Wednesday, May 6, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaAndalkan Agenda Nasional, Dispar Mataram Petakan Strategi Dongkrak Okupansi Hotel

Andalkan Agenda Nasional, Dispar Mataram Petakan Strategi Dongkrak Okupansi Hotel

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mulai memetakan sejumlah agenda nasional berskala besar sebagai strategi untuk mendongkrak tingkat hunian kamar hotel di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Dr. Cahya Samudra, mengatakan keterbatasan fiskal membuat ruang gerak pemerintah daerah dalam menggelar event secara mandiri menjadi semakin terbatas. Kondisi ini mendorong Dispar untuk lebih adaptif dalam menjaga pergerakan sektor pariwisata, khususnya industri perhotelan yang terdampak langsung.

“Efisiensi anggaran terjadi di pemerintah daerah, termasuk di kami. Ruang untuk menggelar event besar secara mandiri jadi terbatas,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Sebagai langkah antisipatif, Dispar mengandalkan agenda nasional sebagai penggerak utama untuk menjaga stabilitas okupansi hotel. Kegiatan berskala nasional dinilai mampu mendatangkan tamu dalam jumlah besar, sehingga memberi dampak signifikan terhadap tingkat hunian.

Menurut Cahya, sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) menjadi fokus utama dalam upaya tersebut. Event MICE dinilai memiliki efek langsung karena melibatkan peserta dari berbagai daerah yang membutuhkan akomodasi dalam jumlah besar.

“Event MICE nasional ini efeknya sangat terasa. Begitu ada kegiatan besar, tingkat hunian hotel langsung meningkat karena tamu datang dalam jumlah signifikan,” jelasnya.

Selain membidik agenda nasional, Dispar juga memperkuat sinergi dengan pelaku industri perjalanan, seperti biro perjalanan wisata (travel agent). Kolaborasi ini diarahkan untuk mendorong wisatawan tidak hanya berkunjung singkat, tetapi juga memperpanjang masa tinggal di Kota Mataram.

Mantan Camat Sekarbela ini menilai peningkatan lama tinggal wisatawan (length of stay) menjadi faktor kunci dalam mendorong okupansi hotel secara berkelanjutan. Saat ini, rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Mataram masih relatif rendah.

“Length of stay kita masih 1,36 hari, lebih rendah dibandingkan Lombok Tengah yang mencapai 2,03 hari dan Lombok Utara 2,65 hari,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun tingkat kunjungan ke Mataram cukup tinggi, wisatawan belum terdorong untuk menetap lebih lama. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata.

Di sisi lain, tingkat hunian hotel di Kota Mataram masih mengalami tekanan akibat kombinasi musim sepi (low season) dan momentum Ramadan pada triwulan pertama tahun ini. Situasi ini berdampak langsung pada penurunan jumlah tamu yang menginap. (pan)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut