Tuesday, April 21, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 372

Wamen ESDM Jamin Stok BBM di SPBU Swasta Aman Selama Libur Lebaran

0

Jakarta (ekbisntb.com) – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menjamin stok bahan bakar minyak (BBM) dinstasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta aman selama periode libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H.

“Untuk ketersediaan BBM bagi badan usaha swasta, kami sudah memberikan perizinan untuk impor BBM dalam jangka waktu 3 bulan,” ucap Yuliot ketika ditemui setelah peluncuran Posko Nasional Sektor ESDM Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H di Kantor BPH Migas, Jakarta, Senin.

Yuliot menjelaskan bahwa kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta pada awal tahun diakibatkan oleh kendala dalam proses administrasi.

Akan tetapi, lanjut dia, untuk periode Idul Fitri 1446 Hijriah ini, seharusnya tidak terdapat permasalahan ketersediaan.

“Karena kami juga sudah memberikan izin untuk perpanjangan (impor BBM) selama 3 bulan ke depan kepada badan usaha swasta,” kata Yuliot.

Dengan demikian, Yuliot berharap SPBU swasta juga dapat turut mendukung kelancaran dan ketersediaan energi kepada masyarakat selama periode Hari Raya Idul Fitri.

Memasuki periode mudik Lebaran, Direktur Utama BP-AKR Vanda Laura menyampaikan bahwa BP telah memastikan ketahanan stok BBM.

Pengadaan stok, kata dia, telah diperhitungkan dengan matang untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi.

“Nah, untuk saat ini, kalau misalnya kami lihat dari sisi ketahanan stok, dari pengiriman kami yang terakhir gitu ya, itu sudah mencukupi sampai Lebaran gitu,” kata Vanda.

Ia menambahkan pola konsumsi selama Lebaran kemungkinan akan berbeda di tiap daerah.

Vanda merujuk pada pola konsumsi BBM di Jakarta yang diperkirakan menurun seiring dengan banyaknya masyarakat yang mudik.

“Tetapi, kami rasa untuk yang di luar Jakarta pasti akan meningkat,” ucapnya. (ant)

APJATI NTB Dukung Pemerintah RI Cabut Moratorium Pengiriman PMI ke Arab Saudi

0
H. Edy Sopyan, Ketua APJATI NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) NTB, H. Edy Sopyan, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk mencabut moratorium pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi.

Untuk diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyetujui dicabutnya moratorium pengiriman PMI ke Arab Saudi. Setelah diberlakukan moratorium sejak tahun 2015.

Menurut H. Edy, keputusan ini sangat dinantikan oleh masyarakat, terutama masyarakat NTB yang selama ini banyak memilih bekerja ke Arab Saudi.

“Kami dari APJATI NTB sangat merespons positif dan menunggu pembukaan moratorium ini, karena khususnya bagi masyarakat NTB, minat untuk bekerja di Arab Saudi sangat tinggi, bahkan bisa dibilang lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan negara tujuan lain, termasuk Malaysia,” ujar H. Edy di Mataram, Senin, 17 Maret 2025.

H. Edy juga menjelaskan bahwa banyak warga NTB yang tertarik untuk bekerja di Arab Saudi bukan hanya karena faktor ekonomi, tetapi juga untuk tujuan beribadah (berhaji), mengingat mayoritas penduduk NTB adalah Muslim.

Apalagi keinginan untuk berhaji seringkali terkendala oleh antrean panjang, yang bisa mencapai lebih dari 30 tahun. Oleh karena itu, bekerja di Arab Saudi sebagai PMI dianggap sebagai peluang untuk bisa berhaji lebih cepat, karena dalam kontrak kerja terdapat kewajiban bagi majikan untuk memfasilitasi PMI untuk berhaji di tahun kedua.

Sebagai mantan PMI yang pernah bekerja di Arab Saudi, H. Edy mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut memberikan wawasan mendalam mengenai tantangan dan dinamika yang terjadi di negara penempatan, khususnya terkait masalah tata kelola P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia).

“Saya merasakan bagaimana rasanya menjadi PMI di Saudi Arabia. Memang masih banyak yang perlu dibenahi oleh pemerintah kita, terutama dalam hal pengawasan dan perlindungan terhadap PMI,” tambahnya.

H. Edy menegaskan, meskipun moratorium diberlakukan, keinginan untuk bekerja di Arab Saudi tidak bisa dihalangi, bahkan banyak yang memilih jalur ilegal untuk bisa berangkat ke sana. Hal ini menunjukkan betapa besar kebutuhan masyarakat akan kesempatan bekerja di Arab Saudi.

Selain itu, H. Edy juga menyampaikan keprihatinannya terhadap banyaknya P3MI yang tidak bisa beroperasi akibat moratorium tersebut. Banyak P3MI yang sebelumnya mengirimkan pekerja ke Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, beralih ke negara lain seperti Malaysia, Singapura, atau Hong Kong untuk mencari pasar baru setelah moratorium diberlakukan.

“Kita sangat berharap agar moratorium ini segera dicabut, karena teman-teman P3MI di NTB, yang hampir 50 hingga 60 persen aktif mengirimkan pekerja ke Timur Tengah, merasa sangat terdampak. Banyak yang terpaksa mengalihkan bisnis mereka ke negara lain, karena mereka sudah investasi kantor dan karyawan yang harus tetap bekerja,” jelasnya.

Pada bagian lain, H. Edy juga menyoroti bahwa salah satu masalah besar dalam pengiriman PMI ke Arab Saudi adalah kurangnya keterampilan PMI yang dikirim. Banyak PMI yang tidak dilatih dengan baik sebelum diberangkatkan, yang berujung pada kasus-kasus yang merugikan PMI itu sendiri.

“Majikan di Saudi Arabia mengeluarkan biaya yang sangat tinggi Rp100 juta untuk mendapatkan pekerja. Wajar jika mereka berharap pekerja yang diterima memiliki keterampilan yang memadai. Kalau majikan menerima pekerja tidak punya skill, akhirnya menjadi masalah. Pemerintah harus tegas dalam memastikan bahwa PMI yang dikirim adalah mereka yang sudah memiliki keterampilan sesuai standar, agar kasus-kasus yang merugikan PMI bisa diminimalisir,” tutupnya.

H. Edy menekankan perlunya lembaga pelatihan kerja yang independen dan diawasi oleh pemerintah untuk memastikan kualitas PMI yang diberangkatkan, sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dan tidak terjebak dalam masalah yang merugikan kedua belah pihak.

Untuk itulah, jangan diserahkan pelatihhan kepada lembaga -lmebaga pelatihan kerja yang milik P3MI. Itu sama artinya, pemain sekaligus menjadi wasit. Bagaimana kalau lembaga pelatihan melatih calon PMI hanya beberapa jam saja lalu menerbitkan sertifikat kompetensi sendiri kemudian diberangkatkan. Agar biaya kepada PMI dapat ditekan.

“Tau tau, yang diberangkatkan tidak memiliki skill. Bahkan sekedar mengoperasikan mesin cuci saja tidak bisa. Akibatnya terjadi kasus kepada PMI. Karena itu, lembaga pelatihan kerja luar negeri ini harus diserahkan kepada lembaga independent tersendiri. Dan diawasi oleh pemerintah. Supaya outputnya adalah pekerja-pekerja yang diberangkatkan adalah pekerja dengan skill atau keterampilan yang mempuni ke Timur Tengah. Ini untuk meminimalisir kasus-kasus PMI di timur Tengah. Ini yang pemerintah juga harus perhatikan,” tandasnya.(bul)

Badai Emas Pegadaian, Rayakan Ramadhan dengan Hadiah

0
Badai Emas Pegadaian, Rayakan Ramadhan dengan Hadiah(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar melalui Area Ampenan melaksanakan kegiatan penyerahan hadiah bagi para pemenang Badai Emas Periode 3, Jumat 14 Maret 2025.

Sebanyak 2 hadiah saldo tabungan emas masing-masing 1 gram dan 1 hadiah saldo tabungan emas 1,23 gram diberikan kepada nasabah beruntung, serta 1 hadiah berupa emas batangan Galeri 24 seberat 2 gram dan 1 voucher belanja emas Galeri 24 senilai Rp12.300.000.

Badai Emas Pegadaian, Rayakan Ramadhan dengan Hadiah(ekbisntb.com/ist)

Tidak hanya itu, bagi nasabah Pegadaian Syariah, terdapat hadiah paket umroh untuk tiga orang pemenang, semakin memperkaya pilihan hadiah yang diberikan.

Muhammad Efendi, Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Ampenan, menjelaskan bahwa Badai Emas adalah program undian yang memberikan berbagai hadiah menarik bagi nasabah Pegadaian. “Badai Emas ini adalah bentuk apresiasi kami kepada nasabah yang telah setia menggunakan layanan Pegadaian. Program ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas nasabah dan kesadaran mereka terhadap produk Pegadaian,” ungkap Efendi.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan penghargaan, tetapi juga untuk memupuk kedekatan antara Pegadaian dan nasabah.

“Alhamdulillah, kami melihat para pemenang sangat senang dengan hadiah yang mereka terima. Apalagi di bulan Ramadhan, momen ini tentu sangat berharga,” kata Efendi, setelah menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Festival ini, menurut Efendi, juga sejalan dengan tema “Mengemaskan Indonesia, Serba Emas”, yang sekaligus merayakan ulang tahun Pegadaian yang ke-123.

Salah satu pemenang Badai Emas, Yulia Hidayati, nasabah dari unit Pegadaian Cabang Pagesangan, Kota Mataram, menyatakan kebahagiaannya.

“Saya sangat bersyukur dan terkejut bisa memenangkan hadiah ini. Acara ini sangat menginspirasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperkuat hubungan antara Pegadaian, nasabah, dan masyarakat,” ungkap Yulia penuh semangat.

Selain program Badai Emas, festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik, seperti booth Sembako Murah, bazar UMKM, dan lomba hafalan ayat pendek untuk anak-anak. Booth Sembako Murah Pegadaian menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati, dengan 100 paket sembako murah setiap harinya yang selalu habis sebelum berbuka puasa.

Festival Ramadhan ini sukses tidak hanya sebagai ajang apresiasi bagi nasabah setia, tetapi juga sebagai bentuk komitmen Pegadaian dalam memberikan manfaat lebih bagi masyarakat. Dengan semangat berbagi dan inovasi, acara ini diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan hubungan baik antara Pegadaian, nasabah, dan masyarakat. (r/*)

Gubernur dan IHGMA Berinisiatif Bentuk Destinasi Pariwisata Terpadu di NTB

0
Acara buka bersama IHGMA dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Jumat malam 14 Maret 2025. Dalam pertemuan tersebut Gubernur dan IHGMA berinisiatif membentuk destinasi pariwisata terpadu di NTB.(ekbisntb.com/ist)

PEMPROV NTB bersama Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) berinisiatif membentuk integrated tourism destination atau destinasi pariwisata terpadu untuk memperkuat seluruh destinasi wisata di NTB.

Destinasi pariwisata terpadu adalah konsep pengembangan destinasi wisata yang mencakup berbagai elemen pariwisata secara menyeluruh dalam satu kawasan. Destinasi ini dirancang agar memiliki infrastruktur, fasilitas, dan layanan yang saling terintegrasi untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman dan berkelanjutan bagi pengunjung.

Ketua IHGMA NTB Lalu Kusnawan mengatakan integrated tourism destination ini juga diharapkan menjadi pilot project untuk destinasi lain di luar tiga Gili (Air, Meno, Trawangan).

“Kita juga akan bangun ke pulau Sumbawa. Konsep pariwisata berintegrasi berbasis data. Termasuk data jumlah kunjungan,” kata Kusnawan dalam acara buka bersama IHGMA dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Jumat malam 14 Maret 2025.

Kata Kusnawan, konsep integrated tourism destination bakal mencatat seluruh pengunjung  menggunakan aplikasi secara digital dengan mencatat pengunjung by name by country.

“Saya kira ini sangat berguna bagi stakeholder. Nanti dengan provinsi kita akan duduk bareng lagi. Kami dari industri bersedia support potensi dan bantu program pemerintah,” ujarnya.

Minimnya data kunjungan pariwisata ke NTB Kusnawan melanjutkan juga berdampak pada sektor lain. Minimnya data kunjungan di masing-masing industri pariwisata jelas berdampak pada sistem promosi.

“Ini yang akan kita bentuk menjadi acuan program jangka pendek, menengah dan panjang. Ini akan bantu pemerintah ketika ada investor datang untuk investasi di NTB.

Gubernur NTB H. Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dalam kesempatan ini menegaskan bahwa sektor pariwisata di NTB kini tidak hanya berbicara soal destinasi, tetapi juga tentang penguatan ekosistem yang berkelanjutan.

Gubernur menekankan bahwa pariwisata modern harus melibatkan berbagai elemen, mulai dari infrastruktur, layanan, hingga keterlibatan masyarakat lokal.

“Tourism di NTB bukan lagi soal destinasi tapi soal ekosistem. Jadi kemana pun orang pergi di NTB ini orang berasa berada di tujuan wisata. Kita harus membangun ekosistem yang solid, mulai dari aksesibilitas, fasilitas, hingga kesiapan SDM. Jika semua elemen ini terintegrasi dengan baik, maka NTB akan menjadi destinasi unggulan yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki ini.

Ia juga menyampaikan ke depan NTB membutuhkan pembangunan interkonektivitas untuk menyelesaikan persoalan ketidak sinambungan masing-masing destinasi yang mengakibatkan destinasi baru mematikan destinasi lama.

“Jadi Tete Batu tidak nyambung dengan Mandalika, Mandalika tidak nyambung dengan Gili. Semua dis-connect akhirnya setiap tumbuh destinasi baru destinasi lama mati, sehingga sekarang kita akan fokus dalam membangun interconnectivity,” tambahnya.

Pada semester kedua tahun ini, Pemprov NTB akan mulai menerapkan MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions). “Kita akan mulai MICE, saya sudah mulai keliling di semester kedua, Insya Allah,” imbuhnya.

Selain itu, banyak hal yang ingin dibenahi, salah satunya peran penting sektor perhotelan dalam mendukung pariwisata NTB. Menurutnya, hotel bukan hanya tempat menginap, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata yang harus memberikan kenyamanan dan kesan mendalam bagi wisatawan.

“Banyak hal yang ingin kita benahi, tetapi selama okupansi tidak naik, baik hotel dan penerbangan akan kesulitan untuk tumbuh sehingga di tahap awal itu yang coba kita lakukan, supaya ada tenaga untuk tumbuh,” kata Iqbal.

Ketua Umum IHGMA Indonesia, Dr. I Gede Arya Pering Arimbawa menyambut baik gagasan tersebut dan menyatakan kesiapan asosiasi dalam bersinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan standar layanan dan menciptakan inovasi dalam industri perhotelan.

“Kami siap berkolaborasi membangun ekosistem pariwisata yang lebih kuat,”ungkapnya.

Selain berbicara tentang strategi pariwisata, acara bukber ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan para pelaku industri pariwisata.(bul) 

BSI Mataram Majapahit dan DMI Berbagi Keberkahan Ramadan untuk Yatim dan Dhuafa

0
Kurniawan, Branch Manager Bank BSI Mataram Majapahit dalam kegiatan Berbagi Keberkahan Ramadan untuk Anak Yatim dan Dhuafa bersama DMI NTB (ekbisntb.com/ist)

MENGISI pertengahan Ramadan 1446H/2025 ini, Bank BSI Mataram Majapahit kembali melakukan aksi sosial Peduli Dhuafa, bekerjasama dengan Dewan Masjid Indonesia ( DMI ) Wilayah NTB.

Dilaksanakan di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Nusa Tenggara Barat, Minggu (16/3), kegiatan yang dilaksanakan berupa santunan kepada anak yatim, takjil buka puasa, THR anak yatim dan dhuafa, dan paket lebaran dhuafa yang bekerjasama dengan BSI Maslahat.

DMI NTB menghadirkan anak yatim, fakir miskin, marbot masjid, lansia, penyandang disabilitas, guru ngaji dan guru honorer dan pihak panitia menyediakan 800 paket donasi.

Kurniawan, Branch Manager Bank BSI Mataram Majapahit menyampaikan aksi sosial berbagi dengan dhuafa ini merupakan bagian kegiatan Ramadan yang dilakukan oleh managemen Bank BSI di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bank BSI berbagi dengan para dhuafa. Bank BSI juga sangat mengapresiasi kegiatan yang telah di selenggarakan oleh DMI NTB ini,  karena sejalan dengan platform BSI sebagai sahabat sosial, spiritual dan finansial yang menemani  kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

Tahun ini Bank BSI mengangkat tema ” Ramadhan berbagi semua jadi Mudah”, sejalan dengan platform digital BYOND by BSI.

Kurniawan menambahkan, pada momentum Ramadan tahun 2025 ini, BSI mengelurkan program Promo BYOND by BSI berbagi Alquran ke sesama, program ini berupa partisipasi sedekah alquran bagi nasabah yang melakukan aktivasi dan minimal 1x transaksi zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) melalui BYOND by BSI.(bul)

Jumat Berkah, BPJamsostek NTB Berbagi Takjil kepada Pengendara

0
Momentum jumat berkah di bulan Ramadan, BPJamsostek NTB berbagi takjil kepada pengendara. (ekbisntb.com/ist)

MOMENTUM bulan suci Ramadan turut dimanfaatkan oleh BPJS Ketenagakerjaan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk berbagi kepada sesama. Menjelang waktu berbuka puasa, keluarga besar badan yang kini dipanggil BPJamsostek tersebut menggelar kegiatan berbagi takjil persis di depan Kantor BPJamsostek Nusa Tenggara Barat Jl. Langko No 15 Mataram, Jumat, 14 Maret 2025.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Pps. Kepala Kantor Cabang BPJamsostek NTB, Oktiana Triperani Sukmana, yang turut membagikan takjil kepada pengendara maupun masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, wanita yang akrab disapa Pera ini menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil adalah wujud kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat sekitar serta bagian dari kegiatan Employee Volunteering yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan suci ini, terutama kepada pengendara dan masyarakat sekitar yang mungkin belum sempat menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Semoga takjil yang kami bagikan dapat bermanfaat dan membawa berkah” ungkap Pera.

Ia berharap kegiatan ini tidak hanya membawa manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi ladang amal bagi semua. Semangat berbagi ini juga sejalan dengan nilai-nilai institusi yang terus kita jaga.

Para pengendara yang menerima takjil tampak antusias dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan untuk menebar kebaikan kepada sesama.(bul/*)

Bank Dinar dan MIM Foundation Ajak Anak Yatim Berbelanja Kebutuhan Lebaran di LEM

0
Bank Dinar dan MIM Foundation saat mengajak anak yatim berbelanja kebutuhan lebaran di LEM. (ekbisntb.com/ist)

BANK Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Dinar Ashri atau Bank Dinar dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Metro Insan Mulia (MIM) Foundation mengajak sebanyak 150 anak yatim yang ada di Pulau Lombok dalam program Belanja Bersama Yatim di Lombok Epicentrum Mall (LEM) pada hari Jum’at 14 Maret 2025.

Direktur Kepatuhan Bank Dinar, Zaki Zamani menyampaikan, program belanja bersama yatim merupakan program tahunan yang dinisiasi oleh Bank Dinar di bulan Ramadan bekerjasama dengan MIM Foundation.

“Pada Ramadan tahun lalu ada 120 anak yatim yang kami ajak untuk berbelanja di Lombok Epicentrum Mall dan tahun ini bertambah menjadi 150 anak yatim,” ujarnya.

“Memuliakan anak yatim balasannya adalah Surga. Seperti yang sudah kita tahu dalam hadist, Aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim di Surga” imbuh Zaki.

Ketua LAZ dan Badan Wakaf MIM Foundation, M. Romi Saefudin menerangkan anak-anak yatim yang diajak berbelanja kebutuhan lebaran di LEM adalah anak-anak yang berasal dari Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

“Total ada 150 anak yatim yang kami ajak untuk ikut dalam program belanja bersama yatim. Harapan kami kedepan, akan lebih banyak lagi anak yatim yang bisa kami belanjakan baju lebaran,” ujarnya.

Selain anak yatim, MIM Foundation juga mengundang keluarga anak-anak yatim sebagai pendamping untuk ikut terlibat dan menyaksikan langsung anak-anak yatim berbelanja.

Sri, salah satu keluarga dan pendamping menyampaikan, anak-anak yatim ini sangat berterima kasih kepada Bank Dinar dan nasabahnya, serta MIM Foundation  yang sudah memberikan kesempatan mereka untuk bisa berbelanja di LEM.

“Mereka belum pernah sebahagia ini karena orang tua mereka belum bisa membelikan kebutuhan lebaran. Semoga Bank Dinar selalu jaya, dapat terus membantu lebih banyak anak-anak yatim. Sekali lagi terima kasih Bank Dinar dan MIM Foundation,” tutup Sri.(r/bul)

Pesanggrahan Timba Nuh, Aset Destinasi Wisata Bersejarah yang Masih Asal-asalan

0
Pesanggrahan Timba Nuh Desa Timba Nuh Kecamatan Pringgasela yang butuh sentuhan pemerintah(ekbisntb.com/rus)

Pesanggrahan Timba Nuh yang berada di Desa Timba Nuh, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan salah satu peninggalan sejarah. Lokasi ini berada di ketinggian sekitar 615 meter di atas permukaan laut (MDPL). Tempat itu lama menjadi salah satu destinasi wisata. Akan tetapi, penataannya masih agak asal dilakukan pemerintah.

Ungkapan ini dikemukakan Kepala Desa Timba Nuh, Muhammad Ilham saat ditemui di Pesanggrahan, Sabtu 15 Maret 2025 lalu.

Diakuinya, ada bangunan tua peninggalan Belanda dan bahkan pernah diduduki Jepang terlihat tak pernah disentuh. Sisi lainnya, sejumlah bangunan-bangunan kecil lainnya ada yang dibangun.

“Kita heran kenapa tidak bangunan lama ini yang ditata,” ucapnya. Terlihat bangunan tua itu sudah mulai rusak.

Satu hal lagi yang menjadi ciri khas Pesanggrahan Timba Nuh ini katanya adalah keberadaan pohon leci. Pohon tua ini juga kini sudah banyak yang punah. Tidak pernah tersentuh pemeliharaan. Hal ini jelas sangat disayangkan.

Selanjutnya menurut Kades, harusnya ada aula besar agar bisa juga lokasi ini menjadi tempat wisata pertemuan. Harapannya ke depan, Pesanggrahan ini menjadi tempat pusat informasi wisata Timba Nuh.

Desa Wisata Timba Nuh meruoakan salah satu tempat wisata yang memiliki destinasi wisata yang cukup lengkap. Timba Nuh merupakan salah satu jalur pendakian resmi ke Gunung Rinjani. Ada banyak air terjun yang bisa dinikmati tak jauh dari Timba Nuh.

Wisata andalan di Timba Nuh adalah camping ground. Desa wisata yang sejuk ini dikatakan tak kalah dengan Sembalun. Bahkan dikatakan apa yang dilihat di Sembalun semua bisa dinikmati di Timba Nuh. Sebaliknya, banyak yang ada di Timba Nuh ini tidak bisa ditemukan di Sembalun.

Hanya saja soal penataan ini diakui masih perlu banyak belajar lagi. Pesanggrahan Timba Nuh coba akan ditata terlebih dulu setelah mendapat restu dari pemerintah daerah Kabupaten Lotim. “Kita tidak bicara retribusi dulu, tapi kita coba tata dan jaga kebersihannya dulu,” imbuhnya.

Wakil Bupati Lotim H. Edwin Hadiwijaya yang ditemui di tempat yang sama turut menyoal kondisi Pesanggrahan Timba Nuh ini. Dilihatnya justru ada beberapa bangunan baru. Sedangkan bangunan lama seperti terlihat tak tersentuh.

Guna menjaga bukti sejarah Pesanggrahan ini, Wabup terus akan bangun komunikasi dengan Kepala Desa. Diakui, Pesanggrahan ini tidak pernah dapat sentuhan dari pemerintah. Bangunan yang didirikan hanya sporadis dilakukan.

Wabup mengatakan terhitung sejak tanggal 31 Desember 2024 lalu pengelolaan Pesanggrahan Timba Nuh ini diserahkan ke Karang Taruna Desa Timba Nuh. Sebelumnya pernah juga dikelola pihak ketiga. Tapi tidak dilanjutkan dan berakhir 31 Desember 2024.

Karang Taruna Timba Nuh diharapkan dapat menjaga dan mengelola Pesangrahan lebih baik. Karena menjadi pemuda setempat, maka diyakini akan memiliki rasa kepemilikan yang tinggi untuk menjaganya. Kaeang Taruna diminta lebih serius mengembangkan tempat tersebut sebagai tempat wisata. “Alhamdulillah kerja Karang Taruna ini dikawal oleh kepala Desa,” ucapnya.

Ketua Karang Taruna Timba Nuh, Wahidan menjelaskan sudah menyiapkan beberapa kegiatan untuk memancing minat kunjungan wisata ke Pesanggrahan. Ada agenda mingguan, bulanan dan tahunan yang telah dirancang semenarik mungkin sehingga bisa dinikmati oleh pengunjung.

“Rencana ada kegiatan sparing lomba gasing, lomba kecial, presean mingguan karena kita memiliki areal cukup luas,” ucapnya. Luas kawasan Pesanggrahan Timba Nuh sekitar 80 are yang bisa dimanfaatkan pengelola untuk menggelar berbagai kegiatan.

Semenjak mendapat kewenangan mengelola, diakui Karang Taruna ini belum bisa berbuat banyak. Mengenai jumlah kunjungan, sebelum puasa rata-rata 100 orang datang ke Pesanggrahan. Memasuki puasa rata-rata 50. Karcis masuk Rp 5 ribu dan parkir dikenakan Rp 2 ribu dan roda empat Rp 5 ribu.

Untuk pengembangan ke depan dibutuhkan katanya kolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk dengan pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Diakui juga, pengalaman dalam menata objek wisata masih minim sehingga perlu pembelajaran dari pihak lain termasuk dengan oemuda-pemuda kreatif lainnya di wilayah kecamatan Pringgasela.

Diketahui dari bukti sejarah, rumah yang ada di Pesanggrahan Timba Nuh dibangun oleh Kolonial Belanda tahun 1932. Jauh sebelum Indonesia merdeka.

Keberadaan rumah tersebut menjadi salah satu jejak kolonialisme di Gumi Lombok. Belanda datang ke Lombok pertama kali pada tanggal 5 Juli 1894 di bawah pimpinan Jenderal Vetter dan Residen Dannenbargh.

Bangunan rumah Belanda ini berdiri di atas tanah seluas 9 are. Sejak didirikan, suasana bangunan itu sangat eksklusif. Tidak ada satu pun warga pribumi yang bisa masuk maupun hanya sekedar mendekati bangunan tersebut. Jepang kemudian datang tahun 1942 dan menduduki Pesanggrahan tersebut.

Namun Jepang tak bertahan lama sejak tahun 1945 Indonesia resmi merdeka. Barulah tempat itu dapat dimasuki oleh masyarakat setempat.

Lokasi destinasi wisata Pesanggrahan ini terbilang cukup strategis tempatnya. Selain  bisa menikmati Rinjani,  pengunjung bisa melihat indahnya permukiman warga Pulau Lombok. Terlihat juga pulau-pulau kecil yang berada perairan Selat Alas. (rus)

Pengusaha Diminta Taat Aturan, Sejumlah Hiburan Malam Diduga Langgar Jam Operasional

0
Hiburan malam di Senggigi masih melanggar jam operasional selama Ramadan. Pemerintah meminta pengusaha hiburan malam taat aturan. (ekbisntb.com/ist)

DPRD Lombok Barat (Lobar) melakukan Inspeksi mendadak (sidak) bersama tim patroli gabungan dari Satpol PP, Kecamatan dan pihak terkait lainnya, mengenai imbauan jam opersional hiburan malam di kawasan wisata Senggigi. Ditemukan masih ada yang melanggar jam operasional selama Ramadan.

Dalam imbauan di surat edaran itu, selama bulan Ramadan para pengusaha tempat hiburan malam, baik itu tempat karaoke, kafe dan biliar, diminta untuk mulai beroperasi pada pukul 22.00 Wita hingga pukul 00 Wita. Sedangkan untuk operasional spa, diimbau untuk mulai dari pukul 21.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita.

“Dalam pelaksanaan sidak akhir pekan kemarin, kami masih menemukan beberapa tempat hiburan malam, yang belum melaksanakan imbauan itu,” ungkap Wakil Ketua Komisi I DPRD Lobar, Hendra Hariyanto, saat dikonfirmasi pekan, kemarin.

Dikatakan, masih ada tempat hiburan yang beroperasi melebihi batas waktu imbauan yang telah disampaikan Pemda Lobar pada surat edaran yang telah diberikan kepada seluruh peengusaha hiburan malam. “Masih ada yang menyediakan kegiatan hiburan malam sampai batas waktu yang ditentukan. Di lapangan kami masih menemukan pelaksanaannya masih sampai jam setengah 1 dan jam 1 dini hari,” bebernya.

Kendati saat ini, belum ada sanksi yang diberikan, melainkan hanya teguran. Namun pihaknya meminta kepada para pengusaha tempat hiburan malam di Senggigi bisa patuh dan menjalankan imbauan tersebut. Guna bersama-sama menjagaa kondusivitas agar tak mengganggu masyarakat di kawasan wisata tersebut, selama bulan Ramadan.

“Kami minta agar manajemen tempat hiburan menjalankan imbauan itu. Dalam rangka kita bersama-sama menghormati datangnya bulan suci Ramadan. Memupuk tolerasi dan menjaga keamanan, ketertiban selama puasa ini,” tegasnya.

Di samping itu, pihaknya mewakili DPRD Lobar mengapresiasi upaya Pemda Lobar untuk memberikan imbauan dalam rangka menjaga kondusivitas dan toleransi selama bulan Ramadan ini. Begitu pun bagi para pengusaha tempat hiburan yang telah taat menjalankan imbauan yang dikeluarkan Pemda Lobar tersebut.

“Kami juga apresiasi para pengusaha karena telah melaksanakan imbauan. Bagi yang belum melaksanakan imbauan sesuai jadwal, kita berharap agar setelah ini, bisa beroperasi sesuai imbauan yang telah disampaikan Pemerintah Daerah ,” pungkas politisi PKB asal Narmada ini.(her)

Bupati Lobar akan Libatkan Ahli, Kaji Pengembangan Klaster Tambang dan Pariwisata Sekotong

0
H. Lalu Ahmad Zaini(ekbisntb.com/ist)

Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini berencana melakukan penataan wilayah kawasan Sekotong yang memiliki dua potensi besar yaitu pariwisata dan tambang. Bupati akan melibatkan tim ahli untuk penataan dan pengembangan pembagian klaster tambang dan pariwisata ini.

Hal ini disampaikan Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Baital Abror, Dusun Pengawisan, Desa Persiapan Pesisir Mas, Kecamatan Sekotong, Sabtu 15 Maret 2025. Hadir mendampingi bupati, Wakil Bupati Lobar Hj. Nurul Adha. Hadir juga Wakil Ketua DPRD Abu Bakar Abdullah, Forkopimda, Sekda Lobar H.Ilham, para Asisten, kepala OPD, Camat, Ketua Baznas, Ketua TP PKK Lobar, Plt Dirut PTAM Giri Menang, Ketua DWP Lobar, Kepala Desa dan masyarakat Pengawisan.

Bupati mengatakan wilayah Sekotong memiliki potensi alam yang luar biasa. Mulai dari potensi pertambangan dan potensi pariwisata dengan keindahan alam yang fantastis. Potensi potensi ini harus dikelola dengan baik dan maksimal agar dapat mensejahterakan masyarakat Lombok Barat khususnya Sekotong. Pemerintah daerah akan membagi klaster, zona wilayah pertambangan dan zona wilayah pariwisata. Hal ini nantinya akan dilakukan pengkajian mendalam oleh para ahli.

Termasuk bagiamana penanganan tambang ilegal yang ada di daerah tersebut. Pihaknya akan melakukan kajian mendalam agar bagaimana menjadikannya legal, tentunya dengan tetap mengacu pada peraturan perundang undangan yang berlaku. Selain itu untuk menuju ke arah itu perlu adanya kajian mendalam terkait perizinan dari kementerian agar tidak menimbulkan masalah.

“Segala potensi yang ada akan dikelola dengan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Lobar khususnya Sekotong. Nantinya akan dibagi klaster tambang dan klaster pariwisata tentunya dengan kajian mendalam,” tekannya.

Bupati mengatakan dirinya bersama Wabup terus berkomitmen melakukan percepatan pembangunan. Ia mengajak semua jajarannya untuk berlari cepat. Hal ini diperlukan agar ada perubahan mendasar di Lobar dan masyarakat menjadi sejahtera.

“Mari kita bersatu dan bergandengan tangan untuk bersama sama melakukan Perubahan agar cita cita pembangunan dapat terwujud yaitu Lombok Barat maju, mandiri dan Berkeadilan. Supaya program sejahtera dari desa dapat kita wujudkan,”ujarnya. (her)