Monday, April 20, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 345

Emas Antam Turun Rp8.000 Menjadi Rp1,896 Juta Per gram pada Senin

0
Emas Antam (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia pada Senin 14 April 2025 mengalami penurunan Rp8.000 dari semula Rp1.904.000 menjadi Rp1.896.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun menjadi Rp1.746.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

– Harga emas 0,5 gram: Rp998.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.896.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.732.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.573.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.255.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.455.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.012.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp91.945.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp183.812.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp459.265.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp918.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.836.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, BP Stabil Meski Minyak Dunia Anjlok

0
SPBU Pertamina (ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina, Shell, Vivo, dan BP pada pekan ketiga April tidak mengalami perubahan sejak awal April 2025, meski harga minyak dunia anjlok akibat perang dagang Amerika Serikat dengan China.

Dikutip dari laman resmi Pertamina di Jakarta, Senin, harga BBM di SPBU Pertamina tidak mengalami perubahan sejak 29 Maret 2025.

Rincian harga BBM SPBU Pertamina di provinsi dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk Jakarta, sebagai berikut:

Pertalite: Rp10.000 per liter;
Pertamax: Rp12.500 per liter;
Pertamax Turbo: Rp13.500 per liter;
Pertamax Green 95: Rp13.250 per liter;
Dexlite: Rp13.600 per liter; dan
Pertamina Dex: Rp13.900 per liter.

Sementara itu, harga BBM di SPBU Shell juga tidak mengalami perubahan sejak 1 April 2025. Adapun rincian harga BBM di SPBU Shell sebagaimana yang dikutip dari laman resmi SPBU Shell adalah sebagai berikut:

Shell Super: Rp12.920 per liter;
Shell V-Power: Rp13.370 per liter;
Shell V-Power Diesel: Rp14.060 per liter; dan
Shell V-Power Nitro+: Rp13.550 per liter.

Selanjutnya, harga BBM di SPBU BP juga tercatat tidak berubah sejak 1 April 2025. Berikut ini adalah rincian harga BBM di SPBU BP:

BP 92: Rp12.800 per liter;
BP Ultimate: Rp13.370 per liter; serta
BP Diesel Ultimate: Rp14.060 per liter.

Di sisi lain, harga BBM di SPBU Vivo sempat turun Rp100 per liter untuk BBM jenis Revvo 90 pada awal April 2025. Dikutip dari akun resmi instagram SPBU Vivo dari Jakarta, Sabtu 5 April 2025, harga Revvo 90 turun Rp100 per liter, dari yang sebelumnya Rp12.800 per liter menjadi Rp12.700 per liternya.

Berikut ini adalah rincian harga BBM di SPBU Vivo:

Revvo 90: Rp12.700 per liter;
Revvo 92: Rp12.920 per liter;
Revvo 95: Rp13.370 per liter; dan
Diesel Primus Plus: Rp14.060 per liter. (ant)

Zulhas Sebut Kopdes Berperan untuk Pangkas Rantai Tengkulak

0
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan, berdirinya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) diharapkan dapat memangkas rantai tengkulak dan eksistensi rentenir ke petani dan juga nelayan.

Zulhas menyampaikan, Koperasi Merah Putih bertujuan untuk membangun kekuatan ekonomi dari desa. Presiden Prabowo Subianto disebut tidak ingin ada lagi petani dan nelayan yang kesulitan akibat ulah tengkulak.

“Kalau Kopdes sudah berdiri, nggak ada ruang lagi. Dia (rentenir dan tengkulak) mau main di mana, nggak ada lagi. Pupuk sudah di Kopdes, gabah nanti Kopdes yang tangani, apa lagi yang dia mau main,” ujar Zulhas usai Sosialisasi Inpres Pembentukan Koperasi Merah Putih di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, Koperasi Merah Putih juga akan memangkas panjangnya rantai pasok dari produsen ke konsumen. Nantinya, produsen bahan kebutuhan pokok, pupuk, elpiji hingga klinik akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih.

“Nanti dari produsen langsung ke koperasi, juga memangkas rantai-rantai tengkulak, kayak penyaluran pupuk, elpiji, KUR, sembako nanti ada di desa. Orang desa nggak perlu lagi ke Jakarta atau kota,” katanya.

Lebih lanjut, sistem yang kuat akan dibangun melalui Koperasi Merah Putih, sehingga peluang rentenir dan tengkulak yang merugikan petani dan nelayan dapat diminimalisir.

Pemerintah membentuk satuan tugas (satgas) harian untuk mempercepat pembentukan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih.

Zulhas mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih.

Pembentukan Koperasi Merah Putih ini melibatkan kementerian/lembaga seperti Kementerian Koperasi, Kementerian Pertanian, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan lainnya.

Pemerintah juga menargetkan berdirinya 80 ribu koperasi di tiap desa, di mana setiap koperasi akan dilengkapi dengan truk melalui fasilitas kredit usaha guna memasarkan hasil panen, hingga apotek untuk rakyat. (ant)

Halal Bihalal, IWAPI NTB Nyalakan Semangat Mewujudkan “NTB Makmur Mendunia”

0
Acara Halal Bihalal IWAPI NTB(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi NTB menggelar kegiatan halal bihalal, Senin, 14 April 2025 di salah satu hotel di Kota Mataram.

Kegiatan ini dilakukan tidak saja sebagai wadah untuk semakin merekatkan hubungan emosional sesama pengusaha perempuan di provinsi ini, saling bermaaf-maafan pasca lebaran Idul Fitri 1446H/2025, lebih dari itu, dari kegiatan ini, IWAPI NTB bertekad bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mensukseskan visi misi pembangunan NTB Mendunia.

Halal bi halal IWAPI NTB yang mengangkat tema “Dengan Silaturahmi, Kita Ciptakan Sinergi Bersama Menuju NTB Makmur Mendunia,” ini dihadiri langsung Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., M. IP., menghadiri Halal Bihalal DPD IWAPI NTB, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Sinta Agathia Soedjoko, Ketua Kadin NTB, Ketua Dekranasda Kota Matara, Kedua Kadin NTB, serta pejabat perempuan lingkup Pemprov NTB lainnya.

Dalam kesempatan ini, Ketua IWAPI NTB, dr. Hj. Rita Siswati menyampaikan, lebaran bukan hanya sekedar perayaan semata melainkan semangat untuk merajut kembali tali persaudaraan.

“Karena dengan persaudaraan yang kuat, kita wanita yang berada di ruangan ini akan membuat suatu karya yang akan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

IWAPI juga menurutnya akan bersama dengan pemerintah senantiasa saling mendukung. IWAPI juga tengah merumuskan agenda kerja untuk mendukung perwujudan NTB Mendunia.

IWAPI ebagai organisasi yang besar dapat dilibatkan secara langsung oleh pemerintah terlebih pada event besar seperti Internasional Enterpreneurship forum yang diinisiasi oleh BRICS.

“Harapannya kedepan, IWAPI dapat berkolaborasi bersama pemerintah khususnya pemprov NTB, menyongsong event dunia untuk bersama mewujudkan NTB Makmur Mendunia.” Katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Sinta Agathia Soedjoko mengatakan lebih banyak menekankan soal pentingnya saling maaf memaafkan, dan menjalin komunikasi.

Apalagi istri Gubernur NTB ini juga belum lama ini dilantik sebagai Ketua Dekranasda. Menurutnya, ia sangat terbuka menjalin komunikasi dengan siapapun, tanpa terkecuali kepada peremppuan-perempuan pengusaha yang ada di IWAPI NTB.

Sementata itu, Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri juga menyampaikan, bahwasanya IWAPI cukup terkenal di kalangan masyarakat melibatkan para pengusaha perempuan dalam memberikan kontribusi lebih pada sendi kehidupan masyarakat.

“IWAPI merupakan organisasi pengusaha wanita yang cukup eksklusif yang mampu memberikan peran dalam membantu program pembangunan ditingkat Provinsi maupun kabupaten/kota se-NTB,” akuinya.

Karenanya, Umi Dinda sapaan akrab Wagub mengingatkan bahwa organisasi bukan ajang untuk menjadi orang yang pantas didalamnya, melainkan sebagai wadah untuk belajar dan berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman.

Tak lupa pula, Umi Dinda eks Bupati dua periode itu mengajak IWAPI untuk ikut terlibat menyukseskan kegiatan Pornas VIII, mengingat NTB menjadi tuan rumah rencana pelaksanaannya pada bulan Juli mendatang.(bul)

Listrik Idulfitri Aman, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Keandalan Kelistrikan PLN NTB

0
PT PLN (Persero) PLN UIW NTB menerima kunjungan anggota Komisi VIII DPR RI dalam rangka menjalin sinergi untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat NTB pada Jumat 11 April 2025.(ekbisntb.com/ist)

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) menerima kunjungan silaturahmi dari anggota Komisi VIII DPR RI dalam rangka menjalin sinergi untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat NTB pada Jumat 11 April 2025. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum apresiasi atas kinerja PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan, terutama selama periode Ramadan dan Idulfitri 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Hj. Lale Syifaun Nufus, Anggota Komisi VIII DPR RI mengapresiasi kinerja PLN NTB yang telah menjaga pasokan listrik tetap stabil selama momen penting Ramadan dan Idulfitri. Keandalan sistem kelistrikan ini sangat mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

 “Kami berharap PLN dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, baik dalam hal keandalan pasokan listrik maupun layanan pelanggan. Kepuasan masyarakat harus menjadi prioritas utama, karena listrik telah menjadi kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat,” kata Lale Syifa.

General Manager PLN UIW NTB, Sudjarwo, menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk perhatian legislatif terhadap sektor ketenagalistrikan. “Kami berterima kasih atas apresiasi dan masukan yang diberikan. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim PLN NTB dan dukungan seluruh stakeholder serta masyarakat,” ujar Sudjarwo.

Lebih lanjut Sudjarwo juga melaporkan bahwa PLN NTB telah berhasil melistriki seluruh desa 24 jam di NTB. “Ini merupakan komitmen kami untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui ketersediaan listrik yang andal. Kami juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui berbagai inovasi,” tambahnya.

Kunjungan silaturahmi ini juga membahas potensi kolaborasi antara DPR RI dan PLN NTB dalam berbagai program strategis. “Kami terbuka untuk bekerja sama dalam program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pengembangan energi terbarukan dan perluasan akses listrik,” jelas Sudjarwo.

PLN NTB terus berinovasi melalui digitalisasi layanan, salah satunya dengan pengembangan aplikasi PLN Mobile yang memudahkan pelanggan. “Transformasi digital menjadi prioritas kami untuk meningkatkan kualitas layanan dan respon terhadap kebutuhan pelanggan,” tegas Sudjarwo.

Ke depan, PLN NTB berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan sistem dan mempercepat transisi energi bersih. “Kami akan terus bekerja sama dengan semua stakeholder untuk mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan di NTB, sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan melalui layanan yang lebih baik,” pungkas Sudjarwo.(bul)

Produk Kerajinan “La Rose” Mulai Menapaki Pasar Jepang

0
IKM binaan Disperin NTB, Gerralo by La Rose sukses menembus pasar internasional lewat produk khasnya, KINTA Bag. (ekbisntb.com/ist)

KABAR menggembirakan datang dari dunia industri kreatif NTB. Salah satu finalis 30 besar IKM Ite Begawe Fest binaan Disperin NTB, Gerralo by La Rose, sukses menembus pasar internasional lewat produk khasnya, KINTA Bag.

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan pemerintah daerah, khususnya Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, mampu mengantarkan IKM lokal menuju panggung global.

Momen penting ini terjadi pada pameran Inacraft Februari 2025. Di ajang bergengsi tersebut, KINTA Bag, tas tenun Lombok rancangan Gerralo by La Rose, berhasil menarik perhatian seorang buyer asal Jepang bernama Yoko Sato.

Terpesona dengan keunikan dan pesona produk tersebut, Sato menyatakan kekagumannya dengan kalimat sederhana namun bermakna.

“Tas ini sangat lucu dan cantik.” Ketertarikan ini segera berlanjut pada pemesanan perdana sebanyak 50 pcs tas, yang dikirim dengan sukses pada 2 April 2025.

Tak hanya soal kualitas produk, keunggulan Gerralo by La Rose juga tercermin dari etika bisnis yang dijunjung tinggi. Komunikasi yang lancar dan penuh kepercayaan antara Ibu Rose, pemilik IKM, dan Yoko Sato berlangsung secara konsisten melalui WhatsApp.

Bahkan, ketika terjadi kelebihan dana ongkos kirim, Ibu Rose dengan jujur menginformasikannya kepada pihak buyer. Sikap profesional dan transparan ini mendapat respons positif dan menjadi dasar dari rencana pemesanan lanjutan, sekaligus memperkuat posisi produk NTB di hati konsumen luar negeri.

Prestasi ini tentu tidak datang begitu saja. Dukungan penuh dari Disperin NTB, di bawah kepemimpinan Hj. Nuryanti, SE., ME., menjadi salah satu kunci keberhasilan Gerralo by La Rose dalam menembus pasar internasional. Pendampingan, pelatihan, hingga fasilitasi promosi telah membuka jalan bagi IKM lokal untuk berkembang dan bersaing secara global.

Gerralo by La Rose sebelumnya telah menorehkan berbagai capaian nasional, seperti menjadi Juara 2 dan Juara 1 Lomba Kriya Dekranasda Award di tahun 2023 dan 2024, Juara 2 Apresiasi Indonesia Jatim oleh Kemenparekraf, hingga masuk dalam 30 besar program Bangga Buatan Indonesia oleh Kementerian Perindustrian RI.

Mereka juga aktif tampil di berbagai pameran bergengsi seperti BRIlianpreneur dan Inacraft, yang bahkan sempat dikunjungi dan mendapat apresiasi dari tokoh-tokoh nasional seperti Ibu Tiriek Suharto dan para istri menteri.

Dengan semangat baru pemerintahan Provinsi NTB yang menekankan penguatan industrialisasi dan UMKM naik kelas, keberhasilan Gerralo by La Rose menjadi bukti konkret bahwa mimpi untuk “Go Global” bukanlah isapan jempol. Ini adalah hasil dari kerja nyata, kolaborasi strategis, dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah yang terus berkomitmen untuk melahirkan lebih banyak lagi IKM berkelas dunia karena NTB tidak hanya indah, tapi juga kaya karya.(r/bul)

Tekad Arsenio Bawa Astra Honda Juarai Kejurnas Motocross 2025

0
Pebalap muda berbakat yang tergabung dengan AHRT Arsenio Al Ghifari, bertekad meraih juara di Kejurnas Motocross 2025 pada kelas MX2.(ekbisntb.com/ist)

TIDAK hanya jawara di ajang road race, motor Honda juga dominan di balapan Motocross. Pebalap muda berbakat yang tergabung dengan Astra Honda Racing Team (AHRT), Arsenio Al Ghifari, bertekad melesat raih juara di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Motocross 2025 pada kelas MX2. Seri pembuka Kejurnas telah berlangsung di Sirkuit Akarmas Sumbing Mountain, Wonosobo, Jawa Tengah, pada 12-13 April 2025.​

Dalam Kejurnas MX2 2025 ini, Arsenio yang mengandalkan CRF250R telah terbukti kompetitif di lintasan nasional maupun internasional. Tahun lalu, Arsenio menunjukkan semangat luar biasa dalam Kejurnas Motocross kelas MX2. Menderita cedera setelah berjuang di ajang kejuaraan dunia MX2, dirinya tetap tampil gigih dan mampu finis di posisi kedua pada dua race putaran akhir Kejurnas Motocross 2024 di Wonosobo.

”Target saya tahun ini tentu meraih juara nasional bersama Astra Honda. Persiapan sudah saya lakukan dengan maksimal. Saya akan berusaha menggapai hasil terbaik di semua seri tahun ini, termasuk seri pembuka yang akan dilaksanakan di Wonosobo ini,” ujar Arsenio.

Keikutsertaan Arsenio dalam Kejurnas Motocross 2025 merupakan bagian dari program pembinaan pebalap berjenjang yang dilakukan oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Sejak 2019, AHM telah membentuk tim motocross AHRT yang bertanding di ajang nasional dan internasional, termasuk Motocross Grand Prix (MXGP).

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menyatakan program ini bertujuan untuk mengembangkan talenta pebalap muda Indonesia agar dapat berprestasi di tingkat dunia. ​

”Kami tak hanya serius pada balap on road. Adu ketangkasan di lintasan off road juga menjadi bagian dari roadmap pembinaan balap berjenjang yang dilakukan AHM. Kami temani selalu semangat crosser muda Indonesia untuk tampil membanggakan dan membawa harum nama bangsa Indonesia di kancah dunia,” kata Andy.​

Dukungan penuh dari AHM dan AHRT, Arsenio diharapkan dapat memberikan performa terbaiknya dan meraih prestasi gemilang di Kejurnas Motocross 2025, hingga pada saatnya mengharumkan nama Indonesia di kancah balap motocross nasional dan internasional.(bul)

Kasus Proyek Dermaga Senggigi Mangkrak Jangan Terulang

0
Dermaga Senggigi ini akan dibangun lagi dengan nilai Rp13,5 miliar. Selain bisa menambah jumlah kapal yang sandar, juga meningkatkan PAD. (ekbisntb.com/ist)

Komisi III DPRD Lombok Barat (Lobar) mengingatkan Pemkab L:obar agar pengerjaan proyek Senggigi yang dialokasikan Rp13,5 miliar tak terulang seperti kasus sebelumnya. Di mana proyek sebelumnya beberapa tahun lalu senilai Rp7 miliar mangkrak hingga rekanan menggugat Pemkab Lobar. Dengan dibangunnya dermaga ini nantinya juga diharapkan bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pembangunan Dermaga Senggigi ini telah masuk tender, sehingga diharapkan bisa tanda tangan kontrak dan pengerjaan Mei mendatang. “Kami minta diantisipasi jangan sampai terjadi seperti sebelumnya (mangkrak), itu jadi evaluasi Pemkab,” tegas Sekretaris Komisi III, Hj Robihatul Khairiyah, pekan kemarin.

Ia pun berharap agar Pemkab Lobar melakukan lelang dengan cermat dan teliti agar rekanan yang dihasilkan benar-benar komitmen dan bonafid.

Semua harus disiapkannya, terkait peralatan, operasional dan waktu pelaksanaan. Pihaknya pun tetap mengawasi pengerjaannya nanti, jangan sampai mangkrak seperti sebelumnya.

Sebelum dialokasikan untuk pembangunan dermaga Senggigi, Komisi III keliling berkomunikasi dengan para pihak, seperti pelaku usaha jasa angkutan di pelabuhan Senggigi. Dari hasil serapan itu, bahwa mereka pelaku usaha butuh dermaga yang representatif di Senggigi untuk menarik wisatawan dan penumpang. Sehingga dari serap informasi itu, Komisi III pun mengusulkan anggaran untuk pembangunan dermaga tersebut.  “Karena rata-rata kapal mereka tidak bisa sandar di dermaga sekarang ini,” jelasnya.

Anggaran untuk pembangunan dermaga ini pun sebesar Rp13 miliar. Menurutnya sebelum pandemi Covud-19, ada banyak kapal yang melayani rute ini, sehingga diharapkan dengan dibangunnya dermaga ini maka makin banyak pengunjung melalui dermaga ini dan Senggigi makin ramai. Begitupula PAD dari pelabuhan ini bisa naik. “Sekarang sekitar Rp300 juta,”kata dia.

Sementara itu Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Lobar Lalu Agha Farabi mengatakan proyek Dermaga Senggigi telah masuk lelang. (her)

Merusak Pemandangan, Kades Desak TPS Pinggir Jalan di Kediri Direlokasi

0
TPS di pinggir jalan besar Kediri Lobar yang berbatasan dengan Loteng ini telah lama dikeluhkan warga sehingga didesak agar direlokasi ke tempat lain. (ekbisntb.com/her)

Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di pinggir jalan utama di Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menuju Lombok Tengah sejak lama dikeluhkan warga. Lantaran lokasinya dekat jalan besar dan pemukiman warga serta pondok pesantren (ponpes), kerap kali menimbulkan bau tak sedap.

Oleh karena itu, para kepala desa (kades) yang wilayahnya terdampak meminta agar TPS ini direlokasi atau dipindah.

Kades Kediri Fadholi Ibrahim menegaskan keberadaan TPS itu telah lama dikeluhkan warga sebab berdekatan dengan ponpes, pemukiman dan lebih-lebih berada di pinggir jalan besar yang berbatasan dengan Lombok Tengah. “Sehingga keberadaannya sangat jorok dan merusak pemandangan serta menimbulkan bau. Untuk itu TPS itu harus direlokasi, itu harapan dan permintaan kami,” kata Fadholi, akhir pekan kemarin.

Ia pun berharap agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengumpulkan para kades yang ada kebetulan membuang sampah di TPS itu untuk membahas ini. Bahkan ia siap bertemu berdialog dengan Bupati Lobar menyampaikan persoalan ini.

Di TPS itu kondisinya overload, karena sampah dibuang dari lima desa, yakni Kediri, Kediri Selatan, Montong Are, Jagaraga Indah, dan Gelogor. Seharusnya dengan luas TPS 3 are dua desa yang membuang sampah di sana. “Tetapi kenyataan nya, lima desa yang membuang disana, belum lagi dari luar Lobar,” imbuhnya.

Ia mendukung upaya Pemkab Lobar dalam hal ini Dinas Pertanian untuk mengoptimalkan Rumah Potong Hewan yang ada di dekat TPS tersebut. Selama ini RPH ini tak maksimal, salah satunya disebabkan berdampingan dengan TPS. “RPH ini mengganggu aktivitas dari RPH itu,”ujarnya.

Senada dengan itu, Kades Montong Are Mujitahid juga meminta agar TPS itu direlokasi. “Sebaiknya dipindah kurang pas di lokasi ini,” tegasnya.

Alternatif untuk TPS tentu nanti bisa dicari ke lokasi lain yang berada di bagian dalam, karena TPS ada di dekat jalan dan ponpes, sehingga sangat mengganggu pemandangan. Soal RPH yang ada di lokasi itu, menurutnya memang tidak pernah aktif sejak sebelum ada TPS itu. “Tapi kalau satu lokasi TPS dengan RPH ini memang tidak pas, TPS itu sebaiknya direlokasi,” ujarnya.

Pihaknya pun sudah menyampaikan soal relokasi TPS ini ke Kepala DLH. Ia juga mendorong agar perlu di masing-masing desa itu ada semacam depo sampah yang menampung selanjutnya diambil petugas lalu diangkut ke TPA untuk mengurangi tumpukan sampah di mana-mana. (her)

Pembangunan Bendungan Mujur Terkendala LARAP dan AMDAL

0
Sawah di Loteng di bagian selatan merupakan lahan tadah hujan. Sebagian besar mengandalkan saluran irigasi atau pembangunan bendungan. (ekbisntb.com/ham)

PEMBANGUNAN Bendungan Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sudah lama direncanakan. Beberapa kali pergantian kepemimpinan, baik pusat, gubernur dan bupati, pembangunan Bendungan Mujur hanya belum juga terealisasi. Bahkan, pembangunan bendungan ini menjadi bahan kampanye calon kepala daerah hingga anggota DPRD dan DPR RI dalam meraup simpati rakyat.

Anggota Kelompok Tani Desa Bangket Parak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Loteng, H. Muhammad Karep, saat panen raya padi Bersama Presiden Prabowo Subianto di 14 Provinsi, Senin, 7 April 2025 lalu berharap pembangunan Bendungan Mujur segera dilaksanakan.

Dirinya meminta perhatian dari pemerintah memperhatikan masalah sarana dan prasarana pertanian di wilayah selatan, khususnya jalan tani yang sangat penting bagi petani. Menurutnya, keberadaan Bendungan Mujur jika dibangun akan memberikan manfaat bagi petani di Loteng. Selain itu, permasalahan air untuk irigasi pertanian di Loteng bagian selatan sangat penting dalam upaya mendukung program pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mandiri di bidang pangan.

Sementara keberadaan dua bendungan di Loteng yakni Bendungan Batujai dan Bendungan Pengga lebih banyak dipergunakan untuk pengairan lahan pertanian di Lombok Barat. Beda halnya, dengan keberadaan Bendungan Mujur sebagian besar bisa dipergunakan untuk mengairi lahan pertanian, khususnya di Loteng bagian selatan.

Menanggapi hal ini, Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, jika tidak ada pemerintah yang ingin menyengsarakan rakyatnya. Pemerintah berupaya akan memberikan kesejahteraan masyarakatnya, termasuk di sektor pertanian.

Diakuinya, khusus masalah Bendungan Mujur, Pemkab Loteng, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, DPR RI dan juga DPRD Provinsi dan Kabupaten telah berikhtiar dalam memulai pembangunan  Bendungan Mujur.

Meski demikian, ungkapnya, dalam memulai pembangunan membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan dana yang tidak sedikit pula. Bahkan, upaya pembebasan lahan hingga pengkajian dari sisi pembebasan lahan hingga keberadaan bendungan sudah dilakukan. Namun, ujarnya, pihaknya dihadapkan dengan masih adanya penolakan masyarakat  yang akan terkena lahannya menjadi areal bendungan membuat upaya pembangunan masih tterkendala.

Bupati juga menyebutkan tentang Larap (Land Acquisition and Resettlement Action Plan) yang perlu dilakukan untuk memindahkan masyarakat yang terkena dampak pembangunan. Ia menekankan bahwa Larap tersebut perlu disosialisasikan kepada masyarakat dan memerlukan waktu yang lama.

Hal senada disampaikan PPK OP SDA II BBWS Nusa Tenggara I, Supardi, ST., MT., jika pihaknya terus mengawal rencana pembangunan Bendungan Mujur tersebut. Bahkan, pimpinan BWS sebelumnya tetap mendampingi pemerintah daerah dalam upaya melakukan sosialisasi dan memperjuangkan anggaran ke pemerintah pusat. Pihaknya juga berharap pada tahun anggaran 2026-2027, rencana pembahasan untuk pembangunan Bendungan Mujur bisa dimulai.

Menurutnya, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan, seperti masalah Larap dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Jika ini sudah bisa diselesaikan, pihaknya menyebut tahapan pembangunan Bendungan Mujur sudah bisa dimulai. Namun, hal ini membutuhkan waktu yang lama dan dana yang tidak sedikit. (ham)