Wednesday, April 22, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 351

Masyarakat Pilih Beli Emas Karena Keuntungan Investasi Lebih Besar

0
Masyarakat sedang membeli emas (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Sejumlah masyarakat yang ditemui di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat menyatakan memilih membeli emas karena keuntungan nilai investasi yang dihasilkan lebih besar.

Seperti Oki yang menyatakan, saat ini lebih memilih untuk menambah portofolio aset berupa emas batangan, mengingat harga emas terus mengalami lonjakan.

“Imbal baliknya lebih besar, kalau di bank konvensional bunganya kecil,” kata dia.

Selanjutnya, Bambang yang menilai kondisi ekonomi saat ini tidak stabil, dan untuk pilihan aset, dirinya menyatakan bahwa emas batangan merupakan produk investasi yang mempunyai stabilitas harga jual.

Dirinya pun mengakui belum memikirkan untuk menambah portofolio aset lain selain emas batangan.

“Lihat kondisi pasar juga perkembangannya saat ini gak stabil, dan paling stabil ini emas. Makannya saya investasi di emas,” ujarnya.

Sementara itu, Rina menyatakan dirinya membeli emas karena mengikuti perkembangan kondisi harga jual emas di berita. Menurut dia, saat ini investasi dengan menggunakan emas batangan dinilai tepat.

“Saya lihat lagi viral banget orang beli emas, karena biasanya saya beli perhiasan. Terus pas saya lihat berita kok menarik ya, makanya coba untuk beli emas,” katanya.

Butik Emas Logam Mulia Antam yang berlokasi di Gedung Antam Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, dipadati masyarakat pada Jumat 11 April 2025.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, butik tersebut mulai didatangi masyarakat sejak pukul 04.30 WIB, mengingat antrean untuk mendapatkan logam mulia secara langsung dibatasi 50 orang per hari untuk di butik tersebut.

Ketika mulai dibuka pada pukul 08.30 WIB, masyarakat yang sudah mendapatkan antrean memasuki gerai logam mulia untuk mendapat emas yang hendak dibeli.

Sementara masyarakat yang belum mendapatkan antrean, memilih untuk datang lagi pada esok hari.

Adapun harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia mengalami lonjakan sebesar Rp43.000 dari hari sebelumnya. Kini, Jumat, harga emas buatan Antam dibanderol Rp1.889.000 dari semula Rp1.846.000 per gram.

Sementara harga jual kembali (buyback) emas batangan turut meroket menjadi Rp1.739.000 per gram. (ant)

Zulhas Sebut Bisnis Pengolahan Sampah Jadi Energi Diminati Investor

0
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia cukup diminati oleh negara-negara investor seperti Singapura, Jepang, China hingga Eropa.

Zulhas menyampaikan bisnis pengolahan sampah ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Oleh karena itu, diperlukan aturan yang memudahkan investor untuk menanamkan modalnya baik secara pendanaan ataupun teknologi.

“Sekarang yang ngantri banyak yang mau. Tapi karena ruwet nggak ada yang berani, nggak sanggup mengurusnya,” ujar Zulhas di Jakarta, Jumat.

Menko Pangan mengatakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) juga bisa masuk dalam bisnis ini karena dianggap cukup menguntungkan baik dari pendanaan maupun teknologi.

“Ini bisnis yang banyak peminatnya karena layak dan untung. Jadi nanti yang memilih teknologi, Danantara bisa juga bisnis di situ, atau partner, atau apa yang paling berat menyeleksi teknologi,” katanya.

Guna mendukung bisnis pengolahan sampah menjadi energi listrik, Pemerintah akan memangkas rantai perizinan pengolahan sampah guna mempercepat pemanfaatan menjadi energi listrik.

Zulhas menyampaikan selama ini izin untuk pengolahan sampah masih terlalu rumit dan melewati banyak kementerian/lembaga dan juga pemerintah daerah, sehingga membuat investor enggan untuk menanamkan modalnya.

“Kita akan selesaikan cepat, bagaimana rantai pengolahan sampah yang begitu panjang perizinannya itu dibersihkan,” ujar Zulhas.

Menurut Zulhas, Pemerintah terus melakukan penyelarasan untuk menggabungkan tiga Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengolahan sampah guna mendukung upaya pemanfaatan sampah menjadi energi listrik lewat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Aturan yang akan disatukan termasuk Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan, serta Perpres Nomor 83 Tahun 2018 tentang penanganan sampah di laut.

Dalam skema Perpres tersebut nantinya juga akan diatur mengenai biaya listrik dari PLTSa sebesar 18-20 sen per kilowatt hour (kWh). Jumlah itu berada di atas penetapan tarif listrik dari PLTSa yang ditetapkan PLN yaitu 13,5 sen per kWh. (ant)

Harga Terus Naik, Emas Bank BSI di NTB Semakin Diminati

0
Layanan di BSI Mataram, Emas Bank BSI di NTB Semakin Diminati(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Bisnis emas Bank Syariah Indonesia Tbk ( BSI ) di Nusa Tenggara Barat terus membukukan pertumbuhan yang solid, terdorong oleh harga emas yang semakin berkilau dan kemudahan layanan solusi digital yang di hadirkan BSI melalui aplikasi BYOND.

Pada Jumat, 11 April 2025, tercatat kenaikan harga emas melonjak menjadi Rp1.889.000 per gram atau mengalami kenaikan per hari ini sebesar Rp 43.000 per gram.

Tito Indratno, Area Manager BSI Area Denpasar menyatakan kenaikan investasi portofolio emas di BSI di picu oleh minat investasi masyarakat yang semakin tinggi dan didukung juga oleh kemudahan layanan yang di berikan oleh bank BSI.

Sejak di tunjuk oleh Pemerintah sebagai bank Bullion emas pertumbuhan portofolio emas bank BSI terus meningkat di dukungan oleh sistem digitalisasi aplikasi BYOND by BSI yang memudahkan masyarakat untuk memesan emas lanjutnya.

Peningkatan portofolio emas juga di ikuti dengan meningkatan tabungan e-mas. Tercatat total Oustanding pembiayaan cicilan emas di wilayah NTB hingga bln ini telah mencapai Rp 152 miliar dan juga gadai emas di bank bsi yang sudah mencapai Rp 313 miliar.

“Kami menargetkan portofolio oustanding portofolio emas ini kedepan akan semakin terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat untuk mengamankan asset nya, dan menjadi pilihan diversifikasi instrumen investasi yang tepat,” ujarnya.

Hasil pantauan media di beberapa cabang BSI yang ada di Mataram ramai nasabah yang bertransaksi emas baik yang datang langsung ke kantor bank BSI maupun menggunakan platform digital BYOND by BSI.

Tito lebih lanjut menyampaikan,kemudahan transaksi ini menjadi kunci yang menarik nasabah untuk melakukan pembelian emas di Bank BSI bisa di lakukan kapan saja dan dimana saja terutama bagi masyarakat yang ingin menabung emas.

Selain itu juga, jika nasabah membutuhkan uang cepat, nasabah menggunakan gadai emas melalui BYOND. Perhitungan gadai emas dengan proses yang mudah dan cepat, taksiran emas yang lebih tinggi dan biaya yang lebih murah.

Dengan diperolehnya ijin kegiatan usaha bullion emas dari regulator ini bank BSI terus berinovasi menciptakan ekosistem bisnis emas yang lebih komprehensif.(bul)

Kasir Pintar Dorong Kemajuan UMKM di Kabupaten Sumbawa

0
Sosialisasi Kasir Pintar Dorong Kemajuan UMKM di Kabupaten Sumbawa(ekbisntb.com/ist)

Sumbawa (netlombok.com) – Peran UMKM terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia sangat besar. Bisa dikatakan bahwa sektor UMKM memberikan kontribusi sekitar Rp 9.580 triliun, bahkan kontribusi UMKM juga berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja yang mencapai hingga 97% dari total tenaga kerja.

Sudah seharusnya hal ini pun turut diimbangi oleh peningkatan kualitas UMKM di Indonesia terutama di pelosok daerah termasuk Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Oleh karena itu, seiring dengan visi misi yang terus digaungkan oleh Kasir Pintar untuk bisa turut mendukung kemajuan perekonomian Indonesia melalui pemberdayaan UMKM di daerah-daerah. Bekerjasama dengan Bale Berdaya, Kasir Pintar turut andil dalam kegiatan Kickoff Bale Berdaya bagi UMKM di Kabupaten Sumbawa.

Melihat berkembangnya teknologi dan cara pemasaran, sudah seharusnya pelaku UMKM dimanapun turut bisa beradaptasi dan merasakan akses yang sama dengan para pelaku usaha di pulau Jawa. Kendala jarak dan akses memang merupakan salah satu hambatan utama dalam pemerataan fasilitas yang diberikan.

Pada kegiatan kali ini, Kasir Pintar ingin turut mendorong semangat para pelaku UMKM di Kabupaten Sumbawa untuk terus maju dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan usahanya.

Berbagai kendala yang sering dialami pelaku UMKM adalah minimnya wawasan mengenai legalisasi dan literasi hukum untuk melindungi keberlanjutan usaha pelaku UMKM. Selain itu perubahan tren usaha, strategi pemasaran dan pengelolaan keuangan usaha untuk memantau performa bisnis juga perlu untuk menjadi bekal bagi pengusaha lokal.

Mengangkat tema “Akselerasi Bisnis Lokal untuk Usaha Berkelanjutan”, kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 105 peserta yang merupakan UMKM lokal Kabupaten Sumbawa yang bergerak di bidang usaha yang berbeda-beda.

Hadirnya Kasir Pintar pada kegiatan Kickoff Bale Berdaya bagi UMKM di Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat memberikan wawasan agar pelaku usaha dapat memahami pentingnya memiliki laporan performa bisnis untuk menganalisa kondisi keuangan bisnis sehingga memiliki pertimbangan dalam menentukan keputusan strategis bagi usaha yang dijalankan.

“Pelaku UMKM di Sumbawa ini punya semangat yang tinggi, namun masih banyak yang belum mengerti tentang pentingnya memisahkan rekening usaha dan rekening pribadi, sehingga akhirnya kesulitan untuk mengetahui apakah usaha yang dijalankan ini untung atau malah rugi” ujar Ley, Program Manager Bale Berdaya.

Selain dihadiri oleh Kasir Pintar yang memberikan edukasi mengenai pembukuan digital dan cara membaca laporan performa usaha, kegiatan ini pun turut diisi pula oleh kehadiran Lembaga Legalitas, Bank BRI, hingga perwakilan TikTok Shop.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk bisa memberikan peluang kepada UMKM untuk mengenalkan usahanya dan mendukung perjalanan usaha UMKM melalui program yang di inisiasi oleh Bale Berdaya di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat.

“Kami senang sekali bisa menjadi bagian dari kegiatan Kickoff Bale Berdaya di tahun kedua ini, karena kami bisa diberikan kesempatan langsung untuk bertemu dengan UMKM daerah Sumbawa, harapannya kita jadi bisa tahu apa aja sih kendala yang selama ini dialami oleh teman-teman di daerah-daerah supaya kita dari Kasir Pintar bisa Improve dan membantu UMKM dimanapun.” Tandas Sitti Raisya, CCO Kasir Pintar.(r)

Sri Mulyani Jamin APBN Tidak Jebol Meski Defisit Rp104 Triliun

0
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani menyampaikan paparan dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden RI di Menara Mandiri, Senayan, Jakarta, Selasa 8 April 2025(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kendali meski mencetak defisit Rp104,2 triliun pada Maret 2025.

“Jangan khawatir, tidak jebol APBN-nya,” kata Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Republik Indonesia, dikutip di Jakarta, Kamis 10 April 2025.

Bila dibandingkan dengan kinerja APBN tahun lalu, kas negara masih mencatatkan surplus pada Maret, yakni sebesar Rp8,07 triliun atau 0,04 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun, desain defisit APBN 2024 juga lebih rendah dari tahun ini, yaitu Rp522,83 triliun atau 2,29 persen terhadap PDB.

Sementara realisasi defisit APBN per Maret 2025 setara 0,43 persen PDB, masih jauh dari desain yang ditargetkan sebesar 2,53 persen PDB atau Rp616,2 triliun.

Nilai defisit diperoleh dari pendapatan negara yang tercatat sebesar Rp516,1 triliun (17,2 persen dari target Rp3.005,1 triliun) dan belanja negara sebesar Rp620,3 triliun (17,1 persen dari target Rp3.621,3 triliun).

Pendapatan negara terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp400,1 triliun (Rp322,6 triliun dari penerimaan pajak serta Rp77,5 triliun dari kepabeanan dan cukai) dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp115,9 triliun.

Bendahara Negara menyatakan kinerja penerimaan pajak telah berbalik arah (turn around) setelah sempat melambat pada awal tahun.

Secara bruto, penerimaan pajak pada Januari 2025 tercatat sebesar Rp159,1 triliun, kemudian melambat pada Februari dengan catatan Rp140,1 triliun. Akan tetapi, kinerja penerimaan berjalan lebih cepat pada Maret dengan capaian bruto sebesar Rp170,7 triliun.

Di sisi lain, belanja negara telah disalurkan melalui belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp413,2 triliun serta transfer ke daerah Rp207,1 triliun.

Untuk BPP, sebesar Rp196,1 triliun (16,9 persen dari pagu) disalurkan melalui belanja kementerian/lembaga (K/L), termasuk untuk tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) dan TNI/Polri dari pos belanja pegawai serta berbagai bantuan sosial.

Adapun realisasi melalui belanja non-K/L tercatat sebesar Rp217,1 triliun (14,1 persen dari pagu), yang di antaranya disalurkan untuk manfaat pensiun, subsidi, dan kompensasi.

Secara keseluruhan, meski APBN mencatatkan defisit, keseimbangan primer masih terjaga surplus dengan nilai Rp17,5 triliun. Keseimbangan primer mencerminkan kemampuan negara mengelola utang. Dengan surplus keseimbangan primer, maka kondisi fiskal dapat dikatakan masih cukup memadai untuk mengelola pendapatan, belanja, dan utang.

“Dalam sebulan terakhir, dibuat headline seolah APBN tidak berkelanjutan, tidak prudent, dan akan menjadi berantakan. Tidak. Presiden memang punya banyak program, tapi itu semua didesain dalam APBN yang tetap prudent dan berkelanjutan,” jelas Sri Mulyani. (ant)

Daya Beli Masyarakat Terjaga Meski Harga Cabai Masih Tinggi

0
Sri Wahyunida(ekbisntb.com/hir)

Lombok (ekbisntb.com) – Daya beli masyarakat terhadap komoditas cabai rawit merah tetap tinggi, meskipun harganya masih tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida. Ia mengatakan bahwa, meskipun harga bahan pokok sejumlah komoditas sudah mulai stabil. Masih terdapat beberapa harga komoditas yang masih terbilang tinggi, yaitu cabai, terkhusus cabai rawit merah.

“Cabai yang tersedia dan terjual di pasar rata-rata berasal dari lokal. Harga cabai rawit merah saat ini berkisar antara Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram,” ucapnya saat ditemui di Kantor Wali Kota pada Rabu, 9 April 2025.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebab masih tingginya harga salah satu komoditas pertanian ini diduga karena produk cabai yang beredar adalah produk asal lokal, dan belum ada pasokan cabai yang masuk dari luar.

“Kemarin, saat kita mengadakan Operasi Pasar Murah (OPM), harga jual cabai rawit masih bisa ditekan sampai Rp65 ribu per kilogram karena adanya pasokan dari luar. Namun, saat ini pasokan tersebut sedang kosong, sehingga berpengaruh pada harga di pasaran. Tapi kita perlu cek dulu apa penyebab utama belum masuknya pasokan ini karena masalah transportasi, atau ada faktor lain yang memengaruhi,” jelasnya.

Meskipun demikian, Ia mengaku jika berdasarkan pemantauan di lapangan, daya beli masyarakat masih tergolong normal bahkan cukup tinggi. Hal ini terlihat dari cepatnya habis pasokan cabai hijau yang disediakan sebanyak 25 kilogram habis terjual, pada hari pertama Warung Fantasi dibuka.

Padahal ia sempat memperkirakan  bahwa permintaan akan menurun pascalebaran, namun justru sebaliknya. Permintaan masih tinggi dan menjadi pertimbangan untuk penyesuaian langkah ke depan. Selain itu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap harga bahan pokok di pasar-pasar induk dan tradisional di Kota Mataram.

Nida begitu sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya mulai aktif kembali operasi Warung Fantasi Mentaram yang bertujuan untuk mengupayakan menekan harga sejumlah bahan pokok yang masih tinggi.

“Misalnya untuk komoditas minyak goreng MinyaKita saat ini harga di pasaran cukup liar, berkisar di angka Rp19.000 ke atas. Namun, di Warung Fantasi, masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp15.700 per liter. Kemudian sementara ini, harga telur di Warung Fantasi berada di kisaran Rp55 ribu per papan, sedangkan di pasaran umum harganya sekitar Rp60 ribu per papan,” tuturnya. (hir)

Kembalikan Kejayaan Pariwisata, Bupati Lobar Gerakkan OPD Jumat Bersih di Kawasan Senggigi

0
Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini dan Wabup Lobar Hj. Nurul Adha bersama jajaran turun melakukan bersih-bersih Pantai Senggigi usai Apel Satgas Sapta Pesona, Kamis 10 April 2025. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini bersama Wakil Bupati (Wabup) Hj. Nurul Adha memimpin Apel Satuan Tugas Sapta Pesona Gerakan Sadar Wisata Bersih sekaligus gotong royong bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Senggigi, Kamis 10 April 2025. Apel diikuti Sekda Lobar H. Ilham dan segenap jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pejabat eselon III.

Untuk mewujudkan Senggigi Bersih dan Terang, sesuai jargonnya, Bupati memberitahukan semua jajaran OPD tiap Jumat turun gotong royong membersihkan sampah di kawasan itu. Hal ini, ujarnya, merupakan komitmen pemerintah kabupaten  untuk menjaga kebersihan wilayah wisata Senggigi dari sampah yang dapat mengganggu keindahan dan kenyamanan para wisatawan saat mengunjungi Senggigi.

Kegiatan ini, lanjutnya, juga bagian dari rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Lobar ke-67 tahun yang diikuti semua Instansi yang ada di lingkup Pemda Lobar difokuskan pada wilayah pariwisata Senggigi. Sebab, kebersihan merupakan salah satu unsur yang terdapat dalam Sapta Pesona yang menjadi tolok ukur peningkatan kualitas pariwisata.

Untuk itu jajaran Pemkab Lobar bergerak bersama semua pihak yang terkait harus terus menjaga kebersihan kawasan Pantai Senggigi. Ia juga menyampaikan harapannya ke depan, bahwa dengan terjaganya kebersihan dan keindahan lingkungan wisata Senggigi diharapkan tempat wisata tersebut dapat dikenal lebih luas oleh wisatawan mancanegara maupun lokal.

Usai Gelar Apel, Bupati dan Wabup Lobar bersama jajaran lingkup Pemkab Lobar langsung turun ke bibir pantai untuk membersihkan sampah yang berserakan mengunakan plastik yang sudah disediakan oleh pihak panitia.

Ketua Tim Satgas Sapta Pesona H. Fauzan Husniadi mengatakan Apel Siaga Sapta Pesona untuk menjadikan Senggigi sebagai daerah wisata bersih.

Semua kepala OPD dan eselon III sesuai arahan Bupati Lobar, turun di masing-masing lokasi sesuai pembagian untuk membersihkan sampah. Aksi bersih-bersih mulai dari Meninting hingga perbatasan dengan Kabupaten Lombok Utara ini tidak sebatas hari itu saja.  Namun tim OPD tetap tiap Minggu melakukan aksi bersih-bersih di lokasi sampai Senggigi bersih dari sampah. “Seminggu sekali, digalakkan Jumat Bersih,” tegasnya.

Bertemu Gubernur NTB

Sebelumnya, Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini bertemu dengan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Rabu 9 April 2025. Pada kesempatan ini, Bupati menyampaikan jika pihaknya segera merevitalisasi dermaga Pelabuhan Senggigi. Revitalisasi ini diperlukan untuk menghidupkan kembali pariwisata Senggigi yang dulu pernah Berjaya. Dalam hal ini, pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp14 miliar dan dalam waktu dekat ini akan dilakukan tender.

Ditemui usai bertemu Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, Rabu 9 April 2025, mantan Direktur PT. Air Minum Giri Menang (AMGM) ini mengakui, jika pelabuhan ini direvitalisasi, akan banyak kapal cepat dari Bali atau tempat lain yang bersandar di pelabuhan ini, sehingga bisa meningkatkan pendapatan daerah dan juga masyarakat.

Untuk itu, dirinya saat bertemu Gubernur NTB berkoordinasi menghidupkan kembali pariwisata Senggigi yang selama ini dianggap mati suri, karena tidak memberikan dampak besar terhadap pendapatan daerah dan juga pelaku pariwisata.

Selain itu, adanya kedekatan Gubernur NTB dengan pemangku kebijakan di pusat bisa membantu memudahkan izin kapal cepat dari berbagai tujuan wisata bisa bersandar di Senggigi. Tidak hanya itu, keberadaan Pasar Seni Senggigi yang merupakan aset Pemprov NTB diharapkan bisa dioptimalkan pemanfaatannya dan berkontribusi bagi pemasukan untuk daerah. (her/ham)

MoU dengan Bank NTB Syariah, Pemda KLU Siapkan Rp 1 Miliar untuk Subsidi Bunga Pinjaman

0
Pemda KLU MoU dengan Bank NTB Syariah untuk melaksanakan program subsidi bunga, Kamis 10 April 2025(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk menanggung beban bunga pinjaman pada bank milik daerah – Bank NTB Syariah dan BPR NTB. Program subsidi bunga tersebut merupakan komitmen pemerintah daerah untuk membantu keberlangsungan usaha ekonomi masyarakat baik petani, peternak, nelayan dan UMKM.

Mengawali komitmen tersebut, Pemda KLU melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT. Bank NTB Syariah tentang Pelaksanaan Program Tanggungan Bunga Pinjaman atau Subsidi Bunga bagi masyarakat. Kegiatan itu juga dirangkai dengan Penyerahan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian, Kamis 10 April 2025.

Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., mengatakan penandatangan MoU antara Pemerintah Daerah KLU dengan PT. Bank NTB Syariah bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat terkait tanggungan bunga pinjaman atau subsidi bunga. Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebanyak Rp 1 miliar untuk membayar bunga pinjaman bagi masyarakat yang memperoleh kredit sesuai ketentuan Bank NTB Syariah.

“Saya harap para petani yang menerima bantuan dapat digunakan secara optimal sehingga produksi dan panen lebih maksimal dengan tujuan kesejahteraan bagi masyarakat,” ucap Bupati.

Ia melanjutkan, KLU memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang luas sehingga untuk menjalankan program Swasembada Pangan tentunya dapat terlaksana tanpa ada kendala yang berarti.

Di sisi lain, Pemda KLU sedang dalam fase awal suksesi Visi Misi melalui program 99 hari kerja. Program subsidi bunga dan penyaluran alsintan merupakan fondasi awal yang mendukung keberlangsungan program sektor ekonomi.

Najmul lantas meminta agar OPD Pemda KLU berkolaborasi dengan instansi lain, baik bank, TNI, Polri maupun pelaku usaha di masyarakat agar seluruh program berjalan optimal.

“Ini sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat Lombok Utara,”tandasnya.

Di tempat yang sama, Plt. Direktur Utama PT. Bank NTB Syariah H. Nurul Hadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah telah mengajak Bank NTB Syariah untuk berkolaborasi bersama sebagai bentuk nyata untuk mempermudah masyarakat khususnya pelaku usaha mikro dalam menaikan kesejahteraannya.

“Harapan kami tentunya semoga pelaku usaha mikro terus berkembang dan dengan adanya penandatanganan MoU masyarakat dapat lebih sejahtera,” kata Nurul.

Untuk diketahui, bantuan alsintan yang diserahkan Pemda KLU meliputi handtraktor, alat perajang tembakau, mesin pengolahan pakan ternak, mesin pemotong rumput, dan hand sprayer. (ari)

Rantai Produksi Berjalan, Siswa SLB Buktikan Bisa Hasilkan Produk dalam Program Vokasi

0
Wakil Bupati Sumbawa, H. Muhammad Ansori sedang berada di Galeri SLBN 1 Sumbawa untuk melihat hasil karya siswa, pada Rabu 9 April 2025(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Program vokasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) di NTB terus berjalan. Bahkan rantai produksi dalam program vokasi terus berjalan. Buktinya ada galeri di sejumlah SLB untuk memajang produk program vokasi, hingga pendistribusian berbagai produk vokasi SLB.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Dr. Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., pada Rabu 9 April 2025 mengatakan, rantai produksi program vokasi SLB terus berjalan karena pihaknya terus mengembangkan program ini. “Karena kami bukan lagi fokus untuk memulai vokasi tetapi fokus pada vokasi yang progresif,” ujarnya.

Salah satu indikasi berjalan rantai produksi itu dengan adanya pendistribusian produk vokasi, mulai dari produk pertanian seperti sayur dan produksi batik. Seperti produksi batik SLBN 1 Lombok Utara yang diminati sejumlah pihak.

Sejumlah pihak seperti pejabat setempat juga memberikan perhatian terhadap program vokasi di SLB. Salah satunya, Wakil Bupati Sumbawa, H. Muhammad Ansori yang mengunjungi SLBN 1 Sumbawa pada Rabu 9 April 2025. Ia juga menyempatkan diri melihat galeri vokasi di SLBN 1 Sumbawa.

“Ada pembeli yang langsung datang ke sekolah dan ada yang didistribusikan di toko-toko penjual sayur, seperti SLBN 1 Lombok Utara,” ujar Eva.

Melalui program vokasi yang terus menunjukkan progres yang baik ini, menunjukkan siswa SLB bisa bersaing di tengah masyarakat.

“Itu sebagai pembuktian bahwa siswa-siswa SLB kita sudah bisa menghasilkan karya-karya yang hebat. Bahwa dengan bekal vokasi yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka, mereka bisa berdaya saing di masyarakat,” ujar Eva.

Menurutnya, program vokasi perlu terus berlanjut, termasuk pada masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB berikutnya.

“Melalui program vokasi anak SLB didorong untuk memiliki cukup keterampilan dalam membekali hidupnya di masyarakat, apabila tidak melanjutkan pendidikannya ke pendidikan tinggi,” ujar Eva.

Sebagai upaya menguatkan keberlanjutan program vokasi di SLB, pihaknya telah melakukan sinkronisasi program vokasi dengan visi misi gubernur dan wakil gubernur terpilih. Sejauh ini, sejumlah SLB menunjukkan progres program pendidikan vokasi yang baik. Pihaknya mengapresiasi segala bentuk kemajuan program vokasi tersebut.

“Dengan adanya kemajuan bidang vokasi di semua keterampilan yang ada, tidak hanya pertanian tetapi juga yang lainnya seperti tata boga, menjahit, membatik, tata rias dan sebagainya membuat kami sangat bangga. Kami mengapresisi serta mendukung segala kemajuan di SLB,” ujar Eva.

Terkait pendidikan vokasi di SLB, pihaknya akan fokus bekerja sama dengan mitra terkait seperti SMK dan pihak Industri dan Dunia Kerja (Iduka). Vokasi di SLB mengacu pada kurikulum SLB yang lebih menekankan pada pendidikan keterampilan. (ron)

Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi, Usulan Pupuk Bersubsidi Harus Terencana

0
Tresnahadi (ekbisntb.com/ari)

Lombok (ekbisntb.com) – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendorong peningkatan volume penanaman padi di masyarakat. Selain meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi, peningkatan rasio tanam dalam setahun juga mendorong meningkatnya produksi dan kestabilan ketahanan pangan.

Kepala Dinas KP3 KLU, Tresnahadi, S.Pt., Kamis 10 April 2025 mengungkapkan, peningkatan IP Padi berpotensi dilakukan di wilayah Kecamatan Gangga dan Kecamatan Tanjung. Kendati di Kecamatan Tanjung sendiri, sebagian petani sudah meningkatkan jumlah tanam menjadi 3 kali setahun dalam beberapa tahun terakhir. Namun di kelompok tani lain di Tanjung dan Gangga, masih perlu didorong agar petani tidak ragu menanam padi lebih dari volume saat ini.

“Kalau air cukup, kita persilahkan petani menanam padi lagi. Kita berharap indeks tanam padi bisa meningkat, dari 1 kali menjadi 2 kali setahun, dan dari 2 kali menjadi 3 kali setahun,” ungkapnya.

Dijelaskan, penanaman padi di Kecamatan Gangga dan sebagian Kayangan dengan sumber air mencukupi, masih stabil dengan penanaman 2 kali. Sedangkan sebagian petani di Tanjung, sudah 3 kali dalam setahun.

Menurut dia, penanaman padi secara terus menerus tidak menjadi masalah bagi eksistensi persawahan yang ditanami. Kunci peningkatan indeks ini terletak pada ketersediaan sumber daya air.

“Pemerintah pusat juga mendorong untuk terus-terusan menanam padi, tapi situasi ini tergantung kondisi air,” imbuhnya.

Ia menyatakan, KLU termasuk dalam wilayah yang diminta mensukseskan program perluasan areal tanam (PAT) padi. Hal ini tentu dapat ditempuh dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada khususnya lahan kering dan tadah hujan.

Dalam prosesnya, apabila di tingkat petani terdapat peningkatan volume padi, maka menjadi kewajiban pemerintah pusat melalui Kabupaten/Provinsi untuk mendukung sarana dan prasarana produksi. Dalam hal ini, ketersediaan pupuk bersubsidi akan disiapakan melalui mekanisme usulan tambahan kuota.

“Pemerintah tentu menyiapkan subsidi pupuk dari meningkatnya indeks, yang penting melalui proses usulan.  Untuk tahun ini, kita di Dinas belum naikkan usulan khusus pupuk tambahan. Kuota masih usulan tahun sebelumnya sesuai indeks 2-3 kali tanam,” terangnya.

Tresnahadi menambahkan, usulan pupuk akan dilakukan setelah pihaknya menghimpun jumlah petani dan areal yang mengalami peningkatan penanaman. Dari data itu dinas selanjutnya mengusulkan secara resmi tambahan pupuk bersubsidi sebagai kompensasi dari meningkatnya IP Padi di KLU.

“Contoh di salah satu Kelompok Tani Loang Sawak (Desa Bentek, Kecamatan Gangga), mereka mau tanam padi lagi setelah melihat airnya cukup. Ya silakan saja, cuma untuk tahun ini, tentu tidak mendapat pupuk bersubsidi karena kita belum usulkan. Kuota pupuk ini tidak bisa mendadak, tetapi harus terencana,” tandasnya. (ari)