Home Blog Page 1016

Sekolah 3 dan 4 Tahun SMKPP Mataram Berbuah Manis, 70 Persen Lulusan Terserap Lapangan Kerja Dalam Hingga Luar Negeri

0
Foto : Kepala Sekolah SMK PP Mataram, Sugiarta, S.Pi.., M. Pd., M. Si melepas siswa siswi yang lulusa tahun 2024 ini. (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Program sekolah 3 dan 4 tahun yang diselenggarakan oleh SMK Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Mataram di Labuapi, Kabupaten Lombok Barat berbuah manis. Sebagian besar lulusannya terserap dunia kerja, baik di dalam negeri, hingga luar negeri.

Sekolah UPTD Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB ini Selasa, 14 April 2024 melepas lebih dari 100 siswa-siswi lulusan program sekolah 3 tahun, dan 4 tahun. Dihadiri langsung unsur dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, serta yang terkait lainnya.

Kepala Sekolah SMK PP Mataram, Sugiarta, S.Pi.., M. Pd., M. Si mengatakan, banyak diantara para lulusan ini membuka usaha sendiri, membuka klinik hewan sendiri, menjadi inseminator dan usaha lainnya. Dan sedikit diantaranya yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Para lulusan ini ada yang langsung bekerja, sebanyak 70 persen terserap dunia kerja. 15 persen yang kuliah, sisanya buka usaha sendiri. Tidak ada yang menganggur, itu kelebihan sekolah empat tahun, siap bekerja,” ujarnya.

Para siswa siswi yang mengikuti program belajar 3 dan 4 tahun ini melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau magang di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) hingga sembilan bulan.

Bekal bekerja lapangan itulah yang mengasah kemampuan untuk terjun ke dunia kerja. Setelah selesai belajar di lapangan, lalu dilakukan uji kompetensi. Sampai dinyatakan layak diberikan sertifikat kompetensi.

Setelah lulus, para lulusan ini bisa diserap langsung oleh perusahaan tempatnya PKL, atau perusahaan lain yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Berbekal sertifikat kompetensi, menurutnya mudah bagi para lulusan mendapatkan pekerjaan, bahkan di perusahaan-perusahaan besar di dalam dan luar negeri.

“Yang luar biasa, kami dapatkan anak-anak ini selain sudah punya usaha sendiri juga, ada yang berangkat di Jepang,” jelasnya.

Meskipun saat ini baru dua lulusan yang sudah berangkat bekerja diterima di perusahaan di Jepang. Menyusul sepuluh lulusan lainnya dalam masa persiapan untuk bekerja ke Jepang.

“Dari sekolah yang rekrut, oleh perusahaan dilakukan tes, dinyatakan memenuhi syarat, tinggal training dan berangkat. Sepuluh yang akan menyusul bekerja ke Jepang ini biaya training dan semuanya ditanggung oleh sekolah, karena dapat bantuan dari SMK Pusat Keunggulan. Program belajar empat tahun ini membuat keahlian dan etos kerja yang tinggi, ini program belajar 4 tahun,” demikian Sugiarta.

Tahun 2024 ini, SMK PP Negeri Mataram meluluskan sebanyak 115 siswa siswi dari program belajar 3 dan 4 tahun.

Diantaranya 29 lulusan dari kompetensi keahlian Pemuliaan dan Pembenihan Tanaman, Kesehatan dan Reproduksi Hewan program belajar 4 tahun.

Sisanya dari program belajar 3 tahun dari kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan & Hortikultura. Agribisnis Tanaman Perkebunan. Agribisnis Ternak Ruminansia. Agribisnis Ternak Unggas. Agribisnis Perikanan Air Tawar. dan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan.(bul)

Truk Pengangkut Sapi Qurban dari Bima ke Jakarta Terbakar di Tol di Jawa Tengah

0
Truk yang mengalami kebakaran di jalan tol jawa tengah (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Truk pengangkut ternak sapi dari Bima menuju Jakarta terbakar di ruas jalan salah satu tol di Semarang, Jawa Tengah. Kejadian kebakaran ini terjadi Senin sore, 13 Mei 2024.


Dari puluhan ekor sapi di dalam truk, sekitar empat ekor diantaranya mati terbakar. Sapi-sapi lainnya berhasil diselamatkan, meskipun beberapa ekor diantaranya lepas di jalan tol. Namun berhasil ditangkap kembali.


Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima Indonesia, Furkan Sangiang dihubungi, Selasa 14 Mei 2024 mengatakan, belum mendapat informasi detailnya penyebab kebakaran truk yang tengah dalam perjalan menuju Jakarta dan rencananya dijual untuk kebutuhan qurban tahun ini.


Namun berdasarkan informasi yang diterimanya, sapi-sapi tersebut berasal dari Desa Tolouwi Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Sapi-sapi yang mati terbakar karena tak bisa diselamatkan terpaksa harus dibuang.


Furkan menegaskan, ini kejadian yang kesekian kali terkait truk pengangkut ternak. Setiap tahun selalu berulang, meskipun baru kali ini terjadi kebakaran truk pengangkut ternak.


“Kejadian seperti ini terus – terusan terjadi. Misalnya, tiba-tiba truk mogok ditengah jalan, dan berbagai kasus lain terkait truk pengangkut,” katanya.


Ia menegaskan, pentingnya pemerintah turun tangan memastikan kelaikan truk-truk yang digunakan oleh ekspedisi untuk mengangkut ternak ke Pulau Jawa.


“Dinas Perhubungan kita harapkan memberikan perhatian. Supaya truk-truk teronton pengangkut ternak ini dipastikan laik jalan. Masih untung ini sapinya yang jadi korban, bagaimana kalau manusianya yang jadi korban,” katanya.


Furkan menjelaskan mekanisme pengiriman ternak dari Bima ke Jakarta. Biasanya peternak menggunakan jasa ekspedisi. Truk yang digunakan ekspedisi ini menurutnya didatangkan dari Bali, dan Jawa. Peternak tidak memiliki kapasitas untuk melakukan pengecekan truk, atau laik jalan truk-truk yang mereka gunakan jasanya.


“Yang punya tupoksi Dinas Perhubungan. Karena itu, kita sangat berharap Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kendaraannya,” harapknya.


Selain soal kelaikan kendaraan, peternak juga mengharapkan untuk diatur masuknya truk-truk pengangkut ternak ke pelabuhan. Jangan sampai terjadi penumpukan, seperti kasus sebelumnya, yang mengakibatkan ternak kelelahan dan mati.


“Kita juga minta supaya di pelabuhan agar diatur angkutan truk pengangkut ternak ini. Kasian sekali kalau ternaknya mati. Harapnya petani mau dapat untung, malah buntung,” tambahnya.


Furkan menambahkan, pengiriman ternak menggunakan truk tronton ke Jakarta melalui penyeberangan dan darat dirasa masih lebih efektif, ketimbang menggunakan kapal pengakut ternak.


“Karena, ternak yang dikapalkan sampai ke Tanjung Priok harus turun dan cari tronton lagi untuk mengangkut ke kendang. Kalau pakai truk dan dikirim lewat darat, lebih enak, bisa istirahat, bisa ngasi pakan ternak kapan saja dan dimana saja. Dan bisa langsung ke kandang tujuan,” imbuhnya.(bul)

Kurang Bersih saat Hapus Riasan Mata Dapat Sebabkan Penyakit Hordeolum

0
Penyakit Hordeolum Pada Mata (Ekbis NTB-Ist)

KURANG bersih saat menghapus make up atau riasan pada wajah, utamanya pada bagian mata, ternyata dapat menyebabkan penyakit hordeolum, atau akrab disebut bintitan.

“Hordeolum adalah benjolan kecil yang sekilas terlihat seperti jerawat atau lepuhan di dekat area bulu mata, penyebab mata bintitan biasanya adalah infeksi bakteri,” ujar Dokter Spesialis Mata jebolan Universitas Brawijaya dr. Bramantya Surya Pratama Sp.M, MMRS.

Bramantya menyebut bahwa bakteri umum muncul dari sisa-sisa make up yang tidak sepenuhnya terhapus, mengusap mata dengan tangan yang kurang bersih, hingga paparan debu.

“Bakteri masuk melalui sela-sela bulu mata,” kata dia.

Selain membuat kepercayaan diri menurun akibat benjolan di mata, bintitan tentu dapat mengganggu kenyamanan penderitanya. Umumnya penyakit ini membuat penderita merasa nyeri ketika berkedip, dapat juga mengganggu penglihatan akibat pembengkakan.

Bintitan mungkin umum terjadi dan sering dianggap sepele, namun, Bramantya mengatakan hordeolum yang tidak diobati dengan baik dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Bahkan, benjolan yang timbul dapat membatu.

“Pokoknya sering-sering bersihkan bulu mata, jangan mengucek mata, dan biasakan cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh mata,” lanjutnya.

Bramantya menyarankan penderita hordeolum untuk memeriksakan kondisi ke dokter mata untuk mendapatkan obat yang sesuai.

Adapun untuk meredakan bengkak akibat bintitan, Bramantya menganjurkan pasien untuk melakukan kompres mata hangat menggunakan kapas selama lima menit.

“Kompres hangat ini dilakukan dengan cara merendam kapas kosmetik ke dalam air hangat, kemudian diperas, lalu ditempelkan ke kelopak mata dengan mata tertutup,” Bramantya menambahkan.

Membersihkan make up bulu mata agar benar-benar bersih penting untuk menjaga kesehatan mata dan bulu mata. Terkadang, riasan pelentik dan penebal bulumata alias mascara sangat sulit untuk dihapus.

Saat ini, banyak jenama kecantikan yang menyediakan produk penghapus riasan khusus untuk area mata yang sulit untuk dihilangkan.

Penghapus riasan atau make up remover berbasis minyak cukup efektif untuk menghilangkan make up yang tahan air atau waterproof. (ant)

Artikel lainnya….

Kolaborasi dan Sinergi Pemangku Kepentingan Jamin Arah Transformasi Kesehatan

Dipasangi Spanduk KPK, Pemilik Rumah Bakso Sampaikan Kondisi Sebenarnya

Terpilih Aklamasi, Ketut Jaya Kembali Pimpin DPD AHLI NTB

Diskominfotik Bersama OJK NTB Gelar TOT Literasi Keuangan Digital

0
Keterangan foto: TOT: Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika (Diskominfotik) NTB bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB melaksanakan pelatihan Training of Trainer (TOT) Literasi Keuangan Digital, Senin 13 Mei 2024 di Kantor OJK NTB. (Ekbis NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam literasi keuangan digital di kalangan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Pemprov NTB, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika (Diskominfotik) NTB bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB melaksanakan pelatihan Training of Trainer (TOT) Literasi Keuangan Digital, Senin 13 Mei 2024 di Kantor OJK NTB.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang komprehensif kepada para Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) lingkup Provinsi dan Kabupaten/Kota terkait dengan konsep literasi keuangan digital. Termasuk pengelolaan keuangan yang sehat, investasi bodong, Pinjaman Online Ilegal, dan perlindungan konsumen di era digital, Para peserta juga diberikan pemahaman tentang teknologi keuangan yang sedang berkembang.

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos., MM, sekaligus Narasumber TOT menjelaskan bahwa pelatihan itu sangat penting dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan pejabat pemerintah daerah. Terutama dalam menghadapi dinamika dan tantangan di era digital saat ini. Terlebih dari kejadian-kejadian tahun 2023 maraknya investasi bodong yang memakan korban tidak sedikit. Sehingga TOT ini sangat penting dan diperlukan untuk memitigasi. Diharapkan  kedepan para pejabat pengelola informasi dan dokumentasi dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat NTB.

“Dengan pemahaman yang baik tentang literasi keuangan digital, diharapkan para pejabat pengelola informasi dan dokumentasi dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya. Selain memberikan pengetahuan, pelatihan itu juga bertujuan untuk menjadikan para peserta sebagai agen perubahan yang dapat menyebarkan literasi keuangan digital ke lingkungan kerjanya masing-masing. Para peserta diberikan ilmu untuk menjadi fasilitator literasi keuangan digital yang diupload di website dan media sosial OPD masing-masing.

Dalam acara yang sama disampaikan Kepala Sub Bagian Umum Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK NTB, Muhammad bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana atas kolaborasi yang baik OJK dengan Diskominfotik NTB. Dua Lembaga ini berada dalam satu wadah Satgas PASTI daerah NTB memiliki komitmen bersama  mendukung penyebaran akses informasi bagi seluruh ASN yang ada di lingkungan pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota.

Muhammad berharap pelaksanaan TOT itu menjadi kesempatan baik untuk mengakses informasi dan peningkatan literasi keuangan digital untuk masyarakat NTB dan komunikasi OJK dengan peserta TOT dapat terus terjalin dengan baik.

“Mudah-mudahan dengan adanya pelaksanaan TOT ini, semua akses informasi yang dibutuhkan, peningkatan literasi keuangan digital untuk masyarakat NTB dapat terlaksana dan komunikasi antar kita dari OJK dan peserta TOT dapat berlanjut,’’ harapnya. (r)

Artikel lainnya….

Sport Tourism Menggeliat, Lapangan Golf Lombok Kosaido Akan Dilengkapi Hotel Bintang Empat

Bulog jadi Tumpuan Pasar Petani Jagung Saat Panen Raya di Pulau Sumbawa

Perselisihan Warga Pengaruhi Langsung Usaha dan Pariwisata Senggigi

1.230 Ekor Sapi Potong Dikirim ke Jakarta untuk Hewan Qurban

0
Muhammad Abduh (EKbis NTB/ist)

Dompu (Ekbis NTB) – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu berhasil memfasilitasi pengusaha peternakan sapi dalam mengirimkan sekitar 1.230 ekor sapi potong ke Jakarta dalam sebulan terakhir. Sapi potong ini untuk kebutuhan hewan qurban tahun 2024 dan berpeluang terus bertambah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, MSI kepada Suara NTB, Senin 13 Mei 2024 siang mengungkapkan, pengiriman sapi potong untuk kebutuhan hewan qurban wilayah Jakarta dan sekitarnya masih akan terus terjadi. Hingga saat ini, sudah 1.230 ekor sapi potong yang terkirim ke Jakarta untuk kebutuhan hewan qurban dalam sebulan terakhir.

“Harga sapi potong tahun ini juga  lebih kompetitif dibandingkan tahun sebelumnya. Ini  yang perlu kita jaga agar para pengusaha dan peternak mendapatkan keuntungan dari usaha usahanya,” kata Muhammad Abduh.

Muhammad Abduh juga mengatakan, pengiriman ternak untuk kebutuhan hewan qurban ini akan terus dievaluasi untuk menghindari barang lebih banyak dari kebutuhan pasar hewan qurban di Jakarta dan sekitarnya. Sehingga surat permintaan dari daerah asal akan terus dikoordinasikan untuk menghindari kelebihan pengiriman barang. “Pengiriman ternak potong sangat bergantung dari permintaan daerah penerima. Itu yang kita awasi dengan ketat,” katanya.

Selain itu, Dinas Peternakan juga akan menghindari pengiriman ternak potong ke Jakarta menjelang masa lebaran Idul Adha. Karena akan menyulitkan bagi pengusaha dalam memasarkan ternaknya saat sampai ke Jakarta dan sekitarnya. “Kalau dikirim lebih awal, para pengusaha memiliki waktu yang cukup untuk memasarkan ternaknya,” katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengiriman ternak potong ke luar daerah untuk ternak asal Kabupaten Dompu tahun 2024 ini sebanyak 11 ribu ekor. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan tahun 2023 yang hanya dialokasikan 6 ribu ekor. Pengiriman ternak asal Kabupaten Dompu ini tidak hanya ke Jakarta, tapi juga ke wilayah Kalimantan, dan Sulawesi. (ula)

Artikel lainnya….

Terkena Serangan Burung, Pesawat Citilink Rute Lombok-Denpasar Putar Balik  

Presiden Resmikan Lima Ruas Jalan Daerah di NTB

Lotim Menerima Tambahan Pupuk Bersubsidi

Puluhan Hektare Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan

0
Distan Sumbawa, Toni Hamdani (Ekbis NTB-Ist)

Sumbawa Besar (Ekbis NTB) – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sumbawa, mencatat sedikitnya ada sekitar 63 hektar lahan pertanian yang terdampak kekeringan yang tersebar di dua Kecamatan di musim tanam 2024.

“63 Hektare lahan tersebut belum masuk kategori gagal panen karena langsung ditangani, kami juga terus memantau kondisi terkini di lapangan,” kata Kabid Perlindungan Tanaman dan Pengembangan Usaha, Distan Sumbawa, Toni Hamdani, kepada Ekbis NTB, Senin 13 Mei 2024.

Dia pun merincikan, berdasarkan data yang diterima dari penyuluh di lapangan puluhan Hektare tersebut berada di Kecamatan Lape dan Lopok. Di kedua Kecamatan itu ada sekitar 47 Hektare yang masuk dalam kategori ringan dan 17 Hektare kategori sedang.

“Lahan-lahan ini sudah kita tangani dengan menggeser sejumlah mesin pompa air yang berada di sekitar lokasi tersebut,” ucapnya.

Dia pun meyakinkan, terhadap lahan tersebut sejauh ini tidak terjadi gagal panen. Sebab, petugas di lapangan tetap akan terus melakukan pemantauan di lapangan dan memberikan laporan termasuk membantu mesin pompa air.

“Kekeringan yang terjadi masih dalam intensitas ringan, tidak sampai menimbulkan gagal panen,” ujarnya.

Dia meyakinkan, terhadap lahan yang terdampak kekeringan itu sudah dilaporkan ke Pemerintah Provinsi dan Pusat untuk dilakukan penanganan  lebih lanjut. Karena jika tidak ditangani, kerusakannya akan semakin parah sehingga akan mengakibatkan gagal panen.

“Data ini sudah kita laporkan untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Kami juga tetap akan mengupayakan sarana yang kita miliki untuk kita berikan ke petani untuk menangani masalah tersebut,” tukasnya. (ils)

Artikel lainnya….

Kolaborasi dengan Polda NTB, Ikhtiar APJII Bali Nusra Wujudkan Internet Berkualitas dan Aman

Dipasangi Spanduk KPK, Pemilik Rumah Bakso Sampaikan Kondisi Sebenarnya

Terpilih Aklamasi, Ketut Jaya Kembali Pimpin DPD AHLI NTB

Kontraktor Monopoli Proyek di Lobar Otomatis Gugur

0
Pelayanan LPSE di Kantor ULP BJ Setda Lobar. Pemkab Lobar mengecek ketat sisa kemampuan paket dan perusahaan yang diketahui memonopoli langsung gugur. (Ekbis NTB/her)

Giri Menang (Ekbis NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) mengantisipasi monopoli proyek oleh beberapa kontraktor dengan mengecek ketat sisa kemampuan paket (SKP). Sesuai ketentuan,ada batasan SKP yang menjadi patokan Pemkab Lobar dalam melakukan penilaian lelang proyek.

Kabag Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULP-PBJ) Setda Lobar Lalu Agha Farabi mengatakan dalam pengadaan barang dan jasa sudah diatur terkait SKP. Itu yang dideteksi pihaknya dalam melakukan penilaian dan evaluasi terhadap pengajuan dokumen lelang dari rekanan. “Ndak ada memonopoli, jadi dalam pengadaan barang dan jasa itu sudah diatur, ada namanya SKP. Ada ketentuan SKP,” tegasnya, akhir pekan kemarin.

Dikatakan, kalau SKP-nya melebihi atau tidak sesuai, maka otomatis akan gugur dalam proses tender. Dalam evaluasi dilakukan rigit oleh tim Pokja, dicek perusahaan tersebut apakah sudah banyak paket yang dikerjakan bersamaan atau tidak. Terkait jumlah paket proyek batasan sesuai SKP, pihaknya mengaku lupa. Yang jelas, pihaknya dalam bekerja tidak mungkin keluar dari aturan.

“Kalau masih memungkinkan (SKP) sebagai calon pemenang, tentu kita juga tidak bisa menghalangi, kan tidak ada alasan kita menggugurkan orang,”imbuhnya.

Beberapa OPD yang menjadi atensi karena banyak paket proyek, seperti Dikbud dan sebagian besar itu bersumber dari DAK. Sejauh ini belum ada paket yang dilelang, sehingga OPD terkait telah diminta melakukan percepatan.

Diketahui, sebanyak 62 paket proyek di Lobar dibangun tahun ini dengan nilai mencapai lebih dari Rp75,6 miliar. 62 Paket proyek tersebut berada di Lima OPD. Terdiri dari Dinas Kesehatan sebanyak 7 paket dengan nilai Rp23 miliar. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang 26 paket dengan mulai Rp38,1 miliar lebih. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 25 paket proyek dengan nilai Rp11,07 miliar lebih.

Kemudian proyek di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) berjumlah 3 paket dengan nilai Rp1,7 miliar lebih dan Dinas Pariwisata terdapat 1 paket dengan nilai Rp1,71 miliar lebih. (her)

Artikel lainnya….

Kantor PT. AMNT di Mataram Didemo Dua Kelompok Massa, Tuntut Penyelesaian Kompensasi Kerusakan Rumah Warga Lingkar Tambang hingga Soal TKA

Potensi Wisata Dua Bendungan KSB Harus Segera Dikelola

RUPS Tahunan Telkomsel Tetapkan Dua Direksi Baru

Jangan Sampai Ganggu Pariwisata, DPRD Minta Aparat dan Pemda Bertindak Tegas Tangani Kasus Montong

0
Abubakar Abdullah (Ekbis NTB/dok)

Giri Menang (Ekbis NTB)  – Kasus yang terjadi di Dusun Montong, Desa Meninting, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat (Lobar) mendapat sorotan banyak pihak. Tak terkecuali kalangan DPRD setempat. Pihak dewan meminta agar Pemkab dan aparat bertindak cepat menangani kasus ini. Aparat diminta segera menangkap pelaku dan aktor di balik penyerangan tersebut.

Sebab jangan sampai menimbulkan ekses lebih besar lagi dan menganggu sektor pariwisata di wilayah setempat.

Ketua Komisi II DPRD Lobar H. Abubakar Abdullah sangat menyayangkan dan mengutuk kejadian yang dinilai melawan hukum. Sebab dampak dari kejadian penyerangan itu, tidak saja melukai dua warga, namun masih meninggalkan trauma bagi warga dan anak-anak.

“Oleh karena itu kami meminta kepada aparat kepolisian dan Pemda harus mengambil sikap tegas untuk menangkap pelaku-pelaku kriminal ini,”tegasnya, Senin 13 Mei 2024.

Hal ini menurutnya untuk mengobati perasaan warga khususnya korban akibat kejadian tersebut. Menurutnya kejadian yang terjadi di Dusun Montong Buwuh, Meninting, Batulayar pada Jumat 10 Mei 2024 lalu tersebut dikhawatirkan juga berdampak pada pariwisata. “Kalau daerah kita tidak aman, siapa yang berani tanam modal. Datang aja kalau lihat rusuh itu nggak berani mereka,” kata Ketua Komisi II DPRD Lobar ini.

Diketahui, secara geografis Desa Meninting merupakan wilayah pariwisata. Yang dimana, wilayah utara Lobar tersebut menjadi salah satu sumber PAD Lobar, utamanya Senggigi.

Dikhawatirkannya, dengan ada keributan tersebut pariwisata Lobar akan terganggu. Apalagi investor yang akan melakukan penanaman modal di Lobar. “Ini kalau ribut di pintu masuk Senggigi orang tidak akan berani masuk,” ucapnya.

Dijelaskannya, dari Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) pengembangan sektor investasi yang bersumber dari penanaman modal dalam negeri itu sangat kecil. Kapasitas fiskal daerah di APBD hanya sekitar 1,9 sampai 2 triliun. Itu indikasinya bahwa, Lobar belum memiliki daya tarik bagi investor asing untuk menanam modalnya di Lobar. Sedangkan, syarat investasi yang paling berdasar adalah keamanan.“Prasyarat fundamental ramah investasi adalah bagaimana daerah menjamin keamanan. Ini potret yang harus segera di selesaikan. Daerah harus segera berbenah menjamin keamanan,” terangnya.

Menurutnya, hal yang paling mendasar untuk meredam permasalahan ini adalah pelaku segera ditangkap. Asas praduga tak bersalah memang harus tetap dilakukan.Namun, jangan sampai hal ini terjadi peningkatan. Yang membuat daerah kehabisan energi karena keterlambatan dalam mengambil sikap. “Jangankan investor, warganya saja hari ini karena isu hari ini panik. Tapi psikologi masyarakat tidak bisa diatur,” tandasnya.(her)

Artikel lainnya….

Sport Tourism Menggeliat, Lapangan Golf Lombok Kosaido Akan Dilengkapi Hotel Bintang Empat

Bulog jadi Tumpuan Pasar Petani Jagung Saat Panen Raya di Pulau Sumbawa

Perselisihan Warga Pengaruhi Langsung Usaha dan Pariwisata Senggigi

Harga Ayam di Mataram Capai Rp42.000 Per Kilogram

0
AYAM - Aktivitas pedagang daging ayam di salah satu pasar tradisional di Kota Mataram (Ekbis NTB/ant)

Mataram (Ekbis NTB) – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram menyebutkan, harga ayam di sejumlah pasar tradisional di Mataram saat ini mencapai Rp42.000 per kilogram dari harga normal Rp32.000-Rp35.000 per kilogram.

Kepala Bidang (Kabid) Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Senin 13 Mei 2024, mengatakan, kenaikan harga ayam ini terjadi sejak awal Mei 2024, karena permintaan meningkat.

“Kenaikan harga ini terjadi karena permintaan tinggi, sedangkan stok daging ayam di Mataram tersedia,” katanya.

Hanya saja, dalam kondisi seperti ini biasanya terjadi hukum pasar ketika permintaan tinggi, harga akan naik.
Menurut dia, tingginya permintaan daging ayam salah satu karena masuknya musim haji tahun 1445 Hijriah/2024.

Setiap musim haji, tradisi turun temurun di Kota Mataram jemaah calon haji sebelum berangkat ke Tanah Suci akan melaksanakan selamatan atau “roah” dengan menggelar zikir dan doa yang ditutup dengan “begibung” atau makan bersama.

Karena itu selain harga daging ayam, harga telur ayam saat ini juga mengalami kenaikan menjadi Rp2.000 per butir, dari harga sebelumnya Rp1.900 per butir.
“Itulah yang jadi salah satu pemicu kenaikan harga daging ayaman dan telur, dari hasil pantauan kami di sejumlah pasar tradisional,” katanya.

Untuk antisipasi potensi kenaikan lagi terhadap daging ayam dan telur, pihaknya segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait salah satunya Dinas Pertanian.
“Kita ingin pastikan daging ayam beku juga tersedia sebagai alternatif masyarakat untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Sementara untuk komoditas pertanian lainnya seperti harga cabai sekarang masih fluktuatif berkisar Rp28.000-Rp30.000 per kilogram untuk jenis cabai rawit, cabai merah besar Rp40.000 per kilogram, dan cabai merah keriting Rp35.000 per kilogram.

Sedangkan harga bawang putih masih bertahan pada angka Rp38.000 per kilogram dan bawang merah Rp35.000 per kilogram. Harga itu, masih di atas harga normal Rp25.000-Rp28.000 per kilogram.
“Untuk fluktuasi harga ini terus kita pantau. Jika harga terus naik sampai menjelang Idul Adha, kita akan laksanakan pasar rakyat,” katanya. (ant)

Artikel lainnya….

Pasca Penetapan Tersangka Dirut PT. GNE, Pemprov NTB Minta Direksi dan Komisaris Tetap Fokus Bekerja

Canggihnya RTR di Sikur Lombok Timur, Beras Asalan Bisa Diolah jadi Beras Standar SNI

Presiden Jokowi Panen Raya Jagung di Samota

Kejar Target 100 Persen Rasio Elektrifikasi di NTB, PLN Bangun Jaringan Listrik ke Desa Tepal  Sumbawa

0
JARINGAN LISTRIK - Pembangunan jaringan listrik perdesaan 20 kV menuju Desa Tepal, Kabupaten Sumbawa (Ekbis NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB) – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Provinsi NTB terus berkomitmen untuk mewujudkan Rasio Elektrifikasi 100% di Provinsi NTB. Hal ini diwujudkan salah satunya dengan memulai pembangunan jaringan listrik perdesaan 20 kV menuju Desa Tepal, Kabupaten Sumbawa, NTB.

Desa Tepal, salah satu dari lima desa di Provinsi NTB yang belum mendapatkan pasokan listrik, menjadi fokus proyek ini. Dengan populasi 1.873 jiwa, masyarakat Desa Tepal sangat mengharapkan akses listrik yang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Proyek ini bukan hanya membangun infrastruktur kelistrikan semata, melainkan juga tentang komitmen nyata untuk menyediakan akses listrik yang adil bagi semua, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil dan terisolasi.

Rencananya, jaringan distribusi akan membentang sepanjang 18,24 kilometer dari Dusun Punik ke Desa Tepal, dilengkapi dengan trafo distribusi 100 kVA sebanyak 2 buah dan trafo distribusi 50 kVA sebanyak 1 buah. Salah satu tantangan utama dalam proyek ini adalah melewati kawasan Hutan Lindung seluas 0,52 hektar. Namun, dengan kolaborasi dan kerja sama antara PT PLN (Persero) dengan para stakeholder dan Dinas Lingkungan Hidup, ditemukan jalan keluar sehingga infrastruktur kelistrikan bisa dibangun namun tetap dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Manager PLN UP2K Provinsi NTB, I Made Arya mengatakan, UP2K Provinsi NTB berkomitmen penuh terhadap rencana pembangunan jaringan distribusi listrik 20 kV di Desa Tepal. “Kami bertekad untuk memastikan bahwa pembangunan ini berjalan sesuai jadwal dengan tetap menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan,” kata I Made Arya.

Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo mengatakan proyek ini menunjukkan komitmen PLN dalam menghadirkan akses listrik yang merata untuk seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di daerah terpencil seperti Desa Tepal.

Hingga saat ini, Rasio Elektrifikasi Provinsi NTB telah mencapai 99,99%. Pembangunan jaringan listrik perdesaan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan Rasio Elektrifikasi 100% di Provinsi NTB, serta mendukung agenda pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. (bul)

Artikel lainnya….

Terkena Serangan Burung, Pesawat Citilink Rute Lombok-Denpasar Putar Balik  

Presiden Resmikan Lima Ruas Jalan Daerah di NTB

Lotim Menerima Tambahan Pupuk Bersubsidi