Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 352

Musim Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Kawasan The Mandalika Dekati The Nusa Dua

0
Kunjungan wisatawan ke kawasan The Mandalika selama libur Lebaran kemarin tercatat cukup ramai. Di mana selama dua pekan periode libur lebaran sebanyak 59 ribu lebih wisatawan berkunjung ke kawasan The Mandalika. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Angka kunjungan wisatawan ke kawasan The Mandalika perlahan terus bergerak naik. Termasuk pada musim libur Lebaran 2025 kemarin, kunjungan wisatawan ke kawasan yang ada di Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) tersebut kian mendekati angka kunjungan wisatawan ke kawasan The Nusa Dua Bali yang sama-sama dikelola Injourney Tourism Development Corporation (ITDC).

Selama periode libur Lebaran mulai tanggal 24 Maret hingga 7 April 2025 kemarin, kawasan The Mandalika dikunjungi sebanyak 59.275 orang wisatawan. Angka tersebut mendekati tapi masih di bawah angka kunjungan wisatawan ke kawasan The Nusa Dua, Bali sebanyak 75.174 wisatawan pada periode yang sama.

Dengan tingkat okupansi hotel di kawasan The Mandalika sebesar 42,39 persen. Di atas target yang diperkirakan sebelumnya sebesar 32 persen. Sementara kawasan The Nusa Dua mencatatkan okupansi hotel di angka 72,93 persen.

“Peningkatan angka kunjungan wisatawan tersebut khususnya di kawasan The Mandalika mencerminkan tren pertumbuhan positif bagi kawasan The Mandalika sebagai salah satu destinasi wisatawa unggulan,” terang Direktur Operasi ITDC Wenda R. Nabiel, dalam keterangannya, Kamis 10 April 2025.

Keberadaan Sirkuit Mandalika serta keindahan alam dan pantai yang ada menjadi daya tarik tersendiri bagi kawasan The Mandalika, sehingga banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang mau datang dan berkunjung ke kawasan The Mandalika.

“Selain The Mandalika dan The Nusa Dua, kita juga punya kawasan The Golo Mori, NTT yang pada periode yang sama dikunjungi sebanyak 1.479 wisatawan. Kawasan ini juga menunjukkan potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya lokal yang menarik minat wisatawan dari berbagai negara,” ujarnya.

Lebih lanjut Wenda menambahkan, peningkatan kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel di kawasan-kawasan pariwisata yang dikelola ITDC tersebut, menjadi indikator positif bagi pemulihan sektor pariwisata nasional. Sekaligus menunjukkan kalau ketiga kawasan tersebut semakin dipercaya sebagai destinasi unggulan yang mampu menawarkan pengalaman berlibur yang aman, nyaman, dan berkesan bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

“Secara keseluruhan, kawasan-kawasan pariwisata ITDC menunjukkan pertumbuhan yang positif. Dengan terus meningkatkan fasilitas dan pelayanan, diharapkan ke depannya kunjungan wisatawan dan tingkat okupansi hotel di kawasan yang dikelola ini ITDC akan semakin meningkat. Pada akhirnya bisa  memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan industri pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Semua itu, tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Pihaknya pun secara khusus memberikan apresiasi atas dukungan para pemangku kepentingan. Termasuk pemerintah daerah, pelaku industri hingga masyarakat lokal yang turut berkontribusi menjaga kesiapan kawasan selama periode libur Lebaran kemarin.

Ke depan, ITDC berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas layanan, infrastruktur serta kolaborasi lintas sektor. Guna menjadikan kawasan pariwisata tersebut sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. “Harap kami angka-angka ini menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Indonesia secara keseluruhan,” tegas Wenda (kir)

Peredaran Minyakita Tidak Sesuai Takaran di Mataram Mulai Hilang

0
Aktivitas pedagang minyak goreng di Pasar Kebon Roek Kota Mataram(ekbisntb.com/ant)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Perdagangan Kota Mataram, menyebutkan peredaran minyak goreng merek Minyakita yang volumenya tidak sesuai dengan takaran yang tertera sebesar satu liter, sudah mulai menghilang di pasar tradisional.

“Hasil survei kami di pasar tradisional Kebon Roek, tempat ditemukan Minyakita tidak sesuai takaran, kini sudah tidak ada lagi. Minyakita tidak sesuai volume terkesan mulai menghilang dari pasaran,” kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Kamis.

Disdag Kota Mataram telah melakukan survei harga kebutuhan pokok sekaligus melihat peredaran Minyakita tidak sesuai volumenya dengan takaran yang tertera satu liter, yang telah dilakukan pengujian langsung pada 11 Maret 2025.

Dalam kegiatan sidak sebulan lalu itu, Disdag Kota Mataram bersama dengan tim dari Bidang Metrologi menemukan takaran Minyakita bertuliskan satu liter tetapi kenyataannya ada yang 700 mililiter, 750 mililiter, 800 mililiter, 820 mililiter dan 980 mililiter dari tiga perusahaan berbeda.

“Bahkan ada yang satu perusahaan, tapi takaran berbeda,” katanya.

Menurut Sri, dengan menghilangnya peredaran Minyakita yang tidak sesuai dengan takaran tersebut, menjadi satu indikasi tindakan yang diambil Disdag dengan pengecekan langsung di pasar memberikan dampak positif bagi pedagang maupun konsumen.

Langkah itu dapat menjadi wadah sosialisasi sekaligus edukasi kepada pedagang dan masyarakat, sehingga masyarakat tahu mana merek Minyakita yang benar-benar riil mengisi sesuai takaran dan nama yang tidak sesuai.

“Setelah tahu, pedagang tentu tidak mau jual lagi karena konsumen juga tidak mau membeli,” katanya.

Sementara terkait dengan tindak lanjut laporan hasil temuan yang telah diserahkan ke Dinas Perdagangan Provinsi NTB, katanya, sejauh ini belum ada tindak lanjut.

“Minggu-minggu ini kami segera cari tahu lagi, apakah provinsi sudah bersurat ke pemerintah pusat atau belum terkait hasil laporan kami itu,” katanya.

Sri menambahkan, khusus MinyaKita yang dijual dalam setiap kegiatan pasar rakyat dan operasi pasar murah (OPM) sudah sesuai takaran karena dikeluarkan oleh perusahaan yang memang ditunjuk pemerintah. (ant)

Pemprov NTB Fokus Awasi 200 Lebih IUP Galian

0
Iwan Setiawan (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memfokuskan pengawasan terhadap lebih dari 200 Izin Usaha Pertambangan (IUP) galian C atau izin batuan yang tersebar di seluruh wilayah NTB. Fokus ini dilakukan menyusul perubahan kebijakan nasional yang menarik kewenangan pengawasan tambang logam dari daerah ke pemerintah pusat.

Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2022, pemerintah provinsi hanya memiliki kewenangan pengawasan terhadap pertambangan non-logam dan batuan, termasuk galian C.

“Untuk galian C, kita masih bisa melakukan pemantauan dan pengawasan bersama inspektur tambang yang ada di sini,” ujar Iwan, Rabu 9 April 2025.

Ia menambahkan, sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, seluruh kewenangan terkait pertambangan logam seperti emas, tembaga, mangan, dan pasir besi resmi dialihkan ke pemerintah pusat. Meski demikian, Dinas ESDM NTB masih memiliki data perusahaan tambang logam yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Semua data pengawasan tambang logam sudah kami serahkan ke pusat,” imbuhnya.

Meski kewenangan pengawasan tambang logam berpindah, Iwan memastikan bahwa kontribusi sektor pertambangan terhadap pendapatan daerah tetap berjalan. Penerimaan tersebut berasal dari Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), dividen, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seperti iuran tetap dan royalti.

Ia juga menyebut adanya potensi tambahan pendapatan daerah dari keuntungan bersih perusahaan tambang. Untuk pembagian royalti, Iwan menjelaskan bahwa 4 persen disetor ke pemerintah pusat, sementara 6 persen menjadi bagian daerah. Dari jumlah tersebut, 2,5 persen dialokasikan ke daerah penghasil, 1,5 persen untuk provinsi, dan 2 persen untuk kabupaten/kota lain di luar daerah penghasil.

Saat ini, Dinas ESDM NTB tengah mengoptimalkan pengawasan terhadap aktivitas galian C. Potensi pendapatan dari sektor ini dinilai cukup besar. Iwan mencontohkan, di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat saja, potensi penerimaan daerah dari galian C dapat mencapai Rp2 hingga Rp4 miliar.

“Melalui alokasi 2,5 persen dari pajak galian C sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, diharapkan biaya pengawasan dan penertiban tambang dapat ditingkatkan,” katanya.

Koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) juga akan diperkuat untuk menertibkan kegiatan tambang ilegal di seluruh wilayah NTB. (bul)

Eksportir Tuna ke AS Harus Diberikan Relaksasi

0
Muslim (ekbisntb.com/ris)

Lombok (ekbisntb.com) – Meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangguhkan kenaikan tarif resiprokal selama 90 hari untuk puluhan negara, termasuk Indonesia membuat usaha yang ada di NTB terkena imbasnya. Salah satunya adalah PT. High Point Fisheries yang mengekspor ikan tuna beku ke AS.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut) Provinsi NTB Muslim, ST., MSi., mengakui, perusahaan yang berbasis di Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur tersebut terdampak masalah harga, sehingga berpengaruh terhadap pendapatan perusahaan.

Dalam hal ini, ujarnya, terhadap perusahaan yang langsung mengirim produk ikan tuna beku ke AS ini mesti mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. ‘’Kita harus mendekati pemerintah pusat. Di tengah kondisi seperti ini harusnya pemerintah pusat memberikan relaksasi kepada pelaku usaha penangkapan ikan skala kecil,’’ ujarnya pada Suara NTB di sela-sela mengikuti uji kompetensi dan job fit di Badan Kepegawaian Daerah NTB, Kamis 10 April 2025.

Diakuinya untuk operasional perusahaan ini dalam menangkap ikan tidaklah kecil, apalagi harus menggunakan satelit dari Rp500 ribu hingga Rp6 juta yang juga harus disewa per bulannya, pengeluaran perusahaan menjadi tidak menentu. Apalagi jika nanti kebijakan tarif resiprokal diterapkan oleh pemerintahan Donald Trump.

 ‘’Harus ada insentif investasi ataupun relaksasi lah.  Yang terbebani ini kan bukan pemerintah, tapi pelaku usaha. Harusnya pemerintah itu kan memberikan opsi yang meringankan bagi mereka di tengah himpitan harga tarif pajak yang tinggi,’’ ungkapnya.

Selama ini, tambahnya, pengusaha ikan tuna langsung membayar Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) setelah produksi 5% atau sesuai ukuran kapal yang dipergunakan dalam menangkap ikan. ‘’Mungkin sementara dikasih relaksasi dulu. Ndak usah dipaksakan supaya sama-sama hidup lagi saya kira itu sebagai perjuangan kita di daerah,’’ ujarnya.

Dampak bagi pekerja, tambahnya, kemungkinan perusahaan akan melakukan perampingan struktur manajemen internal. Namun, para eksportir atau pelaku usaha sudah menyiapkan mitigasi apa yang akan dilakukan ke depan dengan mencari segmen pasar negara lain agar usaha tetap bisa bertahan.  (ham)

Rupiah Terkapar, Penukaran Dolar dan Euro Jadi Primadona di NTB

0
Warga Sedang menukarkan uang di PT. Tri Putra Darma Valuta Money Changer, Selaparang, Kota Mataram(ekbisntb.com/don)

Lombok (ekbisntb.com) – Terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir rupanya membawa berkah tersendiri bagi para pedagang valuta asing (valas) di Kota Mataram. Sebaliknya, kondisi ini mendorong sebagian masyarakat untuk mencairkan simpanan mata uang asing mereka.

Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) NTB, Darda Subarda, mengungkapkan bahwa pelemahan rupiah telah memicu lonjakan aktivitas penukaran uang asing hingga mencapai sekitar 25 persen dibandingkan hari-hari biasa.

“Sebagai pengusaha, kondisi ini tentu sangat menguntungkan. Namun, sebagai warga negara, idealnya kita sebenarnya prihatin dengan nilai rupiah yang melemah seperti sekarang ini. Ini berarti ada imbas atau efek yang kurang baik terhadap perekonomian secara keseluruhan,” ujar Darda, pemilik usaha penukaran Valuta Asing (Valas) Tri Dharma Valuta, Kamis, 10 April 2025.

Lebih lanjut, Darda menjelaskan bahwa mata uang yang paling banyak ditransaksikan saat ini adalah dolar Amerika Serikat dan euro. Fenomena ini dipicu oleh banyaknya warga yang sebelumnya menyimpan mata uang asing dan kini mulai menukarkannya menjadi rupiah di tengah kondisi inflasi.

Meski terjadi peningkatan transaksi, Darda menegaskan bahwa para pedagang valas, termasuk tempat usahanya, tidak pernah berspekulasi dengan menyimpan stok mata uang asing dalam jumlah besar.

“Kami tidak pernah gembling dalam artian tidak pernah menyimpan barang atau menyetok. Begitu kami mendapatkan mata uang asing dari pelanggan, jika bank masih menerima, kami langsung melepaskannya,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan transaksi lebih disebabkan oleh kebutuhan masyarakat untuk menukar simpanan valas mereka di tengah pelemahan rupiah, bukan karena para pedagang valas memanfaatkan situasi untuk menimbun mata uang asing.(don)

Transaksi Emas Meningkat Signifikan di Mataram

0
Warga memadati Toko Emas Melati di kawasan Cakranegara, Kota Mataram, untuk melakukan transaksi jual beli emas(ekbisntb.com/don)

Lombok (ekbisntb.com) – Gelombang kenaikan harga emas global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu dinamika baru di pasaran, khususnya di Kota Mataram.

Pantauan di sejumlah pusat perdagangan emas menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan.

Salah satu yang merasakan dampak ramainya transaksi ini adalah Toko Emas Melati yang berlokasi di Cakranegara. Menurut Ismi, salah seorang pegawai toko, permintaan emas melonjak tajam sejak usai perayaan Idulfitri 2025.

“Sebagian masyarakat itu fomo (fear of missing out – ketakutan ketinggalan) dan terus membeli emas, bahkan ada yang menggunakan uang jajan mereka. Kadang juga ada yang baru membeli, namun tak lama kemudian langsung menjualnya kembali,” ungkap Ismi , Kamis, 11 April 2025.

Lebih lanjut, Ismi menjelaskan bahwa permintaan tertinggi saat ini datang untuk emas batangan, baik dari merek Antam maupun merek lokal lainnya. Saking tingginya minat, stok emas batangan di toko tersebut dilaporkan nyaris habis. Sementara itu, untuk perhiasan emas, permintaan tetap ada meskipun sangat bergantung pada preferensi dan selera masing-masing konsumen.

“Sejak setelah Lebaran Idulfitri, transaksi di toko kami sangat ramai, peningkatannya sekitar 20 hingga 25 persen dari hari biasa. Pembelinya mayoritas masyarakat lokal, namun ada juga beberapa yang berasal dari luar daerah. Untuk ketersediaan stok dan model, kami selalu melakukan pembaruan agar tetap mengikuti tren yang ada,” pungkasnya.

Fenomena ini mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat Mataram memilih emas sebagai aset “safe haven” di tengah ketidakstabilan ekonomi global dan pelemahan mata uang rupiah.(don)

IHSG Melesat Naik Seiring Pasar Respon Positif Penundaan Tarif Trump

0
Index Perkembangan Harga Saham(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi bergerak naik signifikan seiring pelaku pasar merespon positif penundaan implementasi tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

IHSG dibuka menguat signifikan 302,62 poin atau 5,07 persen ke posisi 6.270,61. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 44,78 poin atau 6,69 persen ke posisi 714,15.

“IHSG hari ini berpotensi rebound mengikuti pergerakan bursa AS karena melemahnya tensi perang dagang setelah Presiden Trump menunda pengenaan tarif 90 hari, kecuali untuk China,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman di Jakarta, Kamis.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan tarif langsung selama 90 hari untuk berbagai negara, yang sedikit memberikan sedikit kelegaan bagi investor yang khawatir tentang dampak ekonomi global dari kebijakan perdagangan AS.

Namun demikian, Gedung Putih tetap mengenakan bea masuk menyeluruh sebesar 10 persen pada hampir semua impor AS. Jeda tarif yang lebih berat pada puluhan negara terjadi kurang dari 24 jam setelah tarif tersebut berlaku.

Di sisi lain, Trump tetap menaikkan pungutan atas impor China menjadi 125 persen. Kenaikan tarif China merupakan balasan atas pengumuman China tentang pungutan sebesar 84 persen atas barang-barang AS yang dimulai pada 10 April 2025.

Pada perdagangan Rabu 9 April 2025, bursa AS Wall Street berhasil rebound dengan indeks S&P 500 melonjak 9,5 persen, indeks Dow Jones naik 7,69 persen, indeks Nasdaq naik 12,16 persen, serta Russell 2000 naik 8,66 persen.

Dari sisi sektor, sektor teknologi juga naik 14,15 persen dan sektor utilitas defensif naik 3,91 persen. Dari sisi perusahaan, saham Nvidia naik 18,7 persen dan Apple melesat 15,3 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, diantaranya indeks Nikkei naik 2.630,18 poin atau 4,46 persen ke 34.344,21, indeks Kuala Lumpur menguat 62,41 poin atau 4,46 persen ke 1.463,00, indeks Shanghai naik 47,38 poin atau 1,49 persen ke 3.234,19, serta indeks Strait Times terkoreksi 203,86 poin atau 6,01 persen ke 3.597,55. (ant)

Harga Emas Antam Melonjak Rp34.000 ke Rp1,846 Juta Pergram

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Kamis, melonjak Rp34.000 menjadi Rp1.846.000 dari hari sebelumnya sebesar Rp1.812.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut meroket menjadi Rp1.696.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Kamis:

– Harga emas 0,5 gram: Rp973.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.846.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.632.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.423.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.005.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp17.955.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp44.762.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp89.445.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp178.812.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp446.765.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp893.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.786.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Rupiah Menguat Seiring Redanya Ekspektasi Resesi AS

0
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi ekspektasi resesi Amerika Serikat (AS) mereda.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Kamis ini di Jakarta, menguat sebesar 50 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.823 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.873 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga menguat ke level Rp16.779 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.943 per dolar AS.

“Pasar mengurangi beberapa ekspektasi untuk resesi AS. Namun, prospek ekonomi jangka pendek tetap tidak pasti, dengan risalah rapat Federal Reserve bulan Maret menunjukkan para pembuat kebijakan gelisah atas inflasi yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Kekhawatiran terhadap resesi AS yang mereda dipengaruhi pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait 75 negara lain akan diberikan penangguhan pemberlakuan kebijakan tarif selama 90 hari dari tenggat waktu Rabu 9 April 2025. Sebelumnya, mereka dijadwalkan akan dikenakan tarif lebih tinggi dari batas dasar 10 persen–bahkan dalam beberapa kasus, tarifnya bisa jauh lebih tinggi.

Trump mengatakan penangguhan itu diberikan, karena negara-negara tersebut telah menghubungi mitra mereka di AS untuk mencari solusi terkait isu-isu perdagangan, hambatan dagang, tarif, manipulasi mata uang, dan tarif non-moneter.

Presiden AS juga menambahkan bahwa negara-negara tersebut tidak melakukan tindakan balasan terhadap AS “dalam bentuk apa pun.”

“Sementara kekhawatiran akan resesi mereda setelah Trump mengumumkan perpanjangan 90 hari untuk memberlakukan putaran tarif timbal balik terbarunya, pasar masih tetap waspada terhadap agenda kebijakannya, terutama mengingat perubahan sikapnya baru-baru ini terkait tarif. Perang dagang yang meningkat dengan Tiongkok, juga menghadirkan hambatan ekonomi yang berkelanjutan bagi AS, mengingat negara tersebut masih menjadi mitra dagang utama,” ujar Ibrahim.

Perang dagang memanas pasca Trump menaikkan tarif impor terhadap produk-produk asal Negeri Tirai Bambu menjadi 125 persen, seiring China mengenakan tarif sebesar 84 persen terhadap barang-barang dari AS.

“Baik Washington maupun Beijing tidak menunjukkan niat untuk meredakan ketegangan, dengan pejabat Tiongkok bersumpah untuk berjuang sampai akhir,” kata dia. (ant)

Menkop Sebut Anggaran untuk 80 Ribu Koperasi Desa Capai Rp400 triliun

0
Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menyebutkan pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih membutuhkan anggaran sekitar Rp400 triliun.

Budi menyebutkan setiap desa akan mendapat dana untuk koperasi sebesar Rp5 miliar, di mana pengelolaannya akan berada di bawah Kementerian Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kalau misalnya 80 ribu kali Rp5 miliar itu (anggaran), Rp400 triliun. Soal ngomong anggaran, soal dana nanti yang lebih baik ngomong ke Menteri Keuangan sama BUMN,” ujar Budi di Jakarta, Kamis.

Ia menekankan Kementerian Koperasi akan bertindak dalam tata kelola dan sumber daya manusia (SDM), sedangkan untuk skema diserahkan kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.

Lebih lanjut, kata Budi, pendirian Koperasi Desa bertujuan untuk mewujudkan daya tahan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian.

“Koperasi Merah Putih ini adalah wujud dari perwujudan daya tahan ekonomi nasional, di tengah ketidakpastian dan goncangan dinamika global. Jadi kita harus kuat dulu, ketahanan pangan kita harus kuat,” katanya.

Koperasi Desa Merah Putih disebut memiliki potensi perputaran uang hingga mencapai Rp2.000 triliun, yang diyakini dapat memperkuat ekonomi lokal serta pemberdayaan masyarakat desa.

Dalam acara “Ramadhan Delight Market” di Jakarta, Rabu 19 Maret 2025, Menkop menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penghitungan terkait potensi perputaran uang dari pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menkop menjelaskan apabila setiap koperasi desa mendapat anggaran sebesar Rp7 miliar, lalu ketika dihitung secara keseluruhan untuk 70 ribu desa, maka perputaran uang di seluruh Indonesia bisa mencapai Rp490 triliun.

Angka perputaran uang itu baru mencakup sektor konsumsi, dan jika desa tersebut bergerak di sektor produksi, potensi perputaran uang bisa meningkat 2 hingga 3 kali lipat, mencapai Rp1.500 triliun bahkan Rp2.000 triliun.

“Tadi kita udah hitung kalau satu koperasi desa ini (anggarannya) Rp7 miliar aja, udah Rp490 triliun berputar. Itu baru dari sisi konsumsi. Kalau desanya produksi, bisa 2-3 kali lipat, bisa Rp1.500 triliun sampai Rp2.000 triliun berputar di Kopdes Merah Putih. Itu bukan angka yang kecil,” kata Menkop.

Perputaran uang yang besar ini, menurut Menkop, akan memberi dampak signifikan pada ekonomi nasional dengan memperkuat sektor ekonomi di tingkat desa dan meningkatkan ketahanan ekonomi di seluruh Indonesia. (ant)