Home Blog Page 998

Menkeu: Penerimaan Pajak Per April Mencapai Rp624,19 Triliun

0
Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Mei 2024 di Jakarta (Ekbis NTB-Ist)

Jakarta (Ekbis NTB) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerimaan pajak hingga April 2024 tercatat mencapai Rp624,19 triliun atau 31,38 persen dari APBN 2024.

“Penerimaan pajak sampai akhir April Rp624,19 triliun. Ini artinya 31,38 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2024 di Jakarta, Senin 27 Mei 2024.

Penerimaan pada Januari tercatat sebesar Rp149,25 triliun (7,50 persen pagu), kemudian naik menjadi Rp269,02 triliun pada Februari (13,53 persen pagu), Rp393,91 triliun pada Maret (19,81 persen pagu), dan Rp624,19 triliun pada April (31,38 persen pagu).

Menurut Menkeu, akselerasi penerimaan pajak pada April dipengaruhi oleh setoran Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan korporasi.

Secara rinci, penerimaan pajak melalui pajak penghasilan (PPh) non migas tercatat mencapai Rp377 triliun atau 35,45 persen dari target APBN. “Ini masih cukup on track untuk kinerja empat bulan, tapi growth-nya negatif 5,43 persen,” ujar Sri Mulyani.

Terkontraksinya PPh non migas dipengaruhi oleh melemahnya serapan PPh tahunan badan yang mencerminkan penurunan profitabilitas tahun 2023, sehingga kewajiban pajak mereka juga mengalami penurunan. Hal ini terutama terjadi pada perusahaan-perusahaan di sektor komoditas, termasuk pertambangan.

Kemudian, pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) tercatat Rp218,5 triliun atau 26,93 persen dari pagu. Secara progres, kinerja PPN dan PPnBM lebih lambat dari yang seharusnya berada di kisaran 33 persen. Namun, penerimaan pajak ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,93 persen.

Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya tercatat sebesar Rp3,87 persen atau 10,27 persen dari pagu. Penerimaan PBB dan pajak lainnya terkontraksi 22,59 persen akibat tidak terulangnya tagihan pajak pada tahun 2023.

Sementara PPh migas tercatat Rp24,81 triliun atau 32,49 persen dari pagu, terkontraksi 23,24 persen akibat penurunan lifting minyak dan gas dari tahun ke tahun.(Ant)

Hewan Pembawa Rabies Sulit di Berantas

0
Kabid Kesehatan Hewan, drh Muslih saat menjelaskan terkait susahnya memberantas hewan rabies di NTB, Senin, 27 Mei 2024 di Mataram. (Ekbis NTB/era)

Mataram (EkbisNTB.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, kesulitan memberantas hewan rabies, terutama di Pulau Sumbawa. Populasi hewan dinilai menjadi pemicu sehingga kasus gigitan hewan rabies mengkhawatirkan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi (Disnakkeswan) NTB, Drh. Muslih mengaku, saat ini, cukup sulit untuk memberantas hewan rabies yang ada di NTB. Banyaknya hewan liar, khususnya di pulau Sumbawa menjadi salah satu tantangan Pemerintah Provinsi NTB, dalam mengatasi penyebaran virus rabies ini.

Ia menyebutkan, populasi anjing liar di Pulau Sumbawa mencapai 200.000 ekor. Demikian pula, anjing liar di Pulau Lombok. “Kami kesulitan kesulitan memberantas hewan rabies karena populasinya banyak terutama di Pulau Sumbawa,” terang Muslih dikonfirmasi pada, Senin 27 Mei 2024.

Muslih mengaku, meskipun vaksin rabies di Disnakkeswan masih tersedia, namun tetap sulit untuk memberantas kasus hewan rabies ini khususnya pada hewan liar. Anjing liar lanjutnya, melahirkan dua kali dalam setahun dan dalam jumlah yang banyak.

Pemprov NTB hanya bisa mengendalikan jumlah penyebaran virus rabies, untuk memberantas masih cukup sulit mengingat karena sumber daya manusia di instansinya kurang memadai.

“Tiap tahun vaksin rabies tidak kurang dari 60.000 dosis, tapi kan suntiknya itu yang susah,” lanjutnya.

Pemusnahaan masal hewan liar yang terkena virus rabies dengan cara ditembak, dinilai tidak efektif. Pasalnya, hewan yang tertular dipastikan akan mati dalam dua minggu, sehingga solusi terbaik untuk memberantas penyebaran rabies dengan menyuntikkan virus anti rabies baik itu hewan liar maupun hewan peliharaan.

“Sebenarnya kunci penanganan ini tetap vaksinasi, karena virus hilang itu di anjing yang sudah di vaksin, misalnya ada 10 ekor dalam komunitas dan sudah di vaksin, datanglah anjing yang positif, menggigit dia, virusnya mati disitu,” jelasnya. (era)

Pelaku Hotel Protes, Air Kembali Tak Mengalir di Gili Meno

0
Lalu Kusnawan (Ekbis NTB/Dok)

Tanjung (Ekbis NTB) – Pelaku perhotelan mengeluhkan air bersih di Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara yang kembali tak mengalir. Gili Hotel Asosiasi (GHA) meminta kepada pemerintah agar segera menyelesaikan persoalan ini.

Ketua GHA Lalu Kusnawan mempertanyakan, kenapa pada masa seperti ini apa yang menjadi problem seharusnya bisa ditangani lebih dahulu. Menurutnya, persoalan ini adalah pelayanan publik yang harus diutamakan, karena air menjadi kebutuhan. Jika air bersih tak lancar, bagaimana hotel bisa menerima tamu berkunjung.

“Ini beberapa kali mati air, melalui kesempatan ini, bukan lagi menghimbau, kami meminta kepada pemerintah menyelesaikan persoalan ini,” ujar Lalu Kusnawan, Senin 27 Mei 2024.

Jika membawa air bersih dari luar gili, pengusaha harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 2,5 juta. Besarnya biaya ini cukup memberatkan, apalagi jika kondisinya berkepanjangan.

“Ini sudah terjadi berulang ulang. Karena proses recovery itu tidak mudah, sekarang tamu mau booking kesana tidak bisa, kalau tidak ada air. Nanti ini membutuhkan proses yang lama dan membutuhkan biaya yang besar properti untuk menginformasikan bahwa kami sudah ada air,” jelasnya.

Apalagi, para pelaku industri pariwisata tengah melakukan promosi untuk menarik kedatangan wisatawan. Kondisi pasca Pandemi COVID-19, pelaku usaha masih dalam tahap pemulihan. Bahkan sampai sekarang belum bisa dikatakan benar-benar pulih.

“Harusnya kita disupport. Artinya ini (air mati) menjadi persoalan terus menerus,” demikian Kusnawan.(bul)

Desa Aik Berik Masuk 50 Besar ADWI Tingkat Nasional

0
Kabid Destinasi, Chandra Aprinova menjelaskan terkait Aik Berik masuk kedalam 50 ADWI, Senin, 27 Mei 2024 di Mataram. (Ekbis NTB/era)

Mataram (EkbisNTB.com) – Desa wisata Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, menjadi satu-satunya desa wisata yang masuk dalam 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat. Air Terjun Benang Kelambu dan Benang Stokel menjadi pesona yang menarik perhatian wisatawan.

Menurut Kepala Bidang Destinasi pada Dinas Pariwisata Provins NTB, Chandra Aprinova menyebutkan, sejumlah 11 desa wisata perwakilan NTB yang masuk dalam 500 besar Anugerah Desa wisata Indonesia (ADWI), namun hanya satu desa yang masuk kedalam 50 besar, yakni Desa Aik Berik, Kecataman Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

“Aik Berik masuk dalam 50 besar ADWI, awalnya 11 yang versi 500 kemudian menjadi 50,” terangnya.

Chandra mengatakan, Dispar Provinsi NTB, akan fokus melakukan pendampingan pengembangan pariwisata di Desa Aik Berik sampai masuk dalam desa wisata dunia.

“Kita akan terus dampingi, kelengkapan-kelengkapan administrasi akan kita dampingi secara informal juga kita tetap berkomunikasi dengan juri,” lanjutnya.

Sejumlah 15 desa wisata di NTB, mendaftar untuk masuk dalam anugerah desa wisata indonesia. Penilaian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melihat pengelola serta masyarakat Desa Aik Berik bekerja sama dalam menjaga keasrian alam serta aktif dalam memberikan data kunjungan wisata ke daerah tersebut.

“Pariwisata kita sekarang banyak membahas wisata berkelanjutan ya, dan disana masyarakat yang ada di Aik Berik juga betul-betul menjaga kelestarian alamnya,” ujarnya.

Selain itu, perputaran ekonomi kreatif akibat perkembangan pariwisata hijau di Desa Wisata Aik Berik juga tetap berjalan seperti penyediaan area perkemahan, usaha pemandu wisata, serta UMKM yang ada di Desa Aik Berik tetap aktif.

Sesuai arahan Kemenparekraf lanjutnyq, program pariwisata yang diusung yaitu quality tourism. Artinya, wisatawan yang data ke NTB tidak harus banyak, akan tetapi harus berkualitas.

Program quality tourism ini, juga dinilai dapat menjaga destinasi wisata yang ada di NTB, karena tidak banyak wisatawan atau pengunjung yang datang untuk berwisata, sehingga kelestarian wisata tetap aman.

“Tidak harus banyak wisatawan tapi mereka berkelas dan spend a lot of money,” tambahnya.(era)

BI : Investor Belanda dan Jepang Tertarik Investasi Solarcell di NTB

0
Winda Putri Listya (Ekbis NTB/bul)

Mataram (Ekbis NTB) – Investor dari Belanda dan Jepang tertarik mendalami peluang investasi ramah lingkungan solarcell di Lombok, setelah dipromosikan oleh Bank Indonesia.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Winda Putri Listya mengatakan, akan melakukan pertemuan langsung dengan para investor tersebut di Amsterdam (Belanda), menyusul investor di Tokyo (Jepang).

Di Bank Indonesia, terdapat satu unit kerja yang disebut RIRU (Regional Investor Relation Unit) untuk mendorong investasi pada perkembangannya kelembagaan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan ekspor dan kegiatan promosi pariwisata.

Winda mengatakan, setiap bulan RIRU membuat presentation book. Isinya, terkait ekspor, projek investment , dan pariwisata.

“Presentation book ini yang kita bagi kemana mana. Sampai di luar negeri. Dari sekian banyak yang ditawarkan, investor itu tertarik hanya dua di Indonesia terkait renewable energy (energi terbarukan yang berasal dari sumber-sumber alamiah seperti sinar matahari, angin, hujan, geothermal dan biomassa), salah satu yang dipilih potensi solarcell di NTB,” kata Winda, Senin 27 Mei 2024.

Untuk menindaklanjuti ketertarikan investor tersebut, Winda mengatakan, mewakili kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, ia akan jemput bola ke Amsterdam. Bersama dengan perwakilan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, termasuk dari unsur PLN pusat.

“Kita akan ketemu dengan para calon investornya di Amsterdam. Untuk memastikan secara detail. Mana lokasi-lokasi investasinya, berapa nilai investasinya, dan setiap lokasi siapa yang akan berinvestasi. Dan bagaimana mereka bisa menjual energi yang dihasilkan,” katanya.

Setelah dari Amsterdam, kegiatan yang sama juga akan dilakukan dengan investor-investor di Tokyo.

Winda menegaskan, harus diketaui, Bank Indonesia tidak saja bicara tentang nilai tukar rupiah, ekspor impor, inflasi dan terkait lainnya. Bank Indonesia juga bicara tentang promosi investasi di dalam negeri.

Mengapa perlu di dorong arus investasi lebih banyak masuk? Menurutnya, investasi yang masuk akan berdampak kepada serapan tenaga kerja, dan ekonomi dalam konteks yang lebih luas.

“Makanya, selain itu, kita juga terus mencari potensi investasi yang bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. Agar dampaknya bisa lebih ngefek mendorong growth,” demikian Winda.

Dengan upaya-upaya Bank Indonesia ini, diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang di Provinsi NTB khususnya.(bul)

NTB Usulkan 300 Ribu Dosis Tambahan Vaksin Rabies

0
Ilustrasi Anjing Rabies (Ekbis NTB-Ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Provinsi NTB mengusulkan penambahan sebanyak 300 ribu dosis vaksin untuk mengantisipasi penularan penyakit rabies di Kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB, Muhammad Riadi di Mataram, Senin 27 Mei 2024.
Usulan penambahan vaksin rabies ini sudah dilakukan dua bulan lalu. namun, hingga kini, kata kepala dinas, belum ada respon atas usulan tersebut dari Kementerian Pertanian (Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan).

“Sudah dua bulan usulan kita belum di respon di Kementerian Pertanian,” jelas Riadi.

Menurutnya, usulan penambahan vaksin rabies sebanyak 300 ribu dosis ini untuk mengantisipasi penularan penyakit rabies di lima kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Diantaranya, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima.

“Kalau kabupaten/kota di Pulau Lombok masih aman. Masih bebas dari penyakit rabies,” katanya.

Langkah serius pemprov NTB mengatasi ancaman rabies di Pulau Sumbawa dengan memberikan vaksin kepada hewan-hewan di sekitar. Terutama di sekitar wilayah yang terjadi kasus gigitan.

Hewan liar pembawa rabies diantaranya, kelelawar, berang-berang, anjing hutan, rubah, monyet, dan rakun. Sementara hewan piaran yang potensial menularkan rabies adalah anjing, kucing, sapi, kelinci, kambing, kuda dan musang.

“Kalau dia ada anjing segera dihubungi petugas untuk minta divaksin supaya ini tidak menjadi pembawa rabies,” imbuhnya.

Sebagai langkah pertolongan pertama, jika ada seseorang digigit hewan penular rabies seperti anjing, maka harus secepatnya cuci luka gigitan dengan sabun/detergen pada air mengalir selama 15 menit, kemudian beri antiseptik dan sejenisnya.

“Kemudian dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit untuk dilakukan pencucian luka dan mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai dengan indikasinya,” demikian Riadi.(bul)

SEG Kerja Sama dengan PT. AP

0
Baiq Yulia Rahmawati (Ekbis NTB/ham)

PENGELOLAAN eks Bandara Selaparang di Kota Mataram yang sebelumnya berada di tangan Pemprov NTB sudah berakhir 8 Mei 2024 lalu.  Pihak PT. Samota Enduro Gemilang (SEG) mengklaim sudah bekerja sama dengan PT. Angkasa Pura (AP) I dalam mengelola eks Bandara Selaparang.

‘’Untuk pengelolaan eks Bandara Selaparang sekarang ini pihak PT. AP tidak lagi dengan Pemprov NTB semenjak 8 Mei 2024. Selanjutnya, PT. AP menjalin kerja sama dengan SEG untuk pengelolaan eks bandara. terhitung Minggu depan akan keluar surat kontrak dengan pihak PT AP bersama SEG,’’ ujar Media Director MXGP Indonesia 2024, Baiq Yulia Rahmawati pada wartawan di Acibara Coffee, Sabtu 25 Mei 2024 petang.

Menurutnya, setelah adanya surat kontrak pengelolaan eks Bandara Selaparang dengan pihak PT. AP, pihaknya akan mengurus izin ke kepolisian untuk penyelenggaraan sejumlah kegiatan event besar di eks bandara. Salah satunya event MXGP dua series dan sejumlah konser musik lainnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Mataram dan Pemprov NTB terkait penyelenggaraan MXGP dua series di Pulau Lombok. Termasuk untuk penempatan UKM yang akan mengisi tenant-tenant yang disediakan pihak penyelenggara selama MXGP berlangsung.

Disinggung mengenai bantuan pemerintah terhadap pelaksanaan MXGP, diakuinya, sejak pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pihaknya tetap jalan meski tidak ada bantuan dari pemerintah. Dalam hal ini, pihaknya tidak murni mencari keuntungan dari beberapa penyelenggaraan event berskala internasional di NTB atau Indonesia. Bahkan, event sekelas MotoGP yang harga tiketnya jauh lebih mahal, masih belum terlalu memberikan keuntungan bagi penyelenggara.

‘’Kalau memberikan keuntungan besar, kenapa kami tidak gelar di daerah lain. Ini semata-mata untuk peningkatan perekonomian dari masyarakat sekitar. Termasuk dari UKM-UKM kita berdayakan,’’ ujarnya.

Dalam melibatkan UKM-UKM ini, pihaknya tetap berkoordinasi dengan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov NTB, seperti Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah. Termasuk dengan Dinas Pariwisata dari sisi promosinya. (ham)

Artikel lainnya….

Karantina : 4,1 Ribu Ton Jagung Layak Dikirim ke Banten

Karantina NTB Musnahkan Media Pembawa Penyakit dari Malaysia dan Singapura

Mataram Bentuk Tim Terpadu Pengamanan Objek Wisata

Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Pj Gubernur Ajak Pelaku Wisata Perkuat Kolaborasi Bangun Pariwisata NTB

0
Lalu Gita Ariadi (Ekbis NTB/ist)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah dan pelaku usaha pariwisata harus memiliki komitmen bersama dan memperkuat kolaborasi dalam rangka sama-sama membangun pariwisata pasca pandemi Covid-19. Dengan pertemuan rutin, pemerintah dan pelaku wisata pihak bisa mendengarkan masukan dan keluhan sehingga solusi bisa dipecahkan secara bersama-sama.

Hal tersebut disampaikan Pj Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si saat membuka kegiatan Seminar Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) bertajuk “Managing Diversity In Hospitality Industry” yang diselenggarakan di Senggigi, Sabtu 25 Mei 2024.

Seminar ini dihadiri oleh pemilik usaha, direktur, general manager dari berbagai akomodasi seperti hotel, vila, dan resort. Selain itu, para kepala departemen usaha, supervisor, akademisi, dan sejumlah stakeholder terkait lainnya.

Pj Gubernur memaparkan, seminar yang diselenggarakan IHGMA adalah sebuah inisiatif penting dalam dunia perhotelan dan pariwisata. Dalam industri yang terus berubah dan berkembang, IHGMA bisa mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas guna mencapai kesuksesan dunia pariwisata.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi bertugas menciptakan imej pariwisata yang positif, agar destinasi wisata di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa NTB semakin menjadi pilihan utama berwisata. Impresi yang baik di dalam pariwisata menjadi modal yang kuat untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara yang lebih banyak lagi di masa yang akan datang.

Pj Gubernur kembali menegaskan bahwa NTB terus berupaya menjadi destinasi Sport Tourism terkemuka di Indonesia. Ada sejumlah event yang mendukung hal tersebut, misalnya pada bulan Juni tahun ini NTB menjadi tuan rumah Teknologi Tepat Guna (TTG) yang diikuti ribuan peserta.

Kemudian pada tahun 2025 mendatang, NTB juga rencananya menjadi tuan rumah ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) yang dinaungi KONI. Diperkirakan sekitar 10.000 pegiat olahraga akan berada berada di NTB. Pada tahun 2027 mendatang, NTB juga menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional.

“Alhamdulillah NTB dapat kesempatan emas untuk menjadi satu dari lima destinasi pariwisata super prioritas. Mudah-mudahan ini modalitas kita untuk balik pasca-Covid-19. Waktunya sekarang, kita (menuju) bangkit kembali,” pungkasnya.

Ketua IHGMA NTB, Lalu Kusnawan mengatakan, seminar ini bertujuan untuk membahas pentingnya keberagaman dalam industri perhotelan dan cara memanfaatkannya untuk kesuksesan bisnis. Seminar ini merupakan upaya untuk membangun dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di industri perhotelan NTB.

“Kami ingin membuktikan bahwa kemampuan hotelier di NTB semakin maju, berkembang, dan mampu mengikuti perkembangan tren pariwisata,” kata Lalu Kusnawan.

Kusnawan juga menekankan bahwa dengan tema keberagaman ini, IHGMA NTB berharap para pemimpin dan hotelier atau pengusaha hotel yang kompeten dapat lebih memanfaatkan keberagaman, baik internal maupun eksternal, sebagai jalan menuju kesuksesan.

“Keberagaman bukanlah alasan kesulitan, tetapi sebaliknya, menjadi kekuatan di dunia perhotelan dan pariwisata,” katanya.

Seminar ini juga membawa dampak positif dengan mulai banyak Perusahaan atau pengusaha hotel baik di NTB maupun hampir di seluruh wilayah Indonesia mencari pemimpin usaha hotel mereka melalui asosiasi IHGMA. Hal ini merupakan bukti bahwa kerja keras asosiasi yang mengutamakan profesionalisme, integritas, serta networking dapat bermanfaat bagi kelompok maupun individu anggotanya.(ris/r)

Artikel lainnya….

1.500 Peserta Muktamar KAMMI akan Berwisata ke KEK Mandalika

Pengeboman Ikan Marak, Ekosistem Laut Terancam

ASITA NTB Siap Menggelar Travel Mart 2024 untuk Membangkitkan Pariwisata dan Menyambut MotoGP Mandalika

“Womenpreneur Day” 2024 di LEM, Hasilkan Rp11 Miliar Transaksi dan Komitmen Pembiayaan

0
Kegiatan Womenpreneur Day 2024 di LEM yang berlangsung Sabtu 25 Mei 2024 – Minggu 26 Mei 2024 kemarin.(Ekbis  NTB/ist)

KEGIATAN Womenpreneur Day Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) KTI 2024 yang berlangsung di Atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM) tanggal 25-26 Mei 2024 berlangsung semarak. Kegiatan yang digelar oleh Womanpreneur Club (LWC) dan Bank Indonesia NTB ini diramaikan oleh 56 UMKM yang mengambil bagian dalam kegiatan ini. Selama dua hari pelaksanaan Womenpreneur Day, nilai transaksi dan komitmen pembiayaan perbankan syariah yang berhasil dicatat lebih dari Rp11 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, kegiatan Womenpreneur Day ini merupakan bagian dari Road to FESyar di Provinsi NTB sebagai pre-event dari FESyar Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang akan terselenggara tanggal 7-10 Juli 2024 di Kendari Sulawesi Tenggara.

“Penyelenggaraan event seperti ini diharapkan dapat meningkatkan awareness dan pemahaman masyarakat terkait ekonomi dan keuangan syariah serta mendorong para pelaku ekonomi syariah dari sector halal food, kosmetik halal, modest fashion, dan berbagai sector lainnya untuk meningkatkan omzetnya,” kata Berry Arifsyah Harahap saat member sambutan dalam acara penutupan Womenpreneur Day Road to FESyar KTI 2024 yang berlangsung Minggu 26 Mei 2024 kemarin.

Ia mengatakan, belasan ribu pengungjung memadati kegiatan Womenpreneur Day yang berlangsung selama dua hari ini. Hingga Minggu siang, omzet penjualan dari Bazar UMKM peserta mencapai Rp698 juta dengan volume transaksi mencapai 66 ribu transaksi. Dari fungsi intermediasi perbankan, komitmen pembiayaan Bank Syariah pada hari pertama saja mencapai Rp10,4 miliar.  Sehingga jika ditotal transaksi dan komitmen pembiayaan Bank Syariah selama kegiatan berlangsung nilainya mencapai Rp11 miliar lebih.

Untuk kegiatan ini, LWC berkolaborasi dengan Bank Indonesia NTB. Menghadirkan puluhan stan UMKM berbagai produk NTB di bawah naungan LWC, dengan transaksi cashless (QRIS-red). Selama dua hari kegiatan ini, jumlah transaksi yang tercatat sebesar Rp 11 miliar lebih.

Kegiatan Womanpreneur Day hari pertama pada Sabtu 25 Mei 2024 kemarin dibuka langsung Ketua Dekranasda NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi. Sedangkan hari kedua, ditutup oleh Karo Ekonomi Setda NTB H Wirajaya Kusuma.

Pada hari pertama, Womanpreneur Day menghadirkan sejumlah kegiatan menarik. Di antaranya lelang produk UMKM NTB oleh KPKNL. Selain itu, ada juga bussiness matching dengan BSI, inspiring talkshow berupa pemaparan materi from small bussiness to global market.

Selain itu ada juga penampilan tari Baralla dan Sajojo oleh siswa PHIP, Kelas Bobocil x Sweet Carving Donut, Make Up Class With Wardah, talkshow dan fashion show the Clinic, dan lainnya.

Sedangkan di hari kedua, juga menampilkan kegiatan yang tidak kalah menarik. Di antaranya, kegiatan masak dan bagi sampling produk bersama brand Yomas, lomba mewarnai, menampilkan tarian siswa Apple Tree.

Selain itu ada edukasi kebanksentralan QRIS dan CBP Rupiah, bussiness talk with Oya Miranti dengan tema tampil percaya dengan Wow color, kick off QRIS Infaq Pendidikan provinsi NTB, Penandatanganan MoU antara klaster telur Jago Lombok Utara dan PT Matahari Putra Prima (Hypermart), penyerahan simbolis pembiayaan dari Bank Mandiri ke klaster telur Jago, edukasi Ekonomi Syariah, dan kajian Umi Pipik.

“Dengan Womenpreneur Day ini, kami berharap produk UKM tidak saja berupa barang jadi, namun mulai membuat produk bahan untuk olahan makanan,” ujar Ketua Dekranasda NTB Hj Lale Prayatni Gita Ariadi.

Dikatakannya, Dekranasda NTB tidak tinggal diam dan terus menjalin kerja sama dalam pengembangan UMKM. Dirinya melihat peluang seperti kerajinan kulit di Tanggulangin Solo Jawa Tengah yang bisa dikembangkan di NTB.

“Kerajinan tersebut dapat menghasilkan produk sepatu murah untuk kebutuhan anak sekolah,” ujarnya.

Founder LWC Indah Purwanti mengatakan, perayaan tahun kelima LWC ini sekaligus untuk merayakan kemerdekaan perempuan dalam berbagai perannya. Terutama dalam kegiatan berwirausaha.

LWC sendiri memiliki program harian (Jejualan), program bulanan (Women Talk dan Kajian) serta program tahunan Womenpreneur Day dan Gathering. Tahun ini dirangkaikan dengan Road to Festival Syariah Kawasan Timur Indonesia, sebuah kompetisi di bidang inovasi ekonomi syariah.

“Semua anggota LWC terus mengasah ilmu, jejaring dan menjadi pengusaha yang sukses”, ujarnya.

Indah menambahkan, selama dua tahun terakhir expo Womanpreneur Day digelar dengan transaksi non tunai (QRIS-red) yang mencatatkan transaksi cukup baik. Bahkan sebelum pra-event tahun ini, sudah mencatat 58 ribu volume transaksi.(ris)

Artikel lainnya….

Enam Ton Garam Ditabur di Langit Bali Saat WFF Berlangsung

Pj Wali Kota Bima : Akibat Menanam Jagung di Lereng, Kerugian Mencapai Rp2,2 Triliun

Penjualan Bahan Berbahaya Diawasi Ketat

Tekan Kasus Pemboman Ikan dengan Bantuan Alat Tangkap

0
Amiruddin (Ekbis NTB/dok)

KASUS penangkapan ikan dengan cara dibom pada area kumpul ikan di sekitar perairan Kabupaten Dompu semakin terbatas. Terakhir kasusnya ditemukan di perairan teluk Sanggar wilayah Kecamatan Kilo beberapa bulan lalu.

Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu terus melakukan pendekatan dan edukasi, termasuk berupaya memenuhi harapan nelayan terkait alat tangkap yang memadai.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Amiruddin, S.Hut saat dihubungi, Sabtu 25 Mei 2024. “Kasus penangkapan ikan dengan cara bom, sudah banyak berkurang. Bahkan dalam beberapa waktu terakhir, tidak kita dengar,” kata Amiruddin.

Dikatakan Amiruddin, ketika mengetahui ada nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan cara bom ikan, langsung didekati untuk pembinaan. Upaya yang dilakukan dengan berkomunikasi langsung dan menanyakan harapan agar meninggalkan praktik bom ikan.

Selain merusak terumbu karang dan biota di laut, penangkapan ikan dengan cara bom dapat mengancam keselamatan nelayan itu sendiri. “Sejauh ini yang kami lakukan dengan membantu nelayan dengan alat tangkap yang mereka inginkan. Alhamdulillah mereka bisa mengalihkan dengan alat tangkap yang kita berikan,” kata Amiruddin.

Kesadaran nelayan untuk menjaga perairannya juga kian meninggat. Para nelayan sadar, ketika terumbu karang rusak akan menggangu biota laut termasuk semakin terbatas ikan. Pada akhirnya, hasil tangkapan semakin terbatas.

Ketika ada kasus tangkap ikan dengan cara bom, para nelayan cukup kompak menjaga dengan melaporkan ke Polairud dan Dinas Kelautan dan Perikanan. Sehingga bisa langsung disikapi dengan cepat. “Praktik ini sudah cukup lama, makanya sudah tidak ada nelayan dari luar yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal,” katanya. (ula)

Artikel lainnya….

HNSI NTB akan Gugat UU Nomor 1 Tahun 2022

Pengusaha Perempuan NTB Dukung Rohmi-Firin di Pilkada NTB

Kolaborasi dengan Polda NTB, Ikhtiar APJII Bali Nusra Wujudkan Internet Berkualitas dan Aman