Beranda blog Halaman 219

Pemprov NTB Raih Opini WTP 15 Kali Berturut-turut

0
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda dan unsur pimpinan DPRD NTB pose bersama dengan Ketua BPK RI Isma Yatun (tengah) usai penyerahan opini WTP atas LHP BPK tahun anggaran 2025 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jumat (5/6/2026). (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Pemprov NTB kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-15 kali berturut-turut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Provinsi NTB Tahun Anggaran 2025.


Penyerahan LHP BPK 2025 ini diserahkan langsung Ketua BPK RI, Dr. Isma Yatun, CSFA., CfrA, kepada Ketua DPRD Provinsi NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H dan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB dalam rangka Penyerahan LHP BPK RI atas Laporan Keuangan Pemprov NTB Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jumat (5/6).


Bagi Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal LHP BPK RI bukan sekadar bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah. Namun, merupakan instrumen strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, dan berorientasi pada hasil.


Tidak hanya itu, Gubernur mengakui, penyerahan LHP tahun ini memiliki makna yang sangat spesial bagi dirinya bersama Wakil Gubernur (Wagub) Indah Dhamayanti Putri. Pasalnya, laporan keuangan yang diperiksa merupakan hasil kerja pemerintahan yang sepenuhnya dilaksanakan pada tahun 2025.


“Bagi saya dan Ibu Wakil Gubernur, ini adalah peristiwa yang spesial karena merupakan pemeriksaan pertama terhadap hasil kerja yang 100% kami laksanakan pada tahun 2025. Hasil pemeriksaan ini menjadi wajah dari kepemimpinan dan pemerintahan yang kami jalankan selama satu tahun terakhir,” terangnya.


Untuk itu, atas nama Pemprov NTB, Gubernur menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada BPK RI atas pelaksanaan pemeriksaan yang dilakukan secara independen, profesional, sekaligus edukatif. Menurutnya, selama proses pemeriksaan, BPK tidak hanya menjalankan fungsi audit, tetapi juga memberikan pendampingan dan edukasi yang mendorong semangat perbaikan tata kelola keuangan di seluruh jajaran pemerintahan daerah.


Penyerahan LHP, tambahnya, memiliki arti penting karena memberikan keyakinan kepada publik bahwa pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan sesuai prinsip-prinsip good governance. Selain itu, berbagai rekomendasi yang diberikan BPK menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.


Setiap rekomendasi yang diberikan BPK, terangnya, sebagai energi perbaikan yang harus ditindaklanjuti secara sungguh-sungguh. Untuk itu, keberhasilan pengelolaan keuangan daerah tidak hanya diukur dari kepatuhan administratif, tetapi sejauh mana mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.


Gubernur juga mengakui, di tengah dinamika perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, perubahan geopolitik, hingga tekanan terhadap perdagangan internasional, NTB dinilai tetap mampu menunjukkan daya tahan dan kemampuan adaptasi yang baik.


Untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah, Pemprov NTB terus melakukan transformasi tata kelola pemerintahan melalui penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), peningkatan kualitas perencanaan dan penganggaran, digitalisasi layanan publik, reformasi birokrasi, serta penguatan budaya kerja yang profesional dan berintegritas.


Pada bagian lain, Gubernur juga mengapresiasi dukungan DPRD NTB yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.


Baginya, keberhasilan Pemprov NTB mempertahankan opini WTP selama 15 tahun berturut-turut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Namun, yang paling penting menindaklanjuti catatan yang disampaikan BPK terkait pentingnya peningkatan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan, Gubernur meminta seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih keras dalam mempercepat penyelesaian rekomendasi tersebut.


Gubernur berharap hasil pemeriksaan yang diterima hari ini menjadi momentum untuk terus memperkuat akuntabilitas, meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, serta mempercepat terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi NTB.
Apresiasi Transformasi Tata Kelola Pemerintahan.


Sebelumnya, Ketua BPK RI Isma Yatun menyampaikan apresiasi terhadap transformasi tata kelola pemerintahan yang dilakukan pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Menurutnya, komitmen akuntabilitas yang ditunjukkan Pemprov NTB membuktikan bahwa daerah ini tidak hanya siap membangun, tetapi juga siap bersaing di tingkat global.


BPK RI mencatat sejumlah capaian positif, terutama dalam penyelesaian persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian pada sektor kesehatan dan pendidikan. Permasalahan terkait pengendalian utang belanja rumah sakit daerah dan tata kelola dana pendidikan yang menjadi catatan pada pemeriksaan tahun sebelumnya dinilai tidak lagi terulang pada tahun 2025.


Permasalahan keuangan Rumah Sakit Daerah yang pada tahun 2024 ditandai oleh realisasi belanja yang melampaui kapasitas anggaran hingga menimbulkan utang besar, kini telah dikelola secara lebih tertib dan disiplin sesuai pagu yang ditetapkan. Bahkan, seluruh utang belanja dan utang bank telah diselesaikan pada tahun 2025.


Pada sektor pendidikan, Pemprov NTB juga mengambil langkah progresif dengan menghapus pungutan biaya pengelolaan pendidikan pada SMA dan SMK sejak semester II tahun 2025. Pemerintah daerah saat ini juga tengah mengupayakan penyesuaian regulasi terkait sumber penerimaan daerah yang terdampak kebijakan tersebut.


Meski demikian, BPK masih menemukan sejumlah permasalahan yang memerlukan tindak lanjut. Meski terdapat sejumlah catatan, BPK menilai dampaknya tidak material dan tidak memengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Atas dasar itu, BPK RI kembali memberikan opini WTP kepada Pemprov NTB. Capaian ini menjadi opini WTP ke-15 yang diraih Pemerintah Provinsi NTB secara berturut-turut. (ham)

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga Kokoh di Tengah Tingginya Tekanan Global

0

Jakarta (Ekbis NTB) — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap terjaga solid dan resilien di tengah meningkatnya tekanan inflasi global dan tingginya volatilitas pasar keuangan. Ketahanan ini ditopang oleh kinerja intermediasi keuangan yang tumbuh positif serta tingkat permodalan (solvabilitas) lembaga jasa keuangan yang berada pada level yang kuat.

Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan bahwa berlanjutnya konflik geopolitik di Timur Tengah memicu harga energi tetap tinggi dan menekan inflasi global. Situasi ini memperkuat kebijakan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama (higher for longer) oleh bank sentral dunia, yang kemudian mendorong kenaikan yield obligasi pemerintah global serta memicu ketidakpastian aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Meski dinamika global penuh ketidakpastian, aktivitas ekonomi domestik relatif terjaga. Sektor manufaktur nasional kembali ekspansif pada Mei 2026, inflasi tetap terkendali, dan neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus,” tulis OJK dalam siaran pers resmi Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), Jumat (5/6/2026).

OJK memaparkan perkembangan performa di berbagai sektor keuangan nasional sebagai berikut:

1. Sektor Perbankan dan Pemberantasan Judi Online Kinerja intermediasi perbankan tumbuh sangat positif. Per April 2026, penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,98 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp8.755 triliun, dipimpin oleh pertumbuhan Kredit Investasi yang melonjak hingga 19,48 persen. Kualitas kredit juga terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross yang rendah di level 2,17 persen dan NPL net sebesar 0,84 persen. Sementara itu, permodalan bank (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada di level kokoh sebesar 23,97 persen.

Di sisi lain, sebagai langkah nyata penegakan hukum dan pelindungan masyarakat, OJK secara tegas memerintahkan perbankan untuk melakukan pengetatan pemeriksaan (Enhance Due Diligence/EDD) serta memblokir sekitar 33.836 rekening yang terindikasi kuat terlibat dalam aktivitas perjudian daring (judi online). Langkah ini dilakukan berdasarkan basis data dari Kementerian Komunikasi dan Digital, termasuk perintah penutupan rekening yang memiliki kesamaan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) dengan pelaku.

2. Pasar Modal dan Industri Pengelolaan Investasi Pasar saham domestik sempat mengalami fase konsolidasi pada Mei 2026 akibat penyesuaian portofolio investor global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.127,38 atau terkoreksi 11,92 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Meski demikian, likuiditas pasar modal tetap terjaga tinggi yang ditandai dengan lonjakan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) menjadi Rp22,86 triliun. Kepercayaan pasar juga teandal dengan bertambahnya 1,26 juta investor baru dalam satu bulan, sehingga total investor pasar modal Indonesia kini menembus angka 27,75 juta.

3. Sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) Aset industri asuransi per April 2026 tercatat mencapai Rp1.202,16 triliun atau naik 3,39 persen (yoy). Ketahanan industri asuransi juga tercermin dari Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa yang berada di level 476,11 persen dan asuransi umum sebesar 311,74 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan yang sebesar 120 persen. Sementara itu, total aset dana pensiun tumbuh 6,12 persen (yoy) dengan nilai mencapai Rp1.690,64 triliun.

Sebagai bentuk pengawasan ketat, OJK saat ini melakukan pengawasan khusus terhadap 8 perusahaan asuransi/reasuransi serta 8 Dana Pensiun guna mempercepat penyelesaian masalah dan melindungi pemegang polis. OJK juga menindak tegas 6 entitas pialang tak berizin dan tengah mendalami 15 entitas ilegal lainnya.

4. Pembiayaan, Pinjaman Online, dan Sektor Tekfin (ITSK/IAKD) Piutang industri Perusahaan Pembiayaan tumbuh positif sebesar 2,08 persen (yoy) menjadi Rp514,65 triliun. Di sektor pinjaman daring (fintech lending/pinjol), outstanding pembiayaan tumbuh sebesar 26,11 persen (yoy) dengan nominal Rp102,07 triliun, di mana tingkat risiko kredit macet (TWP90) terkendali di posisi 4,62 persen. Di bidang inovasi teknologi (kripto), jumlah akun konsumen terus meningkat hingga mencapai 21,70 juta akun dengan nilai transaksi aset kripto pada April 2026 mencapai Rp22,98 triliun.

Penegakan Hukum Redaksi: OJK menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pasar dengan menjatuhkan sanksi administratif berupa denda total Rp85,04 miliar kepada 97 pihak di sektor pasar modal sepanjang tahun 2026 berjalan. Selain itu, sanksi tegas juga dijatuhkan kepada puluhan perusahaan pembiayaan dan pinjol ilegal yang melanggar prinsip tata kelola yang baik demi mengamankan hak-hak konsumen keuangan di tanah air. (r/fan)

Generasi Keenam Honda BeAT Mengaspal di NTB, Tawarkan Fitur Smart Key dan Promo Uang Muka Rp1 Jutaan

0

Mataram (Ekbis NTB) — Astra Motor NTB resmi memperkenalkan generasi keenam Honda BeAT untuk pasar Nusa Tenggara Barat (NTB). Skuter matik (skutik) terpopuler ini hadir dengan penyegaran desain serta peningkatan fitur keamanan yang menyasar kaum muda dan pekerja aktif dengan mobilitas tinggi.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, mengungkapkan bahwa sejak penyegaran terakhirnya, Honda BeAT kini tampil dengan desain yang lebih fresh tanpa menghilangkan identitas utamanya.

“Honda BeAT yang kita kenal sekarang ini sudah generasi keenam. Tampilan desainnya kami hadirkan lebih fresh dibanding model sebelumnya, tetapi tetap mempertahankan karakter ramping dan ringkas agar mudah dikendarai dan bermanuver di lalu lintas padat,” ujar Felix dalam keterangannya, Sabtu (6/6).

Fokus Keamanan dan Kenyamanan Kontemporer

Menjawab kebutuhan konsumen modern, Astra Honda Motor menyematkan sejumlah fitur baru pada skutik 110 cc ini. Pada tipe tertinggi, Deluxe Smart Key, kini sudah dilengkapi dengan sistem penguncian keyless yang lebih aman dan praktis. Sementara untuk tipe CBS dan Deluxe Standard, Honda menyematkan fitur alarm guna mengantisipasi risiko pencurian.

Tak hanya aspek keamanan, fungsionalitas juga ditingkatkan melalui kehadiran power charger berdaya maksimal 12 Watt pada tipe CBS untuk pengisian daya gawai di perjalanan. Panel meter digitalnya pun kini dilengkapi dengan battery indicator guna memantau kondisi aki secara real-time.

Untuk sektor dapur pacu, Honda BeAT tetap mengandalkan mesin 110 cc SOHC berteknologi PGM-FI dan eSP (enhanced Smart Power). Mesin ini mampu mengembuskan tenaga 8,97 PS pada 7.500 rpm dan torsi puncak 9,2 Nm pada 5.500 rpm, yang dikenal responsif namun tetap hemat bahan bakar.

Variasi Tipe dan Promo “JENIUS” Juni

Di wilayah NTB, Honda BeAT dipasarkan dengan harga On The Road (OTR) mulai dari Rp18,98 juta hingga Rp20,38 juta, yang terbagi dalam tiga varian: CBS, Deluxe Standard, dan Deluxe Smart Key dengan beragam pilihan warna modern seperti Matte Brown, Matte Blue, hingga Funk Red Black.

Memanfaatkan momentum Juni, Astra Motor NTB juga menggelar program khusus bertajuk “Honda JENIUS”. Melalui program ini, konsumen di wilayah Lombok, Sumbawa, Dompu, hingga Bima dapat membawa pulang Honda BeAT dengan uang muka (DP) mulai dari Rp1 jutaan serta menikmati potongan angsuran hingga ratusan ribu rupiah setiap bulannya. (r/fan)

Pendaftaran Dibuka, AHM Best Student 2026 Ajak Pelajar Ubah Ide Jadi Inovasi untuk Negeri

0

Mataram (Ekbis NTB) — Era digital menyuguhkan ruang kreativitas tanpa batas bagi pelajar Indonesia untuk menjadi bagian dari perubahan. Melalui ajang AHM Best Student (AHMBS) 2026, PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak generasi muda menghadirkan inovasi aplikatif, kreatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Mengusung tema “Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya!”, pendaftaran AHM Best Student resmi dibuka mulai 5 Juni hingga 8 Agustus 2026.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung pengembangan talenta muda Indonesia agar siap menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, generasi muda saat ini tidak hanya dituntut memiliki ide kreatif, tetapi juga keberanian untuk menghadirkan perubahan melalui aksi nyata dan kolaborasi.

“Melalui AHM Best Student, kami ingin mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dalam kreativitas dan inovasi, sekaligus memiliki kepedulian sosial serta semangat berkarya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami percaya solusi yang diberikan dapat menjadi energi besar menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Muhib.

Dalam ajang tahun ini, para pelajar dapat berkompetisi dalam empat kategori lomba berbasis SDGs, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan, dan Pemberdayaan Ekonomi.

Rangkaian AHMBS 2026 dirancang untuk memberikan pengalaman belajar sekaligus mengembangkan kapasitas peserta. Mereka akan ditantang melalui beberapa tahapan seleksi, mulai dari pengumpulan karya, seleksi tingkat regional, bootcamp, verifikasi dan wawancara, hingga seleksi final berupa presentasi di hadapan dewan juri nasional yang kompeten di bidangnya.

Ajang prestisius yang telah berjalan sejak 2003 ini merupakan wujud komitmen Astra Honda dalam mendukung lahirnya solusi berkelanjutan dari generasi muda. Program ini juga diharapkan mampu mengasah kemampuan problem solving, kolaborasi, leadership, serta membentuk karakter ready future talent.

Selain kompetisi karya ilmiah dan inovasi, para peserta juga dapat mengikuti social media challenge dengan mengunggah konten kreatif terkait SDGs yang relevan dengan kehidupan sehari-hari di akun Instagram mereka.

Untuk mengapresiasi kreativitas para peserta, AHM telah menyiapkan total hadiah ratusan juta rupiah berupa beasiswa pendidikan, sertifikat, dan hadiah menarik lainnya. Apresiasi khusus juga akan diberikan kepada para guru yang setia mendampingi proses pengembangan karya para pemenang terbaik.

Seluruh dokumen pendaftaran lomba dapat diunggah melalui tautan resmi di https://bit.ly/AHMBS2026. Informasi lengkap mengenai panduan lomba, tahapan seleksi, dan ketentuan program dapat diakses melalui akun Instagram @sahabat1hati serta jaringan main dealer sepeda motor Honda di seluruh Indonesia. (r/fan)

Realisasi PAD di Dompu Baru 19,12 Persen

0
Realisasi PAD di Dompu Baru 19,12 Persen
Farid Anshari, SE., MM, Muhammad Syahroni, SP, MM


Dompu (ekbisntb.com) – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Dompu tahun 2026 ditargetkan sebesar Rp189.254.655.520,. Realisasi PAD baru Rp36.180.878.467,07 atau 19,12 persen sampai akhir bulan Mei. Rendahnya capaian ini akibat dampak dari kebijakan efisiensi pemerintah.


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Dompu, Farid Anshari, SE, M.Si., Kamis (4/6) mengungkapkan, PAD dari sektor pajak lainnya seperti pajak hotel, restaurant, BBN-KB, PKB, pajak hiburan, pajak air tanah itu sangat situasional dan kondisional. Artinya, pendapatan sangat bergantung kebijakan pemerintah. Sementara, kebijakan efisiensi sangat mempengaruhi pencapaian dan optimalisasi PAD.


Ia merincikan, target pendapatan asli daerah sebesar Rp36.180.878.467,07., berasal dari pajak daerah sebesar Rp10.592.680.913,11 dari target sebesar Rp51.745.820.000. Retribusi daerah sebesar Rp3.087.506.108 dari target Rp6.119.777.000., dan Lain – lain PAD yang sah sebesar Rp22.500.691.445 dari target Rp105.601.963.220.


Farid Anshari mengatakan, pihaknya tidak diam dalam mengejar target PAD. Selain mengoptimalkan kinerja OPD pengampu PAD, juga melakukan konsolidasi sumber – sumber PAD. Seperti mengoptimalkan potensi PAD yang ada di PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) yakni, perusahaan gula di Pekat dan PT Sumbawa Timur Mining (STM) Perusahaan eksplorasi mineral di Hu’u.


Termasuk mengoptimalkan pendapatan dari PBB–P2 melalui kebijakan syarat pencairan TPP harus melunasi PBB–P2 bagi ASN dan rekomendasi pencairan ADD berdasarkan realisasi PBB oleh warga di desa setempat. Selain itu, pihaknya juga melibatkan aparat penegak hukum dalam penagihan tunggakan pajak lainnya.


Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM., mengatakan, minimnya realisasi PAD akan mengancam belanja daerah tahun 2026. Tercatat sampai 4 Juni ini, realisasi pendapatan daerah baru sebesar Rp425.871.128.813., atau 37,74 persen dari target sebesar Rp1.128.321.733.543., Pendapatan daerah ini masih didominasi oleh dana transfer pusat ke daerah.


Sementara, belanja daerah telah mencapai Rp350.369.839.498 atau 29,82 persen dari target belanja sebesar Rp1.174.821.733.543. “Kita berharap target PAD bisa dimaksimalkan, sehingga program pembangunan bisa dibiayai,” harapnya. (ula)

1.516 Sambungan Rumah Baru SPAM Bakal Dibangun di Sumbawa

0
1.516 Sambungan Rumah Baru SPAM Bakal Dibangun di Sumbawa
Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot saat memimpin rapat sosialisasi terkait pelaksanaan program SPAM Beringin Sila dan Marenteh pada, Kamis (4/6).(Suara NTB/ist)


Sumbawa Besar (ekbisntb.com)
– Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan kembali membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Beringin Sila dan SPAM Marenteh yang ditargetkan mampu mengakomodir sebanyak 1.516 sambungan rumah baru dalam meningkatkan cakupan air bersih bagi masyarakat.


“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Penyediaan air minum aman, berkualitas, dan berkelanjutan menjadi salah satu indikator dalam meningkatkan derajat kesehatan, produktivitas, serta kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, Kamis (4/6).

Cakupan akses air minum aman di Sumbawa perlu terus ditingkatkan, agar mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan masyarakat. Ia menyambut baik dan mengapresiasi pemerintah pusat, atas dimulainya tahapan pembangunan SPAM Beringin Sila dan SPAM Marenteh.
“Karena cakupan air bersih kita saat ini masih sangat rendah, sehingga kami berharap program ini mampu mendongkrak cakupan air bersih yang aman,” ucapnya.

Jarot mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek dengan menjaga keamanan dan ketertiban selama pekerjaan berlangsung. Selain itu, masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga dan memanfaatkan sarana air minum yang dibangun, agar dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan.


“Kami berharap masyarakat bisa mendukung program ini, karena manfaatnya sangat besar. Sehingga ketercakupan air bersih bagi masyarakat bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Wilayah NTB yang diwakili PPK Perencanaan BPBPK, Baiq Hurul Ismi Roziana menjelaskan pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah SPAM Beringin Sila dan SPAM Marenteh merupakan proyek strategis yang didanai sepenuhnya melalui APBN Murni Tahun Anggaran 2026,


“Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas sekaligus memperluas cakupan layanan air minum bagi masyarakat di Kecamatan Alas, Alas Barat, Utan, dan Buer,” jelasnya.


Ia melanjutkan, untuk pembangunan SPAM Beringin Sila meliputi rehabilitasi jaringan distribusi utama sepanjang 1.316 meter, perluasan jaringan distribusi sepanjang 4.385 meter, dan pembangunan 716 sambungan rumah baru yang akan melayani sekitar 2.864 jiwa. SPAM Marenteh, mencakup perluasan jaringan distribusi sepanjang 5.803 meter dan pembangunan 800 sambungan rumah baru yang diproyeksikan melayani sekitar 3.200 jiwa.

“Proyek ini nantinya akan ada sekitar 1.516 sambungan rumah baru dengan manfaat langsung bagi 6.064 jiwa, sekaligus menjadi upaya strategis pemerintah dalam mempercepat peningkatan akses air minum layak bagi masyarakat,” ujarnya. (ils)


Revitalisasi Terminal Sumer Payung, Pemkab Sumbawa Butuh Anggara Rp2 Miliar

0
Revitalisasi Terminal Sumer Payung, Pemkab Sumbawa Butuh Anggara Rp2 Miliar
Nampak kondisi terkini Terminal Sumer Payung di Kabupaten Sumbawa. Revitalisasi terminal ini membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar.(Suara NTB/ils)


Sumbawa Besar (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk melakukan revitalisasi terhadap Terminal Sumer Payung. Kondisi terminal ini sudah berada dalam kondisi cukup memperihatinkan terutama banyaknya atap yang bocor.


“Kondisi saat ini memang cukup memprihatinkan terutama ketika terjadi hujan, sehingga kenyamanan para penumpang sangat terganggu,” kata Kepala Terminal Sumer Payung, Tughirin, kepada Suara NTB, Kamis (4/6).


Kondisi terminal ini sudah berlangsung sejak lama dan belum ada perbaikan secara maksimal yang dilakukan pemerintah. Apalagi saat ini kata dia,musim penghujan maka tempat berteduh penumpang akan tergenang air yang membuat penumpang tidak nyaman.


“Kalau musim kemarau masih aman yang tidak aman ketika musim hujan karena pasti akan banjir sehingga penumpang tidak nyaman berada di terminal,” ujarnya.


Pada tahun 2019, pihaknya sudah menyelesaikan penyusunan Detai Engineering Design (DED) revitalisasi terminal tersebut. Bahkan terminal ini memiliki tiga lantai, tetapi di tahun tersebut terjadi pandemi Covid-19 dan efisiensi anggaran, sehingga belum bisa terealisasikan.


“Tahun ini mudahan bisa terealisasi karena beberapa waktu lalu sudah mulai dilakukan pengukuran oleh konsultan. Terutama talang-talang yang bocor bisa diperbaiki demi kenyamanan penumpang,” tambahnya.


Berdasarkan hasil rapat terakhir lanjutnya, pemerintah berencana akan melakukan revitalisasi total terhadap Terminal Sumer Payung di tahun 2028 mendatang. Untuk merevitalisasi secara keseluruhan kebutuhan anggaran ditaksir mencapai Rp2 miliar lebih.

“Total kebutuhannya sekitar Rp2 miliar, karena konsultannya paling dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kami pun berharap anggaran tersebut bisa disetujui demi kenyamanan para penumpang,” demikian kata dia. (ils)


Garis Kemiskinan Meningkat, Tekanan Ekonomi Kelompok Rentan di KLU Bertambah

0
Garis Kemiskinan Meningkat, Tekanan Ekonomi Kelompok Rentan di KLU Bertambah
Kusmalahadi Syamsuri (Suara NTB/ari)

Tanjung (ekbisntb.com) – Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., meminta seluruh OPD lingkup Pemda Lombok Utara untuk melakukan intervensi program kepada kelompok rentan menggunakan pendekatan berbasis data. Pasalnya, tekanan ekonomi kelompok rentan semakin bertambah seiring meningkatnya standar garis kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara.


“Pemerintah daerah perlu melakukan intervensi kebijakan yang lebih terarah dan berbasis data. Langkah ini untuk memastikan pemerataan kesejahteraan serta perlindungan optimal bagi kelompok (rumah tangga) yang paling rentan,” ujar Kusmalahadi, dalam rapat paripurna penyampaian tiga buah Raperda di Kantor DPRD KLU, Kamis (4/6/2026).


Ia mengungkapkan, berdasarkan data BPS Kabupaten Lombok Utara, persentase penduduk miskin mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 1,84 persen, dari 25,80 persen tahun 2023 menjadi 23,96 persen pada Maret 2024.


Namun demikian, meskipun jumlah penduduk miskin berkurang, tapi garis kemiskinan pada periode yang sama mengalami peningkatan. Angkanya, dari Rp556.462 per kapita per bulan, menjadi Rp594.789 per kapita per bulan.


“Kenaikan ini mencerminkan perubahan standar kebutuhan dasar serta meningkatnya tekanan ekonomi bagi kelompok rentan,” tegasnya.


Bertambahnya garis kemiskinan tersebut, sambung Wabup, dapat mempengaruhi daya beli masyarakat kurang mampu. Bahkan, pada periode yang sama (2023 ke 2024), indikator pengeluaran per kapita rumah tangga terlihat mengalami penurunan. Di mana pengeluaran tahun sebelumnya sebesar Rp1.093.335 menjadi Rp1.056.677.


Interpretasi dari penurunan pengeluaran tersebut, menjadi sinyal bahwa masyarakat lebih ketat dalam mengalokasikan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik untuk konsumsi, pendidikan dan kesehatan.


Kusmalahadi menyatakan, kenaikan garis kemiskinan di KLU dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan sosial yang memperburuk kondisi kelompok rentan. Cerminannya terlihat dari pola pengeluaran rumah tangga terhadap bangan pangan pokok.


“Kenaikan garis kemiskinan merupakan konsekuensi dari pelemahan daya beli, perubahan pola konsumsi dan tekanan inflasi yang secara kolektif berdampak langsung pada kesejahteraan sosial masyarakat,” katanya.


Menyadari tantangan tersebut, ia mengajak semua pihak, eksekutif dan legislatif untuk menghadirkan kebijakan yang mengintervensi, terarah, dan berbasis data aktual. Masyarakat khususnya kelompok rentan perlu diberikan perlindungan dan jaminan sosial dengan mempertimbangkan berbagai aspek.


Pemda Lombok Utara sendiri, mengajukan Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial sebagai upaya pendekatan yang diharapkan dapat memastikan pelaksanaan program kesejahteraan sosial berjalan dengan tepat sasaran, kebijakan yang terintegrasi serta bantuan program yang adaptif.


Tidak hanya itu, Pemda Lombok Utara juga perlu memperbaiki sistem distribusi pangan dan akses ekonomi bagi kelompok rentan sehingga kesehatan tidak hanya diukur dari angka kemiskinan saja, tetapi kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. (ari)

Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Operasi Gabungan di Pelabuhan Lembar Diintensifkan

0
Cegah Peredaran Rokok Ilegal, Operasi Gabungan di Pelabuhan Lembar Diintensifkan
Satpol PP bersama Bea Cukai dan Denpom Mataram gencar operasi penindakan rokok ilegal di Pelabuhan Lembar, Lobar. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Operasi gabungan (Opgab) penindakan peredaran rokok ilegal di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat terus digencarkan petugas Satpol PP bersama Bea Cukai dan Aparat. Hal ini dilakukan setelah petugas menggagalkan penyelundupan 1 juta batang rokok ilegal di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat (Lobar) pada Jumat (8/5/2026) lalu.


Upaya ini untuk memutuskan mata rantai pasok rokok ilegal dari perusahaan produsen ke pedagang di tingkat bawah di wilayah Lobar. Kasatpol PP Lombok Barat, I Ketut Rauh mengatakan pihaknya bersama Bea Cukai dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) terus mengintensifkan operasi penindakan rokok ilegal di Pelabuhan Lembar.


“Setelah menggagalkan (mengamankan) 1 juta batang rokok ilegal itu, kami terus intens operasi di pelabuhan Lembar,” tegas Rauh.
Penindakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan dan menjadi bagian dari instruksi langsung Bupati Lombok Barat. Sehingga pengawasan di jalur masuk pun semakin diperketat.


“Arahan Bupati, Pol PP jangan hanya menyisir pasar grosir atau pedagang eceran saja, tetapi harus memutus mata rantai peredarannya langsung di jalur distribusi. Meski begitu, operasi masif di tingkat toko grosir maupun eceran akan tetap kami jalankan secara beriringan,” pungkas Rauh.


Pihaknya bersama Bea Cukai dan Denpom Mataram, pun kembali turun melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap truk yang melintas di pelabuhan Lembar. Upaya ini untuk pencegahan dan pemberantasan rokok illegal yang dapat merugikan negara dan mengganggu ketertiban perdagangan.


Dalam operasi itu petugas memeriksa kelengkapan berkas dan muatan truk yang melintas. Pemeriksaan dilakukan secara ketat, untuk memastikan apakah kendaraan bermuatan rokok illegal atau tidak menggunakan pita cukai ataupun pita cukai tidak sesuai ketentuan. Tetapi dalam operasi ini, tidak ditemukan rokok ilegal. “Nggak ada hasil (nihil),” pungkasnya.


Meski demikian, operasi tidak berhenti sampai di sini. Pihaknya memastikan operasi terus dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai pasok rokok langsung dari perusahaan atau produsen yang diduga dipasok dari pulau Jawa. (her)

Jaga Citra Pariwisata, Dispar Mataram Ingatkan Hotel Soal Etika Promosi

0
Jaga Citra Pariwisata, Dispar Mataram Ingatkan Hotel Soal Etika Promosi
Cahya Samudra (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mendatangi salah satu usaha hotel melati di Lingkungan Pajang Barat, Kelurahan Pejanggik, untuk melakukan pembinaan terkait konten promosi di media sosial yang dinilai bermuatan negatif, melanggar norma kepatutan, dan memicu reaksi masyarakat.

Langkah tersebut merupakan respons cepat Dispar Kota Mataram terhadap maraknya konten promosi hotel di media sosial yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang berlaku di tengah masyarakat serta menggunakan narasi yang berkonotasi negatif.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan pihaknya telah bertemu langsung dengan pengelola hotel dan meminta agar konten-konten yang dinilai bermuatan negatif segera diturunkan (take down).

Menurutnya, pemerintah pada prinsipnya tidak melarang pelaku usaha perhotelan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Namun, konten yang dipublikasikan di ruang publik harus tetap memperhatikan norma, etika, dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

“Pemerintah tidak melarang masyarakat untuk berusaha maupun melakukan promosi. Namun, ketika disampaikan di ruang publik, pelaku usaha harus mampu memilah dan memilih konten yang sesuai dengan norma-norma kepatutan,” ujarnya, Kamis (4/6).

Cahya mengungkapkan, pihaknya menemukan puluhan konten promosi, terutama dari hotel berbintang satu dan hotel melati, yang dinilai mengarah pada unsur asusila. Salah satu yang menjadi sorotan adalah promosi yang menyampaikan jaminan keamanan atau bebas dari “gerebek” bagi pasangan yang bukan suami istri.

Ia menegaskan, pesan-pesan semacam itu tidak seharusnya digunakan sebagai materi promosi karena dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap industri pariwisata di Kota Mataram.

“Kami sudah bertemu dengan pengelola dan meminta agar pesan tersebut disampaikan kepada pemilik usaha. Kami juga meminta agar konten-konten yang cenderung bermuatan negatif segera diturunkan. Sementara konten promosi lainnya yang sesuai dengan kaidah kepatutan tentu tidak menjadi masalah,” katanya.

Terkait sanksi, Cahya menjelaskan bahwa langkah yang diambil Dispar bersifat pembinaan dan edukasi. Kewenangan dinas, lanjutnya, terbatas pada upaya menjaga citra pariwisata serta menciptakan iklim usaha yang sehat dan beretika.

“Yang kami lakukan adalah pembinaan agar promosi pariwisata tetap berjalan dengan baik dan sesuai norma yang berlaku,” jelasnya.

Melalui teguran tersebut, Dispar Kota Mataram berharap para pelaku usaha perhotelan semakin bijak dalam menyusun strategi promosi di media sosial. Selain mampu menarik konsumen, promosi yang dilakukan juga diharapkan tetap menjaga nilai-nilai kesopanan dan mendukung citra positif pariwisata daerah. (pan)