Sunday, April 12, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 303

Kunjungi Museum Negeri NTB, Delegasi Peserta IGS Terkesan Sajian Makanan Tradisional

0
Anggota delegasi IGS saat mencicipi serabi, makanan khas Lombok saat berkunjung ke Museum Negeri NTB, Jumat, 9 Mei 2025(ekbisntb.com/ham)

Event Indonesia Gastro Diplomacy Series (IGS) 2025 di NTB memberikan kesan positif bagi peserta atau Duta Besar (Dubes) dari sejumlah negara. Selain bisa menikmati keindahan objek wisata alam. Peserta juga terkesan dengan kuliner khas Lombok yang disajikan.

SATU meja disiapkan khusus untuk menaruh kuliner khas Lombok yang berbahan beras ketan disiapkan pihak Museum Negeri NTB, dalam menyambut kedatangan delegasi IGS, Jumat 9 Mei 2025. Bahkan, minuman tradisional khas Lombok, Serbat disediakan selain teh panas yang siap seduh.  Delegasi yang berasal dari Kuwait, Singapura, Yordania, Slovakia, Zimbabwe, Serbia, Ukraina (CDA), Polandia, Rwanda, Ethiopia, Kenya (Commercial Attache), Kuba, Maunitania juga Kamboja. Hadir juga delegasi Laos, Inggris (Perwakilan), Austria, Armenia, Bosnia & Herzegovina, Korea Selatan, Filipina, Austria, Fiji, China, Finlandia, Uni Emirat Arab dan Belanda.

Di bagian lain, pihak Museum Negeri NTB juga menyediakan serabi yang langsung didatangkan dengan pembuatnya. Anggota delegasi IGS dari 28 negara ini bisa menikmati sekaligus melihat secara langsung proses pembuatan serabi.

Kedatangan anggota delegasi  yang dipimpin langsung Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri,  R. Heru Hartanto Subolo diterima Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB H. Abdul Aziz, SH , MH., Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTB H. Khairul Akbar, Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam, SH., MH., dan jajaran lainnya usai mengunjungi Pantai Ampenan.

Usai prosesi menyambut kedatangan anggota delegasi, mereka langsung disuguhkan minuman Serbat. Dua petugas langsung mengantarkan minuman Serbat pada anggota delegasi dan pasangannya yang duduk di kursi masing-masing. Setelah itu, mereka langsung mengambil makanan tradisional yang sudah disediakan.

Sebagian besar anggota delegasi sangat suka dengan serabi yang baru matang. Serabi yang masih hangat atau panas langsung diambil di nampan dan dimakan.Meski bahan pelengkap lain, seperti parutan kelapa muda dan gula aren belum dicampur. Ketika mereka merasakan serabi yang sudah dicampur lengkap, banyak di antaranya yang menambah. Bahkan ada yang meminta untuk dibungkus.

Nikmatnya khas kuliner Lombok dan beragam potensi yang dimiliki Lombok cukup berkesan bagi Duta Besar Slovakia untuk Indonesia Tomas Ferko. Dikonfirmasi di sela-sela menikmati makanan serabi, Tomas Ferko mengakui sudah 4 kali ke Indonesia.

Dirinya senang dengan makanan khas Lombok, termasuk keindahan alam yang dimiliki membuatnya senang berkunjung ke daerah ini. Apalagi dalam setiap kunjungannya selalu ada hal yang baru tentang Lombok dan kekayaan alamnya.

Tomas Ferko juga terkesan dengan keindahan alam Rinjani. Menurutnya, tempat ini sangat cocok untuk menghabiskan waktu dan mengeksplorasi keindahan alam yang dimiliki Lombok, khususnya dan NTB umumnya.

Kepala Museum Negeri NTB Ahmad Nuralam mengakui, jika kunjungan delegasi IGS memberikan kesan positif, terutama dengan sajian yang diberikan dan keberadaan koleksi yang ada di museum.

‘’Kementerian mengakui mereka puas hadir di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat. Dan mereka dapat melihat tentang NTB secara simple. Mereka mendapatkan kesan tentang NTB bahwa NTB multikultural dan terdiri dari berapa etnis. Dan kita berharap ini bisa menjadikan visi Gubernur bisa terwujud, yakni Makmur Mendunia,’’ ujarnya.

Nuralam mengakui, koleksi yang ditampilkan berkaitan dengan konektivitas. Menurutnya, walau NTB wilayah bagian dari Indonesia, tapi ternyata NTB punya kontribusi secara global. Hal ini dilihat di dalam. Dda koleksi, ada maket dari Samalas dan Tambora. Dan itu membuktikan bahwa NTB terhubung dengan global, bagaimana Samalas mempengaruhi dunia dan Tambora mempengaruhi sejarah Eropa, ketika Napoleon Bonaparte saat melakukan ekspansi ke beberapa negara.

‘’Dan ternyata dari dulu NTB Lombok – Sumbawa itu terkoneksi secara global. Nah ini yang kita tampilkan pesan itu mereka sudah dapatkan dan kita juga menampilkan tentang hal-hal yang sifatnya living (hidup). Jadi kami menampilkan tentang tidak hanya artefak yang ada di museum, tapi bagian dari tradisi masyarakat, bagian dari keseharian masyarakat kita tampilkan, makanan tradisional yang ternyata itu sangat menarik bagi mereka,’’ terangnya. (ham)

2.729 Jemaah Haji NTB Telah Tiba di Tanah Suci

0
Hairul Yamin (ekbisntb.com/era)

Lombok (ekbisntb.com) –  Sebanyak 2.729 CJH asal NTB telah tiba di Tanah Suci. Hingga Kamis, 8 Mei 2025, panitia haji telah memberangkatkan  enam kelompok terbang (kloter) embarkasi Lombok.

Ketua Tim Bina Haji Reguler Kanwil Kemenag NTB, Syukri, menyampaikan bahwa saat ini masih ada 1.818 jemaah yang belum diberangkatkan. Jumlah tersebut terbagi dalam lima kloter, yang akan segera diberangkatkan beberapa hari ke depan.

“Enam kloter sudah diberangkatkan. Kloter terakhir, yakni kloter 6 dari Bima, lepas landas dini hari pukul 01.50 Wita,” ujarnya, Kamis, 8 Mei 2025.

Kemenag NTB memastikan, 1.818 jemaah yang belum berangkat bukan karena kendala visa. Namun, keberangkatan sesuai dengan jadwal terbitnya visa. Yang artinya, 1.818 JCH yang belum berangkat mengalami keterlambatan penertiban.

“Perpindahan kloter dilakukan agar jemaah yang visanya lebih dulu terbit bisa diprioritaskan berangkat lebih awal,” jelasnya.

Sementara itu, per hari ini, Kloter 7 akan membawa 393 jemaah. Dari data yang dihimpun, jemaah tertua di kloter 7 berusia 93 tahun bernama Makiah Kicah dari Aikmel, Lombok Timur, sedangkan jemaah termuda adalah Badrul Munir, 25 tahun, asal Masbagik.

“Tercatat ada 108 lansia dalam kloter 7,” tambahnya.

Dari sisi kesehatan, Plh Kepala Pelayanan Kesehatan Embarkasi Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Mataram, Hairul Yamin, menyebutkan bahwa dari 393 jemaah kloter 7, sebanyak 62,5 persen tergolong berisiko tinggi.

“48 orang berisiko tinggi berat, 72 orang risiko sedang, 125 orang risiko ringan, dan 144 orang dalam kondisi sehat,” jelasnya.

Adapun dua jemaah NTB yang meninggal dunia sebelum berangkat ke tanah suci bernama Sapiin (64) asal Kecamatan Sakra Timur. Kemudian ada Siti Maryam dari Kabupaten Bima. “Yang dari Bima sempat dirujuk ke RSUD Provinsi NTB. Keduanya sempat masuk Asrama Haji,” ulasnya.

Kedua jemaah calon haji yang meninggal dunia sebelum diberangkatkan ke tanah suci bisa mengajukan asuransi haji. Total asuransi yang diberikan sebagai satu kali Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) yang disetor untuk biaya pemberangkatan.

“Besaran BIPIH di NTB sebesar Rp 56.764.801. Jumlah ini yang akan diterima oleh keluarga jemah,” katanya.

Menurutnya, pemberian asuransi bisa dilakukan jika kursi yang bersangkutan tidak dilimpahkan ke ahli waris. Jika dilimpahkan, otomatis asuransi jemaah yang meninggal dunia gugur.

“Karena nomor kursi bisa dipakai kembali oleh ahli waris,” pungkasnya. (era)

Wamen Ekraf Perkenalkan Wisata Hijau Bilebante pada Rombongan Peserta IGS

0
Rombongan diplomat kunjungi desa wisata bilebante(ekbisntb.com/kir)

Lombok (ekbisntb.com) – Puluhan diplomat yang terdiri duta besar (Dubes) dan perwakilan negara sahabat mengunjungi objek wisata hijau Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng), Jumat 9 Mei 2025.

Rombongan dipimpin langsung Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri dan Staf Ahli Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Sejumlah pejabat pusat dan Provinsi NTB serta Loteng turut mendampingi rombongan dalam kunjungan yang menjadi bagian dari agenda Indonesia GastroDiplomacy Series tersebut.

Pada kesempatan itu Wamen Ekraf memperkenalkan langsung berbagai potensi yang ada di Desa Wisata Hijau Bilebante tersebut. Usai berkeliling desa, rombongan kemudian dijamu di objek wisata Pasar Pancingan yang merupakan salah satu objek wisata unggulan desa setempat.

Selain menikmati berbagai makanan dan jajanan tradisional, para diplomat tersebut juga ikut praktik langsung memasak masakan tradisional bersama masyarakat setempat.

Para diplomat pun mengaku senang bisa melihat dan menikmati secara langsung berbagai masakan dan jajanan tradisional langsung dari sumbernya. Terlebih semua makanan dan jajanan dimasak dan dibuat secara tradisional. Menggunakan bahan makanan yang ada di desa, sehingga bisa dijamin keaslian dan kealamiannya. Sejumlah diplomat pun mengaku senang dan tertarik dengan keunikan produk atau masakan yang disajikan.

Irene mengatakan, pihaknya sengaja membawa rombongan para diplomat dari sekitar 27 negara tersebut ke desa wisata hijau Bilebante agar bisa tahu apa saja potensi yang dimiliki Desa Bilebante dan NTB secara lebih luas. Kalau sudah mengetahui potensi yang ada diharapkan bisa menarik minat investor untuk berinvestasi di daerah ini.

“Investor itu perlu tahu dulu di sini ada apa, baru mereka bisa tahu potensi apa yang apa bisa dikembangkan,” terang Irene.

Melalui kegiatan semacam inilah potensi yang ada kita perkenalkan. Kemudian nantinya melalui perantara para diplomat itulah informasi tentang potensi yang ada di daerah ini bisa tersebar luas, sehingga perlahan akan bisa menarik masuk investasi di daerah ini.

Hal senada juga disampaikan Wagub NTB Hj. Indah Damayanti Putri. Menurutnya, kedatangan puluhan para diplomat dari berbagai negara tersebut sangat istimewa bagi NTB. Dan, tentunya diharapkan bisa memberikan nilai lebih bagi daerah. Terutama bagi pelaku UMKM dan beberapa tempat yang dikunjungi selama berada di daerah ini.

Memang, kalau bicara dampak tentu tidak bisa langsung. Bahwa manfaatnya mungkin tidak langsung dirasakan saat ini. Tetapi paling tidak dengan sambutan dan pelayanan yang baik yang diberikan oleh masyarakat bisa memberikan kesan mendalam bagi para diplomat yang datang tersebut, sehingga bisa memberikan nilai positif bagi daerah di luar negeri. (kir)

Terlambat RUPS, Jamkrida NTB Syariah Belum Bisa Setorkan Rp1,9 Miliar Dividen

0
Lalu Taufik Mulyajati (ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Salah satu BUMD keuangan NTB, PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) NTB Syariah belum menyetorkan dividen kepada pemegang saham akibat belum dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Keterlambatan ini terjadi karena masih menunggu jadwal pemegang saham pengendali (PSP) atau Gubernur NTB untuk pelaksanaan RUPS.

Direktur Utama PT Jamkrida NTB NTB, Lalu Taufik Mulyajati, Jumat, 9 Mei 2025 menjelaskan bahwa RUPS idealnya digelar pada Mei 2025 lalu, namun belum ada kesiapan dari PSP. Direksi telah bersurat resmi pada April 2025 untuk meminta audiensi dengan Gubernur NTB, tetapi hingga saat ini belum ada kepastian karena padatnya jadwal kepala daerah.

“Kami sudah mengajukan audiensi sejak April, dengan harapan RUPS bisa dilakukan pada Mei. Namun, karena belum ada kepastian, kami menargetkan pelaksanaan paling lambat Juni 2025 sesuai batas akhir yang ditetapkan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT),” ujar Lalu Taufik.

Ia menegaskan bahwa secara fakta keuangan, perusahaan tidak menghadapi kendala dalam hal laba atau aspek lainnya. Keterlambatan ini murni terkait administrasi RUPS. Berdasarkan laporan keuangan, kinerja perusahaan mencapai Rp1,9 miliar, dengan setoran dividen untuk Pemprov NTB sebesar Rp1,6 miliar.

Sementara itu, keuntungan PT Jamkrida NTB terus menunjukkan peningkatan. Tahun lalu, pada tahun buku 2023 perusahaan mencatat laba sebesar Rp2,6 miliar, dan kinerja tahun buku 2024 meningkat hingga Rp3,2 miliar, atau mengalami pertumbuhan sekitar 20 persen.

Menurut regulasi, RUPS wajib dilaksanakan maksimal Juni 2025, dan jika melewati batas tersebut, perusahaan dapat dikenakan sanksi administrasi. Konsultasi dengan Biro Ekonomi telah dilakukan beberapa kali untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi.

Lalu Taufik berharap adanya kepastian jadwal dari PSP dalam waktu dekat agar tidak terjadi keterlambatan lebih lanjut yang dapat berdampak pada kepentingan pemegang saham.

“Kami tetap berupaya agar RUPS dapat segera terlaksana, sehingga dividen bisa disetor sesuai ketentuan,” tambahnya.(bul)

Tiga IKM NTB Kantongi Sertifikat HACCP, Bidik Pasar Global

0
Nuryanti urutan kedua dari kiri(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Tiga pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dari Provinsi NTB berhasil meraih sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), sebuah standar internasional yang menjamin keamanan pangan. Raihan ini membuka jalan bagi produk pangan lokal NTB untuk bersaing di kancah nasional hingga global.

Ketiga IKM yang berhasil menorehkan prestasi tersebut adalah Sate Rembige Goyang Lidah, PT Yola Pribumi Ayam Rarang, dan Biskuit Bait Rumput Laut Pawon Pengsong. Keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi apik antara Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Dinas Perindustrian Provinsi NTB melalui program fasilitasi sertifikasi HACCP. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan daya saing industri pangan lokal dengan mengadopsi standar keamanan pangan bertaraf internasional.

Proses meraih sertifikasi HACCP tidaklah instan. Selama tiga bulan penuh, ketiga IKM tersebut menjalani pembinaan intensif yang meliputi pemeriksaan sistem produksi secara daring dan luring, pelatihan penerapan sistem keamanan pangan, hingga coaching clinic yang dipandu oleh para ahli pendamping industri dan konsultan sertifikasi. Puncak dari proses ini adalah kurasi ketat yang bertujuan untuk menyeleksi IKM dengan potensi ekspor yang menjanjikan.

Sebelumnya, ketiga IKM ini berhasil menembus 30 besar IKM terpilih dalam ajang Ite Begawi Fest. Festival industri kreatif dan pangan ini menjadi platform penting untuk kurasi dan inkubasi produk-produk unggulan NTB. Melalui ajang ini, mereka mendapatkan kesempatan emas untuk membuka akses ke pasar ekspor, berkat dukungan dari pemerintah dan berbagai mitra industri.

Ite Begawi Fest sendiri memegang peranan krusial dalam mentransformasi wajah industri pangan lokal NTB. Lebih dari sekadar pameran produk, festival ini menjadi wadah pembinaan dan kurasi intensif bagi IKM terpilih. Rangkaian pelatihan, pertemuan bisnis, dan penilaian produk yang terstruktur menjadikan Ite Begawi Fest sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku industri, pemerintah, dan pasar global.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, SE., ME., menyampaikan apresiasinya atas pencapaian ini.

“Ite Begawi Fest adalah bukti bahwa jika kita memberi ruang, bimbingan, dan kesempatan, maka IKM lokal bisa tumbuh menjadi pelaku industri yang siap bersaing secara global,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis dalam memperluas jangkauan pasar, produk-produk unggulan NTB kini tengah dibidik untuk memasuki pasar jemaah umroh dan haji. Pasar ini dinilai sangat potensial mengingat tingginya permintaan akan produk halal, praktis, dan tahan lama.

Produk seperti Ayam Rarang dalam kemasan kaleng, Sate Rembiga dalam kemasan, serta snack biskuit rumput laut dari Pawon Pengsong diyakini sangat sesuai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para jemaah di tanah suci.

“Pasar jemaah haji dan umroh bisa menjadi ‘launching pad’ bagi produk lokal NTB menuju pasar Timur Tengah dan Asia Selatan. Ini menjadi peluang nyata untuk membawa produk NTB go global dengan identitas lokal yang kuat,” imbuh Nuryanti.

Pemerintah Provinsi NTB terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan IKM melalui berbagai program. Selain fasilitasi sertifikasi halal, rekomendasi merek, dan pembinaan IKM, pemerintah juga mendorong digitalisasi melalui Sistem Manajemen Informasi Industri berbasis aplikasi Android. Program NTB Exploration dan iDOORS juga terus berjalan untuk menciptakan ekosistem industri yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan diraihnya sertifikasi HACCP oleh tiga IKM ini, NTB semakin memantapkan posisinya dalam mendorong IKM naik kelas. Sertifikasi ini menjadi bukti nyata bahwa produk lokal NTB mampu memenuhi standar kualitas global, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui sektor industri pangan.(bul)

Organda NTB Tolak Ajakan Penutupan Pelabuhan Pototano Terkait Isu PPS

0
Junaidi Kasum(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Nusa Tenggara Barat (NTB) secara tegas menyatakan penolakannya terhadap ajakan aksi penutupan Pelabuhan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat yang beredar di media sosial. Ajakan aksi tersebut diketahui berkaitan dengan aspirasi pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS).

Sebagaimana isi seruan yang beredar di media sosial, rencana aksi penutupan Pelabuhan Pototano akan dilakukan tanggal 15 Mei 2025 ini.

Ketua DPD Organda NTB, Junaidi Kasum di Mataram, Jumat, 9 Mei 2025 menyampaikan pandangannya terkait isu ini. Menurutnya, penutupan Pelabuhan Pototano sebagai pelabuhan penghubungan Pulau Lombok dengan Pulau Sumbawa akan berdampak negatif dan mengganggu mata pencaharian para anggota Organda yang selama ini mengandalkan transportasi sebagai sumber rezeki.

“Rencana ada aksi menutup pelabuhan Poto Tano berkaitan dengan dorongan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) yang seruannya beredar di media media sosial, menurut pandangan kami DPD Organda, kalau terjadi penutupan Poto Tano, akan mengganggu anggota kami yang selama ini mencari rezeki lewat transportasi,” ujar Junaidi Kasum.

Lebih lanjut, Junaidi Kasum menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi. Namun, ia menekankan agar aksi tersebut tidak sampai mengganggu kepentingan umum, khususnya dengan melakukan penutupan jalur transportasi.

“Tentu, silakan aksi saja, tapi jangan ada penutupan jalur transportasi untuk kepentingan umum. Oleh karena itu, silakan demo, tapi jangan sampai itu terjadi (menutup pelabuhan),” tegasnya.

Junaidi Kasum mengungkapkan bahwa seruan aksi penutupan pelabuhan tersebut telah menimbulkan keresahan di kalangan anggota Organda. Banyak anggota dari berbagai wilayah di Pulau Sumbawa, seperti Bima, Dompu, dan Sumbawa, termasuk penyedia jasa travel, yang menghubunginya. Mereka khawatir rencana perjalanan mereka menuju Mataram pada tanggal 15 mendatang akan terhambat, mengingat banyak yang telah membeli tiket penyeberangan.

“Sekarang dengan adanya video yang beredar untuk seruan aksi menutup pelabuhan Poto Tano, banyak anggota kami yang nelpon yang dari ADKP Bima, Dompu, Sumbawa, termasuk travel, ketika tanggal 15 mau ke Mataram (Lombok) yang sudah beli tiket untuk penyeberangan, banyak yang menyampaikan ke saya sebagai ketua DPD Organda,” jelasnya.

Meskipun menolak penutupan pelabuhan, Junaidi Kasum menegaskan bahwa masyarakat transportasi di NTB juga memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa. Namun, dukungan tersebut tidak sejalan dengan tindakan penutupan fasilitas publik yang justru akan merugikan masyarakat luas.

“Masyarakat transportasi juga mendukung penuh pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa, tapi untuk terkait imbauan penutupan pelabuhan Tano tanggal 15 agar tidak dilakukan hal-hal seperti itu,” pungkas Junaidi Kasum.

Dengan pernyataan tegas ini, Organda NTB berharap agar pihak-pihak yang berencana melakukan aksi dapat mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat umum dan mencari cara lain untuk menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu aktivitas transportasi yang vital bagi perekonomian daerah.(bul)

Banyak Jalan Rusak Berat di Lobar, Legislator Abdul Hadi Ajukan Perbaikan 13 Ruas Jalan ke Menteri PU

0
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS Dapil NTB 2, H. Abdul Hadi, SE., MM., dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Dody Hanggodo(ekbisntb.com/ist)

Jakarta (ekbisntb.com) – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS Dapil NTB 2 (Pulau Lombok), H. Abdul Hadi, SE., MM., menyampaikan langsung aspirasi program Inpres Jalan Daerah (IJD) Kabupaten Lombok Barat kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Dody Hanggodo, MPE. Pertemuan ini berlangsung dalam agenda Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa 7 Mei 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Hadi menyerahkan berkas usulan IJD secara langsung di hadapan Menteri PU dan Wakil Menteri PU, Ir. Diana Kusumastuti, M.T. Usulan tersebut merupakan hasil dari rangkaian kunjungan kerja Abdul Hadi bersama jajaran Balai Kementerian PUPR di NTB ke Kantor Bupati Lombok Barat pada bulan April 2025, yang diterima langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat.

Daftar Jalan Rusak di Lombok Barat(ekbisntb.com/ist)

Selain itu, Abdul Hadi juga mencatat dukungan kuat dari Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, yang secara langsung menyampaikan aspirasi tersebut saat berkunjung ke ruang kerja Abdul Hadi di Kompleks DPR RI pada 28 April 2025.

“Usulan IJD dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mencakup 13 ruas jalan dengan total nilai sekitar Rp94 miliar. Tentunya, kami menyadari tidak semua ruas dapat terealisasi sekaligus, karena akan disesuaikan dengan prioritas dan kemampuan anggaran Kementerian PU. Namun kami akan terus memperjuangkan agar sebanyak mungkin dapat terakomodasi,” ujar Abdul Hadi dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, Abdul Hadi menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat NTB, khususnya di wilayah Dapil Pulau Lombok. Ia menyampaikan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur yang berkeadilan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Saya akan terus berjuang agar aspirasi infrastruktur di NTB tidak hanya didengar, tapi juga direalisasikan. Dengan infrastruktur yang memadai, kita berharap ada percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegas Politisi PKS asal Lombok ini.

Rapat kerja ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara wakil rakyat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengakselerasi pembangunan yang merata dan berkelanjutan, khususnya melalui program strategis seperti Inpres Jalan Daerah.(r)

Emas Antam pada 9 Mei Merosot Rp27.000, Jadi Rp1,926 Juta Per gram

0
Harga Emas(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia Jumat, mengalami penurunan sebesar Rp27.000 menjadi Rp1.926.000 dari semula Rp1.953.000 per gram.

Adapun harga jual kembali (buyback) emas batangan turut turun ke angka Rp1.775.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Jumat:

– Harga emas 0,5 gram: Rp1.013.000.

– ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.926.000.

– ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.792.000.

– ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.663.000.

– ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.405.000.

– ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.755.000.

– ⁠Harga emas 25 gram: Rp46.762.000.

– ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.445.000.

– ⁠Harga emas 100 gram: Rp186.812.000.

– ⁠Harga emas 250 gram: Rp466.765.000.

– ⁠Harga emas 500 gram: Rp933.320.000.

– ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.866.600.000.

Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22. (ant)

Rupiah Melemah karena Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Fed Berkurang

0
Ilustrasi Uang Rupiah(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto menganggap pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi berkurangnya ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

“Memang berkurang ekspektasi penurunan suku bunga secara agresif,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Xinhua melaporkan bahwa The Fed mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25-4,5 persen seiring meluasnya kekhawatiran atas tarif yang diberlakukan terhadap mitra dagang utama Amerika Serikat (AS).

Hal ini berarti Bank Sentral AS tersebut telah mempertahankan suku bunga sejak pertemuan pada Januari dan Maret tahun ini.

Gubernur The Fed Jerome Powel menyampaikan bahwa pihaknya sedang wait and see untuk menilai dampak dari kebijakan tarif AS yang dinilai sangat tidak pasti.

Apabila kenaikan besar tarif yang telah diumumkan akan dilanjutkan, ucap Powell, maka akan menghasilkan kenaikan inflasi, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan pengangguran.

Menurut CME FedWatch tool, terdapat potensi 80 persen The Fed akan terus mempertahankan suku bunga pada pertemuan pada 18 Juni 2025.

Di sisi lain, Rully menilai kurs rupiah bergerak cukup stabil sepanjang bulan Mei ini karena dipengaruhi sentimen global, yakni kekhawatiran akan eskalasi perang dagang yang sedikit mereda.

“Sebagian besar mata uang global sudah menguat sejak bulan April terhadap dolar, tapi kemungkinan hal ini bisa bersifat sementara karena tantangan ke depan masih sangat tinggi,” kata dia.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Jumat pagi di Jakarta melemah sebesar 47 poin atau 28 persen menjadi Rp16.549 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.502 per dolar AS. (ant)

Indonesia Berencana Kurangi Impor BBM dari Singapura

0
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia(ekbisntb.com/ant)

Jakarta (ekbisntb.com) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana untuk mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura, sebab harga yang kurang kompetitif apabila dibandingkan dengan BBM dari Timur Tengah.

“Kami mulai berpikir bahwa kami akan mengimpor minyak dari negara lain, bukan dari negara itu (Singapura),” ucap Bahlil di Jakarta, Jumat.

Menteri ESDM menyampaikan bahwa sekitar 54–59 persen dari BBM yang diimpor oleh Indonesia berasal dari Singapura.

Ketika ia membandingkan harga BBM yang diimpor dari Singapura dengan yang diimpor dari Timur Tengah, Bahlil menemukan bahwa harga bahan bakarnya sama. Padahal, secara geografis, letak Singapura jauh lebih dekat ketimbang Timur Tengah terhadap Indonesia.

Dalam rangka mengalihkan impor BBM dari Singapura ke negara lain, pemerintah mulai membangun dermaga-dermaga yang mampu menampung kapal impor yang lebih besar. Selama ini, impor BBM dari Singapura menggunakan kapal yang berukuran lebih kecil.

“Itu salah satu alasan kami membangun yang lebih besar, supaya satu kali angkut (BBM). Maka pelabuhannya yang diperbesar, kedalamannya juga harus dijaga,” kata Bahlil.

Tak hanya didasari oleh harga BBM yang kurang kompetitif, Bahlil juga menyampaikan pertimbangan pengurangan impor BBM dari Singapura meliputi persoalan geopolitik dan geoekonomi. Indonesia dinilai oleh Bahlil perlu membuat keseimbangan, dalam hal ini, ketika melakukan impor BBM.

Pengalihan impor BBM tersebut akan dilakukan secara bertahap, hingga suatu saat Indonesia akan betul-betul menghentikan impor BBM-nya dari Singapura.

“Kenapa tidak mungkin (berhenti impor BBM dari Singapura)? Justru harusnya (impor dari Singapura) lebih murah dong. Masa barang dekat dia bikin lebih mahal,” ucap Bahlil. (ant)