Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
HomeBerandaPembangunan Bendungan Kerekeh, Pemkab Sumbawa Butuh Lahan 300 Hektar

Pembangunan Bendungan Kerekeh, Pemkab Sumbawa Butuh Lahan 300 Hektar

Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, membutuhkan lahan sekitar 300,49 hektare untuk merealisasikan rencana pembangunan bendungan Kerekeh di Kecamatan Unter Iwes. Konsekuensi dari pembangunan mega proyek ini harus membebaskan lahan milik warga yang akan terdampak.

“Jadi, dari total 300,49 hektare tersebut ada tiga lahan yang terkena dampak pembangunan yakni lahan pertanian, tegalan dan kawasan hutan. Kami juga terus berupaya memenuhi lahan tersebut,” kata Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya kepada Suara NTB, kemarin

- Iklan -

Ia pun turut merincikan, untuk lahan pertanian total wilayah yang terdampak sekitar 74 hektare, tegalan 125 Hektare dan kawasan hutan sekitar 141 hektare. Khusus untuk pembebasn lahan di kawasan, saat ini prosesnya cukup berat dan butuh waktu yang cukup panjang.

“Karena prosesnya cukup panjang untuk lahan di kawasan hutan, kami berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara 1 untuk bisa membantu terkait proses tersebut, ” ujarnya.

Pemerintah lanjut Suharmaji, terus berkoordinasi dengan Direktur OP di Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, agar Bendungan Kerekeh ini masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN). Jika bendungan ini masuk dalam PSN, maka akan ada kemudahan yang diberikan sehingga pembangunan bendungan tersebut terealisasi.

“Kami sudah usulkan agar bendungan ini masuk PSN, terutama kaitannya dengan penggunaan lahan didalam kawasan hutan. Karena proses izinya cukup berat, ” sebutnya.

Selain proses tersebut, pemerintah saat ini masih menunggu hasil review dari BBWS terkait pengadaan lahan dan pemukiman kembali ( Land Acquistion and Resettlement Action Plan ) bendungan tersebut, karena sudah berumur lebih dari 10 tahun. Pihaknya sangat berharap di tahun 2027, pembangunan bendungan tersebut sudah mulai berproses.

“Kami tetap berikhtiar bendungan ini bisa mulai terbangun di tahun 2027, makanya proses pengurusan dokumen terus kami lengkapi supaya tidak menjadi kendala di kemudian hari, ” tambahnya.

Jika bendungan ini terbangun lanjutnya, maka ada sekitar 4.500 hektare lahan pertanian yang akan merasakan manfaatnya. Selain itu, bendungan ini juga akan menjadi pengendali banjir Kota Sumbawa. Produksi air sekitar 380 meter kubik perdetik.

“Paling besar manfaatnya untuk menambah pasokan air PDAM sampai dengan kurun waktu 2050 kita butuh sekitar 160 liter per detik. Sehingga asas manfaat dari bendungan ini sangat besar bagi masyarakat,” tukasnya. (ils)

IKLAN

Artikel Yang Relevan

IKLAN


Terkait Berdasarkan Kategori

Jelajahi Lebih Lanjut