Beranda blog Halaman 220

Jaga Citra Pariwisata, Dispar Mataram Ingatkan Hotel Soal Etika Promosi

0
Jaga Citra Pariwisata, Dispar Mataram Ingatkan Hotel Soal Etika Promosi
Cahya Samudra (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mendatangi salah satu usaha hotel melati di Lingkungan Pajang Barat, Kelurahan Pejanggik, untuk melakukan pembinaan terkait konten promosi di media sosial yang dinilai bermuatan negatif, melanggar norma kepatutan, dan memicu reaksi masyarakat.

Langkah tersebut merupakan respons cepat Dispar Kota Mataram terhadap maraknya konten promosi hotel di media sosial yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang berlaku di tengah masyarakat serta menggunakan narasi yang berkonotasi negatif.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan pihaknya telah bertemu langsung dengan pengelola hotel dan meminta agar konten-konten yang dinilai bermuatan negatif segera diturunkan (take down).

Menurutnya, pemerintah pada prinsipnya tidak melarang pelaku usaha perhotelan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Namun, konten yang dipublikasikan di ruang publik harus tetap memperhatikan norma, etika, dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

“Pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berusaha maupun melakukan promosi. Namun, ketika disampaikan di ruang publik, pelaku usaha harus mampu memilah dan memilih konten yang sesuai dengan norma-norma kepatutan,” ujarnya, Kamis (4/6).

Cahya mengungkapkan, pihaknya menemukan puluhan konten promosi, terutama dari hotel berbintang satu dan hotel melati, yang dinilai mengarah pada unsur asusila. Salah satu yang menjadi sorotan adalah promosi yang menyampaikan jaminan keamanan atau bebas dari “gerebek” bagi pasangan yang bukan suami istri.

Ia menegaskan, pesan-pesan semacam itu tidak seharusnya digunakan sebagai materi promosi karena dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap industri pariwisata di Kota Mataram.

“Kami sudah bertemu dengan pengelola dan meminta agar pesan tersebut disampaikan kepada pemilik usaha. Kami juga meminta agar konten-konten yang cenderung bermuatan negatif segera diturunkan. Sementara konten promosi lainnya yang sesuai dengan kaidah kepatutan tentu tidak menjadi masalah,” katanya.

Terkait sanksi, Cahya menjelaskan bahwa langkah yang diambil Dispar bersifat pembinaan dan edukasi. Kewenangan dinas, lanjutnya, terbatas pada upaya menjaga citra pariwisata serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan beretika.

“Yang kami lakukan adalah pembinaan agar promosi pariwisata tetap berjalan dengan baik dan sesuai norma yang berlaku,” jelasnya.

Melalui teguran tersebut, Dispar Kota Mataram berharap para pelaku usaha perhotelan semakin bijak dalam menyusun strategi promosi di media sosial. Selain mampu menarik konsumen, promosi yang dilakukan juga diharapkan tetap menjaga nilai-nilai kesopanan dan mendukung citra positif pariwisata daerah. (pan)

Nilai Tukar Rupiah Makin Anjlok, NTB “Rugi” Ekspor NonTambang Sangat Kecil

0
Nilai Tukar Rupiah Makin Anjlok, NTB “Rugi” Ekspor NonTambang Sangat Kecil
Rumput laut, hasil laut NTB, komoditas potensial ekspor yang belum bisa diekspor langsung secara konsisten. (Suara NTB/bul)

Mataram (ekbisntb.com) – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang telah menembus Rp18.026 per dolar AS pada Kamis (4/6/2026) sejatinya dapat menjadi peluang bagi daerah-daerah yang memiliki basis ekspor kuat. Namun, bagi Nusa Tenggara Barat (NTB), manfaat dari kondisi tersebut dinilai belum optimal karena ekspor non-tambang masih sangat kecil dan belum berkembang secara signifikan.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Dr. Wahyudin, mengatakan struktur ekspor NTB hingga saat ini masih sangat bergantung pada sektor pertambangan, terutama produk hasil smelter. Akibatnya, keuntungan yang seharusnya bisa diperoleh dari melemahnya rupiah belum sepenuhnya dirasakan oleh pelaku usaha di luar sektor tambang.


“Ekspor kita yang paling besar masih ditopang tambang dan hasil smelter. Memang sudah ada ekspor non-tambang seperti udang, tuna, mutiara dan beberapa produk lainnya, tetapi nilainya masih belum besar,” ujarnya kepada Suara NTB.


Menurut Wahyudin, kondisi kurs yang tinggi sebenarnya menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor. Dengan pembayaran menggunakan dolar AS, eksportir akan memperoleh nilai rupiah yang lebih besar dibandingkan saat kurs masih berada di level rendah.


“Kalau ekspor non-tambang bisa ditingkatkan, tentu kita mendapatkan manfaat dari pelemahan rupiah ini. Dengan dolar hampir Rp18 ribu, otomatis penerimaan dalam rupiah menjadi lebih besar,” katanya.


Wahyudin menilai NTB justru berpotensi kehilangan peluang jika tidak mampu meningkatkan ekspor komoditas non-tambang di tengah kondisi global saat ini.


“Kalau situasi seperti ini tidak dimanfaatkan, sebenarnya kita rugi. Karena ada peluang mendapatkan nilai rupiah yang lebih besar dari ekspor,” tegasnya.


Karena itu, BPS terus mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk memperluas pasar ekspor berbagai komoditas unggulan daerah. Bahkan, pihaknya telah menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB.


“Saya sudah sampaikan ke Perindag dan juga kepada para pengusaha agar mendorong lebih banyak komoditas diekspor. Kayak kain tenun kita juga, sudah potensial ekspor itu. Jangan hanya dijual di dalam negeri, supaya bisa mendapatkan manfaat dari nilai tukar yang sekarang,” ujarnya.


Namun demikian, ia mengakui upaya meningkatkan ekspor non-tambang tidak mudah. Salah satu kendala utama yang masih dihadapi pelaku usaha adalah persoalan standar kualitas produk dan pengemasan.


“Untuk ekspor itu ada syarat-syarat tertentu. Tidak bisa sembarang ekspor. Ada standar kualitas, ada standar pengemasan dan berbagai ketentuan lainnya yang harus dipenuhi agar produk kita diterima di pasar internasional,” jelasnya.


Lebih jauh, Wahyudin menyoroti minimnya diversifikasi produk ekspor NTB. Menurutnya, komoditas yang selama ini diekspor masih terbatas pada produk-produk yang sama dari tahun ke tahun.


“Barang-barang yang diekspor masih itu-itu saja. Mutiara, udang, tuna dan beberapa komoditas lainnya. Produk industri kreatif dan kerajinan sebenarnya ada, seperti tenun dan kain-kain tradisional, tetapi belum mampu menembus pasar ekspor secara signifikan,” katanya.


Ia menilai tantangan terbesar bukan hanya pada sisi produksi, tetapi juga kemampuan membaca kebutuhan pasar internasional.
“Yang masih dicari adalah celah permintaan atau demand di luar negeri. Apakah ada pasar yang membutuhkan produk-produk kita dan bagaimana memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah,” ujarnya.


Menurut Wahyudin, sangat disayangkan apabila NTB tidak mampu memanfaatkan momentum pelemahan rupiah untuk meningkatkan ekspor non-tambang.


“Kalau kondisi nilai tukar seperti sekarang tidak bisa dimanfaatkan, tentu sayang sekali,” katanya.


Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB menunjukkan sepanjang Mei 2026 diterbitkan 23 Surat Keterangan Asal (SKA) dengan total nilai ekspor mencapai US$6.006.989,75.


Komoditas ekspor didominasi oleh anode dan cathode senilai US$5,29 juta yang diekspor ke Tiongkok dan Australia. Selain itu terdapat ekspor batu apung (pumice stone) senilai US$85.774,41 ke Tiongkok, mutiara senilai US$327.078,95 ke Tiongkok, India dan Hong Kong, serta frozen yellowfin tuna senilai US$278.745,75 ke Amerika Serikat. Komposisi ekspor masih menunjukkan dominasi komoditas berbasis sumber daya alam dan belum banyak melibatkan produk manufaktur maupun industri kreatif daerah.


Sementara itu, data terbaru BPS NTB mengenai perkembangan ekspor-impor April 2026 memperlihatkan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap sektor pertambangan.


Sepanjang Januari-April 2026, nilai ekspor NTB mencapai US$1,253 miliar, melonjak 2.121,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara ekspor April 2026 tercatat US$545,19 juta, naik 1.294,11 persen dibanding April 2025.


Dari total ekspor April tersebut, sebanyak 94,32 persen berasal dari kelompok barang galian dan tambang nonmigas dengan nilai mencapai US$514,21 juta. Komoditas terbesar berikutnya adalah tembaga sebesar US$21,59 juta atau 3,96 persen.


Sementara kontribusi sektor non-tambang relatif kecil. Ekspor perhiasan dan permata tercatat US$7,50 juta atau 1,38 persen, ikan dan udang sebesar US$918 ribu atau 0,17 persen, serta daging dan ikan olahan sebesar US$257 ribu atau 0,05 persen.


Mayoritas ekspor NTB juga masih bergantung pada satu pasar utama, yakni Tiongkok yang menyerap 94,37 persen total ekspor April 2026. Sisanya menuju Thailand, Hong Kong, Amerika Serikat, Jepang dan sejumlah negara lainnya.


Melihat kondisi ini, Wahyudin menilai penguatan sektor ekspor non-tambang menjadi kebutuhan mendesak agar NTB tidak hanya bergantung pada komoditas tambang, tetapi juga mampu memperoleh manfaat lebih besar ketika terjadi perubahan nilai tukar dan dinamika perdagangan global.


“Potensinya ada. Tinggal bagaimana kita memperkuat kualitas produk, pengemasan, serta membuka akses pasar internasional yang lebih luas untuk komoditas-komoditas unggulan NTB,” pungkasnya. (bul)

NTB Siapkan DBHCHT Rp32 Miliar untuk Petani

0
NTB Siapkan DBHCHT Rp32 Miliar untuk Petani
Lalu Mirza Amir Hamzah (Suara NTB/ist)

PROVINSI Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalokasikan Rp32 miliar untuk para petani lewat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai program yang menyasar petani tembakau di daerah sentra produksi.


Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah menyatakan, anggaran DBHCHT tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan langsung, tetapi juga digunakan untuk penguatan kelembagaan dan berbagai program pendukung lainnya.
“Itu di-push memang untuk petani. Kalau dari angka dinas pertanian itu sekitar Rp32 miliar lah dari DBHCHT,” ujarnya, Kamis, 4 Juni 2026.


Menurutnya, seluruh alokasi tersebut diperuntukkan bagi petani melalui berbagai skema bantuan. Seperti untuk fasilitasi kelembagaan, bantuan pupuk, dan kebutuhan petani lainnya. Anggaran senilai tersebut rencananya akan disalurkan ke wilayah-wilayah sentra produksi tembakau di NTB.


“Kalau data nggak saya hafal, karena banyak itu. Tembako yang jelas, sentra-sentra kita yang di Lombok Timur, Lombok tengah, pasti mereka yang lebih banyak mendapatkan bantuan,” lanjutnya.


Di tengah dinamika swasembada pangan yang fokus menanam padi, Mirza menilai tidak terlalu mempengaruhi kondisi petani tembakau. Hal tersebut didukung oleh beberapa harga sejumlah komoditas pertanian lain yang mengalami kenaikan. Misalnya saja, harga komoditas jagung saat ini memiliki harga cukup baik sehingga dapat menjadi penyeimbang ketika harga komoditas lain mengalami tekanan.


“Iya, karena komoditi yang lain kan bagus ini. Jagung juga bagus sekarang kan. Artinya ada komoditi yang lain yang jadi penyeimbang,” katanya.


Selain jagung, harga gabah juga dinilai lebih stabil setelah pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).


Adapun di tengah kondisi menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu, Distanpangan NTB akan mendorong penerapan teknologi climate smart agriculture (CSA) atau pertanian cerdas iklim. Teknologi ini menurutnya diarahkan pada tiga aspek utama, yakni peningkatan produktivitas, ketahanan terhadap perubahan iklim dan serangan penyakit, serta keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.


Implementasinya di lapangan antara lain melalui penggunaan air secara hemat dengan sistem “macak-macak”, pemupukan berimbang berbasis uji tanah, serta penggunaan benih unggul. Selain itu, sistem tanam jajar legowo juga akan terus didorong untuk meningkatkan hasil panen.


“Ke depan, penggunaan alat ukur unsur hara tanah akan kita optimalkan, sehingga pemupukan lebih tepat sasaran dan tidak merusak lahan,” pungkasnya. (era)

Satu Juta Lebih Wajib Pajak NTB Jarang Bayar Pajak

0
Satu Juta Lebih Wajib Pajak NTB Jarang Bayar Pajak
Ilustrasi wajib pajak yang tidak mau melaksanakan kewajibannya membayar pajak kendaraan. (Suara NTB/Artificial Intelligence)

Mataram (ekbisntb.com) – Sekitar 54 persen wajib pajak di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) disebut jarang membayar pajak. Fenomena ini menyebabkan potensi pendapatan daerah jauh berkurang, termasuk menjadi salah satu alasan NTB masih bergantung pada transfer pusat.


Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, Muhamad Zuhudy Kadran menyatakan jumlah wajib pajak kendaraan yang tercatat saat ini mencapai 2,1 juta unit. Namun, tingkat kepatuhan pembayaran pajak tahunan masih berada di bawah 50 persen.


“Total wajib pajak berdasarkan database itu 2 juta 100 ribu kendaraan. Yang taat membayar pajak setiap tahunnya itu baru 47 persen. Jadi masih rendah ya. Masih di bawah 50 persen,” ujarnya, Kamis, 4 Juni 2026.


Dengan capaian tersebut, diperkirakan lebih dari satu juta kendaraan di NTB belum membayar pajak secara rutin setiap tahunnya. Rendahnya kepatuhan pembayaran pajak kendaraan, lanjut Zuhudy disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari kemampuan ekonomi masyarakat, tingkat kesadaran membayar pajak, kemudahan akses layanan, hingga faktor lupa membayar.


“Ada banyak hal ya. Pertama ada capability to pay, kemampuan dalam membayar. Kemudian ada awareness to pay, kesadaran dia dalam membayar. Accessibility to pay, kemudahan easiness to pay-nya. Kemudian memory to pay juga. Kadang-kadang ada yang lupa,” jelasnya.


Adapun untuk pengingat membayar pajak, SAMSAT telah menerapkan layanan pengingat melalui SMS maupun kontak langsung kepada wajib pajak. Namun, upaya tersebut kerap terkendala perubahan nomor telepon atau kendaraan yang telah berpindah tangan tanpa proses balik nama.


“Hanya saja masalahnya adalah ketika wajib pajak ganti nomor. Sehingga hilang jejak juga kita kan di situ. Apalagi yang beda itu ya kepemilikan itu. Sekarang sudah pindah tangan kan,” ungkapnya.


Karena itu, masyarakat diimbau segera melakukan balik nama kendaraan. Terlebih, biaya Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) di NTB telah digratiskan sejak tahun lalu. “Makanya kami harapkan agar masyarakat segera balik nama. Mumpung gratis nih. Kalau untuk BBNKB sudah dari tahun lalu gratis,” ucapnya.


Ke depan, untuk memudahkan pembayaran pajak masyarakat, Pemprov NTB akan menjalin kerja sama dengan pihak Perbankan untuk menarik pajak masyarakat. Skemanya, perbankan akan beraliansi dengan retail modern dalam menerima pembayaran pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor. (era)

Pemkab Lobar Tegaskan Belum Keluarkan Izin Marina Bay di Pengantap

0
Pemkab Lobar Tegaskan Belum Keluarkan Izin Marina Bay di Pengantap
Bangunan resor di wilayah Pengantap Sekotong yang dibongkar Dinas PUPRPKP Lobar. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) menegaskan belum mengeluarkan izin apapun terhadap investor Marina bay di Desa Persiapan Pengantap Kecamatan Sekotong. Adanya aktivitas pembangunan sejumlah bangunan resor di wilayah itupun telah dirobohkan Pemkab. Pihak Pemkab membantah kecolongan terhadap adanya pembangunan tersebut.


Kepala DPMPTSP Lobar Heri Ramadan menegaskan bahwa sejauh ini belum ada izin yang dikeluarkan terhadap investor Marina Bay di Pengantap. “Ndak ada, ndak ada izin nya. sudah mengajukan izin tapi sedang proses pengkajian. Baik terkait dengan legalitas perusahaannya, legalitas penguasaan lahannya,” tegas Heri, Kamis (4/6).


Izin itu diajukan atas nama Marina Bay Investment sejak akhir tahun 2025 lalu atau awal 2026. Kenapa proses perizinan ini berlarut-larut? Pihaknya sedang dalam proses pengkajian. Pihaknya tidak cepat-cepat atau buru-buru dalam proses perizinan, karena bagiamana pun ini investasi skala besar.


Dijelaskan, sesuai ketentuan setiap perizinan yang masuk akan proses uji kelayakannya. Kalau hasil uji kelayakan, tidak layak maka tidak diberikan izin, tetapi kalau layak memenuhi pihaknya tentu menerbitkan izinnya. Menurutnya belum tentu setiap permohonan yang masuk itu dikeluarkan izinnya, tetap dikaji dulu dari aspek teknisnya.


Terkait bangunan resor yang dirobohkan di wilayah itu lantaran belum mengantongi izin, diakui investor ini mencoba membangun tetapi tidak ada izin dan melanggar sempadan pantai. “Dia mencoba mulai membangun, tapi ada pelanggaran sempadan,” tegasnya.


Justru langkah ini sebagai upaya mitigasi Pemkab mencegah terjadinya pembangunan yang melanggar aturan. “Itu mitigasi awal, untung tidak sampai sudah berdiri selesai kalau dibongkar kan kasihan juga kan (investor). Tidak ada kecolongan, PU tanggap, ndak ada kecolongan,” tegasnya.


Sementara itu Kepala Dinas PUPRPKP Lalu Ratnawi menegaskan pihaknya membongkar bangunan itu, karena izinnya belum keluar, “izin belum keluar, tapi sudah bangun dan menyalahi aturan,”tegasnya.


Sejauh ini pihaknya belum mengeluarkan izin apapun di lokasi Marina Bay tersebut. Ratnawi juga membantah jika dianggap kecolongan dalam pembangunan resor ini. “Bukan kecolongan itu namanya, ini ada aturan atau SOP yang tidak dijalankan oleh pemohon, makanya kami bongkar,” pungkasnya. (her)

Kloter 3 Lombok Barat Tiba Utuh, Kanwil Kemenhaj NTB dan Bupati Sampaikan Rasa Syukur

0

Mataram (Ekbis NTB) — Sebanyak 393 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 3 asal Kabupaten Lombok Barat resmi diserahkan kembali kepada pemerintah daerah setempat, setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kanwil Kemenhaj NTB), Lalu Muhamad Amin, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat.

“Selamat datang kembali ke tanah air kepada Jemaah Haji Kloter 3 asal Kabupaten Lombok Barat. Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh. Kepulangan ini diharapkan menjadi titik tolak untuk terus berkontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Lalu Muhamad Amin, Kamis (4/6/2026) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Lalu Amin memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Lombok Barat atas dukungannya yang luar biasa terhadap kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari tahap persiapan, pemberangkatan, hingga proses penyambutan.

Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada petugas kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, KBHU, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras melayani jemaah.

“Atas nama PPIH Embarkasi dan Debarkasi Lombok, kami memohon maaf atas segala kekurangan dalam pelayanan. Insya Allah, ini akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan mutu penyelenggaraan ibadah haji pada masa mendatang,” tuturnya.

Senada dengan hal itu, Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, turut meluapkan kebahagiaannya karena seluruh jemaah kembali ke daerah dengan jumlah yang utuh, sama seperti saat awal keberangkatan.

“Kloter 3 ini berangkat dalam jumlah yang sama dan pulang dalam jumlah yang sama. Ini adalah kebahagiaan kita bersama dan membuktikan bahwa proses penyelenggaraan haji, pelayanan kesehatan, serta seluruh SOP di lapangan berjalan dengan sangat baik,” kata Bupati.

Ia menambahkan, sejak awal pihak pemerintah daerah terus mengawal agar seluruh prosesi berjalan lancar demi memastikan keselamatan jemaah hingga kembali ke kampung halaman.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, kami mengucapkan selamat datang kembali. Semoga menjadi haji yang mabrur dan selamat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta,” ucapnya.

Bupati juga sempat berseloroh mengenai kerinduan para jemaah setelah 42 hari berada di Arab Saudi. Menurutnya, suasana dan kuliner rumah pasti menjadi hal yang paling dinanti.

“Kami memahami rasa rindu kepada keluarga yang telah menanti kepulangan Bapak dan Ibu sekalian. Tentu rasanya berbeda antara masakan Arab dan masakan Lombok, meskipun di Arab Saudi sana juga banyak tersedia masakan khas kita,” guraunya.

Menutup sambutannya, Lalu Ahmad Zaini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama proses penyelenggaraan ibadah haji yang menjadi ranah tanggung jawab pemerintah daerah masih terdapat kekurangan.

“Jika dalam pelayanan dan penyelenggaraan ibadah haji selama ini masih terdapat hal-hal yang kurang berkenan, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memohon maaf yang sebesar-besarnya,” pungkasnya. (r/fan)

Bikin Perjalanan Tenang, Astra Motor NTB Beberkan 4 Keuntungan Lebih Miliki Motor Honda

0

Mataram (Ekbis NTB)– Memiliki sepeda motor Honda kini bukan lagi sekadar tentang mempunyai sarana transportasi untuk mobilitas sehari-hari. Lebih dari itu, Astra Motor NTB menekankan bahwa konsumen Honda akan mendapatkan ekosistem layanan purnajual komprehensif yang dirancang untuk memberikan kenyamanan, kemudahan, dan rasa tenang di setiap perjalanan.

Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai fasilitas unggulan yang dapat dinikmati oleh seluruh pemilik kendaraan berlambang sayap mengepak tersebut di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Sedikitnya ada empat layanan proteksi dan digitalisasi utama yang menjadi alasan mengapa Honda terus menjadi pilihan utama masyarakat, di antaranya:

1. Layanan Darurat Honda CARE Bagi pengendara yang mengalami kendala teknis tidak terduga di tengah jalan, Astra Motor NTB menyediakan layanan Honda CARE (Customer Assistance Risk Emergency). Layanan siap antar ini menjadi solusi cepat untuk menangani masalah darurat pada motor konsumen langsung di lokasi kejadian.

2. Kemudahan Digital Lewat Aplikasi Motorku X Menjawab tantangan era digital, konsumen kini tidak perlu mengantre lama untuk melakukan perawatan kendaraan. Melalui aplikasi Motorku X, pengguna dapat melakukan Booking Service secara praktis, melihat katalog produk, hingga mengumpulkan poin loyalitas yang dapat ditukarkan dengan berbagai promo menarik.

3. Perlindungan Tambahan Personal Accident Insurance Faktor keselamatan dan perlindungan konsumen menjadi prioritas utama. Setiap pembelian motor Honda tertentu dilengkapi dengan program Personal Accident Insurance (asuransi kecelakaan diri) guna memberikan proteksi lebih bagi pengendara selama di perjalanan.

4. Layanan Booking Service yang Praktis Selain lewat aplikasi, fleksibilitas dalam merawat kendaraan juga dipermudah dengan sistem penjadwalan servis yang terstruktur, memastikan kondisi motor tetap prima tanpa mengorbankan waktu berharga konsumen.

Melalui integrasi berbagai layanan purnajual ini, Astra Motor NTB berharap dapat terus meningkatkan standar kepuasan pelanggan serta menghadirkan pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan di seluruh wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui detail keuntungan tersebut, informasi lengkap dapat diakses melalui dealer resmi terdekat atau memantau akun media sosial resmi Honda NTB. (r/fan)

Astra Motor NTB Hadirkan Promo JENIUS: DP Motor Honda Mulai Rp1 Jutaan

0

Mataram (Ekbis NTB)– Astra Motor NTB kembali memanjakan konsumen setianya dengan menghadirkan promo spesial bertajuk “Honda JENIUS” sepanjang bulan Juni 2026. Melalui program ini, masyarakat di Nusa Tenggara Barat dapat membawa pulang sepeda motor Honda impian dengan uang muka atau down payment (DP) ringan, mulai dari Rp1 jutaan.

Program ini berlaku khusus untuk tiga model skutik yang menjadi favorit masyarakat, yakni Honda PCX 160, Honda Vario 125, dan Honda Scoopy. Promo terbatas ini tersedia di seluruh jaringan dealer Honda yang tersebar di Pulau Lombok, Sumbawa, Bima, hingga Dompu.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, menjelaskan bahwa program Honda JENIUS merupakan langkah nyata perusahaan untuk memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

“Punya motor Honda impian sekarang tidak perlu menunggu lama. Melalui promo Honda JENIUS, masyarakat bisa menikmati DP mulai Rp1 jutaan. Kami ingin memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat di NTB untuk memiliki kendaraan dengan skema pembayaran yang lebih ringan,” ujar Felix.

Menurut Felix, kebutuhan mobilitas masyarakat di NTB terus meningkat. Oleh karena itu, Astra Motor NTB menyediakan program pembiayaan yang lebih terjangkau dan kompetitif di kelasnya.

Sebagai informasi, tiga unit yang masuk dalam program ini memiliki keunggulan di kelasnya masing-masing. Honda PCX 160 menjadi pilihan utama bagi konsumen yang menginginkan skutik premium dengan kenyamanan tinggi. Sementara Honda Vario 125 tetap menjadi andalan di segmen skutik harian berkat desainnya yang modern dan efisiensi bahan bakar. Di sisi lain, Honda Scoopy terus memikat hati kalangan muda dan keluarga karena tampilannya yang ikonik serta kaya akan fitur modern.

Mengingat periode promo yang terbatas hanya selama bulan Juni 2026, Astra Motor NTB mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan momentum ini sebelum periode berakhir.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lengkap, simulasi kredit, serta detail promo, dapat langsung mengunjungi dealer resmi Honda terdekat di wilayah Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, atau berkonsultasi langsung dengan tenaga pemasar di lapangan. (r/fan)

Pulang dari Tanah Suci, 393 Jemaah Haji Kloter 2 Asal Loteng Resmi Diserahkan ke Daerah

0
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok secara resmi menyerahkan 393 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 2 asal Kabupaten Lombok Tengah kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Mataram (Ekbis NTB) – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok secara resmi menyerahkan 393 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 2 asal Kabupaten Lombok Tengah kepada pemerintah daerah setempat, setelah mereka menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Prosesi penyerahan secara simbolis berlangsung khidmat di Asrama Haji Embarkasi Lombok. Ketua PPIH Embarkasi Lombok yang juga Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Amin, menyerahkan para jemaah kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mamang Bagiansah.

Dalam sambutannya, Lalu Muhamad Amin menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah daerah atas sinergi yang terbangun selama proses penyelenggarreraan ibadah haji. Penyerahan ini menjadi tanda bahwa PPIH telah menuntaskan tugas pelayanan pemulangan jemaah hingga kembali ke daerah asal.

“Sebagai bentuk penyerahan, kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah. Nantinya para jemaah akan diserahkan kepada masing-masing pemerintah kabupaten dan diterima oleh keluarga mereka,” ujar Amin.

Ia juga bersyukur seluruh jemaah tiba dalam kondisi sehat meski telah menempuh perjalanan panjang yang menguras fisik. Amin pun mendoakan agar seluruh jemaah mendapatkan predikat haji mabrur.

“Saya memahami bahwa Bapak dan Ibu semua sudah lelah. Bapak dan Ibu telah menempuh perjalanan jauh dan melaksanakan rangkaian ibadah yang luar biasa. Alhamdulillah, insyaallah Bapak dan Ibu semua dalam keadaan sehat. Semoga menjadi haji yang mabrur,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah, dr. Mamang Bagiansah, yang hadir mewakili jajaran eksekutif daerah, menyambut kepulangan para jemaah dengan rasa haru dan syukur.

“Mewakili Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapak Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran, kami menerima kembali para jemaah haji dengan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ungkap dr. Mamang.

Ia memastikan bahwa seluruh jemaah Kloter 2 asal Lombok Tengah ini kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat walafiat.

“Pada hari ini Kloter 2 telah diserahkan kembali kepada Pemkab Lombok Tengah. Insyaallah seluruh jemaah kembali dalam keadaan sehat walafiat. Mudah-mudahan seluruh jemaah memperoleh predikat haji yang mabrur,” pungkasnya.

Usai prosesi penyerahan, para jemaah langsung bertolak menuju titik kumpul di daerah asal untuk kemudian bertukar rindu dan berkumpul kembali bersama keluarga masing-masing. (r)

25 Pelamar Lolos Program Magang ke Jepang

0
25 Pelamar Lolos Program Magang ke Jepang
Sejumlah 25 pelamar yang lolos magang ke Jepang melakukan audensi dengan Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot pada, Rabu (3/6). (Suara NTB/ist)


Sumbawa Besar (ekbisntb.com)
– Sejumlah 25 pelamar dinyatakan lolos mengikuti program magang ke Jepang selama beberapa tahun kedepan. Mereka dinyatakan lulus setelah melalui beberapa tahap seleksi yang dilaksanakan pemerintah.


“Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi yang sangat ketat dan mendapatkan pendampingan dari LPKS Gemilang yang sudah sangat kompeten dalam menyiapkan kemampuan mereka,” kata Kadis Nakertrans, H. Khaeruddin kepada wartawan, kemarin.


Ia berharap kepada para peserta magang untuk menjaga nama baik keluarga, Kabupaten Sumbawa, dan Indonesia. Dia berpesan apa yang diperoleh selama magang untuk bisa dikelola dengan baik dan bisa bermanfaat untuk masa depan.


“Kami berharap kedepan mereka bisa, membuka usaha sendiri. Jangan ikuti gaya hiidup yang menyebabkan banyak pengeluaran, sebagian hasil agar ditabung,” pesannya.


Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot mengatakan, program magang menjadi salah satu peluang besar bagi generasi muda Sumbawa. Terutama dalam meningkatkan kompetensi, disiplin kerja, penguasaan teknologi, serta memperluas pengalaman di tingkat internasional.


“Program magang ini merupakan salah satu ikhtiar pemerintah dalam menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing global. Sehingga kesempatan yang baik itu harus dimanfaatkan dengan maksimal,” ucapnya.


Jarot berpesan agar seluruh peserta mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik daerah, dan memanfaatkan kesempatan ini sebagai bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.


“Mudah-mudahan di tempat magang nanti, kalian bisa memberikan hasil positif, baik untuk keluarga, bangsa, maupun Sumbawa. Kami yakin kalian mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja,” ujarnya.


Seraya menambahkan, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk terus menciptakan SDM yang unggul.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah dan bangsa. “Saya menitip pesan agar kalian semua selalu menjaga diri, menjaga nama baik Kabupaten Sumbawa. Jadilah pribadi yang disiplin. Insyaallah, dengan kedisiplinan dan kerja keras, cita-cita akan tercapai,” tambahnya. (ils)