Selama ini memang banyak persoalan yang menyebabkan nelayan kesulitan mengakses BBM. Kami tidak ingin melemparkan persoalan tersebut kepada pihak lain,” ujarnya.


Dari total 500 nelayan, sebanyak 200 orang berasal dari Kabupaten Lombok Barat, 150 nelayan dari Kota Mataram, dan 150 nelayan dari Kabupaten Lombok Utara. Program tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan nelayan kecil bisa memanfaatkan fasilitas BBM bersubsidi yang tersedia. Hal ini karena persoalan selama ini bukan semata-mata ketersediaan BBM, melainkan kemampuan nelayan memenuhi persyaratan untuk mengaksesnya.


“BBM bersubsidi tetap ada. Masalahnya adalah siapa yang bisa mengakses. Kalau persyaratan dan izin mereka tidak lengkap, BBM tersebut tidak bisa diakses,” katanya.


Ia menjelaskan, fasilitasi yang diberikan Pemprov NTB tidak berarti pemerintah memberikan BBM secara cuma-cuma kepada nelayan. Pendampingan difokuskan pada penyelesaian legalitas dan administrasi agar nelayan dapat masuk ke dalam sistem distribusi BBM bersubsidi. Setelah memiliki E-Pas Kecil dan E-BKP, nelayan nantinya dapat memperoleh barcode khusus yang terhubung dengan sistem Pertamina.


“Jadi, ketika nelayan sudah memiliki barcode khusus, datanya akan terkoneksi langsung dengan sistem. Dengan begitu, aksesnya lebih terkontrol dan tidak mudah disalahgunakan,” jelasnya.


Sementara itu, menyinggung jumlah BBM yang nantinya dapat diakses oleh masing-masing nelayan, Dislutkan NTB belum menetapkan besarannya. Menurutnya, legalitas tersebut bukan sekadar kelengkapan administrasi. Pemerintah ingin memastikan nelayan kecil memiliki dasar hukum yang jelas dalam menjalankan aktivitas melaut, termasuk ketika membutuhkan BBM untuk operasional.


“Ketika mereka hendak melaut, mereka sudah memiliki izin kapal. Ketika membutuhkan BBM, mereka juga sudah memiliki izin untuk mengakses BBM. Ini merupakan fondasi dasar yang kami fasilitasi,” terangnya.


Untuk menjangkau nelayan yang membutuhkan bantuan, Pemprov NTB menerapkan pola pendampingan secara langsung. Langkah tersebut dilakukan karena sebagian nelayan masih mengalami kendala ketika harus mengurus perizinan melalui sistem digital seperti OSS.

Pemprov NTB juga menggandeng pemerintah kabupaten/kota serta tenaga penyuluh untuk mendampingi nelayan dalam proses pengurusan legalitas.

“Kalau melalui OSS atau sistem lainnya, masyarakat terkadang kesulitan karena keterbatasan pemahaman maupun akses.

Karena itu, tidak perlu dipersulit. Sekarang kami balik pendekatannya. Kami yang datang dan melakukan pendampingan sebagai bentuk kehadiran pemerintah kepada masyarakat,” katanya. (era)

Dukung OPD Penghasil PAD, Satpol PP Lobar Ancam Tutup Tempat Usaha Menunggak Pajak Capai Rp1 Miliar

0
Pajak Capai Rp1 Miliar
Kasatpol PP, I Ketut Rauh (kiri) bersama tim turun ke wajib pajak yang belum bayar pajak mencapati Rp1 miliar. (EKBIS NTB/ist)

Giri Menang (EKBIS NTB) – Satpol PP Lombok Barat (Lobar) memberikan peringatan keras kepada pelaku usaha selaku wajib pajak yang menunggak pajak mencapai Rp1 miliar lebih. Satpol PP Lobar telah bersurat ke wajib pajak nakal tersebut untuk menyelesaikan piutang pajaknya.

Langkah tegas ini dilakukan Satpol PP Lobar dalam upaya mendukung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil Pendapat Asli Daerah (PAD) untuk mengoptimalkan pendapatan daerah melalui penegakan Peraturan Daerah (Perda) dan Perkada.

Satpol PP Lobar terjun langsung melakukan pencegahan pelanggaran di lapangan. Selain itu, beberapa kendala dihadapi OPD dalam menagih pelaku usaha yang nakal bayar pajak hingga bangunan belum berizin dan lainnya.

Kasatpol PP Lobar, I Ketut Rauh menegaskan, tugas fungsi Satpol PP, selain melaksanakan tugas menyelenggarakan ketenteraman dan ketertiban umum, dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Satpol juga menegakkan Perda dan Perkada. “Terkait PAD diatur juga dengan Perda dan Perkada,” tegas Rauh, Kamis (8/10/2026).

OPD-OPD yang mengemban tugas fungsi sebagai penghasil PAD berkordinasi dengan Satpol PP. Pihaknya sudah melakukan langkah tindak lanjut dengan turun ke lapangan. Pihaknya turun membackup OPD memaksimalkan PAD dari sisi aset daerah. Aset-aset yang dipegang oleh orang yang tidak mau membayar atau masa kontraknya habis tetapi tidak memperpanjang, ditangani pihaknya.

“Kami sudah turun. Dan beberapa sudah kami panggil, beberapa sudah mengembalikan,” terangnya.

Dampaknya pun membantu OPD, karena beberapa aset itu dikembalikan dan dikuasai lagi oleh Pemkab. Selanjutnya kata dia, ada objek atau pengusaha selaku wajib pajak belum membayar pajak PBB dilimpahkan oleh Bapenda ke Satpol PP untuk ditangani. Pihaknya pun cepat menindaklanjuti dengan turun mendatangi wajib pajak tersebut.

“Sudah kami datangi untuk menagih dam mengigatkan supaya segera untuk membayar,” ujarnya.

Pihak wajib pajak itu pun telah bersurat ke Satpol PP Lobar menyampaikan komitmennya membayar pajak tersebut sampai dengan akhir Desember ini. “Lumayan itu di atas Rp1 miliar,” sebutnya.

Kalau nanti wajib pajak ini tidak melakukan pembayaran sesuai dengan surat itu, maka pihaknya turun lagi mendatangi wajib pajak tersebut.

Pihaknya melakukan langkah lebih tegas lagi, memberikan surat peringatan 1, 2 sampai SP 3. “Barulah penutupan tempat usahanya,” tegasnya lagi.

Untuk sementara belum ada tempat usaha milik wajib pajak yang ditutup, masih sebatas peringatan. “Yang terkait dengan PBB baru satu, karena baru satu yang dilimpahkan Bapenda ke kami,” imbuhnya.

Belum lagi terkait pajak reklame. Pihaknya mengambil langkah tegas menurunkan reklame-reklame tanpa izin. Dengan harapan ketika ditertibkan Satpol PP, mereka mengurus izin dan bayar pajak.

Pihaknya juga menangani perumahan dan kavelingan yang belum berizin tetapi sudah beraktivitas di lapangan. Akibatnya, retribusi dari perizinan itu pun tidak masuk ke daerah, seperti PBG. “Kalau mereka membangun tanpa PBG kan hilang potensi retribusi, lalu kita tangani itu diurus dan PAD pun masuk,” ujarnya.

Pihaknya bersama PUPRPKP pun terus berkoordinasi dalam menangani hal ini, jika setelah ditegur OPD tidak ada tindaklanjuti dari pihak pengusaha. Maka Satpol PP masuk untuk melakukan penertiban sehingga mereka mau mengurus izin.

Dengan begitu Satpol PP Lobar juga hadir dalam menyelamatkan PAD dari kebocoran akibat pengusaha yang nakal tidak mengurus izin sebelum membangun. Selain itu tentu sebagai upaya pengendalian bersama OPD terkait. (her)

Bank NTB Syariah Perkuat Sistem Penerimaan Daerah di Sektor Perikanan dan Kelautan

0
Bank NTB Syariah Perkuat Sistem Penerimaan Daerah di Sektor Perikanan dan Kelautan
KUNJUNGI - Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah didampingi Branch Manager Bank NTB Syariah Kantor Cabang Selong, Alfian Irwan Adiguna berkunjung ke UPT Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok, Selasa (6/10). (EKBIS NTB/ist)

Selong (EKBIS NTB) –Bank NTB Syariah memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung optimalisasi sistem penerimaan daerah, khususnya dari sektor perikanan dan kelautan yang memiliki potensi ekonomi cukup besar.

Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko Bank NTB Syariah, Ferry Ardiansyah berkunjung ke UPT Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok, Lombok Timur, Selasa, 6 Oktober 2026, didampingi Branch Manager Bank NTB Syariah Kantor Cabang Selong, Alfian Irwan Adiguna.

Diterima langsung oleh Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok. Membahas peluang penguatan sistem penerimaan melalui dukungan layanan perbankan yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.

Ferry mengatakan Bank NTB Syariah siap menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola penerimaan, termasuk pada sektor perikanan dan kelautan.

“Kami ingin memastikan Bank NTB Syariah tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung optimalisasi penerimaan. Potensi sektor perikanan dan kelautan di NTB sangat besar, sehingga perlu didukung dengan sistem transaksi dan penerimaan yang mudah, aman, transparan, serta terintegrasi,” ujar Ferry.

Menurutnya, penguatan sistem penerimaan menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola keuangan daerah yang semakin baik. Sistem yang tertata juga dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam melakukan pembayaran sekaligus mendukung pencatatan penerimaan secara lebih tertib.

Sementara itu, Branch Manager Bank NTB Syariah Kantor Cabang Selong, Alfian Irwan Adiguna, mengatakan pihaknya siap mendukung kebutuhan di lapangan, khususnya dalam penguatan layanan perbankan yang berkaitan dengan aktivitas di UPT Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok.

“Kami di Kantor Cabang Selong siap mendukung kebutuhan di lapangan. Harapannya, sinergi ini dapat menghadirkan sistem penerimaan yang lebih praktis bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus membantu pemerintah daerah dalam melakukan pencatatan dan pengelolaan penerimaan secara lebih tertib dan transparan,” ujar Alfian Irwan Adiguna.

Menurut Alfian Irwan Adiguna, keberadaan Bank NTB Syariah sebagai bank milik daerah menjadi kekuatan dalam membangun kolaborasi yang lebih dekat dengan pemerintah daerah maupun masyarakat.

“Kami ingin memastikan layanan Bank NTB Syariah benar-benar memberikan solusi, bukan hanya dari sisi transaksi, tetapi juga bagaimana layanan tersebut dapat mendukung tata kelola penerimaan daerah dan memberikan kemudahan bagi para nelayan maupun pelaku usaha yang beraktivitas di kawasan pelabuhan,” tambah Alfian Irwan Adiguna.

Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok memiliki peran penting dalam aktivitas perikanan di wilayah Lombok Timur. Aktivitas kapal, nelayan, dan pelaku usaha perikanan di kawasan tersebut menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang perlu didukung dengan layanan transaksi dan sistem penerimaan yang efektif.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek transaksi, tetapi juga pada penguatan ekosistem penerimaan daerah yang lebih terintegrasi. Dengan dukungan layanan perbankan, proses penerimaan dapat dilakukan secara lebih tertib, mudah ditelusuri, serta mendorong pengurangan transaksi tunai.

Bagi Bank NTB Syariah, dukungan terhadap optimalisasi penerimaan daerah merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat perannya sebagai bank milik daerah sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan NTB.

Ke depan, sinergi antara Bank NTB Syariah, Pemerintah Provinsi NTB, dan pengelola pelabuhan diharapkan dapat berkembang menjadi penguatan ekosistem penerimaan daerah yang semakin terintegrasi, sekaligus memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat dan pelaku usaha sektor perikanan. (bul)

Cuaca Terik saat MotoGP, Penonton Diingatkan Risiko Dehidrasi

0
Cuaca Terik saat MotoGP, Penonton Diingatkan Risiko Dehidrasi
Ilustrasi cuaca terik saat MotoGP Mandalika 2026. (EKBIS NTB/Artificial Intelligence)

Mataram (EKBIS NTB) –Cuaca di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menjelang perhelatan MotoGP Mandalika 2026 diprediksi masih didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hal ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang masih terasa kuat di kawasan tersebut.


Berdasarkan analisis Stasiun Meteorologi (Stamet) Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) BMKG pada awal Oktober 2026, pola cuaca di NTB masih dipengaruhi faktor iklim global yang tidak mendukung peningkatan curah hujan secara merata.


Kepala BMKG Stamet ZAM, Tri Widiarto, menjelaskan bahwa El Nino intensitas kuat masih bertahan di Samudra Pasifik ekuatorial. “Faktor tersebut menyebabkan kondisi atmosfer yang relatif lebih kering masih berpotensi bertahan di wilayah NTB,” ujarnya.


Meskipun cuaca cerah berawan mendominasi, potensi hujan lokal berskala ringan tetap ada di beberapa wilayah NTB akibat pemanasan permukaan dan dinamika atmosfer lokal. Untuk kawasan Sirkuit Mandalika dan sekitarnya pada periode 9–11 Oktober 2026, BMKG memprakirakan cuaca relatif serupa.


Tri menekankan pentingnya memantau perkembangan cuaca secara berkala menjelang acara puncak. Karena itu, kondisi aktual menjelang dan saat kegiatan perlu dipantau melalui informasi cuaca terkini dan peringatan dini BMKG, terutama pada H-3 s/d H-1, dan saat kegiatan berlangsung.


Menghadapi cuaca panas dan udara kering musim kemarau, BMKG mengimbau para penonton dan masyarakat umum untuk melindungi diri dengan tabir surya serta menjaga hidrasi tubuh agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan saat beraktivitas di luar ruangan.


“Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kecukupan cairan tubuh terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan,” kata Tri.


Selain imbauan kesehatan, BMKG turut mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghemat air serta mewaspadai potensi kekeringan dan kebakaran hutan atau lahan (karhutla).


“BMKG meminta masyarakat tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api,” pungkasnya. (sib)