Wednesday, April 15, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 595

Kemenparekraf Pastikan Kesuksesan Ajang MotoGP Mandalika 2024

0
Sandiaga Uno (ekbisntb.com/ant)

Tangerang (ekbisntb.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkomitmen akan mendukung dan menyukseskan event MotoGP 2024 yang diselenggarakan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, di Lombok, menjadi terbaik dari sebelumnya.

“Kami diarahkan untuk mendukung dari segi promosi melalui Wonderfull Indonesia bersama MotoGP,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, di Tangerang, Banten, Jumat (13/9).

Ia mengatakan, perhelatan MotoGP 2024 diyakini akan mempercepat kemajuan pariwisata KEK Mandalika, Kemenparekraf dan pemerintah daerah akan terus bersinergi untuk bagaimana terus meningkatkan penyelenggaraan internasional menjadi yang terbaik dari yang pernah ada di dunia.

“MotoGP sendiri sudah menjadi tugas dari kita semua untuk memastikan kelancarannya, dan menjadi garda terdepan adalah ITDC yang nanti akan terus mengembangkan MotoGP sebagai kegiatan yang dimiliki Indonesia,” katanya lagi.

Sandiaga menyebut, dalam penyelenggaraan ajang balap motor kelas dunia selama tiga hari, yakni pada 27-29 September mendatang, pihaknya menargetkan terdapat sekitar 102 ribu pengunjung dapat hadir pada event tersebut.

“Kalau dari kami pergerakan wisatawan itu total ada 100 ribu seperti tahun lalu, tetapi ada kenaikan mungkin 102 ribu, dimana 15 persen sampai 12 persen adalah wisatawan mancanegara,” kata dia.

Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024 Troy Reza Warokka menyebutkan sebanyak 10 pembalap terkemuka di ajang MotoGP direncanakan akan mengikuti parade di Kota Mataram, NTB, menjelang balapan di Sirkuit Mandalika pada 25-29 September 2024.

“Pada tanggal 25 akan ada rangkaian rider. Dan dipastikan akan ada 10 rider terbaik akan ikut dengan nama-nama besar yang sering terdengar menjadi juara di seri dua terakhir juga sudah pasti hadir,” katanya pula.

Pembalap yang akan mengikuti parade di Kota Mataram ini tentunya para rider terkemuka di dunia termasuk sosok pembalap yang sudah menjuarai seri dua terakhir yakni Marc Marquez. “Semua akan berkomitmen untuk meramaikan Mataram, bukan di Jakarta,” ujarnya lagi.

Untuk rute parade yang akan dijalani para pembalap MotoGP ini, yaitu dengan mengelilingi Kota Mataram. Menjelang balapan internasional itu sejumlah persiapan mulai dilakukan, satu di antaranya terkait fasilitas transportasi dan keamanan untuk menuju Sirkuit Mandalika.

“Kami memastikan secara keamanan, trafik, proses dan prosesi itu dipastikan berjalan baik serta lancar yang didukung langsung oleh Pemprov NTB dan seluruh stakeholder,” katanya pula.

Dia juga menambahkan, pada ajang MotoGP 2024 ini, pihaknya dapat memastikan seluruh fasilitas terkait pagelaran balapan motor kelas internasional ini telah siap.

Pihaknya bakal menyuguhkan kepada para rider dan penonton balapan MotoGP hal yang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Kami berharap dampak ekonominya juga akan berdampak besar dibandingkan tahun lalu, yakni sebesar Rp3,4 triliun menjadi pendapatan lebih bagus,” kata dia. (ant)

Realisasi DD Capai Rp976 Miliar

0
Ratih Hapsari Kusumawardani (ekbisntb.com/dok)

REALISASI Dana Desa (DD) di Provinsi NTB hingga akhir Agustus kemarin sudah mencapai angka Rp976,43 miliar atau 85,21 persen dari pagu tahun 2024.

Realisasi Dana Desa sebesar Rp976,43 miliar ini sekaligus yang tertinggi dari semua jenis dana transfer ke NTB seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, DAK Nonfisik, Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Insentif Fiskal dan Hibah.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB Ratih Hapsari Kusumawardani mengatakan, dari sisi ketaatan terhadap aturan, pelaporan Dana Desa di Provinsi NTB dinilai jauh lebih bagus jika dibandingkan dengan dana transfer lainnya.

Jika pemerintah desa sudah menyelesaikan dokumen yang dibutuhkan maka transfer anggaran bisa langsung diproses. Namun demikian ada juga desa-desa yang masih menunggu penyelesaian dokumennya sehingga desa lainnya harus menunggu progres desa bersangkutan.

“Begitu sudah ke rekening desa, (tanggung jawab DJPb) sudah selesai di situ,” kata Ratih kepada Ekbis NTB Jumat 13 September 2024 kemarin.

Menurutnya, DJPb Provinsi NTB telah menjalin kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi dalam hal kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa-desa untuk mendampingi pemerintah desa dalam hal penyusunan rencana kegiatan dan administrasi pembukuan.

“Jadi yang membantu kan adik-adik. Kalau kami dari Kementerian Keuangan kan tak boleh masuk ke situ. Tapi kalau ada yang ditanyakan, dari segi aturan kami bisa membantu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Dana Desa merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat kepada desa. Pemerintah desa diberi kewenangan otonomi dan sumber daya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

Kedekatan pemerintah desa dengan masyarakatnya dari sisi jarak diharapkan menjadi nilai lebih bagi pemerintah desa dalam menyerap aspirasi masyarakat dan mengenali potensi wilayah yang dibutuhkan untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dana desa ini akan digunakan untuk membiayai segala bentuk penyelenggaraan pemerintah desa, mulai dari pelaksanaan pembangunan, pembinaan masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat. (ris)

Pemkab Lombok Tengah Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tembakau

0
Sejumlah petani sedang menjemur daun tembakau yang sudah dirajang(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, melaksanakan diseminasi kemitraan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di daerah setempat.

“Kegiatan ini salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi para petani tembakau,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah M. Kamrin di Lombok Tengah, Jumat.

Ia mengatakan kemitraan petani tembakau dengan perusahaan di Lombok Tengah saat ini masih terbatas, sehingga diperlukan perluasan kemitraan agar dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi para petani tembakau.

“Mitra petani tembakau di Lombok Tengah itu kami perluas, agar penasaran hasil panen tembakau itu lebih luas juga,” katanya.

Ia mengatakan luas area tanam tembakau di Lombok Tengah saat ini meningkat menjadi 14 ribu hektar bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya diangkat 9 ribu hektar.

“Hal itu menjadi dasar pemerintah daerah memperkuat kemitraan, agar pemasaran tembakau itu lebih maksimal atau terserap semua,” katanya.

Ia mengatakan penjualan tembakau hasil panen petani itu tidak hanya dilakukan melalui proses open tembakau, namun sebagian dilakukan melalui tembakau rajang.

“Pengusaha tembakau ini lebih banyak dari luar daerah, sehingga kemitraan ini diharapkan bisa memberikan kepastian pasar bagi para petani di Lombok Tengah,” katanya. (ant)

Dispar Mataram Gelar Festival Mutiara Libatkan Pembeli Luar Negeri

0
Salah satu koleksi mutiara pedagang Kota Mataram(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata Kota Mataram, menggelar Festival Mutiara dengan melibatkan puluhan perajin, pedang, dan pembeli dari luar daerah bahkan luar negeri.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra di Mataram, Jumat, mengatakan, kegiatan Festival Mutiara itu digelar selama dua hari yakni 13-14 September 2024.

“Kegiatan tersebut bagian dari ajang promosi salah satu produk unggulan di daerah, sekaligus menyambut balap motor internasional MotoGP Mandalika 27-29 September 2024,” katanya.

Cahya yang didampingi Bahrul Ulum salah seorang perwakilan pedagang dan perajin mutiara di Kota Mataram mengatakan, dalam konsepnya, pada hari pertama kegiatan Festival Mutiara dilaksanakan kontak dagang.

Dalam kegiatan kontak dagang itu melibatkan asosiasi mutiara Kota Mataram dengan mengundang puluhan pembeli (buyer) dari luar daerah bahkan luar negeri.

“Pembeli dari luar negeri yang sudah daftar sekitar 35 orang, rata-rata dari Cina dan India,” katanya.

Dia menilai, dengan adanya kontak dagang yang melibat pembeli dari luar daerah dan luar negeri itu, secara tidak langsung menjadi tolok ukur membuktikan antusias mereka tinggi dan mutiara Mataram memiliki kualitas yang bagus.

“Kalau pembeli dari luar sudah tertarik, berarti promosi kita berhasil,” katanya.

Namun demikian, tambahnya, kegiatan promosi tidak bisa berhenti begitu saja, justru keberhasilan itu menjadi tantangan lebih berat lagi dalam melakukan promosi agar lebih masif.

“Karena itulah, Festival Mutiara ini bagian dari agenda promosi tahunan dan tahun ini masuk tahun ke empat,” katanya.

Lebih jauh Cahya mengatakan, kegiatan Festival Mutiara diikuti sebanyak 48 pedagang dan perajin mutiara di Kota Mataram.

Dalam konsepnya, Festival Mutiara digelar melalui pameran hasil kerajinan mutiara dari Kota Mataram dan dirangkaikan dengan “fashion show” menampilkan Batik Mataram dikolaborasikan dengan mutiara.

Dengan demikian, mutiara tidak hanya dipajang di etalase, tapi juga ditampilkan ke agar dapat dilihat masyarakat luas tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari mancanegara.

“Mataram boleh saja tidak memiliki laut yang menghasilkan mutiara. Tetapi perajin mutiara kami banyak di sini dan hasil kreasinya sudah diakui hingga ke mancanegara,” katanya. (ant)

ASDP Komitmen Beri Layanan Penyeberangan Prima Jelang MotoGP Mandalika

0
Armada kapal penyeberangan di Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, dipersiapkan untuk mendukung perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkomitmen memberikan pelayanan prima dan berkualitas dalam menghadapi lonjakan penumpang menjelang pelaksanaan ajang internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 27-29 September 2024.

“Berbagai inovasi layanan telah diterapkan guna memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan para pengguna jasa, seiring dengan meningkatnya animo masyarakat terhadap ajang besar ini,” kata Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin melalui siaran pers yang diterima di Mataram, NTB, Jumat.

Ia menyatakan, ASDP terus memantau dan mempersiapkan diri untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan selama perhelatan berlangsung.

“Sebagai penyedia layanan penyeberangan utama, kami memiliki tanggung jawab besar untuk mendukung kesuksesan kegiatan internasional ini dengan memastikan kesiapan operasional di seluruh lini,” ungkap Shelvy.

“Kami terus melakukan pemantauan intensif dan mengembangkan inovasi guna meningkatkan kualitas layanan, terutama di titik-titik strategis yang diprediksi akan mengalami lonjakan penumpang, khususnya menjelang perhelatan MotoGP 2024 berlangsung,” sambungnya.

Salah satu fokus utama ASDP saat ini adalah Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, yang melayani rute strategis Lembar-Padang Bai, Bali. Diperkirakan, jumlah penumpang akan melonjak 2 hingga 3 kali lipat dari hari-hari biasa, dengan potensi mencapai 12 ribu hingga 14 ribu penumpang per hari.

Adapun untuk mengatasi lonjakan ini, ASDP telah menyiapkan armada yang terdiri dari 22 hingga 24 unit kapal laik laut yang akan dioperasikan secara dinamis.

“Dalam kondisi normal, 13 kapal dioperasikan setiap hari. Namun, saat terjadi lonjakan, jumlah kapal dapat ditingkatkan hingga 22 kapal, menyesuaikan situasi di lapangan,” terang Shelvy.

Shelvy menekankan bahwa inovasi yang dilakukan ASDP selama beberapa tahun terakhir, termasuk penambahan armada dan perbaikan layanan, merupakan langkah strategis dalam menghadapi permintaan yang semakin meningkat. Hingga Juli 2024, ASDP telah mengoperasikan 220 unit kapal yang melayani 311 rute penyeberangan di seluruh Indonesia, termasuk kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dan perintis.

“Inovasi ini membuktikan bahwa ASDP tidak hanya berkembang dari segi kapasitas, tetapi juga kualitas pelayanan yang terus kami tingkatkan demi kepuasan masyarakat,” ujar Shelvy.

Salah satu inovasi penting yang turut mendukung kelancaran operasional ASDP adalah sistem reservasi tiket online melalui platform Ferizy. Sistem ini tidak hanya mempermudah pengguna jasa dalam memesan tiket, tetapi juga berperan signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional di pelabuhan.

Berdasarkan data lapangan, keberadaan Ferizy telah membantu mengatur arus kedatangan penumpang secara lebih teratur, terutama pada waktu-waktu sibuk. Proses check-in yang sebelumnya memakan waktu 8-10 menit, kini dapat dipangkas menjadi hanya 15-25 detik per transaksi. Selain itu, waktu tunggu penumpang di pelabuhan juga semakin singkat, dengan rata-rata 75 menit di hari biasa dan 90 menit pada akhir pekan.

Sejak diluncurkan, Ferizy mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dari 437.688 user di 2020, jumlahnya bertambah hingga 2,4 juta pengguna pada Juli 2024. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap reservasi online Ferizy yang makin meningkat.

“Karenanya, kami terus mendorong para pengguna jasa yang akan menggunakan jasa penyeberangan, agar melakukan reservasi tiket sejak jauh hari. Karena ASDP sudah tidak lagi menjual tiket di pelabuhan, khususnya di pelabuhan utama Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk dan Ajibata-Ambarita,” ucapnya.

Inovasi ini juga memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan ASDP. Pada akhir 2023, ASDP berhasil mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 95,09 persen, dari Rp326 miliar pada Desember 2021 menjadi Rp636 miliar. Pendapatan perusahaan juga meningkat 41,23 persen, dari Rp3,49 triliun pada 2021 menjadi Rp4,92 triliun pada 2023, yang sebagian besar didorong oleh lonjakan 48,64 persen dalam pendapatan dari layanan penyeberangan.

Shelvy menambahkan bahwa pencapaian ini tak lepas dari arahan Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir, yang fokus pada modernisasi dan digitalisasi layanan BUMN. Dalam lima tahun terakhir, ASDP terus bertransformasi untuk menghadirkan layanan yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi dengan sistem transportasi nasional.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan prima serta memastikan kepentingan umum terlayani dengan baik, serta mendukung agenda nasional, baik dari sisi transportasi maupun pariwisata,” katanya. (ant)

SPN Minta Dikaji Ulang Rencana Pemotongan Gaji Pekerja Untuk Dana Pensiun

0
Lalu Wirasakti (ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Serikat Pekerja Nasional (SPN) meminta pemerintah melakukan kajiian kembali pada rencana pemotongan gaji pekerja untuk dana pensiun.

Pemerintah akan mengeluarkan aturan baru terkait dengan pemotongan gaji pekerja untuk program pensiun tambahan wajib. Nantinya pemotongan gaji ini akan diatur dalam peraturan pemerintah. Rencana pemotongan gaji pekerja ini banyak dikeluhkan oleh pekerja, pasalnya memberatkan bagi pekerja.

Saat ini aturan tersebut tengah digodok oleh pemerintah, ide ini merupakan aturan turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Untuk program hari tua, sebenarnya gaji pekerja swasta dan BUMN sudah dipotong untuk program antara lain Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun, keduanya dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Seharusnya wacana ini dipertimbangkan kembali dikarenakan gaji/upah para pekerja masih minim. Akan berdampak juga dengan daya beli masyarakat kelas menengah kebawah semakin lemah,” kata Ketua SPN Provinsi NTB, Lalu Wira Sakti, Kamis, 12 September 2024.

Menurutnya, saat ini gaji atau upah pekerja tidaklah seberapa, bahkan nilainya masih dibawah rata-rata, kemudian ditambah akan dilakukan pemotongan kembali untuk pensiun. Padahal, untuk kehidupan sehari-hari saja banyak pekerja yang mengaku masih kesulitan.

“Justru akan semakin memberatkan para pekerja/buruh. Belum lagi masalah aturan tentang penarikan uang pensiun juga belum jelas,” terangnya.

Sementara itu, SPN dan KSPI (Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia), partai buruh dan elemen organisasi pekerja/buruh akan merayakan hari jadi kebangkitan kelas pekerja/buruh. Rencananya akan dihadiri oleh presiden terpilih, Probowo Subianto. Momentum ini rencananya akan dimanfaatkan oleh pekerja untuk menyampaikan persoalan-persoalan yang dihadapi pekerja Indonesia, terutama soal wacana pemotongan upah pekerja untuk tabungan pensiun.

“Sebaiknya aturan soal pemotongan gaji ini dikaji kembali. sebelum diterapkan,” tandasnya.(bul)

Bantuan Kios Mini STM Kembangkan Usaha Ikan Kering Warga Jala

0
Fatimah, pelaku UMKM penjual ikan kering Jala dengan rombong bantuan Comdev STM.(ekbisntb.com/ula)

Sumbawa (ekbisntb.com) – Bantuan kios mini PT Sumbawa Timur Mining (STM) untuk warga Desa Jala, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, berdampak pada peningkatan ekonomi. Salah satu penerima bantuan, Fatimah, menggunakan kios mini untuk membuka usaha ikan kering di halaman rumahnya. Ia mengaku bahwa Program Partisipasi Desa (PPD) STM tahun 2023 ini mampu menambah jumlah penghasilan hariannya.

Usaha ikan kering telah dijalankan Fatimah cukup lama untuk membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Menurutnya, bantuan kios mini dari STM membuatnya lebih mudah dalam menyimpan dan memasarkan produk. Usaha Fatimah semakin berkembang dan membuatnya memiliki pelanggan hingga Kota Mataram dan Kota Bima. Ia bahkan memasok kebutuhan ikan kering untuk keperluan konsumsi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Dompu.

Sebelumnya, ikan kering yang diproduksi Fatimah hanya disusun di atas papan dan bambu sederhana. Tampilannya tidak begitu menarik dan tidak banyak calon pembeli yang melihatnya. Kondisi itu pun berubah setelah Fatimah mendapat perhatian dari tim Community Development STM. Ia mengatakan bahwa potensi penjualan produknya menjadi semakin baik. Orang-orang semakin mudah mengetahui usahanya.

“Ada tiga rombong (kios mini) yang diberikan kepada pedagang ikan kering di Jala tahun 2023 lalu. Di antara para penerima, hanya saya yang menyimpan di depan dan memajang ikan seperti itu. Banyak pembeli yang lewat dan langsung mampir. Mereka bilang jauh lebih rapi dan bagus,” ungkap Fatimah di sela-sela aktivitasnya.

Setelah mendapat bantuan kios mini, Fatimah tidak lagi repot memindahkan ikan jualannya ke dalam rumah, tetapi cukup ditutup ketika sore dan membukanya saat pagi hari. Proses ini dijalani sudah hampir setahun. Melalui dukungan STM ini, penghasilan Fatimah mampu mencapai kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta per harinya dari yang semula jauh di bawah itu.

Dalam memenuhi permintaan konsumen, Fatimah tidak bekerja sendiri. Ia bermitra dengan ibu-ibu nelayan di Desa Jala. Menurut Fatimah, mereka senantiasa memberikan produk terbaik yang disenangi para pelanggan. Fatimah mengatakan bahwa bantuan kios mini secara tidak langsung juga bermanfaat bagi para nelayan lokal karena mampu meningkatkan penyerapan hasil tangkapan ikan mereka.

Menurut Fatimah, kerja sama dengan ibu-ibu nelayan adalah hubungan yang saling menguntungkan.

“Saya juga merupakan istri seorang nelayan. Saya bisa merasakan bahwa usaha ini menguntungkan kami untuk membantu kebutuhan rumah tangga. Selain itu, saya juga memiliki empat orang anak kecil yang membutuhkan perhatian lebih. Saya tidak bisa memenuhi permintaan konsumen sendiri, oleh karenanya saya butuh bantuan ibu-ibu nelayan,” jelasnya.

Manajer Community Relation STM Ulya Defretes, yang ditemui saat kegiatan bersih-bersih Desa Jala, menyampaikan rasa syukurnya karena bantuan perusahaan dapat bermanfaat bagi warga. “Kami sangat senang melihat dukungan STM dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh warga. Bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di sekitar area kerja perusahaan,” ujarnya.

PPD merupakan salah satu program yang dijalankan STM untuk desa-desa di sekitar area kerja perusahaan. Program ini sudah lama dijalankan dan terus diperluas penerima manfaatnya. Program yang dijalankan merupakan hasil dari usulan warga yang ditetapkan dalam musyawarah desa bersama pemerintah desa setempat. Selain di bidang ekonomi, PPD juga menargetkan pemberdayaan di bidang kesehatan dan pendidikan. (ula)

BPPD NTB Dilema Berpromosi, Ditengah Harga Akomodasi Tinggi Jelang MotoGP 2024

0
Ketua Astindo, Sahdan M. Saleh saat menjelaskan tentang promosi pariwisata, Jum’at, 13 September 2024 di Mataram. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Sahdan M. Saleh mengatakan tingginya harga kamar hotel menjelang perhelatan MotoGP 2024 ini membuatnya dilema. Menurutnya, fenomena ini menghambat promosi pariwisata NTB.

“Ini dilematis, karena kami ingin perjuangkan pariwisata di NTB ini naik, sementara ada problem-problem seperti ini yang harus kita selesaikan,” ujarnya saat ditemui Suara NTB, Jum’at, 13 September 2024.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah NTB meminta BPPD sebagai badan promosi daerah harus bisa menjadi jembatan antara masyarakat, wisatawan, dengan pihak perhotelan. Sekda juga menyarankan kepada Pemkab/Pemkot untuk bisa menerapkan pajak progresif dan meminta PHRI sebagai satgas untuk membantu mengatasi masalah harga hotel ini.

Menyikapi hal ini, Sahdan mengatakan penerapan pajak progresif sebagai langkah yang bisa ditempuh untuk menstabilkan harga kamar hotel. Pihaknya sangat setuju jika pajak progresif ini diterapkan.

“Badan Promosi sangat setuju pajak progresif diterapkan agar bisa menstabilkan harga kamar hotel, karena bagaimanapun juga konsumen ingin berwisata dengan biaya terjangkau,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan Badan Promosi Pariwisata pernah meminta pelaku perhotelan untuk menjual kamar dengan harga stabil sesuai dengan Pergub di momen MotoGP ini. Respon dari pihak hotel mengatakan sebagian besar hotel sudah full, dan harga kamar tak bisa diturunkan.

“Mau turunkan bagaimana, kami sudah full,” ungkap Sahlan menyampaikan jawaban pelaku perhotelan.

Selain harga kamar hotel, lesunya informasi terkait perhelatan MotoGP juga membuat ketua Astindo ini dilema. Ia mengatakan meski sudah melakukan promosi dengan maksimal, namun tetap saja tingginya akomodasi menuju epicentrum perhelatan MotoGP Mandalika sangat tinggi.

Menurutnya, salah satu penyebab minimnya gaung MotoGP tahun ini adalah karena tidak adanya koordinasi antara pihak penyelenggara yaitu ITDC dan MGPA dengan pihak Badan Promosi. Harusnya, jauh-jauh hari sebelum MotoGP digelar, ITDC sudah membuka komunikasi dengan BPPD untuk mempromosikan perhelatan ini.

“Harusnya lima, enam bulan lalu. Bukan sekarang kita diajak bicara. Begitu penonton sepi mereka sibuk. Kita akui penonton tahun ini sepi karena akomodasi mahal, tetapi harusnya kita duduk bersama untuk mencari solusinya. Kita undang seluruh stakeholder termasuk perhotelan,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan tetap gencar melakukan promosi pariwisata NTB, khususnya promosi MotoGP dengan meyakinkan kepada calon wisatawan bahwa NTB menjual harga kamar hotel secara wajar.

“Kami tidak ingin menyalahkan siapapun, kita lakukan upaya bagaimana agar promosi bahwa ini adalah harga yang wajar. Tugas kita tetap melakukan promosi dengan harga yang ada, baik itu tiket pesawat, hotel, akomodasi,” pungkasnya. (era)

SMKPPN Mataram Olah Nanas jadi Minuman Segar, Stick, hingga Abon

0
Kepala SMKPPN Mataram, Sugiarta ,S.Pi, M.Pd, M.Si menunjukkan aneka produk turunan nanas yang dihasilkan di sekolahnya.(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Potensi nanas cukup melimpah, dan dengan mudah bisa dijumpai di jalan-jalan raya, apalagi di pasar. Harganya juga terbilang cukup murah. Meski begitu, tidak semua orang menyukai nanas ini.

Belum ada industry besar di NTB yang dapat mengolah nanas menjadi aneka makanan. Atau minuman. Sehingga, belum ada nilai tambah yang signifiikan dari buah ini.

Berangkat dari kondisi tersebut, SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMKPPN) Mataram, UPTD Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB membuat terobosan untuk mengolah nanas menjadi bahan baku aneka cemilan, dan minuman bernilai jual jauh lebih tinggi.

Di SMKPPN Mataram, sudah dua bulan terakhir guru dan siswa membuat inovasi mengolah nanas. Dari kulit, ampas, hingga airnya. Produk yang sudah dihasilkan adalah minuman kemasan Sari Buah Nanas SMKPPN Mataram atau disingkat Sabunaka.

Sabunaka ini adalah campuran perasan nanas, air, gula, asam sitrat sebagai pengatur keasaman, ditambah garam. Jika diminum, rasanya segar. Apalagi diminum dalam keadaan dingin. Meski dengan beberapa campuran, aroma nanasnya tetap terasa.

Hasil olahan nanas lainnya adalah cemilan stick. Daging nanas yang sudah diperas, dijadikan campuran tepung, telur, dan rempah-rempah. Jika dimakan, rasanya cukup enak dan sangat cocok untuk menemani waktu ngopi santai, atau sebagai pelengkap cemilan saat hajatan.

Dan yang paling unik adalah kulit nanas yang diolah menjadi abon. Dicampur dengan bumbu-bumbu lainnya, abon kulit nanas ini sangat enak. Rasanya seperti abon daging. Dan sangat cocok untuk campuran makan nasi.

Seluruh produk turunan ini sudah dijual dalam bentuk kemasan. Sudah mendapatkan PIRT, izin halal. Tinggal proses izin BPOM.

Kepala SMKPPN Mataram, Sugiarta ,S.Pi, M.Pd, M.Si mengatakan, ide mengolah nanas ini berangkat dari rasa keperihatinan melihat hasil alam NTB yang melimpah. Namun tidak banyak diolah menjadi produk lebih bernilai jual tinggi.

Saat dilakukan survey lapangan ke beberapa pedagang nanas di pinggir jalan, pedagang menyebut, nanas dijual murah. Setelah dikupas, lebih dari 4 jam, aromanya akan berubah. Pun nanas yang tak laku terjual biasanya rusak. Kemudian dibuang begitu saja.

Karena itu, guru SMKPPN Mataram dan siswa sekolah ini kemudian terdorong berinovasi dengan bahan baku nanas. Dengan melakukan pengolahan, 10 biji nanas bisa menghasilkan hingga Rp300 ribu.

Perasannya dijadikan minuman, ampas perasan nanas dijadikan stik. Kulitnya dijadikan abon. 10 biji nanas atau sekitar 5 Kg bisa menghasilkan minuman segar 100 gelas. Satu gelas kemasan dijual seharga Rp200 (nilainya menjadi Rp100 ribu).

Kemudian ampas nanasnya bisa dijadikan 10 bungkus. 1 bungkus harganya Rp10.000 (nilainya menjadi Rp100 ribu). Sementara abon kulit nanasnya juga bisa menghasilkan hingga Rp100 ribu. Jikapun ada bagian yang tidak bisa diolah, selanjutnya dijadikan pupuk.

“Tidak ada yang terbuang jadinya nanas ini. dan harganya jauh lebih tinggi dibanding dengan menjualnya hanya sekedar nanas biasa,” jelas Sugi di ruang kerjanya, Jumat, 13 September 2024.

Produksi turunan nanas di SMKPPN Mataram dilakukan setiap hari. Pemasarannya juga sudah mulai dibangun. Melibatkan siswa-siswi SMKPPN Mataram.

Selain menjadi media pembelajaran siswa-siswi menjadi wirausaha. Dari hasil penjualan produksi turunan nanas ini juga sebagaian persentasenya untuk siswa. Sebagian untuk sekolah, dan dikelola lagi untuk berproduksi. Sebagian lagi untuk kegiatan operasional lainnya.(bul)

Rupiah Naik Dipengaruhi Sentimen Pilpres AS

0
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS(ekbisntb.com/ant)

Surabaya (ekbisntb.com) – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat dibuka naik dipengaruhi sentimen Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS).

Pada awal perdagangan Jumat pagi, rupiah menguat 29 poin atau 0,19 persen menjadi Rp15.410 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.439 per dolar AS.

“Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang masih tertekan oleh harapan jangka panjang bahwa dolar AS akan lebih lemah apabila Harris memenangkan Pilpres AS,” kata analis mata uang Lukman Leong saat dihubungi ANTARA di Surabaya, Jumat.

Calon presiden Amerika Serikat (AS) yang mewakili Partai Demokrat Kamala Harris dan saingannya dari Partai Republik Donald Trump akan bertarung memperebutkan kursi kepresidenan pada pemilu presiden yang digelar pada 5 November 2024.

Namun, penguatan rupiah akan terbatas karena investor cenderung masih menantikan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan untuk melihat arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS.

Bank sentral AS atau The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps).

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak di rentang Rp15.350 per dolar AS sampai dengan Rp15.450 per dolar AS. (ant)