Tuesday, April 21, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 375

Emas Antam pada Jumat Melambung Rp28.000 Jadi Rp1,742 Juta Per gram

0
Emas Batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Jumat, mengalami lonjakan sebesar Rp28.000, dari satu hari sebelumnya Rp1.714.000 menjadi Rp1.742.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut melonjak menjadi Rp1.591.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat:

– Harga emas 0,5 gram: Rp921.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.742.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.424.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.111.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp8.485.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp16.915.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp42.162.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp84.245.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp168.412.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp413.765.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp420.765.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.682.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

OJK Terbuka Terhadap Model Inovasi Keuangan Lainnya Dalam “sandbox”

0
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Hasan Fawzi(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap peluang untuk mengakomodasi model inovatif lainnya dalam regulatory sandbox, asalkan memenuhi prinsip mitigasi risiko, pelindungan konsumen, dan stabilitas sistem keuangan.

Terkait kemungkinan membuka kategori baru dalam sandbox untuk sektor inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK), OJK menyatakan selalu melakukan evaluasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

“Kami memahami bahwa ekosistem keuangan digital terus berkembang pesat, termasuk munculnya berbagai model bisnis baru yang berpotensi meningkatkan efisiensi, inklusivitas, dan keamanan layanan keuangan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Hasan Fawzi di Jakarta, Jumat.

Lebih lanjut, Hasan mengatakan bahwa OJK terus berkomitmen untuk mendorong inovasi di sektor keuangan digital melalui kerangka regulatory sandbox.

Saat ini, ujar dia, kategori agregator atau penyelenggara agregasi jasa keuangan (PAJK) serta innovative credit scoring atau pemeringkat kredit alternatif (ICS/PKA) telah berjalan dengan cukup baik dan telah memberikan manfaat bagi industri serta ekosistem keuangan secara lebih luas.

Hasan mengungkapkan, sejauh ini, minat dari pelaku industri terhadap sandbox cukup tinggi. OJK melihat adanya antusiasme dari berbagai penyelenggara ITSK yang ingin menguji solusi inovatif mereka di dalam ekosistem yang terkontrol.

Sejak penerbitan POJK 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan ITSK, hingga Februari 2025, OJK telah menerima 218 kali permintaan konsultasi dari calon peserta sandbox, dengan 90 di antaranya telah menyampaikan form permintaan konsultasi dan telah dilakukan konsultasi terhadap 83 calon peserta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak lima di antaranya telah disetujui sebagai peserta sandbox, yang terdiri dari empat penyelenggara ITSK dengan model bisnis aset keuangan digital dan aset kripto (AKD-AK) dan satu penyelenggara ITSK dari pendukung pasar.

Saat ini sedang dilakukan proses terhadap tiga permohonan untuk menjadi peserta sandbox, terdiri dari dua penyelenggara dengan model bisnis AKD-AK dan satu penyelenggara dengan model bisnis open banking.

Hal ini, catat Hasan, mencerminkan bahwa regulatory sandbox menjadi instrumen yang relevan dalam mendukung inovasi keuangan digital di Indonesia.

“Ke depan, OJK akan terus berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk industri, akademisi, dan regulator lainnya, untuk memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan dapat memberikan manfaat optimal bagi pertumbuhan ekosistem keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan,” kata Hasan. (ant)

Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik hingga Rp14.000

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas yang dikutip dari laman resmi Pegadaian, Jumat 14 Maret 2025, menunjukkan perbedaan harga tiga produk logam mulia, yakni buatan Antam, UBS, dan Galeri24 yang sama-sama mengalami kenaikan mulai dari Rp10.000 hingga Rp14.000 per gram dibanding sehari sebelumnya.

Untuk harga jual emas Antam di Pegadaian naik Rp12.000 menjadi Rp1.757.000 per gram dari sebelumnya Rp1.745.000, emas UBS naik Rp14.000 dari semula Rp1.687.000 menjadi Rp1.701.000, dan emas buatan Galeri24 dibanderol dengan harga Rp1.697.000 per gram atau naik Rp10.000 dibanding sehari sebelumnya yang sebesar Rp1.687.000.

Emas buatan Antam dan Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk:

Harga emas Antam:

-Harga emas Antam 0,5 gram: Rp930.000
-Harga emas Antam 1 gram: Rp1.757.000
-Harga emas Antam 2 gram: Rp3.453.000
-Harga emas Antam 3 gram: Rp5.153.000
-Harga emas Antam 5 gram: Rp8.554.000
-Harga emas Antam 10 gram: Rp17.051.000
-Harga emas Antam 25 gram: Rp42.499.000
-Harga emas Antam 50 gram: Rp84.917.000
-Harga emas Antam 100 gram: Rp169.753.000
-Harga emas Antam 250 gram: Rp424.110.000
-Harga emas Antam 500 gram: Rp848.003.000
-Harga emas Antam 1000 gram: Rp1.695.965.000

Harga emas UBS:

-Harga emas UBS 0,5 gram: Rp920.000
-Harga emas UBS 1 gram: Rp1.701.000
-Harga emas UBS 2 gram: Rp3.375.000
-Harga emas UBS 5 gram: Rp8.339.000
-Harga emas UBS 10 gram: Rp16.589.000
-Harga emas UBS 25 gram: Rp41.392.000
-Harga emas UBS 50 gram: Rp82.612.000
-Harga emas UBS 100 gram: Rp165.159.000
-Harga emas UBS 250 gram: Rp412.773.000
-Harga emas UBS 500 gram: Rp824.574.000

Harga emas Galeri24:

-Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp915.000
-Harga emas Galeri24 1 gram: Rp1.697.000
-Harga emas Galeri24 2 gram: Rp3.329.000
-Harga emas Galeri24 5 gram: Rp8.232.000
-Harga emas Galeri24 10 gram: Rp16.351.000
-Harga emas Galeri24 25 gram: Rp40.836.000
-Harga emas Galeri24 50 gram: Rp81.607.000
-Harga emas Galeri24 100 gram: Rp163.196.000
-Harga emas Galeri24 250 gram: Rp407.667.000
-Harga emas Galeri24 500 gram: Rp815.333.000
-Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp1.630.664.000. (ant)

Kemendag Lakukan Evaluasi Kebijakan Minyakita Setelah Lebaran

0
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan pihaknya akan melakukan evaluasi kebijakan tata kelola minyak goreng rakyat (MGR) atau Minyakita secara keseluruhan setelah Lebaran 2025.

Budi mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara rutin selalu mengevaluasi semua kebijakan yang berada di bawah kewenangannya, termasuk tata kelola Minyakita.

“Evaluasi kebijakan sebenarnya selalu kita evaluasi, tapi kita belum sampai di HET (harga eceran tertinggi) dulu. Kita ingin tahu dulu penyebabnya apa, kita belum tahu, nanti saja setelah Lebaran,” ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat.

Mendag menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terkait dengan kecurangan yang dilakukan oleh distributor maupun pabrik pengemasan ulang (repacker) Minyakita.

Berdasarkan hasil pengawasan dan pemeriksaan yang masih berlangsung, salah satu modusnya adalah penyalahgunaan lisensi merek MinyaKita, sebagaimana yang dilakukan oleh PT Artha Eka Global Asia (AEGA).

Perusahaan tersebut memberikan lisensi merek Minyakita kepada dua pabrik pengemasan. Namun, kedua pabrik pengemasan tersebut kemudian menjual Minyakita dengan volume 750–800 ml, lebih rendah dari ketentuan takaran MinyaKita, yakni 1.000 ml atau 1 liter.

AEGA juga melakukan pelanggaran lainnya, seperti mengepak Minyakita di bawah ketentuan takaran dan menggunakan minyak goreng non-domestic market obligation (non-DMO) atau minyak goreng komersial untuk dikemas menjadi Minyakita.

Budi mengatakan saat ini proses pemeriksaan terus berlangsung. Setelah hasil pemeriksaan selesai, lanjut Budi, Kemendag baru bisa menentukan mana yang perlu dievaluasi, dari sisi HET ataupun kebijakan lainnya.

“Bukan masalah evaluasi HET-nya. Jadi, kan semua kebijakan itu bisa dievaluasi, kita lihat dulu apa penyebab, masalah-masalah ini apa. Belum tentu juga karena HET-nya kan, makanya kita evaluasi dulu, tergantung hasil,” katanya.

Lebih lanjut, Kementerian Perdagangan saat ini fokus untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok tercukupi dan harga-harga tetap stabil selama periode Lebaran 2025.

“Yang penting pasokan untuk Lebaran terjaga, harga terjaga. Dua minggu lagi sudah selesai (puasa selesai), kita amankan harga-harga,” ucap Budi. (ant)

Ramadan, Penjualan Kurma di Mataram Meningkat

0
Kurma Medjool dan Sukari yang banyak dicari pada bulan Ramadan(ekbisntb.com/sib)

Lombok (ekbisntb.com) – Bulan puasa Ramadan merupakan bulan penuh berkah bagi setiap orang. Keberkahan itu dirasakan serta oleh salah seorang pemilik toko kurma di Mataram.

Doddy Surya Sukmawan merupakan seorang penjual kurma asal Mataram mengaku, pendapatan toko kurma miliknya mengalami peningkatan selama Ramadan.

”Kalau perbedaan jelas ada. Kalau untuk di luar Ramadan lumayan lah penjualan. Cuma tidak sebanyak Ramadan,” katanya pada Ekbis NTB, Kamis 13 Maret 2025.

Doddy menjelaskan, bila di luar Ramadan, ia hanya mendapatkan omzet bersih sekitar Rp4-5 juta per bulan. Sementara saat Ramadan bisa sampai Rp25 juta. ”Untuk omzet mungkin tidak sebesar penjual-penjual (kurma, asal) Arab. Mereka kan udah punya cool storage otomatis untuk penyimpanan lebih banyak,” ujarnya.

Selain Ramadan, ia mengaku penjualan kurma miliknya laku pada bulan-bulan tertentu seperti, pada Hari Raya Idul Adha. Pada momen ini, dirinya mengambil peluang dan bekerja sama dengan travel umrah dan haji.

Doddy sudah mulai berjualan kurma secara online sejak pertengahan 2019 sampai 2023. Lalu sejak 2024 hingga kini Doddy telah membuka tokonya di Jalan Merpati Nomor 9 Karang Jangkong, Cakranegara.

Doddy mendapatkan kurma-kurma yang dijualnya dari luar daerah seperti Surabaya, Jakarta, dan Solo. Adapun kurma-kurma yang disediakan oleh Doddy di tokonya berjumlah sekitar 12 jenis, seperti, Sukari, Medjool, Tunisia tangkai, Tunisia madu, Ajwa, Golden Valley, Khalas, Sayer, Barari, Bam, Ruthob dan Libya. ”Sebenarnya banyak (jenis kurma), cuma orang banyak nggak tahu kan. Jadi yang saya (taruh di) display di sini yang familiar,” pungkasnya. (sib)

Safari Ramadan di Narmada, Bupati dan Wabup Ajak Masyarakat Gerakkan Ekonomi Desa

0
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini dan Wabup Hj. Nurul Adha bersama Forkopimda menggelar Safari Ramadan di Desa Badrain, Narmada, Rabu 12 Maret 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini dan Wakil Bupati (Wabup) Hj. Nurul Adha mengajak masyarakat untuk membangun dari desa dengan sama-sama menggerakkan perekonomian di desa. Hal ini disampaikan oleh Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini dalam Safari Ramadan di Masjid Jamalul Anwar Dusun Medugul, Desa Badrain, Kecamatan Narmada, Rabu 12 Maret 2025.

Pada kegiatan Safari Ramadan ini, hadir unsur Forkopimda, yakni Kapolresta Mataram, Dandim 1606 Mataram, Sekda Lobar H. Ilham, para asisten, Kepala OPD, Ketua TPP PKK Lobar, Ketua DWP Lobar, Camat Narmada, Kepala Desa Badrain, Para Kepala Desa wilayah Narmada, dan masyarakat setempat.

“Saya mengajak semua pihak untuk terus bersatu padu dan bergandengan tangan untuk menggerakkan ekonomi dari desa. Hal ini agar desa menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi,” pesannya.

Dikatakan, Sejahtera dari Desa merupakan program unggulannya untuk mencapai visi Lombok Barat Maju, Mandiri dan Berkeadilan. Salah satu yang akan dilaksanakan adalah menggerakkan ekonomi masyarakat desa.

Hal ini tentu selaras dengan program pemerintah pusat yang akan membangun Koperasi Merah Putih di desa-desa di seluruh Indonesia. Koperasi ini nantinya akan menggerakan ekonomi masyarakat dalam ketahanan pangan dan pertanian.

“Program koperasi merah putih ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat desa menjadi produktif dalam hal ketahanan pangan dan pertanian. Karenanya mari kita bersama mendukung program yang menggerakkan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan, Pemkab Lobar akan melaksanakan program yang menggerakkan ekonomi masyarakat desa yaitu melalui program bantuan pinjaman modal tanpa bunga bagi masyarakat desa khususnya UMKM. Tentu ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat desa yang akan mendorong kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa. “Ini salah satu bentuk sejahtera dari desa yaitu melalui kegiatan yang menggerakkan ekonomi masyarakat desa sehingga terwujud kesejahteraan di desa,”tekannya.

Dalam Safari Ramadan ini juga diserahkan bantuan dari Pemda kepada masjid sebesar Rp25 juta, bantuan dari PTAM Giri Menang sebesar Rp5 juta dan bantuan dari Bank NTB Syariah serta dari pihak lainnya.  (her)

Gandeng Bulog, Pemda KLU Gelar GPM Tekan Harga Selama Ramadan

0
Pemda KLU menggelar Gerakan Pangan Murah untuk mencegah lonjakan harga sembako khususnya beras. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggandeng Bulog NTB menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini dijadwalkan di 5 kecamatan yang bertujuan untuk menekan harga sembako selama bulan Ramadan.

GPM dimulai di Lapangan Tioq Tata Tunaq untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Tanjung, pada Kamis 13 Maret 2025. Dilanjutkan dengan GPM di Kantor Camat Pemenang tanggal 17 Maret, Lapangan Gondang Kecamatan Gangga tanggal 18 Maret, Kantor Camat Kayangan tanggal 19 Maret, serta Kantor Camat Bayan tanggal 20 Maret.

Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., saat membuka GPM mengatakan program ini merupakan hajat dan upaya Pemda bersama Bulog untuk menjaga stabilitas harga sembako selama bulan Ramadan. Mengingat substansinya, Bupati menegaskan kegiatan ini akan dilaksanakan berkali-kali sesuai kebutuhan masyarakat.

“Ini salah satu cara kita menjawab tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga akan diadakan menjelang hari-hari besar lainnya,” kata Najmul.

Menurutnya, harga bahan pokok yang dijual dalam GMP akan disesuaikan dengan harga pasar, tetapi dengan adanya subsidi oleh pemerintah daerah, maka masyarakat dapat menebus sembako khususnya beras lebih rendah.

“Subsidi ini diberikan agar harga tetap terjangkau, namun tidak mengganggu kestabilan pasar. Ini juga bagian dari strategi untuk menekan inflasi,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP) KLU, Tresnahadi, S.Pt., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program 99 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati KLU.

“Gerakan Pangan Murah (GPM) akan digelar di lima kecamatan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kami mengundang masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini karena harga bahan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar,” jelasnya.

Pemkab Lombok Utara berharap melalui Pekan Pangan dan Gerakan Pangan Murah, daya beli masyarakat tetap terjaga dan dampak perlambatan ekonomi bisa diminimalkan. (ari)

AMMAN Target Smelter Berproduksi Tahun Ini

0
Bangunan smelter AMMAN(ekbisntb.com/ist)

Taliwang (ekbisntb.com) – Fasilitas smelter tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat ditargetkan mulai berpoduksi tahun 2025 ini.

Pernyataan terkait rencana produksi perdana itu disampaikan oleh Vice President Corporate Communications & Investor Relations AMMAN, Kartika Octaviana. Ia menyampaikan, saat ini keseluruhan konstruksi smelter telah selesai dan sedang dalam tahapan komisioning (uji coba). “Produksi katoda tembaga perdanya kita harapkan bisa di semester pertama tahun ini,” katanya kepada wartawan di Taliwang, Rabu 13 Maret 2025.

Dikatakan Kartika, perusahan sangat berhati-hati dalam menyiapkan operasional smelter. Pada tahap komisioning ini, semua bagian dari peralatan dan fasilitas yang dimiliki smelter diujicoba untuk memastikan seluruhnya telah berfungsi dengan baik.

Selain itu, perusahaan juga terus menyusuri sejumlah isu teknis terhadap smelter. Di mana kata Kartika, setiap isu tersebut diupayakan dicarikan solusi penyelesaiannya.

“Kan ada banyak resiko ya, kejadian (smelter) Gresik misalnya kita mau hindari. Kita ga mau agresif, kita dahulukan keamanannya dulu,” ujar Kartika.

Ia melanjutkan, informasi mengenai perkembangan pembangunan smeter itu sebelumnya telah disampaikan ke pada pemerintah. Baru-baru ini sebut Kartika, Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal bahkan telah turun langsung melihat perkembangan terbaru smelter tersebut. “Pak Gubernur juga sempat bertemu dengan teman-teman di sana (yang bekerja di smelter), ” sebutnya seraya meminta dukungan agar operasional smelter dapat terealisasi sesuai rencana perusahaan.

“Mohon doanya semoga prosesnya lancar sehingga operasional di smelter bisa segera terintegrasi dengan operasional tambang (Batu Hijau),” harap Kartika.

Sebagai informasi Smelter yang di bangun AMMAN ini dirancang untuk memproses 900.000 ton/tahun konsentrat tembaga menjadi 220.000 ton/tahun katoda tembaga dengan kualitas tinggi (LME Grade A). Selain itu, smelter ini juga akan menghasilkan 830.000 ton asam sulfat sebagai produk sampingan.

Selain itu smelter AMMAN ini juga dilengkapi dengan fasilitas pengolahan lumpur anoda (PMR). Fasilitas PMR ini mampu memproses 970 ton lumpur anoda/tahun menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti emas, perak, dan selenium dimana untuk produksi emas olahannya memiliki kadar kemurnian hingga 99,99 persen. (bug)

Lotim, Masuk dalam Sentra Produksi Pangan Terluas di Indonesia

0
Kegiatan panen perbenihan digelar di Kelompok Tani Mentaum II, Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kamis 13 Maret 2025. (ekbisntb.com/rus)

Lombok (ekbisntb.com) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali menunjukkan potensinya sebagai salah satu sentra produksi pangan terluas di Indonesia. Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, menyatakan wilayahnya memiliki areal pertanian yang luas dan produktif.

“Lotim merupakan areal paling luas untuk produksi pangan. Ada lahan tegalan yang bahkan bisa ditanami dua kali dalam setahun, meski banyak petani memilih menanam sekali dan beralih ke palawija,” ujar H. Iron – sapaan akrabnya pada panen perbenihan padi di lahan Kelompok Tani Mentaum II, Desa Montong Baan, Kecamatan Sikur, Kamis 13 Maret 2025. Acara ini juga dihadiri oleh Dandim 1615 Bayu Sigit Dwi Untoro, Direktur PT Agrinas Mandiri, Yos Trioso, dan Plt Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Fathul Kasturi.

Bupati menekankan pentingnya benih padi unggul sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produksi pangan. “Benih yang dipanen ini akan menjadi benih untuk masa tanam berikutnya. Perlakuan panen benih berbeda dengan panen konsumsi, karena benih harus melalui proses seleksi yang ketat,” jelasnya.

Ia juga berharap pembinaan kepada petani terus dilakukan agar pertanian di Lotim bisa lebih modern dan tidak hanya fokus pada padi, tetapi juga jenis tanaman lain.

Lotim memiliki lebih dari 3.000 embung (waduk kecil) yang berfungsi ganda, yaitu untuk irigasi dan budidaya ikan. “Warga yang memiliki lahan 3 hektar, 40 are-nya dijadikan embung. Ini sangat membantu petani dalam mengelola air dan meningkatkan produktivitas pertanian,” tambah Bupati.

Meski Lotim dikenal sebagai penghasil pangan utama, Bupati Haerul mengakui bahwa 14,37 persen dari luas areal sawah di Lotim masih diolah oleh masyarakat miskin. “Ladang miskin ada di petani dan nelayan. Kami berharap pupuk subsidi tetap tersedia karena petani Lotim sangat tergantung pada pupuk subsidi. Tanpa itu, produksi akan turun,” ujarnya.

Ia juga mengkhawatirkan impor beras jika produksi lokal tidak didukung dengan baik. Saat ini, subsidi pupuk hanya mencakup 9 jenis, padahal ada 50 komoditas yang bisa ditanam di Lotim. “Banyak petani yang tidak mendapatkan jatah pupuk subsidi. Ini harus menjadi pertimbangan pemerintah pusat,” tegas Bupati.

Ia menegaskan pembicaraan tentang pangan tidak hanya terbatas pada beras, jagung, dan kedelai, tetapi juga pada semua komoditas yang bisa diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat.

Pada bagian lain, Bupati  juga menyoroti program Masyarakat Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan ke depan. “Program ini akan membutuhkan banyak sayuran. Saya menyarankan agar petani memperbesar pematang sawah untuk menanam cabai dan kedelai hitam,” ujarnya.

Mantan Wakil Bupati Lotim ini mengajak masyarakat untuk kembali ke kearifan lokal dalam mengelola pertanian.

PT Agrinas Mandiri, melalui Direktur Yos Trioso, menyatakan komitmennya untuk mendukung produksi benih padi di Lotim. Agrinas bekerja sama dengan lima penangkar benih di Lotim, masing-masing dengan target luas lahan 100-300 hektar. Benih yang dihasilkan adalah benih unggul yang telah melalui proses sertifikasi.

Benih yang telah bersertifikat akan diberi label biru, menandakan bahwa benih tersebut tidak bisa ditanam lagi dan harus digunakan sebagai benih murni.

Plt Kepala Dinas Pertanian Lotim, Lalu Fathul Kasturi, menambahkan produksi benih bersertifikat di Lotim telah mencapai 5.000 ton, dengan kelebihan produksi yang bisa diekspor ke daerah lain. “Jika penangkar benih di Lotim semakin berdaya, maka potensi ekspansi ke luar daerah sangat besar,” ujarnya.

Menurut Fathul, Lotim mampu memproduksi 5.000 ton benih padi bersertifikat, dengan jenis unggulan Impari 32. Kebutuhan benih di Lotim sendiri hanya 1.500 ton, sehingga terdapat kelebihan produksi yang dapat didistribusikan ke daerah lain. (rus)

Takaran MinyaKita Diduga Disunat, Wawali Minta Segera Dilakukan Tindakan

0
TGH. Mujiburrahman(ekbisntb.com/cem)

Lombok (ekbisntb.com) – Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman prihatin dengan dugaan minyak goreng subsidi merek MinyaKita, takarannya diduga disunat. Kondisi ini akan merugikan konsumen. Pemerintah pusat diminta segera melakukan tindakan tegas. “Kita prihatin dengan kejadian tersebut,” kata Wawali ditemui pada, Kamis 13 Maret 2025.

Wawali berharap pemerintah pusat bisa bergerak cepat untuk mengambil tindakan, supaya masyarakat tetap memiliki kepercayaan terhadap produk yang beredar. Produk bahan pokok harus dipastikan aman dan nyaman untuk dikonsumsi.

Temuan kurangnya takaran pada minyak subsidi tidak boleh terjadi kembali, sehingga perlu ada jaminan dari pemerintah terhadap produk yang beredar di tengah masyarakat. “Harus ada jaminan terhadap barang pokok ini aman dan nyaman,” katanya.

Kasus yang ditemukan Dinas Perdagangan Kota Mataram bersama aparat kepolisian terhadap kekurangan volume minyak goreng subsidi tersebut, dinilai bukan kesalahan dari pedagang. Wawali menegaskan, pedagang tidak mengetahui isian atau volume dari minyak goreng tersebut, melainkan kesalahan murni dari distributor atau perusahaan yang memproduksi barang itu. “Jadi bukan kesalahan pedagang. Murni itu kesalahan dari perusahaan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Dinas Perdagangan Kota Mataram bersama aparat kepolisian menurunkan petugas Kemetrologian untuk mengecek takaran minyak goreng tersebut. Di Toko Hj. Masriah, petugas mengambil sampel minyak goreng subsidi tersebut. Setelah ditimbang menggunakan timbangan digital ditemukan berat  MinyaKita 0,98 mililiter dari berat seharusnya 1 liter. Setelah dikonversi dan dikurangi berat kemasan terdapat kekurangan 5 mililiter. Perusahaan yang mendistribusika minyak goreng subsidi adalah PT. Cipta Perkasa Oleindo.

Petugas bergeser ke Toko Tawan di Pasar Kebon Roek dan menemukan kasus yang sama. Kali ini, perusahaan yang memproduksi adalah PT. Agrapana Wukir Panca. Takaran minyak goreng diduga disunat cukup fantastis. Dari takaran 1 liter hanya berisi 0,84 mililiter. Padahal, batas kesalahan minimal 15 mililiter.

Dinas Perdagangan Kota Mataram telah melaporkan kasus tersebut ke Dinas Perdagangan Provinsi NTB, agar disampaikan ke pemerintah pusat.

Wawali mengimbau masyarakat teliti dan hati-hati membeli produk di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan. Produk yang akan dibeli dicek takaran,kualitas, serta masa kedaluwarsanya agar nyaman dan aman untuk dikonsumsi. (cem)