Home Blog Page 18

Ratusan KDMP di NTB Beroperasi Tanpa Manajer

0
Ratusan KDMP di NTB Beroperasi Tanpa Manajer
WIrawan Ahmad (Ekbis NTB/dok)

KEPALA Dinas Koperasi dan UKM NTB, Wirawan Ahmad, mengatakan ratusan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Provinsi NTB telah menjalankan kegiatan usaha meski tanpa kehadiran manajer. Operasional KDMP ini dikatakan mulai dilakukan sejak mereka membangun bangunan fisik Kopdes.
Menurutnya, dari total 1.166 KDMP di NTB, sebanyak 102 koperasi dilaporkan telah beroperasi dan seluruhnya sudah melalui proses verifikasi serta validasi pembangunan fisik. Di antaranya koperasi di Semoyang, Praya Timur, Ampenan Utara, Kota Mataram dan Jembatan Kembar, Lembar Lombok Barat dan beberapa daerah lainnya.
“Sejak mereka bangun koperasi sudah langsung beroperasi, belum ada manajer Kopdes mereka sudah beroperasi,” ujarnya, Senin, 12 Oktober 2026.
Kegiatan usaha yang dijalankan beragam, mulai dari penjualan sembako hingga menjadi pemasok dan distributor barang. Pengurus koperasi, katanya menjadi pihak yang menjalankan operasional selama ini. Mereka tidak harus menunggu kehadiran manajer maupun penyelesaian seluruh fasilitas usaha untuk mulai bergerak. “Para pengurus koperasi, pengurus KDMP-nya,” ucapnya.
Ia mengaku, Pemprov NTB tidak dilibatkan dalam proses rekrutmen maupun penempatan manajer KDMP. Pihaknya menegaskan proses tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat, mulai dari seleksi hingga penentuan lokasi penugasan. Sedangkan pemerintah provinsi memiliki tugas berbeda, antara lain melakukan verifikasi dan validasi pembangunan fisik koperasi serta memberikan pelatihan kepada pengurus.
“Karena yang namanya manajer Kopdes itu dari proses rekrutmennya sampai dengan proses penempatannya itu menjadi ranah pusat, bukan ranah provinsi,” tegasnya.
Mantan Kepala Dispora NTB itu bahkan menyebut tidak ada koordinasi dengan Pemprov NTB terkait proses rekrutmen dan penempatan manajer tersebut. “Jadi kalau kita ditanya soal pengadaannya, soal penempatannya, nah itu murni merupakan keputusan pusat,” terangnya.
Selama ini, sambungnya Pemprov NTB lebih berfokus pada pendampingan pengurus, verifikasi pembangunan, validasi data, dan pelatihan koperasi. Sementara urusan pengadaan serta penempatan manajer ditangani pemerintah pusat.
Menanggapi munculnya keberatan dari sejumlah manajer yang baru menerima surat keputusan (SK) penempatan pada bulan ini. Sebagian di antaranya dikabarkan memprotes penugasan di daerah yang jauh dari tempat asal. Ia mengingatkan para peserta semestinya telah memahami konsekuensi penempatan saat mengikuti proses rekrutmen. Meski demikian, ia meyakini efektivitas penugasan dapat dievaluasi setelah pelaksanaan berjalan.
“Menurut saya karena dari awal mereka sudah tahu konsekuensinya ditempatkan di mana saja. Tapi saya yakin nanti setelah pembenahan pasti juga akan dilihat efektivitasnya,” katanya.

Ia menilai jika dalam pelaksanaannya penugasan di daerah asal dinilai lebih efektif, penempatan dapat dievaluasi kembali. Namun, untuk tahap awal, para manajer diminta menjalankan tugas terlebih dahulu.
“Kalau lebih efektif bekerja di tempat asal pasti akan dikembalikan. Menurut saya laksanakan dulu lah,” sambungnya.
Adapun saat ini, Dinas Koperasi dan UKM NTB terus menyelesaikan verifikasi dan validasi pembangunan fisik KDMP. Dari target 102 koperasi yang menjadi sasaran proses tersebut, seluruhnya telah diverifikasi dan divalidasi, kemudian diunggah ke aplikasi Simkopdes. Hasil verifikasi itu akan menjadi dasar bagi Agrinas untuk melakukan pembayaran kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), setelah melalui pemeriksaan lanjutan oleh aparat pengawasan internal pemerintah (APIP) dan BPKP. (era)


Pelaku Pariwisata Berharap Pemerintah Perpanjang Kontrak MotoGP di Mandalika

0
Pelaku Pariwisata Berharap Pemerintah Perpanjang Kontrak MotoGP di Mandalika
(Ekbis NTB/bul) MOTOGP - Penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah

Mataram (Ekbis NTB) – Pelaku pariwisata di NTB berharap pemerintah tetap bekerjasama dengan DORNA untuk memperpanjang kontrak penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah.
Keberlanjutan ajang balap motor dunia ini dinilai penting untuk menjaga daya tarik pariwisata NTB sekaligus memperbesar dampak ekonomi bagi daerah khususnya.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASTINDO) NTB, Sahlan M Saleh, Senin, 12 Oktober 2026 menegaskan, penyelenggaraan MotoGP Mandalika perlu terus diperjuangkan.
Sahlan menyatakan dukungan agar ajang balapan kelas dunia ini tetap berlangsung di NTB. Meski demikian, ia juga mengingatkan pentingnya kemandirian pembiayaan dan pengelolaan agar penyelenggaraan tidak terus bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.
Menurutnya, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai pengelola kawasan Mandalika bersama pihak penyelenggara perlu mengupayakan model bisnis yang mampu menopang keberlanjutan MotoGP. Jika belum mampu berjalan secara mandiri, pengelola perlu membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis.
“Perpanjangan ini harus kita perjuangkan. Dengan catatan, penyelenggaraan MotoGP ini harapan kita mandiri dari ITDC maupun MGPA, tidak perlu pembiayaan dari pemerintah,” ujarnya.
Jika kemandirian tersebut belum dapat diwujudkan, Sahlan mengusulkan agar opsi pengelolaan oleh Pemerintah Provinsi NTB turut dipertimbangkan. Ia menilai pemerintah daerah memiliki peluang untuk mengambil peran lebih besar dalam memastikan penyelenggaraan berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi daerah.
Ia berharap, jika kontrak MotoGP diperpanjang, pemerintah dan pengelola kawasan dapat menjadikan momentum tersebut untuk membangun ekosistem usaha yang lebih tertata. Bagi pelaku pariwisata NTB, kepastian perpanjangan kontrak menjadi penting agar persiapan tidak dilakukan secara mendadak setiap tahun.
Kepastian itu diharapkan memberi ruang bagi pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha untuk menyusun strategi jangka panjang, mulai dari promosi, pengembangan paket wisata, hingga penguatan UMKM lokal.
Sementara itu, kepastian perpanjangan kontrak MotoGP di Sirkuit Mandalika masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyampaikan bahwa keputusan resmi mengenai keberlanjutan kontrak MotoGP diserahkan kepada Presiden.
“Kita tunggu putusan Bapak Presiden. Mudah-mudahan nanti beliau yang menyampaikan,” demikian Erick. (bul)

Pemkot Mataram Pangkas Target Retribusi Parkir 2026 Menjadi Rp12 Miliar

0
Pemkot Mataram Pangkas Target Retribusi Parkir 2026 Menjadi Rp12 Miliar
PARKIR - Seorang juru parkir mengatur kendaraan di pinggir Jalan Cilinaya yang dipotret beberapa waktu lalu. Pemkot Mataram pangkas target retribusi parkir menjadi Rp12 miliar. (Ekbis NTB/pan)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memangkas target retribusi parkir dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 dari Rp18,5 miliar menjadi Rp12 miliar. Penurunan sebesar Rp6,5 miliar tersebut merupakan bentuk koreksi terhadap target pendapatan yang dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri, mengatakan penyesuaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilakukan agar perencanaan anggaran lebih realistis dan sesuai dengan potensi pendapatan yang dapat dicapai.

Menurutnya, pemerintah harus mengukur potensi pendapatan berdasarkan kondisi faktual, bukan sekadar menetapkan target tinggi tanpa mempertimbangkan berbagai kendala dalam pelaksanaannya.

“Jangan sampai kita menetapkan target terlalu tinggi, tetapi pada akhirnya tidak bisa tercapai dan hanya menjadi target bodong,” ujarnya, Senin (12/10).

Alwan menjelaskan, evaluasi dan koreksi target retribusi parkir juga berkaitan dengan tertundanya penerapan tarif baru sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Mataram. Kondisi tersebut membuat proyeksi penerimaan dari sektor parkir perlu disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku.

Selain itu, realisasi penerimaan retribusi parkir masih jauh dari target awal. Hingga awal Oktober 2026, pendapatan dari sektor tersebut dilaporkan baru mencapai Rp7,8 miliar atau sekitar 42 persen dari target Rp18,5 miliar.

Tidak hanya sektor parkir, Pemkot Mataram juga memangkas target retribusi pasar sebesar Rp250 juta, dari Rp8,25 miliar menjadi Rp8 miliar.

Alwan menyebut, penyesuaian target tersebut dipengaruhi oleh terganggunya aktivitas perdagangan akibat pekerjaan perbaikan dan revitalisasi sejumlah pasar tradisional. Kondisi itu berdampak pada aktivitas pedagang, termasuk berkurangnya jumlah pedagang yang aktif berjualan, sehingga turut memengaruhi penerimaan retribusi pasar.

“Target retribusi pasar turun sekitar Rp250 juta karena ada perbaikan pasar yang berimbas pada berkurangnya jumlah pedagang, seperti di Pasar Cakranegara,” pungkasnya. (pan)

Telusuri Pihak yang Mengendalikan Satpol PP Mataram Petakan Tiga Motif Badut

0
Telusuri Pihak yang Mengendalikan Satpol PP Mataram Petakan Tiga Motif Badut
H. Irwan Rahadi (Ekbis NTB/pan)

Mataram (Ekbis NTB) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram memetakan tiga motif utama aktivitas badut jalanan yang marak beroperasi di sejumlah persimpangan lampu merah dan pusat perbelanjaan. Selain melakukan penertiban, Satpol PP juga akan menelusuri pihak yang diduga mengoordinasikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban umum.

Kepala Satpol PP Kota Mataram, H. Irwan Rahadi, mengatakan pemetaan yang dilakukan bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram bertujuan untuk mengetahui latar belakang aktivitas para badut jalanan sekaligus mengidentifikasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Menurut Irwan, terdapat tiga motif yang teridentifikasi, yakni badut jalanan yang beroperasi secara terkoordinasi, mereka yang murni mencari nafkah, serta aktivitas yang diduga berpotensi mengganggu keamanan di jalan raya.

“Kami sudah mendata bersama Dinsos pada saat penertiban kemarin,” ujarnya, Senin (12/10).

Ia menegaskan, penanganan badut jalanan tidak cukup hanya melalui penertiban di lapangan. Petugas perlu menelusuri motif aktivitas tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak yang diduga mengendalikan atau mengoordinasikan para badut jalanan.

Dalam pelaksanaannya, Dinsos terlebih dahulu memberikan pembinaan administratif dan melakukan pendataan identitas. Sementara itu, Satpol PP bertugas menindak aktivitas yang melanggar ketentuan ketertiban umum.

Irwan mengatakan, petugas dapat menyita perlengkapan badut secara permanen apabila pelaku kembali mengulangi aktivitasnya setelah mendapatkan pembinaan.

“Kalau pembinaan tidak bisa, ya sudah kita sita permanen. Kalau besok tertangkap lagi dan mengulangi, kita sita,” tegasnya.

Ia menambahkan, aktivitas yang mengganggu ketertiban di jalan raya tetap tidak diperbolehkan, terlepas dari alasan yang melatarbelakanginya. Menurutnya, setiap aktivitas di ruang publik harus mematuhi ketentuan yang berlaku.

“Apa pun alasannya tidak boleh, namanya di jalan raya itu tidak boleh. Ruang publik itu ada ketentuannya,” kata Irwan.

Saat ini, Satpol PP masih melakukan pemetaan untuk menelusuri pihak yang diduga mengoordinasikan aktivitas badut jalanan. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan tidak hanya menyasar para pekerja di lapangan, tetapi juga pihak yang berada di balik aktivitas tersebut.

“Makanya kita mapping, kita cari koordinatornya, siapa yang mengendalikan mereka ini. Yang penting ini bukan sekadar masalah menyita atau mengamankan pakaiannya, tapi kita ingin beri efek jera dan memastikan motif mereka,” pungkasnya. (pan)

Pemkot Mataram Tunggu Evaluasi APBD Perubahan 2026, Belanja Pegawai Jadi Prioritas

0
Pemkot Mataram Tunggu Evaluasi APBD Perubahan 2026, Belanja Pegawai Jadi Prioritas
H. Muhamad Ramayoga (Ekbis NTB/pan)

Mataram (Ekbis NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram masih menunggu hasil evaluasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Mataram Tahun Anggaran 2026. Salah satu fokus dalam perubahan anggaran tersebut adalah pemenuhan belanja pegawai hingga akhir tahun.

Hasil evaluasi ditargetkan terbit paling lambat pada 27 Oktober 2026. Pemkot Mataram berharap proses tersebut dapat diselesaikan lebih cepat agar pelaksanaan anggaran memiliki waktu yang cukup sebelum tahun anggaran berakhir.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, H. Muhamad Ramayoga, mengatakan dokumen APBD Perubahan 2026 saat ini telah diserahkan kepada Pemprov NTB untuk dievaluasi.

“Sekarang angkanya sudah di provinsi untuk dievaluasi. Jadwal yang saya lihat itu maksimal 27 Oktober karena waktu eksekusinya sangat terbatas,” ujarnya, Senin (12/10).

Berdasarkan jadwal yang diterimanya, hasil evaluasi diperkirakan keluar pada akhir Oktober. Ramayoga menjelaskan, percepatan evaluasi diperlukan mengingat waktu pelaksanaan anggaran hanya tersisa sekitar dua bulan hingga akhir Desember 2026.

Menurut dia, salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian dalam APBD Perubahan adalah belanja pegawai, terutama untuk membiayai gaji aparatur sipil negara (ASN), termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan PPPK paruh waktu hingga akhir tahun.

Ramayoga, yang akrab disapa Yoga, memastikan kebutuhan gaji pegawai untuk dua bulan terakhir tahun ini telah dimasukkan dalam APBD Perubahan. Untuk mendukung pemenuhan belanja tersebut, Pemkot Mataram juga menerima tambahan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat sekitar Rp10 miliar.

“Kemarin kita mendapat tambahan dana transfer sekitar Rp10 miliar. Kebutuhan penuh itu kan kewajiban kita penuhi dulu,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemenuhan belanja pegawai menjadi prioritas Pemkot Mataram agar hak keuangan seluruh pegawai tetap terpenuhi hingga akhir tahun anggaran 2026.

Sebelumnya, Pemkot Mataram bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyepakati APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dengan nilai belanja daerah mencapai sekitar Rp1,92 triliun. Angka tersebut bertambah sekitar Rp215,75 miliar dari APBD murni. (pan)

Evolusi Aplikasi MyBluebird Hadirkan Pilihan Mobilitas yang Lebih Personal

0

Mataram (ekbisntb.com)- Setiap orang punya cara bergerak yang berbeda. Ada yang perlu
perjalanan yang bisa direncanakan sejak awal, ada yang membutuhkan fleksibilitas dalam
memilih layanan, dan ada juga yang mencari cara paling praktis untuk sampai ke tujuan.
Beragam kebutuhan tersebut mendorong MyBluebird terus berevolusi, dari pemesanan
taksi menjadi akses digital ke berbagai pilihan mobilitas dalam satu aplikasi.
Kebutuhan terhadap pengalaman mobilitas yang lebih personal semakin tinggi. Studi
menunjukkan bahwa 84% konsumen Indonesia memilih personalized offers, dengan 65%
memilih menerimanya melalui aplikasi mobile.
Satu perubahan ini mencerminkan kuatnya kebiasaan konsumen untuk mendapatkan pengalaman digital yang relevan dengan kebutuhan masing-masing.
Sejalan dengan perubahan kebiasaan tersebut, MyBluebird kini berkontribusi lebih dari 40% terhadap total pemesanan Bluebird dari seluruh kanal.
Melalui kampanye “MyBluebird, My Way”, Bluebird Group menunjukkan bagaimana aplikasi
MyBluebird memberi pelanggan akses untuk menikmati layanan Bluebird Group dengan
cara mereka sendiri, sesuai kebutuhan, preferensi, dan ritme keseharian.
Mengikuti Perubahan Cara Masyarakat Bergerak
Bluebird Group beradaptasi pada cara masyarakat bergerak selama lebih dari lima dekade.
Mulai dari layanan taksi, perusahaan terus memperluas ekosistemnya ke berbagai
kebutuhan mobilitas, termasuk rental hingga delivery.
Hal tersebut berjalan beriringan dengan transformasi digital. Pada 2011, Bluebird Group
memperkenalkan Taxi Mobile Reservation, yang menjadi pionir dalam teknologi reservasi
taksi melalui perangkat BlackBerry yang menghadirkan kemudahan pemesanan secara
digital.
Evolusi itu berlanjut melalui MyBluebird, yang berkembang dari kanal pemesanan
menjadi akses digital yang semakin dekat dengan cara dan kebutuhan perjalanan
pelanggan.

“Teknologi memberikami cara baru untuk mengikuti bagaimana masyarakat bergerak, tetapi memahami kebutuhan mobilitas akan selalu menjadi titik awal kami. Dengan mendengarkan pelanggan, kami terus mengembangkan teknologi sebagai penghubung berbagai pilihan
mobilitas. Sebagai perusahaan mobilitas, Bluebird Group menghadikan MyBluebird menjadi salah satu kanal digital untuk mengakses dan memesan berbagai pilihan layanan,” kata Andre Djokosoetono, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk.

Satu Aplikasi, Beragam Pilihan untuk Cara Gerak Berbeda
Kini, pilihan mobilitas juga tidak bisa dibuat seragam. Evolusi aplikasi MyBluebird hadir
sebagai mobility assistant, menjadi penghubung ke layanan multimoda dalam satu aplikasi
dan memberikan pelanggan lebih banyak pilihan untuk mengatur perjalanan sesuai
kebutuhan. Sebagai jawaban, MyBluebird menghadirkan tiga inovasi terbaru, yaitu fitur
Multi-Select, layanan Airport Transfer, dan penyempurnaan fitur Rent.
Fitur Rent kini hadir dengan pengalaman reservasi yang lebih seamless. Pelanggan dapat
mengeksplorasi pilihan sewa mobil Goldenbird, melihat variasi armada dan estimasi biaya,
hingga melakukan reservasi untuk kebutuhan hourly maupun daily, yang semuanya
dilakukan dalam satu aplikasi.
Untuk perjalanan menuju atau dari bandara, Airport Transfer menawarkan armada
Goldenbird yang dapat ditemukan dalam fitur Ride. Pada layanan ini, pelanggan bisa
memilih tipe armada sesuai kebutuhan perjalanan dengan biaya tol yang sudah termasuk
dalam tarif. Selain itu, pelanggan juga dapat menghubungkan perjalanan dengan nomor
penerbangan untuk membantu perencanaan mobilitas menjadi lebih praktis.
Sementara itu, Multi-Select memberikan fleksibilitas bagi pelanggan yang membutuhkan
pilihan perjalanan yang lebih efisien. Fitur baru ini memungkinkan pelanggan memilih lebih
dari satu jenis layanan taksi dalam sekali pemesanan. Armada terdekat dengan lokasi
pelanggan akan ditugaskan untuk menjemput. Untuk kebutuhan pengiriman barang yang
lebih aman, pelanggan dapat mengakses layanan Bluebird Kirim yang telah tersedia di
aplikasi MyBluebird melalui fitur Delivery.
Berbagai layanan tersebut juga didukung fitur yang bantu pelanggan mengatur perjalanan
dengan lebih fleksibel. Fitur Advance Booking memungkinkan perencanaan perjalanan
lebih awal, sementara Fixed Price berikan pilihan harga yang pasti. Untuk pembayaran,
Multi-Payment menghadirkan berbagai pilihan metode pembayaran, termasuk EZPay yang
memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran non-tunai walaupun stop taksi dari
jalan maupun pangkalan. Bagi pelanggan yang rutin menggunakan layanan, Subscription
juga menawarkan paket perjalanan dengan harga yang lebih hemat.
“Pada akhirnya, tidak ada satu cara bergerak yang berlaku bagi semua orang. Yang kami
ingin hadirkan melalui MyBluebird adalah kebebasan untuk memilih perjalanan yang sesuai
dengan kebutuhan, waktu, dan cara masing-masing. Karena mobilitas bukan tentang
mengikuti satu cara, tetapi menemukan cara yang paling tepat bagi setiap orang,” tutup
Andre.(r)

Bank NTB Syariah Gandeng PDAM Lombok Timur, Dorong Layanan Air Bersih Lebih Mudah

0
Bank NTB Syariah Gandeng PDAM Lombok Timur, Dorong Layanan Air Bersih Lebih Mudah
Penandantanganan kerjasama Bank NTB Syariah dengan PDAM Lombok Timur

Selong (Ekbis NTB) –Bank NTB Syariah menjalin kemitraan strategis dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lombok Timur untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

Kemitraan itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pelaksanaan Kemitraan dan Kerja Sama Strategis, Senin (12/10).

Branch Manager Bank NTB Syariah Kantor Cabang Masbagik, Edwin Satria, mengatakan kolaborasi ini tidak semata-mata berorientasi pada transaksi keuangan. Lebih dari itu, kemitraan ini diharapkan berkembang menjadi kerja sama jangka panjang yang memberi manfaat bagi kedua lembaga sekaligus mendukung pelayanan kepada masyarakat Lombok Timur.

“Kerja sama ini membangun kemitraan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Bank NTB Syariah siap mendukung PDAM Lombok Timur dalam mengoptimalkan layanan kepada masyarakat,” ujar Edwin.

Menurutnya, sinergi antara perbankan dan badan usaha milik daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Kolaborasi ini dapat membuka ruang bagi penyediaan solusi perbankan yang mendukung operasional PDAM sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan.

Edwin menegaskan, Bank NTB Syariah ingin agar kemitraan yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama. Implementasinya harus diarahkan pada peluang kolaborasi yang memberikan nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semangat kami adalah sinergi dan kolaborasi. Bagaimana kerja sama ini bisa terus berkembang, dengan menghasilkan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat Lombok Timur,” katanya.

Ia berharap, kerja sama ini menjadi awal dari berbagai inovasi pelayanan yang dapat dikembangkan bersama PDAM Lombok Timur. Penguatan layanan dan pemanfaatan solusi perbankan dinilai menjadi salah satu ruang kolaborasi yang dapat terus dijajaki sesuai kebutuhan kedua pihak.

Bagi Bank NTB Syariah, kemitraan ini juga menjadi bagian dari komitmen memperluas peran perbankan syariah dalam mendukung pembangunan daerah. Kolaborasi dengan badan usaha milik daerah diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga mendorong pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan warga.

“Dengan kerja sama yang berkelanjutan, kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lombok Timur,” tandas Edwin.

Melalui kemitraan ini, Bank NTB Syariah dan PDAM Lombok Timur diharapkan dapat membangun pola kerja sama yang berkelanjutan, dengan orientasi pada peningkatan kualitas layanan dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.(bul)

Booth Astra Motor NTB Diserbu Pengunjung MotoGP Mandalika 2026

0

Lombok Tengah (Ekbis NTB) – Tingginya antusiasme penonton MotoGP Mandalika 2026 membawa berkah tersendiri bagi Astra Motor NTB. Booth pameran dan bazar mereka yang terletak di area Sirkuit Mandalika diserbu pengunjung sepanjang penyelenggaraan event pada 9–11 Oktober 2026.

Sejak hari pertama, pengunjung tampak memadati area booth untuk melihat langsung deretan sepeda motor Honda dan berburu berbagai produk apparel resmi. Tidak hanya sekadar melihat-lihat, pengunjung juga menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap beragam tipe sepeda motor serta perlengkapan berkendara yang dipamerkan.

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam ajang balap internasional tahun ini memberikan pengalaman berharga dan meriah bagi pihaknya.

“Kalau dibandingkan dengan sebelumnya, MotoGP sekarang jauh lebih ramai. Dari pagi sudah ramai, semakin siang bertambah ramai, dan puncaknya sore hari,” ujar Felix.

Dalam pameran ini, Astra Motor NTB memajang enam unit sepeda motor andalan untuk menarik perhatian pengunjung, antara lain Honda CUV e:, ADV 160 ABS RoadSync, Vario Evo, GTR, CBR150R Racing, dan CBR250RR Tricolor. Sejumlah model seperti Vario mencatatkan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Guna memikat calon konsumen, pihak penyelenggara menghadirkan program spesial selama pameran berlangsung di area Festival Mandalika.

“Kami memberikan program spesial untuk konsumen yang melakukan deal di booth pameran, berupa potongan angsuran hingga Rp200 ribu per bulan dengan total penghematan mencapai Rp3,6 juta,” imbuh Felix.

Produk Apparel Jadi Daya Tarik Utama

Di tengah ramainya kunjungan, produk apparel justru menjadi salah satu primadona di booth Honda. Berbagai pilihan merchandise tersedia mulai dari payung, tas, tumbler, kaus, kemeja, polo shirt, jaket, hingga helm. Dari sekian banyak pilihan, kaus dan polo HRC series menjadi barang yang paling banyak diburu pengunjung selama dua hari pertama.

Selain kaus dan polo shirt, helm dan jaket juga mendapat respons positif. Tingginya minat terhadap perlengkapan berkendara ini menunjukkan bahwa booth Honda tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer otomotif, tetapi juga sebagai wadah mencari perlengkapan keselamatan sekaligus koleksi eksklusif.

Untuk mendongkrak transaksi, Astra Motor NTB turut menawarkan sejumlah program promo khusus apparel. Pengunjung berkesempatan mendapatkan bonus menarik sesuai ketentuan transaksi—salah satunya bonus tumbler untuk pembelian di atas Rp1 juta. Promosi juga diperkuat melalui program bundling pembelian sepeda motor berhadiah apparel, yang efektif memperkenalkan produk Honda sekaligus memberikan nilai tambah bagi calon konsumen.

Fokus Perluasan Merek dan Pasar

Felix menyebutkan, selama kegiatan berlangsung, pihaknya mencatat adanya transaksi penjualan sepeda motor serta tingginya minat dari sejumlah calon konsumen. Kendati demikian, kehadiran Astra Motor NTB di ajang MotoGP Mandalika ini tidak dipatok dengan target penjualan khusus.

Menurutnya, momentum balap internasional ini lebih dimanfaatkan sebagai sarana pengenalan produk (brand awareness) dan mendekatkan merek Honda kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara yang turut memadati ajang MotoGP Mandalika 2026.

Ramainya kunjungan ini dinilai sebagai peluang emas bagi Astra Motor NTB untuk memperluas penetrasi pasar ke khalayak yang lebih beragam. Di tengah atmosfer balap yang dihadiri penonton dari berbagai daerah dan negara, booth Honda sukses menjadi ruang interaksi yang hidup antara pencinta otomotif dan inovasi produk Honda. (r/fan)

Dirut Perum Bulog Sidak Supermarket di Lombok, Pastikan Stok dan Harga Beras Aman

0

Mataram (Ekbis NTB) — Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gerai dan supermarket modern di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (10/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga beras premium di tingkat ritel menyusul isu kelangkaan di beberapa daerah.

Dari hasil peninjauan di lapangan, Rizal memastikan beras premium produk Bulog terpajang dan tersedia lengkap di rak-rak penjualan supermarket.

“Beras premium Bulog tersedia dengan harga maksimal Rp74.500 per kemasan 5 kilogram, atau setara Rp14.900 per kilogram,” ujar Rizal di sela-sela sidak di salah satu supermarket di Kota Mataram.

Ia menegaskan, masyarakat NTB tidak perlu khawatir ataupun melakukan aksi pembelian berlebihan (panic buying).

Rizal menjelaskan, NTB termasuk dalam Zona 1 untuk distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Berdasarkan ketentuan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium di zona ini ditetapkan Rp12.500 per kilogram, sedangkan beras premium maksimal Rp14.900 per kilogram.

Sidak di Lombok ini merupakan bagian dari strategi nasional Bulog. Sehari sebelumnya, Bulog mengumumkan intervensi pasar dengan mengguyur 300.000 ton beras komersial hingga akhir 2026. Kebijakan ini diambil untuk menambal pasokan premium yang menipis akibat tingginya harga gabah di tingkat petani, yang saat ini telah menyentuh kisaran Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga rata-rata nasional beras premium saat ini berada di level Rp16.525 per kilogram, sementara beras medium Rp14.676 per kilogram.

Kendati harga pasar di atas HET, Bulog memastikan cadangan beras nasional dalam kondisi sangat aman. Per 9 Oktober 2026, total stok yang dikuasai Bulog mencapai 4,5 juta ton.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan, khususnya beras. Kami menjamin stok yang dikuasai Bulog saat ini sangat mumpuni dan cukup untuk menyokong ketahanan pangan nasional hingga Juli 2027,” pungkas Rizal. (r/fan)

Cek Pasar di Mataram, Dirut Perum Bulog Pastikan Harga Pangan Stabil

0

Mataram (Ekbis NTB) — Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan harga kebutuhan pokok di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), relatif stabil dan stok pangan aman. Kepastian itu disampaikannya usai meninjau sejumlah komoditas di Pasar Tradisional Kebon Roek, Mataram, Minggu (11/10/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Rizal didampingi oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda NTB untuk memantau langsung kondisi lapangan, mulai dari harga hingga ketersediaan pasokan. Ia menjelaskan, Pasar Kebon Roek merupakan salah satu pasar acuan dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang datanya juga dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Hari ini tadi kita sudah meninjau harga sembako, khususnya di Pasar Kebon Roek di Kota Mataram. Kebon Roek ini adalah pasar SP2KP, pasar pencatatan untuk melihat standarisasi harga pangan di wilayah Kota Mataram,” ujar Ahmad Rizal.

Harga Daging dan Cabai Jadi Perhatian

Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga daging sapi terpantau berada di kisaran tertinggi Rp150.000 per kilogram, sementara daging ayam dijual sekitar Rp38.000 per kilogram. Adapun harga bawang berada di kisaran Rp30.000-an per kilogram.

Komoditas cabai, khususnya jenis keriting dan rawit, menjadi salah satu sorotan karena harganya yang relatif lebih tinggi dibanding komoditas lainnya. Menurut Ahmad Rizal, tingginya permintaan dipengaruhi oleh kebiasaan kuliner masyarakat Lombok yang gemar mengonsumsi hidangan pedas.

Meski demikian, secara keseluruhan ia menilai fluktuasi harga di Mataram masih dalam batas wajar dan terkendali. “Namun pada prinsipnya, secara umum harga stabil di Mataram ini,” tambahnya.

Skema Distribusi Minyakita

Selain memantau harga, Ahmad Rizal juga memeriksa ketersediaan minyak goreng bersubsidi, Minyakita, di sejumlah kios. Minyakita terpantau tersedia di hampir seluruh kios yang dikunjungi, meski distribusinya dibatasi oleh mekanisme kuota berkala.

“Memang distribusinya karena Minyakita itu minyak subsidi, jadi pendistribusiannya seminggu satu kali. Satu kios maksimum adalah 30 pack,” jelasnya.

Pembatasan ini diterapkan agar distribusi minyak goreng bersubsidi dapat merata dan menjangkau seluruh pedagang serta masyarakat yang membutuhkan.

Stok Pangan Bulog NTB Dipastikan Aman

Keterlibatan Satgas Pangan Polda NTB dalam peninjauan ini turut memperkuat pengawasan rantai pasok agar distribusi bahan pokok tetap lancar tanpa ada gejolak berarti di tingkat pedagang. Ahmad Rizal menegaskan, ketersediaan pangan di Mataram dan NTB secara umum berada dalam kondisi yang sangat aman.

“Namun pada prinsipnya, saya perhatikan di NTB khususnya di Mataram, harga-harga sembako cukup aman, terkendali, dan saya nyatakan tersedia dengan banyak,” tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan Kantor Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, memaparkan data ketersediaan stok pangan di gudang saat ini. Stok beras tercatat mencapai 256.023 ton, yang terdiri atas Beras Cadangan Pemerintah (CPB) sebanyak 255.905 ton dan beras komersial sebanyak 118 ton.

Selain beras, Bulog NTB juga mengamankan stok minyak goreng sebanyak 394.522 liter (394.490 liter minyak komersial dan 32 liter minyak PSO), gula pasir sebanyak 80 ton, serta cadangan jagung sebanyak 18.792 ton. (r/fan)