Beranda blog Halaman 201

Kampung Nelayan di Bima Bertambah Jadi 16 Desa

0
Kampung Nelayan di Bima Bertambah Jadi 16 Desa
Tajuddin. (Suara NTB/hir)


Bima (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Bima mengajukan perluasan Program Kampung Nelayan menjadi 16 desa pesisir. Jumlah ini naik dari usulan awal yang hanya mencakup enam desa yang sebelumnya lolos tahap administrasi dan survei lapangan. Penetapan akhir masih menunggu keputusan pemerintah pusat.


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bima, Tajuddin, SH., M. Si., menyampaikan,jumlah desa yang masuk program Kampung Nelayan Merah Putih bertambah dari sebelumnya enam desa menjadi enam belas desa. Kampung nelayan tersebar di empat kecamatan yakni, di Sape, Sanggar, Lambu dan Langgudu.


“Sekarang final 16 desa. 16 desa tersebut ada tersebar di empat kecamatan yakni di Sape, Sanggar, Lambu dan Langgudu. Langgudu paling banyak,” sebutnya, Senin (22/6).


Ia merinci, di Kecamatan Sape meliputi Desa Lamere, Buncu, Sangia, dan Bajo Pulau. Kecamatan Lambu hanya Desa Lambu. Kecamatan Sanggar mencakup Desa Kore, Sandue, Boro, dan Piong. Sementara di Kecamatan Langgudu meliputi Desa Rompo, Karumbu, Sembane, Dumu, Kangga, Karampi, dan Sarae Ruma.


Seluruh desa tersebut kata Tajuddin, merupakan hasil finalisasi usulan daerah setelah proses administrasi serta survei teknis di lapangan. Seluruh desa telah melewati tahapan verifikasi awal, termasuk survei kelayakan pada 13-20 April 2026 dan survei topografi pada 6-13 Mei 2026.


“Masih menunggu kebijakan lebih lanjut, yang pasti Kabupaten Bima untuk 16 desa itu insyaallah final,” ujarnya.


Sebelumnya, Kabupaten Bima hanya mengusulkan sembilan desa pesisir dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih dan Kampung Budidaya yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun, dalam proses administrasi awal, sejumlah desa tidak memenuhi kelengkapan dokumen.

Dari proses tersebut, enam desa sempat dinyatakan lolos administrasi dan berhak lanjut ke tahap survei lapangan, yakni Desa Kore Kecamatan Sanggar; Desa Karumbu dan Desa Rompo Kecamatan Langgudu; serta Desa Lamere, Desa Bajo Pulau, dan Desa Buncu Kecamatan Sape.

Program Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan untuk memperkuat infrastruktur perikanan, meningkatkan kapasitas masyarakat nelayan, serta memperluas akses ekonomi berbasis hasil laut di tingkat desa. Dengan bertambahnya usulan menjadi 16 desa, Pemkab Bima kini menunggu verifikasi dan penetapan akhir dari pemerintah pusat sebelum program berjalan penuh di daerah. (hir)

Dukung Desa Berdaya

0
Dukung Desa Berdaya
H. Lalu Hamdi (Suara NTB/ist)

KEPALA Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB, Ir. H. Lalu Hamdi, mengakui, Posyandu menjadi salah satu simpul penting dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan pemerintahan H. Lalu Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Dhamayanti Putri lewat melalui Program Desa Berdaya.


Program tersebut mengintegrasikan data layanan dasar di tingkat desa agar intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi terbaru, jumlah penduduk miskin di NTB berhasil turun dari 654.570 jiwa pada Maret 2025 menjadi 637.180 jiwa pada September 2025. Sementara itu, angka kemiskinan ekstrem yang menjadi acuan Pemerintah Provinsi NTB tercatat sebesar 2,04 persen pada tahun 2024.


Menurutnya, Pemprov NTB menggagas, menginisiasi program yang disebut Program Desa Berdaya yaitu bagaimana pemerintah mengentaskan kemiskinan dengan dua kunci. Yaitu dua lokomotif yaitu pertanian, penguatan ketahanan pangan.


‘’Demikian juga dengan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata. Jadi dua sektor atau lokomotif ini kita berkeyakinan bisa mengurangi secara signifikan kemiskinan maupun nol kemiskinan ekstrem tahun 2029. Pada tahun 2026 ini, kita sudah tetapkan desa-desa yang akan mendapat bantuan keuangan dari program desa berdaya ini sebanyak 257 desa/kelurahan,” jelasnya saat memberikan sambutan Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Posyandu Provinsi NTB Tahun 2026 di Hotel Grand Madani, Mataram, Senin (22/6).


Hasil verifikasi lapangan di 40 desa percontohan menunjukkan sebanyak 6.337 kepala keluarga dinilai layak menerima bantuan modal usaha sebesar Rp7 juta per keluarga disertai pendampingan selama dua tahun.


Namun, di balik data tersebut, masih tersimpan persoalan mendasar yang harus segera ditangani. Tercatat 4.809 keluarga masih tinggal di rumah tidak layak huni. Sebanyak 2.311 keluarga belum memiliki akses sanitasi yang layak, 1.064 keluarga masih menggunakan sumber air minum yang tidak terlindungi, 2.424 keluarga belum menikmati penerangan listrik secara memadai, 2.985 keluarga belum menerima bantuan sosial, dan 1.570 keluarga belum memperoleh manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP).


Seluruh data tersebut, lanjutnya, diharapkan menjadi dasar kerja bersama antara Posyandu dan enam perangkat daerah pengampu, sehingga berbagai persoalan layanan dasar dapat dideteksi lebih cepat, ditangani lebih tepat sasaran, dan pada akhirnya mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di NTB.


Untuk diketahui, sampai saat ini, peningkatan kualitas Posyandu masih dihadapkan pada masalah kesiapan kelembagaan Posyandu. Dari sekitar 7.800 Posyandu yang tersebar di seluruh NTB, baru sekitar 2.800 yang telah terdaftar dan hanya sekitar 400 Posyandu yang telah teregistrasi secara resmi. Sebagian besar Posyandu yang telah memenuhi proses registrasi tersebut berada di Kabupaten Sumbawa.


Data tersebut menunjukkan bahwa proses transformasi Posyandu, masih membutuhkan percepatan, baik dari sisi kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, maupun dukungan lintas sektor. (ham)

Baznas Lotim Ikut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat

0
Muhammad Kamli (Suara NTB/rus)

Selong (ekbisntb.com) – Memasuki satu tahun masa pengabdian, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menunjukkan kinerja yang terus melesat. Di bawah kepemimpinan Ketua Baznas Lotim, Muhammad Kamli, lembaga ini tak hanya sukses menghimpun dana zakat, tetapi juga menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.


Kamli, ditemui di Selong, Senin (22/6/2026) menjelaskan, misi utama yang dijalankan sejak kepengurusan baru dilantik pada 18 Juli 2025 adalah membangun rasa kepercayaan atau trust dari masyarakat, pemerintah, hingga lembaga negara lainnya. Kepercayaan ini dinilai sebagai modal dasar untuk mencapai target pengumpulan dana sekaligus memperluas jangkauan program pemberdayaan.


Upaya membangun kepercayaan membuahkan hasil nyata. Sepanjang tahun 2025, Baznas Lombok Timur berhasil menghimpun dana hingga Rp17 miliar lebih—melampaui capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp15,7 miliar. Memasuki tahun 2026, pengumpulan terus menunjukkan tren positif mendekati angka Rp19 miliar.


Dengan optimisme tinggi, Baznas Lotim memasang target ambisius sebesar Rp25-30 miliar untuk tahun 2026, didorong oleh komitmen Bupati Lombok Timur dan semakin banyaknya pelaku usaha yang mulai menyalurkan zakat melalui Baznas.


Dari total dana yang terkumpul, Baznas Lotim telah menyalurkan hampir Rp15 miliar dalam satu tahun terakhir kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf). Pendistribusian mencakup lima program utama Baznas di bidang kesehatan, pendidikan, advokasi keagamaan, serta pendayagunaan ekonomi.


Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian serius adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu. Baznas memberikan dukungan berupa pemberian modal usaha dan fasilitas usaha bagi fakir dan miskin agar bisa mandiri secara ekonomi.


Pada Januari 2026, Baznas bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyalurkan 20 paket Gerobak Z-Kuliner lengkap dengan suntikan modal usaha masing-masing Rp1,5 juta kepada pedagang kecil. Bantuan ini diberikan kepada pedagang yang biasa berjualan di pinggir jalan nasional, sebagai langkah nyata menanggulangi kemiskinan di Lombok Timur.


Baznas terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan pengembangan ekonomi masyarakat. Keberhasilan program-program Baznas tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk BUMD seperti Bank NTB Syariah dan lembaga lainnya.


Melalui program-program pemberdayaan yang dijalankan, Baznas turut berkontribusi membantu pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi masyarakat sebesar 7,8 persen.


Baznas juga hadir dalam situasi darurat. Saat musibah kebakaran melanda Pasar Pringgabaya, Baznas menyalurkan bantuan tunai Rp2 juta per orang kepada para pedagang terdampak. Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggap darurat agar korban tidak jatuh pailit dan bisa segera kembali beraktivitas.


Ke depan, Baznas berkomitmen menghadirkan program berkelanjutan bagi saudara-saudara korban kebakaran, termasuk dukungan pemulihan usaha. Dengan capaian positif di tahun pertama dan target yang terus meningkat, Baznas Lotim optimistis dapat terus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. (rus)

Jadi Episentrum Ekonomi NTB, Jajaran Polres Loteng Diingatkan Tingkatkan Kompetensi

0
Jadi Episentrum Ekonomi NTB, Jajaran Polres Loteng Diingatkan Tingkatkan Kompetensi
Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja beri pengarahan ke jajaran Polres Loteng saat kunjungan ke Polres Loteng akhir pekan kemarin. (Suara NTB/ist)

Praya (ekbisntb.com) – Sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi di NTB, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional. Melihat pentingnya posisi Loteng tersebut membuat beban tugas dan tanggung jawab jajaran Polres Loteng, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah semakin tidak mudah.


Karena itu, penting bagi jajaran Polres Loteng untuk terus meningkatkan kompetensi, kemampuan, dan inovasi dalam menghadapi perkembangan tantangan keamanan dinamika kejahatan yang terus berkembang di Loteng.


Demikian disampaikan Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E.,M.H., saat kunjungan kerja ke Polres Loteng, akhir pekan kemarin. Di hadapan jajaran Polres Loteng, Kapolda NTB mengingatkan agar terus memperkuat soliditas internal serta kekompakan antar personel maupun antar fungsi yang ada. Karena itu merupakan modal utama dalam mendukung keberhasilan tugas, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan di daerah ini.


Dalam menjalankan tugas, jajaran Polres Loteng juga diingatkan agar selalu mengedepankan niat tulus untuk berbakti serta menjadikan profesi kepolisian sebagai ladang pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dan, selaku bisa hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi terhadap setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat.


“Kehadiran Polri di tengah masyarakat harus terus diperkuat. Tidak hanya hadir ketika terjadi permasalahan, tetapi juga aktif membangun komunikasi melalui patroli dialogis, kegiatan sosial, sambang warga dan berbagai bentuk kemitraan lainnya,” ujarnya.


Tidak kalah penting, sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian harus benar-benar dikedepankan seluruh personel Polres Loteng. Dengan tetap menjaga etika dan adab yang baik. Supaya kehadiran Polri bisa benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat.


Terlebih dengan fungsi pemolisian masyarakat yang diemban, maka setiap personel Polres Loteng harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Melalui patroli dialogis, sambang, kegiatan sosial, dan kemitraan yang berkelanjutan. Sehingga kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


“Saya berharap seluruh personel Polres Loteng bisa menjadi polisi yang dekat dan dicintai masyarakat. Profesional dalam menjalankan tugas, humanis dalam melayani, kuat dalam integritas, serta mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan solusi bagi masyarakat di daerah ini,” harapnya.


Walaupun untuk mencapai tujuan itu tidaklah mudah. Maka penting bagi seluruh jajaran Polres Loteng untuk terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat sinergitas. Guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.


Secara khusus, Irjen Pol. Kalingga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi, loyalitas serta pengabdian yang telah ditunjukkan seluruh personel Polres Loteng dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah ini. Berbagai capaian yang telah diraih tersebut merupakan hasil kerja keras, kebersamaan, dan komitmen seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (kir)

Dekopinwil dan Diskop UMKM Silang Pandangan Soal Koperasi

0
Bambang Parmadi, Wirawan (Suara NTB/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Perkembangan koperasi di NTB belum menunjukkan kemajuan, gaung koperasi yang melakukan pengembangan usaha dari hulu ke hilir nyaris yak terdengar. Kita masih perlu belajar dari koperasi-koperasi di Pulau Jawa, yang sudah memanfaatkan dan mengembangkan komoditas yang menjadi potensi daerahnya.


Ada koperasi peternak dan produsen susu, ada koperasi petani tebu, bahkan, koperasinya sudah melakukan ekspor langsung.


Lantas bagaimana dengan NTB?


Wakil Ketua Dewan Koperasi Nasional Daerah (Dekopinwil) Provinsi NTB, Bambang Parmadi, menilai hingga saat ini NTB belum memiliki banyak koperasi berbasis komoditas yang mampu menjadi pemain utama dalam rantai bisnis dari produksi hingga pemasaran seperti yang berkembang di sejumlah daerah di Pulau Jawa.


Menurutnya, koperasi-koperasi di NTB selama ini lebih banyak bergerak pada sektor jasa keuangan dan simpan pinjam, sementara koperasi yang secara khusus mengelola komoditas unggulan daerah masih relatif terbatas.


“Yang kita butuhkan sekarang adalah koperasi yang terintegrasi dari hulu sampai hilir, termasuk memiliki dukungan pembiayaan dan lembaga keuangan sendiri,” ujarnya.


Bambang menilai salah satu faktor yang membedakan perkembangan koperasi NTB dengan daerah lain adalah kultur berkoperasi yang belum sekuat di Jawa. Ia mencontohkan koperasi susu di Jawa Timur dan Jawa Barat yang telah berkembang puluhan tahun, memiliki anggota yang solid, dan menjadi bagian dari budaya ekonomi masyarakat.


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Wirawan, menilai perkembangan koperasi di daerah ini justru menunjukkan tren yang positif. Ia menegaskan bahwa NTB telah memiliki sejumlah koperasi yang mampu berkembang hingga tingkat nasional dan memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah.


Menurutnya, kontribusi volume usaha koperasi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Secara umum perkembangan koperasi di NTB menggembirakan. Koperasi terbukti mampu berkontribusi dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.


Wirawan mencontohkan keberadaan Koperasi Katala yang bermitra dengan perusahaan tambang dan berhasil memberdayakan pelaku UMKM lokal sebagai vendor. Nilai transaksi yang mengalir kepada UMKM dari aktivitas koperasi tersebut mencapai miliaran rupiah setiap tahun.


Selain itu, terdapat koperasi lain yang bergerak di sektor pertanian, peternakan, pembiayaan dan berbagai usaha produktif lainnya yang terus berkembang.


Karena itu, ia menilai anggapan bahwa NTB tidak memiliki koperasi besar tidak sepenuhnya tepat.


“Kalau disebut tidak ada koperasi besar di NTB, tentu itu perlu dilihat lagi. Kita punya koperasi-koperasi yang asetnya sudah miliaran rupiah dan beroperasi secara profesional,” katanya.


Meski demikian, Wirawan mengakui masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang harus dibenahi. Salah satunya adalah kepatuhan koperasi terhadap regulasi.


Dari lebih dari 4.000 koperasi yang tercatat di NTB, baru sekitar separuh yang secara rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), yang menjadi indikator penting dalam tata kelola koperasi.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Koperasi dan UKM NTB tengah mendorong integrasi data koperasi melalui platform digital nasional yang sedang dikembangkan Kementerian Koperasi.


Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau perkembangan koperasi secara real time, mulai dari aspek kelembagaan, aset, aktivitas usaha hingga kepatuhan terhadap RAT. (bul)

Apjati Dukung Terobosan Gubernur Iqbal Memperbaiki Pengelolaan Keuangan PMI Malaysia

0
Apjati Dukung Terobosan Gubernur Iqbal Memperbaiki Pengelolaan Keuangan PMI Malaysia
Ketua APJATI NTB, H. Edy Sopyan bersama Gubernur NTB, Lalu Iqbal dan jajarannya, saat berkunjung ke PMI di Malaysia. (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) NTB menyambut positif langkah Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang menggandeng Bank NTB Syariah untuk memperkuat pengelolaan keuangan dan akses pembiayaan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB, khususnya di Malaysia.

Inisiatif program tersebut dinilai dapat mengubah pola lama pekerja migran yang selama ini bekerja bertahun-tahun di luar negeri tanpa memiliki aset atau usaha produktif saat kembali ke kampung halaman.

Ketua Apjati NTB, H. Edy Sopyan, mengatakan kunjungan Gubernur Iqbal bersama seluruh jajaran terkait ke perkebunan kelapa sawit di Malaysia tidak sekadar memastikan perlindungan PMI, tetapi juga melihat sejauh mana para pekerja migran mampu mengelola hasil kerja mereka selama berada di luar negeri.

Menurutnya, persoalan utama yang selama ini terjadi bukan hanya pada proses penempatan tenaga kerja, melainkan bagaimana hasil kerja PMI dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kehidupan mereka dan keluarga.

“Jangan hanya berangkat kosong lalu pulang juga kosong. Banyak PMI yang sudah puluhan tahun bekerja di Malaysia, tetapi hasilnya hanya cukup untuk biaya hidup. Setelah kembali ke kampung, beberapa bulan kemudian berangkat lagi karena tidak memiliki usaha atau aset yang bisa dikembangkan,” ujarnya di Mataram, Senin, 22 Juni 2026.

H. Edy menilai inisiatif yang dibawa Gubernur Iqbal bersama Bank NTB Syariah merupakan terobosan penting untuk memutus siklus tersebut. Melalui skema perbankan yang disiapkan, para PMI didorong membuka rekening sebelum berangkat sehingga pengelolaan keuangan dapat dilakukan lebih terencana.

Selain itu, keluarga PMI yang ditinggalkan di kampung halaman juga berpeluang mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan usaha produktif.

“Kalau suaminya bekerja di Malaysia, istrinya di kampung bisa mendapatkan KUR untuk membuka warung, kios atau usaha lainnya. Cicilannya bisa dibantu dari penghasilan suami yang bekerja di luar negeri melalui Bank NTB Syariah. Jadi ada usaha yang tumbuh di kampung selama PMI bekerja,” jelasnya.

H. Edy menjelaskan lagi, skema tersebut sangat memungkinkan diterapkan bagi PMI di Malaysia karena biaya penempatannya menggunakan sistem zero cost atau tanpa biaya yang dibebankan kepada pekerja.

Berbeda dengan negara tujuan lain seperti Jepang yang membutuhkan biaya keberangkatan hingga puluhan juta rupiah, PMI ke Malaysia tidak memerlukan pembiayaan khusus untuk proses penempatan sehingga fasilitas KUR dapat lebih difokuskan pada pengembangan usaha keluarga.

Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan Pemprov NTB tengah memperkuat skema pembiayaan resmi melalui KUR khusus PMI guna menghindarkan calon pekerja migran dari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi. Pemprov juga akan menggandeng Bank NTB Syariah untuk meningkatkan literasi keuangan, budaya menabung, investasi, serta pengembangan usaha produktif bagi PMI dan keluarganya. (bul)

Alarm Gelombang PHK Bayangi Indonesia, NTB Belum Tunjukkan Gejala

0
Lalu Wirasakti, Aidy Furqan (Suara NTB/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Bayang-bayang gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) disebut mulai mengancam dunia usaha nasional. Sejumlah perusahaan besar dikabarkan mulai melakukan efisiensi hingga ancaman PHK, ditengah dampak geopolitik global yang kian tak menentu, dan ekonomi dalam negeri yang makin berat.

Lantas bagaimana dengan NTB?

Kekhawatiran terhadap potensi gelombang PHK belum terlihat signifikan di provinsi ini. Meski demikian, kalangan serikat pekerja dan pemerintah daerah mengingatkan pentingnya kewaspadaan serta penguatan perlindungan terhadap hak-hak pekerja apabila situasi ekonomi memburuk.

NTB Belum Terlihat Terdampak Gelombang PHK

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) NTB, Lalu Wirasakti di Mataram, Senin, 22 Juni 2026 mengemukakan, hingga saat ini, ia belum menerima laporan atau pengaduan yang menunjukkan terjadinya PHK massal.

Menurutnya, struktur ekonomi NTB yang tidak terlalu bergantung pada sektor industri manufaktur berskala besar membuat daerah ini relatif lebih tahan terhadap gejolak PHK yang saat ini menjadi perhatian nasional.

“Kalau kondisi NTB berdasarkan pantauan kami masih relatif aman. Memang mungkin ada PHK satu atau dua orang di beberapa tempat, tetapi belum terlihat gejala yang signifikan atau masif,” terangnya.


Wirasakti menjelaskan, hingga kini SPN NTB juga belum menerima banyak aduan dari anggota terkait pemutusan hubungan kerja. Karena itu, ia meminta para pekerja untuk segera melaporkan apabila
mengalami persoalan ketenagakerjaan agar dapat didampingi secara hukum.

Ia menambahkan, isu PHK yang berkembang secara nasional tetap menjadi perhatian organisasi buruh. Dalam waktu dekat, persoalan itu juga akan dibahas dalam agenda Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang melibatkan perwakilan dari berbagai provinsi.

“Kami ingin mengetahui kondisi teman-teman pekerja di daerah lain. Dari situ nanti bisa terlihat seberapa besar dampak yang sebenarnya terjadi di tingkat nasional,” katanya.

Meski belum melihat ancaman PHK besar di NTB, SPN menegaskan akan tetap mengawal perlindungan hak pekerja jika terjadi pemutusan hubungan kerja.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. H. Aidy Furqan. Menurutnya, hingga saat ini pemerintah daerah belum melihat tanda-tanda terjadinya gelombang PHK di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di NTB.

“Sampai saat ini kami belum melihat gejala itu di perusahaan-perusahaan maupun pada penempatan tenaga kerja yang ada di NTB. Dari organisasi pengusaha juga belum ada informasi terkait kondisi yang mengarah ke PHK massal,” ujarnya terpisah. (bul)

Operasional Haji Embarkasi Lombok 2026 Resmi Berakhir, 4 Jemaah Masih Dirawat di Arab Saudi

0

Mataram (Ekbis NTB) — Kedatangan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 15 menandai berakhirnya seluruh rangkaian pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Embarkasi Lombok pada musim haji 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Lalu Muhamad Amin, menjelaskan bahwa Kloter 15 merupakan kloter gabungan yang terdiri dari 365 jemaah asal sejumlah kabupaten dan kota di NTB.

“Kloter 15 ini gabungan dari delapan kabupaten/kota, yaitu Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Dompu. Jadi, semua daerah masuk kecuali KLU (Lombok Utara), Sumbawa, dan KSB (Sumbawa Barat),” ujar Lalu Amin, Senin (22/6/2026).

Dengan tibanya kloter pamungkas ini, seluruh proses operasional haji di Embarkasi maupun Debarkasi Lombok resmi dinyatakan selesai.

“Maka, berakhir sudah proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji dari Embarkasi Lombok yang totalnya mencapai 5.864 orang,” lanjutnya.

Prosesi Serah Terima ke Daerah

Lalu Amin menambahkan, seluruh jemaah yang tiba langsung diserahterimakan kepada pemerintah daerah masing-masing sebelum akhirnya dipulangkan untuk berkumpul bersama keluarga.

“Prosesi kedatangan pagi ini menandakan semua rangkaian penyelenggaraan haji telah berakhir. Semua jemaah diserahterimakan melalui perwakilan pemerintah daerah dan kota masing-masing,” tuturnya.

Empat Jemaah Masih Dirawat di Arab Saudi

Meski seluruh kloter telah mendarat di Tanah Air, tercatat masih ada empat jemaah haji asal NTB yang harus menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Satu di antaranya merupakan jemaah dari Kloter 15 yang tertunda kepulangannya karena dinyatakan tidak layak terbang (unfit to fly).

“Untuk saat ini (dari Kloter 15) ada satu orang. Kemudian berdasarkan informasi sebelumnya, ada tiga jemaah lain yang juga masih dirawat di sana,” ungkap Lalu Amin.

Pihaknya memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para jemaah tersebut. Jika kondisi mereka membaik, pemerintah akan memulangkan mereka melalui skema tanazul (mutasi kloter) bersama jemaah dari provinsi lain, dan akan dijemput oleh petugas di Jakarta.

Evaluasi Jemaah Wafat dan Kelancaran Fase Haji

Mengenai data jemaah wafat, Kemenag NTB mencatat sebanyak 12 jemaah asal NTB meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Rinciannya, 11 jemaah mengembuskan napas terakhir di Tanah Suci, sementara satu jemaah lainnya meninggal dunia di Tanah Air setelah sempat dirujuk dan menjalani perawatan di RSUP.

“Sampai saat ini data jemaah yang meninggal tidak ada perubahan, totalnya 12 orang,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Lalu Amin memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. Mayoritas jemaah juga berhasil kembali ke daerah asal dalam kondisi sehat.

“Dari fase pemberangkatan hingga pemulangan, semuanya berjalan lancar dan aman. Jemaah tiba di Tanah Air dalam kondisi sehat dan bahagia. Semoga seluruh jemaah haji NTB memperoleh predikat haji yang mabrur dan makbul,” pungkas Lalu Amin. (r/fan)

Masih Dirawat, 4 Jemaah Haji Debarkasi Lombok Tertinggal di Arab Saudi dan 4 di RSUD NTB

0

Mataram (Ekbis NTB) — Sebanyak empat jemaah haji Debarkasi Lombok (LOP) dilaporkan masih tertinggal dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi hingga Minggu (21/6/2026). Selain di Arab Saudi, empat jemaah lainnya juga masih dirawat di RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Herman Nugraha, menjelaskan bahwa keempat jemaah yang berada di Arab Saudi berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) 11, 12, 14, dan 15. Mereka belum bisa diterbangkan ke tanah air karena terkendala masalah kesehatan, mayoritas terkait fungsi pernapasan dan jantung.

“Informasi terakhir, jemaah yang masih tertinggal dan dirawat di Arab Saudi ada empat orang. Kebanyakan karena gangguan pernapasan, jantung, dan penyakit paru. Kondisinya belum memungkinkan untuk diterbangkan,” kata Herman, Minggu.

Berdasarkan data BKK Mataram, rincian jemaah yang dirawat di Arab Saudi adalah:

  • SN (Kloter 11, asal Dompu): Mengalami sindrom gangguan pernapasan akut (acute respiratory distress syndrome/ARDS).
  • K (Kloter 12, asal Aikmel, Lombok Timur): Mengalami penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • S (Kloter 14, asal Brang Biji, Sumbawa): Mengalami ileus atau gangguan saluran pencernaan.
  • S (Kloter 15, asal Sikur, Lombok Timur): Masih dalam perawatan intensif.

Herman menambahkan, selama masa tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih berjalan, kondisi jemaah akan dipantau setiap hari. Jika kondisi mereka membaik, pemulangan akan dikoordinasikan menggunakan pesawat reguler melaui Kementerian Agama dan otoritas terkait.

Kondisi Jemaah di RSUD NTB

Sementara itu, per Minggu (21/6) pukul 14.58 WITA, RSUD Provinsi NTB juga masih merawat empat jemaah haji pasca-kepulangan. Mereka adalah:

  • M (Kloter 7, asal Aikmual, Lombok Tengah): Mengalami penurunan kesadaran diduga akibat gangguan intrakranial atau metabolik.
  • R (Kloter 11, asal Mpunda, Kota Bima): Mengalami penurunan kesadaran akibat dehidrasi dan kurang asupan.
  • J (Kloter 14, asal Lunyuk, Sumbawa): Dirawat akibat dugaan pneumonia komunitas (community-acquired pneumonia/CAP).
  • LB (Kloter 15, asal Muncan, Lombok Tengah): Dirawat akibat dugaan pneumonia komunitas disertai hipoglikemia (kadar gula darah rendah).

Sebelumnya, total jemaah yang sempat dirawat di RSUD NTB mencapai 14 orang. Jumlah tersebut menyusut setelah sebagian besar jemaah dinyatakan membaik, pulang atas permintaan sendiri, atau meninggal dunia.

Herman menegaskan bahwa seluruh jemaah, baik yang di Arab Saudi maupun di RSUD NTB, akan terus dipantau hingga kesehatannya pulih total dan bisa kembali ke daerah asal. (r/fan)

Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium di Mandalika Racing Series Ronde 2, Andi Gilang Sumbang 4 Trofi

0
Pembalap Astra Motor Racing Team, Andi Gilang (kanan) berhasil sumbang 4 podium di Mandalika Racing Series Ronda 2 diantaranya double winner pada kelas Kejurnas Sport 250cc baik di race 1 maupun di race 2 dan podium ke tiga dari kelas Kejurnas Sport 150cc pada race 1 dan race 2 (21/06/2026).

Lombok (Ekbis NTB) – Astra Motor Racing Team (ART), tim balap di bawah naungan main dealer Honda, Astra Motor, sukses menorehkan hasil maksimal pada putaran kedua Mandalika Racing Series (MRS) 2026. Tim ini berhasil memborong sembilan podium dalam gelaran yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, 20-21 Juni 2026.

Turun di empat kelas berbeda, tim ART menyapu bersih podium di seluruh kelas yang diikuti, mulai dari Kejurnas Sport 250cc, Kejurnas Sport 150cc, Indonesia Talent Cup (ITC), hingga Junior Sport 250cc.

Pembalap andalan mereka, Andi Farid Izdihar alias Andi Gilang, menjadi bintang dengan menyumbang empat podium. Gilang mencetak double winner (juara pertama di Race 1 dan Race 2) pada kelas Kejurnas Sport 250cc. Tidak hanya itu, ia juga mengamankan podium ketiga pada Race 1 dan Race 2 di kelas Kejurnas Sport 150cc.

“Minggu ini kami membuat peningkatan yang sangat baik, terutama di kelas Kejurnas Sport 150cc dengan meraih podium ketiga di kedua race. Kami merasa lebih siap menghadapi seri ini dan akan terus melakukan evaluasi agar bisa tampil lebih baik di seri berikutnya,” ujar Andi Gilang.

Di kelas Junior 250cc tim ART juga berhasil menambah koleksi dengan perolehan podium 3 oleh Nabil Sahzena (kedua dari kanan) saat race 1 hari sabtu. Lalu disusul oleh Azel Savero (ketiga dari kanan) yang juga sumbang podium dengan finish ke 2 hari minggu di kelas tersebut.

Gilang menambahkan bahwa timnya berhasil melakukan banyak peningkatan pada sektor motor Kejurnas Sport 150cc. Sementara untuk kelas 250cc, performa motor yang stabil membuat mereka sukses mempertahankan puncak perolehan poin dari seri sebelumnya.

Hasil positif juga mengalir di kelas Junior Sport 250cc. Perolehan podium ART dibuka oleh Nabil Sahzena yang finis di posisi ketiga pada Race 1, Sabtu (20/6). Sehari setelahnya, giliran Azel Savero yang unjuk gigi dengan merebut podium kedua pada Race 2, Minggu (21/6), setelah bertarung ketat memperebutkan posisi terdepan.

Bagi Nabil, hasil ini sangat memuaskan mengingat ini adalah penampilan perdana atau first race-nya di kelas Junior Sport 250cc.

“Sebelumnya saya turun di kelas Indonesia Talent Cup. Alhamdulillah, seri ini langsung bisa naik podium di kelas baru. Awalnya tidak ada target muluk-muluk karena saya hanya fokus beradaptasi dengan motor,” ungkap Nabil.

Setali tiga uang, Azel Savero juga mengaku semakin matang di kelas Junior Sport 250cc setelah ini menjadi podium keduanya sejak seri pertama lalu.

Sementara itu, di kelas pembibitan Indonesia Talent Cup (ITC), ART yang menurunkan empat pembalap belia sukses mengantarkan tiga di antaranya naik ke podium MRS seri 2.

Resky Yusuf berhasil mengamankan podium pertama pada Race 1 hari Sabtu. Ia ditemani Azel Savero yang finis di posisi kedua, sekaligus menjadi podium perdana Azel di kelas ITC.

“Alhamdulillah bisa kembali jadi juara di Race 1. Sayangnya, saat Race 2 ada kendala di tikungan terakhir yang membuat saya harus puas finis kelima. Karena seri 3 nanti jadwalnya bentrok dengan kejuaraan Asia, saya berharap bisa menebusnya dengan double winner di seri 4 agar poin klasemen tetap aman,” kata Resky.

Melengkapi kesuksesan ART, Bintang Pranata juga berhasil menembus podium kedua pada Race 2 hari Minggu, sekaligus menutup rentetan hasil gemilang Astra Motor Racing Team di Mandalika.

“Kembali naik podium di Race 2 membuat saya cukup puas, sekaligus menebus kesalahan hari Sabtu yang membuat saya gagal podium. Ini pelajaran berharga dan akan menjadi bahan evaluasi bersama tim untuk seri selanjutnya,” tutup Bintang. (r/fan)