Sunday, April 19, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 585

Kekeringan, Lobar Klaim Surplus Beras

0
Kepala Distan Lobar Damayanti Widyaningrum bersama tim turun menangani tanaman padi yang terdampak kekeringan belum lama ini.(ekbisntb.com/ist)

PEMKAB Lombok Barat (Lobar) mengklaim surplus produksi beras di akhir tahun 2024 ini, meski sekarang ini sedang dalam musim kemarau, sehingga mampu menyokong kebutuhan nasional. Berbagai upaya yang dilakukan meningkatkan produksi beras. D iantaranya melalui program perluasan areal tanam dan Kesatria (kelapa tumpang sari dengan tanaman pangan).

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Lobar Damayanti Widyaningrum menyebutkan, surplus beras hingga mencapai 25 ribu ton. Kebutuhan beras pun aman selama enam bulan ke depan, sehingga masyarakat diimbau tak perlu khawatir dengan kebutuhan pasokan beras yang akhir-akhir ini harganya sempat naik.

Ditambah lagi dengan stok beras di Gudang Bulog mencapai 3.500 ton, ketersediaan beras yang ada pun mencapai 28 ribu ton lebih. Produktivitas hasil pertanian khusus padi ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 5,4 ton per hektar. Terdapat peningkatan produktivitas sekitar 0,3 ton per hektarnya. Kendati, terjadi alih fungsi lahan yang menggerus lahan pertanian produktif.

Diakuinya, rata-rata selama tiga tahun terakhir (2021-2023) terdapat 220 hektar lahan pertanian baik irigasi, perkebunan dan jenis lainnya yang dialihfungsikan untuk perumahan, infrastruktur publik serta lainnya. Alih fungsi lahan ini, ujarnya, mempengaruhi produksi pangan. Akan tetapi, sementara ini masih bisa disiasati melalui produktivitas hasil panen tersebut. “Karena itu kita berupaya melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian,” ujarnya pada Ekbis NTB pekan kemarin.

Sejauh ini Lobar telah menambah areal tanam sekitar 3.714 hektar. “Penambahan luas areal tanam kita  3.352 hektar ditambah 362 hektar dari program Kesatria,” terangnya.

Pihaknya meminta masyarakat tidak perlu khawatir terkait produksi beras, sebab pihaknya juga melaksanakan progam perluasan areal tanam melalui meningkatkan Indeks penanaman (IP).

Yang tadinya lahan pertanian IP 100 menjadi IP200 atau satu kali tanam menjadi di kali. Yang tadinya tidak bisa tanam menjadi sekali tanam, dua kali tanam menjadi tiga kali tanam dan seterusnya. Pihaknya juga melakukan program Kesatria (kelapa tumpang sari dengan tanaman pangan).

“Sehingga dengan progam ini diharapkan lebih banyak lagi hasil produksi sehingga surplus lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Peningkatan IP ini dilakukan salah satunya dengan progam pompanisasi yang tengah berjalan. Menurutnya dengan luasan areal yang ada, produksi Lobar sudah surplus. Namun pemerintah minta daerah untuk meningkatkan produksi agar tidak melakukan impor. Sebaliknya, pemerintah melakukan ekspor hasil pertanian. (her)

Kekeringan, Petani Tak Bisa Tanam Komoditi Pangan

0
Petani di Desa Perigi terlihat mencangkul lahan pertaniannya dengan harapan segera ada air mengalir. Petani mengharapkan ada distribusi air bersih atau ada solusi permanen dalam mengatasi masalah kekeringan di Desa Perigi. (ekbisntb.com/rus)

KEKERINGAN yang terjadi di NTB, khususnya di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tahun 2024 ini terasa sangat berat dirasakan masyarakat, khususnya kalangan petani. Tidak sedikit petani mengalami gagal panen, karena tak bisa menyesuaikan kehendak alam.

Fakta itu dirasakan betul oleh petani di Dusun Kuang Selimun, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lotim. Muhammad Suhirjan, salah satu petani kepada Ekbis NTB, Sabtu 28 September 2024 lalu menceritakan wilayahnya sekarang mengalami dampak kekeringan yang cukup parah.

Istilah paceklik katanya cukup tepat disematkan bagi petani di wilayah Perigi ini. Tidak ada produksi komoditi pangan satupun yang bisa dilakukan petani. Daerah yang sebagian besar tadah hujan ini pernah mencoba menanam jagung, karena sempat ada air hujan mengguyur. Namun naas, jagung yang ditanam tak dapat air yang dibutuhkan, sehingga berakibat gagal total.

Selama musim paceklik ini, belum ada solusi yang bisa dilakukan untuk petani. Faktanya, jangankan untuk petani. Kebutuhan paling dasar, ketersediaan air bersih bagi warga pun masih menjadi persoalan pelik di Desa Perigi ini.

Terlihat lahan-lahan persawahan yang cukup luas membentang di kaki Gunung Rinjani ini mengering. Tak ada tanaman hijau yang terlihat dapat ditanam oleh para petani.

Beberapa embung juga saat ini mengering. Begitupun sungai-sungai yang airnya dari Gunung Rinjani juga ikut mengering. Tidak heran juga disebut tahun ini sebagai kekeringan terparah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Desa Perigi, Darmawan yang dikonfirmasi membenarkan fakta kekeringan yang terjadi di desanya. Khusus di pertanian ini katanya sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Sedangkan untuk air bersih sudah cukup lama.

Tidak ada hujan, maka warga tidak akan bisa melakukan aktivitas apapun di ladang. Untuk saat ini, tidak saja komoditas pangan, komoditi lainnya pun sudah tak bisa ditanam. Air sebagai sumber kehidupan tanaman tidak ada yang mengalir.

Produksi pangan tahun ini di Perigi nyaris tak bisa dilakukan petani. Apalagi tanaman padi yang notabenenya paling banyak membutuhkan air. Tanaman jagung saja banyak tak berani tanam karena pernah gagal panen.

Saat masih ada ketersediaan stok air, petani kemudian banyak memilih komoditas tembakau. Kades ini mengaku sangat bersyukur dengan adanya komoditas tembakau yang bisa ditanam di lahan pertanian. Beberapa waktu lalu sudah panen tembakau dan harganya cukup menggembirakan petani. Tembakau menjadi penyelamat ekonomi rakyat Perigi.

Besar harapannya untuk mengatasi masalah krisis air di Perigi ini, pemerintah di level atas bisa turun tangan. Pasalnya, kalau menggunakan dana desa tidak mampu untuk menghadirkan sumber air. Apalagi untuk pertanian, untuk kebutuhan rumah tangga saja saat ini Desa Perigi ini mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. “Tidak ada sumber air yang bisa kita ambil,” ungkapnya.

Menurutnya, dibutuhkan biaya yang cukup besar agar masyarakat petani di Desa Perigi ini bisa melakukan aktivitas bercocok tanam sepanjang tahun. Tidak seperti sekarang. Ada sejumlah lahan sebelumnya bisa irigasi teknis. Akan tetapi sekarang sudah tidak bisa sama sekali karena tak ada air yang dialirkan. “Kalau pemerintah pusat atau provinsi yang bisa berikan kita bantuan. Bangun bendungan atau bak penampungan air yang besar agar bisa buat stok air.

Kondisi serupa juga dialami 240 jiwa atau 80 Kepala Keluarga di Lendang Belo Dusun Batutinja Desa Selaparang, Kecamatan Suela. Warga yang bertahun-tahun krisis air bersih ini berharap bisa terus dapat bantuan air bersih.

Amaq Rodi alias Asim selaku ketua RT di Lendang Belo ini menuturkan kampungnya ini mengalami krisis air bersih cukup lama, yakni sejak 1985 silam. Situasi terparah dirasakan setiap memasuki musim kemarau seperti dua bulan  terakhir ini.

Saluran air bersih yang terlihat berjubel melintasi perkampungan Dusun Belo selama dua bulan terakhir lebih sering kosong. Air hanya menetes. “Ada air, tapi sangat kecil,” ucap Amaq Rodi. Ia mengaku butuh waktu berjam-jam lamanya untuk bisa dapat satu bak air bersih.

Ia berharap pemerintah dan donatur sosial ini bisa terus berbagi dengan masyarakat Lendang Belo yang terbilang cukup lama mendambakan air bersih. Air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga saat ini katanya hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan masak. Sedangkan untuk mandi, cuci dan kakus sebagian besar warga lendang Belo ini terpaksa harus pergi ke sungai yang jaraknya 5 km. Apalagi untuk mengairi tanaman, nyaris tidak ada.

Keterbatasan air  yang dimiliki warga ini jelas sangat berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat yang  notabenenya sebagian besar merupakan petani, sehingga diperlukan ada solusi dalam mengatasi masalah ini. Selain mampu mengatasi masalah air bersih, juga mampu mengairi tanaman milik petani yang ada di desa ini.

Sementara Pemkab Lotim seperti disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Lalu Muliadi, jika pihaknya lebih fokus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang dilanda kekeringan. Menurutnya, pihaknya merespon permintaan masyarakat untuk mendistribusikan air bersih. Begitu BPBD mengetahui ada warga yang mengalami kekurangan air bersih langsung menyalurkan bantuan yang menjadi kebutuhan mendasar dari warga tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lotim, Sahri mengatakan  kekeringan merupakan kehendak yang maha Kuasa. Dinas Pertanian Lotim sejauh ini hanya menyampaikan imbauan kepada petani yang tidak memiliki sumber air agar tidak memaksakan diri untuk menanam.

Terhadap tanaman-tanaman yang masih bisa diselamatkan terus coba dilakukan langkah penyelamatan. Salah satunya dengan mengoptimalkan bantuan pompa air di wilayah yang paling rentan terkena kekeringan. Hal ini diharapkan dapat membantu mempertahankan ketersediaan air di lahan pertanian.

Tidak hanya itu, upaya juga diberikan pada optimalisasi prasarana pertanian seperti embung, irigasi perpipaan, irigasi perpompaan, serta penggunaan sumur air tanah dangkal dan dalam (sumur bor). Dengan dukungan infrastruktur yang baik, distribusi air ke lahan pertanian akan lebih terjamin, mengurangi risiko kekeringan.

Selain menjaga tanaman, Dinas Pertanian juga turut mengajak para petani untuk mengasuransikan tanaman padi mereka melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Melalui program ini, para petani dapat merasa lebih aman dalam menghadapi risiko gagal panen akibat kekeringan. Dengan premi swadaya yang terjangkau, para petani dapat menerima ganti rugi maksimal hingga Rp 6 juta per hektar jika tanaman mereka mengalami kerusakan akibat bencana kekeringan atau serangan hama.

Penerapan metode pertanian yang berkelanjutan juga menjadi fokus dalam mengatasi dampak kekeringan terhadap lahan. Penggunaan pupuk organik atau kompos telah diterapkan untuk meningkatkan daya simpan air di lahan, menjaga kualitas tanah, dan mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih baik. (rus)

517 Ribu Warga Terdampak Kekeringan, Pemerintah Harus Responsif

0
Ahmadi (ekbisntb.com/dok) dan H.Ahsanul Khalik (ekbisntb.com/dok)

Kekeringan semakin meluas, sebagai dampak dari memuncaknya musim kemarau yang diprediksi BMKG berlangsung akhir September hingga awal Oktober. Kekeringan tidak saja berdampak kepada kebutuhan sumber daya air, lebih dari itu, produksi pangan juga otomatis terganggu. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB jumlah warga yang terdampak kekeringan tahun 2024 ini sebanyak 140.079 KK dan 517.433 jiwa.

KEKERINGAN tidak hanya terjadi di bagian Selatan Pulau Lombok atau Pulau Sumbawa. Bagian utara Pulau Lombok, seperti Bayan hingga Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Begitu juga di bagian Selatan Lombok Timur (Lotim) yang dekat dengan Gunung Rinjani juga dihadapkan dengan persoalan air bersih atau air untuk mengairi tanaman.

Belum lagi di bagian Selatan Pulau Lombok, seperti Lombok Tengah (Loteng), Lombok Barat (Lobar), kecuali Kota Mataram selalu dihadapkan dengan masalah air bersih. Antisipasi terhadap persoalan kekeringan ini harus menjadi fokus perhatian pemerintah, baik provinsi dan kabupaten/kota dalam mengatasi masalah kekeringan ini.

Jangan sampai masalah kekeringan ini berdampak terhadap ketersediaan bahan pokok, seperti beras dan kebutuhan palawija lainnya.  Pemprov NTB telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak Juli 2024. Jika melihat status kabupaten/kota di NTB, hingga 20 September 2024 terdapat tujuh kabupaten/kota sudah menetapkan siaga darurat kekeringan serta tiga kabupaten telah menetapkan tanggap darurat 2024.

Meski demikian, pemerintah lebih mengedepankan penyaluran air bersih pada masyarakat untuk keperluan sehari-hari daripada mengairi tanaman atau areal yang dilanda kekeringan.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Ir. Ahmadi, SP-1., mengatakan, dari hasil monitoring di Provinsi NTB terdapat potensi terdampak bencana kekeringan sementara di 73 kecamatan, 276 desa. Adapun jumlah warga yang terdampak kekeringan tahun 2024 ini sebanyak 140.079 KK dan 517.433 jiwa.

Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, sembilan kabupaten/kota di NTB rutin terdampak kekeringan, kecuali di Kota Mataram. Jika dilihat lebih terperinci, jumlah kecamatan dan desa yang terdampak kekeringan fluktuatif setiap tahun. Begitu pula dengan jumlah KK dan jiwa yang terdampak jumlahnya berbeda-beda tiap tahun.

Tahun 2023 kemarin sebanyak 331 desa terdampak kekeringan, tahun 2022 sebanyak 296 desa terdampak kekeringan dan di tahun 2021 lalu sebanyak 298 desa yang terdampak. Namun yang cukup banyak desa mengalami kekeringan di tahun 2020 yaitu sebanyak 370 desa.

“Kekeringan menjadi salah satu dari beberapa potensi bencana di NTB seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, cuaca ekstrem, karhutla dan lainnya,” kata Ahmadi kepada Ekbis NTB akhir pekan kemarin.

Untuk menanggulangi kasus kekeringan di wilayah NTB pihak BPBD NTB, BPBD Kabupaten/Kota di NTB bersama stakeholder terus melakukan distribusi air bersih ke masyarakat yang membutuhkan. Khusus dari BPBD Provinsi NTB, sebanyak 100 tangki air bersih sudah didistribusikan dari rencana distribusi sebanyak 700 tangki.

Untuk diketahui, di periode 1 Januari hingga 20 September 2024, bencana di NTB sebanyak 82 kejadian. Dari jumlah tersebut, bencana yang paling banyak terjadi yaitu banjir/banjir bandang sebanyak 26 kejadian, kemudian cuaca ekstrem/angin puting beliung 28 kajdian, tanah longsor sebanyak tujuh kajadian, gempa bumi dua kejadian, kekeringan sembilan kejadian di kabupaten/kota terdampak, kebakaran hutan dan lahan enam kejadian, serta banjir rob empat kejadian.

Di sisi lain, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi NTB tetap konsisten mendistribusikan air bersih ke pelosok-pelosok desa yang membutuhkan air di musim kemarau ini. Selama bulan September 2024 saja, Dinsos NTB mendistribusikan sebanyak 255 ribu liter bersih.

Kepala Dinsos NTB Dr. H.Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., mengatakan, selama bulan September ini, air didistribusikan ke sejumlah wilayah di NTB. Misalnya ke Desa Tanjung Luar Kecamatan Keruak Lombok Timur terutama di Dusun Toroh, Toroh Selatan, Kampung Tengah, dan Kampung Baru.

Kemudian air bersih juga didistribusikan ke Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru, Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan dan Desa Puncak Jeringo, Kecamatan Suwela. Jika melihat data distribusi air bersih di bulan sebelumnya yaitu di Agustus, pengantaran air bersih dilakukan di sejumlah desa yang sangat membutuhkan air seperti Desa Giri Sasak dan Kuripan Selatan Kabupaten Lombok Barat, Desa Jeropuri, Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah, Desa Wakan dan Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru, Desa Medana dan Gumantar Kabupaten Lombok Utara, Desa Selaparang Kecamatan Suela Lombok Timur serta Desa Bilalando Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah.

Dari 255 ribu liter air bersih yang sudah didistribusikan bulan September ini, masyarakat penerima manfaat sebanyak 3.047 KK dan 10.564 jiwa yang tersebar di enam dusun, enam desa dan dua kecamatan.

Doktor Aka mengatakan pihaknya secara rutin melakukan kegiatan distribusi air bersih dengan tujuan agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk minum, memasak, mencuci, mandi dan lain sebagainya. Distribusi dilakukan ke wilayah-wilayah yang terdampak bencana kekeringan di tahun 2024 ini.

“Distribusi air bersih merupakan kegiatan penting yang berkaitan dengan kesehatan, ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” kata Dr. Aka akhir pekan kemarin.

Mulai Bulan September ini kata Dr. Aka, Dinsos NTB tak hanya melakukan distribusi air bersih berdasarkan permintaan warga, namun tim dinas sudah membuat jadwal pendistribusian ke wilayah-wilayah yang terdampak musim kemarau secara bergiliran.

Ia mengaku tetap optimis bisa memenuhi permintaan masyarakat karena distribusi air bersih ini bukan hanya tugas dari Dinsos saja. Namun ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB serta lembaga lain seperti PMI, LAZ Dasi NTB serta sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat ikut ambil bagian dalam proses pendistribusian air bersih ini.

“Nanti permintaan masyarakat itu akan sampai pada awal Februari 2025. Meskipun musim hujan sudah turun, tetap dilakukan distribusi, karena meski hujan turun belum tentu sudah ada air,” katanya.

Ia menambahkan, armada pengangkut air bersih yang dimiliki Dinsos NTB sebanyak empat unit mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5000 liter. Seluruh mobil ini ada di gudang Dinsos NTB. Sebenarnya ada satu mobil tangki lagi yang dimiliki oleh Dinsos NTB, namun ditempatkan di Dinsos Kabupaten Dompu untuk bisa membantu pelayanan di kabupaten tersebut, karena Dinsos Dompu tidak memiliki mobil tangki.

Begitu juga di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KLU, H. M. Zaldy Rahadian, S.T., menyampaikan jika musim kemarau tahun ini dirasakan cukup ekstrem oleh masyarakat. Hal ini terlihat dari permintaan akan air bersih berdatangan dari warga di 5 kecamatan ke pemerintah daerah.

“Permintaan air setiap hari terus masuk. Kita tetap berupaya maksimal melayani menggunakan armada yang ada, meskipun terbatas,” ujarnya.

Ia menjelaskan pelayanan air bersih dilakukan menggunakan armada yang ada. Saat ini, BPBD memiliki dua unit mobil tangki yang masih beroperasi.

BPBD membutuhkan minimal dua unit armada tambahan. Armada tambahan ke depan akan sangat membantu kelancaran proses distribusi maupun volume penyaluran harian. Saat ini, mobil tangki air milik BPBD memiliki kapasitas masing-masing 5.000 liter. Jika BPBD memiliki tambahan dua unit mobil tangki lagi, diperkirakan 20.000 liter atau bahkan lebih jika volume ditambah.

“Idealnya, penambahan armada sangat diperlukan jika ingin pelayanan maksimal. Namun, kami juga memahami kondisi keuangan daerah, sehingga kami tetap menjalankan tugas dengan armada yang ada,” ucap Zaldy.

Sebagai langkah antisipatif mengatasi kekurangan armada, BPBD tidak jarang berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain seperti Dinas Sosial, PDAM, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) KLU. Dalam situasi mendesak, mobil tangki milik OPD lain turut dimanfaatkan untuk membantu distribusi air bersih ke masyarakat.

“Biasanya, jika permintaan sangat tinggi, kami bekerja sama dengan OPD lain agar mobil tangki mereka juga dapat digunakan untuk menyuplai air bersih,” tambah Zaldy.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Lombok Utara mengenai penetapan status siaga darurat bencana kekeringan di KLU tahun 2024, BPBD telah menetapkan 48 titik lokasi kekeringan yang perlu diintervensi. Namun jumlah ini bertambah seiring kondisi di lapangan. Di mana titik-titik yang mulanya dianggap tidak rawan, justru mengalami kekurangan air bersih.

Ia mencontohkan, salah satu wilayah di Desa Menggala, tahun sebelumnya tidak masuk dalam daftar titik lokasi kekeringan. Namun tahun ini menjadi salah satu wilayah yang terdampak dan rutin meminta asupan air bersih. “Jumlah titik kekeringan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Misalnya, Kecamatan Pemenang yang pada tahun lalu tidak banyak mengalami kekeringan, tahun ini justru mengalami peningkatan jumlah dusun yang terdampak,” ujarnya.  (ris/ari)

PT AMNT Serap 37 Ribu Pekerja

0
Kadisnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat serap sekitar 37.000 pekerja. 98 persen pekerja yang diserap oleh PT Amman adalah ekerja lokal, dua persennya merupakan pekerja asing.

“Di smelter sendiri 726 pekerja asingnya, ada juga di mitra Amman yang lain, jadi totalnya sekitar 1.224 orang,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi.

Menurut Gede, pekerja asing ini biasanya tidak menetap bekerja di PT Amman mauoun mitra Amman. Biasanya, pekerja asing yang diserap merupakan orang yang cukup ahli dalam satu bidang, sehingga setelah pekerjaannya selesai, mereka akan kembali ke negaranya.

Pekerja asing di PT AMNT berasal dari berbagai negara, seperti China, Inggris, India, dan beberapa negara lainnya. “Dulu yang saya lihat dominan India sama Inggris,” katanya.

Adapun, perkembangan serapan tenaga kerja lokal oleh PT Amman selalu mengalami peningkatan di tiap tahunnya. Di tahun 2022 lalu, PT Amman hanya menyerap sekitar 9.700 pekerja, tahun ini menyentuh 37.000 pekerja.

Tahun ini, sekitar 98 persen pekerja di Smelter Amman merupakan pekerja nasional atau pekerja asli Indonesia. 80 persennya merupakan tenaga kerja lokal atau pekerja NTB.

“Kalau pekerjaan middle dan low skill pasti orang NTB. Engga ada yang dari luar, karena lebih effisien, engga perlu memikirkan perumahan. Itu cukup besar yang middle sama low itu 80 persen orang lokal,” jelasnya.

Diketahui, Smelter Amman menyediakan pusat pelatihan atau training center bagi calon pekerjanya. Para calon pekerja ini dipersiapkan untuk menjadi ahli dalam satu bidang, khususnya dalam bidang pertambangan.

“Karena Smelter tidak hanya tambang, ada juga turunan. Diajarkan juga skill lain. Ada las, mesin, pengendalian alat berat, pengemasan, dan lainnya,” pungkasnya. (era)

Ribuan Korek Api dan Makanan Penonton MotoGP Disita

0
Barang dan makanan sitaan panitia MotoGP. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Ribuan korek api milik penonton MotoGP Mandalika 2024 disita panitia berjaga di tiap gate penerimaan penonton.

Penyitaan korek api ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kekacauan pada saat balapan, sehingga dilarang membawa barang yang mudah meledak dan terbakar.

“Korek gak boleh karena korek bisa menimbulkan ledakan. Takutnya ada yang sengaja melempar ke dalam area lintasan,” ujar Lucki, salah satu volunteer penjaga gate satu Sirkuit MotoGP Mandalika.

Selama tiga hari perhelatan MotoGP, panitia telah mengumpulkan setidaknya ribuan korek api. Per 28 September saja, crowd control gate satu menyita satu kardus besar korek api milik penonton.

Selain korek, makanan dan minuman juga dilarang masuk ke area sirkuit. Tujuan larangan ini karena panitia telah menyediakan UMKM yang menyediakan berbagai makanan dan minuman untuk penonton.

“Untuk makanan kan di dalam sudah ada UMKM, jadi harus beli di mereka,” lanjutnya.

Sementara, untuk penonton yang membawa tumbler berisi air diperbolehkan masuk membawa minumannya. Begitupun dengan makanan yang ditaruh dalam wadah pribadi.

Benda berbahan kaca juga dilarang dibawa ke dalam area lintasan sirkuit, termasuk make up, parfum, dan lainnya.

Makanan, minuman, beserta korek yang telah disita tersebut tidak akan dikembalikan kepada pemiliknya. Sebagian akan dibuang, sebagian lagi akan dibawa dan dimakan oleh volunteers.

“Tergantung, kalau yang sudah dibukan, yaa dibuang. Kalau yang belum dibuka itu dibagi teman-teman dan dimakan. Kita gabisa kembalikan karena kita tidak tau pemiliknya, takutnya nanti ada yang ngaku-ngaku,” pungkasnya.(era)

ZIS Indosat Berkolaborasi dengan MIM Foundation, Salurkan 10 Gerobak UMKM dan Bantuan Modal Usaha

0
ZIS Indosat Berkolaborasi dengan MIM Foundation, Salurkan 10 Gerobak UMKM dan Bantuan Modal Usaha(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – ZIS Indosat bersama MIM Foundation melakukan kolaborasi dan menyalurkan 10 gerobak berkah UMKM dan bantuan modal usaha kepada pedagang yang gerobaknya rusak, muallaf, dan janda. Serah terima bantuan dilakukan di dua titik. Di Komplek Masjid Islamic Center Hubbul Wathan, Kota Mataram dan di Komplek Masjid Agung Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Acara serah terima bantuan dihadiri langsung oleh CEO ZIS Indosat, Wakil Bupati Lombok Tengah yang diwakili Asisten II, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram diwakilkan Kepala Bidang, Ketua Akapli, Ketua Takmir Islamic Center, Kasat Kasatpol PP, Media, dan Pedagang.

CEO ZIS Indosat, Wahid Efendi menyampaikan, ZIS Indosat bekerjasama dan berkolaborasi bersama MIM Foundation dengan tujuan pembentukan pusat UMKM dengan menyalurkan bantuan gerobak berkah UMKM dan bantuan modal usaha.

“Harapan kami, dengan bantuan gerobak dan modal usaha ini bisa membangun program pemberdayaan ekonomi. Kedepannya kami harapkan bisa menjadi zakat produktif, yaitu bisa merubah bagaimana penerima zakat menjadi pembayar zakat atau seminimalnya orang yang bisa memberi infaq,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MIM Foundation, M. Romi Saefudin mengatakan, ikhtiar MIM Foundation kedepannya bisa membentuk pusat UMKM yang berbasis di Masjid. Pulau Lombok yang dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Masjid tentu memberikan peluang untuk setiap Masjid menjadi pusat perekonomian masyarakat.

“Jika semua Masjid bisa menjadi pusat perekonomian, tentu ini bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat yang ada di Pulau Lombok secara umumnya di Nusa Tenggara Barat,” demikian Saefudin.(bul)

Selain 2 Helikopter, 7 Alut Laut, 17 Unit Alut Darat Disiagakan Selama MotoGP 2024

0
Helikopter yang disiagakan(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Kusworo didampingi Deputi Operasi Pencarian dan Pertolongan, dan Kesiapsiagaan, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, Komandan Pangkalan Udara ZAM, Kolonel Pnb Sonny Irawan, Direktur Kesiapsiagaan, Noer Isrodin Muchlisin, Kepala Kantor SAR Mataram, Lalu Wahyu Efendi, dan Dokter dari Medical Center meninjau langsung pelaksanaan pengamanan MotoGP 2024 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Sabtu, 28 September 2024.

Kabasarnas mengatakan, tahun ini helikopter yang disiagakan Basarnas telah dilengkapi peralatan medis. Hal tersebut berdasarkan evaluasi pelaksanaaan pengamanan tahun-tahun sebelumnya dan hasil koordinasi dengan Dorna.
“Karena itu yang dibutuhkan saat evakuasi,” kata Kusworo, saat pengecekan helikopter HR-3606 yang telah terpasang peralatan medis di helipad Medical Center.

Peralatan medis yang terinstal dalam alat evakuasi udara tersebut, yaitu tandu dengan kelengkapannya, monitor jantung, ventilator, dan oksigen.

Helikopter ini digunakan dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan cepat bagi pembalap yang mengalami kecelakaan. Tentunya safety tetap menjadi hal yang utama.

“Masalah medis ini kita akan berkoordinasi dengan tim medis yang sudah punya pengalaman, tentunya dalam penanganan ini,” tambahnya.

Selain 2 unit helikopter HR-3606 dan HR-3603, tujuh unit alut laut, 17 unit alut darat, dan 100 personil turut disiagakan untuk mendukung event MotoGP 2024.(bul)

BPOM Uji Cepat Puluhan Produk Pangan Siap Saji yang Dipasarkan UMKM di Arena Balap MotoGP Mandalika

0
BPOM Uji Cepat Puluhan Produk Pangan Siap Saji yang Dipasarkan UMKM di Arena Balap MotoGP Mandalika(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Perhelatan event MotoGP 2024 di Sirkuit Internasional Mandalika menjadi salah satu momentum untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat.

Salah satu pengerak ekonomi kerakyatan dan menjadi unggulan dalam event tahunan ini adalah sektor kuliner yang turut serta mengisi stand – stand di area sirkuit.

BBPOM di Mataram menurunkan Tim yang terpadu dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah melakukan pengawasan implementasi kepatuhan pedagang tentang Keamanan Pangan bersamaan dengan berlangsungnya event MotoGP Mandalika, 27-29 September 2024.

“Dalam mendukung kegiatan event MotoGP, utamanya terkait pengawalan Keamanan Pangan sejak bulan Agustus kami telah melaksanakan beberapa kegiatan seperti Bimtek Keamanan Pangan bagi pelaku usaha jasa boga (hotel, restoran, restoran dan catering), Bimtek Sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO) bagi sarana distribusi pangan (distributor, retail modern dan pasar tradisional). Selain itu, BBPOM di Mataram juga turut serta dalam melakukan kurasi terhadap 30 sarana UKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB yang akan menjual aneka makanan dalam event tersebut.

Dalam 2 hari ini dari tanggal 27 dan 28 September 2024 kami melakukan sampling dan uji cepat terhadap aneka makanan yang dijual untuk memastikan bebas dari bahan berbahaya, seperti Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow”ujar Kepala BBPOM di Mataram Yosef Dwi Irwan.

Petugas melakukan sampling dan uji cepat terhadap pangan siap saji yang berpotensi ditambahkan bahan berbahaya. Berbagai sampel makanan siap saji seperti : Bakso, cilok, aneka kudapan gorengan, minuman es, mie, dimsum, siomay, keripik dan kerupuk.

Dari 60 sampel pangan yang dilakukan uji cepat seluruhnya bebas dari Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanyl Yellow
Petugas juga melakukan edukasi kepada para pedagang tentang pentingnya penerapan prinsip Keamanan Pangan dalam proses pengolahan dan penyajian pangan, agar pangan bebas dari cemaran fisik, kimia dan mikrobiologi sehingga aman untuk dikonsumsi.

Terlebih cuaca panas merupakan salah satu pemicu tumbuhnya mikroba patogen pada pangan yang beresiko pada kesehatan jika penanganan pangan tidak dilakukan dengan baik.

“Event MotoGP merupakan kesempatan emas bagi pelaku usaha jasa boga dan UMKM pangan di NTB untuk mempromosikan kuliner dan makanan khas NTB, baik dalam bentuk siap saji maupun pangan olahan terkemas. Kami tidak ingin perhelatan Internasional ini ada terciderai kasus keracunan akibat konsumsi pangan yang tidak aman, maka rangkaian kegiatan bimtek dan pengawasan Keamanan Pangan menjadi sangat penting dilakukan,” tandas Yosef.(bul)

Hari Kedua MotoGP, Peminat Kerajinan Lokal Masih Rendah

0
Penjual kerajinan dan kain, Muhammad Satria. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Dua hari gelaran MotoGP Mandalika, minat penonton terhadap kain khas daerah sangat minim. Seorang penjual kain Songket yang ada di area Lombok Sumbawa Nusantara Fair mengeluhkan sepinya pembeli pada perhelatan MotoGP tahun ini.

“Dari tahun-tahun sebelumnya untuk kain ini emang agak kurang. Karena memang pengunjung mencari makanan sama minuman,” ujar Rizom, Sabtu, 28 September 2024.

Meski penjualan kainnya minim, ia mengaku dirinya tak berkecil hati. Yang pasti, pihaknya telah turut berpartisipasi untuk mensukseskan dan meramaikan perhelatan MotoGP di daerahnya sendiri.

“Untuk kain-kain ini yaa yang penting kita ikut partisipasi saja,” lanjutnya.

Agar bisa meningkatkan penjualan pedagang kain atau souvenir di event MotoGP tahun ini, pedagang kain Songket asal Desa Sukarara ini berharap pihak panitia mengarahkan para penonton untuk sekedar melihat-lihat tenant para pedagang non makanan ini.

“Dinas Koperasi mungkin bisa menggiring tamunya ke kita. Mungkin nanti bisa ada yang belanja satu, dua orang,” harapnya.

Rizom mengaku dirinya selalu turut meramaikan area UMKM tiap kali MotoGP berlangsung. Ia menjual berbagai pakaian yang berbahan dasar kain Songket. Untuk range harga, ia menjual mulai harga Rp100 ribu sampai jutaan per produk.

Ia mengaku, tidak dipersulit untuk berjualan pada event MotoGP. Satu-satunya permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya pengunjung ke tenant miliknya.

Sepinya pembeli juga dirasakan oleh pedagang kain tenun dan kriya asal Puyung, Lombok Tengah, M. Satria. Ia mengaku pada hari pertama MotoGP jualannya minim pembeli. Meski demikian, ia memaklumi hal tersebut karena di hari pertama memang masih sedikit penonton MotoGP.

Satria berharap, di hari terakhir MotoGP besok, penjualan kain dan kriyanya akan lebih banyak terjual dibandingkan hari ini, dan kemarin. “Saya harap kunjungan agak banyak,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa dirinya telah berjualan di event MotoGP sejak pertama kali event ini diselenggarakan di Mandalika. Di tahun pertama, nilai penjualan produknya cukup tinggi, tahun kedua agak menurun, ia berharap tahun ini nilai penjualan akan lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Yang paling bagus event GP tahun pertama, penontonnya membludak. Berdampak besar terhadap penjualan kita. Tapi kita harapkan yaa besok bisa sesuai dengan target semua pedagang UMKM,” harapnya.

Satria membandrol harga souvenir miliknya mulai dari Rp50 ribu hingga jutaan rupiah. Hal ini karena barang yang dijual merupakan barang original yang membutuhkan waktu lama untuk membuatnya.

“Ini kan original tenun, ada handy craft, bermacam-macam anyaman. Anyaman ini dijual dari harga Rp100 ribu hingga Rp600 ribu tergantung dari seberapa keras anyaman ini,” pungkasnya. (era)

Dua Pembalap Yamaha Kompak Sebut Lombok Panas dengan Sirkuit Tercantik

0
Fabio Quartararo dan Alex Rins saat jumpa pembalap MotoGP. (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Dua pembalap MotoGP dari Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo dan Alex Rins kompak menyebut Sirkuit Mandalika sebagai salah satu sirkuit terpanas selama ajang MotoGP 2024 berlangsung.

Fabio bahkan sempat melakukan mandi es setelah MotoGP Mandalika hari pertama, yaitu pada Jum’at, 27 September kemarin.

“Lombok is hot (Lombok panas),” singkat Fabio saat jumpa pembalap di panggung utama Fan Zone MotoGP, Sabtu, 28 September 2024.

Meski merasakan panas yang menyengat saat berada di Lombok, pria kelahiran 1999 ini mengaku bahwa Sirkuit Mandalika sebagai salah satu sirkuit tercantik, dengan pesona laut dan udaranya.

“I think it’s one of the nicest place to race, it’s have a sea, we have the helicopter view, the atmosphere is really nice (aku fikir Sirkuit Mandalika jadi salah satu sirkuit terbaik untuk balapan, memiliki keindahan laut, kami bisa melihat keseluruhan sirkuit, juga suasana disini sangat bagus,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Alex Rins, ia mengaku bahwa Lombok menjadi salah satu daerah terpanas yang pernah ia kunjungi. Meski demikian, ia mengatakan bahwa Lombok, khususnya destinasi wisata yang ada di kawasan Mandalika sangat spesial.

“Basically the same. It’s special because it’s in the middle of the sea (Sebenarnya sama (panas,red). Disini spesial karena sirkuitnya berada ditengah-tengah laut,” katanya.

Sementara, saat ditanya mengenai makanan yang pernah dicoba saat berada di Lombok, dua pembalap ini kompak mengatakan pernah mencoba nasi goreng. Tidak hanya Fabio dan Alex, hampir semua pembalap MotoGP mencoba nasi goreng saat berada di Lombok.

“I’ve tried any food, it’s so spicy, yah Nasi Goreng (aku mencoba beberapa makanan, rasanya sangat pedas, benar Nasi Goreng), ” ujar saudara Valentino Rosi, Luca Marini.

Luca mengatakan bahwa Lombok menjadi salah satu daerah tebaik untuk olahraga, khususnya olahraga air seperti surfing. “Because we ride, we can’t enjoy anything. But, i would say i like the sea, i like to surfing (karena kami balapan, jadi tidak bisa menikmati semuanya. Tapi, aku suka lautnya, aku suka surfing),” lanjutnya.

Terakhir, Luca diajar menyanyikan lagi rungkad oleh kedua MC Fan Zone MotoGP. Pemuda kelahiran 1997 ini tanpa ragu meniru MC menyanyikan lagu Jawa tersebut. (era)