Beranda blog Halaman 221

Diduga Langgar Aturan, Disperindag Lobar Tolak Terbitkan Rekomendasi Sejumlah Retail Modern

0
Muhammad Adnan (ekbisntb.com/her)

Giri Menang (ekbisntb.com) – Langkah tegas diambil oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) melalui Dinas Perdagangan dalam menegakkan aturan pengoperasian retail modern. Dinas Perdaganan Lobar menolak menerbitkan rekomendasi perizinan sejumlah retail modern, lantaran dari sisi ketentuan jarak dengan pasar tradisional dan sesama pasar modern diduga melanggar.


Kepala Dinas Perdagangan Lobar, H. M. Adnan menegaskan pihaknya tidak akan mengeluarkan rekomendasi perizinan bagi retail modern yang tidak memenuhi ketentuan dari sisi jarak 500 meter dengan pasar tradisional dan sesama retail. Pihaknya dalam hal ini hanya berwenang mengeluarkan rekomendasi, sedangkan perizinan dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).


“Yang baru, ada dua titik kami tidak (tolak) terbitkan rekomendasi, yakni di Labuapi terlalu dekat dengan pasar tradisional, dan di Batulayar itu berdekatan dengan retail lain,” tegas Adnan Rabu (3/6/2026).


Adnan pun menyampaikan, sebelum mengeluarkan kebijakan tidak memberi rekomendasi, pihaknya terlebih dahulu turun mengecek ke lokasi memastikan apakah sesuai ketentuan atau tidak. Setelah dicek, pihaknya menemukan bahwa dua titik retail yang diajukan rekomendasi ini tidak sesuai ketentuan sehingga pihaknya tidak mengeluarkan rekomendasi.


Pihaknya terus berupaya memperketat rekomendasi retail modern ini sesuai ketentuan. Sedangkan bagi retail modern yang sudah diberikan izin sebelum ada Perda nomor 1 tahun 2018 maupun perbup itu berlaku, sementara ini masih tetap beroperasi. Namun, itu nanti akan diperketat lagi pada rekomendasi untuk perpanjangan perizinannya.


Adnan menyebut, jumlah retail modern saat ini sebanyak 116 retail. Terdiri dari Alfamart sebanyak 70 titik, toko franchise atau waralaba tujuh titik dan Indomaret 39 titik. Toko franchise ini kerja sama dengan Alfamart, barang-barang Alfamart didrop ke toko franchise ini tetapi tidak memakai plang Alfamart. Untuk sementara ini ada dua pengajuan rekomendasi tapi tetap melalui rekomendasi desa dan kecamatan.


Terkait penutupan retail modern seperti di daerah lain, menurut Adnan di Lobar tidak ada upaya untuk penutupan. Retail modern ini telah lama telah lama terbit izinnya, sebelum ada aturan tersebut. Jika nanti terjadi pelanggaran, maka pihaknya mengambil langkah tegas pada proses pengajuan perpanjangan izinnya.


Pihaknya akan mengevaluasi ketika nanti retail ini mengajukan perpanjangan. “Kami perketat nanti,” ujarnya.


Terlebih dengan adanya koperasi desa merah putih, pihaknya lebih selektif menerbitkan rekomendasi retail modern. Salah satunya melalui rekomendasi dari desa dan kecamatan. Hal ini untuk mendukung agar ekomoni masyarakat bisa berkembang, sehingga tidak terjadi persaingan tidak sehat. (her)

Buka Ruang Investasi, BPN Fasilitasi Lotim Susun RDTR di Empat Kecamatan

0
Buka Ruang Investasi, BPN Fasilitasi Lotim Susun RDTR di Empat Kecamatan
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin (dua dari kiri) bertemu Kementerian ATR Badan Pertanahan Nasional, Rabu (3/6/2026). (Suara NTB/ist)

Selong (ekbisntb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) terus membuka lebar pintu investasi dengan menyiapkan ruang yang tertata dan berkelanjutan. Setelah dua kecamatan berhasil difasilitasi penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pada 2024, kini empat kecamatan lainnya ditargetkan mendapatkan fasilitasi serupa pada tahun 2027.


Kepastian ini merupakan salah satu hasil konsultasi Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin dengan Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Suyus Windayana, di Jakarta, Rabu (3/6/2025). Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah Lotim H. Muhammad Juaini Taofik.


Empat kecamatan yang akan difasilitasi RDTR pada 2027 meliputi Kecamatan Sembalun, Jerowaru, Selong, serta kawasan Rasimas yang mencakup Terara, Sikur, dan Masbagik. Sebelumnya, pada 2024, Kementerian ATR/BPN telah memfasilitasi penyusunan RDTR untuk Kecamatan Pringgabaya dan Kecamatan Sambelia.


“Kami siapkan karpet merah bagi investor dengan memastikan kepastian ruang melalui RDTR. Hasilnya, nilai investasi di Pringgabaya dan Sambelia sangat signifikan,” ujar Bupati Haerul Warisin dalam rilisnya, Rabu (3/6/2026).


RDTR merupakan dokumen perencanaan tata ruang skala rinci yang mengatur pemanfaatan ruang dilengkapi peraturan zonasi. Dokumen ini menjadi pedoman operasional untuk perizinan pembangunan, baik perumahan maupun tempat usaha, sehingga tata kota tetap teratur, aman, dan berkelanjutan. Selain itu, RDTR juga berperan sebagai kendali mutu pemanfaatan ruang, pedoman pemberian izin, serta dasar penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.


Dalam pertemuan yang sama, juga dibahas percepatan pembahasan lintas kementerian terkait Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang Lombok Timur. Pemerintah daerah berharap seluruh proses ini dapat rampung tepat waktu, sehingga iklim investasi di Gumi Patuh Karya semakin kondusif dan berdaya saing. (rus)

Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan

0
Tekan Kemiskinan dan Perkuat Ketahanan Pangan
Lalu Heru Nuryadin (Suara NTB/pan)

PEMERINTAH Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, menjadi salah satu penerima Program Desa dan Kelurahan Berdaya dari Pemerintah Provinsi NTB pada 2026. Kelurahan ini mendapatkan dua tema program sekaligus, yakni Kelurahan Berdaya Transformasi dan Kelurahan Berdaya Tematik.

Lurah Mandalika, Lau Heru Nuryadin, mengatakan kedua program tersebut akan difokuskan untuk mendukung pengentasan kemiskinan serta pemberdayaan masyarakat melalui sektor ketahanan pangan dan lingkungan hidup.

Menurutnya, Program Kelurahan Berdaya Transformasi merupakan bentuk intervensi terhadap masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem atau berada pada kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan data pemerintah.

“Untuk tema transformasi, ada sekitar 100 kepala keluarga (KK) yang menjadi calon penerima manfaat. Tujuannya untuk menekan angka kemiskinan di wilayah kami,” ujarnya, Rabu (3/6).

Namun demikian, dari 100 calon penerima tersebut akan dilakukan proses verifikasi dan seleksi kelayakan. Hasilnya, hanya 52 KK yang nantinya ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Heru menjelaskan bantuan yang diberikan tidak berupa uang tunai, melainkan bantuan modal usaha dalam bentuk barang yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha masing-masing penerima.

“Setelah melalui proses pendampingan, mereka akan mendapatkan intervensi berupa bantuan modal usaha senilai Rp7 juta per KK dalam bentuk barang atau sarana usaha,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Program Kelurahan Berdaya Transformasi juga akan didukung oleh tenaga pendamping yang bertugas mengawal proses pemberdayaan masyarakat agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, melalui Program Kelurahan Berdaya Tematik, Kelurahan Mandalika memperoleh alokasi dana sebesar Rp300 juta. Anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan hidup, pariwisata, maupun ketahanan pangan.

Meski demikian, Pemerintah Kelurahan Mandalika memutuskan untuk memfokuskan program pada dua sektor, yakni ketahanan pangan dan lingkungan hidup.

“Untuk ketahanan pangan, kami memilih program budidaya peternakan itik yang difokuskan pada produksi telur,” katanya.

Di sektor lingkungan hidup, Kelurahan Mandalika akan mengembangkan pembangunan tempat pengolahan sampah organik atau tempat dedoro. Program tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Mataram dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

Melalui dua program tersebut, Pemerintah Kelurahan Mandalika berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga melalui kegiatan produktif yang berkelanjutan. (pan)

Optimalisasi Pajak, BKD akan Periksa Hotel Bintang

0
Pengunjung salah satu hotel bintang di Mataram bersantai di depan kolam renang hotel. BKD akan memeriksa hotel bintang untuk optimalisasi pajak. (Suara NTB/pan)

Mataram (ekbisntb.com) – Pengusaha hotel perlu bersiap-siap. Pasalnya, Badan Keuangan Daerah Kota Mataram akan memeriksa hotel bintang. Tujuannya meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan, dan Penagihan Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, Ahmad Amrin menyampaikan, pendapatan asli daerah dari pajak hotel masih rendah sampai akhir bulan Mei, sehingga dilakukan pengawasan sekaligus pemeriksaan terhadap hotel bintang di Kota Mataram. “Ada yang sudah selesai beberapa hotel kita periksa,” terang Amrin dikonfirmasi pada, Rabu (3/6).

Pemeriksaan hotel berbintang diharapkan memberikan dampak positif terhadap optimalisasi pendapatan asli daerah. Amrin menegaskan, pemeriksaan ini sifatnya mencari potensi. Artinya, pihaknya melihat wajib pajak yang potensial memberikan kontribusi pada pendapatan daerah. “Kita tidak mungkin periksa hotel melati, karena bisa saja tidak berdampak signifikan,” ujarnya.

Di satu sisi kata Amrin, hasil audit terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Kota Mataram tahun anggaran 2025 oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Lembaga auditor negara memberikan catatan agar dilakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pajak hotel.
Pemeriksaan hotel diagendakan secara keseluruhan, tetapi tetap mempertimbangkan jadwal lainnya.”Insya Allah, nanti kita jadwalkan sambil melihat waktu, karena banyak juga yang harus kita kerjakan,” tandasnya.

Secara detail tidak disebutkan realisasi pajak hotel sampai bulan Mei dari target Rp28 miliar di tahun 2026. Ia menegaskan, pemeriksaan hotel bintang bertujuan untuk menguji tingkat kepatuhan wajib pajak. Oleh karena itu, ia mengimbau pengusaha hotel patuh melapor dan membayar pajak sesuai omset yang diperoleh.


Wajib pajak diingatkan tidak menyembunyikan pendapatan sebenarnya, karena berpotensi menjadi persoalan apabila ditemukan saat dilakukan pemeriksaan. (cem)

Panen Kedua Jadi Andalan, Bulog NTB Percepat Penyerapan Gabah Petani

0
Pimwil Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar aktif melakukan kunjungan lapangan ke petani untuk memastikan serapan gabah / beras dapat dilakukan secara maksimal. (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat terus mempercepat penyerapan gabah dan beras petani guna mencapai target pengadaan tahun 2026. Hingga awal Juni 2026, realisasi serapan di NTB telah mencapai 163.234 ton setara beras atau sekitar 68 persen dari target yang ditetapkan sebesar 240.661 ton setara beras.

Capaian serapan ini sejalan dengan serapan Bulog secara nasional yang mencapai 3 juta ton setara beras hingga 3 Juni 2026 atau sekitar 75 persen dari target nasional sebanyak 4 juta ton.


Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTB, Mara Kamin Siregar di Mataram, Rabu, 3 Juni 2026 mengatakan, pengadaan tahun ini tetap dilakukan untuk gabah maupun beras dengan memanfaatkan potensi musim tanam kedua yang masih berlangsung di sejumlah daerah di NTB.

“Target serapan tahun ini sebesar 240.661 ton setara beras. Pengadaan tetap dilakukan untuk gabah dan beras sekaligus, karena potensi masa tanam periode kedua di berbagai wilayah NTB sedang dilaksanakan bersama mitra pengadaan,” kata Regar.


Ditambahkannya, target pengadaan tersebar di sejumlah wilayah kerja Bulog NTB, meliputi Kantor Cabang Sumbawa, Bima, dan Lombok Timur. Untuk mendukung pencapaian target, Bulog NTB menyiapkan berbagai strategi, salah satunya menambah kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra maupun pihak swasta.


“Kami menyiapkan gudang sewa dari mitra maupun swasta untuk digunakan Bulog, agar target serapan perusahaan bisa tercapai sesuai yang telah ditetapkan,” katanya.


Selain memperkuat sarana penyimpanan, Bulog NTB juga meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak, khususnya TNI dan pemerintah daerah. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui pembentukan Tim Jemput Pangan (TJP), pemantauan lokasi panen, hingga pengawasan harga gabah agar tidak berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan hasil panen terserap secara optimal.


Secara nasional, Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani telah menyampaikan, bahwa capaian serapan lebih dari 3 juta ton setara beras menjadi tonggak penting dalam sejarah pengadaan pangan nasional.

“Alhamdulillah hingga awal Juni 2026, Bulog telah berhasil menyerap 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.


Ia menambahkan, keberhasilan ini menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah petani melalui penetapan HPP sebesar Rp6.500 per kilogram, sehingga memberikan kepastian pasar bagi petani di seluruh Indonesia. Serapan yang tinggi juga memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).


Saat ini, stok beras yang dikelola Bulog telah melampaui 5 juta ton, tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional, sehingga dinilai mampu mendukung kebutuhan stabilisasi harga, bantuan pangan, hingga antisipasi bencana dan gejolak pasar.
Dengan masih berlangsungnya panen di sejumlah daerah, Bulog optimistis target pengadaan nasional 4 juta ton setara beras dapat tercapai sebelum akhir tahun. Di NTB, optimisme serupa juga muncul seiring masih adanya potensi panen musim tanam kedua yang diharapkan dapat mendongkrak serapan gabah dan beras dalam beberapa bulan ke depan. (bul)

Libur Panjang, Penumpang di Bandara Lombok Tembus 35 Ribu Orang

0
Penumpang saat tiba di BIZAM. Pada libur pekan kemarin, penumpang di BIZAM tembus 35 ribu orang. (Suara NTB/bul)

Praya (ekbisntb.com) — Tren positif pergerakan orang dan konektivitas udara di NTB. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mencatat lonjakan signifikan pada trafik penumpang dan pergerakan pesawat selama periode libur panjang (long weekend) akhir Mei hingga awal Juni 2026.

Memanfaatkan momentum beruntun Hari Raya Iduladha, Hari Raya Waisak, dan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2026, gerbang udara utama Pulau Seribu Masjid ini sukses melayani puluhan ribu pergerakan manusia.

Berdasarkan data resmi operasional bandara, jumlah penumpang yang melintasi Bandara Lombok selama enam hari periode libur panjang tersebut mencapai 35.764 penumpang. Angka ini merefleksikan pertumbuhan sebesar 5,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yang mencatat 33.871 penumpang.

Lonjakan yang jauh lebih agresif terlihat pada sektor pergerakan logistik udara dan armada. BIZAM mencatat sebanyak 441 pergerakan pesawat beroperasi selama periode tersebut. Angka ini melonjak tajam hingga 19,5% dibanding torehan tahun 2025 yang hanya berada di angka 369 pergerakan pesawat.

“Pertumbuhan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat selama periode libur panjang ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap transportasi udara,” ujar General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).

Menurut Aidhil, kombinasi hari libur nasional yang berdekatan membuat masyarakat memiliki waktu lebih longgar untuk melakukan perjalanan udara. Lonjakan arus pergerakan didominasi oleh tiga sektor utama.
Pertama, sektor pariwisata. Dalam hal ini wisatawan domestik dan mancanegara yang berlibur ke destinasi unggulan Lombok dan sekitarnya. Kedua, kunjungan keluarga, yakni arus mudik singkat memanfaatkan momen Iduladha. Dan yang ketiga, perjalanan dinas, yakni penyelenggaraan berbagai agenda bisnis dan kedinasan menjelang pertengahan tahun.

Meskipun volume operasional mengalami lonjakan, manajemen memastikan seluruh pelayanan di lapangan tetap berjalan tanpa kendala berarti.

“Kami bersyukur seluruh operasional bandara dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif sehingga kebutuhan perjalanan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” tambah Aidhil.

Mengantisipasi kepadatan selama masa peak season ini, manajemen BIZAM dilaporkan telah memperketat koordinasi lintas sektor. Pengetatan ini melibatkan maskapai penerbangan (airlines) dan pihak ground handling. Otoritas Bandara wilayah terkait.

Personel keamanan dari unsur TNI/Polri untuk menjaga aspek preventif keamanan. Langkah ini diambil demi menjaga tiga pilar utama pelayanan bandara berstandar internasional: Keamanan (Security), Keselamatan (Safety), dan Kenyamanan (Comfort). (bul)

Libur Panjang Beruntun, Penumpang di Bandara Lombok Tembus 35 Ribu Orang

0
Libur Panjang Beruntun, Penumpang di Bandara Lombok Tembus 35 Ribu Orang


Praya (ekbisntb.com) — Tren positif pergerakan orang dan konektivitas udara di NTB.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mencatat lonjakan signifikan pada trafik penumpang dan pergerakan pesawat selama periode libur panjang (long weekend) akhir Mei hingga awal Juni 2026.

Memanfaatkan momentum beruntun Hari Raya Iduladha, Hari Raya Waisak, dan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung sejak 27 Mei hingga 1 Juni 2026, gerbang udara utama Pulau Seribu Masjid ini sukses melayani puluhan ribu pergerakan manusia.

Berdasarkan data resmi operasional bandara, jumlah penumpang yang melintasi Bandara Lombok selama enam hari periode libur panjang tersebut mencapai 35.764 penumpang. Angka ini merefleksikan pertumbuhan sebesar 5,6% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yang mencatat 33.871 penumpang.

Lonjakan yang jauh lebih agresif terlihat pada sektor pergerakan logistik udara dan armada. BIZAM mencatat sebanyak 441 pergerakan pesawat beroperasi selama periode tersebut. Angka ini melonjak tajam hingga 19,5% dibanding torehan tahun 2025 yang hanya berada di angka 369 pergerakan pesawat.


“Pertumbuhan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat selama periode libur panjang ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat terhadap transportasi udara,” ujar General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).


Menurut Aidhil, kombinasi hari libur nasional yang berdekatan membuat masyarakat memiliki waktu lebih longgar untuk melakukan perjalanan udara. Lonjakan arus pergerakan didominasi oleh tiga sektor utama.


Sektor Pariwisata: Wisatawan domestik dan mancanegara yang berlibur ke destinasi unggulan Lombok dan sekitarnya.


Kunjungan Keluarga: Arus mudik singkat memanfaatkan momen Iduladha.


Perjalanan Dinas: Penyelenggaraan berbagai agenda bisnis dan kedinasan menjelang pertengahan tahun.


Meskipun volume operasional mengalami lonjakan, manajemen memastikan seluruh pelayanan di lapangan tetap berjalan tanpa kendala berarti.


“Kami bersyukur seluruh operasional bandara dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif sehingga kebutuhan perjalanan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” tambah Aidhil.


Mengantisipasi kepadatan selama masa peak season ini, manajemen BIZAM dilaporkan telah memperketat koordinasi lintas sektor. Pengetatan ini melibatkan maskapai penerbangan (airlines) dan pihak ground handling. Otoritas Bandara wilayah terkait.


Personel keamanan dari unsur TNI/Polri untuk menjaga aspek preventif keamanan.
Langkah ini diambil demi menjaga tiga pilar utama pelayanan bandara berstandar internasional: Keamanan (Security), Keselamatan (Safety), dan Kenyamanan (Comfort) .(bul)

Tarif Retribusi Parkir Belum Dinaikkan

0
 Zulkarwin (Ekbis NTB/dok)


Mataram (ekbisntb.com) – Dinas Perhubungan Kota Mataram,memastikan tarif retribusi parkir belum dinaikkan. Berbagai faktor menjadi pertimbangan, sehingga peningkatan kualitas pelayanan parkir diprioritaskan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin dikonfirmasi pada, Selasa (2/6) menjelaskan, tarif retribusi parkir masih menggunakan tarif lama yakni, sepeda motor Rp1.000 sekali parkir dan kendaraan roda empat Rp2.000 sekali parkir.

Ia memahami bahwa dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah diamanatkan bahwa retribusi parkir Rp2.000 sepeda motor dan Rp5.000 untuk kendaraan roda empat. Akan tetapi, pihaknya juga perlu mempertimbangkan masukan dari lembaga eksternal pemerintah. “Ada beberapa masukan yang memang perlu kita perhatikan sebelum memberlakukan tarif parkir baru,” terangnya.

Ia menyebutkan, Bank Indonesia meminta menunda kenaikkan tarif retribusi parkir karena kondisi ekonomi masyarakat belum stabil. Selain itu, Ombudsman RI Kantor Perwakilan Provinsi NTB, juga meminta dilakukan perbaikan dan atau peningkatan terhadap tata kelola pelayanan parkir sebelum tarif dinaikkan.

Masukan seperti ini kata Zulkarwin, juga menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah. Selain itu, pihaknya juga mengkhawatirkan menaikkan tarif parkir justru berpotensi meningkatkan kebocoran pendapatan asli. “Jangan sampai kita naikkan tarif justru semakin bertambah kebocoran,” ujarnya.

Mantan Camat Selaparang ini menambahkan, belum diterapkannya tarif baru sehingga diminta Surat Keputusan (SK) Walikota untuk pengurangan sebagai dasar menerapkan tarif retribusi parkir lama.

Di satu sisi, ia mengakui bahwa praktiknya jukir menarik retribusi parkir Rp2.000 untuk sepeda motor. Pelanggan ditekankan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sehingga tidak ada alasan jukir menarik pembayaran sesuai ketentuan. “Silahkan, gunakan QRIS. Pembayarannya akan tercatat dalam sistem. Jukir juga tidak bisa bermain,” pungkasnya.

Adapun realisasi retribusi parkir sampai akhir bulan Mei mencapai Rp4,1 miliar lebih dari target sekitar Rp18 miliar. Capaian ini dinilai masih rendah, sehingga akan dilakukan evaluasi terhadap titik-titik parkir yang belum digarap secara maksimal.


Selain itu, koordinator lapangan (korlap) akan diminta memaksimalkan pemantauan. “Iya, capaian kita masih rendah. Nanti coba kita evaluasi lagi,” demikian kata Zulkarwin. (cem)

Pemulangan Jemaah Haji Embarkasi Lombok Dimulai

0
Para jemaah haji kloter pertama embarkasi Lombok tiba di BIZAM Selasa (2/6/2026) dini hari. (Suara NTB/ist)

Praya (ekbisntb.com) – Proses pemulangan jemaah haji embarkasi Lombok di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dimulai Selasa (2/6/2026). Kelompok terbang (kloter) pertama asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendarat dengan selamat di BIZAM pada Selasa dini hari. Dengan kloter terakhir dijadwalkan tiba pada tanggal 21 Juni 2026 mendatang.

“Pemulangan jemaah haji dimulai hari ini (Selasa kemarin) sampai 21 Juni 2026 mendatang,” sebut General Manager PT. Angkasa Pura (AP) Indonesia kantor cabang Bandara Lombok Aidhil Philip Julian, dalam keteranganya.

Ia mengatakan pelayanan debarkasi jemaah haji telah dipersiapkan secara matang. Dengan melibatkan semua unsur terkait secara terpadu mulai dari Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Kementerian Agama (Kemenag) NTB, aparat keamanan, maskapai, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Imigrasi, ground handling dan unsur lainya. Seluruh fasilitas dan personel operasional pun telah disiagakan untuk memastikan proses kedatangan jemaah bisa berjalan lancar dan aman.

“Untuk kedatangan kloter pertama secara umum berjalan dengan baik. Seluruh stakeholder telah berkoordinasi secara optimal. Sehingga pelayanan kepada para jemaah haji yang kembali ke tanah air berlangsung lancar,” terangnya.

Aidhil menjelaskan, untuk penjembutan jemaah haji tetap dilakukan di asrama haji. Tidak dilakukan di bandara. Jadi begitu tiba di BIZAM para jemaah haji akan langsung dibawa ke asrama haji menggunakan bus yang sudah disiapkan.

“Bagi para jemaah yang mau melakukan prosesi sujud syukur sebelum naik ke bus juga sudah kita siapkan area khususnya,” sebutnya.

Hal itu juga bagian dari salah satu pelayanan yang disiapkan bagi para jemaah haji begitu menginjakkan kakinya kembali ke tanah air.

Pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji embarkasi Lombok. Dengan memastikan kesiapan seluruh fasilitas pendukung serta personel yang ada. Koordinasi dengan semua stakeholder juga terus diperkuat, guna memastikan proses pemulangan jemaah haji berjalan lancar tanpa gangguan. (kir)

Kazakhstan Tertarik Kerja Sama Bidang Pendidikan-Agrikultur dengan NTB

0
Serzhan Abdykarimov (Suara NTB/ist)

Mataram (ekbisntb.com) – Duta Besar (Dubes) Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov berkunjung ke kantor Gubernur NTB, Selasa (2/6/2026) Kunjungan Serzhan untuk menjajaki rencana kerjasama bidang pendidikan dan agrikultur antara Kazakhstan dan provinsi NTB.


“Saya datang kedua kali ke Lombok. Saya cinta NTB. Saya bertemu dengan pak Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan kami berbicara tentang korporasi yang lebih mendalam antara Kazakhstan dan NTB,” kata Serzhan usai bertemu Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Selasa (2/6/2026).


Seizhan mengatakan, Kazakhstan ingin investasi yang lebih kuat dengan NTB. Baik di bidang pendidikan, agrikultur dan sains.
“Tadi kami juga berbicara tentang kerjasama antara Universitas Mataram dengan Karaganda National Research University,” katanya.


Serzhan juga mencanangkan bisa menandatangani memorandum kerja sama antara Pemprov NTB dan Pemerintah Provinsi Karaganda di wilayah Kazakhstan. Karena, kata dia, Karaganda merupakan sebuah kawasan industri, perusahaan, pendidikan, dan sains.


“Karaganda merupakan sebuah kawasan berbeda antara NTB dan Karaganda. Kami melihat banyak kesempatan dan potensi ekonomi yang besar antara kedua kawasan ini,” tegasnya.


Selain itu, Kazakhstan juga akan membantu memperkuat hubungan ekonomi, kultur, hubungan pendidikan, dan antara universitas di NTB.
“Saya berharap perjalanan dan berhasil karena besok saya akan ke Pulau Sumbawa untuk melihat kuda, untuk melihat produksi susu kuda juga,” katanya.


Serzhan berharap kerja sama antara Kazakhstan dan NTB akan berhasil di beberapa bidang termasuk di bidang agrikultur.
“Kami juga akan kerjasama bidang minyak, industri, pariwisata dan hubungan pendidikan. Semoga bisa berjalan ya,” tandasnya. (r/era)