Monday, April 13, 2026
26.5 C
Mataram
Home Blog Page 243

Kemenkes Gelontorkan Anggaran Rp10 Miliar, Bangun Bunker Kedokteran Nuklir RSUD NTB

0
Ruangan radioterapi RSUD NTB yang ada saat ini. Tahun ini, Kemenkes akan membangun Gedung Bunker Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB. Untuk anggaran membangun bunker itu, Kemenkes menggelontorkan anggaran sebesar Rp10 miliar. (ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan membangun Gedung Bunker Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB. Untuk anggaran membangun bunker itu, Kemenkes menggelontorkan anggaran sebesar Rp10 miliar.

Demikian diungkapkan, Direktur RSUD NTB, dr. H.Lalu Herman Mahaputra kepada Ekbis NTB, Jumat 4 Juli 2025 kemarin. ‘’Itu dari Kementerian Kesehatan untuk membangun fasilitas radioterapi dan kemoterapi, jadi harus pakai bunker,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini RSUD NTB telah memiliki alat khusus radioterapi. Namun demikian, akan dibangun lagi tahun ini yang rencananya berlokasi di bawah tanah (bunker). Pembangunan bunker ini direncanakan dilakukan tahun ini. Sekarang sudah dimulai proses lelang dengan tender direncanakan dilakukan pada bulan Agustus mendatang. “Anggaran dari Kementerian kurang lebih sekitar Rp10 miliar,” sebutnya.

Saat disinggung mengenai titik lokasi dan luasan lahan pembangunan bunker, Ketua IMI NTB ini mengaku belum melakukan peninjauan. ‘’Senin saya lihat spesifikasinya. Hubungi saya kembali,” ucapnya.

Di lain sisi, di kutip dari laman resmi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Sadimin menggelar pertemuan membahas persiapan pembangunan Gedung Bunker Kedokteran Nuklir di RSUD Provinsi NTB.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR NTB, Kepala Seksi Tata Bangunan dan Permukiman Bidang Cipta Karya, Konsultan Manajemen Konstruksi dari PT Prisma Karya Utama, Tim Pengelola Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara (PTPBGN), serta pihak Inspektorat Provinsi NTB.

Fokus utama pembahasan adalah penyelarasan Master Plan pembangunan serta koordinasi teknis menjelang pelaksanaan konstruksi. Gedung bunker ini nantinya akan digunakan sebagai fasilitas tambahan untuk kemoterapi dan radioterapi di satu-satunya rumah sakit tipe A di NTB.

Sebelumnya, di tahun 2018 lalu RSUP NTB meresmikan operasional pelayanan Radioterapi untuk menangani masalah kanker di NTB.

Dilansir dari laman resmi RSUD NTB, Radioterapi merupakan terapi yang menggunakan radiasi yang bersumber dari energi radioaktif. Terapi ini bertujuan untuk penghancuran jaringan kanker atau mengurangi ukurannya atau menghilangkan gejala dan gangguan yang menyertainya. Sedangkan kemoterapi adalah metode pengobatan dengan menggunakan zat kimia untuk perawatan penyakit.

Selain pembangunan bunker kedokteran nuklir, informasi yang diperoleh dari Plt Kepala Biro PBJ Setda NTB, Sadimin juga akan membangun lima proyek lain dengan total anggaran mencapai Rp45 miliar. Yaitu pembangunan baru gedung rehab Napza Rumah Sakit Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma dengan anggaran Rp12,9 miliar.

Rehabilitasi rumah Dinas Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB dengan anggaran Rp9,4 miliar. Rehabilitasi Bangunan kesehatan gedung perawatan TB dan paru Rumah Sakit H. L. Manambai Abdul Kadir dengan anggaran Rp5,4 miliar.

Selanjutnya optimalisasi landfill 2 TPAR Kebon Kongok Zona 2B dengan anggaran Rp3,7 miliar, dan terakhir paket rehabilitasi Mako Brimob Kabupaten Lombok Tengah dengan anggaran Rp3,6 miliar. (era)

Hadapi Tantangan Ekonomi, NTB Mall Berkolaborasi dengan Dekranasda NTB

0
NTB Mall di komplek Islamic Center(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – NTB Mall terus memperkuat kiprahnya sebagai etalase dan pusat promosi produk-produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Nusa Tenggara Barat. Meski menghadapi tantangan ekonomi dan efisiensi anggaran, geliat NTB Mall tetap menunjukkan pertumbuhan positif hingga pertengahan tahun 2025, dengan mengedepankan strategi kolaboratif bersama berbagai pihak, termasuk Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB.

Kepala UPTD Balai Promosi Produk dan Pengembangan Usaha Daerah (BP3UD) NTB sekaligus pengelola NTB Mall, Lalu Afghan Muharor, ST., M.Ak, menyampaikan bahwa peningkatan kinerja NTB Mall per Juni 2025 mencapai 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Meskipun tidak sedrastis tahun sebelumnya, ini pencapaian luar biasa. Di tengah efisiensi anggaran pemerintah, kunjungan para duta besar, istri-istri duta besar, hingga ibu Wakil Presiden dan rombongan Seruni, memberi dampak signifikan terhadap pengungkit UMKM kita,” jelas Afghan, Jumat 4 Juli 2025.

Dalam upaya memperkuat promosi dan pemasaran produk lokal, tahun ini NTB Mall mengusung pendekatan kolaboratif yang lebih intensif dengan Dekranasda NTB. Kolaborasi ini diarahkan langsung oleh Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta Iqbal, yang menekankan pentingnya sinergi antara NTB Mall dan Dekranasda dalam setiap kegiatan pameran dan promosi daerah.

“Konsep NTB Mall tahun ini lebih ditekankan pada kolaborasi. Banyak kegiatan Dekranasda kini terselenggara secara bersama di NTB Mall. Ini bukan hanya soal ruang fisik, tapi juga bagaimana kita menyatukan energi untuk memajukan produk UMKM lokal,” ujar Afghan.

Meski ada peningkatan secara tahunan, Afghan mengakui bahwa jumlah penambahan UMKM baru yang bergabung di NTB Mall mengalami perlambatan. Saat ini, terdapat sekitar 5.000 produk dari 414 UMKM aktif yang dipasarkan melalui NTB Mall.

“Dulu, penambahan UMKM bisa 12–15 per bulan. Sekarang, hanya sekitar 5 UMKM per bulan. Penurunan ini tak lepas dari kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih,” ungkapnya.

Kondisi pariwisata juga dinilai masih belum maksimal dalam memberikan dampak langsung terhadap pemasaran-pemasaran produk UMKM di hotel-hotel yang menjadi mitra kerjasama NTB Mall. Hal ini terlihat dari masih minimnya transaksi produk UMKM yang diserap oleh sektor perhotelan dan wisatawan.

“Kita bisa lihat dari perputaran produk UMKM di hotel-hotel masih rendah. Ini indikasi bahwa daya beli wisatawan masih belum optimal,” tambah Afghan.

Dengan keterbatasan anggaran pemerintah, NTB Mall membuka ruang lebih luas untuk keterlibatan pihak swasta. Beberapa korporasi seperti Astra Group disebut sebagai mitra potensial yang bisa mendorong percepatan pemulihan UMKM.

“Kami harap sektor swasta yang tidak terdampak efisiensi bisa ambil peran lebih besar. Kolaborasi adalah kunci agar UMKM tetap tumbuh di tengah tantangan,” tegasnya.

Untuk diketahui kembali, NTB Mall merupakan pusat promosi dan pemasaran produk lokal NTB yang berbasis offline dan digital. Selain menjadi pusat pameran, NTB Mall juga aktif dalam pelatihan, kurasi produk, serta fasilitasi pemasaran digital bagi pelaku UMKM. Sejak berdiri, NTB Mall telah menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi NTB dalam mendorong ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat berbasis lokal.(bul)

AHM Perkuat UMKM Madu Trigona dan Plecing Kangkung jadi “Local Champion”

0
Tony selaku Chief Executive Astra Motor (tengah) didampingi Jeffry Mei Gamastra Runawang (paling kanan) selaku Kepala Wilayah Astra Motor NTB menyerahkan secara simbolis bantuan kepada UMKM Madu Trigona dan Plecing Kangkung(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Astra Motor menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan ekonomi lokal melalui program pemberdayaan Usaka Mikro Kecil Menengah (UMKM).

AHM menyerahkan bantuan kepada dua UMKM unggulan binaan AHM di NTB, yaitu UMKM Kelompok Budidaya Madu Trigona di Bengkaung, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat dan UMKM Keripik Plecing dari Kota Mataram.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Robien Tony selaku Chief Executive Astra Motor didampingi Jeffry Mei Gamastra Runawang selaku Kepala Wilayah Astra Motor NTB, Jumat, 4 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Astra Motor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di berbagai aspek, mulai dari lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan komunitas lokal.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami. Astra tidak hanya fokus pada bisnis, tapi juga ingin hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, kesehatan, dan UMKM,” ungkap Robien.

Robien menjelaskan bahwa Astra Motor menargetkan enam pilar keberlanjutan yang harus dicapai hingga 2030. Keenam inisiatif tersebut adalah Mengurangi emisi gas rumah kaca, dengan operasional yang lebih ramah lingkungan.

Pemanfaatan energi terbarukan, seperti penggunaan panel surya di kantor dan fasilitas operasional. Pengelolaan limbah padat, termasuk dari kantor dan unit usaha agar tidak mencemari lingkungan. Efisiensi penggunaan air dan daur ulang, untuk konservasi sumber daya air. Menciptakan lingkungan kerja yang aman, dengan prinsip zero accident. Pengembangan masyarakat, melalui program community development yang menyasar UMKM.

Enam inisiatif tersebut diterjemahkan ke dalam empat program besar sosial yang dijalankan Astra Motor, yaitu, AM Growth: fokus pada pemberdayaan UMKM. AM Health: program kesehatan masyarakat. AM Smart: bidang pendidikan. AM Greener: upaya pelestarian lingkungan.

“Kalau program yang kita saksikan hari ini ini merupakan bagian dari AM Growth, bagaimana kami mendampingi UMKM agar bisa berkembang, mandiri, dan memiliki dampak nyata bagi lingkungannya,” kata Robien di lokasi kelompok budidaya madu trigona di Bengkaung.

Pemilihan UMKM madu trigona dan keripik plecing menurutnya bukan tanpa alasan. Menurut Robien, kedua produk tersebut mencerminkan nilai lokal (local wisdom) NTB yang khas dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan nasional.

“Madu Trigona Lombok memiliki kekhasan yang tidak ditemukan di tempat lain. Begitu juga plecing kangkung – makanan khas yang menjadi ikon kuliner NTB. Ini yang membuat kami ingin mengangkat keduanya menjadi local champion (penggerak utama UMKM NTB),” ujarnya.

Robien secara pribadi mengakui kecintaannya pada kuliner NTB.

“Kalau saya ke Mataram, pasti cari ayam Taliwang dan plecing kangkung. Ini adalah rasa yang tak bisa ditemukan di daerah lain,” tambahnya.

Tak hanya sekadar memberikan bantuan, Astra Motor berkomitmen untuk terus mendampingi kedua UMKM tersebut melalui pelatihan, bantuan peralatan produksi, kemasan, akses pemasaran digital, hingga fasilitasi legalitas produk.

“Pembinaan ini bukan datang sekali terus selesai. Kami ingin menjadikan madu trigona dan keripik plecing sebagai produk unggulan nasional. Kami akan terus mendampingi agar dampaknya makin besar, bukan hanya di desa atau kecamatan, tapi bisa membawa nama NTB di tingkat nasional,” jelas Robien.

Sejak 2022, Astra Motor telah membina total 29 UMKM di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Papua, hingga NTB. UMKM dinilai sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang harus terus diberdayakan agar membuka lapangan kerja dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Penyerahan bantuan ini juga bertepatan dengan ulang tahun Astra Motor ke-55. Dengan mengusung tema “Melangkah Pasti Meraih Masa Depan”, perusahaan ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari langkah strategis perusahaan di masa mendatang.

“Mari kita bergerak bersama untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” tutup Robien.(bul)

Di Lombok Barat : Lebah Trigona Dikembangkan jadi Madu, Sabun Mandi Hingga Salep Kulit

0
Salah satu produk turunan lebah trigona adalah sabun trigona yang kaya akan manfaat, dikembangkan oleh kelompok pembudidaya madu di Desa Bengkaung, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat(ekbisntb.com/bul)

Lombok (ekbisntb.com) – Lebah Trigona, dengan ukurannya yang mungil menyimpan potensi ekonomi yang besar. Tak hanya madu murninya, berbagai turunan produk inovatif kini berhasil dikembangkan dari lebah tanpa sengat ini. Mulai dari sabun mandi hingga salep kulit. Inovasi ini selain menambah nilai jual, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan limbah yang sebelumnya terbuang.

Kelompok Budidaya Madu Tuan Muda, Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat telah melakukan inovasi ini. Kelompok ini telah berhasil mengubah limbah perasan madu Trigona, yang disebut propolis, menjadi produk bernilai tinggi.

“Lebah kecil Trigona ini memiliki banyak manfaat. Di antaranya produk yang bisa dihasilkan itu madu jadi atau madu yang kita botolkan. Selain dari madu itu ada bipollen, kemudian ada propolis. Nah, propolis ini adalah sisa dari perasan madu yang kita olah saat ini menjadi sabun-sabun propolis dan salep propolis,” ungkap Imamul Azkar, Ketua Kelompok Budidaya Madu Tuan Muda, Desa Bengkaung.

Sebelumnya, ampas perasan madu Trigona ini seringkali hanya menjadi limbah yang terbuang. Namun, dengan sentuhan inovasi, limbah tersebut kini menjadi bahan baku berharga. Kelompok Budidaya Madu Tuan Muda bahkan sudah membeli ampas perasan madu dari para petani, baik yang berkelompok maupun mandiri, dengan harga Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Satu kilogram ampas perasan madu ini dapat diolah menjadi sekitar 30 batang sabun.

Sabun madu Trigona saat ini dibanderol seharga Rp20.000 per batang. Sabun ini terbuat dari campuran ampas perasan madu Trigona dengan bahan-bahan alami lainnya seperti coconut oil, butter, virgin coconut oil (VCO), olive oil (minyak zaitun), dan minyak biji matahari. Kombinasi bahan-bahan ini dipercaya memberikan manfaat optimal bagi kesehatan kulit.

Selain sabun, salep kulit madu Trigona juga menjadi produk unggulan. Salep ini diformulasikan khusus untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti alergi dan iritasi. Potensi lain dari propolis, seperti propolis cair dan campuran untuk minyak rambut, juga sedang dalam tahap pengembangan dan penelitian lebih lanjut.

“Tidak ada terbuang sekarang dan nilai ampas lebah madunya kita bisa berdayakan masyarakat daripada dia buang dan tidak dihargakan,” tambah Imam menunjukkan keberhasilan program ini dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.

Madu Trigona, yang dihasilkan oleh lebah Trigona (sering disebut juga lebah kelulut atau lebah tanpa sengat), dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah banyak diteliti. Madu ini memiliki rasa yang khas, sedikit asam, dan kaya akan antioksidan.

Sabun yang dibuat dari propolis madu Trigona menawarkan manfaat yang luar biasa untuk kesehatan kulit. propolis secara alami memiliki sifat antimikroba yang kuat, efektif melawan bakteri dan jamur penyebab masalah kulit seperti jerawat, gatal-gatal, dan infeksi kulit lainnya. Membantu menenangkan kulit yang meradang, mengurangi kemerahan, dan iritasi. Melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan polusi, membantu menjaga kulit tetap sehat dan awet muda. Kombinasi dengan minyak alami seperti coconut oil dan olive oil dalam sabun membantu menjaga kelembapan kulit, mencegah kekeringan dan pecah-pecah. Propolis dipercaya dapat mempercepat proses penyembuhan luka kecil dan membantu regenerasi sel kulit baru.

Sementara salep kulit berbasis propolis dari madu Trigona menjadi solusi alami untuk berbagai masalah kulit. Propolis sangat efektif dalam meredakan gatal, kemerahan, dan peradangan akibat alergi atau iritasi kulit. Mempercepat penyembuhan luka bakar ringan, luka gores, dan luka lainnya, karena kemampuannya dalam meregenerasi sel dan melindungi dari infeksi.

Kandungan antiseptik alami dalam propolis membantu membersihkan area kulit yang bermasalah dan mencegah infeksi. Efektif untuk kondisi kulit yang terkait dengan peradangan seperti eksim dan dermatitis.

Kelompok Budidaya Madu Tuan Muda dimulai pada tahun 2013 dengan 15 anggota. Kini, jumlah anggotanya telah berkembang pesat menjadi 40 orang, tersebar di seluruh Desa Bengkaung, dengan lebih dari seribu kotak produksi madu Trigona. Perkembangan ini tak lepas dari pembinaan yang diberikan oleh Astra Honda Motor melalui Astra Motor NTB sejak tahun 2020.

Saat ini, produksi sabun dan salep hanya mampu memenuhi permintaan lokal.Namun, semangat untuk terus berkembang dan berinovasi tidak padam. Dengan pemanfaatan potensi lokal dan dukungan dari berbagai pihak, Madu Trigona dan produk turunannya tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga simbol pemberdayaan masyarakat Desa Bengkaung.

Sebagai kelanjutan pembinaan kelompok ini, Robien Tony selaku Chief Executive Astra Motor didampingi Jeffry Mei Gamastra Runawang selaku Kepala Wilayah Astra Motor NTB, Jumat, 4 Juli 2025 kemarin meninjau kelompok ini sekaligus menyalurkan bantuan meliputi setup (rumah lebah), alat panen, topi dan sepatu boots pelindung, sarung tangan, dan pisau stainless. Selain itu, Astra Motor NTB juga membantu dalam pembuatan desain kemasan, pemasaran online dan offline, serta pendampingan dan koordinasi dengan dinas terkait.(bul)

Tanpa Niat Bersaing, Ojol Lokal Mataram Sambut Positif Wacana Kenaikan Tarif

0
Salah satu Ojol lokal, Joki. Ojol lokal di Mataram sambut positif wacana kenaikan tarif. (ekbisntb.com/ist)

Lombok(ekbisntb.com) –Rencana pemerintah menaikkan tarif ojek online (Ojol) nasional hingga 15 persen disambut dengan berbagai reaksi. Namun bagi pengemudi Ojol lokal di Kota Mataram, wacana ini justru dipandang positif dan bukan sebagai ajang untuk bersaing.

Pelaku Ojol lokal seperti Joki menegaskan bahwa mereka tetap menghargai pengemudi dari aplikasi besar, karena pada dasarnya profesi mereka sama, mencari nafkah dengan cara sama.

Salah seorang pengemudi dari layanan Joki, Yudi, menyebut bahwa ia tidak pernah melihat pengemudi aplikasi besar sebagai kompetitor. Justru, ia mengaku saling mengenal dan sering bertegur sapa di jalan atau saat menunggu penumpang.

“Kami tidak merasa bersaing. Sama-sama narik, sama-sama cari makan. Kalau makin banyak yang melirik dan pakai ojol lokal lagi, ya alhamdulillah. Tapi kami nggak niat ngambil pelanggan orang. Itu teman-teman juga,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis, 3 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas pengguna Joki adalah pelanggan tetap, termasuk pelaku UMKM makanan, katering rumahan, hingga toko sembako yang membutuhkan jasa antar barang setiap hari. Sistem pemesanan yang sederhana, cukup lewat WhatsApp atau telepon, membuat layanan ini tetap diminati.

“Kami punya pelanggan sendiri. Ada yang tiap hari kirim makanan, ada juga yang jualan online. Mereka udah biasa pakai kami karena gampang. Tinggal hubungi, langsung jalan,” katanya.

Saat ditanya mengapa tidak bergabung dengan platform besar seperti Grab atau Gojek, Yudi menyebut beberapa alasan. Selain sistem pendaftaran yang menurutnya lebih rumit dan padat persyaratan, ia juga merasa lebih nyaman dengan pola kerja Joki yang tidak bergantung pada algoritma atau potongan aplikasi.

“Pernah ditawari, tapi saya pikir lagi. Di aplikasi besar banyak potongan. Harus jaga rating, kejar order, kadang belum tentu cukup. Di sini (Joki), tarif jelas, pelanggan jelas,” jelasnya.

Tarif yang dikenakan ojol lokal berkisar Rp10 ribu untuk dalam Kota Mataram, dan Rp12 ribu hingga Rp15 ribu untuk wilayah sekitar seperti Lombok Barat. Layanan ini termasuk dalam kelompok ojol lokal yang tetap aktif di Mataram, bersama Fast Kurir, Antar Cepat, Becatan, Fast Courier, Onma Indonesia, Marjek, Lojek, M-Jek, dan Zendo.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) saat ini masih memfinalisasi skema penyesuaian tarif ojol nasional. Dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022, NTB termasuk Zona III bersama Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tarif batas bawah di zona ini adalah Rp2.100 per kilometer dan batas atas Rp2.600 per kilometer. Biaya minimal perjalanan berkisar Rp10.500 hingga Rp13.000. Jika rencana kenaikan 8–15 persen diterapkan, tarif baru akan berada di kisaran Rp11.340 hingga Rp14.950.

Di tengah dinamika ini, Yudi menegaskan bahwa ia dan rekan-rekan ojol lokal tetap fokus pada pelayanan yang jujur dan akrab dengan pelanggan. “Kami bukan aplikasi besar, tapi kami tetap bisa bantu orang yang butuh. Itu sudah cukup buat kami,” tutupnya.(hir)

24  Sekolah di Mataram Dapat Bantuan Rehabilitasi 

0
ilustrasi sekolah(ekbisntb.com/jatimnow.com

Lombok(ekbisntb.com)-Dinas Pendidikan Kota Mataram, menyebutkan puluhan sekolah di Kota Mataram pada tahun ini mendapat bantuan rehabilitasi dari dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf, di Mataram, Kamis (3/7) mengatakan, bantuan itu akan diberikan langsung ke sekolah tidak lagi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Mataram.

“Jumlah sekolah yang akan mendapat bantuan sebanyak 24 sekolah, meliputi Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP),” katanya.

Sebanyak 24 sekolah yang akan mendapatkan bantuan rehabilitasi itu, terdiri atas 4 TK, 18 SD, dan 2 SMP.

Untuk pencairan bantuan rehabilitasi sekolah tersebut, ia sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) beberapa waktu lalu.

Namun, dari penandatanganan nota kesepahaman itu belum tertera pagu anggaran di masing-masing sekolah, sehingga belum diketahui berapa total bantuan rehabilitasi yang akan diberikan ke puluhan sekolah di Kota Mataram.

“Mungkin pagu anggaran akan terlihat saat kepala sekolah penerima bantuan dipanggil ke Jakarta untuk tanda tangan juga,” katanya.

Menurut informasi, besaran bantuan DAK rehabilitasi sekolah yang akan didapatkan masing-masing sekolah berbeda-beda karena tergantung pada kondisi sekolah yang akan direhabilitasi.

Pasalnya, sebelum sekolah mendapatkan bantuan, tim analisis dari kementerian sudah melakukan survei lapangan sesuai dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Misalnya, kalau yang rusak hanya toilet atau belum punya toilet, maka hanya itu saja yang dikerjakan,” katanya.

Di sisi lain, Yusuf juga belum mengetahui mekanisme pelaksanaan proyek rehabilitasi tersebut, apakah akan dilaksanakan melalui tender atau penunjukan langsung.

“Pasalnya, semua proses termasuk PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) juga langsung dari kementerian,” katanya. Menurut dia, kepala Dinas Pendidikan bertugas sebagai tim pemantau dan monitoring.

“Untuk proses pencairan anggaran langsung ke sekolah dan pelaksanaan sepenuhnya dari kementerian,” ujarnya. (ant)

Diskop NTB Gandeng Unram dan UIN Untuk Diklat Pengurus Koperasi Merah Putih

0
Ahmad Masyhuri(ekbisntb.com/ndi)

Lombok (ekbisntb.com) -Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Koperasi dan UKM mulai mempersiapkan program pelatihan bagi para calon pengurus Koperasi Merah Putih yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan se NTB. Program pelatihan atau diklat ini merupakan langkah strategis untuk memastikan koperasi yang telah dibentuk dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, Ahmad Masyhuri, mengatakan bahwa pihaknya telah menggandeng sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Mataram (Unram) dan UIN Mataram untuk program pelatihan dan Diklat pengurus koperasi merah putih.

“Kita bekerja sama dengan perguruan tinggi, di antaranya Unram dan UIN. Unram bahkan sudah menyusun draft kurikulum pelatihan untuk calon pengurus koperasi,” ujar Masyhuri pada, Kamis (3/7).

Adapun materi yang akan diberikan dalam diklat tersebut mencakup manajemen kelembagaan koperasi, pengelolaan keuangan, digitalisasi koperasi, pengembangan model bisnis, hingga penyusunan rencana aksi jangka panjang. Tak hanya menggandeng kampus lokal, pelatihan ke depan juga akan melibatkan perguruan tinggi luar daerah untuk memperluas perspektif dan kualitas pembinaan.

“Selain dari PTN lokal, nantinya juga akan ada kerja sama dengan perguruan tinggi luar, atau ahli luar. Target kami tidak hanya pada legalitas koperasi, tapi juga pada kapasitas dan profesionalisme para pengurusnya,” ujarnya.

Masyhuri menyebutkan, pelatihan akan dilakukan secara bertahap (batch). Untuk gelombang pertama, pelatihan ditargetkan menyasar 200 orang pengurus koperasi dari desa dan kelurahan yang telah terbentuk.

“Batch pertama akan menyentuh sekitar 200 pengurus koperasi. Pelaksanaan akan segera dilakukan, tinggal menunggu pendanaan, yang kemungkinan akan diambil dari anggaran perubahan,” tambahnya.

Sementara itu untuk proses legalisasinya, sudah  menunjukkan progres signifikan. Hingga awal Juli 2025, sebanyak 1.146 dari total 1.196 desa dan kelurahan di NTB telah membentuk koperasi, atau sekitar 98,28 persen dari target keseluruhan. “Total 1.196 desa dan kelurahan, sudah 1.146 terbentuk. Tinggal 20 desa lagi,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa, Kabupaten Bima menjadi satu-satunya wilayah yang progresnya belum tuntas, lantaran sejumlah kendala teknis di lapangan yang belum bisa diselesaikan dalam waktu cepat.

“Ada beberapa kendala di sana, mulai dari pengurus koperasi hasil musyawarah desa yang mengundurkan diri, masalah dokumen yang belum lengkap, hingga penggunaan notaris yang tidak sesuai ketentuan, sehingga harus dikembalikan,” paparnya.

Meski begitu, Masyhuri menyatakan optimisme bahwa seluruh proses akan rampung sebelum launching resmi program Koperasi Merah Putih pada 12 Juli 2025 mendatang. “Kami tetap optimis, ini juga arahan langsung Pak Gubernur. Jadi kami akan kejar penyelesaiannya sebelum 12 Juli.” tegasnya. (ndi/*). 

Komunitas Honda Jajal Sensasi Balap di Sirkuit Mandalika, Puluhan Rider Vario 160 Rasakan Pengalaman Tak Terlupakan

0
“Honda Vario 160 Mandalika Riding Experience” digelar oleh PT AHM bersama Astra Motor NTB.(ekbisntb.com/ist)

Lombok(ekbisntb.com) –Sebanyak 30 anggota komunitas Honda asal Bali dan Lombok berkesempatan menjajal langsung sensasi berkendara di lintasan internasional Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Kegiatan bertajuk “Honda Vario 160 Mandalika Riding Experience” ini digelar oleh PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Astra Motor NTB, bertepatan dengan event Mandalika Racing Series pada Juni lalu.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Adrian Arlim, menyebut kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pengguna dan komunitas Honda Vario 160 yang selama ini telah menunjukkan loyalitas dan antusiasme tinggi terhadap produk tersebut. “Kali ini, komunitas terpilih dari Bali dan Lombok mendapat kesempatan eksklusif untuk menjajal langsung performa Vario 160 di dalam lintasan balap berstandar internasional, Sirkuit Mandalika,” ujar Adrian.

Selama acara berlangsung, para peserta mengendarai Honda Vario 160 di lintasan sejauh 4,3 kilometer. Bagi sebagian besar peserta, ini menjadi pengalaman pertama mereka berada di dalam sirkuit. Tak sedikit yang mengaku terkesan dengan performa Vario 160 yang responsif dan stabil, bahkan saat melaju di lintasan balap. “Honda Vario 160 ternyata bukan cuma stylish untuk harian, tapi juga tangguh dan stabil bahkan di dalam track. Ini pengalaman luar biasa buat kami,” ungkap Satria Fajar Kurniawan, peserta dari komunitas Honda Vario Club (HVC) Lombok.

Adrian menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Honda dalam memperkuat hubungan dengan komunitas serta memberikan pengalaman berkendara yang tidak biasa. “Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda untuk komunitas. Kesempatan menjajal Sirkuit Mandalika ini adalah bentuk apresiasi nyata atas loyalitas dan semangat para pengguna Honda Vario 160,” lanjutnya.

Honda Vario 160 sendiri hadir sebagai skutik premium dengan mesin eSP+ 160cc 4 katup berpendingin cairan, menawarkan tenaga besar namun tetap efisien. Dilengkapi tangki BBM berkapasitas 5,5 liter, konsumsi bahan bakar Vario 160 mencapai 46,9 km/liter. Fitur lainnya termasuk bagasi 18 liter dan desain ergonomis untuk kenyamanan berkendara harian maupun jarak jauh.

Motor ini tersedia dalam dua tipe: CBS (warna Active Black, Grande Matte Black, Grande Matte Red) dengan harga Rp29.990.000 OTR Lombok. ABS (warna Active Black, Grande Matte Black, Grande White) dengan harga Rp32.800.000 OTR Lombok. (bul)

APBD Lobar Turun Rp100 Miliar Lebih di Perubahan KUA PPAS

0
Sidang paripurna DPRD Lobar penjelasan Kepala daerah tentang perubahan KUA PPAS APBD perubahan 2025.(ekbisntb.com/ist)

Lombok (ekbisntb.com) -Pendapatan Daerah pada APBD murni tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp2,2 triliun lebih. Kemudian pada rancangan Perubahan KUA dan PPAS dianggarkan sebesar 2 triliun 193 miliar lebih, terjadi penurunan sekitar Rp100 miliar lebih pada rancangan APBD perubahan ini.

“Penurunan tersebut yang disebabkan oleh kebijakan efisiensi pemerintah pusat melalui rasionalisasi pendapatan transfer ke daerah,” sebut Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini, Rabu (2/7) saat memberikan penjelasan Perubahan KUA PPAS APBD perubahan 2025 di hadapan DPRD.

Dirincikan Bupati, belanja daerah Kabupaten Lombok Barat secara keseluruhan pada APBD murni tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp2,223 miliar lebih. Pada rancangan Perubahan KUA dan PPAS Perubahan ini dianggarkan sebesar Rp2,339 triliun lebih.

Kemudian untuk pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah, sebelumnya pada APBD murni tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp4,244 Miliar. Pada rancangan Perubahan KUA dan PPAS Perubahan ini dianggarkan sebesar Rp161,2 miliar lebih. Pengeluaran Pembiayaan Daerah, sebelumnya pada APBD murni tahun 2025 dianggarkan sebesar Rp2 Miliar. Pada rancangan Perubahan KUA dan PPAS Perubahan ini dianggarkan sebesar R15 miliar lebih

“Demikian ringkasan singkat rancangan perubahan KUA dan PPAS Perubahan 2025 yang dapat saya sampaikan, penjelasan-penjelasan lebih rinci nantinya dapat kami sampaikan pada saat pembahasan-pembahasan selanjutnya,”kata LAZ. LAZ berharap setelah rapat paripurna penyampaian ini, segera dilanjutkan dengan pembahasan-pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif sebagaimana mestinya sampai adanya kesepakatan bersama. (her)

NTB Tergetkan 0 Persen Kemiskinan Ekstrem Melalui Posyandu dan Desa Berdaya

0
Warga kurang mampu di Lobar yang menerima bantuan dari pihak desa. (ekbisntb.com/her)

Lombok (ekbisntb.com)-Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menargetkan Provinsi NTB dapat terbebas dari kemiskinan ekstrem di tahun 2029 mendatang. Target ini, siap dicapai dengan cara memaksimalkan peran Posyandu dan program Desa Berdaya yang kini tengah digencarkan Pemerintah Provinsi NTB.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Iqbal, saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Provinsi dan Tim Pembina Posyandu Kabupaten / Kota. Dinas PMPD Dukcapil, di Mataram, Kamis 3 Juli 2025.

Gubernur lebih jauh menjelaskan, Posyandu yang tersebar di setiap desa di Provinsi NTB memiliki potensi yang besar dalam membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan ekstrem. Menurutnya, militansi yang ada pada ribuan kader Posyandu sangatlah kuat. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk membantu pemerintah dalam mengurangi distorsi informasi yang sering terjadi dalam birokraksi. Distorsi informasi ini yang seringkali menghambat pemerintah dalam menjalankan kebijakan dan program strategisnya dalam memerangi kemiskinan yang ada di tingkat desa.

“Masyarakat sangat menerima kehadiran kader Posyandu. Mereka didengar dan dicari masyarakat. Melihat dari konteks ini, ini aset yang luar biasa,” ungkapnya.

Selain dengan cara memaksimalkan pemanfaatan Posyandu, Pemerintah Provinsi NTB juga akan memanfaatkan Program Desa Berdaya dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem. Pemprov NTB akan bekerja sama dengan seluruh stakeholders untuk memberdayakan 106 desa yang masuk ke dalam daftar kemiskinan ekstrem.

Nantinya, Pemerintah akan mendampingi desa-desa tersebut dengan prinsip memberdayakan bukan membuat masyarakat bergantung pada bantuan.

Ditekankan Iqbal, tujuan utama Desa Berdaya adalah untuk membuat masyarakatnya terlepas dari kemiskinan ekstrem sehingga tak lagi masuk ke dalam daftar penerima bantuan. ‘’Ini adalah kendaraan kita bersama untuk menyelesaikan masalah masalah di desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta Agathia, menjelaskan Provinsi NTB nantinya akan mengembangkan SIP atau Sistem Informasi Posyandu berbasis website. Nantinya, sitem ini akan menampung seluruh data Posyandu yang ada di desa-desa secara real time. Sehingga berbagai permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara lebih akurat berdasarkan data-data yang ada pada SIP.

“Tugas kita adalah memantau, memonitor, dan mengevaluasi secara berkala. Dilakukan secara berjenjang. Turunkan kebijakan yang sama dari pusat ke desa-desa,” jelas Bunda Sinta. (r)