Tuesday, April 21, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 376

Legislator Dapil NTB Kritik Mahalnya Harga Tiket Penerbangan ke Lombok

0
H. Mori Hanafi (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem, H. Mori Hanafi mengkritik harga tiket penerbangan ke Lombok yang lebih tinggi daripada ke destinasi lainnya. Termasuk penerbangan dari Jakarta ke luar negeri yang jauh lebih murah daripada rute ke Lombok. Perbedaan harga tiket tersebut kurang masuk akal sehingga harus dilakukan pembenahan.

Hal tersebut disampaikan Mori Hanafi dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (Raker dan RDP) Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 Maret 2025 lalu. Mori mencontohkan perbedaan harga tiket pesawat yang cukup mencolok antara Jakarta ke Lombok dengan Jakarta ke Singapura.

‘’Yang menjadi pertanyaan saya, bagaimana bisa pak, dari Jakarta ke Lombok harganya Rp1,3 juta. Sementara dari Jakarta ke Singapura hanya Rp700 ribu. Padahal dengan pesawat yang sama yaitu Citilink, dan dengan durasi yang sama 1 jam 40 menit,” tanya Mori ke Menhub seperti yang dikutip dalam siaran YouTube TVR Parlemen.

Contoh lain dari Mori adalah antara rute Jakarta ke Bali dengan rute Jakarta ke Kuala Lumpur, Malaysia.  Ia menyebut, tiket Jakarta ke Kuala Lumpur sekitar Rp700 ribu. Sedangkan Jakarta ke Bali Rp1,4 juta, dengan pesawat yang sama.

“Ini saya lagi bicara harga tiket dalam kondisi normal, bukan dalam suasana Nataru atau Lebaran,” ujar legislator dari Dapil NTB I ini.

Di samping itu, ia sepakat dengan pernyataan dari pihak maskapai Garuda Indonesia sebelumnya yang menyatakan bahwa ada komponen yang tidak bisa dikurangi seperti bahan bakar dan maintenance pesawat. Namun demikian aspek maintenance penerbangan ke luar negeri dan ke dalam negeri sebenarnya tidak ada perbedaan.

“Tapi pertanyaan kami, apakah ke Singapura itu lebih murah maintenance-nya ketimbang dia ke Lombok? Apakah bahan bakar ke Singapura lebih murah ketika dia ke Bali, ke Lombok, atau ke Pontianak,” tanya Mori menambahkan.

Ia mengaku, sudah berulang kali mempertanyakan masalah tarif tiket yang mahal ini. Namun, sampai saat ini belum ada solusi yang konkret dari pemerintah. ‘’Ini kan kita bahas reguler, pak. Kita bicara bukan event-event tertentu. Dengan sudah ada diskon dari Ibu Sri Mulyani pun ini masih jauh, pak. Lebih mahal ketimbang ke luar negeri,” tegas mantan Pimpinan DPRD NTB ini. (ris)

Dispar akan Tawari Emil Audero Jadi Duta Wisata NTB

0
Jamaludin Malady(ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) – Pesepakbola profesional Eropa Emilio Audero Mulyadi telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan siap memperkuat Timnas Indonesia di posisi penjaga gawang. Emil lahir di Mataram 18 Januari 1997 silam. Ayahnya adalah Edy Mulyadi yang merupakan warga Lombok. Emil memiliki banyak keluarga di Lombok dan beberapa kali mengungjungi keluarganya di sini.

Sebagai publik figur bidang olahraga, ia memiliki pengaruh yang kuat. Emil tentu memiliki banyak penggemar, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Karena itulah Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB akan berupaya menjadikan Emil Audero sebagai duta wisata NTB, terutama sport tourism.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Jamaluddin Malady mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan untuk melobi secara langsung ke Emil Audero atau ke managernya terkait penawaran menjadi duta wisata. Namun menurutnya, pendekatan keluarga menjadi cara yang efektif, terlebih Emil memiliki ikatan emosional yang kuat dengan keluarganya di daerah ini.

“Bisa jadi kita tawarkan seperti itu, kita tawarkan ke Emil atau ke managernya nanti. Tapi nanti kita komunikasi dulu dengan keluarganya, dengan bibinya atau siapa, sebab pendekatan keluarga sepertinya lebih bagus menurut saya,” kata Jamaluddin Malady kepada Ekbis NTB, Kamis 13 Maret 2025.

Ia mengatakan, pariwisata NTB akan makin di kenal oleh dunia jika dibantu langsung oleh pesohor seperti pesepakbola profesional. Sebab pengaruhnya tidak kecil untuk mengenalkan ragam destinasi wisata di Lombok maupun Sumbawa. Harapannya tentu wisatawan yang mengungjungi daerah ini semakin banyak ke depannya.

“Kalau dia jadi ambassador sport tourism NTB karena dia atlet bola akan luar biasa. Pasti akan mengangkat pariwisata NTB, saya senang sekali kalau memang bisa. Sekarang kan sudah jadi WNI,” ujarnya.

Dikutip dari Wikipedia, Emilio Audero Mulyadi lahir di Mataram 18 Januari 1997. Ia adalah pemain sepak bola profesional yang bermain sebagai penjaga gawang untuk klub Serie B, Palermo pinjaman dari Como. Pada 10 Maret 2025, dia resmi mendapatkan kewarganegaraan Indonesia.

Emil menjadi penjaga gawang di Juventus tahun 2016–2019. Usai dari Juventus, ia menjadi penjaga gawang klub Sampdoria di Serie A selama lima tahun yaitu dari 2019–2024. Pada 10 Agustus 2023, klub Serie A, Inter Milan mengumumkan penandatanganan Audero dengan status pinjaman selama semusim.

Pada 30 Juli 2024, klub Serie A yang baru dipromosikan Como mengumumkan penandatanganan Audero dengan kontrak empat tahun. Kemudian pada 3 Februari 2025, Audero bergabung dengan klub Serie B Palermo dengan status pinjaman hingga akhir musim 2024–2025.

Emil Audero Mulyadi menjadi WNI setelah menjalani sumpah dan janji pewarganegaraan di Keduatan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma, Italia, pada Senin 10 Maret 2025 bersama dengan dua pesepakbola lainnya Joey Mathijs Pelupessy dan Dean Ruben James.(ris)

Disperindag Dompu Imbau Warga Tidak Belanja Berlebihan saat Ramadhan

0
Ilustrasi Bahan Pangan(ekbisntb.com/bedah.id)

Dompu (ekbisntb.com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Dompu, meminta masyarakat tidak “panic buying” atau berbelanja kebutuhan pokok dan barang penting secara berlebihan selama Ramadhan 1446 Hijriah.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan ‘panic buying’ agar distribusi dan harga barang tetap terkendali,” kata Kepala Disperindag Dompu, Arman kepada ANTARA, Kamis.

Dikatakannya, apabila masyarakat “panic buying” dengan meningkatkan tren pembelian terhadap bahan pokok, maka justru mengakibatkan kenaikan harga pada komoditas kebutuhan pokok yang meningkat.

“Mengantisipasi-nya, kami rutin memantau ketersediaan dan perkembangan harga di beberapa titik seperti di gudang distributor, retail modern, hingga pasar tradisional,” jelasnya.

Pemantauan ini, lanjut Arman, telah berlangsung sejak sebelum Ramadhan dan masih berlanjut hingga saat ini.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kestabilan pasokan dan harga menjelang serta selama bulan suci Ramadhan,” tegas Kadis Perindag ini.

Ia menegaskan, pemantauan ini lebih intens dilakukan selama bulan Ramadhan.

“Kami bergerak bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan. Alhamdulillah, hasilnya, kondisi ketersediaan kebutuhan dan harga 12 komoditas pangan strategis, masih tersedia dengan tingkat ketersediaan cukup,” paparnya.

Meski demikian, Disperindag mencatat adanya fluktuasi harga pada beberapa komoditas, terutama cabai rawit merah yang mengalami kenaikan signifikan sejak awal Februari.

“Harga cabai rawit merah sempat naik hingga Rp90 ribu per kilogram sejak Februari, dan bahkan pada minggu pertama Maret mencapai Rp120 ribu per kilogram,” jelas Arman.

Namun, ia menegaskan, bahwa harga tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan harga di Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada periode yang sama.

“Selain cabai rawit merah, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan harga meski tidak terlalu signifikan. Kami terus berkoordinasi dengan para pelaku usaha, distributor, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga stabilitas pasokan dan mencegah lonjakan harga yang lebih tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut Arman membeberkan, pada pekan kedua Maret ini harga cabe rawit merah sudah mulai menurun ke angka Rp100 ribu/kilogram, dan semoga semakin menurun ke tingkat harga normal pada minggu-minggu selanjutnya.

“Walaupun adanya fluktuasi dan peningkatan harga cabe yg cukup tinggi, di Dompu belum menunjukkan adanya gejolak masyarakat, karena masyarakat disini sepertinya bukan tipe masyarakat yang mengkonsumsi cabai yang banyak,” katanya. (ant)

PLN Salurkan 1.000 Paket Sembako Murah untuk Masyarakat

0
PLN UIW NTB menyalurkan 1.000 paket sembako murah kepada masyarakat(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Program Terang Berkah Ramadan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Program ini dilaksanakan pada pekan kedua Maret 2025, dengan puncak kegiatan di Mataram pada 12 Maret 2025. Selain memberikan bantuan sembako murah, hasil penjualannya juga dialokasikan untuk mendukung fasilitas umum, seperti sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas publik lainnya.

Dalam program ini, PLN menyediakan 1.000 paket sembako yang dapat dibeli masyarakat dengan harga terjangkau. Setiap paket berisi berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya. Melalui program ini, PLN ingin memastikan masyarakat NTB dapat menjalani Ramadan dengan lebih nyaman dan penuh berkah.

Keunikan program ini terletak pada pemanfaatan hasil penjualan paket sembako yang akan digunakan untuk pemasangan listrik baru atau penambahan daya di fasilitas umum. Sejumlah sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas publik lainnya menjadi prioritas penerima manfaat program ini. Dengan demikian, Program Terang Berkah Ramadan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur listrik bagi masyarakat NTB.

Dalam sambutannya, General Manager PLN UIW NTB, yang diwakili oleh Senior Manager Pembangkitan, Umar Farouk Andy Saputro, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Program ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat NTB, terutama dalam meringankan beban selama bulan Ramadan. Selain itu, hasil penjualan sembako akan digunakan untuk meningkatkan kualitas fasilitas umum, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak orang,” ujar Umar Farouk.

Ia juga menambahkan bahwa PLN terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang berkelanjutan.

“Kami berharap Program Terang Berkah Ramadan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur listrik di NTB,” tambahnya.

Program ini disambut dengan antusias oleh masyarakat. Salah satu penerima manfaat, Ibu Murniati, warga Ampenan, Mataram, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan oleh PLN.

“Saya sangat terbantu dengan adanya program ini. Harga sembako yang murah dan isinya lengkap sangat membantu saya dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadan. Semoga program seperti ini bisa terus dilaksanakan,” ujarnya.

Tak hanya masyarakat, tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan di NTB juga mengapresiasi inisiatif PLN ini. Mereka menilai program ini sebagai langkah positif yang tidak hanya membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga mendukung pembangunan infrastruktur di daerah.

PLN berharap, melalui Program Terang Berkah Ramadan, masyarakat NTB dapat merasakan manfaat ganda—baik dari sisi pemenuhan kebutuhan pokok maupun peningkatan kualitas fasilitas umum. Dengan semangat Ramadan, PLN berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan mendukung pembangunan NTB yang lebih maju. (bul)

OJK Terbitkan Aturan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan

0
OJK Terbitkan Aturan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2025 tentang Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) yang mulai berlaku pada 26 Februari 2025, guna semakin mendukung perkembangan produk dan layanan di sektor jasa keuangan.

Plt Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa OJK memandang diperlukan layanan agregasi yang dapat mempermudah konsumen dalam membandingkan, memilih, dan/atau menggunakan produk serta layanan jasa keuangan yang sesuai dengan profil dan/atau kebutuhan konsumen.

Oleh sebab itu, diperlukan POJK untuk memastikan agar agregasi informasi produk dan layanan jasa keuangan tidak menimbulkan risiko bagi konsumen maupun lembaga jasa keuangan (LJK) serta pihak yang melakukan kegiatan pada sektor jasa keuangan.

Hal ini dilakukan dengan mengatur tata kelola dan manajemen risiko setiap pihak yang akan menjalankan aktivitas sebagai penyelenggara agregasi jasa keuangan.

Agregasi merupakan aktivitas untuk menjalankan kegiatan usaha yang meliputi penghimpunan, penyaringan dan/atau pembandingan informasi produk dan/atau layanan jasa keuangan antar-LJK dan/atau antarpihak yang melakukan kegiatan pada sektor jasa keuangan.

Penyelenggara PAJK adalah penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK) yang melakukan kegiatan usaha agregasi melalui sistem elektronik dengan menggunakan internet.

Adapun substansi pengaturan yang diatur dalam POJK 4/2025 meliputi prinsip dan ruang lingkup kegiatan usaha PAJK, kelembagaan PAJK, tata kelola PAJK, penyelenggaraan agregasi yang dilakukan PAJK, pengawasan PAJK, penghentian kegiatan dan pencabutan izin usaha PAJK, dan aspek kepatuhan lainnya.

Menurut OJK, penerbitan POJK 4/2025 juga merupakan tindak lanjut atas amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) untuk melakukan pengaturan dan pengawasan kegiatan di sektor ITSK dan aset keuangan digital termasuk aset kripto dan PAJK.

OJK pun berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan ITSK seperti PAJK yang diharapkan mampu mengoptimalkan penetrasi dan adopsi produk dan layanan jasa keuangan sekaligus menjaga penerapan prinsip tata kelola yang baik. (ant)

Prospek IHSG di Tengah Perlambatan Inflasi AS dan Naiknya Saham Tekno

0
Prospek IHSG di Tengah Perlambatan Inflasi AS dan Naiknya Saham Tekno(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Data inflasi AS yang dirilis Rabu 12 Maret 2025 malam memberikan kejutan positif bagi pasar dengan angka yang lebih rendah dari ekspektasi. Inflasi tahunan tercatat 2,8 persen, sedangkan Core CPI mencapai 3,1 persen.

Kedua angka ini menandai level terendah sejak lonjakan inflasi pada April 2021, memberikan sinyal bahwa tekanan harga mulai mereda.

Namun, meskipun data ini mengindikasikan perlambatan inflasi, ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed justru menyusut.

Sebelumnya, pasar memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 73 basis poin, tetapi kini hanya sekitar 67 basis poin.

Ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menahan optimisme terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar dalam waktu dekat.

Reaksi pasar saham terhadap data ini cukup beragam. Indeks Dow Jones turun sebesar 0,2 persen, sementara S&P 500 menguat 0,49 persen, dan Nasdaq melonjak 1,2 persen.

Pasar saham memang selalu penuh kejutan, dan kali ini saham teknologi kembali jadi primadona.

Nvidia mencatat kenaikan 6,4 persen, sementara Tesla melonjak 7,5 persen, mencerminkan kuatnya sentimen positif terhadap sektor teknologi.

Sebaliknya, saham Walmart terkoreksi 2,6 persen, dan Apple turun 1,7 persen. Ini menunjukkan adanya rotasi sektor di pasar, di mana investor mulai beralih ke saham-saham dengan prospek pertumbuhan lebih tinggi, terutama di sektor teknologi yang diuntungkan oleh tren kecerdasan buatan dan digitalisasi.

Pasar Komoditas

Di pasar komoditas, data stok minyak mentah dari EIA menunjukkan bahwa kenaikan stok tidak setinggi perkiraan. Pasar sebelumnya memperkirakan peningkatan sebesar 2,001 juta barel, tetapi data aktual hanya mencatat kenaikan 1,448 juta barel.

Ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan ini memicu lonjakan harga minyak mentah, yang akhirnya ditutup naik 1,66 persen ke level 67,41 dolar AS per barel. Namun, meskipun harga minyak rebound, saat ini sudah mencapai level resistance kuat di 67,7 dolar AS.

Dalam jangka pendek, peluang koreksi masih terbuka, dan strategi yang lebih sesuai adalah menunggu momentum sebelum mengambil posisi lebih lanjut. Ini mencerminkan dinamika pasar energi yang masih dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan kebijakan OPEC.

Saat data CPI dirilis, emas berfluktuasi dalam jangka pendek, awalnya naik 6 dolar, kemudian terkoreksi singkat, tetapi berhasil menembus level resistance atas di 2.930 dolar, yang menyebabkan perubahan sentimen pasar. Saat ini harga di 2.940 dolar per ons.

Maka untuk pergerakan jangka pendek, saat ini emas sedang menguji support di level 2.930 dolar. Secara teknikal tren masih kuat, dan jarak dengan prediksi sejumlah analisis kemungkinan untuk menembus 3.000 dolar semakin dekat.

Di Indonesia, harga emas ANTM ikut menguat. Hari ini naik Rp12.000, dengan harga saat ini di Rp1.714.000 per gram. Pasar emas terus menunjukkan tren positif dan proyeksi kenaikan masih berlanjut.

Di sisi geopolitik, ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memanas dengan usulan gencatan senjata selama 30 hari dari Amerika Serikat.

Ukraina menyetujui proposal ini, tetapi Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan syarat tambahan yang sulit diterima, yaitu penyerahan wilayah baru sebagai bagian dari kesepakatan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menolak syarat ini dan tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak berkompromi. Ini menunjukkan bahwa konflik masih jauh dari penyelesaian, dan ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan oleh investor global.

Risiko perang yang berkepanjangan dapat terus mempengaruhi harga energi dan komoditas lainnya, serta menciptakan volatilitas di pasar keuangan.

Pergerakan IHSG

Pasar saham Indonesia menunjukkan pergerakan yang berlawanan dengan indeks AS dalam pekan ini.

IHSG dibuka menguat, tetapi kemudian bergerak melemah seiring dengan rotasi sektor yang terjadi di dalam negeri. Salah satu sektor yang terus menjadi sorotan adalah teknologi.

Head of Research Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit menyampaikan bahwa apabila Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus level 6.682, maka IHSG masih berpeluang untuk menguji level 6.686 sampai 6.762 sebagai area penguatan terdekatnya pada Kamis 13 Maret 2025.

Ia melanjutkan IHSG berpotensi dalam rentang area level support 6.361 atau 6.246 dan level resistance 6.698 atau 6.818.

Saham MTDL, misalnya, yang sedang dalam fase pembentukan dasar, masih menunggu momentum rebound. Dengan tren positif di sektor teknologi secara global, saham ini memiliki peluang untuk pulih dalam waktu dekat.

Selain itu, sektor konsumsi juga menunjukkan pergerakan menarik. Saham-saham di sektor konsumsi dan barang konsumsi diperkirakan tidak tahan lama mengalami kenaikan, seiring dengan aliran dana yang mulai bergerak ke sektor ini.

Jika rotasi sektor ini berlanjut, maka ini bisa menjadi peluang bagi investor untuk masuk ke saham-saham potensial di level rendah.

Dalam kondisi seperti ini, strategi investasi berbasis sektor menjadi relevan, dengan fokus pada saham-saham yang masih undervalued tetapi memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.

Dari sudut pandang makroekonomi, perlambatan inflasi di AS memberikan harapan bahwa The Fed tidak perlu terlalu agresif dalam kebijakan moneternya.

Namun, pengurangan ekspektasi pemangkasan suku bunga menunjukkan bahwa investor masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari data ekonomi ke depan.

Jika inflasi terus melandai, maka peluang penurunan suku bunga tetap terbuka, yang bisa menjadi katalis positif bagi pasar saham global, termasuk Indonesia.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak yang masih fluktuatif dapat mempengaruhi sektor energi dan konsumsi di dalam negeri.

Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan tekanan inflasi dan biaya produksi bagi sektor-sektor tertentu, tetapi juga bisa menjadi katalis bagi saham-saham di sektor energi.

Oleh karena itu, pemantauan terhadap pergerakan harga minyak dan kebijakan OPEC tetap menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi.

Dengan dinamika pasar yang terus berkembang, pendekatan investasi yang fleksibel dan berbasis data menjadi kunci untuk mendapatkan hasil optimal.

Sektor teknologi dan konsumsi tetap menarik untuk diperhatikan dalam jangka pendek, sementara volatilitas di pasar energi dan ketidakpastian geopolitik perlu diwaspadai sebagai potensi risiko yang bisa mempengaruhi pergerakan aset keuangan global. (ant)

Mendag Meminta Masyarakat Utamakan Pakaian Produksi Dalam Negeri

0
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan mengutamakan produk dalam negeri, terlebih pada Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Ia mengimbau agar masyarakat tidak membeli pakaian bekas asal impor yang masuk secara ilegal.

“Menjelang datangnya Idul Fitri, biasanya konsumsi masyarakat meningkat, baik pangan maupun sandang. Sebaiknya, masyarakat mengutamakan produk dalam negeri dan tidak membeli pakaian bekas, apalagi pakaian bekas asal impor, pakaian bekas asal impor itu ilegal dan berbahaya,” ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Semakin maraknya pakaian bekas asal impor dengan harga jual yang murah dibandingkan produk lokal, kata Budi dapat merugikan industri garmen lokal.

Selain itu, pakaian bekas dapat berdampak pada kesehatan karena pakaian bekas berpotensi membawa penyakit dari negara asal atau mengandung cemaran seperti kapang/jamur yang dapat menimbulkan gatal-gatal dan reaksi alergi pada kulit, efek beracun iritasi, dan infeksi karena pakaian tersebut melekat langsung pada tubuh.

Terdapat sejumlah langkah dalam menuntaskan masalah peredaran pakaian bekas asal impor, salah satunya pengawasan yang dilakukan terhadap pakaian bekas yang masuk secara ilegal, namun tidak terkait kegiatan perdagangan pakaian bekas di dalam negeri.

“Mengingat pakaian bekas telah dilarang impor, diperlukan sinergi dan pengawasan bersama sesuai dengan kewenangannya masing-masing, antara lain dengan Ditjen Bea dan Cukai, Bakamla TNI, Polri di pelabuhan tikus/jalur tidak resmi, termasuk peran serta pemerintah daerah,” jelas Budi.

Budi juga mendorong industri garmen untuk bermitra dengan industri kecil dan menengah (IKM) dan bermitra bisnis dengan toko pakaian bekas dalam penggunaan produk dalam negeri (pakaian jadi).

Selain itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengusulkan kepada Kementerian Koperasi dan UKM agar mendorong pedagang pakaian bekas untuk dapat bersinergi dengan industri garmen dalam negeri dan memberikan kesempatan untuk memanfaatkan program pemerintah di sektor UMKM.

Lebih lanjut, kewenangan pengawasan Kementerian Perdagangan melalui Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) adalah pengawasan setelah melalui kawasan pabean (post-border).

Diperlukan sinergi dan koordinasi dengan instansi lain yang berwenang di wilayah perbatasan karena impor pakaian bekas diduga masuk melalui pelabuhan tikus.

“Selain gencar melakukan pengawasan, Ditjen PKTN juga bersinergi dan melakukan koordinasi terkait penanganan dalam pengawasan pakaian bekas asal impor dengan K/L terkait dan aparat penegak hukum lainnya. Misalnya, pengawasan pakaian bekas oleh Polda Kalimantan Utara,” kata Budi.

Lebih lanjut, Budi mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program belanja selama Ramadhan dan Idul Fitri 2025, misalnya Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran.

Program tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14-30 Maret 2025. BINA Lebaran digelar secara serentak oleh anggota Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) di 80 ribu gerai ritel pada 402 mal/pusat perbelanjaan yang berada di 24 provinsi di Indonesia. (ant)

Kementan: Perpres Tata Kelola Pupuk Subsidi Permudah Akses Petani

0
Penyaluran pupuk subsidi(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi untuk memperbaiki tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi dan meningkatkan akses petani terhadap sarana penyubur tanaman tersebut.

Direktur Pupuk, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra mengatakan, Perpres yang ditandatangani Presiden Prabowo pada 30 Januari 2025 lebih menyederhanakan aturan terkait pupuk yang selama ini cukup banyak yakni 41 UU, 23 Peraturan Pemerintah, 6 Peraturan Presiden dan Instruksi Presiden serta Keputusan Kementerian/Lembaga yang jumlahnya mencapai 74 regulasi.

“Dengan adanya penggabungan berbagai aturan yang ada, sehingga lahir Peraturan Presiden. Ini yang ditunggu masyarakat dalam perbaikan tata kelola dan pemangkasan regulasi pupuk bersubsidi,” kata Jekvy dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Terbitnya Perpres Tata Kelola Pupuk, lanjutnya, merupakan bentuk tanggung jawab dan pelayanan pemerintah kepada petani, serta komitmen jangka panjang pasokan bahan baku gas untuk produsen pupuk.

Menurut dia, ada beberapa hal penting yang berubah dengan terbitnya Perpres No. 6 Tahun 2025 di antaranya sasaran jika sebelumnya mengacu prinsip 6 Tepat yakni Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat jenis dan Tepat Mutu, maka kini menjadi 7T ditambah dengan Tepat Penerima.

Untuk penerima yang sebelumnya hanya sektor pertanian yakni petani dan lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) yang tergabung dalam Poktan, kini pembudi daya ikan yang tergabung dalam Poktan juga berhak menerima pupuk subsidi.

Komoditas tanaman yang mendapatkan pupuk subsidi yang awalnya 9, sekarang ada 10 komoditas dengan penambahan ubi kayu. Jenis pupuk juga ditambah ZA dan SP36, sebelumnya hanya Urea, NPK dan Pupuk organik.

Tahapan penyaluran kini juga lebih pendek. Jika dulu dari BUMN Pupuk, kemudian ke distributor, lalu pengecer, setelah itu baru ke Poktan/Petani. Kini dari BUMN Pupuk langsung ke pelaku distribusi yang selanjutnya ke titik serah dalam hal ini pengecer, Gapoktan, Pokdakan atau Koperasi, kemudian ke petani.

“Pemberian pupuk bersubsidi untuk petani padi, jika sebelumnya hanya petani yang lahannya di bawah 2 ha, sekarang dapat diberikan kepada petani padi dengan luas lahan di atas 2 ha. Ini untuk mendukung swasembada pangan,” tuturnya saat Sosialisasi Tata Kelola Pupuk Subsidi.

Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Purwanta mengatakan, saat ini pemerintah telah merancang Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) sebagai turunan Perpres No. 6 Tahun 2025.

Dalam rancangan Permentan, BPPSDMP bertanggung jawab dalam menyiapkan Poktan dan Gapoktan sebagai titik serah pupuk bersubsidi.

Pada Januari lalu, pihaknya sudah mengirim surat ke Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten/Kota agar mengusulkan gapoktan yang memenuhi syarat sebagai titik serah atau pengecer pupuk subsidi.

Selain itu pihaknya juga telah menyusun panduan untuk Gapoktan/Poktan yang nanti menjadi titik serah.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, Otong Wiranta menyambut baik kehadiran Perpres Tata Kelola Pupuk Bersubsidi tersebut apalagi selama ini, petani menginginkan penyaluran pupuk lebih sederhana.

“Selama ini rantai birokrasi penyaluran pupuk dari hulu hingga hilie diduga menjadi kendala tersendiri, sehingga perlu kebijakan khusus untuk mempermudah petani memperoleh pupuk,” katanya.

Menurut dia, sosialisasi Prepres tersebut sangat penting sebab, kondisi petani hampir 65 persen berumur di atas 45 tahun dan pendidikannya 37 persen hanya SD sehingga mereka harus mengerti mengenai regulasi penyaluran subsidi yang baru. (ant)

Seminggu Jepang Minta 5 Ton Kemiri NTB

0
Kemiri NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Permintaan kemiri asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dari luar negeri terus meningkat. Salah satu pasar potensial adalah Jepang, yang meminta pasokan hingga 5 ton per minggu.

Permintaan kemiri dari Jepang ini selain untuk memenuhi kebutuhan bumbu dapur, di Jepang kemiri juga digunakan dalam industri farmasi.

PT. Mujnah Kemiri Lombok, salah satu eksportir kemiri di NTB, pada tanggal 7 Maret 2025 mengirimkan 3 ton kemiri ke Jepang. Itupun, masih ada permintaan tambahan sebanyak 5 ton perminggu.

Owner PT. Mujnah Kemiri Lombok, Mujnah menyampaikan, permintaan tambahan 5 ton per minggu masih belum bisa dipenuhi karena keterbatasan tenaga kerja menjelang Lebaran.

Ia masih berhati-hati dalam menerima kontrak baru, terutama karena keterbatasan tenaga kerja pengupas kemiri yang sebagian besar merupakan ibu-ibu rumah tangga.

“Saat ini, kami belum bisa menyanggupi tambahan 5 ton per minggu dari Jepang. Karena tenaga pengupas terbatas menjelang Lebaran. Setelah Lebaran, kami akan melihat kembali kemungkinannya,” ujarnya.

Selain Jepang, PT. Mujnah Kemiri Lombok juga sedang mempersiapkan bahan baku untuk ekspor ke Singapura, yang diperkirakan akan mulai dikirim setelah Lebaran tahun ini. sebelumnya, ekspor kemiri NTB juga ditujukan ke Arab Saudi, sebanyak 20 ton.

Keuntungan ekspor dibandingkan pasar domestik adalah kepastian harga dan permintaan yang terkontrak. Harga kemiri untuk ekspor ke Jepang saat ini mencapai Rp57.000 per kilogram dalam kondisi siap kirim dengan kontainer.

“Kalau ekspor, sudah ada kontrak harga dan tidak bisa berubah, sehingga lebih menguntungkan dibandingkan pasar domestik yang fluktuatif,” kata Mujenah.

Mujnah menambahkan, tingginya permintaan kemiri NTB ini memiliki daya saing tinggi di pasar ekspor dengan keunggulan tampilannya yang lebih putih dan bijinya yang lebih besar dibandingkan kemiri dari daerah lain. Kualitas unggul ini diduga dipengaruhi oleh struktur tanah tempat tumbuhnya kemiri di NTB.

Dengan tingginya permintaan ekspor, NTB memiliki peluang besar untuk mengembangkan produksi kemiri. Untuk menjawab permintaan luar negeri ini, tambah Mujnah, pasokan bahan juga diperkuat dari wilayah Bima, dan dari wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meskipun permintaan dari tiga pasar utama – Jepang, Arab Saudi, dan Singapura – cukup tinggi, ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja masih menjadi tantangan yang harus diatasi.

Karena itu, menurutnya, untuk menjaga keberlanjutan produksi, dukungan dari pemerintah sangat diperlukan. Intervensi pemerintah dalam bentuk pendampingan petani, penguatan kelembagaan, serta pemberian insentif bagi pelaku usaha di sektor ini dapat membantu memastikan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan.

Sebab, selain dari sisi ekonomi, pengembangan kemiri juga memberikan manfaat ekologis yang signifikan, seperti menjaga keseimbangan ekosistem, penyelamatan sumber air, dan perlindungan lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik, dikhawatirkan produksi kemiri di masa depan akan mengalami kendala.

Kabid Planologi dan Pemanfaatan Hutan Dinas LHK NTB, Burhan, Sp., MM., mengungkapkan bahwa NTB memiliki 100 ribu hektar potensi kawasan hutan yang cocok untuk pengembangan kemiri. Saat ini, lahan eksisting seluas 3.000 hektar telah menghasilkan produksi sekitar 200 ton per panen untuk satu kelompok tani.(bul)

Sirkuit Mandalika Dimodifikasi Untuk Berbagai Ajang Balap dan Menarik Investor

0
Pemotongan aspal yang dilakukan di beberapa titik(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pemilik Pertamina Mandalika International Circuit, menugaskan PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit untuk melakukan berbagai modifikasi d Sirkuit Mandalika guna memenuhi standar homologasi FIA Grade 3 sehingga dapat melaksanakan berbagai ajang balap roda-4 international, terutama dalam menghadapi ajang GT World Challenge Asia 2025 pada bulan Mei mendatang.

Modifikasi tersebut meliputi modifikasi run-off di 5-titik tikungan, penambahan gravel pada bekas area run-off, pemasangan tire sebagai safety barrier serta beberapa hal lainnya. Tujuan dari modifikasi ini adalah agar Mandalika Circuit layak dipakai untuk ajang balap roda-4 dan juga untuk meningkatkan keselamatan balap roda-4 di sirkuit, sehingga dapat menjadi tuan rumah event balap mobil internasioanl, khususnya GT World Challenge Asia 2025.

Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA selaku pengelola Pertamina Mandalika International Circuit menjelaskan, dengan adanya balap mobil ini tidak hanya menambah atraksi baru di Sirkuit Mandalika, tapi tentunya juga menambah adanya potensi untuk investasi di KEK Mandalika.

“Kami percaya bahwa modifikasi ini akan meningkatkan kemampuan Sirkuit Mandalika untuk menjadi tuan rumah event balap mobil internasional seperti GT World Challenge Asia 2025, Porsche Carrera Cup Asia dan tentunya berbagai balap roda-4 berkelas international lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 13 Maret 2025.

Saat ini MGPA dan vendornya tengah menuntaskan PR untuk mendapatkan FIA homologasi grade 3 untuk balap mobil internasioanl GT World Challenge Asia 2025 yang akan dilangsungkan pada 9-11 Mei 2025 di Sirkuit Mandalika.

GT World Challenge Asia 2025 ini sedikit unik, berbeda dengan balap roda dua, kalau roda dua seperti Motogp pembalapnya adalah pro, 24 jam balap dan setiap dua minggu sekali pindah negara balap lagi, sementara kalau balap GT World Challenge Asia ini, pembalapnya adalah gentlemen driver, seperti pengusaha, dokter, pengacara, pemilik real estate, pemilik kasino, ada beberapa juga pengusaha dari indonesia dan ada juga Prince of Johor Malaysia.

“Jadi ini bukan sekedar balap saja, tapi lebih mengajak para investor yang hobby balap datang ke mandalika untuk balapan mobil GT World Challenge Asia,” tandasnya.

Secara teknis, Donny Mahardjono, selaku VP Motorsport MGPA menjelaskan, pemotongan aspal dilakukan di beberapa titik, yaitu T1 exit/T2 entry seluas 10789.2 meter persegi, T5 entry seluas 858 meter persegi, T10 entry seluas 992.8 meter persegi, T10 exit/T11 entry seluas 3127.2 meter persegi dan T13 entry seluas 780.8 meter persegi.

Yang menarik, MGPA tidak menggunakan tenaga asing sama sekali dalam pekerjaan tersebut. FIA Inspector dari Australia hanya datang untuk melakukan pengecekan dan memberikan homologasi.

Dengan demikian, Sirkuit Mandalika diharapkan dapat menjadi salah satu sirkuit balap mobil terbaik di Asia dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga dan pariwisata.(bul)