Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 713

20.000 Ton Gula Mentah dari Thailand Masuk NTB

0
Ilustrasi Gula Mentah(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Pabrik gula di Provinsi Nusa Tenggara Barat kembali melakukan impor gula dan kembang gula dari Thailand pada bulan Mei 2024. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menunjukkan bahwa nilai impor tersebut mencapai USD 12,18 juta, setara 12,32% dari total impor NTB pada bulan tersebut.

Kepala BPS NTB, Wahyudin, menjelaskan bahwa gula dan kembang gula tersebut dibongkar di Pelabuhan Calabai, Bima, dan diimpor oleh PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Dompu.

Impor ini dilakukan dalam bentuk raw sugar atau gula mentah yang merupakan bahan baku untuk pembuatan gula pasir.

“Biasanya impor ini ditujukan ke PT SMS di Calabai,” jelas Wahyudin.

“Impor 20.000 ton gula mentah ini dilakukan karena pasokan tebu dari petani lokal belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku PT SMS,” ujarnya.

Wahyudin menambahkan bahwa nilai impor NTB pada Mei 2024 secara keseluruhan mencapai USD 98.882.421, mengalami penurunan sebesar 35,35% dibandingkan April 2024. Namun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor NTB pada Mei 2024 mengalami kenaikan signifikan sebesar 241,03%.

Negara asal impor terbesar di NTB adalah China dengan nilai USD 45.409.243, diikuti Thailand (USD 20.474.545), Singapura (USD 14.269.266), Australia (USD 5.809.938), dan Amerika Serikat (USD 3.353.243).(bul)

Pemprov NTB Berniat Bangun Hotel Murah Meriah untuk Menarik Wisatawan

0
H.Lalu Gita Ariadi (Ekbis NTB/dok)

Mataram (ekbisntb.com)–Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berencana membangun hotel pemuda untuk mendukung event sport tourism di daerahnya. Hotel ini didesain khusus untuk backpacker, traveler, dan komunitas motor dari luar NTB, menawarkan akomodasi terjangkau di dekat Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.

Pj Gubernur NTB, H Lalu Gita Ariadi, menjelaskan bahwa hotel ini akan menjadi alternatif bagi wisatawan yang mencari akomodasi dengan harga lebih murah dibandingkan hotel berbintang di sekitar sirkuit.

“Mungkin hotel berbintang tarifnya jutaan, tapi ini mungkin sekitar Rp 150 ribuan,” ujarnya.

Hotel pemuda ini akan dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti kamar mandi dan tempat istirahat yang nyaman. Miq Gita, sapaan akrabnya, meyakini bahwa hotel ini akan menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata di NTB tanpa perlu khawatir dengan biaya akomodasi yang mahal.

“Kita sangat butuhkan hotel pemuda dengan cost yang terjangkau oleh anak muda dan gampang diakses, jadi mereka berwisata tetap berkelas,” terangnya.

Keberadaan hotel pemuda ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem sport tourism di NTB, menarik lebih banyak wisatawan untuk datang dan menikmati berbagai event olahraga yang digelar di daerah tersebut.

“Jadi begitu mendengar ada event ARRC, MotoGP dan lainnya, mereka akan berlomba-lomba datang ke sini,” tandasnya.(bul)

Raisa Siap Hibur Penonton MXGP

0
Musisi papan atas Indonesia, Raisa, Band Vierratale, Fourtwenty untuk sementara terkonfirmasi siap menghibur para penggemarnya pada 30 Juni 2024 dan 7 Juli 2024.(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Dua series Motocross Grand Prix (MXGP) Indonesia 2024 di Sirkuit Selaparang, Kota Mataram tidak hanya akan menyuguhkan aksi-aksi kroser dunia, namun juga akan memanjakan para penonton yang hadir. Musisi papan atas Indonesia, Raisa, Band Vierratale, Fourtwenty untuk sementara terkonfirmasi siap menghibur para penggemarnya tanggal 30 Juni 2024 dan 7 Juli 2024.

Direktur PT Samota Enduro Gemilang (SEG), Diaz Rahmah Irhani, Selasa 18 Juni 2024 menjelaskan, para musisi papan atas Indonesia akan tampil pada ‘’Selaparang Music Land’’ yang merupakan rangkaian dari pelaksanaan MXGP Indonesia.

Menurutnya, kegiatan konser musik ini merupakan puncak penyelenggaraan dari tiap series MXGP yaitu series 11 dan series 12 yang diadakan di Lombok. Konser musik ini juga menjadi bentuk apresiasi PT SEG kepada masyarakat atas semangat dan antusias dalam mendukung penyelenggaraan MXGP Lombok 2024. “Konser ini kita laksanakan sebagai apresiasi atas dukungan masyarakat yang sudah semangat untuk menonton series 11 dan series 12 MXGP Indonesia 2024 di Lombok,” terangnya.

Untuk menyaksikan konser ini, tambahnya, masyarakat hanya perlu membayar Rp80.000 per tiket untuk tiket festival di tiap serinya. Tiket ini telah termasuk kegiatan konser musik di tanggal 30 Juni untuk series 11 dan 7 Juli 2024 untuk series 12. “Cukup beli satu tiket dengan harga Rp80.000,- untuk satu series. Dan ini sudah include konser musik di masing-masing tanggal final race per-serinya,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Chairman MXGP Indonesia Dr. H. Zulkieflimansyah, yang menegaskan, berbagai dukungan penyelenggaraan MXGP Indonesia di Lombok tahun ini terus menggeliat. Bahkan sederet elite politik nasional akan dipastikan hadir di Lombok pada tanggal 7 Juli 2024.

Dalam kunjungannya ke Jakarta beberapa waktu lalu, dirinya sudah bertemu dengan berbagai petinggi dan elite politik nasional seperti Erick Thohir Menteri BUMN dan tokoh lainnya. Dalam pertemuan ini membahas berbagai rencana kegiatan di NTB, termasuk penyelenggaraan MXGP di Pulau Lombok.

Sebelumnya Media Director MXGP Indonesia 2024, Baiq Yulia Rahmawati menyampaikan, dua seri MXGP Indonesia tahun 2024 dipastikan akan digelar di eks Bandara Selaparang. Semula, series pertama digelar di Sirkuit Samota, Kabupaten Sumbawa dan series kedua di Sirkuit Selaparang, Pulay Lombok.

Menurutnya, proses perpindahan dan perubahan venue balapan telah mendapat persetujuan dari berbagai pihak termasuk Infront Moto Racing selaku promotor MXGP International. Meski demikian, lintasan atau desain layout sirkuit antara seri pertama dan kedua berbeda. Serie pertama MXGP menggunakan layout yang ada sekarang ini, sementara series kedua, akan berubah.

Perpindahan lokasi penyelenggaraan dari Sirkuit Samota, Kabupaten Sumbawa untuk seri pertama yang akan berlangsung tanggal 28-30 Juni 2024 disebabkan banyak faktor. Beberapa di antaranya, terkait akomodasi penginapan dan penerbangan.

‘’Seperti kita tahu sendiri, di Sumbawa peningkatan akomodasi hingga tahun ini belum ada, terutama dari tempat tinggal dan juga transportasi dari segi penerbangan. Walau pesawat yang kita pergunakan seperti tahun sebelumnya adalah pesawat carter. Jadi itu beberapa alasan mengapa semua series MXGP berada di Lombok,’’ terangnya.

Disinggung terkait penyelenggaraan dua seri MXGP di Pulau Sumbawa, menurutnya, karena penyelenggara dalam hal ini PT. SEG melakukan banyak negosiasi dengan Infront Moto Racing.

‘’Walau sebenarnya Infront menginginkan banyak tambahan kamar di tahun lalu, terutama di tahun ini bisa dicek sendiri, dari FIM booking kamar lebih banyak lagi, khususnya di Sumbawa. Itu yang menyebabkan kekurangan kamar terus bertambah seiring berjalannya waktu dan akhirnya setelah negosiasi panjang Infront setuju, SEG setuju melaksanakan dua series MXGP di Pulau Lombok. Dan ini merupakan hasil perbincangan dengan Pemda Sumbawa juga,’’ klaimnya.

Meski demikian, ungkapnya, pihaknya masih tetap berusaha menggelar MXGP di Pulau Sumbawa untuk beberapa seri ke depan. Namun, semuanya ini tergantung dari akomodasi dan kelancaran masalah transportasi menuju Pulau Sumbawa serta lobi ke pihak Infront. (ham)

Future Energi BNM Stainless Steel Berencana Berinvestasi di NTB, PJ Gubernur NTB Sambut Baik

0
Rombongan Futura Energi Bina Niaga Multiusaha (BNM) Stainless Steel(ekbisntb.com/r)

Mataram (ekbisntb.com)-Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menerima Audiensi rombongan dari Futura Energi Bina Niaga Multiusaha (BNM) Stainless Steel di pendopo gubernur NTB, Minggu 16 Juni 2024.

Dalam audiensi tersebut, pihak perusahaan menyampaikan rencana untuk berinvestasi di Provinsi NTB terkait dengan bidang Energi Terbarukan khusunya instalasi dan maintanance Pembangkit Listrik Tenaga Surya.

PJ Gubernur yang akrab disapa Mamiq Gita mengapresiasi dan menyambut baik para investor baik dari dalam maupun luar negeri yang ingin berinvestasi di NTB, mengembangkan produk di NTB, Apalagi produknya ini bisa menambah pendapatan daerah dengan meberdayakan UMKM yang ada, dan yang menarik ramah lingkungan menuju NTB asri lestari.

Karena konsep kerja Futura energi Perusahan ini mengefisienkan kebutuhan listrik yang hemat biaya, tidak menghasilkan limbah berbahaya dan yang utama ramah lingkungan.

“Untuk itu, agar rencana ini bisa diwujudkan kami meminta untuk berkoordinasi dengan dinas, BUMN, BUMD dan stakholder terkait ikut dalam pembahasanya. Bagaimana dengan langkah persiapan termasuk ketersediaan lahan supaya apa yang kira kira menjadi kendalanya segera dirumuskan,” harap Miq Gita.

Oleh karenanya, teknologi yang ingin dikembangkan berdampak pada lingkungan ramah mampu menstabikan mata air dan dapat pengurangi Penguapan sehingga menjamin Debit air tetap terjaga. Maka Provinsi NTB bisa menjadi Provinsi pertama yang namakan green technology province,” harap Miq Gita.

“Semoga dengan Komitmen bersama membawa keyakinan pada apa yang menjadi cita cita mematangkan tujuan untuk Provinsi NTB Smart green energi bisa terwujud. tutup Miq Gite. (r)

SMP Rahmatullah Al Maarif Gelar Lomba Class Meeting Coding Pertama di NTB

0
Para siswi yang mengikuti lomba coding di SMP Rahmatullah Al Maarif Darek, Rabu 12 Juni 2024 di Lombok Tengah.(ekbisntb.com/ist)

Praya (ekbisntb.com) – SMP Rahmatullah Al Maarif Darek, Lombok Tengah, menyelenggarakan lomba pemrograman/coding sebagai bagian dari class meeting yang diadakan pada 11-13 Juni 2024. Lomba ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 8, dengan peserta berjumlah 20 kelompok, masing-masing beranggotakan dua orang.

Jika biasanya class meeting di berbagai sekolah umumnya hanya diisi dengan lomba olahraga, seni, dan pidato, Kepala Sekolah SMP Rahmatullah Al Maarif Darek, Ustaz Nurul Watoni, berinisiatif melakukan inovasi besar dengan memasukkan coding sebagai bagian dari class meeting. Langkah ini diambil untuk semakin mengakselerasi percepatan digital di sekolah.

Class meeting ini tercatat sebagai lomba Coding pertama tingkat SMP di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tujuan dari lomba ini adalah untuk mengukur taraf pemahaman siswa kelas 8 yang seluruhnya telah mengikuti pelatihan pemrograman berbasis game menggunakan aplikasi Scratch. Selain itu, lomba ini juga bertujuan untuk membudayakan kemampuan siswa dalam menggabungkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai religius untuk menyelesaikan masalah kontemporer, serta agar menjadi embrio kemajuan teknologi dan percontohan bagi sekolah-sekolah lain di NTB.

Lomba Coding ini merupakan tindak lanjut dari workshop literasi digital dan training coding yang dilakukan untuk para guru dan siswa, bekerja sama dengan Prodi Statistika-Matematika FMIPA Universitas Mataram (Unram) dan bantuan dari Pemerintah Kanada. Lomba dimulai dengan babak penyisihan, kemudian dilanjutkan dengan final. Kriteria penilaian lomba meliputi kekompakan kelompok dan kreativitas yang harus diselesaikan dalam waktu satu jam.

Nurul Watoni menyatakan, “Kami berharap program pelatihan yang sama dapat dilakukan dengan kerjasama bersama FMIPA Universitas Mataram. SMP Rahmatullah Al Maarif Darek juga kami harapkan dapat menjadi rujukan pelatihan coding di Nusa Tenggara Barat, khususnya di Kecamatan Praya Barat Daya,” katanya.

Menariknya, 90% peserta lomba adalah siswi, yang menandakan kemajuan pesat partisipasi perempuan dalam bidang STEM, khususnya teknologi. Hal ini sangat membanggakan mengingat fenomena ketertinggalan masyarakat desa, terutama perempuan dalam bidang STEM.

Guru pengampu pelajaran IT, Neli Dewi, mengungkapkan, “Siswa sangat antusias mengikuti, baik training maupun lomba Coding.” Selama lomba, terlihat bahwa siswa telah mahir menggunakan aplikasi Scratch untuk membuat animasi dan game sederhana.

Dengan adanya lomba ini, SMP Rahmatullah Al Maarif Darek berharap dapat terus mendorong inovasi digital di sekolah-sekolah dan menjadi pelopor dalam pendidikan teknologi di Nusa Tenggara Barat. (ulf)

Hewan Kurban dan Hewan Potong Diberi Label Sehat

0
Petugas Paramedis Dinas KP3 KLU memberi label halal kepada pemilik ternak yang ternaknya akan dipotong. (ekbisntb.com/ist)

Tanjung (ekbisntb.com) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara (KLU), membentuk tim pemeriksa hewan kurban dan hewan potong jelang perayaan Idul Adha 1445 H/2024 ini. Tim telah bekerja sejak H-2 pekan sebelum perayaan.

Kepala Dinas KP3 KLU, Tresnahadi, S.Pt., Jumat 14 Juni 2024 mengungkapkan, kesehatan hewan kurban menjadi atensi Pemda sebelum Hari Raya Idul Adha. Dinas KP3 telah membentuk Tim Pemeriksa Hewan Kurban dan Hewan potong di masing-masing kecamatan. Tim terdiri dari tenaga medis, paramedis dan petugas Inseminasi Buatan (IB).

“Sampai hari ini, belum ditemukan ada hewan kurban atau hewan potong (sapi dan kambing) yang sakit setelah diperiksa oleh tim. PMK (penyakit mulut dan kuku) juga tidak ada,” ujar Tresnahadi.

Ia menjelaskan, hewan kurban maupun hewan potong yang akan diperjualbelikan di masyarakat nantinya akan mendapatkan SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan Label Sehat. Dokumen tersebut dikeluarkan oleh Tim Medis dan Paramedis setelah memeriksa dan menyimpulkan bahwa tidak ada penyakit pada ternak tersebut.

“Standar sehat pada hewan yang akan dipotong dibuktikan melalui SKKH dan Label Sehatnya. Ini khusus untuk ternak yang dilaporkan akan dipotong atau dikurbankan oleh masyarakat,” sambungnya.

Menurut Tresnahadi, ternak yang sakit memiliki tanda-tanda fisik. Ternak baik sapi maupun kambing yang sakit umumnya lemah sampai tidak mampu berdiri. Sebaliknya ternah sehat, fisiknya bugar.

Ia juga meminta kepada Tim Medis Kesehatan untuk memeriksa ciri-ciri khusus untuk mengantisipasi kemungkinan terjangkitnya PMK pada ternak. Meskipun kasus PMK masih nihil, namun lalu lintas ternak dari dan ke luar Lombok Utara harus terus dilakukan pemantauan. Minimal pemantauan dilakukan saat ternak diperjualbelikan di pasar hewan.

“Pemantauan secara khusus seperti saat PMK dulu belum ada, karena sejauh ini, peredaran ternak masih murni dari sumber daya lokal. Tapi kita pastikan, baik sapi maupun kambing sudah terbebas PMK,” terangnya.

Pihaknya juga berharap, baik masyarakat maupun pengusaha ternak agar ikut mengantisipasi untuk mencegah PMK. Salah satunya dengan tidak membeli ternak sakit untuk dimasukkan ke Lombok Utara. (ari)

KPK Temukan Ada Indikasi Kebocoran Pajak MBLB di Lotim

0
Tim KPK yang dipimpin Kepala satuan Tugas Korsup Wilayah V KPK, Dani Patria meninjau lokasi tambang yang ada di Pringgasela, Jumat 14 juni 2024. (ekbisntb.com/ist)

Selong (ekbisntb.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan ada indikasi kebocoran pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Dugaan ini dikemukakan langsung Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Korsup Wilayah V KPK, Dani Patria saat mengecek langsung salah satu lokasi tambang galian C yang ada di Kecamatan Pringgasela, Jumat 14 Juni 2024.

Dia menegaskan, bicara pajak, ada atau tak izin tetap harus membayar pajak. Untuk itu, dalam segi pembayaran pajak ini sebagai suatu hal yang harus dibenahi di Lotim, khususnya jenis karcis ada dua macam. “Ini membuat bingung  dan ini harus diperbaiki,” sarannya.

Menurut Dani Patria, yang paling paling benar, Lotim membuat jembatan timbang di perbatasan. Pembangunan jembatan timbang ini menjadi rekomendasi KPK guna meminimalisir kebocoran.

Selama ini dilihat, mekanisme penarikan dan penentuan besaran pajak yang ditarik dari angkutan material tambang berupa batuan dan pasir hanya dicek volume dan jenisnya. “Dicek di buku pajak sudah bayar atau belum? Itu Bisa jadi telat datang atau sudah lewat ini bisa terindikasi ada kebocoran. Ada kebocoran di sana,” imbuhnya.

Menurutnya, kalau ada jembatan timbang, maka takarannya akan lebih mudah.

Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) H. Muhsin yang ikut mendampingi Tim KPK mengunjungi lokasi pajak dan perbatasan Lotim-Loteng,  menyebut dari potensi MBLB ini mampu meraih pendapatan sebesar Rp 800 juta per bulan. Sementara biaya petugas pajak Rp 90 juta sebulan dan setahun mencapai Rp 1,3 miliar.

Diakuinya, Pemda Lotim bisa membangun jembatan timbang dan portal di perbatasan.  Penggunaan jembatan timbang ini jauh lebih efektif. Tak perlu lagi mengukur-mengukur volume kubikasi dam truk yang digunakan mengangkut. ‘’Bayar pajak di tempat, kalau tidak bayar, maka tidak bisa lewat portal di sana. “Itu simpel banget,” tegasnya.

Untuk itu, ujarnya, butuh pengertian dari pembeli akhir yang ada di luar daerah agar memikirkan soal ketentuan pajak. “Jangan hanya mau beli murah tapi konfliknya ada di Lombok Timur, mereka (pembeli) juga harus disesuaikan dengan ekosistem harga,” tambahnya. (rus)

Berencana Tambah Puskesmas, Sekotong dan Gunungsari Butuh Dibangun Rumah Sakit

0
Arief Suryawirawan (ekbisntb.com/dok)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Dua kecamatan di Lombok Barat (Lobar) butuh rumah sakit yakni Kecamatan Sekotong dan Gunungsari untuk melayani rujukan, sehingga pelayanan lebih cepat kepada masyarakat yang ada di wilayah setempat. Mengingat jumlah penduduk dan kondisi topografi wilayah kondisinya sulit.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar Arief Suryawirawan mengatakan, Lobar butuh penambahan puskesmas. Mengingat jumlah penduduk yang dilayani per puskesmas sangat tinggi. Kalau bicara suara standar ideal, satu puskesmas melayani 30 jiwa penduduk. Jumlah desa yang dilayani puskesmas bervariasi ada yang 5-11 desa.

Sementara jumlah pegawai kesehatan yang ada di masing-masing puskesmas rata-rata 40-100 orang. “Artinya kita butuh puskesmas baru, karena belum ideal kasihan nakes melayani banyak sekali warga,”jelasnya, Jumat 14 Juni 2024.

Beberapa hal ini menjadi indikator pihaknya perlu menambah puskesmas. Terutama di daerah yang puskesmasnya melayani 11 desa, seperti puskesmas di wilayah Narmada. Kemudian di wilayah Meninting Batulayar, perlu ditambah puskesmas, karena baru ada satu puskesmas.

Kondisi topografi juga sulit, sehingga menjadi salah satu kendala pelayanan. Kemudian di wilayah Kuripan juga butuh tambahan puskesmas untuk melayani wilayah bagian selatan. “Kita juga butuh puskesmas di sana,” ujarnya.

Sedangkan untuk di wilayah Gunungsari ada tiga puskesmas yakni Penimbung, Gunungsari dan Sesela. Khusus di Gunungsari, rencananya selain menambah puskesmas. Di wilayah ini juga butuh rumah sakit, sehingga puskesmas yang ada saat ini akan ditingkatkan statusnya menjadi rumah sakit. Pihak Dikes sudah mengusulkan kenaikan status tersebut ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun usulan tersebut belum disetujui Kemenkes.

Selain itu, rumah sakit juga butuh dibangun di wilayah Sekotong karena selain luas, jumlah penduduk tinggi dan banyak wilayah memiliki topografi sulit. Dulu ada rencana puskesmas itu dijadikan rumah sakit. Sedangkan puskesmas dialihkan ke Buwun Mas. “Puskesmas itu dijadikan rumah Sakit, untuk mempercepat rujukan,”ujarnya.

Ke depan di wilayah Sekotong bagian barat juga perlu rumah sakit karena sebagai destinasi wisata.  Terkait pembangunan rumah sakit ini, pihaknya tengah berupaya mencari anggaran di pusat. “Kita masih carikan anggaran,” imbuhnya. (her)

Dukung Perkembangan Digital, Telkomsel Sediakan Laboratorium Multimedia di Unram

0
Telkomsel menyalurkan CSR dalam bentuk pengadaan laboratorium multimedia di Unram.(ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia konsisten mendukung perkembangan digital bagi masyarakat Indonesia, termasuk di dunia Pendidikan. Hal ini ditunjukan dengan dukungan penyediaan Laboratorium Multimedia di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram yang diserahkan secara langsung pada 13 Juni 2024 di Universitas Mataram.

General Manager Consumer Business Region Bali Nusra, Mulyadi Indra mengatakan, sebagai perusahaan yang memiliki visi untuk menjadi perusahaan penyedia layanan dan solusi mobile digital lifestyle berkelas dunia, Telkomsel didorong oleh purpose yang sangat luar biasa, yaitu terus lampaui batas untuk buka semua peluang.

“Dengan adanya penyediaan Laboratorium Multimedia ini, Kami berharap Telkomsel dapat menjadi partner industri mendukung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram untuk lebih produktif dalam pengembangan dan pengelolaan channel informasi youtube yang sudah dimiliki, serta mendukung potensi mahasiswa untuk cepat beradaptasi di era digitalisasi,” ujarnya.

Guna memberikan pengalaman berkomunikasi yang baik, Telkomsel juga mendirikan booth pelayanan Telkomsel (Byu corner) di Universitas Mataram. Harapannya dengan adanya pelayanan tersebut dapat memberikan experience berkomunikasi yang baik kepada 6.500 mahasiswa aktif, akademisi, serta calon mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnus Universitas Mataram.

“Kami berharap Telkomsel bisa terus berperan aktif memberikan manfaat di dalam dunia pendidikan Indonesia dan melalui Kerjasama ini dapat membantu akselerasi program digitalisasi pendidikan khususnya di wilayah NTB,” tandasnya.

Sementara itu, Dr. Ihsan Ro’is, M.Si, Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Mataram juga  menyampaikan terima kasih kepada Telkomsel yang sudah memberikan laboratorium multimedia yang akan dipergunakan untuk podcast di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram.

“Kami berharap bahwa kegiatan CSR ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang Multimedia serta dapat menghasilkan lulusan yang siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif, dan menjadi pusat inovasi dan pengembangan teknologi Multimedia di wilayah Bali Nusra. Terlebih lagi, hubungan baik dengan Telkomsel dapat terus berlanjut dan memberikan dukungan jangka panjang bagi pengembangan akademik dan teknologi di Universitas Mataram,” ungkapnya. (bul)

Berebut Enam Juta Kuota Penangkapan Benih Lobster di NTB

0
Benih bening lobster (ekbisntb.com/ist)

Mataram (ekbisntb.com)-Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) sudah menetapkan kuota tangkap benih bening lobster (BBL). Provinsi NTB mendapat alokasi sebesar enam juta ekor lebih. Kuota tangkap ini yang tengah diperebutkan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST.,M.Si mengatakan, Kelompok Usaha Bersama (KUB) dari daerah-daerah sumber tangkapan benih bening lobster sudah mengajukan izin dan kuota penangkapan. Dari Lombok Tengah, Lombok Timur, demikian juga dari Kabupaten Dompu.

“Kita sedang terus verifikasi. Karena dari Lombok Timur juga ada pengajuan tambahan kuota,” jelas Muslim.

Muslim menambahkan, total kuota tangkap benih lobster NTB tahun 2024 ini sebanyak 6.027 juta ekor. Kuota ini yang dibagi ke masing-masing kelompok yang mengajukan.

“Bahkan kuota yang kita terima ini sudah mau habis. Nantinya kita akan mengajukan tammbahan kuota menggunakan kuota dari daerah-daerah yang belum terpakai kuoatanya,” jelas Muslim.

Sebagaimana diterangkan, pemerintah juga telah mengatur SOP penetapan nelayan tangkap benih lobster.

Dimana, pemohon dapat melakukan pengajuan permohonan kuota terlebih dahulu melalui aplikasi SILOKER dengan syarat, surat permohonan penetapan KUB penangkap BBL/ Benih Bening Lobster (minimal 10 orang) dan permohonan kuota.

Surat pernyataan kuota KUB (bermaterai Rp10 ribu). NIB masing-masing anggota KUB sesuai KBLI 03115. Rekomendasi dari Dislutkan Kabupaten/Kota. Dan surat keterangan pembentukan KUB dari desa dan penyuluh.

Tahap selanjutnya operator / petugas menerima laporan dari aplikasi SILOKER untuk diverifikasi kelengkapan pemohon. Dilakukan verifikasi kesesuaian permohonan. Jika valid dokumennya, akan diproses kembali untuk penetapan kuota. Kemudian diterbitkan izin penetapan KUB Penangkap BBL dan kuota BBL oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi.

Disisi lain, Muslim menyampaikan kembali, ditengah beban pendistribusian untuk menerbitkan kuota bagi penangkap benih lobster, hingga legalitas penangkap, pemerintah pusat melalui KKP belum memberikan provinsi untuk mengelola secara penuh potensi sumber daya alamnya.

Sebab, penjualan benih lobster hanya boleh dikakukan melalui Badan Layan Usaha (BLU) KKP yang menaungi wilayah tersebut.

“Disatu sisi, kita diberikan mandat untuk mengatur kuota tangkap, menerbitkan izin tangkap dan memberikan legalitas kepada penangkap. Tapi disisi lain, penjualannya diatur hanya melalui BLU KKP. Ini yang kita perjuangkan terus. Jangan kita hanya diberi beban untuk mengatur pengelolaan sumber daya daerah kita yang potensi rawan hukumnya juga besar. Tapi kita tidak mendapatkan nilai secara ekonomis untuk PAD,” demikian Muslim.(bul)