Taliwang (EKBIS NTB) – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) budidaya kurma pada Jumat, (6/11). Kegiatan berlangsung di Aula Kedai Sawah, Kompleks Kemutar Telu Center (KTC), Taliwang, dengan menghadirkan narasumber dari Lembaga Ukhuwah Datu Nusantara (UDAN) Lombok Utara sebagai ikhtiar mendorong kemandirian umat.
Bimtek tersebut diikuti oleh penyuluh pertanian se-KSB, pengurus Masjid Agung Darussalam, pecinta kurma, pegawai BRIDA serta sejumlah pengurus masjid yang telah memiliki tanaman kurma.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah KSB, Mars Anugerainsyah menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya daerah dalam mengembangkan klaster ekonomi baru berbasis masjid. Saat ini, sebanyak 35 batang pohon kurma unggul telah ditanam di halaman Masjid Agung Darussalam sebagai lokasi percontohan penerapan teknologi budidaya kurma di KSB.
“Kami ingin menciptakan ekosistem berbasis masjid. Masjid memakmurkan jamaah dan jamaah memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan produktif seperti budidaya ikan, kurma, dan usaha berbasis syariah. Dengan demikian, masyarakat yang datang ke masjid tidak hanya mendapatkan manfaat spiritual, tetapi juga nilai tambah ekonomi,” ujar Mars di sela-sela kegiatan.
Mars menambahkan, pengelolaan usaha ekonomi di masjid nantinya akan melibatkan lembaga khusus di luar struktur kepengurusan masjid,agar berjalan lebih fokus dan profesional. Ia menilai pengembangan budidaya kurma memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan serta sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat dalam menciptakan klaster-klaster ekonomi baru, terutama mengingat kondisi tanah di Pulau Sumbawa yang potensial untuk dikembangkan.
Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi BRIDA KSB sekaligus, Indra Jaya menjelaskan bimtek ini dirancang secara interaktif dan aplikatif. Selain penyampaian materi di dalam ruangan, peserta juga mengikuti praktik langsung mengenai teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman kurma.
“Kami ingin membangun interaksi dua arah dengan para narasumber,agar ilmu yang diperoleh lebih praktis dan mudah diterapkan di tempat masing-masing. Makanya ada materi aplikasinya juga,” jelas Indra.
Pihaknya berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendampingi pengembangan budidaya kurma di masyarakat agar inovasi tersebut, dapat diterapkan secara nyata. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga ahli, penyuluh pertanian, dan pengurus masjid diharapkan mampu menghasilkan model pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa Barat.(bug)






